http://media.kompasiana.com/new-media/2011/11/18/gajah-mati-meninggalkan-gading-blogger-mati-meninggalkan-posting/
tentang mbak NIta Febri (alm) di kompasiana, semoga bermanfaat, mohon doanya untuk ketenangan beliau di alam sana
Tampilkan postingan dengan label kematian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kematian. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 November 2011
Selasa, 15 November 2011
[Berita Duka] Selamat jalan mbak Nita Febri
Berita duka cita memang seringkali mengejutkan datangnya. Pagi ini, saat menunggu para konsumen warnet, saya mengecek FB. Memang, jejaring sosial sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan moderen kita ini.
Tiba-tiba saya melihat status yang ditulis mbak Sari Yulianti (akuai). Ternyata ada berita duka berpulangnya salah seorang anggota Komunitas Multiply Indonesia bernama Yusnita Febriana yang lebih akrab disapa mbak Nita.
Tentu sulit untuk percaya karena mbak Nita masih sangat muda, lebih muda daripada saya. Saya pun membuka Multiply untuk mengetahui kebenaran berita itu dan ternayta memang benar. Mbak Nita telah mendahului kita semua untuk pergi ke alam sana. Tadi malam, mbak Nita sempat muntah darah dan pada pukul 21.15 berpulang untuk selamanya.
Saya sendiri pertama kali kenal mbak Nita di Radio D Fm saat hendak shooting film pendek Republik Multinesia. Sebuah film pendek berisi kritik sosial yang dimainkan teman-teman MPers termasuk saya. Film itu dibuat untuk berpartisipasi dalam rangka pesta Blogger tahun 2010 yang lalu. Sebagian fotonya bisa dilihat di album yang ini. Beberapa waktu kemudian, mbak Nita pun mengajak saya sebagai kontak di MP-nya.
Kematian memang menunjukkan kepada kita betapa berharganya waktu. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali lagi. Tidak ada satu kekuatan pun yang bisa mengembalikan detik-detik tersebut. Dan jika kematian datang, selesai sudah kehidupan di dunia ini. Namun sayang, manusia seringkali lupa dan lalai menghargai waktu. Saat usia masih muda, tubuh sehat dan harta berlimpah, seringkali kita lupa bahwa semua hanya sementara. Kalau sudah keasyikan main games online atau hobby yang lainnya, seakan waktu tidak akan pernah berlalu. Padahal, semua akan berakhir di suatu saat nanti.
Selamat jalan mbak Nita, kami tidak akan melupakanmu, engkau telah, pernah dan akan selalu menjadi bagian dari kehidupan kami, semoga engkau mendapat tempat terindah di sisiNya dan semoga semua dosa dan kesalahan diampuni, aamin.
Allahumma firlaha warhamha wa afii wa’fuanha
Tiba-tiba saya melihat status yang ditulis mbak Sari Yulianti (akuai). Ternyata ada berita duka berpulangnya salah seorang anggota Komunitas Multiply Indonesia bernama Yusnita Febriana yang lebih akrab disapa mbak Nita.
Tentu sulit untuk percaya karena mbak Nita masih sangat muda, lebih muda daripada saya. Saya pun membuka Multiply untuk mengetahui kebenaran berita itu dan ternayta memang benar. Mbak Nita telah mendahului kita semua untuk pergi ke alam sana. Tadi malam, mbak Nita sempat muntah darah dan pada pukul 21.15 berpulang untuk selamanya.
Saya sendiri pertama kali kenal mbak Nita di Radio D Fm saat hendak shooting film pendek Republik Multinesia. Sebuah film pendek berisi kritik sosial yang dimainkan teman-teman MPers termasuk saya. Film itu dibuat untuk berpartisipasi dalam rangka pesta Blogger tahun 2010 yang lalu. Sebagian fotonya bisa dilihat di album yang ini. Beberapa waktu kemudian, mbak Nita pun mengajak saya sebagai kontak di MP-nya.
Kematian memang menunjukkan kepada kita betapa berharganya waktu. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali lagi. Tidak ada satu kekuatan pun yang bisa mengembalikan detik-detik tersebut. Dan jika kematian datang, selesai sudah kehidupan di dunia ini. Namun sayang, manusia seringkali lupa dan lalai menghargai waktu. Saat usia masih muda, tubuh sehat dan harta berlimpah, seringkali kita lupa bahwa semua hanya sementara. Kalau sudah keasyikan main games online atau hobby yang lainnya, seakan waktu tidak akan pernah berlalu. Padahal, semua akan berakhir di suatu saat nanti.
Selamat jalan mbak Nita, kami tidak akan melupakanmu, engkau telah, pernah dan akan selalu menjadi bagian dari kehidupan kami, semoga engkau mendapat tempat terindah di sisiNya dan semoga semua dosa dan kesalahan diampuni, aamin.
