Jumat, 18 November 2011
Gajah Mati Meninggalkan Gading, Blogger Mati Meninggalkan Posting
tentang mbak NIta Febri (alm) di kompasiana, semoga bermanfaat, mohon doanya untuk ketenangan beliau di alam sana
Selasa, 07 Desember 2010
KODE ETIK BLOGGER INDONESIA - Catatan Hanging
nge-blog sesuai kode etik yuk
ada banner-nya juga loh .. :D
Senin, 21 April 2008
Curhat Soal Internet Marketing dan Spam
Assalamualaikum, Wr. Wb.
Rekan-rekan sekalian,
Hari ini saya dapat penawaran e-book tentang internet marketing dari seorang pengguna MP. karena saya orangnya cenderung netral dan enggan untuk ribut, maka saya biarkan saja dan paling2 saya beri nasihat agar tidak beriklan sembarangan di situs atau blog orang, nanti dianggap spam. Namun, saya sendiri berusaha berempati pada rekant tersebut dan mencoba memahami bahwa dia, sebagaimana saya dan semua orang di dunia ini, membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Saya sendiri, alhamduillah, tidak merasa terganggu.
Manusia pada umumnya memang egois dan cenderung serakah. Banyak orang mau dapat uang banyak namun tidak rela ada orang lain yang beriklan disitusnya. Namun, bila pada suatu saat dia yang harus cari uang lewat internet dan menjualkan ebook atau produk-produk orang, dia sembarangan beriklan di situs-situs orang. Suatu sifat yang sangat manusiawi, namun tetap tidak boleh kebablasan.
Masalah Spam adalah masalah yang sangat serius. Seseorang bisa kehilangan kredibilitasnya di dunia maya gara-gara dianggap melakukan Spam. Dan, parahnya lagi, persepsi tentang spam tidak sama dalam pikiran semua orang. Apabila sang pemilik blog adalah orang yang suka mengalah dan mudah berempati, tentu dia tidak mudah menuduh seseorang melakukan spam, walaupun sang pengunjung sudah jelas-jelas "gelar dagangan" di guestbook atau shoutbox dari blog atau situsnya. Tapi, kalau sifat pemilik blog atau situs berbeda 180 derajat dengan yang pertama tadi, wah, sudah, sang pemilik tadi bisa panggil "Petugas Tramtib Dunia Maya" (Report abuse atau sejenisnya). Dan.... bisa saja sang PKO (pedagang kaki online, meminjam istilah Anne Ahira) bisa kehilangan bukan hanya seluruh dagangannya tetapi seluruh krediibilitasnya di dunia maya.
Dari penggambaran di atas, kita dapat menarik hikmah sebagai berikut:
- Mungkin sudah waktunya para blogger dan internet marketer mengubah paradigma kita dari paradigma Weapon of Mass Destruction alias Senjata Pemusnah Massal ke paradigma Sniper alias Penembak Jitu. Kalo pakai WMD, banyak orang, bangunan dan lain-lain yang seharusnya tidak jadi sasaran malah jadi korban, target sasaran bukan tidak mungkin malah sudah melarikan diri. sedangkan, satu tim penembak jitu dapat menembak sasaran dengan tepat tanpa harus menimbulkan kerusakan-kerusakan besar yang tidak perlu terjadi. Dalam masalah internet marketing seperti ini, sang marketer harus mengenal dan mengetahui seluk beluk targetnya dengan baik agar dia dapat membidik dan mengenai target sasaran dengan tepat.
- Apabila anda mengikuti program afiliasi yang menjual ebook dengan melibatkan unsur reselling atau penjualan kembali dengan sistem komisi, maka anda terlebih dahulu harus merasakan manfaat dari ebook tersebut. Dengan kata lain, ebook tersebut harus anda baca, anda hayati dan anda amalkan isinya. Bukan setelah mendaftar dan membayar, anda ujug-ujug jualan. Insya Alloh enggak akan ada yang mau beli, wong anda sendiri belum merasakan manfaatnya. Akan lebih baik anda menceritakan pengalaman anda berkenaan dengan ebook tersebut, baik dalam blog atau situs anda atau pada saat anda mereply blog orang lain.
- Program afiliasi yang baik tentu memiliki training programme atau program pelatihan yang baik, baik secara online atau lebih baik lagi ada yang offline, sekalian kopdar gitu. Peserta program yang baik tentu akan mengikuti program-program tersebut dengan sepenuh hati dan merasakan manfaat program-program tersebut tidak hanya dalam bisnis internetnya tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Remember "Action Speaks Louder than Words".
Semoga posting-an kali ini bermanfaat untuk rekan- rekan sekalian, baik yang menggeluti internet marketing atau yang sering didatangi internet marketer.
Sebagai tambahan, silahkan berkunjung ke situs ini ada ebook gratis, tis, tis, enggak ada embel2nya.
