Tampilkan postingan dengan label hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hadits. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Desember 2008

[TAGGED POSTING] 3 favorite Hadiths

In the Name of Allah, the Most Compassionate, the Most Merciful


I was also tagged by my sister, Maryam, in this post.  The task is to find 3 hadiths that I would like to see in the mosques around me and why.  I have also include the source link of the hadiths.  Here they are:

1

Translation of Sahih Bukhari, Volume 7, Book 71, Number 582:

Narrated Abu Huraira:

The Prophet said, "There is no disease that Allah has created, except that He also has created its treatment."

http://www.iiu.edu.my/deed/hadith/bukhari/071_sbt.html

2

Translation of Sahih Bukhari, Volume 7, Book 65, Number 286:

Narrated Abu Musa Al-Ash'ari:

The Prophet said, "Give food to the hungry, pay a visit to the sick and release (set free) the one in captivity (by paying his ransom)."

http://www.iiu.edu.my/deed/hadith/bukhari/065_sbt.html

3

On the authority of Abu Hurairah that the Prophet said:

p "Whosoever removes a worldly grief from a believer, Allah will remove from him one of the griefs of the Day of Judgment. Whosoever alleviates [the lot of] a needy person, Allah will alleviate [his lot] in this world and the next. Whosoever shields a Muslim, Allah will shield him in this world and the next. Allah will aid a servant [of His] so long as the servant aids his brother. Whosoever follows a path to seek knowledge therein, Allah will make easy for him a path to Paradise. No people gather together in one of the houses of Allah, reciting the Book of Allah and studying it among themselves, without tranquility descending upon them, mercy enveloping them, the angels surrounding them, and Allah making mention of them amongst those who are with Him. Whosoever is slowed down by his actions will not be hastened forward by his lineage."

p related by Muslim in these words.

http://www.iiu.edu.my/deed/hadith/other/hadithnawawi.html#hadith36


The reason of choosing those 3 hadits is because of a village near Jakarta, the capital of Republic of Indoesia, called Jagabita.  Jagabita is located in Parung Panjang district, in the border between Tangerang and Bogor (Jakarta's suburb areas).  I have visited the village twice, first time with friends for Multiply Indonesia (the community of Multiply users in Indonesia) and for the second time with some friends for Relawan Pelangi (the Rainbow Volunteers).

People in the village are living in an extreme poverty anda in very poor health condition.  There are many kind of diseases such as Elephanthis, cancer, tumor, respiratory problems, malnutrition, etc.  

The condition of sanitation is very bad, they almost have no clean running water, especially in dry season.  They have to take a bath in a river which has very dirty water together with buffalos.  

To reach Puskesmas or Pusat kesehatan masyarakat (People's health center) they have to rent motorcycles which is too expensive for them.  It seems the authorities never give enough attention the the people of Jagabita and it's surrounding villages in Parung Panjang district.  

Therefore, the village is know as Kampung Pesakitan or Village of the sick

Actually, there is no reason of those villages to be in very poor conditions.  They are located near highly developed Jakarta's satelite cities in Tangerang Area such as Bumi Serpong Damai or Bintaro Jaya

Jagabita village and it's surrounding villages are the ultimate proof of the failure of capitalism.  

Hopefully, the Rainbow Volunteers and other communities will be able to help and support the people of those villages to rise from their poverty.  


for photos please visit


Now, I am tagging anyone who read this post to make the same thing

Kamis, 28 Agustus 2008

[TRANSKRIP] Menjaga kemuliaan diri dengan nafkah yang halal


Narasumber: Ustadz Bobby Herwibowo, Lc.

