Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Oktober 2012

[Eagle Eye] Teknis pembuatan Video

Berikut sedikit catatan dari rapat tim Eagle Eye di foodcourt Giant Bekasi Sabtu tanggal 13/10/2012 dengan sedikit tambahan

Peralatan boleh apa saja asal bisa merekam, seperti HP, Blackberry, kamera digital atau handycam. Memang sih, handycam lebih disarankan karena memiliki durasi yang lebih panjang sehingga tidak terlalu beresiko kehilangan moment. Bisa dibayangkan betapa "bete"-nya apabila saat narasumber menungkapkan hal penting tiba-tiba habis durasinya hingga harus take ulang, kasihan kan

Usulan dari Mas Wib, sebaiknya setiap video ada intronya dan durasinya tidak terlalu panjang. Contoh: jika durasi keseluruhan 7 menit, maka bisa dibagi sebagai berikut

option 1: intro 30 detik, konten utama 6 menit, penutup 30 detik
option 2: intro 30 detik, konten utama 1: 3 menit, konten utama 2: 3 menit, penutup 30 detik
dsb

Jika narasumber lebih dari satu orang, bisa divariasikan lagi, baik perpanjangan durasi atau pengaturan konten.

Usulan dari mas Wiku, perlu ditentukan sejak awal, apakah di Muara Angke nanti kita hanya akan bikin video terus sudah atau masih ada lanjutannya. Jika masih ada lanjutan, bentuknya seperti apa? apakah video itu bisa dipergunakan untuk bahan presentasi ke lembaga-lembaga ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf) atau untuk keperluan yang lain? Perlu dipikirkan.

Jika ada yang mau menambahkan dipersilakan

Semoga bermanfaat



Minggu, 16 September 2012

Ketika Hubungan terlanjur Retak

Interaksi antar manusia biasanya memang lebih diwarnai emosi daripada logika. Kekuatan "rasa" terkadang lebih dalam dan dominan daripada kekuatan pikiran. Sehingga, interaksi antar manusia tidak selalu dirasakan nyaman oleh kedua belah pihak, bahkan seringkali keadaan menjadi tegang, melelahkan dan menyakitkan.

Banyak sekali penyebab kerusakan hubungan yang semuanya membuat orang tidak nyaman secara emosional. Janji yang tidak ditepati, amanah yang tidak ditunaikan atau kurang sempurna, keputusan yang diambil mendadak dan lain sebagainya. Apapun yang membuat orang merasa tidak nyaman secara emosional berpotensi merusak hubungan.

Dengan rentannya sebuah hubungan menjadi rusak, maka apakah yang harus dilakukan seseorang apabila hubungannya dengan orang tertentu, seperti pasangan hidup (suami/istri), anak, orang tua, rekan kerja dan lain sebagainya? Apakah cukup hanya dengan meminta maaf? terkadang iya, namun seringkali tidak. Perasaan yang terluka dan ego yang mendominasi seringkali menghalangi orang untuk memperbaiki suatu hubungan.

Jarang kita menyadari betapa rapuhnya emosi itu. Betapa rentannya emosi menjadi liar tak terkendali bagai api yang melahap hutan atau perumahan atau malah membeku bagai padang es yang dingin menggigit.

Note: Berhubung MP mau ditutup ya nulisnya singkat2 ajah

Rabu, 29 Agustus 2012

Spiritual Sinergi Semesta (S3) - Bahayanya Testimoni Sedekah

http://cahaya-semesta.com/article/101208/bahayanya-testimoni-sedekah.html
Sungguh merugi orang-orang yang riya, salah satunya adalah orang-orang yang menyebut-nyebut sedekahnya. Ketika ditegur maka mereka pun berkelit : "kami kan sekedar testimoni, biar orang-orang pada semanget sedekah kayak kami ini, Allah lebih tahu apa yang kami niatkan"

selanjutnya sila ke link :)