Minggu, 06 April 2008
Renungan bagi Blogger Muslim
Posting-an kali ini terkait isu pemblokiran situs-situs yang pernah memuat Film FITNA, konon katanya termasuk situs yang sama-sama kita cintai ini, Multiply dot com (duh,jangan sampai deh, *harap-harap cemas*). Anggaplah posting-an kali ini sebagai lampu kuning alias peringatan dini alias early warning bagi kita semua dalam kegiatan nge-blog atau nge-MP.
Pada suatu hari dua orang yang dikenal sholeh sedang berbincang-bincang. Yang pertama bernama Amir dan yang kedua bernama Ahmad. Pada saat hendak berpisah, terjadilah percakapan sebagai berikut:
Ahmad: Aku berharap agar kita dapat berbincang-bincang lagi seperti ini. Ilmuku bertambah dan engkau juga mendapat tambahan ilmu pengetahuan dari aku.
Amir: Aku tidak.
Ahmad: Mengapa engkau tidak mengharapkan pertemuan seperti ini lagi?
Amir: Jika aku mengharapkan pertemuan seperti ini lagi, aku akan termotivasi untuk mencari bahan perbincangan yang baru agar aku dapat berbicara denganmu dengan nyaman. Pada saat itu terjadilah riya. Bukan tidak mungkin aku terpaksa menambah-nambahi dan membumbu-bumbui cerita-ceritaku agar engkau terkesan. Pada saat itulah terjadi kebohongan.
Ahmad tidak bisa berkata-kata lagi, dia menangis tersedu-sedu. Air matanya membasahi tanah yang ada di hadapannya.
Cerita di atas mengambil setting di masa lalu, di mana tidak ada listrik, peralatan elektronik apalagi internet, blog atau MP. Namun, prinsip yang berlaku tetap sama. Apabila orang hanya senang berbicara dan tidak suka belajar, maka apa yang dia sampaikan hakikatnya hanya sampah belaka. Apalagi bila sampai ditambah-tambahi dan dibumbu-bumbui, informasi dan pesan-pesan tersebut akan semakin jauh dari kebenaran.
Rekan-rekan sekalian, cerita di atas saya kutip dari buku "Karung Mutiara Al Ghazali" terbitan KPG (Kepustakaan Populer Gramedia). Saya mengutip cerita tersebut untuk menjernihkan masalah yang dihadapi para blogger seperti kita semua, termasuk karena adanya reaksi negatif dari seorang pakar Telematika yang kita semua sudah tahu siapa orangnya. Cerita tersebut memberikan kepada kita suatu kritik dan masukan yang sangat berharga, apalagi bagi kita yang suka nge-blog dan nge-MP.
Perkembangan teknologi informasi memang sungguh mencengangkan. Penyampaian pesan, yang beberapa dekade yang lalu harus memakan waktu berhari-hari, kini dapat sampai dalam hitungan detik. Namun:
- Apakah pesan yang kita sampaikan benar, tidak mengandung hoax, kebohongaan dan permusuhan?
- Apakah kita benar-benar mempersiapkan pesan-pesan itu agar dapat menyentuh hati dan pikiran para pembacanya?
- Sudahkah kita cukup berempati dalam menyampaikan pesan-pesan tersebut?
- Dan yang lebih penting lagi, sudah luruskah niat kita dalam mengirimkan pesan-pesan dan informasi tersebut?
- Bagaimana tanggung jawab kita sebagai pengirim pesan terhadap pesan-pesan yang kita sampaikan?
Fenomena pesatnya pertambahan blogger dari waktu ke waktu menimbulkan berbagai macam reaksi. Ada yang setuju, mendukung dan simpati ada pula yang bersikap sebaliknya. Reaksi negatif bukan tidak mungkin timbul dari para blogger yang tidak mengindahkan prinsip-prinsip tersebut di atas. Belajar, belajar dan belajar, baik dengan membaca buku, membaca kehidupan dan mengamati fenomena yang terjadi dengan sebaik-baiknya sehingga kita akan mampu menghasilkan karya yang indah dalam blog kita dan antipati dan reaksi negatif terhadap blogger bisa dihilangkan atau diminimalisir. Perlu diingat bahwa yang namanya nge-blog bagi seorang muslim bukanlah kebebasan tanpa batas, etika dan tanggung jawab.
Selain itu, tidak ada salahnya kita semua mulai meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita, baik yang sunnah, apalagi yang wajib. Memperbanyak sedekah dan silaturahim (online atau offline alias kop-dar) juga bisa membantu.
Bukankah Alloh SWT telah berfirman:
"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Surat Muhammad ayat 7)
Semoga bermanfaat
Dialog dengan Roy Suryo, Enda Nasution dll
| Start: | Apr 7, '08 07:00a |
| End: | Apr 7, '08 09:00a |
| Location: | Radio Trijaya 104.6 FM |
Menghadirkan Roy Suryo, Enda Nasution, dan wakil dari DEPKOMINFO
Hari Senin, 7 April 2008 di Radio Trijaya 104,6 FM
Jam 7 sampai 9 pagi