Senin, 26 Maret 2012
Mencari Gubernur Jakarta yang Amanah Profesional
Berhubung sebentar lagi pilkada, gubernur seperti apakah yang kita idamkan selama ini, sila ke link di atas, semoga bermanfaat
Selasa, 14 Juni 2011
[Mosquelife Social Campaign] Menjaga amanah lingkungan
(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan diatasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit. "Kemudiab Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan itu."
(Q.S. T?h? : 53).
Repost dari situs mosquelife dot com
Suatu ketika, saya sedang menunggu sholat Subuh berjamaah di sebuah musholla. Karena musholla itu terletak di tingkat dua sebuah bangunan, saya bisa melihat ke sekeliling dengan lebih baik. Tiba-tiba saya melihat seorang perempuan di sebuah jembatan di atas sungai dekat musholla. Perempuan itu membawa sebuah kantong plastik kresek berisi sampah dan melemparkannya ke sungai. Memang, sungai tersebut terlihat kotor dan penuh sampah walaupun airnya masih mengalir deras. Kejadian di atas merupakan sebuah kejadian yang menjadi contoh kecil betapa abainya manusia terhadap kelestarian alam dari bumi yang diamanahkan kepadanya. Hal-hal kecil yang buruk tersebut bisa menyebabkan kerusakan dan bencana walaupun tidak terjadi secara langsung.
Manusia seringkali menyalahkan fenomena alam. Bahkan mreka yang mengaku ahli pun seringkali mengesampingkan ulah tangan manusia yang sesungguhnya merupakan faktor utama kerusakan alam. Hujan menjadi kambing hitam dari banjir yang melanda berbagai daerah di negeri ini. Padahal, hujan adalah anugerah dari Allah SWT kepada semua hambaNya dan makhlukNya di dunia ini. Apalah artinya bumi ini jika tidak ada siklus hujan yang menyuburkan tanam-tanaman di atasnya. Tentu dia hanya akan menjadi planet yang mati dan tak akan mampu menunjang kehidupan di atasnya.
Kita masih beruntung masih ada orang-orang yang bersedia mengolah sampah, baik organik atau anorganik menjadi barang-barang bermanfaat. Ada juga yang bersedia menyingsingkan lengan baju untuk memunguti sampah dari sungai, pantai dan tempat-tempat lainnya. Namun, jumlah mereka sangat sedikit dibandingkan jumlah sampah yang menggunung, yang dihasilkan masyarakat setiap hari.
Aamiin
Semoga bermanfaat
Yang mau mendukung Social Campaign ini silakan ke situs ini
Rabu, 02 Juni 2010
Tragedi Mavi Marmara, harga sebuah amanah dan pelajaran berharga
Namun, adegan yang terjadi pada malam itu di atas kapal Marvi Marmara jauh lebih mengerikan daripada peperangan. Jauh lebih menakutkan daripada perampokan para bajak laut. Yang terjadi adalah pembantaian terhadap awak kapal dan relawan oleh sepasukan tentara terlatih bersenjata lengkap namun tak punya hati nurani. Para relawan dan awak kapal terpaksa harus melawan semampu mereka dengan alat seadanya. Akibat dari perkelahian tidak seimbang tersebut, belasan penumpang kapal itu meninggal dunia, sementara puluhan lainnya luka-luka.
Mavi Marmara bukanlah sekedar kapal pengangkut bantuan. Mavi Marmara adalah harga sebuah amanah. Apapun resikonya, amanah tetap harus dijaga dan disampaikan keapda yang berhak, dalam hal ini rakyat Gaza. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa yang paling ringan dari agama ini adalah mengucapkan dua kalimah syahadat dan yang paling berat adalah menjaga amanah. NIlai keimanan manusia adalah seberapa kuat dia mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Amanah memiliki akar kata yang sama dengan Iman dan Aman. Orang beriman mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya sehingga orang lain merasa aman dengannya.
Dalam khutbahnya Rasulullah SAW, yang diriwayatkan Anas, beliau bersabda : "Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak agama bagi orang yang tidak memegang janji". (HR.Ahmad dan al-Bazzaar). Syaikh Muhammad al Ghazali dalam bukunya Akhlak Seorang Muslim mengatakan, menjaga amanah ialah menunaikan dengan baik hak-hak Allah SWT dan hak-hak manusia tanpa terpengaruh oleh perubahan keadaan, baik susah maupun senang.
