Tampilkan postingan dengan label templar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label templar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juli 2011

[Renungan] Vibrasi Berbahaya di balik Musik dan Kata

Berita mengejutkan kembali menyentak kesadaran umat manusia.  Betapa tidak, di salah satu negara paling damai di dunia tiba-tiba terjadi aksi terorisme yang dilakukan oleh orang bule yang jelas bukan Muslim.  Si bule itu mengidentifikasikan dirinya sebagai seorang Knight Templar seperti di zaman perang Salib dahulu.  

Si Knight Templar era masa kini ternyata mendengarkan musik dari film LORD OF THE RING saat melakukan pembantaian tersebut.  Sebelum melakukan pembantaian kejam itu, dia memainkan game WAR OF WARCRAFT dan mendengarkan music-music trance yang menggelar bagai degub jantung orang yang dikejar-kejar pembunuh atau anjing gila.   Semua itu dia lakukan untuk mem-boost moral dan semangatnya sebelum melakukan misi sucinya.  

Musik Mars dengan dentuman yang menggetarkan jiwa memang sringkali digunakan untuk membangkitkan semangat.  Musik-musik seperti itu seringkali dipakai untuk ilustrasi saat terjadi adegan peperangan dalam film-film epik seperti Lord of The Ring atau sejenisnya.  Saat kaum fasis berkuasa di Jerman dan Italia saat menjelang dan selama perang Dunia II, musik-musik itu dipergunakan untuk menghipnotis dan mempengaruhi rakyat agar selalu siap untuk berperang.  Selain musik, kata-kata magis seperti Sieg Heil, Hail Hitler, dan sebagainya terus menerus dikumandangkan untuk mengendalikan pikiran dan hati rakyat.    



Musik tersebut, dalam bukunya Pak Jamil Azzaini dkk yg berjudul Kubik Ledership, bisa membangkitkan gelombang otak sampai ke tingkat Gamma.  Bahkan bukan tidak mungkin orang itu menjadi invulnerable to any pain or feeling untuk sementara waktu.  Seperti keadaan BERSERKER dalam permainan video game DOOM.  Musik seperti itu memang bisa membangkitkan semangat secara instant, namun kalau tidak hati-hati bisa menjadi tak terkontrol.  Musik seperti itu sangat berpotensi menguatkan kecerdasan EGO, yang merupakan kecerdasan terendah manusia menurut konsep Se7en Energy Intelligence.  

Saat saya berkunjung ke kantor seorang teman, rekan kerjanya ada yang memutar musik dari kelompok Les Misrables yang berjudul Do You hear the people Sing yang berkisah tentang revolusi Prancis.  Musik yang bernuansa opera tersebut dikemas dengan dentuman yang menggetarkan.   Para pendengarnya seakan akan dibawa ke abad ke 18 saat keluarga kerajaan Prancis dan para bangsawan menemui ajal mereka di pisau Guillotine.  Para penyanyi lagu tersebut pun berpakaian seperti kaum revolusioner saat itu.     

Do you hear the people sing?
Singing a song of angry men?
It is the music of a people
Who will not be slaves again!
When the beating of your heart
Echoes the beating of the drums
There is a life about to start
When tomorrow comes!

Gempuran vibrasi musik - musik keras itu adalah salah satu bentuk "trance" dalam keadaan sadar,  terikat begitu kuat pada makhluk dan lupa pada Rabb dari para makhluk tersebut.  Sehingga, tidak mengherankan apabila ada yang sampai bisa bertindak brutal dan melampaui batas prikemanusiaan dan perikeadilan.  Vibrasi energi yang kuat merasuk ke dalam alam bawah sadar sehingga membuat pelakunya merasa menjadi bagian dari personifikasi tertentu, seperti para Ksatria Templar abad pertengahan atau yang lainnya.  Belum lagi beragam kisah-kisah yang berasal mitologi Nordic yang bertentangan dengan keyakinan seorang muslim seperti pada lagu-lagu Manowar.  Salah satu contoh lirik tersebut bisa disimak di bawah ini:  

Blood and death lived on his sword
The god of war his only lord
Into the depths of hell
Go all he fell

Take thy shield take thy sword
All thy weapons to the sky
Ye shall need them when Odin bid thee rise

For none but the brave
Shall rise up from the grave
To see the Valkyries fly

And so it was by the hand of Odin
Did the immortal warrior pass through
The gates of Valhalla and into legend.

