Selasa, 23 Desember 2008
Unseen Hand
Unseen Hand
in the same world with different touch
Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya. [Q.S. Ibrahim: 46]
Rabu, 10 September 2008
[POLLING] Pendapat anda tentang para pelaku Tragedi 11 September (9/11)
Al Qaeda, Taliban, Osama Bin Ladin dkk
Ini sih kerjaan orang dalam Pemerintahan AS sendiri
Ada pihak ketiga yang mengail di air keruh
Tidak tahu (masih berusaha mencari informasi)
Tidak peduli alias masa bodo
Kita semua tentu masih ingat peristiwa Selasa kelabu pada tahun 2001 yang lalu, saat AS diserang. Namun, sampai sekarang para pelakunya masih menjadi kontroversi yang tidak berkesudahan. Silang pendapat bertubi-tubi sampai sekarang.
Jika anda ingin berpendapat, silahkan isi polling berikut ini.
Semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan.
Kamis, 24 Juli 2008
[ARTIKEL] “Jeratan” Neoliberalisme
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Other |
Ibu, aku tidak punya data komplit
tentang ketidakadilan
Hanya mataku terpaku di hingar jalan raya aspalan
Kendaraan bikinan jepang itali amerika laju
Tetapi abang-abang becak disingkirkan
oleh kebijaksanaan pembangunan, Ibu.
( Wiji Thukul, dalam “Kepada Ibu” )
“Jeratan” Neoliberalisme
Setelah mengalami krisis ekonomi sejak tahun 1998, sampai saat sekarang nampaknya perekonomian kita belum juga pulih seperti sediakala. Setelah berkali-kali berganti presiden, kita masih juga dililit berbagai persoalan seperti tingginya angka pengangguran dan makin meluasnya kemiskinan, inilah bukti bahwa perekonomian kita yang belum juga benar-benar stabil.
Terlepas dari kompleksnya masalah yang terjadi, sebagian masyarakat nampak kecewa dan menilai kinerja dari pemerintah jauh dari harapan. Menurut hemat penulis, faktor utama yang menyebabkan terasa lambannya kinerja pemerintah dalam mengatasi krisis adalah tidak adanya keleluasaan (kemandirian) pemerintah untuk mengambil keputusan (decision making) terhadap persoalan itu terutama yang menyangkut keputusan sosio-ekonomi yang penting. Berbagai kebijakan ekonomi yang akan diambil pemerintah harus disesuaikan dan mendapat “persetujuan” dari lembaga ekonomi internasional seperti IMF dan Bank Dunia.
Indonesia sebagaimana negara-negara dunia ketiga miskin lainnya sudah “terjerat” pada sejumlah perjanjian yang dibuat negara-negara industri maju dalam sebuah ideologi ekonomi yang disebut pasar bebas, globalisasi atau lebih tepatnya neoliberalisme. Seperti yang kita tahu bersama, sejak lama negara kita dalam membangun dan membiayai dirinya tergantung kepada utang dan pinjaman luar negeri yang berasal dari lembaga-lembaga keuangan tersebut.
Neoliberalisme dan Sistem dan Cara Kerjanya
Untuk memahami pengertian umum, neoliberalisme dapat diartikan sebagai cara-cara untuk mengusahakan agar perdagangan antar bangsa menjadi lebih mudah. Maksudnya, mengusahakan barang-barang, sumber daya dan perusahaan-perusahaan lebih bebas bergerak, dalam upaya mendapatkan sumber daya yang lebih mudah, untuk memaksimalkan keuntungan dan efesiensi. (Pradana, 2005 ; Setiawan, 2006).
Adapaun yang menjadi prinsip-prinsip dasar dari pelaksanaan neoliberalisme (Martinez dan Garcia, 1997), adalah sebagai berikut :
1. Aturan Pasar
Membebaskan perusahaan-perusahaan swasta dari setiap keterikatan yang dipaksakan pemerintah. Keterbukaan sebesar-besarnya atas perdagangan internasional dan investasi. Mengurangi upah buruh lewat pelemahan serikat buruh dan penghapusan hak-hak buruh. Tidak ada lagi kontrol harga, sepenuhnya kebebasan total dari gerak modal, barang dan jasa.
