http://hellofathia.wordpress.com/hello-neighbors-links/
kumpulan links blog baru para mpers, penting nih buat yang mau cari blog alternatif dari para kontaknya :)
Tampilkan postingan dengan label internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label internet. Tampilkan semua postingan
Selasa, 28 Agustus 2012
Senin, 06 Agustus 2012
Era blog gratis di internet, akankah berakhir?
Multiply telah mengambil langkah untuk menghapus blog-blog para user-nya yang bukan online seller. Mereka akan memfokuskan kegiatan online mereka 100 persen kepada e-commerce. Tidak akan ada lagi para blogger di sana, untuk selama-lamanya. Sangat disayangkan memang karena komunitas penulis blog di Multiply di Indonesia, yang seringkali disebut MPers, telah menghasilkan komunitas yang solid yang disebut Komunitas Multiply Indonesia.
Langkah situs multiply.com itu mengindikasikan kemungkinan berakhirnya era gratisan di internet. Selama ini, banyak pengguna internat yang lebih suka menggunakan fitur-fitur gratisan seperti e-mail, blog, jejaring sosial dan lain sebagainya. Terutama di Indonesia, masih relatif jarang orang yang rela berinvestasi untuk membayar domain dan hosting sendiri. JIka ada yang gratis, kenapa harus bayar? mungkin begitu yang ada di benak banyak orang Indonesia. Namun kini, semua sudah berubah. Ruang server makin sempit dan biaya pemeliharaan server pun makin mahal. Maklum, yang namanya server kan sama dengan komputer yang biasa kita pakai, makan energi juga. Dan harga energi makin lama makin mahal karena ekses dari kapitalisme global. Jadi tidak mengherankan apabila hal-hal gratisan di internet makin lama makin berkurang.
Langkah multiply juga bukan tidak mungkin diikuti oleh blog engine atau blog platfor yang lain. Memang saat ini kita masih bisa menggunakan beberapa blog engine gratis seperti blogger.com, wordpress.com, xanga.com atau yang lainnya. Bahkan, notes facebook pun bisa dipakai jika memang tidak ada atau tidak ingin pindah blog ke tempat lain. Namun, blog-blog gratisan itu pun mungkin bakalannya berakhir juga. Bukan tidak mungkin suatu saat mereka bakal minta bayaran pada para bloggernya yang sudah nitip tulisan2nya di sana dengan gratis.
Kini, bagi mereka yang masih suka menuliskan catatan harian dan ide-idenya melalui blog, harus mempertimbangkan untuk berinvestasi membuat blog di situs yang berbayar. Mau tidak mau, ada post pengeluaran tambahan untuk tetap bisa eksis nge-blog di internet. Dengan adanya pengeluaran tersebut, seorang blogger mau tidak mau harus memastikan postingannya bermanfaat untuk sesama, bukan sekedar curhatan egois semata. Syukur-syukur kalau bisa dikasih iklan, kan biaya hosting bisa tertutupi, minimal sebagian.
Jika situs kopiradix.multiply.com ini beneran tamat riwayatnya, teman2 bisa mampir ke blog saya yang lain, yaitu nahar2710.blogspot.com dan sebagian tulisan saya bisa dibaca di situs wasathon.com
Semoga bermanfaat, mohon maaf lahir batin yang sebesar-besarnya jika selama berinteraksi di MP ini ada hal-hal yang kurang berkenan di hati teman-teman MPers sekalian.
Langkah situs multiply.com itu mengindikasikan kemungkinan berakhirnya era gratisan di internet. Selama ini, banyak pengguna internat yang lebih suka menggunakan fitur-fitur gratisan seperti e-mail, blog, jejaring sosial dan lain sebagainya. Terutama di Indonesia, masih relatif jarang orang yang rela berinvestasi untuk membayar domain dan hosting sendiri. JIka ada yang gratis, kenapa harus bayar? mungkin begitu yang ada di benak banyak orang Indonesia. Namun kini, semua sudah berubah. Ruang server makin sempit dan biaya pemeliharaan server pun makin mahal. Maklum, yang namanya server kan sama dengan komputer yang biasa kita pakai, makan energi juga. Dan harga energi makin lama makin mahal karena ekses dari kapitalisme global. Jadi tidak mengherankan apabila hal-hal gratisan di internet makin lama makin berkurang.
Langkah multiply juga bukan tidak mungkin diikuti oleh blog engine atau blog platfor yang lain. Memang saat ini kita masih bisa menggunakan beberapa blog engine gratis seperti blogger.com, wordpress.com, xanga.com atau yang lainnya. Bahkan, notes facebook pun bisa dipakai jika memang tidak ada atau tidak ingin pindah blog ke tempat lain. Namun, blog-blog gratisan itu pun mungkin bakalannya berakhir juga. Bukan tidak mungkin suatu saat mereka bakal minta bayaran pada para bloggernya yang sudah nitip tulisan2nya di sana dengan gratis.
Kini, bagi mereka yang masih suka menuliskan catatan harian dan ide-idenya melalui blog, harus mempertimbangkan untuk berinvestasi membuat blog di situs yang berbayar. Mau tidak mau, ada post pengeluaran tambahan untuk tetap bisa eksis nge-blog di internet. Dengan adanya pengeluaran tersebut, seorang blogger mau tidak mau harus memastikan postingannya bermanfaat untuk sesama, bukan sekedar curhatan egois semata. Syukur-syukur kalau bisa dikasih iklan, kan biaya hosting bisa tertutupi, minimal sebagian.
Jika situs kopiradix.multiply.com ini beneran tamat riwayatnya, teman2 bisa mampir ke blog saya yang lain, yaitu nahar2710.blogspot.com dan sebagian tulisan saya bisa dibaca di situs wasathon.com
Semoga bermanfaat, mohon maaf lahir batin yang sebesar-besarnya jika selama berinteraksi di MP ini ada hal-hal yang kurang berkenan di hati teman-teman MPers sekalian.
Rabu, 01 Agustus 2012
Quote of the day screenshots
Selasa, 26 Juni 2012
Komunitas GreenLifestyle: tips untuk hemat air, energi, kertas, bikin kompos, lingkungan hidup
http://www.greenlifestyle.or.id/
GreenLifestyle adalah sebuah komunitas masyarakat perkotaan di Indonesia yang bertujuan untuk saling berbagi informasi dan berdiskusi mengenai hal-hal praktis yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk bergaya hidup ramah lingkungan.
GreenLifestyle adalah sebuah komunitas masyarakat perkotaan di Indonesia yang bertujuan untuk saling berbagi informasi dan berdiskusi mengenai hal-hal praktis yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk bergaya hidup ramah lingkungan.
Label:
air,
alam,
energi,
green,
greenlifestyle,
internet,
kertas,
lingkungan
Senin, 11 Juni 2012
GRC's | Password Haystacks: How Well Hidden is Your Needle?
https://www.grc.com/haystack.htm
seberapa kuat sih password kita?
seberapa kuat sih password kita?
Rabu, 06 Juni 2012
Creative Blog Writing
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Computers & Internet |
| Author: | Ollie |
Sub Judul: Rahasia Seni Menulis Blog Lebih Kreatif
Penulis: Ollie
Penerbit: Media Kita
Tahun Terbit: 2012
Tebal: 110 halaman
Kategori: Komputer dan Internet
Sub Kategori: Panduan
Harga: Rp. 24.000,00
Buku yang membahas tips dan trik menulis di blog memang cukup jarang kita temui. Sebagian besar buku tentang blog yang ada biasanya membahas sisi teknis pembuatan blog seperti tata cara mendaftar, mengatur tampilan dan memperindah blog dengan berbagai asesoris digital. Padahal, nilai lebih dari suatu blog adalah bagaimana si pemilik mengisi blog itu dengan tulisan-tulisan terbaru yang informatif, menghibur dan mencerahkan para pembacanya. Jika sebuah blog hari ini isinya sama saja dengan kemarin, tiga hari yang lalu bahkan beberapa bulan yang lalu, tentu saja para pembaca enggan mampir ke blog itu lagi. Namun, begitulah nasib banyak blog di dunia maya sehingga blog-blog itu terlupakan oleh para pembaca, bahkan oleh pemiliknya sendiri. Memelihara kelangsungan hidup sebuah blog memang tidak semudah saat pertama kali membuatnya.
Oleh karena itu, Ollie, seorang blogger senior yang sudah menjadikan blog sebagai bagian tak terpisahkan dari kesuksesannya berbagi kiat-kiat kreatif menulis blog dalam buku terbarunya. Buku tersebut berwarna biru, ringkas dan sederhana namun penuh ilmu dan padat makna. Buku itu berisi kiat-kiat mencari ide untuk membuat tulisan menarik di blog kita. Ollie juga menyarankan dalam bukunya agar kita menulis blog sesuai dengan passion kita. Memang, tidak ada larangan untuk menulis apapun di blog kita selama tidak melanggar norma-norma agama dan hukum. Namun, tentu bukan hal yang mudah bila kita harus memaksa diri menulis sesuatu yang bukan bagian dari passion kita. Sesudah menemukan passion kita, kita juga perlu menulis sesuatu yang bermanfaat dan bisa berkembang. Jika memungkinkan, tulis juga hal-hal yang ada peluangnya untuk di-monetisasi atau dijadikan tambahan penghasilan.