Allahumma firlaha warhamha wa afii wa’fuanha
Label:
beritaduka,
kematian,
kopdar,
mpers,
mpid,
multinesia,
multiply
Kamis, 16 Juni 2011
MosqueLife.Com : Jejaring sosial Muslim
http://www.mosquelife.com/content.note.web-app?id=2347196
another Social Campaign in mosquelife dot com by me
another Social Campaign in mosquelife dot com by me
Kamis, 13 Januari 2011
[Flash Fiction] Sudah merelakan
Rani tampak gelisah di ruang rias pengantin. Sebenarnya dia sangat bahagia karena Firman akhirnya meminangnya sebagai istrinya. Namun, saat ini dia sedang menunggu kabar dari Anton, orang yang selama ini sangat mencintainya. Rani ingin memastikan bahwa Anton rela melepaskannya bersanding dengan Firman. "Anton memang lelaki yang baik, namun Firman adalah pilihan hatiku" kata Rani dalam hati.
Tiba tiba ponsel Rani berbunyi, pertanda ada pesan pendek yang masuk. Rani segera meraih ponselnya dan melihat isi pesan tersebut. "Mbak Rani, Insya Allah kak Anton sudah rela mbak dipersunting oleh Mas Firman. Liza, adik Anton". Rani pun bernafas lega.
Di tempat yang cukup jauh dari sana, di sebuah rumah sakit, Liza menatap jalanan yang basah karena baru saja diguyur hujan. Rintik hujan seakan mengiringi linangan air mata Liza. Di tempat tidur di ruangan itu terbaring Anton, kakaknya, yang baru saja menghembuskan nafasnya yang penghabisan.
Tiba tiba ponsel Rani berbunyi, pertanda ada pesan pendek yang masuk. Rani segera meraih ponselnya dan melihat isi pesan tersebut. "Mbak Rani, Insya Allah kak Anton sudah rela mbak dipersunting oleh Mas Firman. Liza, adik Anton". Rani pun bernafas lega.
Di tempat yang cukup jauh dari sana, di sebuah rumah sakit, Liza menatap jalanan yang basah karena baru saja diguyur hujan. Rintik hujan seakan mengiringi linangan air mata Liza. Di tempat tidur di ruangan itu terbaring Anton, kakaknya, yang baru saja menghembuskan nafasnya yang penghabisan.
Selasa, 09 Desember 2008
[BERITA DUKA] Bunga Rumput Liar telah tiada
Assalamualaikum,
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun
Pada waktu tengah malam saya sedang asyik blogwalking, Bunda Elly memposting tulisan ini. saya langsung mendatangi MP yang dimaksud dlm tulisan itu.
Saat itu adalah pertama kali saya mengunjungi MP milik seseorang yang telah meninggal dunia. Yang terasa adalah perasaan duka yang mendalam sampai saya menitikkan air mata. Saya merasa sedang mengunjungi rumah seseorang yang sudah meninggal dunia, seakan-akan benar-benar melayat ke sana. Padahal, tentu saja dalam kenyataan saya tidak kemana-mana. Hanya duduk diam menatap layar monitor komputer. Itu saja.
Saya sendiri sama sekali tidak mengenal siapa Buruli alias Pulung Amoria Kencana. MP beliau juga baru saya tahu pada waktu itu. Namun, hal itu sama sekali tidak mengurangi rasa haru yang saya rasakan saat mampir ke sana.
Dari hal ini, ada beberapa hikmah yang dapat kita jadikan pelajaran:
1. Setiap yang bernyawa pasti mati (QS 3:185)
2. Waktu ternyata sangat berharga (Surat Al Ashr 103:1 - 4)
3. Ada yang mengatakan bahwa otak manusia tidak bisa membedakan antara khayalan dengan kenyataan. Antara dunia maya dan nyata. Walaupun berita duka tersebut hanya tertulis di blog, namun perasaan yang ditimbulkan sama dengan benar-benar melayat ke rumah duka.
4. Jangan meremehkan dunia maya. Jangan hanya krn yang dikunjungi adalah blog dan bukan rumah orang yang bersangkutan kita berlaku kurang ajar dan meninggalkan komentar-komentar yang tidak sopan dan menyakitkan. Pemilik blog tersebut tentu bisa merasakan hal yang sama dgn apabila dia menerima tamu beneran di rumahnya.
5. Jika ada kesempatan kopdar (kopi darat) alias bertemu muka di dunia nyata, apalagi bila ditambah kegiatan-kegiatan sosial seperti baksos, ada baiknya kita menyempatkan diri datang supaya bisa mengenal lebih baik kontak-kontak kita di dunia maya ini. bukankah silaturahim bisa menyambung rezeki dan menambah umur.
Terima kasih kepada Bunda Elly untuk informasi berita duka ini
Semoga bermanfaat
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun
Pada waktu tengah malam saya sedang asyik blogwalking, Bunda Elly memposting tulisan ini. saya langsung mendatangi MP yang dimaksud dlm tulisan itu.
Saat itu adalah pertama kali saya mengunjungi MP milik seseorang yang telah meninggal dunia. Yang terasa adalah perasaan duka yang mendalam sampai saya menitikkan air mata. Saya merasa sedang mengunjungi rumah seseorang yang sudah meninggal dunia, seakan-akan benar-benar melayat ke sana. Padahal, tentu saja dalam kenyataan saya tidak kemana-mana. Hanya duduk diam menatap layar monitor komputer. Itu saja.