Inspirasi :: Memaknai Hikmah Lebaran : Kesederhanaan Vs Konsumerisme | berita99

http://www.berita99.com/inspirasi/1292/memaknai-hikmah-lebaran--kesederhanaan-vs-konsumerisme
walau lebaran sdh lewat tulisan ini tetap relevan dan inspiratif :)

Selasa, 28 Agustus 2012

Memfungsikan Masjid Sebagai Sarana Pemberdayaan Umat


http://wasathon.com/humaniora/read/memfungsikan_masjid_sebagai_sarana_pemberdayaan_umat
Mungkin salah satu penyebab sepinya masjid-masjid kita adalah karena masjid belum berfungsi sebagai pusat komunitas dari orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Masjid hanya dianggap sebagai tempat menunaikan ibadah ritual semata. Terkadang hanya sesekali diadakan pengajian dan para pesertanya pun terbatas sehingga terkesan ekslusif. Selebihnya, masjid seperti bangunan kosong yang tidak menampakkan dinamika kehidupan.

Selanjutnya sila ke link :)

Senin, 27 Agustus 2012

Peran Media Online dan Kemajuan Umat Islam


http://wasathon.com/opini_anda/read/peran_media_online_dan_kemajuan_umat_islam/
Agama Islam adalah agama mayoritas di Indonesia. Hal itu terlihat dari hasil sensus penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 yang mencatat sebesar 87,1 % atau sebanyak 207,2 juta jiwa penduduk di Indonesia beragama Islam. Dan The Pew Forum on Religion and Public Life pada tahun 2010, menyatakan bahwa penduduk yang menganut agama Islam di Indonesia sangatlah besar, yaitu sekitar 12,7 % dari total Muslim di dunia.

Selanjutnya sila ke link :)

Intelektualitas Era Umar bin Khatab

http://wasathon.com/humaniora/read/intelektualitas_era_umar_bin_khatab/
Era Umar memimpin komunitas muslim pasca Abu Bakar, disaat itulah intelektualitas begitu mekar. Umar tidak hanya dikenal sebagai tokoh yang gagah, mampu melakukan ekspansi, memperluas wilayah muslim, tetapi juga sosok yang peduli pada iklim intelektualitas.

selanjutnya sila ke link, semoga bermanfaat

Jumat, 24 Agustus 2012

Keselamatan Pemudik, Tanggung Jawab Siapa?


http://wasathon.com/humaniora/read/keselamatan_pemudik_tanggung_jawab_siapa/#.UDg2B_fwKQI.twitter
Saat Ramadhan mendekati akhir dan Bulan syawal sudah berada di depan mata, kita kembali berhadapan dengan rutinitas yang selalu terjadi setiap tahun, yaitu mudik. Menurut Wikipedia, Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik berasal dari bahasa jawa "Mulih Dhisik" yang artinya pulang dulu. Mudik, oleh banyak penduduk negeri ini, dianggap sesuatu yang paling penting dan hampir-hampir tidak boleh ditinggalkan.

Selanjutnya sila ke link :)

Selasa, 14 Agustus 2012

Satanic Finance: Bikin Umat Miskin

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Business & Investing
Author:DR. A. Riawan Amin, M.Sc.
Judul Buku: Satanic Finance
Sub Judul: Bikin Umat Miskin
Penulis: DR. A. Riawan Amin, M.Sc.
Penerbit: Zaytuna
Tahun Terbit: 2012
Tebal: 124 halaman
Kategori: Agama
Sub Kategori: Panduan
Harga: Rp. 29.900,-

Apakah anda ingin memahami mengapa dunia seakan menjadi tempat yang tidak adil bagi banyak manusia, terutama mereka yang miskin? Mengapa harga-harga kebutuhan pokok seakan tidak pernah turun dan selalu meningkat? Apakah teori-teori ekonomi yang selama ini dipelajari di fakultas-fakultas ekonomi di berbagai universitas memang dapat menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial di dunia ini? Jika itu semua adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering terlintas di benak kita, maka buku ini sungguh layak kita baca dan kita pahami isinya.

