Tampilkan postingan dengan label kematian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kematian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 November 2011

[Berita Duka] Selamat jalan mbak Nita Febri

Berita duka cita memang seringkali mengejutkan datangnya.  Pagi ini, saat menunggu para konsumen warnet, saya mengecek FB.  Memang, jejaring sosial sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan moderen kita ini.  

Tiba-tiba saya melihat status yang ditulis mbak Sari Yulianti (akuai).  Ternyata ada berita duka berpulangnya salah seorang anggota Komunitas Multiply Indonesia bernama Yusnita Febriana yang lebih akrab disapa mbak Nita.  

Tentu sulit untuk percaya karena mbak Nita masih sangat muda, lebih muda daripada saya.  Saya pun membuka Multiply untuk mengetahui kebenaran berita itu dan ternayta memang benar.  Mbak Nita telah mendahului kita semua untuk pergi ke alam sana.  Tadi malam, mbak Nita sempat muntah darah dan pada pukul 21.15 berpulang untuk selamanya.  

Saya sendiri pertama kali kenal mbak Nita di Radio D Fm saat hendak shooting film pendek Republik Multinesia.  Sebuah film pendek berisi kritik sosial yang dimainkan teman-teman MPers termasuk saya.  Film itu dibuat untuk berpartisipasi dalam rangka pesta Blogger tahun 2010 yang lalu. Sebagian fotonya bisa dilihat di album yang ini.  Beberapa waktu kemudian, mbak Nita pun mengajak saya sebagai kontak di MP-nya. 
 
Kematian memang menunjukkan kepada kita betapa berharganya waktu.  Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali lagi.  Tidak ada satu kekuatan pun yang bisa mengembalikan detik-detik tersebut. Dan jika kematian datang, selesai sudah kehidupan di dunia ini.  Namun sayang, manusia seringkali lupa dan lalai menghargai waktu.  Saat usia masih muda, tubuh sehat dan harta berlimpah, seringkali kita lupa bahwa semua hanya sementara.  Kalau sudah keasyikan main games online atau hobby yang lainnya, seakan waktu tidak akan pernah berlalu.  Padahal, semua akan berakhir di suatu saat nanti. 

Selamat jalan mbak Nita, kami tidak akan melupakanmu, engkau telah, pernah dan akan selalu menjadi bagian dari kehidupan kami, semoga engkau mendapat tempat terindah di sisiNya dan semoga semua dosa dan kesalahan diampuni, aamin. 

Allahumma firlaha warhamha wa afii wa’fuanha





 

Kamis, 13 Januari 2011

[Flash Fiction] Sudah merelakan

Rani tampak gelisah di ruang rias pengantin.  Sebenarnya dia sangat bahagia karena Firman akhirnya meminangnya sebagai istrinya.  Namun, saat ini dia sedang menunggu kabar dari Anton, orang yang selama ini sangat mencintainya.  Rani ingin memastikan bahwa Anton rela melepaskannya bersanding dengan Firman. "Anton memang lelaki yang baik, namun Firman adalah pilihan hatiku" kata Rani dalam hati.

Tiba tiba ponsel Rani berbunyi, pertanda ada pesan pendek yang masuk.  Rani segera meraih ponselnya dan melihat isi pesan tersebut.  "Mbak Rani, Insya Allah kak Anton sudah rela mbak dipersunting oleh Mas Firman.  Liza, adik Anton".  Rani pun bernafas lega.

Di tempat yang cukup jauh dari sana, di sebuah rumah sakit, Liza menatap jalanan yang basah karena baru saja diguyur hujan.   Rintik hujan seakan mengiringi linangan air mata Liza.  Di tempat tidur di ruangan itu terbaring Anton, kakaknya, yang baru saja menghembuskan nafasnya yang penghabisan.  

Selasa, 09 Desember 2008

[BERITA DUKA] Bunga Rumput Liar telah tiada

Assalamualaikum,

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

Pada waktu tengah malam saya sedang asyik blogwalking, Bunda Elly memposting tulisan ini.  saya langsung mendatangi MP yang dimaksud dlm tulisan itu.