Menjaga kemuliaan diri dengan nafkah yang halal

Dari Abu Abdillah An-Nu'man bin Basyir Radhiallahu Anhu berkata: Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam bersabda :

"Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat pekara-pekara yang syubhat ( samar-samar / tidak jelas halal atau haramnya ) yang tiada diketahui oleh kebanyakan manusia.Barangsiapa yang memelihara dirinya dari pekara-pekara yang syubhat itu, maka dia telah melindungi agama dan kehormatannya dirinya. Dan barangsiapa yang tergelincir ke dalam pekara syubhat itu berarti ia tergelincir masuk ke dalam perkara haram.Laksana seorang penggembala di pinggir sebuah daerah larangan, yang akhirnya masuk ke dalam daerah larangan itu. Ketahuilah sesungguhnya bahwa setiap raja mempunyai daerah larangan, Ketahuilah, sesungguhnya daerah larangan Allah itu adalah pekara-pekara yang diharamkanNya."

Ketahuilah, dalam setiap tubuh itu ada segumpal daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuh itu dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh itu.Ketahuilah, Itu adalah hati."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Hadits dari situs ini

Kaidah ushul fiqh mengatakan bahwa:dalam perkara ibadah (ritual) segala sesuatunya adalah haram kecuali ada dalil yang memperbolehkan atau mewajibkan.  Sementara, untuk perkara muamalah/duniawi, segala sesuatunya adalah boleh kecuali ada dalil yang melarang.  Contoh harta haram antara lain: Harta riba, harta hasil rentenir, harta hasil korupsi atau kejahatan lainnya, harta hasil bisnis maxiat, bangkai, darah, babi, anjing, binatang yang disembelih tanpa disebutkan nama Alloh SWT dan sebagainya.  Jauh lebih sedikit daripada harta yang halal.  

Banyak orang takut menjauhi harta yang haram, mereka terkungkung dalam tempat mencari nafkah haram (mengandung riba atau maxiat, lokalisasi pelacuran, dll) hanya merasa takut tidak dapat harta/penghasilan.  Bila diberitahukan kepada mereka bahwa pekerjaan tersebut haram, mereka beralasan bahwa hanya di tempat itulah mereka bisa mencari nafkah.  Sesungguhnya, hal-hal yang haram bisa dihitung dengan jari, sementara itu nafkah/harta yang halal tidak terbatas.  Namun, karena godaan syetan, banyak orang yang takut meninggalkan yang haram.  

Peluang untuk mendapatkan harta halal yang berkah dan melimpah tidak ada batasnya.  Salah satu peluang terbaik adalah dengan berwirausaha dan menjadi pebisnis/pengusaha.  Jika orang memutuskan untuk jadi pegawai/karyawan (dan hal ini adalah sesuatu  yang baik) maka dia harus mengembangkan sikap qona'ah (measa cukup dengan apa yang  ada) yang kuat.  Bersikap qona'ah adalah suatu yang diperlukan oleh manusia, apapun profesinya, agar dia terhindar dari mengambil harta yang bukan menjadi haknya.   Jangankan agama, perusahaanpun juga akan melarang.  Kepercayaan menjadi taruhannya.  Menjadi pengusahapun perlu sikap qona'ah agar dia tidak menghalalkan segala cara (illegal lodging, menyogok, dll) dalam mengembangkan usahanya.

Kisah pertama:

Andri (bukan nama sebenarnya) adalah seorang pegawai.  Saat itu dia sedang dalam keadaan "bokek" (tidak punya uang) sedangkan tanggal gajian masih cukup lama.  Istrinya sudah panik karena tidak ada uang sama sekali.  Suatu hari, dia diminta oleh bossnya untuk mentransfer uang ke rekening tertentu di ATM.  setelah melalui antrian yang cukup panjang, dia tiba pada giliran menggunakan ATM.  Pada saat dia ingin menggunakan ATM tersebut, tiba-tiba mesin itu mengeluarkan suara yang cukup keras.  Ternyata ada kartu ATM milik orang lain yang tertinggal di mesin itu.  di layar Mesin ATM tertera tulisan:

ANDA INGIN MELANJUTKAN TRANSAKSI? YA/TIDAK

Menu awal tampil, saat itulah Andri sadar bahwa orang yang sebelumnya menggunakan ATM meninggalkan kartunya di mesin ATM tersbut.  Jantung Andri berdegub kencang.  Dia berada di persimpangan jalan antara mengambil uang yang bukan miliknya atau mempertahankan keimanannya agar tidak ternoda oleh dosa tersebut.  Andri sempat memencet tombol untuk melihat saldo rekening tersebut.  dia cuma lihat angka 1 dan 5, entah 150 ribu, 1.5 juta, 15 Juta atau bahkan 150 juta.  

Mengambil uang orang lain via ATM, walaupun cuma seekdar bertahan hidup sampai tanggal gajian, jelas merupakan dosa yang besar.  Akhirnya, Andri memutuskan untuk tidak jadi mengambil uang pemilik kartu ATM tersebut. Dia mengembalikan kartu tersebut ke bank via security.  

Di rumah Andri bercerita pada istrinya tentang ujian iman yang baru dia alami.  Sang istri malah menyayangkan mengapa Andri tidak mengambil uang sedikit barang 1 juta untuk bertahan hidup.  Andri merasa kecewa dngan jawaban sang istri.  Dia tidak jadi makan malam dan keluar menemui para tetangganya.  

Rupanya, saat keluar menemui para tetangga itulah saat Alloh SWT ingin membalas kebaikan Andri.

Salah satu tetangga ada yang juga sedang bokek dan perlu uang, sama dengan Andri.  Dia lalu meminta Andri menjualkan Mini Compo miliknya kepada teman-teman kantor.  Jika ada lebihnya, Andri boleh mengambilnya.  

Keesokan harinya, Andri pergi ke kantor sambil membawa mini compo tersebut.  Melihat harga yang ditawarkan cukup murah untuk sebuah mini compo, ada teman kantor Andri yang ingin membeli mini compo tersebut.  Setelah pulang kantor, Andri menemui sang tetangga dan memberi uang hasil penjualan mini compo tersebut. Andri mendapat sisanya, cukup untuk bertahan hidup sampai tanggal gajian.  

Hal-hal yang haram seringkali membuat manusia terlibat dalam pergulatan batin yang sangat berat.  Tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh kecuali dengan memperkuat iman.  

Kisah kedua:

Pada suatu hari seorang pengusaha mendatangi seorang ustadz untuk meminta nasihat.  pengusaha tersebut mengenal banyak pejabat.  Dia diminta suatu perusahaan konstruksi yang ingin memenangkan tender pembangunan di Aceh pasca tsunami.  Perusahaan itu ingin memenangkan tender tersebut dengan segala cara, baik halal atau haram.  Dalam fax yang dikirimkan perusahaan tersebut, sang pengusaha dijanjikan uang 150 Milyar apabila dia bisa membantu perusahaan itu memenangkan tender.  Dalam waktu 5 menit, datang fax kedua, meralat jumlah "hadiah" itu menjadi 200 milyar.  

Sang pengusaha meminta pendapat istrinya.  Sang istri mengelus perutnya dan mengatakan bahwa dia kasihan pada anak mereka apabila uang haram itu sampai menjadi darah daging mereka.  Pergulatan batin itu menyebabkan sang pengusaha menderita demam selama berhari-hari.  Namun, alhamdulillah, keimanannya cukup kuat untuk bisa menolak uang haram yang jumlahnya cukup besar tadi.  

Nafkah yang haram bisa membuat doa kita tidak diterima/dikabulkan:

Dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT adalah Dzat yang baik (suci), maka Dia tidak akan menerima (sesuatu), kecuali yang baik (suci). Dan Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang mukmin sesuai dengan apa yang diperintahkan kepada para rasul. Maka Allah SWT berfirman: "Wahai para rasul, makanlah kalian dari sesuatu yang baik-baik (halal dan baik) dan beramalah dengan amal yang saleh.