Saya sendiri sama sekali tidak mengenal siapa Buruli alias Pulung Amoria Kencana. MP beliau juga baru saya tahu pada waktu itu. Namun, hal itu sama sekali tidak mengurangi rasa haru yang saya rasakan saat mampir ke sana.
Dari hal ini, ada beberapa hikmah yang dapat kita jadikan pelajaran:
1. Setiap yang bernyawa pasti mati (QS 3:185)
2. Waktu ternyata sangat berharga (Surat Al Ashr 103:1 - 4)
3. Ada yang mengatakan bahwa otak manusia tidak bisa membedakan antara khayalan dengan kenyataan. Antara dunia maya dan nyata. Walaupun berita duka tersebut hanya tertulis di blog, namun perasaan yang ditimbulkan sama dengan benar-benar melayat ke rumah duka.
4. Jangan meremehkan dunia maya. Jangan hanya krn yang dikunjungi adalah blog dan bukan rumah orang yang bersangkutan kita berlaku kurang ajar dan meninggalkan komentar-komentar yang tidak sopan dan menyakitkan. Pemilik blog tersebut tentu bisa merasakan hal yang sama dgn apabila dia menerima tamu beneran di rumahnya.
5. Jika ada kesempatan kopdar (kopi darat) alias bertemu muka di dunia nyata, apalagi bila ditambah kegiatan-kegiatan sosial seperti baksos, ada baiknya kita menyempatkan diri datang supaya bisa mengenal lebih baik kontak-kontak kita di dunia maya ini. bukankah silaturahim bisa menyambung rezeki dan menambah umur.
Terima kasih kepada Bunda Elly untuk informasi berita duka ini
Semoga bermanfaat
Selasa, 30 September 2008
Menjelang Tengah Malam di Malam Takbiran
Menjelang tengah malam di malam takbiran
Akhirnya malam takbiran yang dinantikan pun datang
masyarakat seakan berpesta pora penuh kemenangan
Lupa Daratan
Sementara, maksiat justru kian merajalela
yang pacaran asyik nonton TV di rumah saja
yang ditayangkan berisi hal sia-sia
buatan setan kapitalis Durjana
yang haus materi dan gila harta
Takbir keliling disertai musik yang menggila
knalpot digeber gak kira-kira
uang dan dana habis sia-sia
fitrah ternoda dan malah menambah dosa
kemenangan yang disangka di depan mata
mungkin sebenarnya sudah menguap sia-sia
"Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi hanya mendapat lapar dan haus saja"
Demikian kata Rasul Tercinta
Sementara itu, di tempat-tempat yang luput dari pengamatan
terdengar gemerincing rantai yang mengikat para setan
mulai terlepas dan berjatuhan
sehingga yang tadinya diikat pun jadi kegirangan
Iblis mempersiapkan bala tentara
setan-setan meregangkan ototnya
siap memulai pertempuran baru dengan manusia
agar mendapat sebanyak mungkin pendamping ke dalam Neraka
Namun yang paling berbahaya
Dajjal telah berkurang lagi rantai ikatannya
dia memang belum bebas sempurna
namun getaran energi fitnahnya sudah terasa
sehingga ke seluruh dunia
Kalau begitu, masihkah kita bangga pada Ramadhan yang telah berlalu?
bila ternyata saat Syawal tiba kita seakan bertingkah tidak tahu malu
Ramadhan bagaikan bayi yang mati dalam kandungan
tinggal dipendam dan diberi batu nisan
Akhirnya malam takbiran yang dinantikan pun datang
masyarakat seakan berpesta pora penuh kemenangan
Lupa Daratan
Sementara, maksiat justru kian merajalela
yang pacaran asyik nonton TV di rumah saja
yang ditayangkan berisi hal sia-sia
buatan setan kapitalis Durjana
yang haus materi dan gila harta
Takbir keliling disertai musik yang menggila
knalpot digeber gak kira-kira
uang dan dana habis sia-sia
fitrah ternoda dan malah menambah dosa
kemenangan yang disangka di depan mata
mungkin sebenarnya sudah menguap sia-sia
"Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi hanya mendapat lapar dan haus saja"
Demikian kata Rasul Tercinta
Sementara itu, di tempat-tempat yang luput dari pengamatan
terdengar gemerincing rantai yang mengikat para setan
mulai terlepas dan berjatuhan
sehingga yang tadinya diikat pun jadi kegirangan
Iblis mempersiapkan bala tentara
setan-setan meregangkan ototnya
siap memulai pertempuran baru dengan manusia
agar mendapat sebanyak mungkin pendamping ke dalam Neraka
Namun yang paling berbahaya
Dajjal telah berkurang lagi rantai ikatannya
dia memang belum bebas sempurna
namun getaran energi fitnahnya sudah terasa
sehingga ke seluruh dunia
Kalau begitu, masihkah kita bangga pada Ramadhan yang telah berlalu?
bila ternyata saat Syawal tiba kita seakan bertingkah tidak tahu malu
Ramadhan bagaikan bayi yang mati dalam kandungan
tinggal dipendam dan diberi batu nisan
Langganan:
Postingan (Atom)