Kamis, 15 Maret 2012
Tolak Kenaikan BBM: Lawan Badut Berlumur Minyak
POLEMIK kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi terus bergulir. Kalangan media massa, pengamat ekonomi, anggota DPR, mahasiswa dan pemerintah saling bertarung wacana. Mereka melontarkan banyak alasan sehingga menghasilkan perbedaan pandangan pro dan kontra. Kalangan pro berpendapat, kenaikan BBM tidak dapat ditunda agar tidak ada pembebanan berlebihan terhadap anggaran negara. Apalagi tensi ketegangan dunia Barat dan Islam semakin memuncak. Kalangan Barat (diwakili AS) dan islam (diwakili Iran) saling menebar ancaman yang berujung kebijakan mengembargo minyak Iran. Amerika Serikat beralasan Iran bersikap keras kepala dengan tidak mau menutup industri nuklirnya.
Selanjutnya bisa dibaca di link di atas :)
Selasa, 06 Maret 2012
Dunia Arab Menuju Tata Dunia Baru?
Secara umum, Timur Tengah masih diwarnai rivalitas Amerika Serikat, beberapa negara Eropa, negara-negara Arab pro Barat, dan Israel di satu sisi serta Iran, gerakan Islam di banyak negara Arab, serta secara terbatas Suriah dan Qatar di sisi lain. Isunya sekarang beralih ke perebutan pengaruh terhadap gerakan rakyat untuk perubahan yang memang tengah melanda Arab. Dalam konteks ini, retorika Iran dan Amerika Serikat sejalan: MENDUKUNG PERUBAHAN DAN MENDORONG KEDAULATAN KEMBALI KEPADA RAKYAT UNTUK MENENTUKAN NASIB DAN MASA DEPANNYA SENDIRI. Amerika Serikat memilih agama demokratisme. Iran memilih kata ‘kesadaran Islami’ versi Syiah. Tampak jelas, kedua aktor ini saling berebut kanvas untuk melukis negara-negara Arab ‘BARU’ [menjauh dari pelukan Amerika Serikat atau menjauh dari Iran].
Selanjutnya bisa dibaca di situs wasathon.com melalui link di atas
Jumat, 08 Juli 2011
[Curhat] Khutbah Jumat dan Peristiwa WTC
Mula-mula, khatib mengutip isi kitab Durratun Nasihin tentang bulan Rajab, Syaban dan Ramadhan. Menurut kitab itu, Rajab sebagai bulan pembersihan dosa tubuh, Syaban bulan pembersihan hati dan Ramadhan pembersihan jiwa. Belum jelas bagi saya bagaimana memahami memaknai apa yang disbut pembersihan itu. Memang, kitab Durratun Nasihin ini sudah banyak mendapat kritikan karena adanya kisah-kisah Israilyat dan hadits-haditsnya dhoif bahkan ada yang palsu. Namun, banyak juga yang membela dan masih menggunakan kitab tersebut.
Khatib lalu mengutip isi kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazali. Khatib menyebutkan adanya tiga penyakit hati yang perlu dihindari yaitu iri dengki, sombong dan kikir. Ketiga penyakit hati tersebut memang sudah banyak diketahui orang walaupun bukan jaminan terhindar darinya. Saat menjelaskan tentang sombong, khatib mengutip kisah Firaun yang tenggelam di laut merah dan Raja Namrudz yang pasukannya dikalahkan nyamuk.
Yang jadi masalah adalah saat khatib menceritakan peristiwa runtuhnya gedung WTC di New York. Betapa gedung kembar berbahan baja dan beton yang kukuh hancur saat ditabrak pesawat. Kata khatib, saat bahan bakar pesawat itu tumpah, gedung kembar itu pun hancur luluh lantak. Oleh karena itu, jangan menyombongkan diri dengan membangun gedung tinggi, begitu kira-kira kesimpulannya. Memang, saya percaya khatib berniat baik hendak menyampaikan contoh yang relevan dengan khotbahnya. Namun, kesimpulan itu menyesatkan, setidaknya menurut saya dan mereka yang suka mengkaji teori konsirasi.
