Minggu, 18 November 2007

Kejutan-kejutan di dunia Multiply Indonesia

Pada acara Halal Bi Halal MP Indonesia tanggal 10 November 2007, saya dapat kejutan .Saya ketemu sama mahasiswi Psikologi UNPAD, Diah Ramli, yang ternyata udah pernah ketemu di rumah Mas Hari, Dosen Psikologi UNPAD. Saya waktu itu jadi penerjemah dan staf administrasi disana.  Pada waktu itu, saya bahkan tidak tahu apa itu Multiply, buat e-mail aja baru beberapa bulan sebelumnya. Waktu itu Mbak Diah minta mukena dan sajadah untuk sholat dan saya sama sekali tidak menyangka akan ketemu lagi di Multiply Indonesia.

Ada juga kejutan-kejutan lain, misalnya:

Di dunia Multiply ini saya ketemu sesama pasien Ustadz Kathur Suhardi, Mbak Nung. Saya memilih untuk berbekam dan belajar bekam di tempat Pak Kathur karena disana praktek bekamnya menggunakan pisau bedah dan peralatan medis steril sesuai standar medis modern.

Kejutan lain, pada bulan Ramadhan sebelum Halal Bi Halal, saya mengadakan buka puasa bersama teman-teman UNJ yang pernah ikut Pelajaran Bahasa Spanyol gratis di rumah beberapa tahun yang lalu. Ternyata ada yang sudah punya MP lho, yaitu:

Ditta Sekar Campaka ,(www.quoide9.multiply.com)

Anung Sukmo Nugroho, (www.ajianratukidul.multiply.com)

Nah, kesimpulannya, kita tunggu saja kejutan apa lagi yang akan terjadi di dunia Multiply Indonesia ini.

Catatan: Ini adalah posting-an pertama saya yang menggunakan tag-tag HTML, jadi kalau hasilnya kurang bagus saya mohon maaf, kritik dan saran bisa lewat reply (Kalo bisa jangan cuma kritik dan saran aja, ajarin sekalian he he he)

Sabtu, 03 November 2007

Hikmah bagi yang baru mulai nge-MP

Tulisan ini terutama ditujukan bagi yang baru mulai nge-MP, tetapi yang udah lama juga boleh:

Mungkin ada diantara kita yang merasa sedikit kecewa karena MP-nya kurang mendapat perhatian para MP’ers yang lain atau karena kontaknya masih sedikit.  Namun, tahukah anda bahwa MP yang seperti itu ternyata banyak hikmahnya:

1.    Hikmah pertama: kita malah bisa memberi perhatian lebih pada MPers kontak anda yang masih sedikit itu.  Bukan tidak mungkin justru mereka yang akan menjadi sahabat-sahabat baik kita di dunia maya maupun di dunia nyata.  Sekedar memiliki teman memang masalah kuantitas, tetapi persahabatan adalah masalah kualitas.  Persahabatan harus dipelihara dengan baik.

2.    Hikmah kedua: Kita bisa memperkuat kesabaran dan melatih kemampuan berempati dengan orang lain.  Sekedar pengalaman, saya saja yang jumlah kontaknya masih kurang dari 50 orang seringkali kaget melihat Message Board MP saya jadi buanyaaaak isinya.  Bayangkan rekan-rekan MP’ers yang jumlah kontaknya lebih dari 500 bahkan lebih dari 1000 orang.  Cobalah berempati pada keadaan mereka.

3.    Hikmah ketiga: kita seharusnya merasakan adanya dorongan untuk meningkatkan kualitas tulisan atau jurnal kita.  Kita memang memiliki kekuasaan penuh untuk membuat tulisan apapun di jurnal kita, tetapi hendaknya kita juga memiliki tanggung jawab untuk mencerahkan para pengunjung situs kita.

4.    Hikmah keempat: karena bisa lebih mengenal para kontak kita, kita jadi tahu mana orang-orang yang minat dan hobbynya sama dengan kita, sehingga kita tahu dengan siapa bisa menjalin komunikasi yang lebih dalam dan bermakna (bisnis atau dakwah) tanpa melupakan yang lain.  Perlu diingat bahwa apabila kita memiliki kedekatan lebih dengan seseorang, bukan berarti yang lain tidak lagi menjadi teman kita.

Semoga bermanfaat.

Alhamdulillah, foto saya masuk majalah WK

Alhamdulillah, foto saya masuk majalah WK

Pada saat hari Ulang Tahun ke 31 (27-10-2007), saya sedang lihat-lihat majalah di Pasaraya Manggarai.  Saat itu saya iseng lihat majalah Wirausaha dan Keuangan (WK) terbaru.  Di halaman saya melihat laporan Workshop Penulis Bestseller yang saya ikuti beberapa bulan yang lalu.  Ternyata, foto saya dan para peserta lain, termasuk panitia dan pembicara ada di sana.  