Banyak diantara para pembaca blog kita yang enggan berkomentar dan hanya sekedar menjadi "silent reader". Dalam buku ini, Ollie juga menampilkan kiat-kiat memancing komentar dari para pembaca blog kita. Selain itu, Ollie juga dengan tegas menyatakan bahwa jika kita ingin memiliki waktu untuk menulis dan memperbaharui blog kita, kitalah yagn harus mengadakan waktu. Ollie juga memberi kiat-kiat meng-update blog saat dalam perjalanan dan mendisiplinkan diri menulis tanpa diganggu keinginan melihat facebook atau jejaring sosial lainnya. Facebook, twitter dan jejaring sosial lainnya bukanlah musuh dari blog kita tapi justru dapat dimanfaatkan untuk menunjang popularitas blog kita. Dalam buku ini juga terdapat kiat-kiat memadukan dua kekuatan besar itu, yaitu blog dan situs jejaring sosial. Sehingga, blog kita pun akan makin banyak pembacanya dan makin dikenal luas di dunia maya dan dunia nyata.
Kreatifitas, kata Ollie, adalah inti dari pemeliharaan dan pengembangan konten blog. Maka, selain membahas tentang karakteristik dan elemen-elemen dari penulisan blog yang kreatif, Ollie juga memberikan beragam kiat untuk mendapatkan ide penulisan. Dalam salah satu posting blog terpopulernya di www.salsabeela yang berjudul Menjadi Kaya dengan Sedekah, Ollie mengisahkan eksperimen yang dilakukannya setelah terinspirasi buku-buku dan ceramah-ceramah ustadz Yusuf Mansur. Posting blog itu juga dimasukkan ke dalam buku ini sehingga bisa langsung dibaca pembaca tanpa harus menyalakan komputer dahulu.
Buku ini diakhiri dengan membahas serba-serbi blogging dan hal-hal ringan seputar nge-blog. Hal-hal yang dibahas antara lain bagaimana mempengaruhi orang untuk membeli produk kita dengan persuasive writing, bagaiman agar blog kita dapat dijadikan buku dan manfaat mengikuti komunitas blogger. Bagaimana menjadi penulis yang baik, baik untuk memperbaharui blog atau dalam mebuat tulisan-tulisan lainnya juga menjadi pembahasan pada bab terakhir ini. Pendek kata, bagi para blogger yang ingin memperbaharui komitmen dan semangatnya dalam aktifitas blogging dan bagi mereka yang baru mulai membuat blog, buku ini sangat penting dan bermanfaat untuk dibaca.
Resensi ini sudah dimuat di situs wasathon.com
----------
Banyak cara untuk menginspirasi banyak orang baik secara langsung atau tidak langsung. Salah satu cara mudah untuk menginspirasi orang lain berbagi adalah dengan mengenakan kaos yang berisi tulisan atau citra insiparatif seperi Kaos Sedekah. Kaos ini berisi kata-kata motivasi untuk bersedekah dan berbagi pada sesama dengan cara yang halus dan tidak menggurui. Baik juga untuk hadiah atau souvenir bagi yang dicintai dan dikasihi. Kaos ini dapat diperoleh di situs distromuslim dot net.
Label:
blog,
blogwriting,
computer,
creativity,
internet,
resensi,
review
Rabu, 16 Mei 2012
Isu Penggusuran dan Backup Konten MP
Jika di dunia nyata isu paling hangat saat ini adalah tentang pro kontra Lady Gaga dan Irshad Manji, maka di Multiply yang paling panas isunya adalah isu "penggusuran" para blogger yang selama ini menempatkan karya-karya mereka (foto, tulisan blog, curhat dan sebagainya) di situs Multiply masing-masing. "Wacana penggusuran" para bloggers itu cukup meresahkan karena mereka sudah sangat akrab satu sama lain walaupun yang namanya konflik wacana tetap saja ada. Semoga saja isu ini hanya salah paham, meskipun tetap meresahkan. 
Entah apakah memang ada konflik antar para bloggers dengan para online sellers atau ada hal lain, tapi jika kompleks Multiply ini benar-bener berubah 100 persen jadi Multiply Trade Center sungguh disayangkan. Betapa tidak, setahu pada awalnya di Multiply ini orang malah gak boleh jualan (CMIIW ya). Bolehnya ya itu, nge-blog atau upload foto2, upload lagu (dan donlot juga dulunya bisa) dsb, gak jauh dari itu. Apakah ruangan server MP sudah gak cukup lagi buat menampung tulisan dan curhat serta foto2 para penggunanya? atau ada faktor lain? Jangan-jangan karena para bloggers-nya jarang atau gak pernah mampir ke Mall yang sekarang ada di depan kompleks Multiply itu? Coba kita tanya pada rumput yang bergoyang. Yang jelas, para bloggerlah, termasuk yang gratisan, yang telah membesarkan Multiply hingga saat ini.
Idealnya sih para blogger dan online sellers bisa berdampingan dengan harmonis di kompleks yang bernama Multiply ini. OS silakan aja promosi dengan etis tanpa harus mengganggu para bloggers. Jika si blogger ada perlu atau ada barang yang dicari, biar saja dia datang sendiri ke Mall di depan kompleks itu. Toh di inbox setiap MPer juga ada iklannya kan? paling tidak itulah yang saya lihat setiap kali nge-MP berhubung bukan pakai akun premium.
Namun semua itu tergantung pada manajemen Multiply itu sendiri, apakah bakal mau mengharmoniskan para bloggers dengan online sellers atau malah akan menggusur para bloggers dan memberikan seluruh ruang server untuk para online sellers? Pilihan ada pada mereka. If worst come to worst dan para bloggers musti boyongan ke kompleks virtual yang lain, maka apakah ada jaminan bahwa Mall di depan kompleks itu bakal ramai dan bertambah besar? Atau malah bangkrut karena gak ada yang beli dan ruangan server terpaksa disewakan untuk situs-situs orang lain? Tentu saja ini bukan ngedoain supaya bangkrut, tapi hanya sekedar mengingatkan bahwa tidak ada jaminan sukses dalam ikhtar mencari rezeki. Allah SWT sudah mengatur semua rezeki makhluknya mulai dari yang melata sampai manusia dan jin, baik yang shaleh maupun yang salah, baik yang taat maupun yang ingkar. Gak percaya? simak aja kisah-kisah inspiratif para pengamal sedekah. Banyak diantara mereka yang berhasil mendapatkan rezeki tak terduga yang luar biasa banyaknya. Jadi, kenapa gak menganggap ngasih tempat pada para blogger gratisan itu sebagai sedekah? Insya Allah gak ada ruginya
Bagaimanapun juga semua ada hikmahnya. Digusur gak digusur, saya akan tetap mem-backup konten2 yang penting dari situs Multiply saya. Saya sarankan teman2 yang lain juga melakukan hal yang sama. Siapa lagi yang akan menghargai karya-karya kita di internet kalau bukan kita sendiri?
Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.
Entah apakah memang ada konflik antar para bloggers dengan para online sellers atau ada hal lain, tapi jika kompleks Multiply ini benar-bener berubah 100 persen jadi Multiply Trade Center sungguh disayangkan. Betapa tidak, setahu pada awalnya di Multiply ini orang malah gak boleh jualan (CMIIW ya). Bolehnya ya itu, nge-blog atau upload foto2, upload lagu (dan donlot juga dulunya bisa) dsb, gak jauh dari itu. Apakah ruangan server MP sudah gak cukup lagi buat menampung tulisan dan curhat serta foto2 para penggunanya? atau ada faktor lain? Jangan-jangan karena para bloggers-nya jarang atau gak pernah mampir ke Mall yang sekarang ada di depan kompleks Multiply itu? Coba kita tanya pada rumput yang bergoyang. Yang jelas, para bloggerlah, termasuk yang gratisan, yang telah membesarkan Multiply hingga saat ini.
Idealnya sih para blogger dan online sellers bisa berdampingan dengan harmonis di kompleks yang bernama Multiply ini. OS silakan aja promosi dengan etis tanpa harus mengganggu para bloggers. Jika si blogger ada perlu atau ada barang yang dicari, biar saja dia datang sendiri ke Mall di depan kompleks itu. Toh di inbox setiap MPer juga ada iklannya kan? paling tidak itulah yang saya lihat setiap kali nge-MP berhubung bukan pakai akun premium.