Buku yang ditulis oleh Direktur Bank Muamalat Indonesia (BMI), DR. A. Riawan Amin, M.Sc. ini mengupas habis kelicikan dan tipu daya yang terkandung dalam sistem ekonomi kapitalistik yang berlaku sekarang ini. Buku yang ditulis oleh Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) disajikan dengan ringan dan penuh makna sehingga mudah dicerna dan dipahami, bahkan oleh orang-orang yang paling awam sekalipun.

Yang menarik, pembaca diajak memahami persoalan yang dibahas dalam buku ini dari sudut pandang para Setan. Yah, musuh-musuh manusia sejak zaman penciptaan Nabi Adam hingga hari Kiamat. Itulah sesungguhnya aktor intelektual dari semua kekacauan dan kekisruhan ekonomi yang terus menerus melanda dunia. Kita seakan mendapat pengakuan langsung dari para setan tentang modus operandi dan sepak terjang agen-agen mereka dalam menggoda manusia, agar terus menerus memperturutkan keserakahannya menguasai harta.

Sepak terjang agen-agen setan tersebut diilustrasikan dalam kisah dua orang agen mereka bernama Gago dan Sago. Mereka mendatangi dua buah kepulauan yang para penduduknya ada yang bertransaksi dengan emas dan ada juga yang masih memakai sistem barter. Kedua agen setan itu memperkenalkan uang kertas pada para penduduk kedua kepualauan tersebut. Para penduduk dengan mudah mereka tipu dan kedua agen itu pun segera mendirikan bank di kepulauan tersebut sebagai basis operasi terkutuk mereka. Cerita pun bergulir dan bagi mereka yang mengikuti kisah itu dengan seksama akan dengan mudah menemui persamaan-persamaan antara penduduk kedua kepulauan tersebut dengan kehidupan kita sehari-hari.

Memang, bagi sebagian orang buku ini hanyalah salah satu buku yang hanya berisi sensasi teori konspirasi semata. Apalagi cover-nya yang berwarna merah gelap dan simbol Pentagram yang menghiasinya menimbulkan suasana konspirasi yang kental. Walaupun demikian, porsi konspirasi seperti yang digandrungi oleh para conspiracy theorists itu justru sangat sedikit. Peran Knight Templars yang konon mempelopori penggunaan kertas-kertas bersandi sebagai alat penukaran emas para peziarah, justru tidak masuk dalam pembahasan. Padahal, banyak orang yang menganggap kertas-kertas buatan para ksatria yang pernah berlaga di Perang Salib itulah cikal bakal uang kertas yang kita pakai sekarang ini.

Pesan utama dalam buku ini adalah UANG KERTAS ADALAH ILUSI. Mungkin pembaca akan dibuat terkaget-kaget dan terbelalak tidak percaya, bahwa selama ini kerja kerasnya hanya dibayar dengan kertas yang sebenarnya tidak ada nilai riil-nya. Hanya kepercayaan pada pemerintahan yang berkuasa sajalah yang menjamin kertas-kertas itu bisa dipakai dalam perdagangan dan transaksi sehari-hari.

Jika pemerintahan yang berkuasa runtuh, maka runtuh pulalah kepercayaan pada uang kertas dan nilainya. Bisa jadi uang kertas simpanan kita baik yang ada di bank, di dompet atau di bawah bantal bakal sama nilainya dengan kertas bekas pembungkus nasi atau gorengan. Tangan-tangan jahat berlumuran darah para pesulap itu telah membuat kertas-kertas tak berharga itu menjadi bernilai setara dengan emas. Those papers are now as good as gold, kertas-kertas itu sekarang dianggap setara dengan logam mulia, emas dan perak. Namun sekali lagi, semua itu hanyalah ILUSI. (Muhammad Nahar/Wasathon.com)