Peristiwa WTC bulan September 2001 yang lalu itu memang masih menyimpan misteri tak terpecahkan hingga saat ini dan mungkin sampai Hari Kiamat nanti. Banyak orang, apalagi yang awam akan konstruksi bangunan menganggap bahwa tumbukan pesawat penumpang komersial itu cukup untuk menghancurkan kedua menara kembar tersebut. Namun, bagi mereka yang setidaknya punya pengetahuan memadai tentang konstruksi bangunan, peristiwa itu sangat mengherankan. Tanpa harus berteori konspirasi ria, sudah cukup kiranya diperkirakan adanya campur tangan orang dalam pada peristiwa tersebut. Osama Bin Ladin tidak akan mampu mengorganisir serangan seperti itu dari persembunyiannya di daerah Afghanistan atau Pakistan. Kedua pesawat yang menabrak menara kembar tidak akan cukup kuat untuk menghancurkan kedua gedung hingga luluh lantak tanpa bantuan peledakan terkendali atau controlled demolition.
Kebohongan maha besar itulah yang dijadikan alasan bagi pemerintahan Bu(l)sh{it) laknatullah untuk menghancurleburkan Afghanistan dan Iraq. Banyak pihak yang menduga selain untuk mengeruk cadangan minyak di Afghanistan, cekungan Caspia dan Iraq, juga untuk menghidupkan kembali kartel narkoba di daerah Golden Cresent atau Bulan Sabit Emas. Konon banyak pihak termasuk pejabat CIA yang kebagian uang haram dari bisnis laknat barang najis tersebut.
Mungkin telah tiba saatnya para khatib harus menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Membuka diri dari berbagai kemungkinan dan hal-hal baru sehingga bisa menyajikan materi khutbah yang lebih segar dan berkualitas, sehingga jamaah jumat tidak lagi menjadikan khutbah jumat sebagai kesempatan untuk tidur siang berjamaah.
Semoga bermanfaat, mohon maaf bagi yang kurang berkenan
Related Post
Osama bin Ladin and Me
Senin, 08 November 2010
Louis Amstrong i Michael Moore
Ini dia ... Video yang seharusnya diputar saat menyambut Obama .. just enjoy it, if you can Sir .. HA HA HA HA "diabolical laugh"
Kamis, 29 Januari 2009
Army suicides at record high, passing civilians - Yahoo! News
Tadi waktu mau buka e-mail, ada berita yang menarik perhatian. belum baca semua sih tetapi intinya Tentara AS yang dalam banyak kesempatan digambarkan segitu juwamanya ternyat pada depresi dan bunuh diri.
lengkapnya silahkan mampir ke link di atas
Minggu, 16 November 2008
If Americans Knew - what every American needs to know about Israel/Palestine
The Israeli-Palestinian conflict is one of the world’s major sources of instability. Americans are directly connected to this conflict, and increasingly imperiled by its devastation.
It is the goal of If Americans Knew to provide full and accurate information on this critical issue, and on our power – and duty – to bring a resolution.
Selasa, 11 November 2008
[LIRIK LAGU] Shades of Gray by the Monkees
When the world and I were young,
Just yesterday.
Live was such a simple game,
A child could play.
It was easy then to tell right from wrong.
Easy then to tell weak from strong.
When a man should stand and fight,
Or just go along.
(Ketika dunia ini dan saya masih muda, kehidupan adalah permanainan mudah yang bahkan dapat dimainkan anak kecil. Sangat mudah membedakan antara yang benar dan yang salah. Mudah membedakan antara yang kuat dan yang lemah. Saat itu jelas kapan seseorang harus berdiri dengan tegas dan siap bertempur. Atau berjalan beriringan bagai sahabat)
But today there is no day or night
Today there is no dark or light.
Today there is no black or white,
Only shades of gray.
(Namun saat ini, tidak ada siang atau malam, tidak ada terang ataupun gelap, tidak ada hitam atau putih, hanya ada bayangan abu-abu)
I remember when the answers seemed so clear
We had never lived with doubt or tasted fear.
It was easy then to tell truth from lies
Selling out from compromise
Who to love and who to hate,
The foolish from the wise.
(Saya ingat saat semua jawaban terlihat begitu jelas, kita tidak pernah hidup dengan keraguan dan ketakutan. Sangat mudah membedakan antara berita yang benar dan berita yang bohong. Blak-blakan atau kompromi. Siapa yang pantas dicintai dan siapa yang pantas dibenci. Orang bodoh dari orang bijaksana)
But today there is no day or night
Today there is no dark or light.