Namun semua itu tergantung pada manajemen Multiply itu sendiri, apakah bakal mau mengharmoniskan para bloggers dengan online sellers atau malah akan menggusur para bloggers dan memberikan seluruh ruang server untuk para online sellers? Pilihan ada pada mereka. If worst come to worst dan para bloggers musti boyongan ke kompleks virtual yang lain, maka apakah ada jaminan bahwa Mall di depan kompleks itu bakal ramai dan bertambah besar? Atau malah bangkrut karena gak ada yang beli dan ruangan server terpaksa disewakan untuk situs-situs orang lain? Tentu saja ini bukan ngedoain supaya bangkrut, tapi hanya sekedar mengingatkan bahwa tidak ada jaminan sukses dalam ikhtar mencari rezeki. Allah SWT sudah mengatur semua rezeki makhluknya mulai dari yang melata sampai manusia dan jin, baik yang shaleh maupun yang salah, baik yang taat maupun yang ingkar. Gak percaya? simak aja kisah-kisah inspiratif para pengamal sedekah. Banyak diantara mereka yang berhasil mendapatkan rezeki tak terduga yang luar biasa banyaknya. Jadi, kenapa gak menganggap ngasih tempat pada para blogger gratisan itu sebagai sedekah? Insya Allah gak ada ruginya
Bagaimanapun juga semua ada hikmahnya. Digusur gak digusur, saya akan tetap mem-backup konten2 yang penting dari situs Multiply saya. Saya sarankan teman2 yang lain juga melakukan hal yang sama. Siapa lagi yang akan menghargai karya-karya kita di internet kalau bukan kita sendiri?
Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.
Senin, 12 Maret 2012
Majalah Wasathon: Bukan Berita Tapi Wacana
http://wasathon.com/editorial/read/majalah_wasathon_bukan_berita_tapi_wacana/
Sejak kehadirannya, Wasathon memposisikan diri sebagai majalah online. Sejauh ini, baru dalam tahap mengembangkan sebuah majalah versi web (situs). Ke depan, kita benar-benar akan mengikutinya dengan membuat majalah yang bisa diunduh dan dibaca baik dalam versi PDF maupun versi-versi lain yang bisa dibaca di berbagai platform. Rencana, setiap bulan kami akan menyapa pembaca lewat majalah tersebut.
Wasathon bukan majalah berita, tapi majalah yang lebih dominan memberikan wacana, opini, kolom atau artikel seputar kekinian, keumatan dan ke-Islaman dalam bingkai Islam kaffah dengan porsi 75 %. Selebihnya berisi berita-berita maupun event-event, acara, kegiatan yang terkait dengan beberapa hal di atas. Untuk pemberitaan kekinian, keumatan dan Ke-Islaman, biarlah itu menjadi bagian terbesar dari situs-situs sesama media Islam online lain semisal Eramuslim atau Voa Islam.
Selanjutnya bisa dibaca di-link di atas :)
Sejak kehadirannya, Wasathon memposisikan diri sebagai majalah online. Sejauh ini, baru dalam tahap mengembangkan sebuah majalah versi web (situs). Ke depan, kita benar-benar akan mengikutinya dengan membuat majalah yang bisa diunduh dan dibaca baik dalam versi PDF maupun versi-versi lain yang bisa dibaca di berbagai platform. Rencana, setiap bulan kami akan menyapa pembaca lewat majalah tersebut.
Wasathon bukan majalah berita, tapi majalah yang lebih dominan memberikan wacana, opini, kolom atau artikel seputar kekinian, keumatan dan ke-Islaman dalam bingkai Islam kaffah dengan porsi 75 %. Selebihnya berisi berita-berita maupun event-event, acara, kegiatan yang terkait dengan beberapa hal di atas. Untuk pemberitaan kekinian, keumatan dan Ke-Islaman, biarlah itu menjadi bagian terbesar dari situs-situs sesama media Islam online lain semisal Eramuslim atau Voa Islam.
Selanjutnya bisa dibaca di-link di atas :)
Kamis, 08 Maret 2012
Media Mainstream vs Citizen Journalism
| Start: | Mar 10, '12 1:00p |
| End: | Mar 10, '12 4:00p |
| Location: | Auditorium lantai 5 Perpustakaan Pusat UI |
Di sisi lain, masyarakat juga saat ini sudah tidak hanya bisa menjadi penonton yang budiman atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Citizen journalism, membuat semua orang bisa menjadi reporter atas sebuah kejadian yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Namun manakah yang lebih menarik dan terpercaya untuk mendapatkan informasi terbaru? Bagaimana pula anak muda seharusnya memaksimalkan social media sebagai sarana untuk melaporkan informasi terkini dalam bentuk citizen journalism? Kalau mau tau lebih lanjut, yuk datang ke SPEAK Forum dan berdiskusi bareng ClubSPEAK, SUMA UI, dan para narasumber.
Waktu
Sabtu
10 Maret 2012
Pukul
13.00 – 16.00
Tempat
Di Auditorium lantai 5 Perpustakaan Pusat UI
Pembicara:
Ade Armando (akademisi
dan pengamat media)
Luviana (praktisi media massa)
Mahardika (kordinator redaksi SUMA UI)
Moderator:
Adrian Danar Wibisono (Koordinator ClubSPEAK)
Acara ini terbuka untuk umum dan tersedia makanan ringan untuk seluruh peserta.
Untuk. info lebih lanjut hubungi Austin (081908044566)
http://wasathon.com/event/read/media_mainstream_vs_citizen_journalism/
Kolonisasi Digital ala Facebook
http://wasathon.com/humaniora/read/kolonisasi_digital_ala_facebook/
“Dunia sedang demam facebook!” Kurang lebih, itu gejala dunia dari barat sampai timur, dari yang tua-tua ubanan sampai anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Facebook saat ini menjadi sebuah trend yang dimanfaatkan oleh banyak kalangan; termasuk politisi yang ingin menaikkan citranya dan aktivis gerakan sosial yang bergerak untuk menjatuhkan rezim tertentu—seperti yang terjadi dalam runtuhnya beberapa rezim di Timur Tengah.
selanjutnya bs dibaca di atas
Penulis: Yanuardi Syukur
“Dunia sedang demam facebook!” Kurang lebih, itu gejala dunia dari barat sampai timur, dari yang tua-tua ubanan sampai anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Facebook saat ini menjadi sebuah trend yang dimanfaatkan oleh banyak kalangan; termasuk politisi yang ingin menaikkan citranya dan aktivis gerakan sosial yang bergerak untuk menjatuhkan rezim tertentu—seperti yang terjadi dalam runtuhnya beberapa rezim di Timur Tengah.
selanjutnya bs dibaca di atas
Penulis: Yanuardi Syukur
Jumat, 03 Februari 2012
Mall di depan kompleks
Entah apakah ini berita baik atau sebaliknya, yang jelas saya termasuk yang terheran-heran dengan keputusan Multiplya untuk "boyongan" pindah rumah (atau kantor?) ke negeri zamrud khatulistiwa ini. Apakah karena di negeri ini kebanyakan mall yang offline sehingga sekalian mau ditambah yang online? entahlah, mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang, eh maksudnya kepada mereka sendiri.
Memang kalau diumpamakan kompleks perumahan, Multiply yang dulunya para penghuninya tinggal masuk sekarang harus lewat Mall dulu. Mall online yang bernama marketplace itu memang ditempatkan di gerbang masuk perumahan Multiply tersebut. Dan, mall itu pun makin lama makin besar karena yang menempati makin banyak.
Online sellers di Multiply pun semakin lama semakin banyak. Memang pada awalnya seperti kompleks perumahan yang satu dua penghuninya buka warung untuk mendapat tambahan penghasilan. Namun, makin lama banyak yang buka warung maka dibuatlah sebuah Mall bernama marketplace. Multiply sendiri telah menempatkan diri menjadi social network yang fokus pada e-commerce alias perdagangan online. Bahkan pihak Multiply telah mengadakan pertemuan akbar khusus para online seller
Pertanyaan yang mungkin mengusik adalah bagaimana dengan nasib para blogger yang menempatkan atau menitipkan hasil hasil karyanya di situs Multiply masing-masing? Baik yang berupa tulisan, foto ataupun konten lainnya? apakah sudah harus di-backup dulu di komputer masing-masing atau diungsikan (dengan cara copy paste) ke blog-blog yang lain? Akankah tetap bisa diakses seperti biasa atau ada kebijakan lain? Terus terang saya tidak punya jawabannya walaupun saya sendiri masih berharap bisa nge-blog dan saling bersilaturahim secara online dengan para tetangga MPers yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung itu.
Bagaimanapun juga, Mr. Pezaris dan kawan-kawannya sudah datang di negeri yang penuh dinamika ini, semoga mereka betah. Kalau bisa sih, sempatkan melihat keadaan rakyat miskin yang hidupnya menderita di negeri ini, jangan cuma mall-mall dan peluang-peluang bisnisnya aja ya.
