Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Juli 2012

Pendekatan Hikmah yang dianggap Usang

Sekali lagi, artikel provokatif muncul di Blog Platform Kompasiana.  Artikel berjudul Alhamdulillah Jembatan Kukar Runtuh seakan menyengat siapapun yang selalu berusaha melihat adanya hikmah yang bertebaran dalam kehidupan ini.  Sang penulis dengan penuh arogansi mencibir pendekatan hikmah yang dianggapnya hanya "meninabobokan" manusia, termasuk yang menjadi korban.  Lebih dari itu, sang penulis membenturkan antara rasionalitas dengan konsep hikmah tersebut.  Seakan akan, pendekatan mencari hikmah dari peristiwa yang sudah terjadi dianggap tidak rasional dan tidak bersifat objektif.  Penggunaan kata Alhamdulillah untuk sesuatu yang penuh rasa duka sangat tidak pada tempatnya dan terkesan melecehkan.  Seharusnya, kata yang dipergunakan adalah Inna Lillahi wa inna ilaihi rajiun.  

Apakah hikmah dan rasionalitas akan selalu berbentur bagai tokoh protogonis dan antagonis dalam film? Dapatkan hikmah dan rasio bergandeng tangan saling mengisi bahu membahu dalam kehidupan? Tentu saja seharusnya bisa, rasio adalah wilayah akal dan hikmah adalah wilayah rasa.  Meminjam kata-kata Mas Ippho "Right" Santosa, rasio itu wilayah otak kiri serta rasa itu wilayah otak kanan.  Kedua bagian itu sama sama anugerah dari Allah SWT yang sekaligus juga diamanahkan kepada kita semua.  Orang yang senantiasa berpikir rasional tetap bisa mengambil hikmah dari kehidupan dan bukan berarti yang suka mengambil hikmah secara filosofis tidak bisa berpikir rasional.  Pendekatan rasional dan hikmah dapat saling mengisi dan bersinergi satu sama lain.   

Maka, diambil ataukah tidak, hikmah itu memang ada karena Allah SWT telah menetapkan demikian.  Terkadang, hati yang keras dan ego yang sombong membuat mata seakan buta dari hikmah-hikmah yang bertebaran bak batu-batu permata ditumpahkan dari kotaknya.  Hikmah memang terlalu berharga untuk dibiarkan begitu saja.  Namun, bukan berarti kita mentolerir kesalahan terus menerus menoleransi kesalahan.  Kesalahan, kelalaian dan kekeliruan yang telah terjadi tetap harus diperbaiki. Kerugian tetap harus diganti dan perbaikan tetap harus dilakukan. Memang akan menjadi salah jika hikmah dijadikan tameng atau perisai untuk melepaskan diri dari tanggung jawab yang seharusnya diemban. Hikmah itu sendiri harus dijadikan bagian dari upaya yang terus menerus dalam perjalanan kita memperbaiki diri sendiri.  Hikmah yang hanya ditulis dan dicatat hanya akna menjadi prasasti yang mati, namun hikmah yang diamalkan akan menjadi catatan amal yang akan bersaksi di Hari Akhir nanti.  

Note: posting telat, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Semoga bermanfaat

Senin, 13 September 2010

[Hikmah] Pelajaran berharga diantara kesejukan alam

"Orang Jakarta itu aneh, susah payah mencari uang hanya untuk dibuang-buang di Puncak, padahal dari dulu Puncak kan cuma gitu-gitu aja" demikian kata seorang pemuka masyarakat di Desa Tugu.  Keindahan pemandangan alam yang memukau banyak orang dari kota ternyata merupakan sesuatu yang biasa saja bagi mereka.   Sebuah ironi yang menunjukkan betapa mudah manusia merasa bosan dengan apa yang dihadapinya sehari-hari.  Mungkin mereka membayangkan betapa nikmatnya hidup di kota besar yang penuh sensasi gemerlapan, gedung bertingkat yang menjulang menggapai langit dan suasana hiruk pikuk penuh kesibukan.  