" Kemudian Allah SWT berfirman kembali: "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah oleh kalian sesuatu yang baik-baik (halal dan baik) dari apa-apa yang telah Kami rezekikan kepada kalian. Kemudian dia (rasulullah) menggambarkan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan yang sangat jauh, rambutnya kusut penuh dengan debu. Lalu dia menenggadahkan kedua tangannya ke langit (berdoa) dan berkata: "Wahai Tuhanku (kabulkanlah doaku), Wahai Tuhanku (kabulkanlah doaku).

Sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia dikenyangkan oleh sesuatu yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?."

Dalam hadits shahih yang lain dari Abu Hurairah Rasulullah SAW juga bersabda: "Jika seseorang berangkat untuk melakukan ibadah haji dengan harta yang baik, maka tatkala dia mengucapkan talbiyyah, langsung ada suara (Malaikat) yang menjawab (mendoakan) dari langit:

"Selamat datang dan kebahagiaan buatmu (wahai hamba Allah). Harta yang engkau pergunakan (untuk ibadah haji) adalah harta halal, dan kendaraanmu halal, maka hajimu termasuk haji mabrur dan bukan termasuk haji yang berdosa/ditolak (bukan haji mardud). Tetapi jika seseorang berangkat untuk melakukan ibadah haji dengan harta yang haram, lalu ia mengucapkan talbiyyah, langsung ada suara (Malaikat) yang menjawab (mendoakan) dari langit: "Tidak ada pangilan buatmu dan tidak ada kebahagiaan buatmu." Harta yang engkau pergunakan (untuk ibadah haji) adalah harta haram, dan kendaraanmu haram, maka hajimu termasuk haji yang mardud (termasuk haji yang berdosa/ditolak)." (HR. Thabrani).

(Hadits diambil dari situs ini).

Padahal, keadaan orang itu (safar/perjalanan dan kehabisan bekal) merupakan kondisi dimana doa akan cepat dikabulkan.  Namun, harta haram yang ada dalam dirinya lahir batin membuat doanya tidak dikabulkan.  Orang yang korupsi atau melakukan kejahatan lainnya mungkin mengira bahwa anak dan istrinya tidak tahu akan harta haram yang dia bawa.  Namun, pengaruh harta haram dapat dilihat pada sikap dan perilaku anggota keluarga orang yang membawa harta tersebut.  Bisa jadi anak dan istri, karena merasa gerah dan tidak tentram, mencari bermacam hiburan di luar ruamh seperti bioskop, diskotik, mall dll.  Bisa juga mereka terjerumus ke dalam cengkeraman obat-obatan terlarang, minuman keras dan pergaulan bebas tanpa batas.  Pada akhirnya, harta haram tersebut akan membuat pemiliknya menderita kerugian yang besar di dunia dan akhirat.  

Contoh keteladanan dalam menjaga diri dari harta haram dapat kita temui dalam diri Khalifah Umar bin Abdul Aziz.  Suatu hari anak beliau ada yang ingin bertemu karena urusan keluarga.  Beliau terlebih dahulu mematikan lampu dan ketika ditanya mengapa beliau melakukan hal tersebut, sang khalifah berkata: "Minyak untuk lampu tersebut dibeli dangan harta kaum muslimin, aku tidak sepantasnya menggunakan minyak tersebut untuk kepentingan pribadi".  Kisah-kisah yang lain tentang Umar Bin Abdul Aziz dapat dibaca di Situs ini.

Semoga bermanfaat

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Tulisan Ustadz Bobby yang lain bisa dibaca di Situs ini

Senin, 04 Agustus 2008

Berenang, Memanah dan Berkuda


Rasulullah SAW memerintahkan ummat Islam untuk mengajari anak-anak mereka berenang, memanah dan berkuda.  Sebagian orang menganggap hadist ini tidak lagi relevan dengan keadaan sekarang.  Namun, apakah hadist tersebut memang ”ketinggalan zaman”?

Jika hanya ditafsirkan secara harfiah, mungkin benar, walaupun ketiga kegiatan tersebut tetap boleh dilaksanakan dan tetap bermanfaat.  Namun Rasulullah SAW tentu bukan sedang berkata-kata menurut hawa nafsunya.  Beliau lebih memprediksi keadaan di masa depan.
 
  1. Berenang dalam hadits di atas dapat ditafsirkan sebagai berenang dalam berbagai macam pemikiran manusia.  Kita melihat pada zaman sekarang ini jumlah ideologi atau isme hampir sama banyaknya dengan jumlah kepala manusia, apalagi di dunia maya seperti ini.  Apabila kita tidak mampu berenang di lautan pemikiran manusia tersebut, bisa jadi tanpa sadar kita tenggelam dan kehilangan iman yang seharusnya menjadi pegangan kita.  Untuk memiliki kemampuan berenang tersebut, kita harus banyak membaca, mencari ilmu dan belajar pada siapa saja, kapan saja dan di mana saja.  Kemampuan ”berenang” tadi akan menjadi bekal agar kita dapat melaksanakan perintah yang berikutnya yaitu memanah:

  2. Memanah adalah simbol dari ketrampilan-ketrampilan yang diperlukan untuk berinteraksi dengan manusia agar kita dan mereka dapat bersinergi dan saling menguntungkan.  Memanah memerlukan konsentrasi dan latihan yang berkesinambungan.  Memanah sasaran yang bergerak tentu lebih sulit daripada sasaran yang diam.  Setiap sasaran (hati manusia) memiliki karakteristik tersendiri dan sasaran tersebut selalu bergerak gerak (hati manusia senantiasa berbolak-balik).  Namun, apabila kita berhasil  memanah sasaran tersebut (mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari orang tersebut), maka kita siap untuk melaksanakan perintah yang selanjutnya: berkuda.

  3. Berkuda dalam hadist ini adalah simbol kerjasama yang saling menguntungkan.  Secara fisik kuda tentu lebih kuat dari penunggannya, namun sang penunggang tetap harus menguasai kuda tersebut agar dia bisa sampai ke tujuannya.  Demikian pula dalam kehidupan manusia.  Kita sering kali harus memimpin orang-orang yang lebih pintar, lebih kuat dan lebih banyak memiliki kelebihan dibanding kita.  Berkuda dalam hal ini adalah simbol dari hidup dan beramal soleh secara berjamaah.


Namun, satu hal yang harus diingat adalah kemampuan-kemampuan yang disimbolkan dengan berenang, memanah dan berkuda tersebut adalah amanah yang harus digunakan untuk mematuhi perintah Alloh dan RasulNya, bukan untuk disalahgunakan demi memenuhi tuntutan hawa nafsu.
 

Semoga bermanfaat :)

Senin, 14 Juli 2008

Pengajian AMMA - KAZI

Start:     Jul 27, '08 10:00a
Location:     Gedung Sabili Jl Cipinang Cempedak III / 11 A Polonia - Jakarta Timur


Assalamualaikum wr wb

AMMA-KAZI adalah sebuah forum kajian yang khusus mengupas Zionisme-Yahudi dan pengaruhnya ( Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme ) terhadap Dienul Islam.

Insya Allah rutin diselenggarakan setiap bulan pada ahad ke-4 dengan nara sumber dan tema ulasan yang perbeda pada setiap kajiannya.