Terima kasih pada Pak Jonru, Pak Isdiyanto, Pak Dudun, Mbak Ari (Kinoysan), Pak Gola Gong, majalah WK dan semua panitia penyelengaran dan tentu saja terima kasih untuk Multiply, karena dari situs inilah saya mendapat informasi seminar ini dan teman-teman baru.  Alhamdulillah.

Kategori Aliran Sesat

Kategori aliran sesat:

Aliran sesat, sempalan atau yang menyimpang dari Islam beberapa hari belakangan ini kembali marak.  Aliran-aliran tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut:

1.    Aliran yang terlalu bebas, longgar sehingga menafikan syariat atas dasar HAM, kebebasan berpikir dan berekpresi dan lain sebagainya, biasanya ada embel-embel liberalnya (tahu kan yang saya maksud).   

2.    Aliran yang terlalu ketat, sangat membatasi kehidupan anggota-anggota atau pengikut-pengikutnya.  Aliran ini terlalu mudah mengkafirkan orang-orang yang tidak sependapat mereka.
 
3.    Aliran yang terlalu memuja kekuatan-kekuatan atau hal-hal ghoib.  Aliran seperti ini sangat disukai setan-setan dari golongan jin karena para pengikutnya sangat menggantungkan segala urusan pada jin-jin tersebut. 

4.    Aliran yang bermotif ekonomi sehingga mengharuskan para pengikutnya mengumpulkan uang dalam jumlah yang sangat besar sehingga sangat memberatkan.  Bahkan ada pula yang menganggap harta benda orang yang berada di luar aliran tersebut halal dicuri atau diambil tanpa izin.  Biasanya kategori ini juga ada di  kategori nomor 2.

5.    Aliran yang memiliki Kitab Suci baru, Nabi yang datang sesudah Rasulullah SAW sehingga memiliki syari’at baru yang berbeda dengan syari’at Islam yang selama ini dipegang umat.

Dalam kenyataannya, aliran-aliran sesat yang ada biasanya memiliki dua atau lebih faktor-faktor yang disebut di atas.  Yang jelas, jika pengajian atau kegiatan apapun yang kita ikuti mengharuskan kita berbohong, mencuri atau mengkafirkan orang lain atau menafikan akhlak yang Islami, lebih baik kita tinggalkan.  Masih banyak pengajian-pengajian atau kegiatan-kegiatan yang lurus dan penuh berkah, sehingga dapat menjadikan kehidupan kita penuh ilmu dan berlimpah kebaikan.

Pengalaman dengan Aliran Sesat

Lagi-lagi aliran sesat!
Beberapa waktu yang lalu, diberitakan di sebuah infotainment, ada beberapa artis yang menjadi korban aliran sesat.  Mereka disuruh mengumpulkan uang dengan target tertentu, sampai ratusan juta.  Saat itu saya tidak nonton karena sedang sholat jum’at, tetapi ada orang di rumah yang memberitahu saya.  Di kampus saudara saya juga marak SMS permintaan bantuan donor darah yang tidak jelas contact person (CP)-nya.  Kata anak-anak Rohis di kampusnya, SMS tersebut berasal dari aliran sesat yang mata duitan tersebut.  Modus yang mungkin baru ini, yaitu dengan pura-pura minta pertolongan donor darah itu juga sangat kejam sebab nanti semua orang akan takut menolong orang lain, takut ”diporotin” (diperas habis-habisan).  Ada lagi aliran yang punya Nabi baru, yang katanya ”menggantikan” Rasulullah SAW dan lain sebagainya.

Saya sendiri dulu pernah akan direkrut aliran tersebut beberapa tahun yang lalu.  Saya diajak teman SMA untuk ikut suatu pengajian.  Dalam pengajian tersebut (yang bagi saya lebih tepat disebut indoktrinasi), saya diminta (atau lebih tepatnya dipaksa) berhijrah. Karena saat itu saya masih ragu-ragu, saya diajak pergi ke luar kota (daerah sekitar Desa Limo, dekat Bogor).  Yang membuat saya tidak ”sreg” dengan orang-orang tersebut adalah mereka memaksa saya berbohong saat mengajak saya menginap di suatu tempat.  Selain itu, pengetahuan mereka tentang agama sangat payah, bahkan untuk yang senior.  Ayat-ayat Al Qur’an banyak yang tidak tahu.  Banyak juga hal-hal aneh yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.  
Contoh: Mekkah dalam bahasa Arab kata mereka singkatan dari kata-kata bahasa Arab yang artinya ”Tempat orang-orang yang kafir pada 4JJI” dan Madinah artinya ”Tempat orang-orang yang beriman kepada 4JJI”.  Sepengetahuan saya, nama kota Mekkah sudah ada dari dulu dan ajaran singkat-singkatan itu entah dalil atau sumbernya dari mana.  Karena sudah kesal, mereka langsung saya bentak dengan keras dan saya dengan tegas minta dipulangkan.  Saya akhirnya diantar ke terminal Pasar Minggu.