Semoga bermanfaat
Memang kalau diumpamakan kompleks perumahan, Multiply yang dulunya para penghuninya tinggal masuk sekarang harus lewat Mall dulu. Mall online yang bernama marketplace itu memang ditempatkan di gerbang masuk perumahan Multiply tersebut. Dan, mall itu pun makin lama makin besar karena yang menempati makin banyak.
Online sellers di Multiply pun semakin lama semakin banyak. Memang pada awalnya seperti kompleks perumahan yang satu dua penghuninya buka warung untuk mendapat tambahan penghasilan. Namun, makin lama banyak yang buka warung maka dibuatlah sebuah Mall bernama marketplace. Multiply sendiri telah menempatkan diri menjadi social network yang fokus pada e-commerce alias perdagangan online. Bahkan pihak Multiply telah mengadakan pertemuan akbar khusus para online seller
Pertanyaan yang mungkin mengusik adalah bagaimana dengan nasib para blogger yang menempatkan atau menitipkan hasil hasil karyanya di situs Multiply masing-masing? Baik yang berupa tulisan, foto ataupun konten lainnya? apakah sudah harus di-backup dulu di komputer masing-masing atau diungsikan (dengan cara copy paste) ke blog-blog yang lain? Akankah tetap bisa diakses seperti biasa atau ada kebijakan lain? Terus terang saya tidak punya jawabannya walaupun saya sendiri masih berharap bisa nge-blog dan saling bersilaturahim secara online dengan para tetangga MPers yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung itu.
Bagaimanapun juga, Mr. Pezaris dan kawan-kawannya sudah datang di negeri yang penuh dinamika ini, semoga mereka betah. Kalau bisa sih, sempatkan melihat keadaan rakyat miskin yang hidupnya menderita di negeri ini, jangan cuma mall-mall dan peluang-peluang bisnisnya aja ya.
Semoga bermanfaat
Rabu, 18 Januari 2012
Beranda | wasathon.com
http://wasathon.com/
salah satu media online terbaru, silakan berkunjung semoga bermanfaat
salah satu media online terbaru, silakan berkunjung semoga bermanfaat
Kamis, 22 Desember 2011
[Opini] Hari Ibu di Era Digital
Terlepas dari pro dan kontra perayaan Hari Ibu yang jatuh tanggal 22 Desember, besarnya kasih sayang seorangibu pada anaknya tentu tidak perlu di ragukan lagi. Sejak berjuang untuk melahirkan si anak ke dunia sampai mendidik dan membesarkannya, sungguh tak terbalas jasa seorang ibu. Sehingga, berbakti pada orang tua, apalagi pada seorang ibu, menjadi sebuah amal sholeh yang besar balasannya dan merupakan kewajiban seoerang anak yang beriman pada Allah dan RasulNya.
Namun terkadang, banyak anak yang tidak menyadari hal itu dan enggan berterima kasih pada orang tua, terutama ibunya. Ibu yang melahirkannya ke dunia dan berkorban apapun yang mampu dia korbankan disia-siakan begitu saja. Bahkan, salah satau ciri akhir zaman menjelang kiamat adalah ketika budak-budak melahirkan tuannya. Artinya, banyak sekali di zaman kita sekarang ini, anak-anak yang hampir bisa dibilang memperbudak orang tuanya, terutama ibunya. Banyak dari mereka yang mendapat makanan, uang jajan dan berbagai fasilitas lain dari orang tuanya namun hanya untuk memuaskan hawa nafsu dan egonya semata. Seakan-akan, para orang tua adalah rakyat yang membayar pajak untuk membiayai kemewahan hidup para raja dan bangsawan di masa lampau.
Ketika teknologi digital dan internet hadir di dunia, tontonan, hiburan dan permainan pun berubah. Permainan-permainan elektronik yang mengandalkan jaringan internet hadir mewarnai kehidupan anak-anak muda. Banyak anak muda yang menghabiskan waktu berjam-jam tanpa henti dalam permainan-permainan elektronik tersebut. Orang tua pun kesulitan mengendalikan dan mendidik anak-anak mereka. Sedikit saja terganggu saat bermain games online, banyak anak yang langsung marah-marah dan tidak bisa mengendalikan emosinya. Seringkali, ayah atau ibu mereka ada yang sampai terpaksa menyambangi warnet-warnet dan pusat-pusat persewaan permainan elektronik itu untuk mencari anak-anak mereka. Tidak mengherankan apabila Anak-anak seperti itu oleh Marc Prensky disebut Digital Natives atau penduduk asli negeri digital. Sebuah negeri dimana pertukaran informasi berlangsung serba cepat, serba artifisial dan serba gemerlapan. Sebuah dunia yang dipenuhi dengan konten Multimedia yang sensasional. Sebuah dunia yang menjanjikan kenikmatan bagi mereka yang haus akan segala macam sensasi dan kesenangan palsu nan semu. Jurang pemisah antar generasi muda yang melek digital dan generasi tua yang buta digital makin lebar dan makin sulit untuk dijembatani.
Sebagaimana sang Penyair Libanon Kahlil Gibran pernah mengatakan "Engkau dapat rumahkan tubuhnya tapi tidak jiwanya, karena jiwa mereka berada di rumah masa depan yang tak dapat kau sambangi bahkan dalam mimpi-mimpimu". Bukan tidak mungkin, rumah masa depan yang dimaksud Kahlil Gibran telah terwujud dalam dunia yang dilahirkan teknologi digital online yang ada sekarang ini. Banyak orang tua, terutama Ibu, seakan tak lagi dianggap penting oleh anak-anak yang dilahirkannya sendiri. Sebagian kaum ibu seakan tertinggal jauh oleh anak-anak mereka. Kehangatan pelukan dan kasih sayang para ibu pada anak-anaknya seolah tergantikan oleh dahsyatnya gelombang informasi dan hiburan yang dibawa oleh teknologi digital tersebut.
Kini, apalah artinya hari ibu diperingati dengan berbagai acara dan diabadikan di berbagai situs dan jejaring sosial di internet? Ketika pada saat bersamaan teknologi yang sama telah menyebabkan kasih sayang ibu tercabut dan terpisah dari anak-anaknya yang telah menjadi penduduk sebuah negeri bernama Dunia Digital.
Namun terkadang, banyak anak yang tidak menyadari hal itu dan enggan berterima kasih pada orang tua, terutama ibunya. Ibu yang melahirkannya ke dunia dan berkorban apapun yang mampu dia korbankan disia-siakan begitu saja. Bahkan, salah satau ciri akhir zaman menjelang kiamat adalah ketika budak-budak melahirkan tuannya. Artinya, banyak sekali di zaman kita sekarang ini, anak-anak yang hampir bisa dibilang memperbudak orang tuanya, terutama ibunya. Banyak dari mereka yang mendapat makanan, uang jajan dan berbagai fasilitas lain dari orang tuanya namun hanya untuk memuaskan hawa nafsu dan egonya semata. Seakan-akan, para orang tua adalah rakyat yang membayar pajak untuk membiayai kemewahan hidup para raja dan bangsawan di masa lampau.
Ketika teknologi digital dan internet hadir di dunia, tontonan, hiburan dan permainan pun berubah. Permainan-permainan elektronik yang mengandalkan jaringan internet hadir mewarnai kehidupan anak-anak muda. Banyak anak muda yang menghabiskan waktu berjam-jam tanpa henti dalam permainan-permainan elektronik tersebut. Orang tua pun kesulitan mengendalikan dan mendidik anak-anak mereka. Sedikit saja terganggu saat bermain games online, banyak anak yang langsung marah-marah dan tidak bisa mengendalikan emosinya. Seringkali, ayah atau ibu mereka ada yang sampai terpaksa menyambangi warnet-warnet dan pusat-pusat persewaan permainan elektronik itu untuk mencari anak-anak mereka. Tidak mengherankan apabila Anak-anak seperti itu oleh Marc Prensky disebut Digital Natives atau penduduk asli negeri digital. Sebuah negeri dimana pertukaran informasi berlangsung serba cepat, serba artifisial dan serba gemerlapan. Sebuah dunia yang dipenuhi dengan konten Multimedia yang sensasional. Sebuah dunia yang menjanjikan kenikmatan bagi mereka yang haus akan segala macam sensasi dan kesenangan palsu nan semu. Jurang pemisah antar generasi muda yang melek digital dan generasi tua yang buta digital makin lebar dan makin sulit untuk dijembatani.
Sebagaimana sang Penyair Libanon Kahlil Gibran pernah mengatakan "Engkau dapat rumahkan tubuhnya tapi tidak jiwanya, karena jiwa mereka berada di rumah masa depan yang tak dapat kau sambangi bahkan dalam mimpi-mimpimu". Bukan tidak mungkin, rumah masa depan yang dimaksud Kahlil Gibran telah terwujud dalam dunia yang dilahirkan teknologi digital online yang ada sekarang ini. Banyak orang tua, terutama Ibu, seakan tak lagi dianggap penting oleh anak-anak yang dilahirkannya sendiri. Sebagian kaum ibu seakan tertinggal jauh oleh anak-anak mereka. Kehangatan pelukan dan kasih sayang para ibu pada anak-anaknya seolah tergantikan oleh dahsyatnya gelombang informasi dan hiburan yang dibawa oleh teknologi digital tersebut.
Kini, apalah artinya hari ibu diperingati dengan berbagai acara dan diabadikan di berbagai situs dan jejaring sosial di internet? Ketika pada saat bersamaan teknologi yang sama telah menyebabkan kasih sayang ibu tercabut dan terpisah dari anak-anaknya yang telah menjadi penduduk sebuah negeri bernama Dunia Digital.
Senin, 28 November 2011
Nahar Rasjidi - Google+
https://plus.google.com/111547396741921604078#111547396741921604078/posts
Profil saya di Google +
yang mau add atau tambah lingkaran silakan
Profil saya di Google +
yang mau add atau tambah lingkaran silakan
Minggu, 27 November 2011
[Peduli] Istiqomah, tetaplah istiqomah

Yah, Istiqomah bukanlah anak yang beruntung dilahirkan lengkap dan normal. Bayi mungil ini adalah putri pertama Mas Wahid Widodo (34 tahun) seorang buruh tani warga Candigilo, Ngadipuro, Dukun, Magelang. Istiqomah lahir Lahir dengan wajah dan mulut tanpa langit-langit, mata yang buta dengan bola mata yang keluar.. sungguh ini cobaan yang sangaaaat berat untuk mereka. Luar Biasa berat. 
Memang, Istiqomah telah mendapat operasi pengobatan jantung bocor dan bibir sumbing karean mereka tinggal di daerah rawan bencana di kaki gunung Merapi. Namun, bantuan itu akan berakhir beberapa bulan ke depan. Agar bisa mengunyah pada umur 1.5 tahun nanti, Istiqomah harus dioperasi lagi, namun orang tuanya tentu tidak mampu membiayai operasi itu sendiri.
Untunglah para donatur dan relawan Sedekah Rombongan telah kembali bergerak untuk mengumpulkan dana demi Istiqomah. Semoga Allah SWT meridhoi dan memudahkan langkah mereka untuk membantu hambaNya yang diamanahkan kepada mereka dan kita semua. Semoga Dia yang Maha Membolak Balik Hati melembutkan hati kita semua untuk membantu dan mengeluarkan kelebihan rezeki kita demi kesembuhan Istiqomah.
Semoga engkau tetap istiqomah sebagaimana namamu yang indah itu nak, kami semua sayang padamu, doa kami bersamamu, aamin
More info please visit Rombongan 37 di Sedekah Rombongan.
Semoga bermanfaat
Foto minjam dari situs Sedekah Rombongan.
Memang, Istiqomah telah mendapat operasi pengobatan jantung bocor dan bibir sumbing karean mereka tinggal di daerah rawan bencana di kaki gunung Merapi. Namun, bantuan itu akan berakhir beberapa bulan ke depan. Agar bisa mengunyah pada umur 1.5 tahun nanti, Istiqomah harus dioperasi lagi, namun orang tuanya tentu tidak mampu membiayai operasi itu sendiri.
Untunglah para donatur dan relawan Sedekah Rombongan telah kembali bergerak untuk mengumpulkan dana demi Istiqomah. Semoga Allah SWT meridhoi dan memudahkan langkah mereka untuk membantu hambaNya yang diamanahkan kepada mereka dan kita semua. Semoga Dia yang Maha Membolak Balik Hati melembutkan hati kita semua untuk membantu dan mengeluarkan kelebihan rezeki kita demi kesembuhan Istiqomah.
Semoga engkau tetap istiqomah sebagaimana namamu yang indah itu nak, kami semua sayang padamu, doa kami bersamamu, aamin
More info please visit Rombongan 37 di Sedekah Rombongan.
Semoga bermanfaat
Foto minjam dari situs Sedekah Rombongan.
Kamis, 24 November 2011
[Peduli] Ladang Amal itu memang untuk kita
Saat sekarang ini, perhatian masyarakat tertuju pada pesta pernikahan dua anak pejabat negara. Yang paling disoroti adalah besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pesta tersebut. Media-media seakan berlomba menayangkan acara itu sehingga tersiar di seluruh Nusantara. Situs-situs berita yang menayangkan pernikahan megah itu terbanjiri oleh banyak komentar. Komentar-komentar yang datang sebagian besar pedas, sinis, mengecam dan melecehkan. Seakan rasa hormat kepada para pemimpin bangsa ini sudah dicampakkan begitu saja bagaikan sampah yang dibuang tanpa dipedulikan lagi. 
Para komentator itu memang tidak sepenuhnya bisa disalahkan memang. Mereka adalah puncak-puncak gunung es kekecewaan dan kemarahan rakyat pada pemimpinnya. Pernikahan sepasang anak pejabat-pejabat negara itu seakan menafikan krisis multi dimensi yang masih belum juga teratasi di negeri ini. Adakah hal yang lebih menyakitkan dan menyedihkan melihat sebagian orang berpesta dengan anggaran yang besar sementara orang lain kelaparan dan tidak bisa berobat ke rumah sakit?
Salah satu dari mereka yang kurang beruntung itu adalah Rara. Rara bukanlah artis atau selebritis apalagi tokoh politik terkenal. Rara hanyalah anak seorang buruh pabrik tahu di daerah Jogjakarta. Suatu ketika, bocah itu bermain dengan teman-temannya saat ada acara hajatan sunatan massal. Saat berlari mundur, Rara tidak menyadari ada panci berisi kuah mendidih di belakangnya. Tak ayal lagi, bagian belakang tubuh Rara pun masuk ke panci tersebut. Mula-mula bokongnya lalu seluruh tubuhnya ikut terkena kuah gulai yang panas mendidih itu. Kisah selengkapnya dapat sahabat-sahabat sekalian simak di blog Sedekah Rombongan yang digagas Pak Saptuari, pemilik Kedai Digital di Jogjakarta. Karena saya sungguh tidak sanggup menuliskan kisah itu. Terlalu menyedihkan dan mengharukan sehingga menyayat hati dan menggetarkan jiwa. Yang jelas, kisah para relawan membantu Rara lebih layak disimak ketimbang pernikahan dua anak pejabat tadi. Walaupun saya yakin bukan itu yang diingikan para relawan. Tersampaikannya amanah para donatur, termasuk untuk kesembuhan Rara, jauh lebih lebih penting dari semua itu.
Kini biaya untuk perawatan Rara selama di rumah sakit ditanggung para donatur. Tim Sedekah Rombongan kini sedang giat menggalang dana untuk penyembuhan dan pemulihan Rara. Rara kini telah dipindahkan ke Poli khusus rawat luka bakar. Namun, agar benar-benar sembuh, Rara masih perlu lebih banyak biaya. Tim Sedekah Rombongan berharap akan datang lebih banyak donatur lagi untuk membantu Rara agar pulih dan ceria seperti sedia kala. Mereka terus menggalang dukungan lewat akun twitter mereka dengan memakai hastag #SedekahRombongan. Untuk teman-teman yang aktif di Twitter, mohon kiranya berkenan me-retweet dan me-mention info ini agar tersebar lebih luas. Sungguh sangat berarti buat Rara dan para penerima bantuan Sedekah Rombongan lainnya.
Terasa ironis memang. Di saat para pejabat kaya berpesta pora, malah rakyat yang bergotong royong membantu sesama yang membutuhkan. Para donatur mungkin tidak semuanya orang kaya dan banyak harta. Banyak juga yang penghasilannya tidak seberapa dibanding yang sedang pesta saat ini. Biaya perawatan Rara yang berkisar beberapa puluh juta rupiah tentu merupakan harga yang murah bagi para pejabat yang sedang berpesta itu. Entah apa yang menghalangi mereka berbagi lebih banyak sehingga rakyat pun akhirnya yang berbondong-bondong bersedekah bagi Rara dan para dhuafa lainnya.
Mungkin ladang amal membantu Rara dan para dhuafa lainnya memang diberikan kepada rakyat dan bukan para pejabat kaya tersebut. Allah SWT telah menggerakkan hati sebagian rakyat negeri ini untuk berbagi meski mereka tidak semuanya kaya. Dan bagi yang sedang berpesta pora, yang mereka dapatkan sesungguhnya mungkin istidraj. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al Quran "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya (QS al-Isra' [17]: 16)". Nauzubillah min dzalik
Selamat beraktifitas di hari Jumat yang berkah dan indah ini temans, jangan lupa berikan sedekah kita yang terbaik hari ini karena ladang amal ini telah diberikan pada kita. Bukan mereka yang keras dan tertutup hatinya sehingga enggan melihat dan peduli pada penderitaan sesama.
Semoga bermanfaat, mohon maaf untuk yang kurang berkenan. Untuk Rara cepat sembuh ya nak, kami semua sayang padamu dan doa kami bersamamu
Informasi tentang Sedekah Rombongan dapat diperoleh di Blog Sedekah Rombongan
Para komentator itu memang tidak sepenuhnya bisa disalahkan memang. Mereka adalah puncak-puncak gunung es kekecewaan dan kemarahan rakyat pada pemimpinnya. Pernikahan sepasang anak pejabat-pejabat negara itu seakan menafikan krisis multi dimensi yang masih belum juga teratasi di negeri ini. Adakah hal yang lebih menyakitkan dan menyedihkan melihat sebagian orang berpesta dengan anggaran yang besar sementara orang lain kelaparan dan tidak bisa berobat ke rumah sakit?
Salah satu dari mereka yang kurang beruntung itu adalah Rara. Rara bukanlah artis atau selebritis apalagi tokoh politik terkenal. Rara hanyalah anak seorang buruh pabrik tahu di daerah Jogjakarta. Suatu ketika, bocah itu bermain dengan teman-temannya saat ada acara hajatan sunatan massal. Saat berlari mundur, Rara tidak menyadari ada panci berisi kuah mendidih di belakangnya. Tak ayal lagi, bagian belakang tubuh Rara pun masuk ke panci tersebut. Mula-mula bokongnya lalu seluruh tubuhnya ikut terkena kuah gulai yang panas mendidih itu. Kisah selengkapnya dapat sahabat-sahabat sekalian simak di blog Sedekah Rombongan yang digagas Pak Saptuari, pemilik Kedai Digital di Jogjakarta. Karena saya sungguh tidak sanggup menuliskan kisah itu. Terlalu menyedihkan dan mengharukan sehingga menyayat hati dan menggetarkan jiwa. Yang jelas, kisah para relawan membantu Rara lebih layak disimak ketimbang pernikahan dua anak pejabat tadi. Walaupun saya yakin bukan itu yang diingikan para relawan. Tersampaikannya amanah para donatur, termasuk untuk kesembuhan Rara, jauh lebih lebih penting dari semua itu.
Kini biaya untuk perawatan Rara selama di rumah sakit ditanggung para donatur. Tim Sedekah Rombongan kini sedang giat menggalang dana untuk penyembuhan dan pemulihan Rara. Rara kini telah dipindahkan ke Poli khusus rawat luka bakar. Namun, agar benar-benar sembuh, Rara masih perlu lebih banyak biaya. Tim Sedekah Rombongan berharap akan datang lebih banyak donatur lagi untuk membantu Rara agar pulih dan ceria seperti sedia kala. Mereka terus menggalang dukungan lewat akun twitter mereka dengan memakai hastag #SedekahRombongan. Untuk teman-teman yang aktif di Twitter, mohon kiranya berkenan me-retweet dan me-mention info ini agar tersebar lebih luas. Sungguh sangat berarti buat Rara dan para penerima bantuan Sedekah Rombongan lainnya.
Terasa ironis memang. Di saat para pejabat kaya berpesta pora, malah rakyat yang bergotong royong membantu sesama yang membutuhkan. Para donatur mungkin tidak semuanya orang kaya dan banyak harta. Banyak juga yang penghasilannya tidak seberapa dibanding yang sedang pesta saat ini. Biaya perawatan Rara yang berkisar beberapa puluh juta rupiah tentu merupakan harga yang murah bagi para pejabat yang sedang berpesta itu. Entah apa yang menghalangi mereka berbagi lebih banyak sehingga rakyat pun akhirnya yang berbondong-bondong bersedekah bagi Rara dan para dhuafa lainnya.
Mungkin ladang amal membantu Rara dan para dhuafa lainnya memang diberikan kepada rakyat dan bukan para pejabat kaya tersebut. Allah SWT telah menggerakkan hati sebagian rakyat negeri ini untuk berbagi meski mereka tidak semuanya kaya. Dan bagi yang sedang berpesta pora, yang mereka dapatkan sesungguhnya mungkin istidraj. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al Quran "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya (QS al-Isra' [17]: 16)". Nauzubillah min dzalik
Selamat beraktifitas di hari Jumat yang berkah dan indah ini temans, jangan lupa berikan sedekah kita yang terbaik hari ini karena ladang amal ini telah diberikan pada kita. Bukan mereka yang keras dan tertutup hatinya sehingga enggan melihat dan peduli pada penderitaan sesama.
Semoga bermanfaat, mohon maaf untuk yang kurang berkenan. Untuk Rara cepat sembuh ya nak, kami semua sayang padamu dan doa kami bersamamu
Informasi tentang Sedekah Rombongan dapat diperoleh di Blog Sedekah Rombongan
[Peduli] Media dan Kepedulian
Sepengetahuan saya, yang sudah jarang nonton TV ini, masih ada acara-acara televisi yang memiliki konten kepedulian. Contohnya adalah Peduli Kasih yang ditayangkan Indosiar dan Jika aku menjadi di Trans TV. Dulu pernah ada acara talkshow tengah malam yang ditayangkan Metro TV dengan nama Midnight Live. Dalam salah satu episode acara tersebut ditayangkan seorang tukang ojek yang anaknya sakit dan perlu biaya mahal untuk perawatannay. Telepon masuk pun silih berganti sehingga terkumpullah biaya lebih dari cukup untuk perawatan si anak tukang ojek hanya dalam waktu 1 malam. Namun acara-acara seperti itu tidaklah tinggi rating-nya. Masyarakat lebih suka acara gosip kaum selebritis atau banyolan yang mengocok perut mengundang tawa. Bahkan acara-acara ceramah keagamaan terkadang lebih banyak lucunya daripada ilmunya, namun itulah yang disukai masyarakat kita. Sangat disayangkan memang. 
Sehingga, internet seakan menjadi media terakhir untuk menyalurkan kepedulian dan memberi informasi keberadaan mereka yang membutuhkan. Sebagian blogger dan para penggunan situs-situs jejaring sosial ada yang mendedikasikan sebagian tulisan dan posting mereka untuk menginformasikan keberadaan mereka yang membutuhkan. Walau mungkin masih jauh dari ideal, mengingat terus bertambahnya penduduk miskin di negeri yang malang ini, namun tidaklah akan sia-sia dalam pandangan Allah SWT.
Salah satu dari mereka adalah Rara. Rara bukanlah artis atau selebritis apalagi tokoh politik terkenal. Rara hanyalah anak seorang buruh pabrik tahu di daerah Jogjakarta. Suatu ketika, bocah itu bermain dengan teman-temannya saat ada acara sunatan massal. Saat berlari mundur, Rara tidak menyadari ada panci berisi kuah mendidih di belakangnya. Tak ayal lagi, bagian belakang tubuh Rara pun masuk ke panci tersebut. Mula-mula bokongnya lalu seluruh tubuhnya ikut terkena cairan panas. Kisah selengkapnya dapat sahabat-sahabat sekalian simak di blog Sedekah Rombongan yang digagas Pak Saptuari, pemilik Kedai Digital di Jogjakarta. Karena saya sungguh tidak sanggup menuliskan kisah itu.
Masih banyak anak-anak tidak mampu seperti Rara yang memerlukan perawatan dan lebih banyak lagi yang perlu pendidikan dan sebagainya. Mari kita dedikasikan sebagian kemampuan kita menyebarkan informasi di internet, baik melalui blog atau jejaring sosial seperti FB atau twitter, untuk kepedulian. Akan lebih baik lagi jika kita mau dan mampu mengeluarkan kelebihan harta kita demi mereka.
Sekedar menyalakan kembali semangat peduli dan berbagi yang sempat meredup dan nasihat untuk diri sendiri. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang membaca.
Sehingga, internet seakan menjadi media terakhir untuk menyalurkan kepedulian dan memberi informasi keberadaan mereka yang membutuhkan. Sebagian blogger dan para penggunan situs-situs jejaring sosial ada yang mendedikasikan sebagian tulisan dan posting mereka untuk menginformasikan keberadaan mereka yang membutuhkan. Walau mungkin masih jauh dari ideal, mengingat terus bertambahnya penduduk miskin di negeri yang malang ini, namun tidaklah akan sia-sia dalam pandangan Allah SWT.
Salah satu dari mereka adalah Rara. Rara bukanlah artis atau selebritis apalagi tokoh politik terkenal. Rara hanyalah anak seorang buruh pabrik tahu di daerah Jogjakarta. Suatu ketika, bocah itu bermain dengan teman-temannya saat ada acara sunatan massal. Saat berlari mundur, Rara tidak menyadari ada panci berisi kuah mendidih di belakangnya. Tak ayal lagi, bagian belakang tubuh Rara pun masuk ke panci tersebut. Mula-mula bokongnya lalu seluruh tubuhnya ikut terkena cairan panas. Kisah selengkapnya dapat sahabat-sahabat sekalian simak di blog Sedekah Rombongan yang digagas Pak Saptuari, pemilik Kedai Digital di Jogjakarta. Karena saya sungguh tidak sanggup menuliskan kisah itu.
Masih banyak anak-anak tidak mampu seperti Rara yang memerlukan perawatan dan lebih banyak lagi yang perlu pendidikan dan sebagainya. Mari kita dedikasikan sebagian kemampuan kita menyebarkan informasi di internet, baik melalui blog atau jejaring sosial seperti FB atau twitter, untuk kepedulian. Akan lebih baik lagi jika kita mau dan mampu mengeluarkan kelebihan harta kita demi mereka.
Sekedar menyalakan kembali semangat peduli dan berbagi yang sempat meredup dan nasihat untuk diri sendiri. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang membaca.
Minggu, 13 November 2011
[Opini] Sebuah keprihatinan terhadap Internet di Indonesia
Internet telah merevolusi cara manusia berkomunikasi dan menyebarkan informasi. Sebuah pesan yang dahulu memerlukan waktu lama untuk disampiakan kini hanya perlu waktu beberapa menit saja. Penyebaran informasi yang bisa dilakukan dengan cepat dan mudah ini ternyata tidak mampu diikuti oleh masyarakat penerimanya. Masih banyak anggota masyarakat yang gaptek dan sama sekali awam terhadap teknologi. Kemauan untuk belajar menggunakan komputer, meski hanya hal-hal yang paling mendasar, juga hampir bisa dibilang tidak ada.
Akibatnya, teknologi yang sedemikian canggih dan bermanfaat itu tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan pribadi dan kemaslahatan masyarakat. Sebagian besar penggunaan internet di Indonesia masih berupa hal-hal yang sia-sia seperti bermain games online, berinteraksi berlebihan di jejaring sosial atau browsing tanpa tujuan yang jelas. Untuk games online, alokasi waktu dan biaya yang disisihkan tidak main-main. Ada yang bisa bermain sekitar 3 sampai 5 jam sehari dengan menghabiskan uang antara 8.000 sampai 20.000 sekali main. Informasi yang dicari hanya yang bersifat hiburan yang dangkal dan hampa makna. Hal-hal seperti itu masih dominan dalam penggunaan internet di Indonesia. Sangat tidak berimbang antara waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk online dengan hasil yang bisa didapatkan.
Yang lebih memperihatinkan lagi, dalam dunia pendidikan dan sekolah, tugas yang dicari dari internet masih berupa copy paste. Konten digital di internet memang mudah dicopy paste dan di-print untuk diserahkan pada guru. Murid sendiri hanya sedikit belajar dari tugas tersebut. Yang penting, nilai sudah di tangan. Bahkan terkadang, konten atau gambar yang mencari petugas atau penjaga warnet. Sehingga, yang bertambah pintar adalah yang jaga warnet, bukan murid yang mendapat tugas.
Jika dalam mencari informasi saja para penggunana sudah tidak bisa membuat prioritas yang benar, apalagi untuk menjadi pengolah dan penyampai informasi. Tidak mengherankan saat kemunculan Facebook, banyak blog-blog yang tidak lagi di-update oleh para pemiliknya. Bahkan ada juga yang sudah lupa password login ke blognya sendiri, seperti orang kehilangan kunci rumah.
Situs situs di Indonesia pun banyak yang sudah tidak di-update lagi. Saat dibuka hari ini dengan beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun yang lalu masih sama. Saat ditanya tentang boleh tidaknya meng-hack situs-situs milik Zionis Israel, ustadz Ahmad Sarwat pernah mengatakan bahwa sebaiknya difokuskan pada pemeliharaan situs-stus kaum muslimin sendriri. Banyak situs Islam yang jarang atau bahkan tidak pernah di-update lagi oleh para adminnya. Alasannya sangat klasik sekaligus memalukan, tidak ada cukup dana untuk menjaga kelangsungan hidup situs-situs tersebut.
Padahal, dalam dunia internet, banyak sekali terdapat situs-situs yang menyajikan manfaat yang luar biasa besarnya. Banyak pakar dan ahli di berbagai bidang telah bekerja keras menyajikan hasil penelitian dan pengalaman mereka. Banyak pula situs-situs yang berisi beragam artikel dan konten multimedia yang bermanfaat bagi mereka yang mengunjunginya. Bahkan, para pengguna internet tidak saja bisa menjadi penerima informasi, tapi juga bisa menjadi penyedia informasi. Munculnya situs-situs yang menyedikan layanan blogging secara gratis, seperti blogger.com, wordpress.com, multiply.com dan sebagainya memungkinkan hal itu terjadi. Sungguh sangat disayangkan memang. Sebagian besar dari masyarakat kita tidak siap untuk menghadapi gelombang luapan informasi yang dahsyat ini. Bukannya menjadi peselancar lautan informasi dunia maya yang sigap, malah seperti korban tsunami yang tergulung ombak tanpa daya dan kekuatan.
Suka tidak suka, mau tidak mau, internet telah hadir dalam kehidupan kita. Semua terpulang kembali pada diri ktia sendiri akankah teknologi yang tidak terbayangkan beberapa puluh tahun yang lalu itu akan menjadi manfaat atau mudaharat bagi kita.
Semoga bermanfaat
Referensi
http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1197859017
Akibatnya, teknologi yang sedemikian canggih dan bermanfaat itu tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan pribadi dan kemaslahatan masyarakat. Sebagian besar penggunaan internet di Indonesia masih berupa hal-hal yang sia-sia seperti bermain games online, berinteraksi berlebihan di jejaring sosial atau browsing tanpa tujuan yang jelas. Untuk games online, alokasi waktu dan biaya yang disisihkan tidak main-main. Ada yang bisa bermain sekitar 3 sampai 5 jam sehari dengan menghabiskan uang antara 8.000 sampai 20.000 sekali main. Informasi yang dicari hanya yang bersifat hiburan yang dangkal dan hampa makna. Hal-hal seperti itu masih dominan dalam penggunaan internet di Indonesia. Sangat tidak berimbang antara waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk online dengan hasil yang bisa didapatkan.
Yang lebih memperihatinkan lagi, dalam dunia pendidikan dan sekolah, tugas yang dicari dari internet masih berupa copy paste. Konten digital di internet memang mudah dicopy paste dan di-print untuk diserahkan pada guru. Murid sendiri hanya sedikit belajar dari tugas tersebut. Yang penting, nilai sudah di tangan. Bahkan terkadang, konten atau gambar yang mencari petugas atau penjaga warnet. Sehingga, yang bertambah pintar adalah yang jaga warnet, bukan murid yang mendapat tugas.
Jika dalam mencari informasi saja para penggunana sudah tidak bisa membuat prioritas yang benar, apalagi untuk menjadi pengolah dan penyampai informasi. Tidak mengherankan saat kemunculan Facebook, banyak blog-blog yang tidak lagi di-update oleh para pemiliknya. Bahkan ada juga yang sudah lupa password login ke blognya sendiri, seperti orang kehilangan kunci rumah.
Situs situs di Indonesia pun banyak yang sudah tidak di-update lagi. Saat dibuka hari ini dengan beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun yang lalu masih sama. Saat ditanya tentang boleh tidaknya meng-hack situs-situs milik Zionis Israel, ustadz Ahmad Sarwat pernah mengatakan bahwa sebaiknya difokuskan pada pemeliharaan situs-stus kaum muslimin sendriri. Banyak situs Islam yang jarang atau bahkan tidak pernah di-update lagi oleh para adminnya. Alasannya sangat klasik sekaligus memalukan, tidak ada cukup dana untuk menjaga kelangsungan hidup situs-situs tersebut.
Padahal, dalam dunia internet, banyak sekali terdapat situs-situs yang menyajikan manfaat yang luar biasa besarnya. Banyak pakar dan ahli di berbagai bidang telah bekerja keras menyajikan hasil penelitian dan pengalaman mereka. Banyak pula situs-situs yang berisi beragam artikel dan konten multimedia yang bermanfaat bagi mereka yang mengunjunginya. Bahkan, para pengguna internet tidak saja bisa menjadi penerima informasi, tapi juga bisa menjadi penyedia informasi. Munculnya situs-situs yang menyedikan layanan blogging secara gratis, seperti blogger.com, wordpress.com, multiply.com dan sebagainya memungkinkan hal itu terjadi. Sungguh sangat disayangkan memang. Sebagian besar dari masyarakat kita tidak siap untuk menghadapi gelombang luapan informasi yang dahsyat ini. Bukannya menjadi peselancar lautan informasi dunia maya yang sigap, malah seperti korban tsunami yang tergulung ombak tanpa daya dan kekuatan.
Suka tidak suka, mau tidak mau, internet telah hadir dalam kehidupan kita. Semua terpulang kembali pada diri ktia sendiri akankah teknologi yang tidak terbayangkan beberapa puluh tahun yang lalu itu akan menjadi manfaat atau mudaharat bagi kita.
