Tampilkan postingan dengan label wtc. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wtc. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juli 2011

[Curhat] Khutbah Jumat dan Peristiwa WTC

Berikut sedikit curhat dan uneg-uneg sesudah mengikuti ceramah saat sholat jumat, sengaja nama khatib dan lokasi masjid tidak diberitahu demi menjaga nama baik ybs.  Berhubung uneg-uneg, maka mohon dimaafkan apabil tulisannya kurang mengalir dan isinya tidak fokus.

Mula-mula, khatib mengutip isi kitab Durratun Nasihin tentang bulan Rajab, Syaban dan Ramadhan.  Menurut kitab itu, Rajab sebagai bulan pembersihan dosa tubuh, Syaban bulan pembersihan hati dan Ramadhan pembersihan jiwa.  Belum jelas bagi saya bagaimana memahami memaknai apa yang disbut pembersihan itu.  Memang, kitab Durratun Nasihin ini sudah banyak mendapat kritikan karena adanya kisah-kisah Israilyat dan hadits-haditsnya dhoif bahkan ada yang palsu.  Namun, banyak juga yang membela dan masih menggunakan kitab tersebut.

Khatib lalu mengutip isi kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazali.  Khatib menyebutkan adanya tiga penyakit hati yang perlu dihindari yaitu iri dengki, sombong dan kikir.  Ketiga penyakit hati tersebut memang sudah banyak diketahui orang walaupun bukan jaminan terhindar darinya.  Saat menjelaskan tentang sombong, khatib mengutip kisah Firaun yang tenggelam di laut merah dan Raja Namrudz yang pasukannya dikalahkan nyamuk.  

Yang jadi masalah adalah saat khatib menceritakan peristiwa runtuhnya gedung WTC di New York.  Betapa gedung kembar berbahan  baja dan beton yang kukuh hancur saat ditabrak pesawat.  Kata khatib, saat bahan bakar pesawat itu tumpah, gedung kembar itu pun hancur luluh lantak.  Oleh karena itu, jangan menyombongkan diri dengan membangun gedung tinggi, begitu kira-kira kesimpulannya.  Memang, saya percaya khatib berniat baik hendak menyampaikan contoh yang relevan dengan khotbahnya.  Namun, kesimpulan itu menyesatkan, setidaknya menurut saya dan mereka yang suka mengkaji teori konsirasi.  

Peristiwa WTC bulan September 2001 yang lalu itu memang masih menyimpan misteri tak terpecahkan hingga saat ini dan mungkin sampai Hari Kiamat nanti.  Banyak orang, apalagi yang awam akan konstruksi bangunan menganggap bahwa tumbukan pesawat penumpang komersial itu cukup untuk menghancurkan kedua menara kembar tersebut.  Namun, bagi mereka yang setidaknya punya pengetahuan memadai tentang konstruksi bangunan, peristiwa itu sangat mengherankan.  Tanpa harus berteori konspirasi ria, sudah cukup kiranya diperkirakan adanya campur tangan orang dalam pada peristiwa tersebut.  Osama Bin Ladin tidak akan mampu mengorganisir serangan seperti itu dari persembunyiannya di daerah Afghanistan atau Pakistan.  Kedua pesawat yang menabrak menara kembar tidak akan cukup kuat untuk menghancurkan kedua gedung hingga luluh lantak tanpa bantuan peledakan terkendali atau controlled demolition.  

Kebohongan maha besar itulah yang dijadikan alasan bagi pemerintahan Bu(l)sh{it) laknatullah untuk menghancurleburkan Afghanistan dan Iraq.  Banyak pihak yang menduga selain untuk mengeruk cadangan minyak di Afghanistan, cekungan Caspia dan Iraq, juga untuk menghidupkan kembali kartel narkoba di daerah Golden Cresent atau Bulan Sabit Emas.  Konon banyak pihak termasuk pejabat CIA yang kebagian uang haram dari bisnis laknat barang najis tersebut.  
 
Mungkin telah tiba saatnya para khatib harus menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.  Membuka diri dari berbagai kemungkinan dan hal-hal baru sehingga bisa menyajikan materi khutbah yang lebih segar dan berkualitas, sehingga jamaah jumat tidak lagi menjadikan khutbah jumat sebagai kesempatan untuk tidur siang berjamaah. 

Semoga bermanfaat, mohon maaf bagi yang kurang berkenan

Related Post

Osama bin Ladin and Me  

Senin, 02 Mei 2011

Osama bin Ladin and me

Berita kematian Osama bin Ladin memenuhi media baik cetak, elektronik ataupun online. Saya sendiri pertama kali mendengar tentang Osama bin Ladin sejak peristiwa penabrakan pesawat ke menara kembar WTC.  Bin Ladin sejak saat itu mnejadi tokoh mistrius dan kontroversial.  Sebagian orang, terutama kaum muslim, menenggap beliau sebagai icon perlawanan terhadap AS dan sekutunya yang tlah lama menzalimi dunia Islam dengan standar ganda dan kebijakan tidak berimbang terhadap isu palestina, terutama kaum Zionis.  Sedangkan yang lain menganggap bahwa Osama adalah gembong teroris yagn harus dihabisi dengan menghalalkan segala cara.  Sebagian lain merasa tidak perlu ambil pusing tentang siapakah Osama bin Ladin ini.  berita meninggalnya Osama Bin Ladin pun ditanggapi beragam, ada yang percaya, ada yang senang, ada pula yang tidak percaya dan menganggap itu salah satu kebohongan dan propaganda hasil rekayasa AS entah yang keberapa.  