2. Memotong Pengeluaran Publik untuk Pelayanan Sosial
Ini ditujukan seperti terhadap sektor pendidikan dan kesehatan, pengurangan anggaran untuk 'jaring pengaman' untuk orang miskin, dan sering juga pengurangan anggaran untuk infrastruktur publik, seperti jalan, jembatan, air bersih, ini juga guna mengurangi peran pemerintah. Di lain pihak mereka tidak menentang adanya subsidi dan manfaat pajak (tax benefits) untuk kalangan bisnis.
3. Deregulasi
Mengurangi paraturan-peraturan dari pemerintah yang bisa mengurangi keuntungan pengusaha (swasta).
4. Privatisasi
Menjual BUMN-BUMN di bidang barang dan jasa kepada investor swasta. Termasuk bank-bank, industri strategis, jalan raya, jalan tol, listrik, sekolah, rumah sakit, bahkan juga air minum. Selalu dengan alasan demi efisiensi yang lebih besar, yang nyatanya berakibat pada pemusatan kekayaan ke dalam sedikit orang dan membuat publik membayar lebih banyak.
5. Menghapus Konsep Barang Publik
Menggantinya dengan “tanggungjawab individual”, yaitu menekankan rakyat miskin untuk mencari sendiri solusinya atas tidak tersedianya perawatan kesehatan, pendidikan, jaminan sosial dan lain-lain; dan menyalahkan mereka atas kemalasannya.
Kalau kita cermati pengertian dan cara kerja dari sistem ekonomi neoliberalisme saat ini, ternyata telah begitu jauh menyimpang dari pemikiran ekonomi liberal klasik. Landasan dasar pemikiran ekonomi liberalisme klasik adalah gagasan anti naturalistik tentang pasar dan kompetisi. Konsep pasar (market) dilihat sebagai salah satu dari berbagai macam model hubungan sosial bentukan manusia.
Pasar bukanlah suatu gejala alami seperti gempa bumi atau musim semi, misalnya. Dalam gejala alami tersebut, bahkan seandainya tidak ada manusia sekalipun hukum-hukum alami itu akan tetap berlaku. Oleh karena pasar bukanlah gejala alami, maka pasar dapat diciptakan dan dibatalkan menurut desain dari kehendak manusia. Tidak ada ekonomi yang terpisah dari politik, sebagaimana tidak ada politik yang terlepas dari ekonomi, sehingga kinerja pasar juga membutuhkan adanya tindakan-tindakan “politik” yang bertugas menciptakan sederet kondisi bagi beroperasinya keadilan dan kompetitif (Pradana, 2005).
Kemiskinan dalam Realita Masyarakat Kita
Kemiskinan yang terjadi dalam masyarakat kita kebanyakan adalah kemiskinan yang terjadi akibat kebijakan dan sistem ekonomi yang diterapkan pemerintah tidak mampu menyediakan atau mendorong terciptanya lapangan kerja yang layak dan memadai, jadi gejala kemiskinannya bersifat struktural. Menurut Soemardjan (1980) kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang diderita oleh suatu golongan masyarakat yang karena struktur sosial masyarakat itu tidak dapat ikut menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia bagi mereka.
Prinsip ekonomi pasar bebas secara terang-terangan menolak campur tangan negara, dengan demikian pasar dengan bebas dikendalikan oleh pemilik modal. Sudah bisa diramalkan bahwa kelas bawah, kelompok miskin dan kaum buruh akan dieksploitasi dan nasibnya sangat tergantung kepada kekuasaan kelompok kapitalis
Peran negara sebagai regulator dihilangkan menjadi semata-mata penyedia infrastruktur bagi berputarnya roda-roda perekonomian. Pengeluaran negara untuk subsidi kebutuhan dasar masyarakat dipangkas seperti pendidikan, kesehatan, dan pertanian, menyebabkan beban yang ditanggung kelompok menengah-bawah semakin berat untuk dipikul. Sebagai contoh, dengan dihapuskannya subsidi pupuk dan pestisida bagi petani, menyebabkan biaya yang dikeluarkan tidak lagi sebanding dengan hasil panen yang mereka peroleh.
Belum lagi kebutuhan bagi biaya sekolah anak-anak yang meningkat, menyebabkan jutaan petani kita di perdesaan mengalami penurunan mutu kehidupan atau meningkatnya kemiskinan. Dalam kondisi yang demikian para petani yang hidup dengan pola subsistensi (produsen), lalu berubah menjadi massa konsumsi (konsumen) dan akhirnya membutuhkan barang-barang dan produk impor dari negara-negara maju.