Rise brother rise pass Valhalla's gates
Here great warriors await

Reborn from thy steel
All thy wounds be healed

From the earth to the sky
Now the son of Odin rise!

Take thy place among the kings
For thy soul shall never die!

Hymn oF Immortal Warrior, Manowar

Musik memang bukan satu-satunya faktor pemicu keganasan manusia.  Masih banyak faktor lain seperti Konsep RAS Unggul, beragam ideologi yang menyimpang, nostalgia masa lalu atau bahkan fantasy, media massa dan lain sebagainya.  Namun kemampuan vibrasi dan pengaruh destruktif dari musik-musik dan kata-kata tertentu tidak bisa diremehkan.  

Semoga bermanfaat, mohon maaf buat yang kurang berkenan

Referensi

Fasisme, ideologi berdarah Darwinisme, Harun Yahya

Kubik Leadership, Gramedia


Kamis, 03 Januari 2008

National Treasure - Book of Secret

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Action & Adventure


National Treasure - Book of Secret


"Sic Tempes Tyrannic!" John Wilkes Booth

Beberapa hari yang lalu, sebelum tahun baru, saya iseng-iseng nonton di Megaria, filmnya National Treasure - Book of Secret, terusannya film National Treasure. Film ini masih dibintangi Nicholas Cage dkk. Ceritanya sih mirip sama yang kemarin, cuma kali ini si Benjamin Franklin Gates (Nicholas Cage) harus membersihkan nama baik kakek dari kakek buyutnya yang dituduh menjadi dalang pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. Gates harus membuktikan bahwa kakek buyutnya tersebut tidak bersalah dalam pembunuhan Presiden Lincoln.


Seperti biasa, perhatian saya lebih terpusat pada aspek-aspek sejarah yang mewarnai film tersebut daripada ceritanya sendiri. Scene favorit saya tentu saja pada kilas balik saat Thomas Gates, kakek buyut Benjamin Gates masih kanak-kanak. Kakek Thomas Gates harus menghadapi seorang anggota Knight of Golden Circle, organisasi rahasia ekstrem dari Selatan.



Saya sendiri sebetulnya tidak ingin bercerita lebih banyak tentang film ini, biar teman-teman nonton sendiri, supaya unsur-unsur surprise/kejutannya tidak hilang (tetapi, memang sih, unsur komedinya koq berlebihan, apalagi untuk film-film bertema petualangan bercampur sejarah seperti ini).



Yang paling saya sayangkan adalah para penonton sepertinya hanya menikmati film ini sebagai hiburan semata, bukan sebagai sesuatu yang menimbulkan rasa penasaran, terutama terhadap sejarah dan konspirasi yang terkandung di dalamnya. Nama-nama seperti Albert Pike, Knight of The Golden Circle, Knight Templar, Freemasonry dan sebagainya sepertinya tidak memiliki arti apa-apa bagi para penonton tersebut. Entah karena mereka kurang berminat terhadap hal-hal tersebut atau karena begitu tebalnya kabut misteri yang menyelimuti nama-nama tersebut (saya juga tidak sedang berprasangka buruk lho)



Dalam kesempatan ini, saya juga ingin menghimbau dan mengingatkan rekan-rekan MPers dan para pembaca yang lain agar jangan hanya terhanyut dengan film ini dan film-film sejenisnya, tetapi juga mempelajari dengan sungguh-sungguh realita apa yang ada di balik kisah dalam film-film tersebut. Kita harus mengetahui bahwa masalah-masalah yang berkaitan dengan Freemasonry, Knight Templar, Knight of The Golden Circle, Ku Klux Klan dan sejenisnya adalah one of the word's most complicated and controversial matters (salah satu masalah paling rumit dan kontroversial yang ada di dunia ini). Maka, jika anda adalah penggemar film-film atau hal-hal seperti ini, belajarlah banyak hal, terutama agama dan sejarah, dengan sungguh-sungguh dan persiapkan keimanan dan mental anda semaksimal mungkin.



Review ini ingin saya akhiri dengan melampirkan link ke situs-situs yang rekan-rekan MPers dan para pembaca yang lain perlu datangi jika anda ingin mendapatkan pengertian yang lebih mendalam tentang masalah-masalah kontroversial ini.




Situs-situs lainnya bisa dicari di Google atau search engine lainnya


Semoga bermanfaat