Tampilkan postingan dengan label aliransesat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aliransesat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Agustus 2008

Menangkal Sang Penyesat

http://antifaithfreedom.wordpress.com/
Anda ingin mencari cara menangkal pemikiran si murtadin Ali Sina dan para netter Faithfreedom? atau cari kelemahan teori Evolusi atau lainnya, silahkan mampir ke link di atas.

Kamis, 24 April 2008

Menanggapi kasus Ahmadiyah dan aliran2 sesat lainnya (teman2 non Muslim dianjurkan membaca) ^_^

Co-pas dari MP Tetangga:

Diakui atau tidak, permasalahan aliran sesat (Lia Eden, Ahmad Moshadeq, Ahmadiyah dll) merupakan masalah yang seringkali mendapat tanggapan pro kontra dalam masyarakat.

Menurut hemat saya, menanggapi permasalahan aliran sesat yang meresahkan ini, perlu adanya "duduk bersama" antara umat Islam, non Islam dan pemerintah. Hal ini penting agar kita terjebak dalam dua kutub polaritas yang saling bertentangan. Ada yang pro mereka, dan ada yang anti mereka.

Sebelum kita masuk ke wilayah pro kontra, ada baiknya kita berpikir kritis juga dan mencari tahu, kenapa aliran-aliran itu meresahkan umat Islam. Sebuah aliran di dalam Islam dikatakan
sesat bila aliran tersebut menyimpang dari garis-garis pokok pondasi dasar agama Islam, bisa penyimpangan aqidah ketauhidan, penyimpangan fiqh, dan sebagainya. Tentunya, di dalam agama lain (Kristen, Katolik, dll juga demikian, bukan?).

Contoh penyimpangan aqidah ketauhidan adalah, bila aliran itu meyakini ada rasul ato nabi baru setelah Nabi Muhammad, tidak bertuhankan Allah, mempunyai kitab lain selain Al Quran, mengaku Tuhan, mengaku Nabi, dan lain sebagainya.

Contoh penyimpangan fiqh menurut saya adalah sholat dua bahasa ustadz Roy di Lawang, sholat jamaah beberapa tahun lalu di Amerika yang diimami perempuan, padahal makmumnya ada laki-lakinya.

Sikap kritis ini perlu kita kembangkan, baik Muslim dan non Muslim sebelum kita mengatakan pro atau kontra terhadap masalah ini. Satu hal yang perlu kita ingat adalah, kebebasan agama bukan berarti penodaan terhadap sebuah keyakinan. Ini yang saya sorot atas sikap beberapa pemimpin umat agama lain beberapa waktu lalu yang mengadakan
pembelaan terhadap aliran-aliran sesat dalam islam tersebut atas nama kebebasan beribadah.

Teman-teman non Muslim pun harus jujur bersikap bagaimana jika hal itu menimpa pada keyakinan Anda, seperti misalnya bagi teman-teman Kristiani ada segolongan aliran dalam Kristiani tidak meyakini Trinitas, padahal Trinitas adalah keyakinan mendasar Ketuhanan
dalam Kristiani (Correct Me If I Wrong).

Bila sudah ada kesepahaman dari Anda semua (Muslim maupun non Muslim), maka Anda akan paham kenapa umat Islam resah melihat keberadaan mereka.

Terakhir adalah bagaimana menyikapi permasalahan ini?
Kita semua pasti sepakat, cara-cara anarkis tidaklah dibenarkan di dalam mencari solusi dari permasalahan ini. Cara-cara sebagian organisasi Islam yang merusak aset dan menimbulkan sakit fisik para pengikut aliran sesat itu, dari segi manapun menurut saya tidaklah dibenarkan.

Satu pesan saya untuk teman-teman Muslim:
Bersabarlah, percayalah pada Allah dan pemerintah kita, dan jangan anarkis, karena dengan anarkis, misi umat menghapus aliran sesat malah akan gagal dan menjadi blunder bagi umat Islam.