Peran dan tanggung jawab pemerintah untuk layanan pendidikan masyarakat dihilangkan, bukan hanya berdampak semakin tidak terjangkaunya pendidikan bagi orang miskin, tetapi menyebabkan secara permanen pendidikan beralih menjadi lahan baru untuk digarap oleh kaum kapitalis. Penerapan status BHMN di sejumlah PTN menyebabkan kian tingginya biaya kuliah dan semakin tersingkirnya orang miskin dari peradaban dan kemajuan. Di daerah perkotaan, sudah sejak lama adanya keluhan akan gejala komersialisasi pendidikan dengan tinggi tarifnya uang masuk SD, SLTP dan SLTA. Sebuah perubahan dan fenomena ironis dalam dunia pendidikan yang terjadi saat ini, bila dibandingkan dengan zaman Orde Baru, yang justru pernah gencar-gencarnya dengan program “wajib belajar”. Penyelenggaraan pendidikan swasta telah bergeser dari tujuan mencerdaskan bangsa menjadi prilaku bisnis yang mencari keuntungan.
Kebijakan deregulasi dan privatisasi oleh negara-negara dunia ketiga tidak lain bertujuan agar negara-negara maju ikut ambil bagian (investasi dari kelebihan modal yang dimiliki) memperoleh keuntungan. Pada era pemerintahan sebelumnya (Megawati), dengan alasan efesiensi sejumlah BUMN “dilego” kepada investor asing, termasuk diantaranya perusahaan yang mengatur hajat hidup pokok rakyat, seperti listrik, air bersih, telekomunikasi, dan pabrik semen. ***
BAHAN BACAAN :
Alfian (et.al). 1980. Kemiskinan Struktural; Sebuah Bunga Rampai. Jakarta : Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial.
Budiman, Arief. 1990. Sistem Perekonomian Pancasila dan Ideologi Ilmu Sosial di Indonesia. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Gorz, Andre. 2005. Anarki Kapitalisme. Yogyakarta : Resist Book.
Hasan, M. Fadhil. Refleksi: “Masalah Pengangguran dan Kemiskinan”. Jurnal Bisnis & Ekonomi Politik. Volume 7, No. 1 Januari 2006. Jakarta : INDEF.
Martinez, Elizabeth dan Arnoldo Garcia, “What is Neo-Liberalism?”, Third World Resurgence No. 99/1998.
Petras, James. 2004. Jalan Ketiga ; Mitos dan Realitas. Jakarta : IGJ dan Lembaga Pembebasan.
Pradana, Rifky. 2005. “Neo-Liberalisme, Siapakah Dia?”. www.kau.or.id/file/artikel. Diakses tanggal 1 Juli 2006.
Prasetyo, Eko. 2005. Orang Miskin Tanpa Subsidi. Yogyakarta : Resist Book.
Remi, Sutyastie Soemitro. “Korelasi Pembangunan Ekonomi, Manusia, dan Kemiskinan di Indonesia”. Jurnal Bisnis & Ekonomi Politik. Volume 7, No. 1 Januari 2006. Jakarta : INDEF.
Setiawan, Bonnie. 2006. “Ekonomi Pasar Yang Neo-Liberalistik Versus Ekonomi Berkeadilan Sosial”. Makalah diskusi publik Forum Komunikasi Partai Politik dan Politisi untuk Reformasi. Tanggal 12 Juni 2006 di DPR-RI Jakarta.
Shah, Anup. 2001. “Kepentingan Utama Globalisasi”. dalam Neoliberalisme : Memimpikan Penghisapan Tak Henti-Hentinya. Jakarta : IGJ dan Lembaga Pembebasan.
Sumber: http://elfitra.multiply.com/journal/item/13
36 Tokoh Iklan Freedom Institute | Berita Tokoh Indonesia
berita tentang
36 Tokoh Iklan Kenaikan Harga BBM
[ARTIKEL] Daftar Nama Pendukung Kenaikan Harga BBM
| Rating: | ★ |
| Category: | Other |
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro yang berulangkali menaikan harga BBM ternyata di zaman Megawati juga menaikan harga BBM.
Semoga intelektual kita lebih memihak kepada rakyat. Berikan BBM dengan harga yang terjangkau kepada rakyat. Bukan harga Internasional.