Pada kesempatan ini akan diselenggarakan:

Tempat : Gedung Sabili

Jl Cipinang Cempedak III / 11 A

Polonia - Jakarta Timur

Waktu : Ahad, 27 Juli 2008, jam 10.00 WIB- selesai

Narasumber : Bp Henri Shalahhudin MA

( Peneliti INSIST, Dosen STID M Natsir )

Tema : Israiliat Dalam Tafsir Dan Hadits

Besar harapan kami atas kehadiran Ikhwan dan Akhwat, semoga kita dapat memetik hikmah dari inti kajian ini. Jazakallah

Wassalam

Kamis, 17 April 2008

Bulan Memang Pernah TERBELAH!!!!!! Part 2

Pandangan saya tentang peristiwa Terbelahnya Bulan

Rasanya koq enggak puas kalo cuma Copy Paste, karena itu saya Melanjutkan Posting Ko-Pas sebelum ini tentang Peristiwa terbelahnya Bulan.  Saya sekaligus ingin mencoba memasukkan video Harun Yahya di blog ini.  Ini baru percobaan, jika hasilnya kurang bagus, saya mohon maaf dan akan mencoba lagi lain kali dengan lebih baik

Saya ingin membagi posting-an ini menjadi tiga masalah

  1. Benarkah bulan terbelah?
  2. Apakah benar NASA dengan Proyek Apollo-nya berhasil mendaratkan manusia di bulan?
  3. Apakah pengertian atau penafsiran bulan terbelah merupakan penafsiran yang leteral atau lebih merupakan metafora atau kiasan belaka?

Mari kita bahas satu per satu:

1. Benarkah bulan pernah terbelah?

Mengapa tidak? Bisa jadi Peristiwa itu merupakan ujian bagi keimanan kita, seperti peristiwa Isra' Mi'raj yang pada waktu itu banyak tidak bisa diterima masyarakat Makkah.  Sempat ada perdebatan mengenai cara beliau melakukan Isra' Mi'raj, apakah ruh dan jasadnya atau ruhnya saja, merogo sukmo bahasa Jawanya.  Namun, peristiwa Isra' Miraj sendiri sebenarnya bagi orang-orang beriman masuk akal karena pada saat itu Rasulullah sebenarnya tidak ada usaha sama sekali.  Beliau hanya mengikuti kehendak Alloh SWT melalui Malaikat Jibril

Albert Einsten menyatakan bahwa energi dan materi hakikatnya adalah hal yang sama dalam bentuk yang berbeda.  Mungkin rekan-rekan yang suka menonton film Star Trek pernah melihat adegan Para Crew Pesawat USS Enterprise naik ke atas suatu platform dan disinari sehingga tubuh mereka berubah menjadi energi dan di-trasfer atau di-transport ke permukaan suatu planet atau pesawat luar angkasa lainnya   Para crew tersebut diubah menjadi energi dan pada saat mereka sampai di tujuan, mereka kembali diubah menjadi materi/fisik.
 
Alloh SWT tentu saja lebih kuasa dan mampu mengubah manusia menjadi energi dan mengembalikannya lagi ke dalam bentuk materi.  Saya ercaya ini lah yang terjadi pada diri RAsulullah SAW saat isra' mi'raj terjadi.  Namun, karena pada zaman Rasulullah SAW masih hidup ilmu pengetahuan belum maju, maka Banyak orang menuduh Rasul kehilangan kewarasannya.  Bahkan, sepengetahuah saya, ada juga sebagian kaum muslimin yang murtad dan kembali menjadi kafir karena berita Isra' Mi'raj tadi.  Orang yang langsung mempercayai berita itu ada lah Abu Bakar sehingga beliau digelari As Shiddiq.
 
Nah, apa nih hubungannya sama peristiwa terbelahnya bulan tadi?peristiwa tadi adalah semacam mukjizat.  Mukjizat berasal dari kata Jaza' yang artinya lemah.  Mukjizat berarti sesuatu yang melemahkan.  Dalam hal ini, istilah mukjizat merujuk pada keajaiban-keajaiban yang bisa melemahkan argumentasi orang-orang kafir.  Mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul biasanya bersifat fisik, bisa langsung dilihat dengan mata kepala manusia.  Mukjizat Rasulullah lebih bersifat pemikiran karena manusia saat itu mulai maju dalam ilmu pengetahuan.  Namun, mukjizat yang bersifat fisik ternyata kadang-kadang masih diperlukan sehingga terjadilah peristiwa terbelahnya bulan itu tadi.
 
Semua mukjizat adalah hak prerogatif Alloh SWT.  Nabi Musa diperintahkan untuk memukul Laut Merah dengan tongkat beliau saat berada di tepi laut, bukan saat keluar dari Mesir.  Demikian pula dengan para Nabi lainnya.  Apabila bisa dipelajari, maka hal itu bukanlah mukjizat melainkan sihir.
 

2. Masalah pernahkah Amerika Serikat mendaratkan manusia di bulan?

Saya bukanlah ahli astronomi sehingga saya tidak merasa memiliki kompetensi yang cukup untuk menjawab pertanyaan ini.  Namun, karena cerita, atau lebih tepatnya teori konspirasi ini berkembang sangat cepat dan meramaikan jagat maya alias internet dan dunia nyata, maka ada beberapa kemungkinan yang dapat kita perkirakan:

2.1.  Pemerintah AS memang tidak pernah pernah mendaratkan astronot di bulan.  Bukan tidak mungkin hal ini benar karena pendaratan di bulan tentu memerlukan teknologi yang canggih dan perhitungan super rumit serta biaya yang sangat besar.  Namun sekali lagi saya tidak berani memastikan hal itu sebab saya pernah membaca artikel Prof. Yohannes Surya di Majalah Intisari yang isinya antara lain bukti otentik pendaratan manusia di bulan adalah batu-batu bulan yang tidak ada di bumi ini.

 

2.2  Pemerintah AS dan NASA memang berhasil mengirim astronot ke Bulan dengan menggunakan pesawat Apollo.  Lalu, ada yang bertanya mengapa mereka tidak pernah kembali lagi ke sana? Percaya atau tidak, saat browsing di Youtube, ada yang menjawab pertanyaan tersebut bahwa Para Astronot tersebut memang berhasil sampai ke Bulan, namun di sana mereka diusir oleh PENUNGGU BULAN ALIAS ALIEN, HIIIIIIIIIIIIIY, SERAM (coba saja cari di Youtube, gunakan search engine yang ada di sana dan masukkan kata2 berikut ini: Nasa, moon, alien).  Belum tentu benar sih, namun kita sebagai muslim tentu percaya pada adanya makhluk selain manusia, yang biasa disebut Jin.  Nah, mungkin saja para astronot ketemu saja Jin sehingga mereka tidak lagi berani kembali ke sana dan tidak ada lagi yang berani ke sana. Wallahualam

3. Apakah Penafsiran Peristiwa Terbelahnya Bulan merupakan sesuatu yang dapat diartikan secara harfiah atau sekedar metafora atau kiasan belaka?

Postingan hasil copy paste sebelumnya menceritakan kesaksian para ahli yang menceritakan bahwa Bulan seakan akan pernah terbelah di suatu masa dan disatukan kembali oleh suatu kekuatan maha dahsyat (Tuhan?).  Kita sebagai muslim tentu percaya bahkan yakin bahwa Alloh SWT mampu melakukan sesuatu yang bahkan lebih dahsyat dari sekedar membelah bulan.  Maka, bagi orang-orang muslim yang benar-benar beriman, hal tersebut tentu saja bisa diartikan secara harfiah.