Beberapa waktu kemudian, saya menghadiri pengajian yang membahas aliran sesat.  Saya bertanya pada narasumber yang mantan aliran tersebut dan  ternyata apa yang saya ceritakan sesuai dengan pengalaman beliau.   

Ust. Hartono Ahmad Jaiz yang juga menjadi narasumber acara pengajian tersebut menjelaskan bahwa aliran-aliran sesat berada pada dua kutub ekstrem; ada yang sangat mudah meng-kafirkan orang di luar aliran/golongannya atau ada yang bersikap begitu longgar dan bebas sehingga terkesan liberal (bablas!)

Berikut beberapa saran untuk menghindari aliran-aliran sesat:

1.    Jangan takut ikut pengajian, tetapi pastikan bahwa pengajian yang kita ikuti adalah pengajian yang sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan Sunnah.  Adanya aliran-aliran sesat tersebut adalah bukan tidak mungkin bertujuan agar banyak orang termasuk kita takut ikut pengajian.  Apabila kita takut ikut pengajian, kita malah rentan terbujuk dan terekrut aliran-aliran sesat.  Takut pengajian, jadi tidak punya ilmu. Tidak punya ilmu, jadi rentan terekrut aliran sesat.  Terjadilah lingkaran setan yang mengerikan. 

2.    Pelajarilah ciri-ciri aliran sesat, minimal secara umum.  Informasi tentang aliran sesat dapat diperoleh dari buku-buku dan VCD terbitan LPPI, Pustaka Al Kautsar dan lain-lain, terutama tulisan bapak Ust. Hartono Ahmad Jaiz, Ust. Amin Djamaluddin dan sebagainya.  Lebih baik lagi apabila kita bisa hadir di pengajian yang membahas aliran-aliran sesat tersebut. 

3.    Bertemanlah dengan orang-orang sholeh yang bisa dipercaya integritas, karakter dan keilmuannya.  Lebih baik lagi bila kita bisa bergabung dengan organisasi-organisasi remaja dan pemuda masjid yang jelas keilmuannya.  Apabila kita memiliki situs pribadi/blog (blogspot, multiply, wordpress dll), kita dapat mencantumkan link ke situs-situs remaja dan pemuda mesjid tersebut.  Dengan demikian kita dapat membantu para pengunjung situs/blog kita untuk membentengi aqidah mereka dari infiltrasi macam-macam aliran sesat.

Semoga bermanfaat.

Jumat, 26 Oktober 2007

Haji Ismail bin Haji Ahmad, pendiri dan pemilik HPA


Sang Herbalis Tahukah tuan siapa sang herbalis
herbalis bukanlah perawat biasa
Dia tidak berada di bilik-bilik rumah sakit
Dia tidak berada di ruang-ruang perkantoran
Sebab dia tidak terkurung pada ruang dan waktu

Tahukah tuan siapa sang herbalis itu ???
Dia adalah manusia yang merawat hati

Siapa yang tidak mengenal sosok Tuan Haji Ismail bin Ahmad? Bagi anggota Herba Penawar Al-Wahida (HPA) pastilah mengenalnya. Tuan Haji, begitu biasa beliau disapa, memang pendiri dan sekaligus pemilik HPA.

Lahir di desa Jejawi Perlis, Malaysia pada 1 Juni 1963, Tuan Haji membuktikan dirinya salah satu putera terbaik Malaysia yang sukses menjadi pengusaha, juru dakwah dan tabib muslim. Salah satu ucapan beliau yang menjadi motto HPA di seluruh Asia Tenggara.

"Kita harus menolong umat Islam agar kembali bangkit menuju kejayaan. Siapa lagi kalau bukan kita? Kapan lagi kalau bukan dari sekarang?"

Untuk mewujudkan itu semua beliau berpijak pada dua misi besar yang kini tengah dikembangkannya hingga Eropa dan Timur Tengah, yaitu membangun ekonomi umat Islam dan menciptakan obat-obatan yang berkualitas tinggi yang diolah secara Islami.

HPA merupakan multi level marketing (MLM) yang berstatus syariah. Stempel syariah di sini bukanlah main-main atau sekadar simbol belaka, namun harus melewati beberapa persyaratan ketat yang harus dilalui seperti: produk yang dijual harus halal, sistemnya adil, dan yang terpenting adalah keuntungan dari perniagaan itu mestilah dikembalikan kepada umat Islam.