Wallahu a'lam bisshawab

Sumber: http://anadhar.multiply.com/journal/item/127/Menanggapi_kasus_Ahmadiyah_dan_aliran2_sesat_lainnya_teman2_non_Muslim_dianjurkan_membaca...?replies_read=3

Sabtu, 29 Maret 2008

Ayat-Ayat Cinta versus Fitna

AYAT-AYAT CINTA VS FITNA

Mengetahui kelemahan dan kekuatan diri sendiri serta mengetahui kelemahan dan kekuatan lawan, 100 kali bertempur 100 kali menang - Sun Tzu

Sabtu siang saya pergi ke tempat Pijat Refleksi karena badan rasanya tidak enak.  Maklum saja, malamnya bergadang semalaman, nge-MP dan nonton Youtube (film tentang Prince Kassad dan teman-temaanya), sesekali googling mencari data-data tentang sungai-sungai yang ada di sekitar pinggiran Jakarta sambil terus disiksa rasa penasaran (silakan lihat jurnal ini) tentang foto-foto tempat yang indah, yang dirahasiakan lokasinya itu.

Tempat pijatnya ada di daerah Sumur Batu, jadi saya lewat Jalan Diponegoro ke arah Salemba.  Begitu saya lewat depan Bioskop Megaria, ternyata film Ayat Ayat Cinta masih ditayangkan.  Padahal kalo tidak salah sudah hampir satu bulan semenjak pemutaran perdana film tersebut.  Apakah hal ini ada hubungannya dengan peluncuran Fitna, film kontroversial yang dibuat londo katro tidak bertanggung jawab itu? 

Memang, kita akui banyak yang kecewa dengan versi film dari Ayat-Ayat Cinta, tidak seperti yang di Novel.  namun, dibandingkan film-film kita yang lain , yang hanya memasang setan-setan berpangkat kopral ke bawah (untuk pangkat para setan, silahkan lihat jurnal ini) tentu masih lebih baik.

Di luar pro dan kontra yang meliputi film AAC, ada baiknya kita melihat hal berikut ini.  Kita tentu masih ingat (bagi yang sudah nonton atau baca bukunya) adegan saat Fahri membela Aisha dari orang-orang (yang dianggap) fundamentalis di kereta.  Akhlaq Fahri membuat kagum perempuan Non Muslim orang Amerika yang neneknya ditolong Aisha, sehingga di akhir-akhir cerita si Amerika tersebut masuk Islam (versi buku, filmnya belum nonton, he he he).
 
Terus hubungannya apa dengan filmnya si Londo tadi? Ada kemungkinan bahwa fenomena film Ayat-Ayat Cinta ini menyebar ke seluruh dunia sehingga membuat orang penasaran.  Pada waktu masih berupa novel, segmen buku lumayan terbatas walaupun tetap jadi bestseller.  Segmen pemasaran novel ini tentu saja kaum muslimin, terutama kalangan ikhwah (saya sendiri tidak tahu apakah kalangan salafi, hizbut tahrir dan yang lainnya turut membaca novel ini).

Sehingga, kalangan pembenci Islam belum menganggap fenomena sastra dan novel-novel Islami sebagai ancaman terhadap hegemoni mereka.  Namun, begitu dibuat film, ternyata penonton film tersebut ada berjuta-juta sehingga masa tayangnya di bioskop lumayan lama.  Bahkan banyak rekan2 yang bercerita di situs MP mereka bahwa mereka berkali-kali kehabisan tiket! contohnya yang ini Wow

Tentu, tidak perlu menggunakan jasa intel atau agen rahasia untuk memperkirakan dampak yang ditimbulkan film-film seperti ini beberapa belas atau puluh tahun ke depan.  Keteladanan Fahri bukan tidak mungkin memberi inspirasi bagi para orang tua muslim untuk mendidik anak mereka berakhlaq baik dan mulia kepada sesama manusia, bahkan non muslim sekalipun, dengan tetap menjaga identitas dan prinsip-prinsip ajaran Islam (ditunjukkan dengan penolakan Fahri untuk berjabat tangan kepada perempuan Amerika tersebut dengan tetap menjaga sopan santun).  Bila hal ini berhasil, bukan tidak mungkin akan muncul generasi Islam baru yang berakhlak mulia dan berbudi luhur dengan tetap menjaga identitas dan prinsip-prinsip ajaran agama mereka.  Yang mampu menampilkan keindahan dan keluhuran Islam yang selama tertutup kebodohan dan kemadegan ummat Islam itu sendiri.