Mavi Marmara adalah juga hikmah dan pelajaran. Pelajaran tentang pengorbanan dan kebahagiaan. Betapa banyak orang yang bersedia merepotkan diri, bersusah payah dan bahkan berkorban waktu, tenaga dan jiwa raga untuk keselamatan dan kebahagiaan sesama. Mungkin dengan bersikap egois dan tidak peduli pada sesama, orang dapat mencapai kesenangan. Namun, kebahagiaan hanya dapat diraih dengan berbagi dan berkorban bagi orang lain. Walaupun harus berpeluh keringat, berlinang air mata, bersimbah darah, bahkan meregang nyawa.
Mavi Marmara adalah juga pelajaran tentang cinta. Cinta para relawan dan awak kapal pada penduduk Gaza. Cinta antar manusia pada sesamanya yang menderita tanpa memandang agama dan keyakinan, tanpa memandang ras dan perbedaan warna kulit. Cinta yang terbebas dari penjajahan budaya materialistik dan kapitalistik nan hedonis. Banyak orang yang mengabdikan diri dalam aksi-aksi kemanusiaan adalah orang-orang yangtidak beragama. Namun, mereka tleah merasakan nikmatnya menjadi relawan, nikmatnya berbuat baik pada sesama. Berbuat baik adalah fitrah bagi manusia, melalui perbuatan2 itu, manusia menemukan ketentaraman dan keadamaian batin. Namun, bagi seroang muslim, perbuatan2 itu tentu harus pula bernilai ibadah
Mavi Marmara adalah bukti bahwa amanah, pengorbanan dan cinta tidak pernah terpisahkan. Ketiga hal tersebut membentuk suatu sinergi yang memancarkan energi dan berkah bagi sesama.
Mavi Marmara adalah juga pelajaran tentang kewaspadaan. Kini mata dunia internasional, walaupun mungkin belum semua, telah terbuka untuk mengetahui siapa musuh kemanusiaan yang sesungguhnya. Siapa yang tega menyerang awak kapal dan relawan tak bersenjata dengan tentara bersenjata lengkap. Siapa yang tega membiarkan penduduk Gaza mati kelaparan sesudah beberapa waktu yang lalu membombardir para penduduk itu secara membabi buta.
Orang-orang yang di dalam Al Quran surat Al Fatihah disbut dengan Maghdub. Yaitu orang-orang yang menyimpan Ghadab dalam hati mereka. Ghadab adalah dendam kesumat bagai bara api yang tidak akan padam walau disiramkan padanya air seluruh lautan. Dendam membara bagai bom waktu yang setiap saat siap meledak tanpa bisa diduga. Dendam yang berasal dari kebanggan rasial yang semu belaka, yang tidak ada artinya dalam pandangan Allah SWT. Namun, kebanggaan itu menghasilkan manusia-manusia bengis dan sadis, yang hatinya penuh kedengkian dan dendam pada semua manusia selain bangsanya.
Amerika serikat sang negara adidaya gagah perkasa tiada tanding di kolong langit, ternyata masih seperti kerbau di ladang. Sementara si zionis seperti anak gembala dengan riang bermain seruling di atas sang kerbau yang perkasa namun bebal otaknya
Mavi Marmara adalah juga pelajaran tentang sejarah dan perubahan. Memang sekarang kaum zionis masih berkuasa dengan keangkuhan dan arogansi yang luar biasa. Namun, cepat atau lambat angin perubahan akan berhembus tanpa bisa dicegah oleh siapapun dan apapun, sebagaimana yang telah terjadi sepanjang sejarah peradaban manusia. Namun, tragedi ini juga menjadi bukti bahwa banyak manusia tidak pernah belajar dari sejarah. Mereka menghafal tahuh-tahun terjadinya peristiwa penting, yang banyak diantaranya adalah peristiwa-peristiwa berdarah. Mereka mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Tetapi mereka jarang sekali, kalau tidak mau mengatakan tidak pernah, mengambil hikmah dan pelajaran dari sejarah itu sendiri. Oleh karena itu George Santayana, seorang filsuf, pernah berkata: <i>"Those who forget the past are condemned to repeat it"</i> (mereka yang melupakan sejarah akan dikutuk untuk mengulanginya).