Keprihatinan Tuan Haji terhadap obat-obatan yang beredar dewasa ini tanpa memperdulikan halal dan haram menyebabkan beliau memproduksi sendiri obat-obatan alami (herba) yang berkualitas tinggi dan diproses secara hati-hati melalui teknologi modern tapi tetap memegang teguh prinsip-prinsip dan etika Islam.

Terbukti semua produk HPA mendapat pengakuan dari WHO (Badan Kesehatan Dunia) dengan memberi sertifikat Good Manufacturing Product (GMP) pada tahun 1999, merupakan pengakuan tertinggi untuk kualitas dan khasiat produk herba tersebut. HPA merupakan perusahaan kedua di Malaysia yang mendapat sertifikasi dari WHO untuk bidang obat-obatan.

Siapapun yang berjumpa dengan Tuan Haji pastilah enggan untuk berpisah. Entah mengapa seola-olah terdapat kesejukan, kedamaian dan ketenangan tersendiri ketika bersama-sama dengan beliau. Tutur katanya, murah senyumannya, keluasan ilmunya dan ketawadhuannya seolah menjadi magnet yang mampu memikat setiap orang yang berada di dekatnya.

Simaklah penuturan wartawan harian Metro, Zainuddin Zain, ketika berjumpa dengan beliau akhir April 2006 lalu. "Orangnya cukup sederhana sekalipun memiliki rangkaian perniagaan berjuta ringgit. Ketika ahli setarafnya bergaya dengan banglo (bungalow), beliau lebih selesa (suka) menetap di rumah pusaka (warisan) keluarganya yang beratap rumbia dan berdinding buluh." ungkap Zainudin.

Wartawan Metro itu lebih tercengang ketika Tuan Haji berkata mengenai dirinya: "saya lebih selesa (suka) jika orang lebih mengenal produk dan syarikat (perusahaan) ini daripada diri saya."

Saat ini, Tuan Haji memperkerjakan 350.000 tenaga ahli di seluruh Malaysia, beberapa pabrik dan rumah sakit di Malaysia dan satu pabrik di Indonesia, belum lagi pekongsian (partnersip) dengan berbagai pejabat di berbagai negara Asia Tenggara.

Yang menarik, hobi Tuan Haji sejak berusia 12 tahun adalah senang bermain di hutan. Lulusan Universitas Putra Malaysia (UPM) tahun 1985 ini memang gemar masuk hutan. Yang dicari adalah pokok herba dan akar kayu. Malah dengan posisinya sekarang sebagai Direktur Utama HPA, beliau tetap menyediakan waktu 2-3 hari dalam sebulan untuk memasuki hutan. Tidaklah mengherankan bila hampir semua sudut hutan dan bukit di sekitar Perlis dan Kedah pernah dijelajahi beliau.

Pengalaman yang menarik ketika menjelajahi hutan adalah ketika menemukan sejenis garam di puncak gunung Jerai yang cukup berkhasiat untuk penyakit diabetes. Saat yang tepat untuk mengambilnya, menurut Tuan Haji, ialah selepas kambing gurun menjilat garam tersebut. Dan kambing itu hanya datang pada waktu tertentu saja.

Pengalaman lainnya ketika menemukan 'batu leleh' yang ukurannya sebesar pelukan orang dewasa yang mempunyai fungsi banyak keistimewaan terutama berfungsi sebagai penyerap racun dan bernilai ratusan ribu ringgit.

Dari hobinya bemain di hutan, lalu menggiring beliau masuk UPM fakultas pertanian. Selepas dari UPM, beliau berkerja di LPP (Lembaga Pertumbuhan Peladang) Kampung Kok Kelang, dekat Padang Sidin di Perlis. Bakat luar biasa Tuan Haji di bidang herba ternyata membuahkan hasil, yakni memenangi anugerah Hari Q (qualiti) oleh Jabatan Perdana Menteri (JPM), dan bonusnya pun terbang ke Indonesia.

Di Indonesia, Tuan Haji sempat melawat ke beberapa pabrik jamu tradisionil seperti Mustika Ratu dan Nyonya Meneer. Dari lawatan tersebut, beliau berpikir mengapa tidak membuat hal serupa di Malaysia, padahal permintaan untuk obat-obatan alami sangat tinggi pada waktu itu.

Lalu Tuan Haji bersama isterinya, Puan Hajjah Norhayati bin Hj. Ahmad berjualan di pasar malam dengan mengendarai sepeda. Usahanya ini sebenarnya telah dilakukan ketika beliau masih duduk di UPM, sehingga tidak banyak rekan-rekan seuniversitas baik yang senior maupun yunior mengenal beliau sebagai pedagang obat pasar malam.