Namun, saya juga pernah menyaksikan VCD Harun Yahya yang berjudul Tanda-Tanda Kiamat bahwa dalam Al Quran bahwa kata Arab yang dipergunakan dalam Al Qur'an, yaitu "saqaaa" memiliki arti yang lebih dekat pada membajak atau mencangkul

Surat ke 54 dari Al Qur'an dinamakan Surat Al Qomar yang berarti Bulan.  Ayat pertama surat ini berbunyi sebagai berikut:

1. Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan

Kata Arab yang digunakan dalam Al Qur'an pada ayat tersebut, Shaqqa, memiliki bermacam-macam makna, makna yang biasa digunakan adalah "membelah".  Namun, kata Shaqqa bisa juga berarti "mencangkul" atau "menggali" tanah.  Ayat yang menggunakan kata "Shaqqa" dalam Al Qur'an antara lain ayat 26 dari Surat 'Abasa, Surat ke 54:

26. kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,

Apabila kita kembali ke permasalahan terbelahnya bulan dan menggunakan makna "menggali" untuk menerjemahkan kata shaqqa tersebut, maka kita akan mendapatkan kenyataan bahwa para astronot Amerika telah menggali atau mencangkul batu-batu di bulan untuk mendapatkan sampel batu-batuan di bulan untuk keperluan penelitian.

Dengan demikian, sesungguhnya prediksi yang digambarkan dalam ayat pertama Surat Al Qomar tadi telah menjadi kenyataan.  Sehingga, kita sesungguhnya hidup di akhir zaman, menjelang kiamat. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa bulan memang pernah terbelah karena faktor mukjizat dan pernah pula dicangkul atau digali oleh para astronot. Kedua hal itu tidaklah saling bertentangan.
 
Justru kita harus kritis dan curiga pada teori konspirasi yang membantah Pendaratan Manusia di Bulan.  Mengapa banyak orang membantah pendaratan tersebut, apakah mereka ingin menutupi fakta bahwa peristiwa ini telah ada dan tersebut di dalam Al Qur'an?

Lalu, siapakah yang mensponsori teori konspirasi tersebut? Wallahualam.

Sebagai tambahan silahkan mengunjungi situs2 berikut ini:

  1. Tanda-tanda Kiamat
  2. Video-video tentang NASA di Youtube
  3. Signs of the Last Day
  4. Situs Harun Yahya

Sebagai tambahan, saya mencoba memasukkan film "The Sign Of The Last Day" dari Harun Yahya ke posting-an kali ini

                     

Jika filmnya tidak bisa ditonton, mohon klik di sini untuk mendownload

Semoga bermanfaat, yang benar hanya dari Alloh SWT, yang salah dari saya pribadi sebagai makhluk yang lemah

Rabu, 16 April 2008

Bulan Memang Pernah TERBELAH!!!!!!



Apr 17, '08 12:41 AM
for everyone

Dari milis tetangga...

Masihkah kita ragu akan kebenaran Islam?

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut :

Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an.

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah" mengandung mukjizat secara ilmiah?

Maka saya menjawabnya: "Tidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu".

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah SAW membelah bulan. Kisah itu adalah di masa sebelum hijrah dari Mekah Al-Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok) ?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ?" Mereka menjawab: "Coba belahlah bulan ..." Maka Rasulullah SAW pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah SWT agar menolongnya. Maka Allah SWT memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!".

Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Mereka lantas menunggu-nunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?". Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!! !".

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: "Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus" , dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ....." sampai akhir surat Al-Qamar.

"Ini adalah kisah nyata", demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdirilah seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan? " Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: "Dipersilahkan dengan senang hati."

Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah.... ..." Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah-lah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.

Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi hangat antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa. Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya?" Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!" Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali". Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!!"".

Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... (aku pun bergumam), "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan .. saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.

Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq

ISLAM ADALAH RAHMATAN LIL'AALAMIIN

Komentar:
1. Setelah membaca tulisan di atas, saya jadi bertanya-tanya apakah maksud orang-orang yang menyebarkan teori konspirasi bahwa NASA tidak pernah mendaratkan manusia di Bulan?

2. Pertanyaan kedua: Mengapa NASA TIDAK PERNAH KEMBALI KE BULAN?

sebagai tambahan, silakan lihat ini:
http://www.youtube.com/watch?v=uGVWXq_xSoo

Semoga bermanfaat