Perubahan adalah sunatullah yang tidak bisa dihindari. Sesuatu yang kecil suatu saat akan bisa menjadi besar. Sebaliknya, sesuatu yang besar suatu saat bisa menjadi kecil, bahkan hilang sama sekali. Sepanjang sejarah, para diktator dan tiran sudah datang silih berganti. Mereka berkuasa secara absolut layaknya Tuhan yang menguasai seluruh Alam Semesta. Namun, mereka kini sudah menjadi bagian dari sejarah. Nama mereka, yang dulunya disebut dengan penuh rasa takut seraya bergetar, kini tak lebih dari kata yang ringan untuk diucapkan.
Mavi Marmara bukanlah tragedi kemanusiaan yang pertama. Dan pasti juga bukan yang terakhir. Selama kejahatan Zionis masih merajalela di muka bumi ini, maka tragedi-tragedi kemanusiaan selanjutnya masih akan terjadi, tanpa bisa diduga bagaimana, kapan, di mana dan siapa yang akan menjadi korbannya.
Sabtu, 27 Februari 2010
[Puisi] Anugerah dan Amanah
begitu banyak keinginan manusia
harta, tahta, kata dan cinta
sebagai penghias kehidupan fana
di atas pentas kehidupan bernama dunia
namun mereka terkadang lupa
bahwa di sebalik segala yang indah
selalu ada tanggung jawabnya
yang berat tiada terkira
apalagi saat hawa nafsu membabi buta
menginginkan anugerah dunia
yang semakin banyak setiap harinya
tanpa peduli bagaimana caranya
sesungguhnya semua anugerah akan ditanya
bagaimana dipergunakan selama di dunia
khusus harta dua pertanyaanya
dari mana dan untuk apa
amanah dibalik setiap anugerah
akan berubah jadi musibah
bila tidak dikelola dengan seksama
dengan nurani yang bening terjaga
semoga anugerah ini menjadi berkah
dan kita sebagai penerima
mampu menjaga amanah
agar selamat dunia akhirat
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu ?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka. (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) dan yang memohon ampun pada waktu sahur”
(Ali Imran, 3 : 14-17).
Semoga bermanfaat
gambar dari situs yang ini
Minggu, 17 Agustus 2008
Menangkal Sang Penyesat
Anda ingin mencari cara menangkal pemikiran si murtadin Ali Sina dan para netter Faithfreedom? atau cari kelemahan teori Evolusi atau lainnya, silahkan mampir ke link di atas.
Selasa, 22 Juli 2008
Muhammad Yunus: Building Social Business Ventures (preview)
Preview of Muhammad Yunus: Building Social Business Ventures - one of 16 DVDs created by Ashoka's Global Academy for Social Entrepreneurship. Dr. Yunus, recently awarded the 2006 Nobel Peace Prize, shares his strategies for building businesses dedicated to the social good. He describes the founding and structure of Grameen Bank, Grameen Phone and other companies he has created on behalf of the poor. Produced by Rooy Media LLC for Ashoka. To purchase the films, visit dvd.ashoka.org.
Muhammad Yunus: Banker to the Poor (preview)
A preview of Muhammad Yunus: Banker to the Poor - one of a series of 16 DVDs created by Ashoka's Global Academy for Social Entrepreneurship. Dr. Yunus, recently awarded the 2006 Nobel Peace Prize, describes his three-decade-long effort to extend micro-credit (small loans for self-employment). Grameen Bank, his creation, now makes small loans to seven million families in Bangladesh, and has helped almost half of them work their way out of poverty. This is the story of his life-long struggle and accomplishments, told in his own words. Produced by Rooy Media LLC for Ashoka. To purchase the films, visit dvd.ashoka.org.
Muhammad Yunus: Creating a Poverty-Free World (preview)
Preview of Muhammad Yunus: Creating a Poverty-Free World - one of 16 DVDs created by Ashoka's Global Academy for Social Entrepreneurship. Dr. Yunus, recently awarded the 2006 Nobel Peace Prize, offers his insights into what it will take to completely eradicate global poverty. He invisions a new kind of capitalism, and demonstrates how his creations, Grameen Bank and the Grameen Family of Companies, offer viable solutions to previously intractable challenges. Produced by Rooy Media LLC for Ashoka. To purchase the films, please visit dvd.ashoka.org.