Ketika bersama isterinya berjualan sambil menggelar dagangan di kaki lima, sang isteri berkata kepada beliau, "Abi, kapan kita mempunyai rumah yang berada di atas angin di bawah awan?" Tuan Haji menjawab, "Sabarlah, nanti juga Allah berikan jika memang Allah mengizinkan."

Perlahan tapi pasti, usaha dagang Tuan Haji yang dilakukan di pasar malam dan dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan modal ternyata membuahkan hasil. Pada tahun 1997, didirikanlah Herba Penawar Al-Wahida. Wahida sendiri diambil dari nama anak sulung beliau Wahida yang kini berusia 18 tahun.

Impian isteri untuk memperoleh rumah di atas angin di bawah awan, maksudnya seperti villa, akhirnya terpenuhi. Setelah beberapa lama tinggal di rumah yang baru tersebut, puan hajjah Norhayati Ahmad, kembali bertanya kepada suaminya, "Abi, apakah rumah ini bisa mengantarkan kita ke surga?" Tak lama kemudian, rumah itu pun dijual lalu kembali ke kampung halamannya.

Prinsip Tuan Haji dalam berbisnis adalah selalu mengalah dan tidak pernah menzalimi orang lain (lawan bisnisnya) kendati pihaknya yang justru berada dalam kondisi yang dizalimi dan dirugikan. "Ketika peluang bisnis kita diambil oleh orang lain, sesungguhnya kita sedang mendapatkan kesempatan peluang-peluang bisnis lain yang lebih banyak dan lebih besar," tuturnya.

Yang menarik, selain dikenal sebagai pengusaha, Tuan Haji juga dikenal piawai dalam berdakwah. Ketika berbicara masalah agama, beliau seolah-olah nampak seperti seorang da'i. Nasehat-nasehatnya mampu menyejukkan hati setipa orang di sekitarnya. Ceramah-ceramahnya mampu membakar semangat juang setiap orang yang mendengarnya.

"Mensyukuri nikmat itu bisa saja dengan cara memberikan sedikit infaq kepada peminta sedekah di tepi jalan atau ke masjid-masjid yang sedang membutuhkan dana untuk pembangunan dan sebagainya. Dahulu kita tidak dapat mendapatkan keuntungan dari niaga ini, kemudian tiba-tiba dikaruniakan Allah dengan keuntungan. Walaupun keuntungan itu hanya sebesar Rp 20.000, tapi kita harus ingat bahwa keuntungan itu merupakan kurnia dari Allah. Apalagi bila sudah diberi keuntungan jutaan ringgit. Maka, infakkanlah... infakkanlah... infakkanlah... berikanlah... keluarkanlah... Insya Allah uang yang kita keluarkan akan ditambah lagi oleh Allah. Bersihkanlah harta-harta kita dengan berinfak supaya kesenangan itu dapat dirasakan pula oleh teman-teman kita, jiran-jiran kita dan juga kaum kerabat kita," kata Tuan Haji dalam setiap sambutannya.

Ada satu cerita yang menarik, beliau pernah memberi bingkisan berisi sembako dan uang ke setiap rumah orang miskin di kampungnya di setiap akhir bulan selama tiga tahun. Yang unik, tidak satupun para tetangganya itu tahu siapa yang telah meletakan sembako dan uang di depan pintu mereka, padahal peristiwa itu berjalan selama 3 tahun. Bahkan, salah seorang tetangganya pernah berkata, "Ada seorang yang berhati malaikat tapi kami tidak tahu siapa dia, setiap akhir bulan selalu memberi makanan dan uang. Tidak seperti orang kaya sebelah rumah saya ini, tidak pernah kasih kami apa-apa," ujarnya sambil menunjuk ke rumah tuan haji.

Di dalam bidang ilmu kesehatan dan obat-obatan, seolah-olah beliau adalah seorang pakar yang terkenal. Keluasan ilmu pengetahuannya di bidang ini melebihi dokter handal sekalipun, meski beliau tidak pernah mengenyam pendidikan kedokteran secara formal. Tapi, untuk menjadi seperti sekarang ini, beliau mengaku belajar hampir ke banyak guru terapi hingga tujuh tahun lamanya.

Tak mengherankan jika Tuan Haji sangat pandai dan tepat dalam mendiagniosa penyakit seseorang dalam waktu singkat. Suatu kali ketika beliau berkunjung ke Palembang sudah ditunggu sebanyak 200 pasien yang ingin berobat. Pasien sebanyak itu hanya membutuhkan waktu dua jam untuk pengobatan. Caranya, dengan menginjak punggung (kiropraktik) pasien.

Wartawan Metro, Zainuddin Zaid, yang mengunjungi pabrik HPA di kawasan industri Kuala Perlis terkesima ketika meminta Tuan Haji untuk mendiagnosa penyakit yang dideritanya. Ia sungguh suprise, karena apa yang dikatakan oleh tuan haji tepat sekali, bahkan lebih tepat dari diagnosa dokter yang dia lakukan dua hari sebelumnya.

Ia lebih terkejut lagi dengan peraturan yang mengharuskan setiap pegawai HPA ketika bekerja harus dalam keadaan berwudhu, hanya wanita yang sedang haid diberikan kelonggaran. Tujuannya, untuk memastikan supaya produk yang dikeluarkan mendapat ridho dari Allah.

Memang, syair yang ditulis Tuan Haji berjudul 'Sang Herbalis' seolah menggambarkan sosok dirinya yang berusaha selalu ada di mana-mana tanpa bisa disekat oleh ruang dan waktu. Tujuannya hanya satu, merawat hati. Hati yang bahagia dan tentram merupakan kekuatan fitrah untuk membangkitkan daya tahan dan semangat hidup orang-orang yang sebelumnya telah berada pada tepi keputusasaan.

Merawat hati bukanlah sekadar kata-kata yang santun. Tapi, lebih dari itu, beliau telah melakukan dan akan terus dilakukan hingga senyum bisa kembali mengembang pada bibir setiap orang yang membutuhkan perawatan.

"Orang yang paling hebat adalah orang yang sederhana dalam berkata dan brilian dalam bertindak." (Confusius, Filsuf China)






Sang Herbalis Tahukah tuan siapa sang herbalis
herbalis bukanlah perawat biasa
Dia tidak berada di bilik-bilik rumah sakit
Dia tidak berada di ruang-ruang perkantoran
Sebab dia tidak terkurung pada ruang dan waktu

Tahukah tuan siapa sang herbalis itu ???
Dia adalah manusia yang merawat hati

Siapa yang tidak mengenal sosok Tuan Haji Ismail bin Ahmad? Bagi anggota Herba Penawar Al-Wahida (HPA) pastilah mengenalnya. Tuan Haji, begitu biasa beliau disapa, memang pendiri dan sekaligus pemilik HPA.

Lahir di desa Jejawi Perlis, Malaysia pada 1 Juni 1963, Tuan Haji membuktikan dirinya salah satu putera terbaik Malaysia yang sukses menjadi pengusaha, juru dakwah dan tabib muslim. Salah satu ucapan beliau yang menjadi motto HPA di seluruh Asia Tenggara.

"Kita harus menolong umat Islam agar kembali bangkit menuju kejayaan. Siapa lagi kalau bukan kita? Kapan lagi kalau bukan dari sekarang?"

Untuk mewujudkan itu semua beliau berpijak pada dua misi besar yang kini tengah dikembangkannya hingga Eropa dan Timur Tengah, yaitu membangun ekonomi umat Islam dan menciptakan obat-obatan yang berkualitas tinggi yang diolah secara Islami.

HPA merupakan multi level marketing (MLM) yang berstatus syariah. Stempel syariah di sini bukanlah main-main atau sekadar simbol belaka, namun harus melewati beberapa persyaratan ketat yang harus dilalui seperti: produk yang dijual harus halal, sistemnya adil, dan yang terpenting adalah keuntungan dari perniagaan itu mestilah dikembalikan kepada umat Islam.

Keprihatinan Tuan Haji terhadap obat-obatan yang beredar dewasa ini tanpa memperdulikan halal dan haram menyebabkan beliau memproduksi sendiri obat-obatan alami (herba) yang berkualitas tinggi dan diproses secara hati-hati melalui teknologi modern tapi tetap memegang teguh prinsip-prinsip dan etika Islam.

Terbukti semua produk HPA mendapat pengakuan dari WHO (Badan Kesehatan Dunia) dengan memberi sertifikat Good Manufacturing Product (GMP) pada tahun 1999, merupakan pengakuan tertinggi untuk kualitas dan khasiat produk herba tersebut. HPA merupakan perusahaan kedua di Malaysia yang mendapat sertifikasi dari WHO untuk bidang obat-obatan.

Siapapun yang berjumpa dengan Tuan Haji pastilah enggan untuk berpisah. Entah mengapa seola-olah terdapat kesejukan, kedamaian dan ketenangan tersendiri ketika bersama-sama dengan beliau. Tutur katanya, murah senyumannya, keluasan ilmunya dan ketawadhuannya seolah menjadi magnet yang mampu memikat setiap orang yang berada di dekatnya.

Simaklah penuturan wartawan harian Metro, Zainuddin Zain, ketika berjumpa dengan beliau akhir April 2006 lalu. "Orangnya cukup sederhana sekalipun memiliki rangkaian perniagaan berjuta ringgit. Ketika ahli setarafnya bergaya dengan banglo (bungalow), beliau lebih selesa (suka) menetap di rumah pusaka (warisan) keluarganya yang beratap rumbia dan berdinding buluh." ungkap Zainudin.