Semoga bermanfaat

Resensi ini sudah dimuat di situs wasathon.com

Senin, 06 Agustus 2012

Tips Sholat Khusyu


http://wasathon.com/humaniora/read/tips_sholat_khusyu/
Di antara pertanyaan yang kerap ditanyakan kepadaku, dan aku sendiri bingung menjawabnya adalah: Bagaimana cara sholat yang khusyu'? Sholat yang di saat mengerjakannya kita hanya terfokus pada Allah dan melupakan semua urusan duniawi kita

selanjutnya sila ke link, semoga bermanfaat :)

Jumat, 03 Agustus 2012

Dzikir Penyembuh Batin


http://wasathon.com/kisah_inspirasi/read/dzikir_penyembuh_batin/
Islam, sebagai sebuah tuntunan hidup yang lengkap dan sempurna, menyediakan sarana penyembuh bagi luka-luka batin seperti itu. Allah berfirman: “(yaitu) orang-orang yang beriman lagi hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra'du : 28). Dzikir yang diucapkan dengan benar dan dihayati maknanya akan menyucikan jiwa dan melembutkan hati. Dzikir juga akan meredakan ketegangan urat syaraf dan menyembuhkan luka batin dalam diri manusia. Vibrasi energi dzikir akan mampu menetralisir energi-energi yang tidak sesuai dengan fitrah manusia tersebut.

Kamis, 02 Agustus 2012

Fenomena Halal Haram Facebook


http://wasathon.com/gaya_hidup/read/fenomena_halal_haram_facebook/
hanya analisa sederhana, bukan fatwa :)

semoga bermanfaat

FLP Peduli Umat, Galang Dana Bantuan untuk Muslim Rohingya


http://wasathon.com/event/read/flp_peduli_umat_galang_dana_bantuan_untuk__muslim_rohingya/
Assalamu'alaikum wr. wb.


Innamal mukminuuna ikhwah, "Sesungguhnya setiap mukmin adalah bersaudara ".


Musibah, bencana, senantiasa menyambangi kita. Tak hanya di negeri kita, tetapi di seluruh dunia.Yang saat ini sedang hangat diperbincangkan adalah Pembantaian Etnik Muslim Rohingya di Arakan, Myanmar.

Mari ulurkan tangan untuk menolong sesama. Untuk membantu korban-korban bencana, baik bencana alam ataupun bencana yang disebabkan oleh manusia secara langsung seperti peperangan, penindasan, dan sebagainya, sejak tahun 2009 FLP telah meluncurkan GERAKAN FLP PEDULI, tepatnya pada saat terjadi gempa bumi di Padang. Saat itu, FLP bahkan menerjunkan relawan khusus ke Padang.


FLP PEDULI terus bergerak dengan melakukan hal yang sama saat terjadi musibah Merapi.
Kini, FLP PEDULI kembali hadir, dengan aksi SAVE ROHINGYA!

Salurkan bantuan Anda melalui kami ke:
No rek. 703 310 1858 Bank Syariah Mandiri KCP Dewi Sartika
a.n. Forum Lingkar Pena
Konfirmasi (WAJIB): 0815-7201-4615 (Hikaru, SMS only).

Hormat Kami
KOMISIONER FLP PEDULI

Afifah Afra (Ketua)
Adam Muhammad (Sekretaris)
Azimah Rahayu (Bendahara)
Nurbaiti (Anggota)
Yons Ahmad (Anggota)
Asa Mulchias (Anggota)
Koko Nata (Anggota)


Mengetahui,

Sekjen Forum Lingkar Pena
Rahmadiyati Rusdi

Ketua Umum Forum Lingkar Pena
Setiawati Intan Savitri, M.Si (Izzatul Jannah)

Masjid Tangkuban Perahu




Masjid ini aslinya udah ada sejak tahun 1908, tapi baru baru ini dipugar habis2an hingga bangunan aslinya lenyap entah ke mana, yg di foto ini bangunan baru, sayang dulu punya foto bangunan lamanya

tapi yg bikin bingung koq ada eskalator alias tangga jalan yang kaya di mall ya? ada yg bisa jawab kenapa?

Senin, 16 Juli 2012

8 Kunci Sukses Ramadhan

http://wasathon.com/humaniora/read/8_kunci_sukses_ramadhan/
Sebentar lagi Ramadhan tiba, yuk bersiap2, apa aja sih kunci suksesnya? simak ya tulisan yang satu ini semoga bermanfaat :)

Sabtu, 14 Juli 2012

Orang Miskin Tidak Selalu Malas


"Orang miskin itu karena salahnya sendiri dia malas bekerja. Jadi bukan salah siapapun kalau ada orang miskin,"
Marzuki Ali, Ketua DPR-RI
berita dari situs ini

Pagi itu masih gelap pekat, walaupun adzan subuh sudah berlalu dan orang-orang yang shalat berjamaah di masjid-masjid sudah bubar. Saya, sesudah sholat berjamaah di masjid, tidak langsung pulang. Saya masih menikmati segarnya udara pagi di kota kembang Bandung saat itu. Dari arah yang berlawanan, tampak beberapa orang ibu-ibu yang akan berjualan sayuran di pasar dekat Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Pasar itu terletak di dataran yang lebih tinggi daripada tempat di mana saya berpapasan dengan mereka. Jarak dari tempat tersebut dengan pasar tujuan mereka masih cukup jauh dan mereka harus melalui jalan mendaki yang cukup curam. Terbayang oleh saya, betapa beratnya perjuangan mereka saat menyambung hidup hari ke hari. Setiap hari harus berjalan sambil membawa dagangan yang banyak dan berat serta harus melalui jalan terjal mendaki. Bagaimana mungkin orang-orang seperti itu bisa dibilang malas?

Para ibu penjual sayuran itu hanya sedikit contoh dari banyaknya orang-orang menengah ke bawah yang harus berjuang menghidupi diri dan keluarga mereka hari demi hari. Kehidupan rakyat di negeri makmur dan kaya ini seakan tidak pernah membaik sedikitpun. Dari sebelum terbit matahari hingga terbenamnya kembali, jutaan rakyat negeri ini bekerja keras membanting tulang memeras keringat di berbagai sektor pekerjaan. Ada yang dari tengah malam buta sampai pagi menyapu jalanan, ada pula yang sudah menggelar dagangannya sebelum matahari bersinar. Namun, kehidupan mereka tak juga membaik karena sistem sosial yang zalim menguasai mereka. Kemiskinan di negeri ini sebagian besar memang kemiskinan struktural. Bisa jadi, diantara orang-orang miskin itu memang ada yagn malas untuk bekerja dan berusaha. Mereka lebih suka tinggal dan bersantai-santai di rumah tanpa peduli pada masa depannya. Namun, sebagian besar rakyat Indonesia menjadi miskin karena kezaliman para penguasanya. Para penguasa lebih suka menyerahkan pengelolaan sumber daya alam pada perusahaan-perusahaan asing ketimbang memberdayakan anak bangsanya sendiri. Mereka lebih percaya kemampuan orang asing daripada bangsanya sendiri. Bahkan, mereka tidak ragu mengeluarkan uang demi membantu IMF, sebuah lembaga keuangan asing yang kerjanya hanya menyengsarakan negera-negara berkembang, termasuk negaranya sendiri. Padahal, akan jauh lebih bermanfaat apabila uang itu dimanfaatkan untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. IMF seharusnya dibiarkan saja bangkrut agar tidak lagi merusak perekonomian negara-negara berkembang dan membunuh rakyatnya pelan-pelan dengan kelaparan dan pencabutan subsidi.
 