Today there is no black or white,
Only shades of gray.
[instumental interlude]
It was easy then to know what was fair
When to keep and when to share.
How much to protect your heart
And how much to care.
(Saat itu mudah sekali mengetahui apa yang adil, kapan menyimpan dan kapan membagi, kapan anda mengurusi diri sendiri dan kapan berbagi pada orang lain)
But today there is no day or night
Today there is no dark or light.
Today there is no black or white,
Only shades of gray.
Only shades of gray.
Shades of Gray - Monkees
Kalau ada satu lagu yang paling tepat untuk menjelaskan keadaan kita saat ini, terutama sesudah eksekusi Amrozi cs, pasti lagu ini
Shades Of Grey
by Monkees
When the world and I were young, just yesterday
Life was such a simple game a child could play
It was easy then to tell right from wrong
Easy then to tell weak from strong
When a man should stand and fight
Or just go along
But today, there is no day or night
Today, there is no dark or light
Today, there is no black or white
Only shades of gray
I remember when the answer seemed so clear
We had never lived with doubt, or tasted fear
It was easy then to tell truth from lies
Selling out from compromise
Who to love and who to hate
The foolish from the wise
But today, there is no day or night
Today, there is no dark or light
Today, there is no black or white
Only shades of gray
It was easy then to know what was fair
When to keep and when to share
How much to protect your heart
And how much to care
But today, there is no day or night
Today, there is no dark or light
Today, there is no black or white
Only shades of gray
Only shades of gray...
Kamis, 24 Juli 2008
36 Tokoh Iklan Freedom Institute | Berita Tokoh Indonesia
berita tentang
36 Tokoh Iklan Kenaikan Harga BBM
[ARTIKEL] Daftar Nama Pendukung Kenaikan Harga BBM
| Rating: | ★ |
| Category: | Other |
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro yang berulangkali menaikan harga BBM ternyata di zaman Megawati juga menaikan harga BBM.
Semoga intelektual kita lebih memihak kepada rakyat. Berikan BBM dengan harga yang terjangkau kepada rakyat. Bukan harga Internasional.
Dukung Pemerintah
36 Tokoh Iklan Kenaikan Harga BBM
Jakarta 8/3/2005: Sebanyak 36 tokoh diiklankan Freedom Institute sebagai pendukung pemerintah mengurangi subsidi BBM (menaikkan harga BBM). Sebagian mereka mempertaruhkan kredibilitas yang sebelumnya sudah sangat diakui oleh masyarakat sebagai tokoh intelektual yang berpihak kepada kepentingan umum dalam profesinya masing-masing.
Mereka di antaranya berprofesi sebagai akademisi, peneliti, pemerhati sosial, rohaniwan, seniman, pengusaha, advokat, ekonom, politisi dan wartawan. Tampilnya nama-nama sebagian tokoh diiklan Freedom Institute ini menjadi sorotan publik yang dinilai sebagai kurang pantas dilakukan oleh tokoh intelektual yang tadinya dianggap berpihak kepada kepentingan umum. Namun rupanya, para tokoh itu mempunyai alasan sendiri bersedia ditampilkan sebagai tokoh iklan kenaikan harga BBM itu.
Iklan untuk mendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM itu diterbitkan di media massa tanggal 26 Februari 2005, beberapa hari sebelum pemerintah menaikkan harga BBM dalam negeri rata-rata 29 persen tanggal 1 Maret 2005. Kebijakan menaikkan harga BBM ini mendapat penolakan dari berbagai pihak yang dampaknya dirasakan sangat memberatkan rakyat kecil.
Nama-nama tokoh yang tampil sebagai bintang iklan pendukung kenaikan harga BBM bersama-sama dengan Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal, itu antara lain rohaniwan Franz Magnis Suseno, tokoh pers dan pendiri Tempo Gunawan Muhammad dan Fikri Jufrie, pengacara kondang pembela hak-hak asasi manusia Todung Mulya Lubis, dan tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar-Abdalla.
Nama-nama lain yang menjadi bintang iklan Freedom Institute, itu adalah Agus Sudibyo, Anggito Abimanyu (ekonom), Anton Gunawan, Ayu Utami (senimawati), Bimo Nugroho (praktisi televisi), Dana Iswara (praktisi televisi), Dodi Anbardi, Hadi Soesastro (ekonom), Hamid Basyaib, Ichsan Loulembah (anggota DPD dari Sulawesi Tengah), dan Jeffrie Geovanie (Direktur Kampanye Calon Presiden HM Amien Rais).