Maka, bisa jadi karena fenomena AAC tersebut, para pembenci Islam itu mengeluarkan dan menyebarkan film propaganda kontroversial tersebut.
 
Walhasil, dalam menghadapi badai fitnah yang lebih dahsyat dari Tsunami yang dulu melanda Aceh dan sekitarnya, kita perlu meneladani akhlaq Fahri dan Aisyah, jangan hanya terhibur dengan film dan bukunya sematas.
 
Semoga bermanfaat

  

Sabtu, 03 November 2007

Kategori Aliran Sesat

Kategori aliran sesat:

Aliran sesat, sempalan atau yang menyimpang dari Islam beberapa hari belakangan ini kembali marak.  Aliran-aliran tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut:

1.    Aliran yang terlalu bebas, longgar sehingga menafikan syariat atas dasar HAM, kebebasan berpikir dan berekpresi dan lain sebagainya, biasanya ada embel-embel liberalnya (tahu kan yang saya maksud).   

2.    Aliran yang terlalu ketat, sangat membatasi kehidupan anggota-anggota atau pengikut-pengikutnya.  Aliran ini terlalu mudah mengkafirkan orang-orang yang tidak sependapat mereka.
 
3.    Aliran yang terlalu memuja kekuatan-kekuatan atau hal-hal ghoib.  Aliran seperti ini sangat disukai setan-setan dari golongan jin karena para pengikutnya sangat menggantungkan segala urusan pada jin-jin tersebut. 

4.    Aliran yang bermotif ekonomi sehingga mengharuskan para pengikutnya mengumpulkan uang dalam jumlah yang sangat besar sehingga sangat memberatkan.  Bahkan ada pula yang menganggap harta benda orang yang berada di luar aliran tersebut halal dicuri atau diambil tanpa izin.  Biasanya kategori ini juga ada di  kategori nomor 2.

5.    Aliran yang memiliki Kitab Suci baru, Nabi yang datang sesudah Rasulullah SAW sehingga memiliki syari’at baru yang berbeda dengan syari’at Islam yang selama ini dipegang umat.

Dalam kenyataannya, aliran-aliran sesat yang ada biasanya memiliki dua atau lebih faktor-faktor yang disebut di atas.  Yang jelas, jika pengajian atau kegiatan apapun yang kita ikuti mengharuskan kita berbohong, mencuri atau mengkafirkan orang lain atau menafikan akhlak yang Islami, lebih baik kita tinggalkan.  Masih banyak pengajian-pengajian atau kegiatan-kegiatan yang lurus dan penuh berkah, sehingga dapat menjadikan kehidupan kita penuh ilmu dan berlimpah kebaikan.

Pengalaman dengan Aliran Sesat

Lagi-lagi aliran sesat!
Beberapa waktu yang lalu, diberitakan di sebuah infotainment, ada beberapa artis yang menjadi korban aliran sesat.  Mereka disuruh mengumpulkan uang dengan target tertentu, sampai ratusan juta.  Saat itu saya tidak nonton karena sedang sholat jum’at, tetapi ada orang di rumah yang memberitahu saya.  Di kampus saudara saya juga marak SMS permintaan bantuan donor darah yang tidak jelas contact person (CP)-nya.  Kata anak-anak Rohis di kampusnya, SMS tersebut berasal dari aliran sesat yang mata duitan tersebut.  Modus yang mungkin baru ini, yaitu dengan pura-pura minta pertolongan donor darah itu juga sangat kejam sebab nanti semua orang akan takut menolong orang lain, takut ”diporotin” (diperas habis-habisan).  Ada lagi aliran yang punya Nabi baru, yang katanya ”menggantikan” Rasulullah SAW dan lain sebagainya.

Saya sendiri dulu pernah akan direkrut aliran tersebut beberapa tahun yang lalu.  Saya diajak teman SMA untuk ikut suatu pengajian.  Dalam pengajian tersebut (yang bagi saya lebih tepat disebut indoktrinasi), saya diminta (atau lebih tepatnya dipaksa) berhijrah. Karena saat itu saya masih ragu-ragu, saya diajak pergi ke luar kota (daerah sekitar Desa Limo, dekat Bogor).  Yang membuat saya tidak ”sreg” dengan orang-orang tersebut adalah mereka memaksa saya berbohong saat mengajak saya menginap di suatu tempat.  Selain itu, pengetahuan mereka tentang agama sangat payah, bahkan untuk yang senior.  Ayat-ayat Al Qur’an banyak yang tidak tahu.  Banyak juga hal-hal aneh yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.  
Contoh: Mekkah dalam bahasa Arab kata mereka singkatan dari kata-kata bahasa Arab yang artinya ”Tempat orang-orang yang kafir pada 4JJI” dan Madinah artinya ”Tempat orang-orang yang beriman kepada 4JJI”.  Sepengetahuan saya, nama kota Mekkah sudah ada dari dulu dan ajaran singkat-singkatan itu entah dalil atau sumbernya dari mana.  Karena sudah kesal, mereka langsung saya bentak dengan keras dan saya dengan tegas minta dipulangkan.  Saya akhirnya diantar ke terminal Pasar Minggu.

Beberapa waktu kemudian, saya menghadiri pengajian yang membahas aliran sesat.  Saya bertanya pada narasumber yang mantan aliran tersebut dan  ternyata apa yang saya ceritakan sesuai dengan pengalaman beliau.   

Ust. Hartono Ahmad Jaiz yang juga menjadi narasumber acara pengajian tersebut menjelaskan bahwa aliran-aliran sesat berada pada dua kutub ekstrem; ada yang sangat mudah meng-kafirkan orang di luar aliran/golongannya atau ada yang bersikap begitu longgar dan bebas sehingga terkesan liberal (bablas!)

Berikut beberapa saran untuk menghindari aliran-aliran sesat:

1.    Jangan takut ikut pengajian, tetapi pastikan bahwa pengajian yang kita ikuti adalah pengajian yang sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan Sunnah.  Adanya aliran-aliran sesat tersebut adalah bukan tidak mungkin bertujuan agar banyak orang termasuk kita takut ikut pengajian.  Apabila kita takut ikut pengajian, kita malah rentan terbujuk dan terekrut aliran-aliran sesat.  Takut pengajian, jadi tidak punya ilmu. Tidak punya ilmu, jadi rentan terekrut aliran sesat.  Terjadilah lingkaran setan yang mengerikan. 

2.    Pelajarilah ciri-ciri aliran sesat, minimal secara umum.  Informasi tentang aliran sesat dapat diperoleh dari buku-buku dan VCD terbitan LPPI, Pustaka Al Kautsar dan lain-lain, terutama tulisan bapak Ust. Hartono Ahmad Jaiz, Ust. Amin Djamaluddin dan sebagainya.  Lebih baik lagi apabila kita bisa hadir di pengajian yang membahas aliran-aliran sesat tersebut. 

3.    Bertemanlah dengan orang-orang sholeh yang bisa dipercaya integritas, karakter dan keilmuannya.  Lebih baik lagi bila kita bisa bergabung dengan organisasi-organisasi remaja dan pemuda masjid yang jelas keilmuannya.  Apabila kita memiliki situs pribadi/blog (blogspot, multiply, wordpress dll), kita dapat mencantumkan link ke situs-situs remaja dan pemuda mesjid tersebut.  Dengan demikian kita dapat membantu para pengunjung situs/blog kita untuk membentengi aqidah mereka dari infiltrasi macam-macam aliran sesat.

Semoga bermanfaat.