Senin, 21 Juli 2008
Tribute to Dr. Yunus
Tribute to our nobel peace prize winner Dr. Muhammad Yunus. Thank you sir.
Source: http://www.youtube.com/watch?v=lv7Zi3dRb24
Muhammad Yunus - The Social Business Model
Complete video at: Fora TV
Muhammad Yunus, Nobel Peace Prize winner and founder of The Grameen Bank, explains his "social business" model, a plan for addressing social issues through entrepreneurship. This program was recorded in joint collaboration with the Commonwealth Club of California and Link TV.
----
Muhammad Yunus, Nobel Peace Prize winner and founder of The Grameen Bank, speaks about his new book Creating a World Without Poverty.
Muhammad Yunus is founder and managing director of the Grameen Bank, established in Bangladesh in 1983. Dr. Yunus founded the bank with the objective of helping poor people escape from poverty by providing loans on terms suitable to them and by teaching them a few sound principles of finances so they can help themselves.
The Grameen Bank has advanced to the forefront of a burgeoning world movement toward eradicating poverty through micro-lending and its model has been replicated in over 100 countries worldwide.
In 2006, Dr. Yunus was awarded the Nobel Peace Prize for his work with the Bank.
Video dari sini
Muhammad Yunus - Micro-Credit Financing for Beggars
Complete video at: http://fora.tv/2008/01/17/M...
Muhammad Yunus, Nobel Peace Prize winner and founder of The Grameen Bank, describes his successful micro-credit financing program catering to the nlikeliest of clients: street beggars. This program was recorded in joint collaboration with the Commonwealth Club of California and Link TV.
-----
Muhammad Yunus, Nobel Peace Prize winner and founder of The Grameen Bank, speaks about his new book Creating a World Without Poverty.
Muhammad Yunus is founder and managing director of the Grameen Bank, established in Bangladesh in 1983. Dr. Yunus founded the bank with the objective of helping poor people escape from poverty by providing loans on terms suitable to them and by teaching them a few sound principles of finances so they can help themselves.
The Grameen Bank has advanced to the forefront of a burgeoning world movement toward eradicating poverty through micro-lending and its model has been replicated in over 100 countries worldwide.
In 2006, Dr. Yunus was awarded the Nobel Peace Prize for his work with the Bank.
Muhammed Yunus - Entrepreneurship
Muhammed Yunus - Social Business
Minggu, 11 Mei 2008
Pembodohan oleh Video Game???
Posting kali ini masih ada hubungannya dengan acara nonton bareng Freedom Writers di NEC beberapa waktu yang lalu, namun kali ini tentang hobby lama saya, bermain video game. Jenis video game yang saya sukai pada saat itu adalah jenis Beat 'em up. Kisah-kisah game kaya gini biasanya simpel aja, misal ada gerombolan gangster merampok dan menguasai suatu kota. Pacar sang jagoan diculik dan dia bersama para jagoan lainnya, 2 atau 3 orang berusaha membebaskan sang pacar dan mengembalikan kedamaian di kota tersebut. Enggak jauh-jauh dari situ.
Contohnya seperti game klasik yang ngetop tahun 80-an dan 90-an Double Dragon beserta game-game sequel atau lanjutannya, Double Dragon 2 dst. Yang juga ngetop diantara para penggemar game seperti itu adalah Final Fight. Game-game seperti itu biasanya dimainkan di Ding-dong atau di Video Game Console. Enggak heran apabila pada waktu itu tawuran antar pelajar sekolah menengah (SMP atau SMA) sangat marak di berbagai kota di Indonesia.
Mengapa saya memberi perhatian lebih kepada dua jenis game ini? Karena yang lain kebanyakan setting-nya di negeri antah berantah seperti Dungeons & Dragons: Shadow over Mystara, The King of Dragons dan Golden Axe atau jauh di masa lalu seperti Warriors of Fate. Namun, yang dua ini mengambil setting sekitar tahun 80-an atau 90-an di dunia nyata. Permasalahan Gangster saat itu di Amerika memang sedang menggila, sebagaimana digambarkan dalam film Freedom Writers. Namun, sang Ibu Guru Erin Gruwell mampu mengatasi masalah tersebut di sekolah tempat dia mengajar dan mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat dari murid-muridnya. Erin Gruwell jelas bukan tipe tukang berantem atau berkelahi. Namun, sebagaimana digambarkan dalam film tersebut, dia mampu memberi solusi kepada para muridnya agar mereka mampu keluar dari keadaan mereka yang memperihatinkan itu. Usaha Ibu Erin Gruwell atau Mrs. G dan para muridnya terdokumentasikan dalam buku The Freedom Writers Diary: How a Teacher and 150 Teens Used Writing to Change Themselves and the World Around Them Jadi jelaslah sudah, kekerasan bukan solusi dari masalah gangster tersebut. Cara yang digunakan Mrs. G tentunya dapat juga dipergunakan di negeri tercinta kita ini, Indonesia. Tentu perlu disesuaikan dengan keadaan masyarakat kita ini.