Wartawan Metro itu lebih tercengang ketika Tuan Haji berkata mengenai dirinya: "saya lebih selesa (suka) jika orang lebih mengenal produk dan syarikat (perusahaan) ini daripada diri saya."

Saat ini, Tuan Haji memperkerjakan 350.000 tenaga ahli di seluruh Malaysia, beberapa pabrik dan rumah sakit di Malaysia dan satu pabrik di Indonesia, belum lagi pekongsian (partnersip) dengan berbagai pejabat di berbagai negara Asia Tenggara.

Yang menarik, hobi Tuan Haji sejak berusia 12 tahun adalah senang bermain di hutan. Lulusan Universitas Putra Malaysia (UPM) tahun 1985 ini memang gemar masuk hutan. Yang dicari adalah pokok herba dan akar kayu. Malah dengan posisinya sekarang sebagai Direktur Utama HPA, beliau tetap menyediakan waktu 2-3 hari dalam sebulan untuk memasuki hutan. Tidaklah mengherankan bila hampir semua sudut hutan dan bukit di sekitar Perlis dan Kedah pernah dijelajahi beliau.

Pengalaman yang menarik ketika menjelajahi hutan adalah ketika menemukan sejenis garam di puncak gunung Jerai yang cukup berkhasiat untuk penyakit diabetes. Saat yang tepat untuk mengambilnya, menurut Tuan Haji, ialah selepas kambing gurun menjilat garam tersebut. Dan kambing itu hanya datang pada waktu tertentu saja.

Pengalaman lainnya ketika menemukan 'batu leleh' yang ukurannya sebesar pelukan orang dewasa yang mempunyai fungsi banyak keistimewaan terutama berfungsi sebagai penyerap racun dan bernilai ratusan ribu ringgit.

Dari hobinya bemain di hutan, lalu menggiring beliau masuk UPM fakultas pertanian. Selepas dari UPM, beliau berkerja di LPP (Lembaga Pertumbuhan Peladang) Kampung Kok Kelang, dekat Padang Sidin di Perlis. Bakat luar biasa Tuan Haji di bidang herba ternyata membuahkan hasil, yakni memenangi anugerah Hari Q (qualiti) oleh Jabatan Perdana Menteri (JPM), dan bonusnya pun terbang ke Indonesia.

Di Indonesia, Tuan Haji sempat melawat ke beberapa pabrik jamu tradisionil seperti Mustika Ratu dan Nyonya Meneer. Dari lawatan tersebut, beliau berpikir mengapa tidak membuat hal serupa di Malaysia, padahal permintaan untuk obat-obatan alami sangat tinggi pada waktu itu.

Lalu Tuan Haji bersama isterinya, Puan Hajjah Norhayati bin Hj. Ahmad berjualan di pasar malam dengan mengendarai sepeda. Usahanya ini sebenarnya telah dilakukan ketika beliau masih duduk di UPM, sehingga tidak banyak rekan-rekan seuniversitas baik yang senior maupun yunior mengenal beliau sebagai pedagang obat pasar malam.

Ketika bersama isterinya berjualan sambil menggelar dagangan di kaki lima, sang isteri berkata kepada beliau, "Abi, kapan kita mempunyai rumah yang berada di atas angin di bawah awan?" Tuan Haji menjawab, "Sabarlah, nanti juga Allah berikan jika memang Allah mengizinkan."

Perlahan tapi pasti, usaha dagang Tuan Haji yang dilakukan di pasar malam dan dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan modal ternyata membuahkan hasil. Pada tahun 1997, didirikanlah Herba Penawar Al-Wahida. Wahida sendiri diambil dari nama anak sulung beliau Wahida yang kini berusia 18 tahun.

Impian isteri untuk memperoleh rumah di atas angin di bawah awan, maksudnya seperti villa, akhirnya terpenuhi. Setelah beberapa lama tinggal di rumah yang baru tersebut, puan hajjah Norhayati Ahmad, kembali bertanya kepada suaminya, "Abi, apakah rumah ini bisa mengantarkan kita ke surga?" Tak lama kemudian, rumah itu pun dijual lalu kembali ke kampung halamannya.

Prinsip Tuan Haji dalam berbisnis adalah selalu mengalah dan tidak pernah menzalimi orang lain (lawan bisnisnya) kendati pihaknya yang justru berada dalam kondisi yang dizalimi dan dirugikan. "Ketika peluang bisnis kita diambil oleh orang lain, sesungguhnya kita sedang mendapatkan kesempatan peluang-peluang bisnis lain yang lebih banyak dan lebih besar," tuturnya.