Juga Jeannette Sdjunadi, Lin Che Wei (ekonom), Luthfi Assyaukenie, M. Chatib Basri (ekonom), M Ikhsan (ekonom), M Sadli (ekonom), Mohammad S Hidayat (pengusaha, Ketua Kadin 2004-2008), Nirwan Dewanto (pengusaha), Nong Darol Mahmada, Nono Anwar Makarim (advokat senior), Raden Pardede (ekonom), Rahman Tolleng (politisi Golkar dari Bandung), Rizal Mallarangeng (adik Juru Bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Andi Mallarangeng), Rustam F Mandayun, Saiful Mujani (peneliti pada sejumlah polling-polling), Sofyan Wanandi (pengusaha), Sugiarto Chandra dan Thee Kian Wie.
Iklan full-colour satu halaman penuh itu memuat data, bahwa dengan harga minyak dunia saat ini, subsidi BBM akan mencapai Rp 70 trilyun. Artinya, negara harus menghabiskan Rp 200 miliar setiap hari hanya untuk menyangga harga BBM.
ôBerapa sekolah dan puskesmas yang dapat kita bangun setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan, dengan dana sebesar itu? petikan iklan Freedom Institute, institusi yang disebut independen dan pendiriannya diprakarsai Aburizal Bakrie itu.
Ditampilkan pula grafik hasil perhitungan LPEM-FEUI, yang jika diiringi dengan program kompensasi tertentu pengurangan subsidi BBM justru mengurangi jumlah kaum miskin. Menurut LPEM-FEUI itu, dampak kenaikan BBM dari jumlah penduduk miskin Indonesia kondisi awal adalah sejumlah 16,25%, dengan kenaikan BBM 30% jumlah penduduk miskin Indonesia menjadi 16,43%. Dan sesudah kompensasi jumlah penduduk miskin menurut LPEM-FEUI akan turun menjadi hanya 13,87%.
Program kompensasi ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti beasiswa pendidikan, perbaikan sarana kesehatan, dan bantuan beras murah. ôKita harus berani memilih: bersembunyi dibalik kekeliruan masa lalu, atau menghadapi persoalan sekarang untuk menyiapkan masa depan bersama yang lebih baik,ö demikian bunyi terakhir iklan yang akhirnya menuai beragam kontroversi di masyarakat, bahkan mempertanyakan ketokohan para bintang iklan yang selama ini kredibiltasnya sesungguhnya sudah pernah diakui oleh masyarakat sebagai tokoh yang baik-baik. *ti/ht
http://www.tokohindonesia.com/berita/berita/2005/01/freedom.shtml
Nama Pendukung Kenaikan Harga BBM Berdasarkan Abjad
Agus Sudibyo
Andi Mallarangeng
Anggito Abimanyu
Anton Gunawan
Ayu Utami
Bimo Nugroho
Dana Iswara
Dino Patti Djalal
Dodi Anbardi
Fikri Jufrie
Franz Magnis Suseno
Gunawan Muhammad
Hadi Soesastro
Hamid Basyaib
Ichsan Loulembah
Jeannette Sdjunadi
Jeffrie Geovanie
Lin Che Wei
Luthfi Assyaukanie
M Ikhsan
M Sadli
M. Chatib Basri
Mohammad S Hidayat
Nirwan Dewanto
Nong Darol Mahmada
Nono Anwar Makarim
Raden Pardede
Rahman Tolleng
Rizal Mallarangeng
Rustam F Mandayun
Saiful Mujani
Sofyan Wanandi
Sugiarto Chandra
Thee Kian Wie
Todung Mulya Lubis
Ulil Abshar-Abdalla
Sumber: http://infoindonesia.wordpress.com/2008/07/24/daftar-nama-pendukung-kenaikan-harga-bbm-tahun-2005/#comment-554
Jumat, 06 Juni 2008
Kekerasan Terselubung dalam Perbuatan MAXIAT
Berbicara tentang FPI, tentu saja kita tidak bisa memisahkan pembicaraan kita dari yang namanya perbuatan maxiat.