Dukung Pemerintah
36 Tokoh Iklan Kenaikan Harga BBM
Jakarta 8/3/2005: Sebanyak 36 tokoh diiklankan Freedom Institute sebagai pendukung pemerintah mengurangi subsidi BBM (menaikkan harga BBM). Sebagian mereka mempertaruhkan kredibilitas yang sebelumnya sudah sangat diakui oleh masyarakat sebagai tokoh intelektual yang berpihak kepada kepentingan umum dalam profesinya masing-masing.
Mereka di antaranya berprofesi sebagai akademisi, peneliti, pemerhati sosial, rohaniwan, seniman, pengusaha, advokat, ekonom, politisi dan wartawan. Tampilnya nama-nama sebagian tokoh diiklan Freedom Institute ini menjadi sorotan publik yang dinilai sebagai kurang pantas dilakukan oleh tokoh intelektual yang tadinya dianggap berpihak kepada kepentingan umum. Namun rupanya, para tokoh itu mempunyai alasan sendiri bersedia ditampilkan sebagai tokoh iklan kenaikan harga BBM itu.
Iklan untuk mendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM itu diterbitkan di media massa tanggal 26 Februari 2005, beberapa hari sebelum pemerintah menaikkan harga BBM dalam negeri rata-rata 29 persen tanggal 1 Maret 2005. Kebijakan menaikkan harga BBM ini mendapat penolakan dari berbagai pihak yang dampaknya dirasakan sangat memberatkan rakyat kecil.
Nama-nama tokoh yang tampil sebagai bintang iklan pendukung kenaikan harga BBM bersama-sama dengan Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal, itu antara lain rohaniwan Franz Magnis Suseno, tokoh pers dan pendiri Tempo Gunawan Muhammad dan Fikri Jufrie, pengacara kondang pembela hak-hak asasi manusia Todung Mulya Lubis, dan tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar-Abdalla.
Nama-nama lain yang menjadi bintang iklan Freedom Institute, itu adalah Agus Sudibyo, Anggito Abimanyu (ekonom), Anton Gunawan, Ayu Utami (senimawati), Bimo Nugroho (praktisi televisi), Dana Iswara (praktisi televisi), Dodi Anbardi, Hadi Soesastro (ekonom), Hamid Basyaib, Ichsan Loulembah (anggota DPD dari Sulawesi Tengah), dan Jeffrie Geovanie (Direktur Kampanye Calon Presiden HM Amien Rais).
Juga Jeannette Sdjunadi, Lin Che Wei (ekonom), Luthfi Assyaukenie, M. Chatib Basri (ekonom), M Ikhsan (ekonom), M Sadli (ekonom), Mohammad S Hidayat (pengusaha, Ketua Kadin 2004-2008), Nirwan Dewanto (pengusaha), Nong Darol Mahmada, Nono Anwar Makarim (advokat senior), Raden Pardede (ekonom), Rahman Tolleng (politisi Golkar dari Bandung), Rizal Mallarangeng (adik Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Andi Mallarangeng), Rustam F Mandayun, Saiful Mujani (peneliti pada sejumlah polling-polling), Sofyan Wanandi (pengusaha), Sugiarto Chandra dan Thee Kian Wie.
Iklan full-colour satu halaman penuh itu memuat data, bahwa dengan harga minyak dunia saat ini, subsidi BBM akan mencapai Rp 70 trilyun. Artinya, negara harus menghabiskan Rp 200 miliar setiap hari hanya untuk menyangga harga BBM.
ôBerapa sekolah dan puskesmas yang dapat kita bangun setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan, dengan dana sebesar itu? petikan iklan Freedom Institute, institusi yang disebut independen dan pendiriannya diprakarsai Aburizal Bakrie itu.
Ditampilkan pula grafik hasil perhitungan LPEM-FEUI, yang jika diiringi dengan program kompensasi tertentu pengurangan subsidi BBM justru mengurangi jumlah kaum miskin. Menurut LPEM-FEUI itu, dampak kenaikan BBM dari jumlah penduduk miskin Indonesia kondisi awal adalah sejumlah 16,25%, dengan kenaikan BBM 30% jumlah penduduk miskin Indonesia menjadi 16,43%. Dan sesudah kompensasi jumlah penduduk miskin menurut LPEM-FEUI akan turun menjadi hanya 13,87%.
Program kompensasi ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti beasiswa pendidikan, perbaikan sarana kesehatan, dan bantuan beras murah. ôKita harus berani memilih: bersembunyi dibalik kekeliruan masa lalu, atau menghadapi persoalan sekarang untuk menyiapkan masa depan bersama yang lebih baik,ö demikian bunyi terakhir iklan yang akhirnya menuai beragam kontroversi di masyarakat, bahkan mempertanyakan ketokohan para bintang iklan yang selama ini kredibiltasnya sesungguhnya sudah pernah diakui oleh masyarakat sebagai tokoh yang baik-baik. *ti/ht
http://www.tokohindonesia.com/berita/berita/2005/01/freedom.shtml
Nama Pendukung Kenaikan Harga BBM Berdasarkan Abjad
Agus Sudibyo
Andi Mallarangeng
Anggito Abimanyu
Anton Gunawan
Ayu Utami
Bimo Nugroho
Dana Iswara
Dino Patti Djalal
Dodi Anbardi
Fikri Jufrie
Franz Magnis Suseno
Gunawan Muhammad
Hadi Soesastro
Hamid Basyaib
Ichsan Loulembah
Jeannette Sdjunadi
Jeffrie Geovanie
Lin Che Wei
Luthfi Assyaukanie
M Ikhsan
M Sadli
M. Chatib Basri
Mohammad S Hidayat
Nirwan Dewanto
Nong Darol Mahmada
Nono Anwar Makarim
Raden Pardede
Rahman Tolleng
Rizal Mallarangeng
Rustam F Mandayun
Saiful Mujani
Sofyan Wanandi
Sugiarto Chandra
Thee Kian Wie
Todung Mulya Lubis
Ulil Abshar-Abdalla
Sumber: http://infoindonesia.wordpress.com/2008/07/24/daftar-nama-pendukung-kenaikan-harga-bbm-tahun-2005/#comment-554
Rabu, 21 Mei 2008
American Streets Gangs In The US Military
Mohon maaf sekali lagi karena saya memposting vidoe yang mengandung kekerasan. Namun, apa daya karena sudah ada yang menyanjung-nyanjung Amerika setinggi langit sehingga yang ini harus keluar ke permukaan. sekali lagi tentang gangster di tubuh US military.
sumber:
http://www.youtube.com/watch?v=hmPcvH2Y3oY&feature=related
semoga bermanfaat dan bagi yang tidak tahan dengan kekerasan dianjurkan tidak melihat.
Los Angeles - The Gang Capital
Mohon maaf sebelumnya saya dengan sangat terpaksa memposting video-video yang mengandung kekerasan dan gang di Amerika. Hal ini saya lakukan hanya untuk mem-balance informasi tentang Amerika yang terlalu dipuja-puja sebagian pengguna Multiply, sampai dibilang tanah surga segala.
Los Angeles - City of Angels
Many movies and songs about Los Angeles depict the notion that the city is home to a large number of gangsters and professional criminals. According to a May 2001 Drug Threat Assessment by the National Drug Intelligence Center, Los Angeles County is home to 152,000 gang members organized into 1,350 gangs. Among the most infamous are the Crips, Bloods, 18th Street, Florencia 13, and MS-13 (Mara Salvatrucha). This has led to the city being referred to as the "Gang Capital of America." Car chases happen more often than in most other major cities, with the city's complex freeway system allowing for lengthier pursuits. Other automobile-oriented crimes include car-to-car shootings, drive-by shootings, hit-and-run accidents, and carjackings.
Thiaz
Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=0CPhAXn-tCQ&feature=related
Gangs in the Military (Gangster dalam tubuh militer Amerika Serikat)
Mohon maaf sebelumnya saya dengan sangat terpaksa memposting video-video yang mengandung kekerasan dan gang di Amerika. Hal ini saya lakukan hanya untuk mem-balance informasi tentang Amerika yang terlalu dipuja-puja sebagian pengguna Multiply, sampai dibilang tanah surga segala.
Video ini menceritakan tentang para gangster yang bergabung ke US Military (tentara Amerika) untuk belajar cara berperang secara militer. Ada adegan pertempuran antara anggota gang yang bersenjata senapan serbu standar militer (M - 16) melawan para polisi. Sebagian polisi terbunuh.
Kesaksian mantan gangster, termasuk Neo Nazi, juga menguatkan fakta adanya para gangsteer di US Military, sehingga kelakuan mereka di Iraq dan negara-negara jajahan AS serta di penjara-penjara rahasia mereka spt Abu Ghuraib dan Guantanamo dapat kita pahami latar belakangnya.
Semoga bermanfaat dan bagi anda yang tidak kuat melihat adegan-adegan sadis dan kejam, saya sarankan tidak melihat tayangan ini. terima kasih.
sumber: http://www.youtube.com/watch?v=dgwfVJIoBNM&NR=1
Gangs joining the military to train for war on the streets.
Kamis, 17 April 2008
Bulan Memang Pernah TERBELAH!!!!!! Part 2
Pandangan saya tentang peristiwa Terbelahnya Bulan
Rasanya koq enggak puas kalo cuma Copy Paste, karena itu saya Melanjutkan Posting Ko-Pas sebelum ini tentang Peristiwa terbelahnya Bulan. Saya sekaligus ingin mencoba memasukkan video Harun Yahya di blog ini. Ini baru percobaan, jika hasilnya kurang bagus, saya mohon maaf dan akan mencoba lagi lain kali dengan lebih baik
Saya ingin membagi posting-an ini menjadi tiga masalah
- Benarkah bulan terbelah?
- Apakah benar NASA dengan Proyek Apollo-nya berhasil mendaratkan manusia di bulan?
- Apakah pengertian atau penafsiran bulan terbelah merupakan penafsiran yang leteral atau lebih merupakan metafora atau kiasan belaka?
Mari kita bahas satu per satu:
1. Benarkah bulan pernah terbelah?
Mengapa tidak? Bisa jadi Peristiwa itu merupakan ujian bagi keimanan kita, seperti peristiwa Isra' Mi'raj yang pada waktu itu banyak tidak bisa diterima masyarakat Makkah. Sempat ada perdebatan mengenai cara beliau melakukan Isra' Mi'raj, apakah ruh dan jasadnya atau ruhnya saja, merogo sukmo bahasa Jawanya. Namun, peristiwa Isra' Miraj sendiri sebenarnya bagi orang-orang beriman masuk akal karena pada saat itu Rasulullah sebenarnya tidak ada usaha sama sekali. Beliau hanya mengikuti kehendak Alloh SWT melalui Malaikat Jibril
Albert Einsten menyatakan bahwa energi dan materi hakikatnya adalah hal yang sama dalam bentuk yang berbeda. Mungkin rekan-rekan yang suka menonton film Star Trek pernah melihat adegan Para Crew Pesawat USS Enterprise naik ke atas suatu platform dan disinari sehingga tubuh mereka berubah menjadi energi dan di-trasfer atau di-transport ke permukaan suatu planet atau pesawat luar angkasa lainnya Para crew tersebut diubah menjadi energi dan pada saat mereka sampai di tujuan, mereka kembali diubah menjadi materi/fisik.
Alloh SWT tentu saja lebih kuasa dan mampu mengubah manusia menjadi energi dan mengembalikannya lagi ke dalam bentuk materi. Saya ercaya ini lah yang terjadi pada diri RAsulullah SAW saat isra' mi'raj terjadi. Namun, karena pada zaman Rasulullah SAW masih hidup ilmu pengetahuan belum maju, maka Banyak orang menuduh Rasul kehilangan kewarasannya. Bahkan, sepengetahuah saya, ada juga sebagian kaum muslimin yang murtad dan kembali menjadi kafir karena berita Isra' Mi'raj tadi. Orang yang langsung mempercayai berita itu ada lah Abu Bakar sehingga beliau digelari As Shiddiq.
Nah, apa nih hubungannya sama peristiwa terbelahnya bulan tadi?peristiwa tadi adalah semacam mukjizat. Mukjizat berasal dari kata Jaza' yang artinya lemah. Mukjizat berarti sesuatu yang melemahkan. Dalam hal ini, istilah mukjizat merujuk pada keajaiban-keajaiban yang bisa melemahkan argumentasi orang-orang kafir. Mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul biasanya bersifat fisik, bisa langsung dilihat dengan mata kepala manusia. Mukjizat Rasulullah lebih bersifat pemikiran karena manusia saat itu mulai maju dalam ilmu pengetahuan. Namun, mukjizat yang bersifat fisik ternyata kadang-kadang masih diperlukan sehingga terjadilah peristiwa terbelahnya bulan itu tadi.
Semua mukjizat adalah hak prerogatif Alloh SWT. Nabi Musa diperintahkan untuk memukul Laut Merah dengan tongkat beliau saat berada di tepi laut, bukan saat keluar dari Mesir. Demikian pula dengan para Nabi lainnya. Apabila bisa dipelajari, maka hal itu bukanlah mukjizat melainkan sihir.