Memang, terkadang saat berkuasa, orang suka lupa diri dan berbuat seenaknya saja. Lidah yang tidak bertulang itu seakan mudah saja melontarkan kata kata yang seharusnya dipikir dahulu sebelum diucapkan. Kini, ucapan itu sudah terlanjur dikatakan. Hati dan perasaan masyarakat yang mendengar atau membaca ucapan itu kini sudah terluka dan berdarah. Mereka, orang-orang kecil itu, mungkin tidak akan bisa membalas perkataan menyakitkan tersebut. Namun, akan ada yang membalas dengan balasan yang adil setimpal. Yaitu Dia yang tidak akan menyia-nyiakan doa hamba-hambaNya yang terzalimi, meskipun mereka hanya rakyat kecil yang lemah dan miskin. Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW telah mengutus Mu’adz ke Yaman dan Beliau berkata kepadanya : “Takutlah kamu akan doa seorang yang terzalimi, karena doa tersebut tidak adah hijab (penghalang) diantara dia dengan Allah”. (H.R. Bukhari dan Muslim).

Semoga bermanfaat

Related Links:

Otak Bung Karno dan Otak Marzuki Alie

Pernyataan Marzuki Alie Sungguh Menyakiti Warga Miskin, Cerminan Penguasa Yang Tidak Melayani Masyarakat

Marzuki Alie dan Kemiskinan

Marzuki Ali: Orang Miskin karena Malas Kerja

Senin, 09 Juli 2012

Spiritual Sinergi Semesta (S3) - TERAPI ISTIGHFAR

http://cahaya-semesta.com/article/65504/terapi-istighfar.html

TERAPI ISTIGHFAR

“Sesungguhnya Allah menurunkan kepadaku dua keselamatan bagi umatku. Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka dan Allah tidak akan mengazab mereka sedang (mereka) beristighfar (minta ampun), bila aku (Nabi Saw) pergi (tiada) maka aku tinggalkan bagimu istighfar sampai hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)

Minggu, 08 Juli 2012

[Renungan] Bangunan Tinggi



Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Ad, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.

(QS AL Fajr: 6-8).

Banyak penguasa mendirikan bangunan-bangunan besar dan megah untuk mengagungkan dan mengabadikan kehebatan mereka. BAik saat mereka maish hidup dan bekruasa atau saat mereka sudah meninggal dunia. Para Firaun membangun piramida-piramida raksasa untuk memakamkan jasad mereka dan mengabadikan keagungan kekuasaannya. Sebagian kaisar Cina ada yang membangun makam raksasa yang dijaga patung-patung prajurit terakota bersenjata lengkap. Penguasa pagan Babylonia dan sebagainya juga seringkali membuat bangunan-bangunan yang kurang lebih sama jenis dan fungsinya. Bangunan yang tampak megah itu justru menjadi saksi intrik politik, peperangan dan pertumpahan darah para penghuninya. Baik karena serangan musuh dari luar ataupun konflik diantara para penghuninya sendiri.

Di saat para penguasa berlomba memperindah bangunan-bangunan mereka, kaum muslimin terdahulu justru berlomba-lomba memperindah qalbu dan kehidupan spiritual mereka dengan dzikir dan amal-amal sholeh. Bisa jadi itulah sebabnya para penerus Rasulullah SAW tidak mendirikan bangunan-bangunan megah dan besar. Mereka bukannya tidak mampu, Imperium Persia dan Romawi sudah mereka taklukkan dan wilayah kekuasaan mereka sudah sangat luas. Hasil bumi dan harta kekayaan duniawi mengalir deras ke dalam kekuasaan mereka. Tentu sangat mudah kiranya jika mereka mendirikan istana-istana raksasa. Namun, dari sejarah, kita ketahui bahwa keempat Khulafaur Rasyidin bersama para pembantu mereka hidup sangat sederhana. Mereka memberi teladan kesederhanaan pada pejabat dan rakyatnya sehingga hampir tidak ada yang hidupnya mewah bergelimang harta meskipun tetap ada yang kaya. Hati-hati mereka sudah seperti istana megah yang mereka merasa nyaman berada di dalamnya sehingga mereka tidak lagi perlu menambah kemewahan di luar dirinya.