Mari sejenak kita berempati pada para orang tua yang anak-anaknya hobby melakukan berbagai macam perbuatan maxiat seperti judi, mabuk, main perempuan (yang gak bener) dan sebagainya. Perbuatan-perbuatan seperti itu tentu akan melukai perasaan dan membuat malu para orang tua tersebut. Belum lagi apabila anak yang suka maxiat itu adalah pengangguran yang hanya bisa minta (nodong??) orang tuanya agar bisa terus bermaxiat. Bayangkan betapa berat beban yang ditanggung para orang tua tersebut, baik secara moral, emosional apalagi finansial. Jika para pelaku maxiat itu tidak bisa lagi dapat dari orang tua mereka, tentu saja mereka akan terjerumus untuk melakukan berbagai macam tindak kejahatan. Saya pernah membaca di suatu majalah ada orang tua yang anaknya kena Narkoba berkata pada salah satu teman sang anak "Jika anak saya mati, maka kamu juga harus mati. Saya tidak peduli walaupun saya harus masuk penjara sekalipun!!"
Para guru tentu akan merasa kecewa dan sedih apabila murid-murid tidak lagi rajin belajar dan tekun berlatih sehingga sulit menyerap pelajaran yang diberikan karena perhatian mereka terpusat pada berbagai macam hiburan di layar TV dan sebagainya. Rasanya sia-sia saja para guru tersebut lelah-lelah mengajar di sekolah, kursus dan institusi pendidikan lainnya. Belum lagi pengaruh tayangan seperti Smackdown yang beberapa waktu yang lalu makan korban beberapa anak kecil yang mencoba melakukan bantingan-bantingan tanpa berlatih terlebih dahulu.
Bagaimana dengan istri-istri dari para lelaki yang hobby bermaxiat dengan pergi ke tempat pelacuran baik yang tersebar di berbagai tempat di negeri ini? Seandainya pun mereka terpaksa menahan perasaan marah dan kecewa karena kelakuan para suami, para istri tersebut rawan terkena macam-macam penyakit kelamin sebagai "oleh-oleh" dari pasangannya.
Jangan salahkan apabila banyak orang yang sudah tidak percaya pada hukum dan sistem hukum di negeri ini. Sudah jamak beredar di sekitar kita suatu "lelucon" (sebenarnya sih tidak lucu) yang berbunyi "Apabila maling masuk penjara, maka begitu dia keluar dari penjara dia akan jadi maling yang lebih lihai". yang lebih parah tentu saja apabila penjara sudah jadi "training center" untuk para penjahat agar mereka bisa lebih hebat lagi dalam berbuat kejahatan.
Sudah lama saya berpikir bahwa orang tua, guru dan masyarakat yang resah karena perbuatan-perbuatan maxiat dan tempat-tempat maxiat yang menjamur bak cendawan di musim hujan itu seakan-akan tidak punya hak azasi untuk bisa tenang mendidik dan membesarkan anak-anak mereka tanpa dicengkram ketakutan dan rasa was-was berlebihan. Apakah hak azasi hanya milik sebagian pihak dan bukan milik pihak lain, terutama mereka yang termasuk "Silent Majority"?????
Link terkait:
- Ulama Aceh: Pemerintah Jangan Hanya Melihat Aspek Kekerasan FPI
- Ferry Nur: Lihat Kebaikan FPI
- Membongkar Jaringan AKKBB (Bag.1)
- Kenapa FPI anarkis?
Semoga bermanfaat, maaf jika tidak berkenan
Kerusuhan di Monas - pengalihan isu BBM??????
"Berikan kepada saya kewenangan untuk mencetak uang dan mengatur keuangan suatu negara, dan setelah hal itu terjadi saya tidak peduli kepada para pembuat hukum di negara tersebut"
Meyer Amschel Rothschild (1743 - 1812) pendiri dinasi Rotschild
Beberapa hari ini perhatian kita semua terpusatkan ke kejadian di monas hari ahad 1 juni 2008 yang lalu. Begitu gencarnya pemberitaan media massa baik cetak maupun elektronik, online maupun offline.
Lalu, seperti yang bisa sama-sama kita duga, ada pihak-pihak yang menginginkan agar FPI segera dibubarkan. mereka beralasan bahwa FPI selalu melakukan tindak kekerasan. namun, benarkah apabila FPI dibubarkan, kekerasan akan berhenti dengan sendirinya?