Semoga bermanfaat
Referensi
http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1197859017
Selasa, 02 Agustus 2011
Senin, 18 Juli 2011
[LEBAY-nya MULTIPLY/ERS] Edit HTML
Saya mulai ber-MP ria pada tahun 2007, benar2 newbie gak tahu apa-apa, tulisan pun ala kadarnya. Niat awalnya sih untuk promosi situs replika HPA saya, krn itulah pakai id kopiradix, nama produk HPA paling laris. 
Dulu pernah mau pasang foto di postingan blog, entah error apa gak berhasil, maklum nge-MP-nya di warnet. Mau memasang hyperlink saat laporan kegiatan kopdar pun masih bingung gimana caranya. Gak lucu dong kalau nge-blog isinya tulisan doang, kan kesannya jadinya garing .. walaupun tentu saja .. content is king.
Suatu ketika, saat jalan-jalan ke toko buku, saya nemu buku tentang pembuatan blog, yagn di dalamnya termasuk bagaimana meng-edit dokumen HTML. Waaaah, ini dia solusi dari masalah saya .. he he he.
Mula mula buku itu saya baca dulu .. ya iyalaah masak dijadiin bantal .. oh ya, pas di toko buku saya beli dan bayar dulu di kasir, kalau tidak bisa digelandang satpam dong
lalu, saya buka notepad dan saya ketik beberapa kalimat untuk percobaan. kalimat-kalimat itu saya bubuhi tag-tag HTML yang ada di buku lalu saya save dengan extention .html, biar beda sama yang extention-nya .txt . Sesudah itu saya buka pakai internet browser Firefox daaaan Eng Ing Eeeng .. ternyata bisa sodara-sodara
Sehingga, mulailah saya tenggelam ke dalam kerepotan yang cukup menguras energi.
Kalau mau posting yang ada fotonya, harus di-upload dulu ke situs image hosting seperti Photobucket lalu script HTML-nya dikerek ke postingan MP. Ngereknya pakai tag <img src=""> dan link image hosting ditempatkan diantara dua tanda kutip.
Contohnya di postingan yang ini dan yang ini. Tanda kutip itu juga sering jadi masalah, pernah suatu ketika mau posting di warnet flashdisk ketinggalan di rumah. Jadi terpaksa ngetik di sana dan pas di-upload koq gak sesuai keinginan, ternyata ada tanda kutip yang ketinggalan.
Bahkan ada yang posting ditempeli video Harun Yahya segala, contohnya yang ini dan yang ini. Maklum, waktu itu karya-karya penulis berkebangsaan Turki itu lagi ngetop abiez di toko2 dan pameran2 buku.
Kalau setiap kali saya nulis harus kerepotan dengan beragam tag HTML yang harus dimasukkan. Misalnya, kalau mau ganti paragraf harus ketik <br> dulu. Berhubung namanya dokumen HTML kan gak kenal spasi, ngertinya tag <br> atau <p> kalau mau pindah paragraf. Kalau mau huruf tebal pakai tag <b> dan kalau mau italic harus pakai tag <i> dan sebagainya.
Bahkan, sesudah punya akses internet sendiri di rumah, bela-belain install progaram HTML Kit, padahal sih ngedit HTML-nya sama aja kaya di nulis di notepad, gitu-gitu aja
Tetapi, sesudah berjalannya waktu dan lebih mengenal blog engine kesayangan kita ini, apa yang terjadi saudara-saudara ...
ternyata semua sesungguhnya itu tidak perlu dilakukan ... sebab, di tempat untuk posting blog, hampir semua fasilitas tersdia, kecuali kalau mau ditempeli video tentunya. Lagipula, kalau di bawah 10 menit kan masih bisa di-post di bagian video dari MP kita.
Kemana aja nge-MP selama itu koq icon-icon yang ada di atas tempat postingan dicuekin abiezz
kalau mau pasang link, ya udah highlite aja text yang mau dijadikan hyperlink lalu klik icon link yang ada di online form pembuatan blog entry yang dimaksud. Kalau mau ditambahi gambar, ya udah upload aja via MP itu sendiri, gak usah dikerek dari sana dan dari sini.
Namun, tidak ada yang tidak mengandung hikmah tentu saja. yang jelas, saya jadi tahu beberapa tag HTML yang cukup membantu kalau harus buat postingan di notes FB atau bagian lain dari MP seperti kotak komentar, Review, Photo dan lain sebagainya.
Lebay atau tidaknya postingan kali ini saya serahkan pada dewan juri dan rekan2 MPers yang lain, yang jelas postingan ini mengingatkan saya pada tagline sebuah iklan
Senengane koq repot ..
ditulis secara asal-asalan dan selebay mungkin untuk memeriahkan lombanya lebaynya Om Wib711
Dulu pernah mau pasang foto di postingan blog, entah error apa gak berhasil, maklum nge-MP-nya di warnet. Mau memasang hyperlink saat laporan kegiatan kopdar pun masih bingung gimana caranya. Gak lucu dong kalau nge-blog isinya tulisan doang, kan kesannya jadinya garing .. walaupun tentu saja .. content is king.
Suatu ketika, saat jalan-jalan ke toko buku, saya nemu buku tentang pembuatan blog, yagn di dalamnya termasuk bagaimana meng-edit dokumen HTML. Waaaah, ini dia solusi dari masalah saya .. he he he.
Mula mula buku itu saya baca dulu .. ya iyalaah masak dijadiin bantal .. oh ya, pas di toko buku saya beli dan bayar dulu di kasir, kalau tidak bisa digelandang satpam dong
lalu, saya buka notepad dan saya ketik beberapa kalimat untuk percobaan. kalimat-kalimat itu saya bubuhi tag-tag HTML yang ada di buku lalu saya save dengan extention .html, biar beda sama yang extention-nya .txt . Sesudah itu saya buka pakai internet browser Firefox daaaan Eng Ing Eeeng .. ternyata bisa sodara-sodara
Sehingga, mulailah saya tenggelam ke dalam kerepotan yang cukup menguras energi.
Kalau mau posting yang ada fotonya, harus di-upload dulu ke situs image hosting seperti Photobucket lalu script HTML-nya dikerek ke postingan MP. Ngereknya pakai tag <img src=""> dan link image hosting ditempatkan diantara dua tanda kutip.
Contohnya di postingan yang ini dan yang ini. Tanda kutip itu juga sering jadi masalah, pernah suatu ketika mau posting di warnet flashdisk ketinggalan di rumah. Jadi terpaksa ngetik di sana dan pas di-upload koq gak sesuai keinginan, ternyata ada tanda kutip yang ketinggalan.
Bahkan ada yang posting ditempeli video Harun Yahya segala, contohnya yang ini dan yang ini. Maklum, waktu itu karya-karya penulis berkebangsaan Turki itu lagi ngetop abiez di toko2 dan pameran2 buku.
Kalau setiap kali saya nulis harus kerepotan dengan beragam tag HTML yang harus dimasukkan. Misalnya, kalau mau ganti paragraf harus ketik <br> dulu. Berhubung namanya dokumen HTML kan gak kenal spasi, ngertinya tag <br> atau <p> kalau mau pindah paragraf. Kalau mau huruf tebal pakai tag <b> dan kalau mau italic harus pakai tag <i> dan sebagainya.
Bahkan, sesudah punya akses internet sendiri di rumah, bela-belain install progaram HTML Kit, padahal sih ngedit HTML-nya sama aja kaya di nulis di notepad, gitu-gitu aja
Tetapi, sesudah berjalannya waktu dan lebih mengenal blog engine kesayangan kita ini, apa yang terjadi saudara-saudara ...
ternyata semua sesungguhnya itu tidak perlu dilakukan ... sebab, di tempat untuk posting blog, hampir semua fasilitas tersdia, kecuali kalau mau ditempeli video tentunya. Lagipula, kalau di bawah 10 menit kan masih bisa di-post di bagian video dari MP kita.
Kemana aja nge-MP selama itu koq icon-icon yang ada di atas tempat postingan dicuekin abiezz
kalau mau pasang link, ya udah highlite aja text yang mau dijadikan hyperlink lalu klik icon link yang ada di online form pembuatan blog entry yang dimaksud. Kalau mau ditambahi gambar, ya udah upload aja via MP itu sendiri, gak usah dikerek dari sana dan dari sini.
Namun, tidak ada yang tidak mengandung hikmah tentu saja. yang jelas, saya jadi tahu beberapa tag HTML yang cukup membantu kalau harus buat postingan di notes FB atau bagian lain dari MP seperti kotak komentar, Review, Photo dan lain sebagainya.
Lebay atau tidaknya postingan kali ini saya serahkan pada dewan juri dan rekan2 MPers yang lain, yang jelas postingan ini mengingatkan saya pada tagline sebuah iklan
Senengane koq repot ..
ditulis secara asal-asalan dan selebay mungkin untuk memeriahkan lombanya lebaynya Om Wib711
Langganan:
Postingan (Atom)