Tampilkan postingan dengan label teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teladan. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juli 2011

Ilmu Kebal ditinjau perspektif Energi Kehidupan

Sungguh merupakan suatu keperihatinan yang mendalam saat mengetahui suatu ormas Islam mempersiapkan dan mengorganisir anggotanya dalam suatu laskar yang dibekali ilmu-ilmu kekebalan.  Menurut mereka, laskar dipersiapkan untuk menjaga keutuhan negera Indonesia serta melawan apa yang selama ini dikenal dengan istilah Terorisme.  Sungguh terasa adanya aroma adu domba di dalam keadaan ini berhubung mereka yang dituduh sebagai teroris pun sebenarnya orang Islam juga.    

Manusia, sebagaimana disebutkan dalam surat At Tiin, telah diciptakan dalam bentuk yang terbaik.  Artinya, manusia memiliki aliran dan keseimbangan energi yang telah dirancang sedemikian rupa oleh penciptanya.  Ilmu kedokteran Cina kuno telah memetakan jalur-jalur energi tersebut dalam ilmu akupuntur, yang disebut Meridian.  Bila dalam saluran energi tersebut ada penyumbatan, maka akan timbul berbagai gangguan baik fisik maupun emosi.  Gary Craig, sang founder Emotional Freedom Technique pernah menyatakan bahwa semua gangguan emosi dan fisik disebabkan oleh terganggunya sistem energi tubuh.  

Ilmu kebal tak ubahnya memadatkan molekul-molekul yang ada di dalam tubuh, serta menghambat sirkulasi energi kehidupan di dalamnya.  Semakin padat suatu benda berarti semakin kecil sirkulasi energi yang berlangsung pada benda itu. Semakin padat suatu benda, berarti semakin terpenjara gerakan energi yang ada di benda itu. Bila pemadatan ini terjadi pada
tubuh manusia, maka sirkulasi energi yang ada di dalamnya akan terganggu.  Timbulnya berbagai macam gangguan fisik dan emosi tinggal menunggu waktu.  Belum lagi gangguan yang terjadi antar manusia karena, walaupun terpisah secara fisik, sesungguhnya semua manusia terhubung satu sama lain dalam bentuk energi.  Seperti sinyal wifi atau handphone atau gelombang radio yang tak terlihat tapi sesungguhnya ada.  

Ilmu kebal tidak pernah dipraktekkan oleh Nabi SAW dan para sahabat.  Dalam berbagai pertempuran, mereka pun banyak yang  terluka, bahkan terbunuh sebagai syuhada.  Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang memang telah dipersiapkan untuk menjadi uswatun hasanah atau teladan yang baik bagi manusia.  Sungguh tidak dapat diterima apabila para manusia tauladan itu ternyata mengalami berbagai gangguan fisik dan emosi yang diakibatkan ketidakseimbangan dan penyumbatan pada sistem energi mereka.  Pilihan ada di tangan kita, teladan manakah yang akan kita ikuti.  

Semoga bermanfaat 

Senin, 06 Juni 2011

Isra Miraj: Bentuk Solidaritas Muslim Sejati

Start:     Jul 2, '11 12:30p
End:     Jul 2, '11 5:00p
Location:     Masjid Agung Al Azhar, Jl. Sisingamangarja, dekat Blok M, Jakarta Selatan



Jumat, 03 Juni 2011

Kajian Muhtadin Al Azhar.

Start:     Jun 18, '11 4:00p
End:     Jun 18, '11 5:30p
Location:     Masjid Agung Al Azhar
Nabi Muhammad SAW adalah Teladan Kita Semua Umat Islam.
Tahukah kita cara meneladani Nabi Muhammad SAW?
Dengan cara seperti apa meneladaninya?
Apa yang boleh di teladan? dan apa yang tidak boleh di teladani karena memang keKhususan seorang nabi.

Memang benar kita wajib menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan kita sekaligus rujukan dalam masalah syariah. Namun yang kemudian menjadi masalah adalah bagaimana membedakan sisi syariah beliau SAW dengan sisi kemanusiaan dan wilayah teknis kehidupan sehari-hari. Pada titik inilah para fuqaha sering berbeda pandangan dalam menarik kesimpulan hukumnya. Misalnya, apakah tongkat yang dipakai Nabi SAW saat khutbah Jumat itu bagian dari ritual ibadah, ataukah itu hanya urusan teknis semata.

Atau apakah ketika Rasulullah SAW beristinja dengan menggunakan 3 buat batu, kita menjadi terkena kewajiban untuk mencontoh praktek beliau?

Bagaimana juga dengan ketika Rasulullah SAW mengeluarkan zakat dengan kurma, apakah kita jadi tidak mengikuti langkah beliau karena membayar zakat fithr dengan beras atau uang?

Hadirilah, Kajian Muhtadin Al Azhar.
Sabtu, 18 Juni 2011
Pukul 15:40 s/d 17:30 WIB


panpel

Muhtadin Al Azhar


NB: Khusus Untuk bulan juni, kajian hanya di adakan satu kali yaitu di tanggal 18 Juni 2011. Sedangkan pekan pertama dan pekan-pekan lainnya ditiadakan alias LIBUR.