Terus, siapa sih yang punya ide bahwa 1, 2 atau 3 orang jago beladiri bisa langsung turun ke jalan dan menghajar para gangster tersebut, setelah itu selesai persoalan?? Tentunya kaum Kapitalis yang ingin segera menangguk keuntungan di air keruh tanpa peduli pembodohan yang mereka lakukan kepada para pemain game tersebut. Mungkin masih segar dalam ingatan kita bagaimana anak-anak saling banting membanting tanpa berlatih terlebih dahulu gara-gara nonton acara gulat bohong-bohongan (mereka mana tahu bahwa gulat itu cuma bohong-bohongan dan udah ada script-nya) yang namanya Smackdown itu. Di Tempo Interaktif, ada berita yang menceritakan bahwa Komnas Perlindungan Anak sudah minta tanggung jawab World Wrestling Entertainment (WWE) yang ngadain acara Smackdown itu tadi. Namun, dasar kapitalis, mereka menolak bertanggung jawab dan, melalui jubirnya, berdalih bahwa masih banyak acara-acara dan hiburan-hiburan lain yang juga mengandung kekerasan. Emang banyak sih, termasuk juga yang gambarnya ada di bawah ini nih *nunjuk ke bawah*
Gambar di atas adalah seri terbaru Game Final Fight yang saya bahas di atas barusan, Final Fight: Streetwise (Streetwise artinya hati-hati di jalan, jangan macam-macam). Tokohnya memang sudah beda sih, namun ceritanya masih nyambung. Hal ini membuktikan bahwa game jenis Beat 'em up belum mati. Jadi, kita harus hati-hati, terutama bagi rekan-rekan MPers yang punya anak atau adik laki-laki. Mungkin melarang 100% belum mungkin, tetapi minimal ada beberapa hal yang bisa dicoba, diantaranya:
- Mendisiplinkan anak-anak agar bila main game jangan berlebihan.(mungkin gak ya, saya pernah lihat anak kecil nangis-nangis karena, menurut perkiraan saya, gak bole main game online di warnet).
- Menumbuhkan kepedulian sosial anak-anak dengan mengajaknya ikut kegiatan baksos, misalnya, agar mereka bisa melihat orang-orang yang lebih menderita dari mereka dan timbul rasa empati dalam hati mereka.
- Mengikutsertakan anak-anak dalam latihan bela diri, bukan untuk jadi jagoan, tetapi untuk mengetahui kelemahan diri sendiri, sehingga mereka tidak sombong dan tahu kebohongan dalam game-game di atas. Tentunya yang Islami seperti Beladiri Praktis Indonesia
- Mengajari anak-anak anatomi tubuh manusia, sehingga mereka tahu bahwa gerakan-gerakan tertentu dalam perkelahian bisa menimbulkan cedera yang serius, kecacatan bahkan kematian (hati-hati, jangan sampai nanti malah disalah gunakan)
Sebenarnya masih banyak kiat-kiat membentengi anak-anak dari media yang berpotensi merusak kehidupan dan masa depan mereka. jika rekan-rekan memiliki kritk, saran atau kiat-kiat yang bisa dibagi, dipersilahkan me-reply di kotak yang sudah disediakan (oleh Multiply dot com, he he he).
Semoga bermanfaat, terutama bagi yang sudah diamanahi oleh Alloh SWT calon-calon generasi penerus dakwah dan pembela agama, bangsa dan negara Indonesia.