Sebagai contoh kecil, di jalan menuju perkebunan teh, ada sebuah mushalla sederhana yang berdekatan dengan sungai kecil berarus deras.  Derasnya arus sungai itu menimbulkan suara yang menyejukkan jiwa siapapun yang mendengarnya, namun bagi warga di sana mungkin hal itu hanyalah sesuatu yang bisa dilewatkan begitu saja. Bagi mereka, apakah artinya sebuah sungai kecil berair bening dengan arus yang deras.  Suatu hal yang mereka anggap biasa.  Padahal di toko-toko musik bisa kita temukan CD impor berisi musik - musik bernuansa alami yang berharga mahal.  Musik-musik tersebut banyak dicari orang kota untuk membantu bermeditasi guna menghilangkan penat dan stress.  Semoga saja mereka masih menunaikan sholat berjamaah di musholla tersebut. Bayangkan, betapa indahnya duduk bertafakur setelah menunaikan sholat sambil mendengarkan deburan air jernih yang mengalir di sungai sebelah musholla tersebut.  


Di pertengahan jalan dari penginapan ke jalan raya, ada sebuah taman yang indah dengan kolam ikan yang menyejukkan pandagan. Taman itu terletak di pinggir sebuah sungai yang mengalir deras bergemuruh.  Gemuruh yang menghasilkan alunan musik yang jauh lebih indah daripada yang dihasilkan alat musik tercanggih buatan manusia.  



Lokasi acara LeBAY itu sendiri adalah sebuah tanah lapang yang sangat indah di tengah kebun teh.  Mirip sekali dengan padang savana yang ditampilkan di sebuah film yang soundtrack-nya dinyanyikan Koes Ploes (why do you love me, so sweet and tenderly.. dst) atau stage-nya Rock Adams dalam game Soul Edge.  Mereka tidak tahu bahwa anak-anak di kota-kota besar hanya bisa menyaksikan pemandangan seindah itu dalam acara TV atau permainan video game.  Sedangkan mereka dan anak-anaknya melalui tanah lapang yang sangat indah itu setiap hari tanpa menyadari keindahan yang ada di dalamnya, apalagi mensyukuri keindahan tersebut.  Sungguh disayangkan. 



Manusia cenderung kurang atau bahkan tidak menghargai segala sesuatu yang melimpah.  Kita semua pasti sepakat apabila dikatakan bahwa udara adalah sesuatu yang penting bagi kita.  Namun, adakah diantara kita yang menyempatkan diri untuk bersyukur atas nikmat udara yang kita hirup sehari-hari Mirip dengan kisah klasik ajaran Zen.  Ikan yang baru dimasukkan ke dalam sebuah kolam sangat bersyukur atas jernihnya air di kolam tersebut.  tidak henti-hentinya dia mengucap syukur dan membicarakan kejernihan air di tempatnya yang baru itu.  Namun, teman-temannya sesama ikan di kolam tersebut malah heran.  Bahkan ada yang mengejek dan bertanya, apa tidak ada hal lain yang perlu dibicarakan?

Sebagian besar manusia memang lebih suka memperturutkan keinginan ego dengan mencari sensasi. Mereka menggantungkan kegembiraan dan kebahagiaan mereka pada apa yang ada di luar diri mereka sendiri.  Mereka yang berkecukupan harta menghibur diri di diskotik, bioskop, kafe dan mall; berselancar di dunia maya dan tenggelam dalam interaksi jejaring sosial.  Sementara itu yagn miskin yang miskin menghibur diri dengan orkes dangdut dorongan, radio, TV atau layar tancep.  Zat-zat stimulan pun dikonsumsi secara berlebihan, mulai dari rokok hingga narkoba.  Sensasi demi sensasi membuat manusia memboroskan energi vital kehidupannya sehingga dia menjadi cepat lelah, mudah terserang stress dan sering jatuh sakit.  Sementara itu, kebosanan yang menghantui kehidupan mereka tidak juga hilang bahkan semakin bertambah.

Pada akhirnya, hanya kesadaran akan nikmat Allah SWT itulah yang membuat kita terhindar dari kebosanan yang menghantui kehidupan ini.  Baik di kota besar yang penuh gemerlap sensasi atau desa kecil yang penuh kesejukan dan ketentaraman.   

Sebuah pelajaran berharga yang terlalu sayang kalau hanya dilewatkan begitu saja.

Semoga bermanfaat

note: foto paling bawah dari album YSPGM yang ini, courtesy Mbak Linda

Selasa, 09 Desember 2008

[BERITA DUKA] Bunga Rumput Liar telah tiada

Assalamualaikum,

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

Pada waktu tengah malam saya sedang asyik blogwalking, Bunda Elly memposting tulisan ini.  saya langsung mendatangi MP yang dimaksud dlm tulisan itu.