Tulisan kali ini tidak akan membahas masalah pembubaran FPI atau yang sejenisnya, namun saya hanya ingin curhat masalah yang lain namun ada hubungannya dengan masalah kerusuhan di MOnas kemarin itu.
Saya pernah baca bukunya om Robert Kiyosaki yang berjudul Cashflow Quadrant (sequel-nya Rich Dad Poor Dad). Dalam buku itu disebutkan bahwa apabila dalam suatu negara terjadi kekacauan atau perang (seperti di Indonesia sekarang ini), maka yakinlah bahwa seorang atau lebih kapitalis sudah masuk ke sana, bahkan mungkin sudah masuk duluan. Dalam keadaan damai dan tenang, kapitalis bisa meraih untung besar. Dalam keadaan perang dan penuh kekacauan, para Kapitalis bisa meraih untung lebih besar lagi.
Kalimat dalam buku inilah yang dari dulu menyebabkan saya tidak simpati dengan om Robert ini. Memang sih banyak ilmu dari beliau yang bisa berguna bagikita ,tetapi kata -kata itu sangat bikin saya sakit hati.
Nah, coba kita bandingkan kalimat di atas dengan yang ini:
"Berikan kepada saya kewenangan untuk mencetak uang dan mengatur keuangan suatu negara, dan setelah hal itu terjadi saya tidak peduli kepada para pembuat hukum di negara tersebut"
Meyer Amschel Rothschild (1743 - 1812) pendiri dinasi Rotschild (dikutip dari buku Pak Z.A. Maulani, Zionisme menaklukkan Dunia)
Maka, berdasarkan hal-hal di atas, saya mohon maaf bila saya (karena kebodohan saya, ngaku aja) cenderung percaya bahwa masalah kerusuhan di Monas dan isu pembubaran FPI serta begitu banyak kekacauan lainnya di negeri ini adalah upaya pengalihan perhatian masyarakat dari kenaikan harga BBM atau kepentingan kapitalis lainnya, minmal ada hubungannya.
Beritanya ada di sini
BBM Dinaikkan Agar Pemain Asing Masuk
Penjajahan Korporasi Asing Atas Migas Indonesia
Semoga bermanfaat, mohon maaf bila tidak berkenan
Rabu, 21 Mei 2008
American Streets Gangs In The US Military
Mohon maaf sekali lagi karena saya memposting vidoe yang mengandung kekerasan. Namun, apa daya karena sudah ada yang menyanjung-nyanjung Amerika setinggi langit sehingga yang ini harus keluar ke permukaan. sekali lagi tentang gangster di tubuh US military.
sumber:
http://www.youtube.com/watch?v=hmPcvH2Y3oY&feature=related
semoga bermanfaat dan bagi yang tidak tahan dengan kekerasan dianjurkan tidak melihat.
Gangs in the Military (Gangster dalam tubuh militer Amerika Serikat)
Mohon maaf sebelumnya saya dengan sangat terpaksa memposting video-video yang mengandung kekerasan dan gang di Amerika. Hal ini saya lakukan hanya untuk mem-balance informasi tentang Amerika yang terlalu dipuja-puja sebagian pengguna Multiply, sampai dibilang tanah surga segala.
Video ini menceritakan tentang para gangster yang bergabung ke US Military (tentara Amerika) untuk belajar cara berperang secara militer. Ada adegan pertempuran antara anggota gang yang bersenjata senapan serbu standar militer (M - 16) melawan para polisi. Sebagian polisi terbunuh.
Kesaksian mantan gangster, termasuk Neo Nazi, juga menguatkan fakta adanya para gangsteer di US Military, sehingga kelakuan mereka di Iraq dan negara-negara jajahan AS serta di penjara-penjara rahasia mereka spt Abu Ghuraib dan Guantanamo dapat kita pahami latar belakangnya.
Semoga bermanfaat dan bagi anda yang tidak kuat melihat adegan-adegan sadis dan kejam, saya sarankan tidak melihat tayangan ini. terima kasih.
sumber: http://www.youtube.com/watch?v=dgwfVJIoBNM&NR=1
Gangs joining the military to train for war on the streets.