Yang menarik, selain dikenal sebagai pengusaha, Tuan Haji juga dikenal piawai dalam berdakwah. Ketika berbicara masalah agama, beliau seolah-olah nampak seperti seorang da'i. Nasehat-nasehatnya mampu menyejukkan hati setipa orang di sekitarnya. Ceramah-ceramahnya mampu membakar semangat juang setiap orang yang mendengarnya.

"Mensyukuri nikmat itu bisa saja dengan cara memberikan sedikit infaq kepada peminta sedekah di tepi jalan atau ke masjid-masjid yang sedang membutuhkan dana untuk pembangunan dan sebagainya. Dahulu kita tidak dapat mendapatkan keuntungan dari niaga ini, kemudian tiba-tiba dikaruniakan Allah dengan keuntungan. Walaupun keuntungan itu hanya sebesar Rp 20.000, tapi kita harus ingat bahwa keuntungan itu merupakan kurnia dari Allah. Apalagi bila sudah diberi keuntungan jutaan ringgit. Maka, infakkanlah... infakkanlah... infakkanlah... berikanlah... keluarkanlah... Insya Allah uang yang kita keluarkan akan ditambah lagi oleh Allah. Bersihkanlah harta-harta kita dengan berinfak supaya kesenangan itu dapat dirasakan pula oleh teman-teman kita, jiran-jiran kita dan juga kaum kerabat kita," kata Tuan Haji dalam setiap sambutannya.

Ada satu cerita yang menarik, beliau pernah memberi bingkisan berisi sembako dan uang ke setiap rumah orang miskin di kampungnya di setiap akhir bulan selama tiga tahun. Yang unik, tidak satupun para tetangganya itu tahu siapa yang telah meletakan sembako dan uang di depan pintu mereka, padahal peristiwa itu berjalan selama 3 tahun. Bahkan, salah seorang tetangganya pernah berkata, "Ada seorang yang berhati malaikat tapi kami tidak tahu siapa dia, setiap akhir bulan selalu memberi makanan dan uang. Tidak seperti orang kaya sebelah rumah saya ini, tidak pernah kasih kami apa-apa," ujarnya sambil menunjuk ke rumah tuan haji.

Di dalam bidang ilmu kesehatan dan obat-obatan, seolah-olah beliau adalah seorang pakar yang terkenal. Keluasan ilmu pengetahuannya di bidang ini melebihi dokter handal sekalipun, meski beliau tidak pernah mengenyam pendidikan kedokteran secara formal. Tapi, untuk menjadi seperti sekarang ini, beliau mengaku belajar hampir ke banyak guru terapi hingga tujuh tahun lamanya.

Tak mengherankan jika Tuan Haji sangat pandai dan tepat dalam mendiagniosa penyakit seseorang dalam waktu singkat. Suatu kali ketika beliau berkunjung ke Palembang sudah ditunggu sebanyak 200 pasien yang ingin berobat. Pasien sebanyak itu hanya membutuhkan waktu dua jam untuk pengobatan. Caranya, dengan menginjak punggung (kiropraktik) pasien.

Wartawan Metro, Zainuddin Zaid, yang mengunjungi pabrik HPA di kawasan industri Kuala Perlis terkesima ketika meminta Tuan Haji untuk mendiagnosa penyakit yang dideritanya. Ia sungguh suprise, karena apa yang dikatakan oleh tuan haji tepat sekali, bahkan lebih tepat dari diagnosa dokter yang dia lakukan dua hari sebelumnya.

Ia lebih terkejut lagi dengan peraturan yang mengharuskan setiap pegawai HPA ketika bekerja harus dalam keadaan berwudhu, hanya wanita yang sedang haid diberikan kelonggaran. Tujuannya, untuk memastikan supaya produk yang dikeluarkan mendapat ridho dari Allah.

Memang, syair yang ditulis Tuan Haji berjudul 'Sang Herbalis' seolah menggambarkan sosok dirinya yang berusaha selalu ada di mana-mana tanpa bisa disekat oleh ruang dan waktu. Tujuannya hanya satu, merawat hati. Hati yang bahagia dan tentram merupakan kekuatan fitrah untuk membangkitkan daya tahan dan semangat hidup orang-orang yang sebelumnya telah berada pada tepi keputusasaan.

Merawat hati bukanlah sekadar kata-kata yang santun. Tapi, lebih dari itu, beliau telah melakukan dan akan terus dilakukan hingga senyum bisa kembali mengembang pada bibir setiap orang yang membutuhkan perawatan.

"Orang yang paling hebat adalah orang yang sederhana dalam berkata dan brilian dalam bertindak." (Confusius, Filsuf China)

Rabu, 17 Oktober 2007

cari teman lagi

http://tagged.com/kopiradix
Saya diundang teman sekelas waktu ikut General Introduction to Teaching English di TBI untuk pasang profil di sini.