Saat itu adalah pertama kali saya mengunjungi MP milik seseorang yang telah meninggal dunia.  Yang terasa adalah perasaan duka yang mendalam sampai saya menitikkan air mata.  Saya merasa sedang mengunjungi rumah seseorang yang sudah meninggal dunia, seakan-akan benar-benar melayat ke sana.  Padahal, tentu saja dalam kenyataan saya tidak kemana-mana.  Hanya duduk diam menatap layar monitor komputer. Itu saja.  

Saya sendiri sama sekali tidak mengenal siapa Buruli alias Pulung Amoria Kencana.  MP beliau juga baru saya tahu pada waktu itu.  Namun, hal itu sama sekali tidak mengurangi rasa haru yang saya rasakan saat mampir ke sana.  

Dari hal ini, ada beberapa hikmah yang dapat kita jadikan pelajaran:

1. Setiap yang bernyawa pasti mati (QS 3:185)

2. Waktu ternyata sangat berharga (Surat Al Ashr 103:1 - 4)  

3. Ada yang mengatakan bahwa otak manusia tidak bisa membedakan antara khayalan dengan kenyataan.  Antara dunia maya dan nyata.  Walaupun berita duka tersebut hanya tertulis di blog, namun perasaan yang ditimbulkan sama dengan benar-benar melayat ke rumah duka.   

4. Jangan meremehkan dunia maya.  Jangan hanya krn yang dikunjungi adalah blog dan bukan rumah orang yang bersangkutan kita berlaku kurang ajar dan meninggalkan komentar-komentar yang tidak sopan dan menyakitkan.  Pemilik blog tersebut tentu bisa merasakan hal yang sama dgn apabila dia menerima tamu beneran di rumahnya.     

5. Jika ada kesempatan kopdar (kopi darat) alias bertemu muka di dunia nyata, apalagi bila ditambah kegiatan-kegiatan sosial seperti baksos, ada baiknya kita menyempatkan diri datang supaya bisa mengenal lebih baik kontak-kontak kita di dunia maya ini.  bukankah silaturahim bisa menyambung rezeki dan menambah umur. 

Terima kasih kepada Bunda Elly untuk informasi berita duka ini

Semoga bermanfaat


Kamis, 24 April 2008

Menanggapi kasus Ahmadiyah dan aliran2 sesat lainnya (teman2 non Muslim dianjurkan membaca) ^_^

Co-pas dari MP Tetangga:

Diakui atau tidak, permasalahan aliran sesat (Lia Eden, Ahmad Moshadeq, Ahmadiyah dll) merupakan masalah yang seringkali mendapat tanggapan pro kontra dalam masyarakat.

Menurut hemat saya, menanggapi permasalahan aliran sesat yang meresahkan ini, perlu adanya "duduk bersama" antara umat Islam, non Islam dan pemerintah. Hal ini penting agar kita terjebak dalam dua kutub polaritas yang saling bertentangan. Ada yang pro mereka, dan ada yang anti mereka.

Sebelum kita masuk ke wilayah pro kontra, ada baiknya kita berpikir kritis juga dan mencari tahu, kenapa aliran-aliran itu meresahkan umat Islam. Sebuah aliran di dalam Islam dikatakan
sesat bila aliran tersebut menyimpang dari garis-garis pokok pondasi dasar agama Islam, bisa penyimpangan aqidah ketauhidan, penyimpangan fiqh, dan sebagainya. Tentunya, di dalam agama lain (Kristen, Katolik, dll juga demikian, bukan?).

Contoh penyimpangan aqidah ketauhidan adalah, bila aliran itu meyakini ada rasul ato nabi baru setelah Nabi Muhammad, tidak bertuhankan Allah, mempunyai kitab lain selain Al Quran, mengaku Tuhan, mengaku Nabi, dan lain sebagainya.

Contoh penyimpangan fiqh menurut saya adalah sholat dua bahasa ustadz Roy di Lawang, sholat jamaah beberapa tahun lalu di Amerika yang diimami perempuan, padahal makmumnya ada laki-lakinya.

Sikap kritis ini perlu kita kembangkan, baik Muslim dan non Muslim sebelum kita mengatakan pro atau kontra terhadap masalah ini. Satu hal yang perlu kita ingat adalah, kebebasan agama bukan berarti penodaan terhadap sebuah keyakinan. Ini yang saya sorot atas sikap beberapa pemimpin umat agama lain beberapa waktu lalu yang mengadakan
pembelaan terhadap aliran-aliran sesat dalam islam tersebut atas nama kebebasan beribadah.