Namun kini, sejarah kelam bangunan-bangunan megah itu terulang kembali. Bangunan-bangunan besar yang seolah tegak menantang Sang Penguasa Alam Semesta yang Hakiki kini dibangun di mana-mana. Menara-menara pencakar langit dan gedung-gedung perbelanjaan memenuhi setiap inci lahan kota. Semua itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang tebal kantongnya, entah haram entah halal. Dan orang-orang miskin pun terpuruk di sudut-sudut kehidupan, tanpa masa depan yang pasti dan bisa diharapkan.

Terhimpit gedung gedung tinggi
wajah murung yang hampir mati
biarlah mereka iri
wajar bila mencaci-maki

Berikan Pijar Matahari by Iwan Fals

Semoga bermanfaat, gambar dari wikipedia

Jumat, 06 Juli 2012

[Senyumku untuk Berbagi] Aksi Peduli Suriah dan Rohingya

tanggal: Jumat 29 Juni 2012, lokasi Bundaran HI

Malam sebelumnya dapat info dari mas Andika dari ACT untuk kumpul di Bundaran HI dalam rangka aksi damai peduli tragedi Rohingya dan Suriah. Akhirnya, pagi-pagi sekali saya pun berangkat ke sana, untung gak jauh dari rumah.

Acaranya sendiri mulai sekitar jam 7 lewat, bersama teman-teman relawan seperti mas Andips, mas Dony Aryanto, Muhammad Luthfi Zawawi, Kang Luthfi relawan dari Tegal Gundil, dan teman-teman Punk Muslim, Gebu Cinta dan Teater Kantong Permen.

Daan, demi memeriahkan lomba yang satu ini, inilah salah satu foto saya yang sedang bantu bawa spanduk gede supaya bisa terbaca pesannya oleh orang-orang yang melintas di Bunderan HI pagi itu. Kami beraksi kira-kira jam 8 pagi sampai jam 10, tidak bisa terlalu siang karena siangnya sholat jumat.



Senyum di sini adalah karena ada kesempatan untuk berpartisipasi dalam rangka mengingatkan publik atas tragedi di Suriah dan Rohingya. Karena mereka adalah saudara-saudara kita yang tidak seharunsya kita lupakan begitu saja penderitannya.

Yang mau lihat foto lainnya mampir aja ke albumnya mbak armyofroses.multiply.com

Diposting untuk ikutan lombanya kaklist yang satu ini

untung fotonya ada yang lagi senyum

Kamis, 05 Juli 2012

[Sosial] Kesolehan sosial yang terlupakan

"Kehidupan sehari-hari kita adalah tempat ibadah kita yang sebenarnya."
Khalil Gibran.

Masyarakat kita pada umumnya masih menganggap tujuan dari ibadah ritual adalah mengumpulkan pahala sebanyak mungkin. Oleh karena itu, dalam banyak pengajian, para ustadz pengajar seringkali ditanya kalau sholat Duha pahalanya bagaimana, kalau sholat ini atau sholat itu pahala berapa dan sebagainay. Banyak juga diantara mereka yang mudah tergiur oleh amalan-amalan yang dianggap berpahala besar walaupun berdasarkan hadits-hadits yang masih diragukan kesahihannya. Bahkan para ulama banyak yang mengatakan bahwa hadits-hadits yang mendasari amalan-amalan itu adalah maudhu atau palsu adanya. Sehingga tidak layak untuk dijadikan dalil pelaksanaan suatu amalan. Akibatnya, setelah amalan selesai dilaksanakan, mereka pun pulang dengan penuh kepuasan karena merasa sudah berbuat kebaikan yagn banyak.