Namun, yang terlupakan atau sengaja dilupakan banyak orang adalah peristiwa WTC tahun 2001 yang melambungkan nama Osama.  Pesawat penumpang komersial adalah sesuatu yang terbuat dari aluminium yang tentu saja leibh lunak daripada besi baja penopang gedung megah tersebut.  Gedung kembar itu pun seperti "melorot" ke bawah seakan ditelan bumi.  Saya saat meilahat siaran tentang runtuhnya gedung tersebut langsung teringat pada adegan "controlled demolition" yang seringkali dilakukan untuk meledakkan gedugn yagn sudah terlalu tua.  Gedung yang sudah sangat tua bisa runtuh sewaktu-waktu dan bisa membahayakan penghuninya.  Oleh karena itu, orang yang hendak meruntuhkan gedung tua biasanya menggunakan teknik "controlled demolition" agar hanya gedung tua itu saja yang hancur, kerusakan di tempat lain bisa diminalisir.  Banyak pihak yang mencurigai adanya penggunaan teknik "controlled demolition" pada peristiwa hancurnya gedung WTC.  Mereka pun menuding pemerintah AS di bawah pimpinan G.W. Bush sendirilah dalangnya, dengan ditunggangi oleh Zionis.  Sampai sekarang, siapa di blekang penghancuran gedung itu masih misterius.  Anehnya, saat Wilders si politisi Belanda yang mungkin keturunan VOC itu membuat film Fitna yang menghebohkan, dia memutar lagu lama penghancuran gedung WTC itu di filmnya.  Seolah tidak ada lagi bukti kekejaman kaum muslimin yang dituduhkan si politisi londo itu selain hancurnya gedung WTC.

Saya sendiri waktu itu termasuk orang yang "sorak-sorak bergembira" karena akhirnya ada juga pihak yang dengna berani menghantam kejumawaan negara Alengka, eh Amerika.  Namun, kegembiraan itu perlahan tapi pasti mulai sirna saat si Dasamuka Bule itu memerintahkan pasukannya menginvasi negeri-negeri muslim seperti Afghanistan dan Iraq.  Apalagi ditambah dengan buku yang ditulis Mr. Jerry D. Gray, seorang mantan teknisi US Airforce yang sekarang Alhamdulillah memeluk Islam dan Insya Allah telah menjadi muslim yang baik. Mr. Gray juga pernah menjadi seorang wartawan dan sangat memahami jurnalistik dan fotografi.  Beliau heran dengan kesigapan CNN dan media lain yang menayangkan detik demi detik peristiwa penghancuran gedung WTC dengan sangat detail. Seakan-akan mereka sudah tahu duluan bakal ada penyerangan di sana.    

Nuim Khayyat, seorang wartawan senior dan penyiar radio Australia siaran Indonesia, yang dijuluki "Ensiklopedi Hidup" karean keluasan wasasannya, menyatakan keherananannya bagaimana mungkin beberapa murid sekolah pilot yang baru belajar menerbangkan pesawat latih sederhana bisa membawa pesawat penumpang raksasa dengan tepat sasaran ke gedung WTC.  Lagipula, masih menurut Bang Nuim, AS kan punya sistem pertahanan udara yang akan meluncurkan pesawat tempur bila ada pesawat yang keluar dari jalur penerbangannya.  Pesawat2 tempur itu akan memaksa pesawat yg keluar jalur itu untuk mendarat dan memeriksa pilotnya.  Demikian kata Bang Nuim dalam acara "Postcard from Meulborne" di radio Lite FM pagi ini.  

John L. Esposito, dalam bukunya Unholy War, mengatakan bahwa Osama merasa tidak puas dan kecewa dengan Kerajaan Saudi Arabia yang memperbolehkan tentara AS menginjak tanah Arab dan membuat pangkalan militer di sana.  Osama tadinya hendak memobilisasi para Mujahidin Afghanistan untuk melawan pasukan Saddam Hussein yang menginvasi Kuwait tahun 1991.  Akhirnya Osama pun bergabung dengan pasukan Taliban yang menguasai Afghanistan saat itu.  

Osama bin Ladin adalah seorang manusia yang, jikapun belum meninggal, pasti akan sampai ajalnya.  Namun, selama kezaliman AS dan sekutunya masih merajalela di dunia ini, pasti akan ada pihak yang melakukan perlawanan.  Walaupun karnea itu mereka dilabeli TERORIS

Related link:

DUNIA TAHU BUKAN ISLAM PELAKU WTC 9-11

Rabu, 10 September 2008

Dokumentasi teori konspirasi 9/11 « Revolusi Sains Indonesia

http://trisetyarso.wordpress.com/2007/09/20/dokumentasi-teori-konspirasi-911/
Video-video dari Youtube, tentang tragedi 9/11. Lebih baik cepat dikunjungi sebelum dihapus. semoga bermanfaat

[POLLING] Pendapat anda tentang para pelaku Tragedi 11 September (9/11)

Menurut anda, siapakah pelaku serangan teror terhadap Gedung Menara Kembar World Trade Center tanggal 11 September tahun 2001?

Al Qaeda, Taliban, Osama Bin Ladin dkk
 
 0

Ini sih kerjaan orang dalam Pemerintahan AS sendiri
 
 9

Ada pihak ketiga yang mengail di air keruh
 
 2

Tidak tahu (masih berusaha mencari informasi)
 
 0

Tidak peduli alias masa bodo
 
 0

Assalamualaikum, yang mau ngisi silahkan daftar jadi kontak dulu, supaya hasilnya akurat

Kita semua tentu masih ingat peristiwa Selasa kelabu pada tahun 2001 yang lalu, saat AS diserang.  Namun, sampai sekarang para pelakunya masih menjadi kontroversi yang tidak berkesudahan.  Silang pendapat bertubi-tubi sampai sekarang. 

Jika anda ingin berpendapat, silahkan isi polling berikut ini.

Semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan.