Tampilkan postingan dengan label kisahdanhikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisahdanhikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juli 2012

[Fiksi] Ketika Sang Pangeran Berguru bagian 2

Sambungan dari posting yang ini

Sang Raja, ayah dari Pangeran yang pernah ditampar itu pun sakit keras dan akhirnya meningga dunia. Setelah upacara pemakaman sang Raja selesai dilaksanakan, sang Pangeran yang dulu pernah berguru pada Guru bijak pun akhirnya dilantik menjadi Raja. Raja baru itu pun segera memerintahkan pengawalnya menjemput sang Guru yang pernah menamparnya dan meninggalkannya di hutan. Para pengawal pun segera mendatangi gubuk sang Guru. Sang Guru dengan tenang berkata "Aku tahu kalian akan datang untuk membawaku menghadap Raja baru itu. silakan". Tanpa basa basi lagi, mereka pun membawa sang Guru dan membawanya menghadap sang Raja di Ruang Singgasana Istana. Sang Raja, yang sudah menantikan kehadiran sang Guru, menatapnya dengan pandangan penuh kemarahan dan kebencian. Namun, ternyata pandangan itu sama sekali tidak berarti bagi Sang Guru. Dia tetap tenang memandang sang Raja seakan tidak pernah melakukan kesalahan apa-apa. Sang Raja pun makin murka, "Berlutut" bentaknya, namun Sang Guru tetap tegak berdiri. "Pengawal" perintah sang Raja "Buat dia berlutut dihadapanku". "Baik Yang Mulia" kata dua orang pengawal bersamaan. Mereka pun segera memegang bahu sang Guru dan menekannya ke bawah sehingga beliau pun terpaksa berlutut. Namun, walau dalam keadaan berlutut, sang Guru sama sekali tidak merasa gentar, beliau tetap tenang.  

"Aku tahu selama ini kau tidak sabar menantikan pelantikanmu sebagai seorang raja karena ingin membalas perlakuanku padamu. Aku juga yakin kau akan sangat penasaran ingin mengetahui apa maksudku menamparmu dengan keras dan meninggalkanmu di hutan malam itu hingga kau letih, kedinginan dan kelaparan" kata sang Guru sambil tersenyum mengejek, sepertinya dia ingin mempermainkan emosi sang Raja yang baru bertahta itu. "Yang Mulia, izinkan hamba memenggal kepala petapa kurang ajar ini, dia malah mempermainkan Paduka" seorang pengawal menyela. "Diam kamu!!" bentak Raja "aku ingin tahu apa maksud dia menamparku malam itu". Sambil menahan amarah, Raja pun berkata "Tentu saja aku ingin tahu kenapa kamu menamparku padahal aku tidak berbuat kesalahan yang berarti selama aku menjadi muridmu". "Baiklah" kata Sang Guru sambil tiba-tiba bangkit berdiri tanpa diminta sang Raja "akan aku jelaskan". "Wahai kau, Raja yang sekarang sedang berkuasa, sungguh akan tiba masanya kau akan merasa mampu melakukan apa saja yang kau inginkan" kata sang Guru dengan suara yang menggelegar bagi guntur, menggetarkan jiwa siapapun yang mendengarnya di ruang singgasana istana tersebut. "Para pengawal setiamu, seperti yang baru saja ingin memenggal kepalaku, dapat kau perintah untuk menzalimi siapapun yang kau kehendaki. Terlalu mudah bagimu untuk berbuat aniaya pada sesama manusia dan makhluk-makhluk lainnya." Sang Guru meneruskan kata-katanya sambil menatap sang Raja dengan tatapan yang tajam "Oleh karena itu, aku berikan sedikit rasanya dizalimi dan dianiaya orang lain. Aku sengaja membuatmu merasakan sedikit perasaan tak berdaya, tak berharga dan tak berarti apa-apa. Aku sengaja berbuat demikian agar saat berkuasa engkau tidak seenaknya menggunakan kekuasaan yang kau miliki untuk berbuat tidak adil. Sungguh, jika engkau berbuat tidak adil dan membuat para pengawalmu menganiaya sesama manusia, perasaan mereka akan jauh lebih sakit daripada yang pernah kau rasakan karena tamparanku. Aku juga sengaja membuatmu merasakan lapar, dingin, letih dan kepayahan agar kau dapat memahami perasaan rakyatmu. Banyak diantara mereka yang merasakan penderitaan yang jauh lebih berat daripada keletihan dan kelaparan yang kau rasakan malam itu. Itulah alasanku melakukan semua itu". Sang Guru terdiam sejenak, mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, setelah itu dia berkata dengan tenang "Sekarang, setelah semuanya jelas, berikan keputusanmu yang seadil-adilnya. Apakah kau akan memerintahkan para pengawalmu untuk memenggal kepalaku? Silakan".

Sang Raja yang tadinya penuh kesombongan dan arogansi tiba tiba menggigil ketakutan. Wajah penguasa negeri itu mendadak pucat pasi dan tubuhnya berkeringat dingin. Lalu dengan spontan dia berlutut dan memeluk kaki sang Guru sambil menangis tersedu-sedu. "Tuan Guru yang terhormat, sungguh engkau telah memberiku pelajaran paling berharga yang tidak semua penguasa mendapatkannya. Jikapun ada, mereka tidak bisa memahami pelajaran itu karena teramat berat dan pahit serta sulit untuk diterima" kata Sang Raja sambil terisak-isak bagai anak kecil kehilangan mainannya. "Bangkitlah, dan ingatlah pelajaran saat kau menerima tamparan dan saat kau mengetahui alasannya. Semoga kau selalu mengingatnya selama kau berkuasa" jawab sang Guru. Sang Raja pun melepaskan kaki sang Guru, namun beliau tetap berlutut dan memerintahkan semua yang hadir untuk turut berlutut di hadapan sang Guru. Para pengawal, pejabat istana dan semua yang hadir kebingungan dan akhirnya ikut berlutut di hadapan sang Guru bersama Raja mereka. "Sudikah tuan Guru tinggal bersama kami di Istana ini? Sungguh kami yang bodoh dan zalim ini masih ternyata masih memerlukan nasihat dan wejangan bijak Tuan Guru" kata Raja terbata-bata. "Anakku, muridku yang baik" Sang Guru berkata dengan lembut "Ketahuilah bahwa kehidupan istana yang serba nyaman dan mewah ini sesungguhnya adalah ujian yang jauh lebih berat daripada kehidupanku yang sederhana di tepi hutan. Saat masih berkuasa sebagai seorang raja, ayahmu sudah berulang kali menawarkan padaku untuk tinggal di istana. Namun, aku selalu menolaknya. Aku sadar, aku tidak akan kuat menahan godaan untuk memperturutkan segala keinginanku yang dengan mudah bisa diperoleh karena kedekatanku pada penguasa, yaitu ayahmu. Bagiku, apa yang sudah kumiliki di tepi hutan sana sudah lebih dari cukup." Sang Raja pun bangkit kembali dan duduk di singgasananya, setelah itu dia berkata "Meskipun demikian, apa yang bisa kami berikan untuk tuan Guru?". "Kalian semua tidak perlu memberiku apapun, yang kuminta hanya satu. Ingatlah pelajaran hari ini agar kalian semua selamat di kemudian hari" kata sang Guru "kini aku hanya ingin pulang ke gubukku di tepi hutan sana. Permisi". Sang Guru pun meninggalkan Ruang Singgasana dan pergi keluar dari Istana, untuk kembali ke gubuknya yang sederhana di tepi hutan.  TAMAT

Selasa, 03 Juli 2012

[Fiksi] Ketika Sang Pangeran Berguru

Seorang Raja mengirim putranya yang kelak akan menggantikannya menjadi penguasa kerajaannya kepada seorang guru yang bijaksana. Guru yang juga pernah menjadi pendekar tangguh tak terkalahkan itu tinggal di sebuah gubuk sederhana di tepi hutan. Raja sudah lama mengenal sang guru dan sangat mempercayai beliau. Walaupun bukan penasihat resmi kerajaan, sang Raja sering meminta saran dan nasihat sang guru. Sang guru mengajukan syarat bahwa selama belajar bersamanya, putra mahkota tidak boleh didampingi pengawal atau pelayan dan harus mau membantunya melakukan pekerjaan kasar seperti mengangkut kayu bakar, memasak dan sebagainya. Sang Guru mengatakan bahwa itulah cara yang akan beliau gunakan untuk mendidik putra mahkota. Walaupun agak merasa berat, sang Raja pun akhirnya menyetujui usul tersebut.

Saat untuk mulai belajar pun tiba, Pangeran itu diantar para pengawal hingga ke tepi hutan. Sang Guru pun menyambut sang Pangeran dan meminta para pengawal agar pergi kembali ke istana Raja. Para pengawal terlihat ragu untuk meninggalkan Sang Pengeran bersama sang Guru. Sang Guru pun berkata dengan tegas "kalau kalian tidak mau mengikuti syarat yang kuajukan, silakan bawa kembali Pangeranmu itu". Sang Pangeran pun segera meminta para pengawal untuk meninggalkannya "Ayahku sudah memerintahkan kalian meninggalkan aku di sini. Kembalilah ke Istana dan laporkan pada ayah aku siap untuk belajar bersama Tuan Guru". Sang Pangeran pun hidup bersama sang Guru dalam kehidupan yang sangat bersahaja dan penuh kesederhanaan. Jangankan standar istana, kehidupan Guru yang bijaksana itu jauh di bawah standar kehidupan rakyat jelata pada umumnya. Awalnya, sang Pangeran seringkali mengeluh karena selama ini terbiasa dengan kehidupan istana yang serba mewah dan nyaman. Sang guru pun sama sekali tidak keberatan, "Kamu boleh kembali ke Istana kapan saja kamu mau, tapi ingat, kalau kau gagal maka kau akan dianggap pecundang dan rakyatmu dan kau akan kehilangan banyak pelajaran berharga".

Hari pun berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan pun berganti tahun. Setelah beberapa tahun tinggal bersama sang Guru, sang Pangeran sudah dianggap cukup menguasai semua pelajaran yang diberikan. Sang Guru pun mengirim surat pada Sang Raja untuk memintanya para pengawal menjemput sang pangeran kembali ke Istana. Namun, pada malam menjelang kepulangan sang Pangeran, tiba-tiba sang Guru mengajaknya pergi ke dalam hutan. "Aku akan memberikan pelajaran terakhir padamu" kata sang Guru "pelajaran ini adalah pelajaran terpenting, yang hanya kuberikan pada murid pilihan sepertimu". Hujan lebat yang turun malam itu membuat suasana hutan menjadi dingin dan mencekam.  Namun, karena penasaran dan ingin menerima pelajaran penting tersebut, sang Pangeran tetap mengikuti langkah sang Guru. Pelajaran macam apa yang akan diberikan di dalam hutan yang dingin, gelap dan becek seperti ini, pikir sang Pangeran. Mereka pun sampai di tempat yang licin, penuh lumpur dan genangan air. "Berhenti" kata sang Guru "pejamkan matamu". Sang Pangeran yang penasaran pun memejamkan matanya, menanti pelajaran apa yang akan diberikan. Tiba-tiba, PLAAAAKKKKK , sebuah tamparan keras mendarat di pipi sang Pangeran. Pangeran tersebut terkejut dan terhuyung-huyung, mencoba mempertahankan keseimbangan tubuhnya. Namun, karena tempatnya licin dan becek, dia tidak dapat melakukannya dan jatuh terjerembab di lumpur. "Kurang ajar" umpat sang Pangeran dalam hati "pelajaran apa ini, aku malah ditampar dan dibuat berlumuran lumpur yang kotor".  Dengan penuh rasa kesal dan marah, sang Pangeran pun berusaha kembali ke gubuk tempatnya tinggal bersama sang Guru. Setelah berjalan dengan susah payah menerobos hutan, sang Pangeran pun sampai ke Gubuk dalam keadaan lelah, lapar dan kedinginan. Namun, ternyata sang Guru tidak ada di gubuk tersebut dan yang lebih parah lagi, tidak ada makanan dan pakaian ganti di sana. Sang Pangeran pun terpaksa melewatkan malam itu dalam keadaan letih, lapar dan kedinginan dengan pakaian yang masih basah dan kotor. Untunglah, pagi-pagi sekali para pengawal kiriman ayahnya sudah sampai di sana dan langsung membawa sang Pangeran kembali ke istana.

Bersambung

Note: ini bukan cerita karangan saya,
saya hanya menceritakan ulang dari cerita yang sudah ada
Sumber asli dari buku berjudul Karung Mutiara Al Ghazali terbitan KPG Gramedia

Selasa, 22 Juni 2010

Jakartaku sayang, Jakartaku malang, kado ultah Jakarta

Gegap gempita terdengar di berbagai penjuru kota. sebagai ibukota dari sebuah negeri yang sedang dilanda krisis multidimensi, Jakarta seakan tak peduli. Aroma hedonisme, materalisema dan sekulerisme merebak di mana-mana. Seakan tak peduli lagi, rasa sakit yang menggerogoti diri. Lupa diri lupa daratan, mabuk kesenangan.

Jakarta kembali merayakan hari jadinya. Walaupun, sebagaimana telah menjadi rahasia umum, hampir tidak ada kemajuan berarti bagi warga kota tersebut. Selain pembangunan fisik semata, tidak ada peningkatan moral dan spiritualitas, apalagi kesejahteraan. Namun, hal tersebut seakan tidak menyurutkan gairah kota tua yang terus bersolek bak anak muda ini untuk kebmali berpesat pora. Pesta yang diadakan diatas derita warga kota tersebut.

Di balik kemeriahan pesta, tak terhitung lagi banyaknya fakir miskin yang merintih kesakitan dan kelaparan. Kemiskinan bagai ular raksasa yang membelit tubuh mereka hingga remuk tulang-tulangnya.

Kearifan umat beriman telah kulepaskan
Kini kupelajari kearifan umat yang murtad
Kearifan umat yang murtad adalah kebohongan dan tipu muslihat
Apakah kebohongan dan tipu muslihat? Perusak jiwa dan penegak tubuh

(Mohammad Iqbal dalam HIKMAH FIRAUN)

Seorang jurnalis foto dari Belgia, Thibault Gregoire, menerbitkan sebuah buku One day in Jakarta. Buku tersebut berisi foto-foto tentang Jakarta, mulai dari yang paling mewah sampai paling kumuh, paling sholeh sampai paling banyak maksiat. Foto-foto berkualitas tinggi itu seakan bercerita jujur apa adanya. Bagaimana seorang anak jalanan tertidur di lantai stasiun Manggarai dalam keadaan dekil, penuh daki dan kotoran. Bagaimana seorang ibu mencuci di sungai yang berair keruh dan sejumlah orang berkumpul di bawah kolong jembatan, yang menjadi tempat tinggal bagi mereka. Masih banyak lagi foto-foto sejenis. Foto-foto tersebut bisa dilihat di galeri berikut ini.

Di sisi lain, pusat-pusat perbelanjaan megah dan mewah menjamur di mana-mana. Jakarta telah menjadi salah satu kota yang paling banyak pusat perbelanjannya di dunia. Seakan tidak ada lagi kaum miskin di sana, sepertinya kantong semua orang yang datang sesak berisi lembaran-lembaran rupiah yang siap dibelanjakan apa saja dan kapan saja. Entah butuh atau sekedar ingin semata. Kerusuhan dan penjarahan yang terjadi pada bulan Mei 1998 seakan lenyap tak berbekas dari ingatan, apalagi diambil hikmah dan pelajaran di dalamnya.

Padahal, hanya beberapa meter saja, sudah ada orang-orang yang terpaksa mengerjakan apa saja yang mereka bisa hanya untuk bertahan hidup. Semau terekam dalam buku kumpulan foto tersebut. Keadaan Jakarta yang sesungguhnya, carut marut para penghuninya, sudah bukan merupakan rahasia lagi. Bahkan seorang jurnalis foto asing dengan mudah bisa mengabadikan keadaan tersebut.

Generasi tuanya congkak luar biasa
Yang muda sibuk berias seperti wanita kampungan
Kemauan yang muncul dari hati mereka tak pernah mantap
Mereka dilahirkan mati dari rahim-rahim mereka
Gadis-gadisnya terjerat oleh mode pakaian
Dan bermacam-macam alat kecantikan
Mereka senang berpakaian mewah
Alis matanya dirias seperti sepasang pedang
Perhiasannya gemerincing menyilaukan mata
Buah dadanya dipamerkan seperti ikan di kolam

(Mohammad Iqbal dalam HIKMAH FIRAUN)

DR Adian Husaini, dalam artikel beliau Tanda-tanda kehancuran sebuah bangsa, pernah mengungkapkan keprihatinannya. Patung Diponegoro yang terletak di depan sebuah gedung peninggalan kaum Mason Belanda berdiri dengan tegaknya. Patung yang sesungguhnya tidak diinginkan pahlawan yang dipatungkan tersebut. Namun, mengapa tidak ada ormas atau partai yang memperotes pembangunan patung tersebut, yang menelan anggaran sekitar sepuluh milyar rupiah. Suatu jumlah yang tidak sedikit, mengingat masih banyaknya rakyat yang menderita kelaparan, kemiskinan dan kebodohan.

Syahadatnya adalah mengabdi pada kekuatan asing
Dan candi dibangun dengan batu bata rerontok masjid
Sungguh malang bangsa yang menjauhkan diri dari Tuhan dan wahyu-Nya
Ia adalah bangsa yang mati, namun tak sadar bahwa ia mati.

(Mohammad Iqbal dalam HIKMAH FIRAUN)

Namun, begitulah Jakarta. Kota tua yang seakan tidak sadar akan ketuaannya. Kota yang terus menerus bersolek mengikuti perkembangan zaman, tanpa sadar akan dibawa ke mana. Kota yang dibesarkan, dimanjakan dan dirawat oleh peradaban Setan, yang digagas Iblis Laknatullah. Jakarta yang nafasnya sudah tersengal-sengal namun tetap saja melangkah, bankan mencoba berlari.

Bisa jadi, jakarta ini adalah gambaran besar dari para penghuninya, walaupun tentu tidak semua. Manusia-mausia yang lebih suka memperindah tubuh daripada jiwa dan hati. Manusia-manusia pengikut peradanba Barat, peradaban yang membesarkan Jakarta dan Indonesia. Membesarkan secara fisik namun menghancurkan secara moral dan spiritual.

Bumi Siria memberi kepada Barat
Seorang Nabi Saleh, tulus dan suci
Sebagai gantinya Siria mendapat dari Barat
Senjata, minuman keras dan para pelacur.

(Mohammad Iqbal)


Tulisan sederhana untuk Jakarta tercinta, sungguh malang nasibmu, hiks

Rabu, 02 Juni 2010

Tragedi Mavi Marmara, harga sebuah amanah dan pelajaran berharga

Perjalanan mengarungi lautan luas tentu bukan perjalanan aman tanpa resiko.  Apalagi tujuan mereka adalah dareah Gaza yang masih dibayangi penjajahan Zionis lakntaullah.  Mavi marmara bukanlah kapal perang seperti yang mengangkut tentara sekutu saat mereka menyerbu pantai Omaha tahun 1944, yang dalam sejarah dikenal dengan D day.  Mavi Marmara bukanlah pula kapal dagang zaman kolonial yang mengangkut hasil bumi negeri-negeri jajahan.  Marvi Marmara bukanlah kapal yang yang mengangkut harta berharga sehingga menjadi incaran para bajak laut dan perompak. Marvi Marmara adalah sebuah kapal yang membawa para relawan yang mengantar bantuan untuk para penduduk Gaza. Kapal itu hanya berisi bahan makanan, obat-obatan dan generator pembangkit tenaga listrik.  Seluruh muatan yang ada di kapal itu hanya untuk penduduk Gaza yang terisolir, kelaparan dan kedinginan.  Tidak ada senjata atau bahan berbahaya di dalam kapal itu.  Kecuali tentu saja jika ada yang sedemikian paranoid sehingga menganggap pisau dapur sebagai senjata yang sama berbahaya dengan senapan serbu dan bahan-bahan peledak.  

Namun, adegan yang terjadi pada malam itu di atas kapal Marvi Marmara jauh lebih mengerikan daripada peperangan.  Jauh lebih menakutkan daripada perampokan para bajak laut.  Yang terjadi adalah pembantaian terhadap awak kapal dan relawan oleh sepasukan tentara terlatih bersenjata lengkap namun tak punya hati nurani.  Para relawan dan awak kapal terpaksa harus melawan semampu mereka dengan alat seadanya.  Akibat dari perkelahian tidak seimbang tersebut, belasan penumpang kapal itu meninggal dunia, sementara puluhan lainnya luka-luka.  

Mavi Marmara bukanlah sekedar kapal pengangkut bantuan.  Mavi Marmara adalah harga sebuah amanah.  Apapun resikonya, amanah tetap harus dijaga dan disampaikan keapda yang berhak, dalam hal ini rakyat Gaza.   Rasulullah SAW menjelaskan bahwa yang paling ringan dari agama ini adalah mengucapkan dua kalimah syahadat dan yang paling berat adalah menjaga amanah.  NIlai keimanan manusia adalah seberapa kuat dia mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya.  Amanah memiliki akar kata yang sama dengan Iman dan Aman.  Orang beriman mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya sehingga orang lain merasa aman dengannya.  

Dalam khutbahnya Rasulullah SAW, yang diriwayatkan Anas, beliau bersabda : "Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak agama bagi orang yang tidak memegang janji". (HR.Ahmad dan al-Bazzaar). Syaikh Muhammad al Ghazali dalam bukunya Akhlak Seorang Muslim mengatakan, menjaga amanah ialah menunaikan dengan baik hak-hak Allah SWT dan hak-hak manusia tanpa terpengaruh oleh perubahan keadaan, baik susah maupun senang.

Mavi Marmara adalah juga hikmah dan pelajaran.  Pelajaran tentang pengorbanan dan kebahagiaan. Betapa banyak orang yang bersedia merepotkan diri, bersusah payah dan bahkan berkorban waktu, tenaga dan jiwa raga untuk keselamatan dan kebahagiaan sesama.  Mungkin dengan bersikap egois dan tidak peduli pada sesama, orang dapat mencapai kesenangan.  Namun, kebahagiaan hanya dapat diraih dengan berbagi dan berkorban bagi orang lain.  Walaupun harus berpeluh keringat, berlinang air mata, bersimbah darah, bahkan meregang nyawa.

Mavi Marmara adalah juga pelajaran tentang cinta.  Cinta para relawan dan awak kapal pada penduduk Gaza.  Cinta antar manusia pada sesamanya yang menderita tanpa memandang agama dan keyakinan, tanpa memandang ras dan perbedaan warna kulit.  Cinta yang terbebas dari penjajahan budaya materialistik dan kapitalistik nan hedonis.   Banyak orang yang mengabdikan diri dalam aksi-aksi kemanusiaan adalah orang-orang yangtidak beragama. Namun, mereka tleah merasakan nikmatnya menjadi relawan, nikmatnya berbuat baik pada sesama.  Berbuat baik adalah fitrah bagi manusia, melalui perbuatan2 itu, manusia menemukan ketentaraman dan keadamaian batin.  Namun, bagi seroang muslim, perbuatan2 itu tentu harus pula bernilai ibadah

Mavi Marmara adalah bukti bahwa amanah, pengorbanan dan cinta tidak pernah terpisahkan.  Ketiga hal tersebut membentuk suatu sinergi yang memancarkan energi dan berkah bagi sesama.  

Mavi Marmara adalah juga pelajaran tentang kewaspadaan.  Kini mata dunia internasional, walaupun mungkin belum semua, telah terbuka untuk mengetahui siapa musuh kemanusiaan yang sesungguhnya.  Siapa yang tega menyerang awak kapal dan relawan tak bersenjata dengan tentara bersenjata lengkap.  Siapa yang tega membiarkan penduduk Gaza mati kelaparan sesudah beberapa waktu yang lalu membombardir para penduduk itu secara membabi buta.  

Orang-orang yang di dalam Al Quran surat Al Fatihah disbut dengan Maghdub.  Yaitu orang-orang yang menyimpan Ghadab dalam hati mereka.  Ghadab adalah dendam kesumat bagai bara api yang tidak akan padam walau disiramkan padanya air seluruh lautan.  Dendam membara bagai bom waktu yang setiap saat siap meledak tanpa bisa diduga.  Dendam yang berasal dari kebanggan rasial yang semu belaka, yang tidak ada artinya dalam pandangan Allah SWT.  Namun, kebanggaan itu menghasilkan manusia-manusia bengis dan sadis, yang hatinya penuh kedengkian dan dendam pada semua manusia selain bangsanya.  

Amerika serikat sang negara adidaya gagah perkasa tiada tanding di kolong langit, ternyata masih seperti kerbau di ladang.  Sementara si zionis seperti anak gembala dengan riang bermain seruling di atas sang kerbau yang perkasa namun bebal otaknya

Mavi Marmara adalah juga pelajaran tentang sejarah dan perubahan.  Memang sekarang kaum zionis masih berkuasa dengan keangkuhan dan arogansi yang luar biasa. Namun, cepat atau lambat angin perubahan akan berhembus tanpa bisa dicegah oleh siapapun dan apapun, sebagaimana yang telah terjadi sepanjang sejarah peradaban manusia.  Namun, tragedi ini juga menjadi bukti bahwa banyak manusia tidak pernah belajar dari sejarah.  Mereka menghafal tahuh-tahun  terjadinya peristiwa penting, yang banyak diantaranya adalah peristiwa-peristiwa berdarah.  Mereka mengunjungi tempat-tempat bersejarah.  Tetapi mereka jarang sekali, kalau tidak mau mengatakan tidak pernah, mengambil hikmah dan pelajaran dari sejarah itu sendiri.  Oleh karena itu George Santayana, seorang filsuf, pernah berkata: <i>"Those who forget the past are condemned to repeat it"</i> (mereka yang melupakan sejarah akan dikutuk untuk mengulanginya).   

Perubahan adalah sunatullah yang tidak bisa dihindari.  Sesuatu yang kecil suatu saat akan bisa menjadi besar.  Sebaliknya, sesuatu yang besar suatu saat bisa menjadi kecil, bahkan hilang sama sekali.  Sepanjang sejarah, para diktator dan tiran sudah datang silih berganti.  Mereka berkuasa secara absolut layaknya Tuhan yang menguasai seluruh Alam Semesta.  Namun, mereka kini sudah menjadi bagian dari sejarah.  Nama mereka, yang dulunya disebut dengan penuh rasa takut seraya bergetar, kini tak lebih dari kata yang ringan untuk diucapkan.  

Mavi Marmara bukanlah tragedi kemanusiaan yang pertama.  Dan pasti juga bukan yang terakhir.  Selama kejahatan Zionis masih merajalela di muka bumi ini, maka tragedi-tragedi kemanusiaan selanjutnya masih akan terjadi, tanpa bisa diduga bagaimana, kapan, di mana dan siapa yang akan menjadi korbannya.  

Rabu, 23 September 2009

[Cerita Pendek] Berlari di dalam hutan



Lelaki itu berlari dan terus berlari,

dia berlari menyusuri jalan setapak yang ada di dalam hutan itu ....... diantara pepohonan besar menjulang yang seakan-akan menopang langit

nafasnya terengah-engah, berusaha memasukkan sebanyak mungkin oksigen yang melimpah pagi itu,

jantungnya berdegub kencang memompa darah ke seluruh tubuhnya lebih cepat dan lebih cepat

perlahan, saat semakin jauh memasuki hutan, kecepatan larinya mulai melambat dan semakin lambat ......... sampai akhirnya berhenti, dan jatuh berlutut seakan memberi penghormatan

saat itulah dia menggapai tempat air minumnya, dan ........ beberapa saat kemudian, cairan bening sejernih kristal itu pun mengalir membasahi kerongkongannya yang kering kehausan karena tubuhnya kehilangan banyak cairan saat berlari sejak dia memasuki hutan itu

Terngiang lagi ayat suci yang sering dia dengar .....

"Maka, nikmat Rabb-mu mana lagikah yang engkau dustakan .........?"

Air matanya menetes saat mengenang masa lalunya yang penuh dosa dan kesia-siaan, penuh dengan keingkaran dan kedustaan terhadap nikmat yang tiada mampu dia hitung ... air mata penyesalan yang penuh kehangatan, menyucikan jiwa yang penuh dengan dosa dan kesalahan

Diapun berjanji akan kembali ke jalan yang benar, jalan yang diridhoi oleh Allah SWT ..... bukan jalan yang dijalani sekarang

Tekad membaja untuk kembali membuatnya bangkit kembali, energinya yang terkuras saat berlari seakan-akan terisi kembali dengan limpahan energi yang seakan tak terhingga sehingga dia merasa segar dan bertenaga

Lelaki itu bangkit dan kembali berlari, dia berlari dan terus berlari .........

hatinya riang saat menyambut kehidupan yang baru, kehidupan yang indah dan penuh harapan

"aku bertanggung jawab atas hidupku dan masa depanku sendiri, .....................

hidupku tidak hanya untuk diriku sendiri tapi juga untuk orang2 yang aku cintai"


demikian tekadnya dalam hati .......... tekad yang kuat, sekuat dia berlari melintasi hutan itu


This story is inspired by:

1. "aku bertanggung jawab atas hidupku dan masa depanku sendiri, ..................... hidupku tidak hanya untuk diriku sendiri tapi juga untuk orang2 yang aku cintai"
(gun's quoted quotes)

2. Aerobic by Kenneth Cooper, MD

3. personal experiences ... ;)


Kamis, 30 April 2009

[Kisah dan Hikmah} Nenek yang lumpuh

Alkisah, ada seorang anak perempuan kelas 2 SMA yang selalu bertugas merawat neneknya yang lumpuh.  Sang nenek hanya bisa tinggal di tempat tidurnya. Anak perempuan itulah yang selalu merawat si nenek, memandikannya, membersihkan tubuhnya, memberinya makan dan minum dan sebagainya.  

Lama-kelamaan si anak merasa jenuh.  Dia protes kepada ibunya, "Ibu, kenapa harus selalu saya yang merawat nenek, kenapa bukan Ibu, ayah atau kakak?". Ibunya hanya bisa menjawab "Nak, merawat nenekmu itu pahalanya besar, tabah dan sabar ya".  Biasanya setelah itu, si anak kembali mendapatkan semangat untuk merawat neneknya.  

Namun, lama kelamaan nasihat tersebut tidak mempan lagi.  Walaupun tidak diucapakan, si anak seakan-akan ingin mengetahui mengapa dialah yang paling harus repot merawat neneknya, bukan anggota keluarga yang lain.  

Ibunya akhirnya menyadari bahwa tidak ada lagi gunanya menyembunyikan kebenaran dari anaknya.  Dia meneguhkan ahtinya dan bercerita "Nak, pada saat engkau berumur 6 bulan, rumah kita kebakaran.  Saat itu Ibu, ayah dan nenek berusaha menyelamatkanmu dan kakakmu.  Ibu berusaha menggendongmu dan ayah membawa kakakmu.  Namun, karena panik, yang ibu bawa bukan dirimu tetapi guling kecil.  Saat berada di luar, kami baru sadar bahwa engkau masih ada di lantai 2."  

"Saat itulah tanpa dapat dicegah lagi, nenek masuk lagi ke dalam rumah, lalu naik ke lantai dua.  Karena tangga sudah terbakar habis, nenek tidak punya pilihan lain kecuali lompat dari balkon lantai dua sambil menggendongmu.  Yah, nenek lompat dari balkon karena ingin menyelamatkanmu.  Sejak saat itulah nenek lumpuh dan tidak bisa berjalan seperti sekarang ini." lanjut sang ibu. 

Si anak menangis dan menyesal telah bertanya hal tersebut pada ibunya, sungguh dia tiada menyangka bahwa kelumpuhan neneknya adalah karena menyelamtakannya.  Sejak saat itulah, walaupun waktunya banyak tersita karena merawat si nenek, anak tersbut tiada menyesal.  Dia tahu bahwa dia bisa hidup seperti sekarang ini karena jasa besar sang nenek.  Seorang nenek yang mengorbankan kehidupannya demi cucunya.     

Sahabat sekalian, 

Terkadang kita enggan melakukan sesuatu karena paradigma kita tentang hal itu salah.  Terkadang kita tiada menyangka apa yang ada di sebalik hal-hal tersebut.  Perubahan paradigma yang dialami si anak dalam cerita di atas, bukan tidak mungkin pernah atau akan kita alami.  Hidup ini memang penuh kejutan, sebagai bukti betapa sedikitnya pengetahuan kita dibandingkan ilmu yang dimiliki Allah SWT.

Perlu kita ingat, bahwa paradigma adalah peta dan bukan teritori/daerah yang sebenarnya.  Sikap kita seringkali ditentukan karena paradigma yang salah terhadap suatu hal atau seseorang.  

Apabila paradigma kita tentang suatu hal, seperti keadaan atau pekerjaan, baik maka tentu kita akan melaksanakan hal, pekerjaan atau tugas itu dengan sebaik-baiknya.  Dengan jujur, serius, tekun, disiplin dan penuh integritas.  

Semoga bermanfaat

Sumber: Radio Dakta, disampaikan oleh Bapak Bagus Hernowo, Pesantren Entrepreneur Indonesia. 

Kamis, 23 April 2009

[Kisah dan Hikmah] Petani dan Kuda

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang petani yang hidup sederhana.  Sang petani terkenal sebagai orang yang suka menolong orang lain.  

Walaupun tidak memiliko banyak harta benda, dia memiliki seorang anak lelaki yang tampan dan patuh.  Anak ini sangat berbakti pada orang tuanya.  Petani ini juga memiliki seekor kuda yang sangat bagus.  Kuda sang petani terkenal di seluruh negeri, tidak hanya di desanya.

Pada suatu hari, kuda petani ini hilang.  Rupanya, si kuda berhasil menendang pintu kandang yang sudah lapuk karena panas dan hujan hingga hancur berantakan.  Para tetangga, terutama mereka yang sudah pernah merasakan pertolongan dan kebaikan budi sang petani, berdatangan ke rumah beliau.  Mereka menyatakan perasaan turut bersedih atas kehilangan yang dialami sang petani.  namun, yang aneh sang petani justru tenang-tenang saja.  Dia berkata "saudara2 jangan sdih, belum tentu hal ini merupakan kemalangan bagi saya.  kita lihat saja nanti apa hikmah di balik semua ini".  para tetangga sang petani pun pulang dengan gelengan kepala keheranan.  

Beberapa waktu kemudian, si kuda kembali ke rumah sang petani.  Si kuda tidak sendiri, namun dia juga membawa beberapa kuda liar dari jenis yang serupa ke rumah sang petani.  Para tetanggapun terheran-heran.  Mereka berkata "beruntung sekali sang petani, memang orang baik seringkali mendapat rezeki yang tidak terduga-duga".  

Namun, jawaban sang petani kembali membuat para tetangga terheran-heran.  Sang petani malah berkata "jangan senang dulu saudara-saudara, kita tidak tahu apakah kedatang kuda-kuda liar ini merupakan kebaikan bagi saya atau bukan.  Kita lihat saja nanti, semoga semua ini baik adanya".   

Beberapa hari kemudian, anak lelaki sang petani mencoba menaiki salah satu kuda liar tersebut.   Entah karena kurang berhati-hati atau si kuda yang memang belum cukup jinak, anak itu terjatuh dengan keras.  Walaupun nyawanya masih bisa diselamatkan, si anak menderita patah kaki yang parah.  Dia menjadi cacat seumur hidup dan harus menggunakan tongkat.  Para penduduk desa berdatangan ke rumah sang petani.  Mereka ingin menghibur keluarga petani yang sedang berduka itu. Tetapi apa jawab sang petani? Dia kembali berkata "saudara2 jangan sedih, belum tentu hal ini merupakan kemalangan bagi saya.  kita lihat saja nanti apa hikmah di balik semua ini".  para tetangga tentu saja  hanya bisa geleng-geleng kepala keheranan.  
 
Waktu berlalu tanpa terasa.  Pada suatu hari, utusan dari kerajaan datang ke desa tersebut.  Mereka membawa pesan bahwa kerajaan itu dalam keadaan bahaya dan para pemuda diminta mendaftarkan diri sbagai prajurit perang. 

 Para penduduk harus merelakan anak-anak muda mereka berperang di garis depan, kecuali tentu saja si petani yang anaknya sekarang cacat itu.  

Setelah peperangan mereda, para penduduk desa itu berusaha mencari kabar putra-putra mereka.  Duka cita yang mendalam tidak dapat terhindarkan saat mereka mengetahui bahwa para pemuda dari desa mereka semuanya gugur di medan laga.  

Sehingga di desa itu, hanya tersisa satu pemuda cacat, anak dari sang petani.  

Memang terkadang, banyak diantara kita mengalami kesulitan mengambil hikmah dari kejadian-kejadian yang terjadi pada diri kita, baik yang buruk atau yang baik.  Kita hanya melihat bentuk luar dari kejadian itu, bukan esensi atau hikmah di baliknya.  Ada baiknya kita simak pesan Harun Yahya berikut ini


Unhappy, overly emotional and pessimistic people cannot appreciate the beauty and blessing of this world.  Though they may surrounded by countless examples of this beauty, they see only negative aspect of things, and become even more depressed.  However, God, in His mercy and compassion, created these blessings for the sake of human beings.  A believer keeps this idea at the forefront of his mind, and is grateful to God for His Blessings.

Harun Yahya, Romanticism: A Weapon of Satan, page 114-115

(diterjemahkan dan diterbitkan oleh Dzikra dengan Judul: Ancaman di balik Romantisisme)

Sebuah nasihat bagi diri sendiri, semoga bermanfaat untuk siapapun yang membaca 

Jumat, 17 April 2009

[Sahabat] Persahabatan di atas Matras

Assalamualaikum, sudah lama tidak posting di Multiply nih, sekalian mau mengejar deadline menulis tentang sahabat, infonya di sini. 

Zainal Alim Murtadho namanya, saya mengenalnya sejak kelas 5 SD.  Saat itu saya baru saja pindah ke SD Negeri Menteng 03 pagi dari sekolah dasar saya  yang pertama yaitu SD Kepodang yang terletak dekat masjid Agung sunda Kelapa.  Kami cepat sekali akrab satu sama lain, mungkin karena kami punya minat dan hobby yang sama.  Maklum namanya juga anak cowok, ya gak jauh-jauh deh dari Video Games.  

Sejak masih jaman Sega Master System yang warnanya merah hitam itu, yang gambarnya masih sederhana banget, sampai yang mulai rada canggih seperti SEGA Genesis/Mega Drive atau Playstation.  Permainan favorit kami ya itu, yang bertema tentang perkelahian, baik yang bekerja sama atau satu lawan satu.  atau bermain dengan action figures GI Joe yang ternyat sama-sama merupakan mainan favorit kami.  Setiap kali saya atau dia punya yang baru, .

Mungkin karena pengaruh permainan games atau film-film action yang beredar saat itu (yang ngetop taqhun 90-an kalau gak salah Van Damme ya)     

Namun, momen-momen paling berkesan adalah saat kita sama-sama mengikuti olah raga beladiri Aikido.  Waktu itu sekitar pertengahan dekade 90-an, kami semua sudah lulus SMA.  

"Kenapa lo mau ikut Aikido, gara-gara nonton Steven Seagal ya?" tanya Mody, panggilan akrab saya pada dia.  "enggak sih, kebetulan gw lihat di satu buku, ada orang bisa ngebanting orang lain dgn cuma megang tangan lawannya, gimana tuh" kata saya.  Saat itu kami langsung praktek semampu kami di rumahnya, lumayan capek juga sih, kan saya belum siap mental tuk dibanting-banting, he he he.  

tempat latihan waktu itu kami berada di suatu gedung departemen pemerintahan di daerah Lapangan Banteng.  Sebleum berlatih, kami harus bekerja sama mengangkat matras yang lumayan banyak, tergantung pada jumlah peserta yang akan berlatih saat itu. Latihan dimulai dengan pemanasan, lalu peragaan teknik sejenak oleh pelatih.  Lalu kami berpasangan melakukan teknik yang diperagakan itu, selama beberapa saat.  Setelah itu, kami kembali ke tempat semula, sambil sebelumnya memberi penghormtan ala orang jepang kepada pasangan kami.  

Lalu, setelah teknik yang lain diperagakan, kami berganti pasangan dan melakukan teknik yang lain tersebut.  demikian berulang-ulang.  

Terkadang latihan menjadi seru saat diadakan Jiyu Waza, alias sparing bebas.  satu orang diserbu secara bergantian oleh para peserta yang lain.  Tidak ada waktu untuk berpikir, hanya bisa bereaksi dan mengantisipasi serangan lawan secepat mungkin.  

walaupun resminya kami mengikuti bela diri Aikido, namun di saat-saat matras yang sudah digelar belum digulung kembali, kami seringkali menjajal teknik-teknik beladiri yang lain.  Terutama kalau para pelatih sedang tidak hadir, he he he.

Pada saat itu, Ultimate Fighting Championship (UFC) dan sejenisnya memang sedang booming di seluruh dunia.  para penggemar bela diri tidak henti-hentinya memperbincangkan pertarungan gila-gilaan yang nyaris tanpa aturan tersebut.  hampir segala cara bertarung dihalalkan, termasuk bergumul di matras/lantai, yang bahasa kerennya Grappling.

Saat masih ada matras yang tersisa, tentu merupakan suatu godaan besar untuk berguling-guling diatasnya sambil meniru para petarung UFC bergumul.  

Pada suatu saat, saat sedang bergumul, saya mencoba menjebak dia dari posisi Guard (di bawah) sambil berusaha menyarangkan choke/cekikan, armbar atau apapun yang bisa saya lakukan untuk membuatnya menyerah.  Namun karena posisi Guard saya sangat lemah, dia justru dengan mudah meng-counter dan membalikkan keadaan dengan teknik favorit para pegulat Smackdown, Scorpion Death Lock.  tidak ada lagi pilihan, kecuali menepuk matras dengan keras tanda menyerah.  

Namun, kemenangan dan kekalsahan tentu saja silih berganti datangnya.  Suatu saat saya berhasil membanting dia ke matras dengan bantingan asal-asalan ala Judo.  Saat di matras, saya berhasil membuatnya menyerah dengan teknik kuncian tangan/armbar. Namun, karena memang dari dasarnya belum terlatih grappling, maka yang dikunci malah pergelangan tangan lawan, dengan teknik yang lazim digunakan dalam Aikido.  

Begitulah Grappling, pada saat lawan berada dalam posisi yang lebih superior atau bahkan sudah berhasil melakukan teknik submission (membuat lawan menyerah seperti kuncian atau cekikan) maka tidak ada lagi pilihan kecuali mengakui kekalahan.

Memaksakan diri untuk terus bertarung pada posisi seperti itu lebih merupakan kebodohan daripada keberanian

Grappling dan seni bela diri lainnya sesungguhnya mengajarkan kita untuk berjuang sampai batas kemampuan kita, sampai titik darah penghabisan.  Namun, pada akhirnya, jika yang datang adalah kekalahan, maka saat itulah kebesaran jiwa kita dan kelapangan dada kita diuji,  mampukah kita mengakui kekalahan kita sambil mengambil hikmah dan pelajaran sebanyak-banyaknya sebagai bekal kita menuju masa depan.  

Sayang sekali, kenangan pergumulan di atas matras itu sulit untuk diulang kembali, mungkin karena kesibukan dan memang sudah lama gak ketemu.  

Kepinginnya sih, nanti kalau film GI Joe: Rise of COBRA udah main, bisa nonton bareng sekalian mengenang masa lalu.  Pingin tahu kalau film kartun jadi orang kaya apa

Kamis, 26 Februari 2009

[Kisah dan Hikmah] Saudagar kurang ajar, punya 4 istri masih selingkuh juga

Zaman dahulu kala ada saat raja-raja masih berkuasa dan para panglima perang menguasai medan laga, tersebutlah seorang saudagar yang sangat ulung berniaga.  Kekayaan sang saudagar jauh melebihi para pesaing bisnisnya.

Namun sayang disayang, saudagar ini punya akhlaq yang tercela.  walaupun sudah punya 4 orang istri, dia masih saja berselingkuh dengan orang-orang yang hanya berparas menawan tetapi berakhlaq durjana. 

Akhirnya, sang saudagar harus berurusan dengan pengadilan sementara hartanya terkuras habis diambil oleh sang selingkuhan. Selingkuhan jahanam itu malah pergi dengan laki-laki lain yang berparas tampan namun tidak kalah edan. 

Pada saat akan menghadapi persidangan, dia minta dukungan kepada keempat istrinya.

Mula-mula dia datang kepada istrinya yang paling muda (baik dalam hal urutan ataupun usia),  namun apa jawaban si istri termuda:

"mas, siapa suruh berselingkuh sama perempuan lain, kan mas sudah punya istri, 4 orang lagi! kalau tahu bakalan begini, mending saya nikah aja sama  pacar saya yang dulu aja."

lalu sang istri keempat itu dengan kesal meninggalkan lelaki tua yang malang tersebut.  kedua istrinya yang lain juga enggan membantu sang saudagar walaupun tidak seketus istri yang keempat itu.

tinggallah istri pertama yang setia mendampingi sang saudagar dan membelanya mati-matian di pengadilan.  Namun sayang seribu sayang, karena sang istri pertama ini bukan ahli hukum, dia tidak mampu berargumentasi untuk membela suaminya yang memang salah.  ditambah lagi kesehatan sang istri pertama ini sangat buruk. Dia sangat kurang mendapat perawatan kesehatan dan asupan makanan bergizi semenjak sang saudagar menghambur-hamburkan hartanya untuk berbagai macam perbuatan maksiat.  

Akibatnya sungguh sangat fatal, suasana persidangan yang tegang dan penuh hiruk pikuk itu menyebabkan kondisi kesehatan sang istri pertama semakin menurun dan menurun.  sepulang dari persidangan, sang istri sakit keras.  sebelum menghembuskan nafas yang penghabisan, dia berkata lirih "Mas, maaf saya tidak bisa membelamu".

Sang saudagar hanya bisa menyesali dirinya sendiri saat para prajurit kerajaan datang dan membawanya ke  penjara bawah tanah yang gelap dan mengerikan. 

Rekan-rekan sekalian, cerita di atas bukanlah cerita nyata.  Cerita itu hanyalah cerita rekaan yang sudah beredar sejak saya kecil, mungkin juga jauh sebelum saya lahir ke dunia fana ini.  Saya hanya membumbuinya saja,

Cerita di atas juga bukan untuk masuk ke polemik poligami yang beberapa lalu sempat menghebohkan kehdupan kita. sama sekali tidak

4 Istri diatas adalah perumpaamaan pada apa yang ada pada diri kita:

Istri keempat adalah perumpaan untuk harta kita.  Berapa banyak orang yang menghabiskan sebagian besar umurnya untuk mencari harta kekayaan yang diusahakan bisa diwariskan sebanyak 7 turunan bahkan lebih.  Banyak yang mengorbankan waktu, tenaga dan bahkan ada yang mengorbankan akidahnya untuk memperoleh banyak harta.  Banyak juga yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh harta dunia tersebut.

Istri ketiga adalah perumpamaan untuk jasad kita.  banyak orang menilai orang lain dari penampilan fisik semata sehingga jaman sekarang ini orang2 berlomba untuk memperindah dan memperhebat fisik dengan melupakan hal-hal yang lain.

Istri kedua adalah perumpamaan untuk orang-orang terdekat kita, keluarga atau saudara.  Banyak manusia yang menghabiskan banyak waktu dengan keluarganya, makan atau tidka yang penting kumpul kata mereka. 

Istri pertama adalah jiwa kita sendiri, inilah yang akan kita bawa ke alam yang abadi setelah kita meninggal dunia.  Namun, betapa banyak diantara kita yang hampir tidak pnya waktu mengurus hal yang paling penting ini.

Namun, yang lebih mengerikan lagi adalah apabila semua itu sudah tidak terlihat lagi saat kita mulai berselingkuh seperti kisah saudagar di atas.  Selingkuhan itu tidak lain adalah Hawa Nafsu kita sendiri.  hawa nafsu yang menuntut untuk dipuaskan dalam kehidupan dunia ini, yang tidak pernah mau mengerti betapa sulitnya mencari sumber daya untuk memuaskan hawa nafsu tersebut.

Contoh kecil:

berapa banyak diantara kita yang rela tidak tidur semalaman suntuk karena berdugem ria di tempat-tempat yang sesak, pengap dan penuh kepulan asap rokok.  Harta terkuras, kondisi fisik semakin menurun, organ2 tubuh semakin berkurang fungsinya. 

Padahal anak istri menunggu di rumah, berharap bisa merasakan sedikit hasil jerih payah ayahnya demi mengganjal perut yang sudah berbunyi dengan keras saking laparnya

Satu contoh kecil di atas sudah cukup membuat bulu kuduk kita meremang dan bergidik ngeri.  belum lagi contoh yang sama namun dalam sekala yang lebih besar.  buat yang ingin tahu, silahkan buku-buku tentang petualangan maksiat di negeri ini (Jakarta Undercover 1, 2 dan 3 dan yang sejenisnya).

Benarlah apa yang difirmankan Allah SWT dalam Al Qur'an:

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah
membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya. (Surat Al-Jaatsiyah 45 : Ayat 23)

Sic transit gloria mundi, betapa cepatnya kehidupan yang nikmat ini berlalu

Semoga bermanfaat,

Insiprasi dari Bang Jay PHD di tulisan yang ini














Senin, 12 Januari 2009

[Daily Life] Nikmatnya makan kala Hujan



Ahad kemarin, sekitar pukul 2 siang, saya pulang dari tempat teman.  karena di perjalanan Hujan dan perut terasa lapar, saya mampir ke restoran terdekat, kebetulan Restoran Padang (namanya lupa, he he he)

Sambil menunggu hujan yang deras itu reda.  saya membuat merenung  sendiri, sambil makan tentunya, he he he

kapankah manusia bisa puas dengan makanan apa yang ada dihadapannya dan tidak lagi mengingkan milik orang lain untuk dirampas

Kapankah saat hujan deras seperti ini, semua manusia bisa menikmati hidangan mereka masing-masing yang lezat dan bergizi walaupun murah dan sederhana.  

tidak ada lagi yang meringkuk di sudut-sudut kota, tanpa bisa melindungi diri dari derasnya curahan air dari langit dan hawa dingin yang menggigit.  tidak ada lagi yang terpaksa tinggal di pengungsian karena banjir bandang melanda, dimana penyakit bisa merajalela

Tidak ada lagi anak-anak yang jadi ojek payung, menggigil kedinginan sambil menahan lapar saat mencari lembaran-lembaran rupiah yang sudah sangat menurun nilainya akibat inflasi yang tidak berkesudahan. 

contohnya seperti di foto-foto yang ini dan yang ini. 

Hujan, yang sebenarnya merupakan berkat dan rahmat Alloh SWT bagi makhluk-makhlukNya, tentu bisa membuat tempratur menjadi menurun, walaupun di negara tropis seperti Indonesia ini. siapapun yang merasakan hal itu pasti lapar, dan apa yang lebih nikmat apabila sudah lapar selain makanan, walaupun makanan yang murah dan sederhana.  

mungkin bagi banyak diantara kita antar makan dan hujan tidak ada hubungannya, tetapi apabila diteliti dan direnungi lebih mendalam, ada banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil

Semoga bermanfaat,

btw, mohon maaf kalau fotonya piring kosong.  mau motret makanannya lupa, karena sudah lapar

Selasa, 09 Desember 2008

[BERITA DUKA] Bunga Rumput Liar telah tiada

Assalamualaikum,

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

Pada waktu tengah malam saya sedang asyik blogwalking, Bunda Elly memposting tulisan ini.  saya langsung mendatangi MP yang dimaksud dlm tulisan itu.

Saat itu adalah pertama kali saya mengunjungi MP milik seseorang yang telah meninggal dunia.  Yang terasa adalah perasaan duka yang mendalam sampai saya menitikkan air mata.  Saya merasa sedang mengunjungi rumah seseorang yang sudah meninggal dunia, seakan-akan benar-benar melayat ke sana.  Padahal, tentu saja dalam kenyataan saya tidak kemana-mana.  Hanya duduk diam menatap layar monitor komputer. Itu saja.  

Saya sendiri sama sekali tidak mengenal siapa Buruli alias Pulung Amoria Kencana.  MP beliau juga baru saya tahu pada waktu itu.  Namun, hal itu sama sekali tidak mengurangi rasa haru yang saya rasakan saat mampir ke sana.  

Dari hal ini, ada beberapa hikmah yang dapat kita jadikan pelajaran:

1. Setiap yang bernyawa pasti mati (QS 3:185)

2. Waktu ternyata sangat berharga (Surat Al Ashr 103:1 - 4)  

3. Ada yang mengatakan bahwa otak manusia tidak bisa membedakan antara khayalan dengan kenyataan.  Antara dunia maya dan nyata.  Walaupun berita duka tersebut hanya tertulis di blog, namun perasaan yang ditimbulkan sama dengan benar-benar melayat ke rumah duka.   

4. Jangan meremehkan dunia maya.  Jangan hanya krn yang dikunjungi adalah blog dan bukan rumah orang yang bersangkutan kita berlaku kurang ajar dan meninggalkan komentar-komentar yang tidak sopan dan menyakitkan.  Pemilik blog tersebut tentu bisa merasakan hal yang sama dgn apabila dia menerima tamu beneran di rumahnya.     

5. Jika ada kesempatan kopdar (kopi darat) alias bertemu muka di dunia nyata, apalagi bila ditambah kegiatan-kegiatan sosial seperti baksos, ada baiknya kita menyempatkan diri datang supaya bisa mengenal lebih baik kontak-kontak kita di dunia maya ini.  bukankah silaturahim bisa menyambung rezeki dan menambah umur. 

Terima kasih kepada Bunda Elly untuk informasi berita duka ini

Semoga bermanfaat


Selasa, 02 Desember 2008

[KISAH DAN HIKMAH] Membuang Kebencian

Membuang Kebencian

sebagian isi posting diambil dari acara Mutiara Pagi - The Power of Life dengan narasumber Bapak Zainal Abidin

Untuk dapat membuang kebencian, kita perlu menyadari penyebab kebencian tersebut:

Minimal ada dua penyebab kebencian:

Penyebab pertama adalah Harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan.  Sering kali, apabila sesuatu yang diharapkan tidak terjadi, orang mencari penyebabnya.  Masalahnya, banyak yang mencari penyebab kegagalan tersebut di luar dirinya.

seperti kisah sufi yang termasyhur:

Suatu malam, seorang wanita sedang berada di bawah lampu penerangan jalan.  dia tampak sedang mencari-cari sesuatu.  Beberapa saat kemudian, datanglah beberapa orang penjaga malam.  

Salah satu dari para penjaga tersebut bertanya kepada sang wanita "Cari apa mbak?"

Sang wanita menjawab "saya sedang mencari cincin saya yang hilang".  

"Hilangnya di sekitar sini?" tanya penjaga yang lain.  
 
"Bukan" jawab si wanita "di dalam rumah". 

Para penjagapun tertawa terbahak-bahak. 

Seorang penjaga berkata "Mbak, kenapa gak dicari di dalam rumah?". 

"di dalam rumah gelap mas, di sini terang" jawab si wanita.    

sambil geleng-geleng kepala, penjaga yang lain berkata "Mbak, biar gelap tetap harus dicari di dalam rumah, kalau di sini biarpun lampunya ditambah juga gak bakalan ketemu".  Teman-temannya mengangguk tanda setuju sambil tersenyum. 

Bahkan ada yang menambahkan "Mbak, emangnya itu cincin bisa jalan sendiri keluar ya?"

Mungkin jika kita bertemu dengan orang seperti wanita itu, kita akan menganggapnya gila. Tetapi, tidakkah kita juga seirng melakukan kegilaan yang sama.  Kita seringkali menyalahkan orang lain atas kegagalan yang terjadi pada diri kita.  Kita juga seringkali menuntut orang lain berubah.  Bahkan yang lebih buruk lagi, kita menuntut orang lain berubah sesuai dgn keinginan kita, bukan agar dia berubah menjadi lebih baik menurut syariat dan sunnatullah. 

Padahal bukan tidak mungkin penyebabnya ada dalam gelapnya relung hati kita.  Terkadang kita terlalu memanjakan diri, memperturutkan hawa nafsu sehingga kita menjadi pribadi yang tidak bisa diharapkan dan diandalkan oleh orang lain.  Bukan tidak mungkin

Jangan sampai kita mengharapkan hasil yang berbeda dengan sebab (usaha, strategi dll) yang sama.  Hal itu adalah suatu kegilaan yang sangat nyata.


Penyebab kedua adalah karena banyak diantara pakai prinsip dagang.  Terkadang orang berbuat kebaikan karena ingin mengharapkan orang yang menerima kebaikannya melakukan hal yang sama.  Sehingga, apabila orang yang menerima kebaikan tidak membalas sesuai harapan, yang timbul adalah kebencian dan kekecewaan. 

Padahal, ada yang disebut dengan hukum kekekalan energi

Menurut bapak Jamil Azzaini dari Kubik Leadership, apabila seseorang berbuat baik, kebaikan itu akan tersimpan dalam bentuk energi positif.  Suatu saat energi positif itu akan cair dalam bentuk harta (uang/kekayaan) tahta (kedudukan), kata (ilmu pengetahuan) dan cinta (kasih sayang dari sesama). 

Sebaliknya, jika kita berbuat keburukan, hal itu akan tersimpan dlm bentuk energi negatif.  Suatu saat energi tsb akan cair dalam bentuk musibah, bencana dan hal-hal buruk lainnya. 

Dengan benar-benar menyadari adanya hukum kekekalan energi dalam kehidupan kita, Insya Alloh kita akan terhindar dari menerapkan prinsip dagang dalam segala aspek kehidupan kita. 

Semoga bermanfaat,

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
 

Kamis, 28 Agustus 2008

[TRANSKRIP] Menjaga kemuliaan diri dengan nafkah yang halal


Narasumber: Ustadz Bobby Herwibowo, Lc.

Menjaga kemuliaan diri dengan nafkah yang halal

Dari Abu Abdillah An-Nu'man bin Basyir Radhiallahu Anhu berkata: Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam bersabda :

"Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat pekara-pekara yang syubhat ( samar-samar / tidak jelas halal atau haramnya ) yang tiada diketahui oleh kebanyakan manusia.Barangsiapa yang memelihara dirinya dari pekara-pekara yang syubhat itu, maka dia telah melindungi agama dan kehormatannya dirinya. Dan barangsiapa yang tergelincir ke dalam pekara syubhat itu berarti ia tergelincir masuk ke dalam perkara haram.Laksana seorang penggembala di pinggir sebuah daerah larangan, yang akhirnya masuk ke dalam daerah larangan itu. Ketahuilah sesungguhnya bahwa setiap raja mempunyai daerah larangan, Ketahuilah, sesungguhnya daerah larangan Allah itu adalah pekara-pekara yang diharamkanNya."

Ketahuilah, dalam setiap tubuh itu ada segumpal daging. Jika daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuh itu dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh itu.Ketahuilah, Itu adalah hati."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Hadits dari situs ini

Kaidah ushul fiqh mengatakan bahwa:dalam perkara ibadah (ritual) segala sesuatunya adalah haram kecuali ada dalil yang memperbolehkan atau mewajibkan.  Sementara, untuk perkara muamalah/duniawi, segala sesuatunya adalah boleh kecuali ada dalil yang melarang.  Contoh harta haram antara lain: Harta riba, harta hasil rentenir, harta hasil korupsi atau kejahatan lainnya, harta hasil bisnis maxiat, bangkai, darah, babi, anjing, binatang yang disembelih tanpa disebutkan nama Alloh SWT dan sebagainya.  Jauh lebih sedikit daripada harta yang halal.  