Sabtu, 03 Mei 2008
Nonton Freedom Writers di NEC
Nonton film Freedom Writers di NEC
Hari ini saya dapat kejutan, nonton film Freedom Writers di NEC. Mbak Menul, tutor Poltek Bahasa di NEC, memutarkan untuk saya dan teman2 sekelas film tersebut di kelas via laptop dan LCD. Tadinya saya kira bagian dari film seri Dangerous Mind yang pernah saya saksikan di TV. Saya menyebut diri saya beruntung karena saya bisa mendapatkan bahan untuk meneruskan potongan posting yang belum jadi, yang tadinya ingin saya buat sebagai bagian dari posting yang berjudul refleksi hari buruh, pentingnya amanah dan empati. Bisa dibilang, posting kali ini masih berhubungan dengan posting sebelumnya.
postingnya begini nih:
Berdasarkan pengalaman, minimal ada 3 hal yang tidak bisa dipaksakan oleh seseorang pada orang lain yaitu:
- SUKA : Ini biasanya berhubungan dengan kesamaan hobby, ketertarikan/interest dan kesamaan-kesamaan lainnya. Bisa juga karena daya tarik fisik, emosional dan hal-hal seperti itu.
- HORMAT :Kalau yang ini bisaanya berhubungan dengan jabatan atau kompetensi, baik formal atau informal. Kita sangat mungkin akan hormat sama teman yang punya suatu kompetensi tertentu, apalagi yang jarang dimiliki oleh orang-orang di sekitar kita. Kita juga bisa hormat sama orang yang memiliki otoritas lebih besar dari kita, seperti atasan, boss dll.
- PERCAYA: Ini dia yang paling berat, membuat orang lain percaya pada kita. orang yang suka pada kita dan yang hormat pada kita belum tentu percaya pada kita. Kepercayaan ini berhubungan erat dengan karakter kita, apakah kita memiliki karakter orang yang bisa dipercaya atau tidak.
Saya percaya bahwa Cinta yang sejati harus memiliki ketiga komponen ini, bila salah satu yang tidak ada maka cinta tersebut tidak bisa dianggap sempurna. Bahkan, jika cinta hanya dibangun dari rasa suka semata, cinta itu bagaikan rumah berpondasi pasir. Film Freedom Writer ini menggambarkan ketiga hal tersebut dengan jelas sekali.
Dalam film ini, Erin terlebih dahulu mendapatkan kepercayaan dari anak-anak didik di room 203 sebelum mereka mulai menyukai dan menghormatinya. Anak-anak tersebut merasakan bahwa Erin dapat dipercaya untuk mendidik mereka berkat usahanya yang tidak kenal lelah untuk berempati dengan mereka. Walaupun demikian, Erin juga dapat bersikap tegas saat menemukan anak-anak tersebut melakukan hal-hal yang tidak dapat ditoleransi seperti pelecehan rasial dan etnis terhadap teman-teman mereka yang berbeda etnis. Erin juga terlihat bersikap tegas saat menjelaskan kepada beberapa anak bahwa kematian mereka di tangan para gangster akan sia-sia belaka jika mereka tidak melakukan sesuatu yang bermanfaat. Orang-orang akan meneruskan kehidupan tanpa pernah memikirkan apakah mereka pernah ada atau tidak. Tanpa ragu sedikitpun dia bertanya, apakah jika orang-orang berkulit hitam, orang-orang Asia, orang-orang Kolombia dan etnis-etnis yang lain tidak ada di sini, keadaan akan lebih baik? Lalu dia masuk ke penjelasan mengenai "the most famous Gang in History" - NAZI.
Mungkin sebagian rekan-rekan ada yang keberatan menerima film ini karena tersirat adanya propaganda mengenai Holocaust yang terjadi pada Perang Dunia ke 2. Walaupun demikian, kita perlu memahami bahwa hanya itulah referensi yang dimiliki Erin saat dia berusaha membuktikan bahwa anak-anak tersebut memiliki pilihan untuk berubah.
Menurut saya pribadi, apa yang dilakukan Erin kepada anak-anak di ruang 203 itu dapat dicontoh tanpa harus terjebak propaganda manapun. Banyak orang di lingkungan kita yang membutuhkan orang seperti Ibu Guru Erin Gruwell, yang sering kali dipanggil Mrs. G. oleh anak-anaknya. Kita bisa menjadi salah satu dari orang-orang seperti itu. Semoga saja.