Akibat dari kesalahan pemahaman seperti itu, kemiskinan seakan tidak bisa dihapuskan dari negeri-negeri kaum muslimin, terutama yang ada di benua Asia. Kesenjangan sosial antara yang kaya dan yamg miskin seakan tak pernah terjembatani. Pemahaman itu membuat orang-orang yang miskin merasa tidak perlu menambah upaya mereka agar bisa keluar dari kemiskinan. Mereka sudah merasa bahwa mereka tidak akan bisa meraih penghidupan lebih baik lagi di masa depan. Kehidupan mereka sampai kapanpun, dari generasi ke generasi, akan tetap miskin seperti itu. Pemahaman seperti itu juga membuat banyak orang yang sesungguhnya mampu enggan bersedekah dan berbagi lebih banyak. Mereka mengira bahwa pahala mereka beribadah siang dan malam sudah menjamin mereka akan masuk ke dalam surga di akhirat nanti. Kalaupun mereka mengeluarkan harta, mereka sekedar menunaikan kewajiban zakat atau sekedar menyumbang ala kadarnya.  

Padahal, sekitar 70-75% kandungan Alquran berbicara tentang kehidupan sosial ekonomi, bahkan melebihi tentang kandungan Alquran soal ibadah (mahdhah). Al Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengabdi kepada Allah SWT dalam arti ayng seluas-luasnya. Termasuk bagaimana mendistribusikan harta kekayaan kepada sebanyak mungkin manusia agar mereka bisa merasakan manfaatnya. ” Agar supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya di antara kalian saja “ demikian disebutkan dalam Al Quran Surat Al-Hasyr : 7. Rasulullah pun bersabda "Barangsiapa yang sedang memenuhi kebutuhan saudaranya, berarti Allah tengah memenuhi kebutuhannya, Barangsiapa memudahkan kesulitan seorang Muslim, berarti Allah akan memudahkan Kesulitan di hari Kiamat" (HR. Bukhari, Muslim). Dalam hadits yang lain, beliau bersabda "Barangsiapa yang sedang memenuhi kebutuhan saudaranya, berarti Allah tengah memenuhi kebutuhannya, Barangsiapa memudahkan kesulitan seorang Muslim, berarti Allah akan memudahkan Kesulitan di hari Kiamat" (HR. Bukhari, Muslim). Ayat dan hadits-hadits diatas, serta masih banyak yang lain, dapat kita anggap sebagai indikasi betapa pentingnya kesalehan sosial dalam Islam.

Kesalehan sosial itu pada akhirnya akan memunculkan kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial dapat didefinisikan sebagai kepekaan dan kemampuan merespon terhadap masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat. Dalam buku berjudul Social Enterprise yang ditulis Bapak Ahmad Juwaini, disebutkan bahwa "Semakin tinggi kecerdasan sosial yang dimiliki oleh seseorang, semakin banyak pula wujud tindakan social entrepreneurship yang dijalankan dalam kehidupannya" (halaman 65). Orang dengan kesolehan dan kecerdasan sosial yagn tinggi akan menjadi rahmat bagi sesama manusia di sekitarnya. Dia tidak akan bisa merasa tenang dan senang apabila masih ada orang-orang yang hidupnya sengsara, baik oleh karena kemiskinan atau sistem sosial yang zalim. Sebagaimana dicontohkan oleh pendiri Grameen Bank di Bangladesh, Muhammad Yunus.

Alangkah indahnya apabila orang-orang kaya lebih memprioritaskan sedekah dan berbagi pada sesama yang membutuhkan daripada membeli barang-barang mewah. Dan akan lebih indah lagi apabila orang-orang miskin tetap memelihara harga dirinya dari meminta-minta dan selalu semangat untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan mereka. Itulah sesungguhnya fungsi harta dalam Islam, untuk dimanfaatkan seadil-adilnya dan sebanyak-banyaknya demi kepentingan hajat hidup manusia sebanyak mungkin. Sehingga, kita sebenarnya berpeluang lebih besar meraih pahala melimpah justru dari interaksi sosial dan amal sholeh kita sehari-hari, baik moril maupun materil.

Semoga bermanfaat