Tampilkan postingan dengan label bulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bulan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 April 2008

Bulan Memang Pernah TERBELAH!!!!!! Part 2

Pandangan saya tentang peristiwa Terbelahnya Bulan

Rasanya koq enggak puas kalo cuma Copy Paste, karena itu saya Melanjutkan Posting Ko-Pas sebelum ini tentang Peristiwa terbelahnya Bulan.  Saya sekaligus ingin mencoba memasukkan video Harun Yahya di blog ini.  Ini baru percobaan, jika hasilnya kurang bagus, saya mohon maaf dan akan mencoba lagi lain kali dengan lebih baik

Saya ingin membagi posting-an ini menjadi tiga masalah

  1. Benarkah bulan terbelah?
  2. Apakah benar NASA dengan Proyek Apollo-nya berhasil mendaratkan manusia di bulan?
  3. Apakah pengertian atau penafsiran bulan terbelah merupakan penafsiran yang leteral atau lebih merupakan metafora atau kiasan belaka?

Mari kita bahas satu per satu:

1. Benarkah bulan pernah terbelah?

Mengapa tidak? Bisa jadi Peristiwa itu merupakan ujian bagi keimanan kita, seperti peristiwa Isra' Mi'raj yang pada waktu itu banyak tidak bisa diterima masyarakat Makkah.  Sempat ada perdebatan mengenai cara beliau melakukan Isra' Mi'raj, apakah ruh dan jasadnya atau ruhnya saja, merogo sukmo bahasa Jawanya.  Namun, peristiwa Isra' Miraj sendiri sebenarnya bagi orang-orang beriman masuk akal karena pada saat itu Rasulullah sebenarnya tidak ada usaha sama sekali.  Beliau hanya mengikuti kehendak Alloh SWT melalui Malaikat Jibril

Albert Einsten menyatakan bahwa energi dan materi hakikatnya adalah hal yang sama dalam bentuk yang berbeda.  Mungkin rekan-rekan yang suka menonton film Star Trek pernah melihat adegan Para Crew Pesawat USS Enterprise naik ke atas suatu platform dan disinari sehingga tubuh mereka berubah menjadi energi dan di-trasfer atau di-transport ke permukaan suatu planet atau pesawat luar angkasa lainnya   Para crew tersebut diubah menjadi energi dan pada saat mereka sampai di tujuan, mereka kembali diubah menjadi materi/fisik.
 
Alloh SWT tentu saja lebih kuasa dan mampu mengubah manusia menjadi energi dan mengembalikannya lagi ke dalam bentuk materi.  Saya ercaya ini lah yang terjadi pada diri RAsulullah SAW saat isra' mi'raj terjadi.  Namun, karena pada zaman Rasulullah SAW masih hidup ilmu pengetahuan belum maju, maka Banyak orang menuduh Rasul kehilangan kewarasannya.  Bahkan, sepengetahuah saya, ada juga sebagian kaum muslimin yang murtad dan kembali menjadi kafir karena berita Isra' Mi'raj tadi.  Orang yang langsung mempercayai berita itu ada lah Abu Bakar sehingga beliau digelari As Shiddiq.
 
Nah, apa nih hubungannya sama peristiwa terbelahnya bulan tadi?peristiwa tadi adalah semacam mukjizat.  Mukjizat berasal dari kata Jaza' yang artinya lemah.  Mukjizat berarti sesuatu yang melemahkan.  Dalam hal ini, istilah mukjizat merujuk pada keajaiban-keajaiban yang bisa melemahkan argumentasi orang-orang kafir.  Mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul biasanya bersifat fisik, bisa langsung dilihat dengan mata kepala manusia.  Mukjizat Rasulullah lebih bersifat pemikiran karena manusia saat itu mulai maju dalam ilmu pengetahuan.  Namun, mukjizat yang bersifat fisik ternyata kadang-kadang masih diperlukan sehingga terjadilah peristiwa terbelahnya bulan itu tadi.
 
Semua mukjizat adalah hak prerogatif Alloh SWT.  Nabi Musa diperintahkan untuk memukul Laut Merah dengan tongkat beliau saat berada di tepi laut, bukan saat keluar dari Mesir.  Demikian pula dengan para Nabi lainnya.  Apabila bisa dipelajari, maka hal itu bukanlah mukjizat melainkan sihir.
 

2. Masalah pernahkah Amerika Serikat mendaratkan manusia di bulan?

Saya bukanlah ahli astronomi sehingga saya tidak merasa memiliki kompetensi yang cukup untuk menjawab pertanyaan ini.  Namun, karena cerita, atau lebih tepatnya teori konspirasi ini berkembang sangat cepat dan meramaikan jagat maya alias internet dan dunia nyata, maka ada beberapa kemungkinan yang dapat kita perkirakan:

2.1.  Pemerintah AS memang tidak pernah pernah mendaratkan astronot di bulan.  Bukan tidak mungkin hal ini benar karena pendaratan di bulan tentu memerlukan teknologi yang canggih dan perhitungan super rumit serta biaya yang sangat besar.  Namun sekali lagi saya tidak berani memastikan hal itu sebab saya pernah membaca artikel Prof. Yohannes Surya di Majalah Intisari yang isinya antara lain bukti otentik pendaratan manusia di bulan adalah batu-batu bulan yang tidak ada di bumi ini.

 

2.2  Pemerintah AS dan NASA memang berhasil mengirim astronot ke Bulan dengan menggunakan pesawat Apollo.  Lalu, ada yang bertanya mengapa mereka tidak pernah kembali lagi ke sana? Percaya atau tidak, saat browsing di Youtube, ada yang menjawab pertanyaan tersebut bahwa Para Astronot tersebut memang berhasil sampai ke Bulan, namun di sana mereka diusir oleh PENUNGGU BULAN ALIAS ALIEN, HIIIIIIIIIIIIIY, SERAM (coba saja cari di Youtube, gunakan search engine yang ada di sana dan masukkan kata2 berikut ini: Nasa, moon, alien).  Belum tentu benar sih, namun kita sebagai muslim tentu percaya pada adanya makhluk selain manusia, yang biasa disebut Jin.  Nah, mungkin saja para astronot ketemu saja Jin sehingga mereka tidak lagi berani kembali ke sana dan tidak ada lagi yang berani ke sana. Wallahualam

3. Apakah Penafsiran Peristiwa Terbelahnya Bulan merupakan sesuatu yang dapat diartikan secara harfiah atau sekedar metafora atau kiasan belaka?

Postingan hasil copy paste sebelumnya menceritakan kesaksian para ahli yang menceritakan bahwa Bulan seakan akan pernah terbelah di suatu masa dan disatukan kembali oleh suatu kekuatan maha dahsyat (Tuhan?).  Kita sebagai muslim tentu percaya bahkan yakin bahwa Alloh SWT mampu melakukan sesuatu yang bahkan lebih dahsyat dari sekedar membelah bulan.  Maka, bagi orang-orang muslim yang benar-benar beriman, hal tersebut tentu saja bisa diartikan secara harfiah.

Namun, saya juga pernah menyaksikan VCD Harun Yahya yang berjudul Tanda-Tanda Kiamat bahwa dalam Al Quran bahwa kata Arab yang dipergunakan dalam Al Qur'an, yaitu "saqaaa" memiliki arti yang lebih dekat pada membajak atau mencangkul

Surat ke 54 dari Al Qur'an dinamakan Surat Al Qomar yang berarti Bulan.  Ayat pertama surat ini berbunyi sebagai berikut:

1. Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan

Kata Arab yang digunakan dalam Al Qur'an pada ayat tersebut, Shaqqa, memiliki bermacam-macam makna, makna yang biasa digunakan adalah "membelah".  Namun, kata Shaqqa bisa juga berarti "mencangkul" atau "menggali" tanah.  Ayat yang menggunakan kata "Shaqqa" dalam Al Qur'an antara lain ayat 26 dari Surat 'Abasa, Surat ke 54:

26. kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,

Apabila kita kembali ke permasalahan terbelahnya bulan dan menggunakan makna "menggali" untuk menerjemahkan kata shaqqa tersebut, maka kita akan mendapatkan kenyataan bahwa para astronot Amerika telah menggali atau mencangkul batu-batu di bulan untuk mendapatkan sampel batu-batuan di bulan untuk keperluan penelitian.

Dengan demikian, sesungguhnya prediksi yang digambarkan dalam ayat pertama Surat Al Qomar tadi telah menjadi kenyataan.  Sehingga, kita sesungguhnya hidup di akhir zaman, menjelang kiamat. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa bulan memang pernah terbelah karena faktor mukjizat dan pernah pula dicangkul atau digali oleh para astronot. Kedua hal itu tidaklah saling bertentangan.
 
Justru kita harus kritis dan curiga pada teori konspirasi yang membantah Pendaratan Manusia di Bulan.  Mengapa banyak orang membantah pendaratan tersebut, apakah mereka ingin menutupi fakta bahwa peristiwa ini telah ada dan tersebut di dalam Al Qur'an?

Lalu, siapakah yang mensponsori teori konspirasi tersebut? Wallahualam.

Sebagai tambahan silahkan mengunjungi situs2 berikut ini:

  1. Tanda-tanda Kiamat
  2. Video-video tentang NASA di Youtube
  3. Signs of the Last Day
  4. Situs Harun Yahya

Sebagai tambahan, saya mencoba memasukkan film "The Sign Of The Last Day" dari Harun Yahya ke posting-an kali ini

                     

Jika filmnya tidak bisa ditonton, mohon klik di sini untuk mendownload

Semoga bermanfaat, yang benar hanya dari Alloh SWT, yang salah dari saya pribadi sebagai makhluk yang lemah

Rabu, 16 April 2008

Bulan Memang Pernah TERBELAH!!!!!!



Apr 17, '08 12:41 AM
for everyone

Dari milis tetangga...

Masihkah kita ragu akan kebenaran Islam?

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut :

Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an.

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah" mengandung mukjizat secara ilmiah?

Maka saya menjawabnya: "Tidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu".

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah SAW membelah bulan. Kisah itu adalah di masa sebelum hijrah dari Mekah Al-Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok) ?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ?" Mereka menjawab: "Coba belahlah bulan ..." Maka Rasulullah SAW pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah SWT agar menolongnya. Maka Allah SWT memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!".

Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Mereka lantas menunggu-nunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?". Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!! !".

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: "Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus" , dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ....." sampai akhir surat Al-Qamar.

"Ini adalah kisah nyata", demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdirilah seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan? " Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: "Dipersilahkan dengan senang hati."

Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah.... ..." Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah-lah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.

Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi hangat antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa. Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya?" Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!" Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali". Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!!"".

Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... (aku pun bergumam), "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan .. saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.

Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq

ISLAM ADALAH RAHMATAN LIL'AALAMIIN

Komentar:
1. Setelah membaca tulisan di atas, saya jadi bertanya-tanya apakah maksud orang-orang yang menyebarkan teori konspirasi bahwa NASA tidak pernah mendaratkan manusia di Bulan?

2. Pertanyaan kedua: Mengapa NASA TIDAK PERNAH KEMBALI KE BULAN?

sebagai tambahan, silakan lihat ini:
http://www.youtube.com/watch?v=uGVWXq_xSoo

Semoga bermanfaat