Saat itu adalah pertama kali saya mengunjungi MP milik seseorang yang telah meninggal dunia.  Yang terasa adalah perasaan duka yang mendalam sampai saya menitikkan air mata.  Saya merasa sedang mengunjungi rumah seseorang yang sudah meninggal dunia, seakan-akan benar-benar melayat ke sana.  Padahal, tentu saja dalam kenyataan saya tidak kemana-mana.  Hanya duduk diam menatap layar monitor komputer. Itu saja.  

Saya sendiri sama sekali tidak mengenal siapa Buruli alias Pulung Amoria Kencana.  MP beliau juga baru saya tahu pada waktu itu.  Namun, hal itu sama sekali tidak mengurangi rasa haru yang saya rasakan saat mampir ke sana.  

Dari hal ini, ada beberapa hikmah yang dapat kita jadikan pelajaran:

1. Setiap yang bernyawa pasti mati (QS 3:185)

2. Waktu ternyata sangat berharga (Surat Al Ashr 103:1 - 4)  

3. Ada yang mengatakan bahwa otak manusia tidak bisa membedakan antara khayalan dengan kenyataan.  Antara dunia maya dan nyata.  Walaupun berita duka tersebut hanya tertulis di blog, namun perasaan yang ditimbulkan sama dengan benar-benar melayat ke rumah duka.   

4. Jangan meremehkan dunia maya.  Jangan hanya krn yang dikunjungi adalah blog dan bukan rumah orang yang bersangkutan kita berlaku kurang ajar dan meninggalkan komentar-komentar yang tidak sopan dan menyakitkan.  Pemilik blog tersebut tentu bisa merasakan hal yang sama dgn apabila dia menerima tamu beneran di rumahnya.     

5. Jika ada kesempatan kopdar (kopi darat) alias bertemu muka di dunia nyata, apalagi bila ditambah kegiatan-kegiatan sosial seperti baksos, ada baiknya kita menyempatkan diri datang supaya bisa mengenal lebih baik kontak-kontak kita di dunia maya ini.  bukankah silaturahim bisa menyambung rezeki dan menambah umur. 

Terima kasih kepada Bunda Elly untuk informasi berita duka ini

Semoga bermanfaat


Selasa, 30 September 2008

Menjelang Tengah Malam di Malam Takbiran

Menjelang tengah malam di malam takbiran

Akhirnya malam takbiran yang dinantikan pun datang

masyarakat seakan berpesta pora penuh kemenangan

Lupa Daratan


Sementara, maksiat justru kian merajalela

yang pacaran asyik nonton TV di rumah saja

yang ditayangkan berisi hal sia-sia

buatan setan kapitalis Durjana

yang haus materi dan gila harta


Takbir keliling disertai musik yang menggila

knalpot digeber gak kira-kira

uang dan dana habis sia-sia

fitrah ternoda dan malah menambah dosa


kemenangan yang disangka di depan mata

mungkin sebenarnya sudah menguap sia-sia

"Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi hanya mendapat lapar dan haus saja"

Demikian kata Rasul Tercinta


Sementara itu, di tempat-tempat yang luput dari pengamatan

terdengar gemerincing rantai yang mengikat para setan

mulai terlepas dan berjatuhan

sehingga yang tadinya diikat pun jadi kegirangan


Iblis mempersiapkan bala tentara

setan-setan meregangkan ototnya

siap memulai pertempuran baru dengan manusia

agar mendapat sebanyak mungkin pendamping ke dalam Neraka


Namun yang paling berbahaya

Dajjal telah berkurang lagi rantai ikatannya

dia memang belum bebas sempurna

namun getaran energi fitnahnya sudah terasa

sehingga ke seluruh dunia


Kalau begitu, masihkah kita bangga pada Ramadhan yang telah berlalu?

bila ternyata saat Syawal tiba kita seakan bertingkah tidak tahu malu

Ramadhan bagaikan bayi yang mati dalam kandungan

tinggal dipendam dan diberi batu nisan