Kamis, 01 Mei 2008
Refleksi Hari Buruh - Pentingnya Amanah dan Empati
Sebenarnya ini reply utk siarannya Ibu Presiden MP alias Mbak Ari Wijaya, tetapi gak ada salahnya kan di-share di MP:
Selengkapnya ada di sini
http://ariwijaya.multiply.com/journal/item/47/Proaktivita_-_Kamis_1_Mei
Kontribusi saya waktu itu disini
Saya pernah baca brosurnya Dynamic Consulting-nya Gede Prama
Hubungan antara Buruh atau Pegawai dan Majikan, menurut DC, bisa dibagi menjadi 4 kategori
1. Buruh dan Majikan/Perusahaan sama2 puas, ini disebut The Company of Joy
2. Buruh tidak puas, Majikan/Perusahaan puas, ini disebut The Company of Exploitation
3. Buruh puas, Majikan/Perusahaan tidak puas, ini disebut The Company of Strike --> buruh bisa mengancam perusahaan dengan cara mogok dll
4. Buruh dan Majikan sama-sama tidak puas, ini disebut The Company of Destruction, perusahaan yang ancur-ancuran, yang rugi semua pihak, bukan hanya buruh dan majikan/perusahaan, tapi juga konsumen, pemegang saham, keluarga para buruh dan majikan/perusahaan serta masyarakat secara keseluruhan. Kategori 2 dan 3 bisa berakhir di kategori 4 ini.
Dalam posting kali ini, saya hanya mau nambah yang kelupaan, maklum bukan ahli sosiologi, he he he:
Kategori pertama, The Company of Joy hanya dapat dicapai dengan memperkuat sikap amanah sehingga baik buruh dan majikan mendapatkan predikat dapat dipercaya. Dalam agama Islam predikat dapat dipercaya disebut Amanah
Sesungguhnya, Kata kuncinya adalah amanah dan rasa saling percaya antara buruh dan majikan. Kepercayaan tentu saja tidak bisa dipaksakan. Kita tidak bisa memaksa orang percaya pada kita demikian pula tidak ada orang lain yang bisa memaksa kita pecaya pada kita.
Bahaya menyelewengkan amanah dinyatakan dalam Alquran, "Barang siapa yang berkhianat, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatinya itu." (QS Ali Imran: 161).
Tingginya tingkat keseriusan agama memandang masalah amanah ini terlihat dari riwayat ketika seorang penduduk Arab pegunungan datang bertanya kepada Rasulullah SAW. "Apakah yang paling berat dalam agama dan yang paling ringan?
Rasulullah SAW memberi jawaban, "Yang paling ringan ialah mengucapkan dua kalimat syahadat, asyhadu anlaa ilaaha Illallah wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah. Sedangkan yang paling berat ialah amanah. Tidak sempurna agama seseorang yang tidak menjaga amanah, tidak diterima shalat dan zakatnya." (HR Al Bazar dari Ali bin Abi Thalib).
Amanah merupakan urat nadi kehidupan masyarakat dan negara. Sayid Jamaluddin al Afghani, pelopor kebangkitan Muslimin abad ke20 berkata, "Manakala sifat amanah telah rusak, maka rusaklah segala ikatan dan tata kehidupan yang ada di masyarakat."
Bayangkan, buruh mana yang tidak mau bekerja pada pengusaha yang selalu menepati janjinya. Upah dibayar tepat waktu, kesejahteraan diperhatikan, hak-hak buruh dipenuhi dan sebagainya. Sebaliknya, pengusaha mana yang tidak ingin punya buruh yang rajin bekerja, mau mengerti keadaan perusahan, tidak banyak menuntut dan sebagainya. Sehingga kita akhirnya mendapat kata kunci kedua yaitu empati. Baik buruh maupun majikan/perusahaan berusaha saling memahami sehingga timbul rasa saling percaya. Betapa idealnya bila buruh juga menghemat anggaran kesehatan perusahan untuk para buruh dengan cara tidak merokok misalnya, dan pengusaha memelihara perasaan para buruh dengan tidak bermewah-mewah. Lebih luar biasa lagi baik buruh atau pengusaha sama-sama suka sedekah sehingga keberkahan mengalir deras ke dalam perusahaan.
Ah, mungkin semua itu hanya mimpi seorang blogger di siang bolong, namun, dengan pertolongan dan kekuasaan Alloh SWT, apa sih yang tidak mungkin?????
Semoga bermanfaat
Sebagian isi posting diambil dari sini: http://www.pkpu.or.id/artikel.php?id=18&no=17