Freedom Writers Trailer - YouTube EXCLUSIVE!!
reedom Writers
In theaters January 12th, 2007
Starring: Hilary Swank, Scott Glenn, Imelda Staunton, Patrick Dempsey, Mario
"Freedom Writers" is inspired by a true story and the diaries of real Long Beach teenagers after the LA riots, during the worst outbreak of interracial gang warfare. Two-time Academy Award® winner Hilary Swank stars as Erin Gruwell, whose passion to become a teacher is soon challenged by a group of Black, Latino, and Asian gangbangers who hate her even more than each other. When Erin begins to listen to them in a way no adult has ever done, she begins to understand that for these kids, getting through the day alive is enough -- they are not delinquents but teenagers fighting "a war of the streets" that began long before they were born. Erin gives them something they never had from a teacher before -- respect. For the first time, these teens experience a hope that maybe, they might show the world that their lives matter and they have something to say.
Freedom Writers
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Movies |
| Genre: | Drama |
Eva,
Latino Student in Room 203.
Film ini bercerita tentang perjuangan seorang guru sekolah bernama Erin Gruwell menghadapi anak-anak yang sangat bermasalah di room 203. Film ini diambil dari kisah nyata pada dekade 90-an. Kelas itu ada kelas yang warna-warni, maksudnya ada anak-anak orang berkulit hitam alias Afro-Amerika; ada anak-anak orang keturunan Spanyol atau Amerika Selatan, Hispano Amerika alias Latino; anak-anak orang keturunan Asia, terutama Cina dan sebagiainya. Yang menarik, di kelas itu, orang kulit putih hanya satu orang. Entah karena faktor rasisme atau si kulit puith itu benar2 geblek.
Terus terang sudah lama saya tidak mencucurkan air mata saat menonton film tersebut. Menyaksikan betapa mudahnya diri atau orang-orang yang mereka cintai dibunuh atau terbunuh karena sebab-sebab yang sepele seperti lewat di suatu teritori yang telah diklaim oleh satu kelompok, adu mulut, salah omong dan sebagainya tentu bisa membuat orang yang paling keras sekalipun mencucurkan air mata.
Saat yang sangat mengharukan muncul saat Erin mengumpulkan anak-anak untuk memainkan permainan yang disbut Line Game. Dalam permainan itu, dia meminta setiap anak yang memiliki kesesuaian dengan pertanyaan yang diberikan untuk maju mendekat ke garis yang dibuat dengan lakban di lantai. Perntanyaan paling mengharukan adalah pada saat Erin bertanya "Siapa di sini yang memiliki teman yang terbunuh dalam pertikaian antar gang?". Hampir seluruh isi kelas mendekat ke garis. Sebagai bukti bahwa mereka semua pernah kehilangan orang-orang yang mereka cintai karena perang antar gang tersebut. Suasana haru tidak dapat dihindari dan siapapun, sekejam dan sekeras apapun akan mencucurkan air mata saat mengingat teman-teman dan orang-orang yang mereka cintai terbunuh dalam perkelahian-perkelahian antar gang yang terus menerus terjadi.
Bagian utama dari film ini adalah gagasan Erin untuk menyediakan buku-buku tulis agar anak-anak dapat menuliskan curahan hati dan pengalamman mereka. Erin meminta mereka menulis untuk diri mereka sendiri. Dia tidak memaksa mereka memperlihatkan catatan harian tersebut kepadanya, apabila mereka tidak mau. satu demi satu anak-anak tersebut akhirnya menaruh kepercayaan kepada Erin untuk membaca tulisan di diari mereka. Pada akhirnya, mereka pun bersikap terbuka kepadanya. Cuplikan-cuplikan diari yang ditayangkan sepanjang film sungguh sangat menggugah perasaan. Diary itu sudah dibukukan dan diterbitkan tahun 1999.
Perjuangan Erin bukan hanya menghadapi murid-murid itu. Dia juga harus menghadapi suaminya yang tidak mendukung perjuangan yang dia lakukan. Yang lebih buruk lagi, sekolah yang bersikap kaku dan konservatif serta guru-guru lain yang tidak mau berurusan dengan murid-murid ruang 203 tersebut.
Pendek kata, bisa dibilang film ini sangat perlu ditonton siapa saja, terutama mereka yang bergerak dan berkarir di bidang pendidikan.
Jika anda menangis saat melihat film ini, jangan kuatir dianggap cengeng. Itu artinya anda masih punya hati nurani yang hidup dan menghidupkan.
Selamat menonton