2. Masalah pernahkah Amerika Serikat mendaratkan manusia di bulan?
Saya bukanlah ahli astronomi sehingga saya tidak merasa memiliki kompetensi yang cukup untuk menjawab pertanyaan ini. Namun, karena cerita, atau lebih tepatnya teori konspirasi ini berkembang sangat cepat dan meramaikan jagat maya alias internet dan dunia nyata, maka ada beberapa kemungkinan yang dapat kita perkirakan:
2.1. Pemerintah AS memang tidak pernah pernah mendaratkan astronot di bulan. Bukan tidak mungkin hal ini benar karena pendaratan di bulan tentu memerlukan teknologi yang canggih dan perhitungan super rumit serta biaya yang sangat besar. Namun sekali lagi saya tidak berani memastikan hal itu sebab saya pernah membaca artikel Prof. Yohannes Surya di Majalah Intisari yang isinya antara lain bukti otentik pendaratan manusia di bulan adalah batu-batu bulan yang tidak ada di bumi ini.
2.2 Pemerintah AS dan NASA memang berhasil mengirim astronot ke Bulan dengan menggunakan pesawat Apollo. Lalu, ada yang bertanya mengapa mereka tidak pernah kembali lagi ke sana? Percaya atau tidak, saat browsing di Youtube, ada yang menjawab pertanyaan tersebut bahwa Para Astronot tersebut memang berhasil sampai ke Bulan, namun di sana mereka diusir oleh PENUNGGU BULAN ALIAS ALIEN, HIIIIIIIIIIIIIY, SERAM (coba saja cari di Youtube, gunakan search engine yang ada di sana dan masukkan kata2 berikut ini: Nasa, moon, alien). Belum tentu benar sih, namun kita sebagai muslim tentu percaya pada adanya makhluk selain manusia, yang biasa disebut Jin. Nah, mungkin saja para astronot ketemu saja Jin sehingga mereka tidak lagi berani kembali ke sana dan tidak ada lagi yang berani ke sana. Wallahualam
3. Apakah Penafsiran Peristiwa Terbelahnya Bulan merupakan sesuatu yang dapat diartikan secara harfiah atau sekedar metafora atau kiasan belaka?
Postingan hasil copy paste sebelumnya menceritakan kesaksian para ahli yang menceritakan bahwa Bulan seakan akan pernah terbelah di suatu masa dan disatukan kembali oleh suatu kekuatan maha dahsyat (Tuhan?). Kita sebagai muslim tentu percaya bahkan yakin bahwa Alloh SWT mampu melakukan sesuatu yang bahkan lebih dahsyat dari sekedar membelah bulan. Maka, bagi orang-orang muslim yang benar-benar beriman, hal tersebut tentu saja bisa diartikan secara harfiah.
Namun, saya juga pernah menyaksikan VCD Harun Yahya yang berjudul Tanda-Tanda Kiamat bahwa dalam Al Quran bahwa kata Arab yang dipergunakan dalam Al Qur'an, yaitu "saqaaa" memiliki arti yang lebih dekat pada membajak atau mencangkul
Surat ke 54 dari Al Qur'an dinamakan Surat Al Qomar yang berarti Bulan. Ayat pertama surat ini berbunyi sebagai berikut:
1. Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan
Kata Arab yang digunakan dalam Al Qur'an pada ayat tersebut, Shaqqa, memiliki bermacam-macam makna, makna yang biasa digunakan adalah "membelah". Namun, kata Shaqqa bisa juga berarti "mencangkul" atau "menggali" tanah. Ayat yang menggunakan kata "Shaqqa" dalam Al Qur'an antara lain ayat 26 dari Surat 'Abasa, Surat ke 54:
26. kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,
Apabila kita kembali ke permasalahan terbelahnya bulan dan menggunakan makna "menggali" untuk menerjemahkan kata shaqqa tersebut, maka kita akan mendapatkan kenyataan bahwa para astronot Amerika telah menggali atau mencangkul batu-batu di bulan untuk mendapatkan sampel batu-batuan di bulan untuk keperluan penelitian.
Dengan demikian, sesungguhnya prediksi yang digambarkan dalam ayat pertama Surat Al Qomar tadi telah menjadi kenyataan. Sehingga, kita sesungguhnya hidup di akhir zaman, menjelang kiamat. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa bulan memang pernah terbelah karena faktor mukjizat dan pernah pula dicangkul atau digali oleh para astronot. Kedua hal itu tidaklah saling bertentangan.
Justru kita harus kritis dan curiga pada teori konspirasi yang membantah Pendaratan Manusia di Bulan. Mengapa banyak orang membantah pendaratan tersebut, apakah mereka ingin menutupi fakta bahwa peristiwa ini telah ada dan tersebut di dalam Al Qur'an?
Lalu, siapakah yang mensponsori teori konspirasi tersebut? Wallahualam.
Sebagai tambahan silahkan mengunjungi situs2 berikut ini:
Sebagai tambahan, saya mencoba memasukkan film "The Sign Of The Last Day" dari Harun Yahya ke posting-an kali ini
Jika filmnya tidak bisa ditonton, mohon klik di sini untuk mendownload
Semoga bermanfaat, yang benar hanya dari Alloh SWT, yang salah dari saya pribadi sebagai makhluk yang lemah
Minggu, 13 April 2008
Minggu, 30 Maret 2008
Berita VOA, - Rakyat Amerika Serikat susah
Beberapa hari ini koq sulit tidur terus ya?
Gara-gara masang Internet sih, lho koq?
Selain rasa penasaran yang menyiksa, mungkin jam biologis saya juga sudah harus di "set" ulang
Sempat lihat VOA di Indosiar, sekitar jam 2 pagi kurang, beritanya tentang 5 tahun sudah berlalu sejak Amerika Serikat dan sekutunya menyerang Iraq. Konon, Amerika mengira bahwa dia bisa menang mudah di Iraq dan dia akan disambut dengan antusias oleh warga Iraq
Saya pernah membaca di Majalah Sabili (edisinya lupa, nanti saya coba cek lagi) bahwa harga satu butir peluru AK-47 tiga dollar. Mari kita asumsikan bahwa senjata standarnya US ARMY (mereka bawa M16 atau bukan sih?) pelurunya lebih mahal, mungkin 5 dollar. Satu magazen/tempat peluru isinya 20 buah (AK 47 isinya 30). Jadi satu magazen biayanya 20 x 5 dollar = 100 dollar, belum termasuk magazen itu sendiri. Satu orang tentara anggaplah bawa magazen cadangan 9 buah jadi sama yang ada di senjatanya jumlahnya 10 (gak cukup donk kalo enggak bawa cadangan) jadi biaya pelurunya 100 dollar (per magazen) x 10 = 1000 dollar, itu baru biaya peluru satu orang tentara. Belum lagi pakaian seragam, helm, sepatu tempur, ransel, bekal makanan dan minuman (gurun gitu loh, gak bawa air bahaya), etc, etc, etc. Jangan lupa, semua itu baru untuk satu orang tentara. Lha, tentara Amerika dan sekutunya yang menyerbu Iraq ada berapa ratus ribu orang? Lagipula, Mr. Bush yang katro itu sudah beberapa kali minta tambah dana dan pasukan untuk dikirim (jadi korban) di iraq. Menurut Ustadz Heri Nurdi
Nah, dalam siaran VOA itu disebutkan bahwa ekonomi Amerika yang terlihat tangguh dan seakan-akan unlimited atw enggak habis-habis, sekarang sudah habis-habisan. Harga-harga melambung tinggi atau barang-barang ukurannya menyusut, seperti sabun, makanan sehari-hari dan lain sebagainya. Rakyat Amerika dikabarkan terkejut dengan segala perubahan itu. Kasihan sekali mereka, biasa hidup nyaman, eh akhirnya begitu.
Maka, sulit untuk tidak mempercayai kebenaran yang terkandung dalam buku yang ditulis Jhon Perkins yang berjudul A Confession of Economic Hitman (belum baca sih tetapi lihat judulnya saja sudah merinding setengah mati) dan analisa dari para pakar lain seperti Joseph E. Stiglitz dan sebagainya.
Semoga mata mereka bisa terbuka lebar dan melihat kebenaran yang datang dari Alloh SWT sehingga hidayah bisa menghampiiri mereka. Juga agar rasa empati terhadap bangsa lain timbul sehingga tidak merasa diri paling superior
Tayangan ini merangkum sepak terjang USA di pentas dunia internasional, silahkan dinikmati (kalo bisa). Bayangkan biaya yang dikeluarkan sehingga anda akan tahu kenapa rakyat Amerika sekarang jadi susah
Sumber: http://youtube.com/watch?v=-EpbfWnOQrI
Semoga bermanfaat