Teman-teman non Muslim pun harus jujur bersikap bagaimana jika hal itu menimpa pada keyakinan Anda, seperti misalnya bagi teman-teman Kristiani ada segolongan aliran dalam Kristiani tidak meyakini Trinitas, padahal Trinitas adalah keyakinan mendasar Ketuhanan
dalam Kristiani (Correct Me If I Wrong).

Bila sudah ada kesepahaman dari Anda semua (Muslim maupun non Muslim), maka Anda akan paham kenapa umat Islam resah melihat keberadaan mereka.

Terakhir adalah bagaimana menyikapi permasalahan ini?
Kita semua pasti sepakat, cara-cara anarkis tidaklah dibenarkan di dalam mencari solusi dari permasalahan ini. Cara-cara sebagian organisasi Islam yang merusak aset dan menimbulkan sakit fisik para pengikut aliran sesat itu, dari segi manapun menurut saya tidaklah dibenarkan.

Satu pesan saya untuk teman-teman Muslim:
Bersabarlah, percayalah pada Allah dan pemerintah kita, dan jangan anarkis, karena dengan anarkis, misi umat menghapus aliran sesat malah akan gagal dan menjadi blunder bagi umat Islam.

Wallahu a'lam bisshawab

Sumber: http://anadhar.multiply.com/journal/item/127/Menanggapi_kasus_Ahmadiyah_dan_aliran2_sesat_lainnya_teman2_non_Muslim_dianjurkan_membaca...?replies_read=3

KebunHikmah - Selamat Datang

http://www.kebunhikmah.com/
Tempat ditanamnya pohon-pohon yang buahnya mengandung beraneka ragam hikmah. Bisa untuk inspirasi posting MP, atau copy paste (tapi jangan keseringan, nanti keenakan gak kreatif) Silahkan dikunjungi

Rabu, 28 November 2007

Keajaiban Al Qur'an

http://keajaibanalquran.com
Situs ini memberi bukti bahwa Al Qur'an benar-benar wahyu dari 4JJI SWT, bukan buatan manusia atau produk budaya. Jika anda masih ragu akan kebenaran Al Qur'an atau ingin memperkuat keimanan anda, jangan lewatkan situs yang satu ini.

Sabtu, 03 November 2007

Hikmah bagi yang baru mulai nge-MP

Tulisan ini terutama ditujukan bagi yang baru mulai nge-MP, tetapi yang udah lama juga boleh:

Mungkin ada diantara kita yang merasa sedikit kecewa karena MP-nya kurang mendapat perhatian para MP’ers yang lain atau karena kontaknya masih sedikit.  Namun, tahukah anda bahwa MP yang seperti itu ternyata banyak hikmahnya:

1.    Hikmah pertama: kita malah bisa memberi perhatian lebih pada MPers kontak anda yang masih sedikit itu.  Bukan tidak mungkin justru mereka yang akan menjadi sahabat-sahabat baik kita di dunia maya maupun di dunia nyata.  Sekedar memiliki teman memang masalah kuantitas, tetapi persahabatan adalah masalah kualitas.  Persahabatan harus dipelihara dengan baik.

2.    Hikmah kedua: Kita bisa memperkuat kesabaran dan melatih kemampuan berempati dengan orang lain.  Sekedar pengalaman, saya saja yang jumlah kontaknya masih kurang dari 50 orang seringkali kaget melihat Message Board MP saya jadi buanyaaaak isinya.  Bayangkan rekan-rekan MP’ers yang jumlah kontaknya lebih dari 500 bahkan lebih dari 1000 orang.  Cobalah berempati pada keadaan mereka.

3.    Hikmah ketiga: kita seharusnya merasakan adanya dorongan untuk meningkatkan kualitas tulisan atau jurnal kita.  Kita memang memiliki kekuasaan penuh untuk membuat tulisan apapun di jurnal kita, tetapi hendaknya kita juga memiliki tanggung jawab untuk mencerahkan para pengunjung situs kita.

4.    Hikmah keempat: karena bisa lebih mengenal para kontak kita, kita jadi tahu mana orang-orang yang minat dan hobbynya sama dengan kita, sehingga kita tahu dengan siapa bisa menjalin komunikasi yang lebih dalam dan bermakna (bisnis atau dakwah) tanpa melupakan yang lain.  Perlu diingat bahwa apabila kita memiliki kedekatan lebih dengan seseorang, bukan berarti yang lain tidak lagi menjadi teman kita.

Semoga bermanfaat.