Banyak orang takut menjauhi harta yang haram, mereka terkungkung dalam tempat mencari nafkah haram (mengandung riba atau maxiat, lokalisasi pelacuran, dll) hanya merasa takut tidak dapat harta/penghasilan.  Bila diberitahukan kepada mereka bahwa pekerjaan tersebut haram, mereka beralasan bahwa hanya di tempat itulah mereka bisa mencari nafkah.  Sesungguhnya, hal-hal yang haram bisa dihitung dengan jari, sementara itu nafkah/harta yang halal tidak terbatas.  Namun, karena godaan syetan, banyak orang yang takut meninggalkan yang haram.  

Peluang untuk mendapatkan harta halal yang berkah dan melimpah tidak ada batasnya.  Salah satu peluang terbaik adalah dengan berwirausaha dan menjadi pebisnis/pengusaha.  Jika orang memutuskan untuk jadi pegawai/karyawan (dan hal ini adalah sesuatu  yang baik) maka dia harus mengembangkan sikap qona'ah (measa cukup dengan apa yang  ada) yang kuat.  Bersikap qona'ah adalah suatu yang diperlukan oleh manusia, apapun profesinya, agar dia terhindar dari mengambil harta yang bukan menjadi haknya.   Jangankan agama, perusahaanpun juga akan melarang.  Kepercayaan menjadi taruhannya.  Menjadi pengusahapun perlu sikap qona'ah agar dia tidak menghalalkan segala cara (illegal lodging, menyogok, dll) dalam mengembangkan usahanya.

Kisah pertama:

Andri (bukan nama sebenarnya) adalah seorang pegawai.  Saat itu dia sedang dalam keadaan "bokek" (tidak punya uang) sedangkan tanggal gajian masih cukup lama.  Istrinya sudah panik karena tidak ada uang sama sekali.  Suatu hari, dia diminta oleh bossnya untuk mentransfer uang ke rekening tertentu di ATM.  setelah melalui antrian yang cukup panjang, dia tiba pada giliran menggunakan ATM.  Pada saat dia ingin menggunakan ATM tersebut, tiba-tiba mesin itu mengeluarkan suara yang cukup keras.  Ternyata ada kartu ATM milik orang lain yang tertinggal di mesin itu.  di layar Mesin ATM tertera tulisan:

ANDA INGIN MELANJUTKAN TRANSAKSI? YA/TIDAK

Menu awal tampil, saat itulah Andri sadar bahwa orang yang sebelumnya menggunakan ATM meninggalkan kartunya di mesin ATM tersbut.  Jantung Andri berdegub kencang.  Dia berada di persimpangan jalan antara mengambil uang yang bukan miliknya atau mempertahankan keimanannya agar tidak ternoda oleh dosa tersebut.  Andri sempat memencet tombol untuk melihat saldo rekening tersebut.  dia cuma lihat angka 1 dan 5, entah 150 ribu, 1.5 juta, 15 Juta atau bahkan 150 juta.  

Mengambil uang orang lain via ATM, walaupun cuma seekdar bertahan hidup sampai tanggal gajian, jelas merupakan dosa yang besar.  Akhirnya, Andri memutuskan untuk tidak jadi mengambil uang pemilik kartu ATM tersebut. Dia mengembalikan kartu tersebut ke bank via security.  

Di rumah Andri bercerita pada istrinya tentang ujian iman yang baru dia alami.  Sang istri malah menyayangkan mengapa Andri tidak mengambil uang sedikit barang 1 juta untuk bertahan hidup.  Andri merasa kecewa dngan jawaban sang istri.  Dia tidak jadi makan malam dan keluar menemui para tetangganya.  

Rupanya, saat keluar menemui para tetangga itulah saat Alloh SWT ingin membalas kebaikan Andri.

Salah satu tetangga ada yang juga sedang bokek dan perlu uang, sama dengan Andri.  Dia lalu meminta Andri menjualkan Mini Compo miliknya kepada teman-teman kantor.  Jika ada lebihnya, Andri boleh mengambilnya.  

Keesokan harinya, Andri pergi ke kantor sambil membawa mini compo tersebut.  Melihat harga yang ditawarkan cukup murah untuk sebuah mini compo, ada teman kantor Andri yang ingin membeli mini compo tersebut.  Setelah pulang kantor, Andri menemui sang tetangga dan memberi uang hasil penjualan mini compo tersebut. Andri mendapat sisanya, cukup untuk bertahan hidup sampai tanggal gajian.  

Hal-hal yang haram seringkali membuat manusia terlibat dalam pergulatan batin yang sangat berat.  Tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh kecuali dengan memperkuat iman.  

Kisah kedua:

Pada suatu hari seorang pengusaha mendatangi seorang ustadz untuk meminta nasihat.  pengusaha tersebut mengenal banyak pejabat.  Dia diminta suatu perusahaan konstruksi yang ingin memenangkan tender pembangunan di Aceh pasca tsunami.  Perusahaan itu ingin memenangkan tender tersebut dengan segala cara, baik halal atau haram.  Dalam fax yang dikirimkan perusahaan tersebut, sang pengusaha dijanjikan uang 150 Milyar apabila dia bisa membantu perusahaan itu memenangkan tender.  Dalam waktu 5 menit, datang fax kedua, meralat jumlah "hadiah" itu menjadi 200 milyar.  

Sang pengusaha meminta pendapat istrinya.  Sang istri mengelus perutnya dan mengatakan bahwa dia kasihan pada anak mereka apabila uang haram itu sampai menjadi darah daging mereka.  Pergulatan batin itu menyebabkan sang pengusaha menderita demam selama berhari-hari.  Namun, alhamdulillah, keimanannya cukup kuat untuk bisa menolak uang haram yang jumlahnya cukup besar tadi.  

Nafkah yang haram bisa membuat doa kita tidak diterima/dikabulkan:

Dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah SWT adalah Dzat yang baik (suci), maka Dia tidak akan menerima (sesuatu), kecuali yang baik (suci). Dan Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang mukmin sesuai dengan apa yang diperintahkan kepada para rasul. Maka Allah SWT berfirman: "Wahai para rasul, makanlah kalian dari sesuatu yang baik-baik (halal dan baik) dan beramalah dengan amal yang saleh.

" Kemudian Allah SWT berfirman kembali: "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah oleh kalian sesuatu yang baik-baik (halal dan baik) dari apa-apa yang telah Kami rezekikan kepada kalian. Kemudian dia (rasulullah) menggambarkan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan yang sangat jauh, rambutnya kusut penuh dengan debu. Lalu dia menenggadahkan kedua tangannya ke langit (berdoa) dan berkata: "Wahai Tuhanku (kabulkanlah doaku), Wahai Tuhanku (kabulkanlah doaku).

Sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia dikenyangkan oleh sesuatu yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?."

Dalam hadits shahih yang lain dari Abu Hurairah Rasulullah SAW juga bersabda: "Jika seseorang berangkat untuk melakukan ibadah haji dengan harta yang baik, maka tatkala dia mengucapkan talbiyyah, langsung ada suara (Malaikat) yang menjawab (mendoakan) dari langit:

"Selamat datang dan kebahagiaan buatmu (wahai hamba Allah). Harta yang engkau pergunakan (untuk ibadah haji) adalah harta halal, dan kendaraanmu halal, maka hajimu termasuk haji mabrur dan bukan termasuk haji yang berdosa/ditolak (bukan haji mardud). Tetapi jika seseorang berangkat untuk melakukan ibadah haji dengan harta yang haram, lalu ia mengucapkan talbiyyah, langsung ada suara (Malaikat) yang menjawab (mendoakan) dari langit: "Tidak ada pangilan buatmu dan tidak ada kebahagiaan buatmu." Harta yang engkau pergunakan (untuk ibadah haji) adalah harta haram, dan kendaraanmu haram, maka hajimu termasuk haji yang mardud (termasuk haji yang berdosa/ditolak)." (HR. Thabrani).

(Hadits diambil dari situs ini).

Padahal, keadaan orang itu (safar/perjalanan dan kehabisan bekal) merupakan kondisi dimana doa akan cepat dikabulkan.  Namun, harta haram yang ada dalam dirinya lahir batin membuat doanya tidak dikabulkan.  Orang yang korupsi atau melakukan kejahatan lainnya mungkin mengira bahwa anak dan istrinya tidak tahu akan harta haram yang dia bawa.  Namun, pengaruh harta haram dapat dilihat pada sikap dan perilaku anggota keluarga orang yang membawa harta tersebut.  Bisa jadi anak dan istri, karena merasa gerah dan tidak tentram, mencari bermacam hiburan di luar ruamh seperti bioskop, diskotik, mall dll.  Bisa juga mereka terjerumus ke dalam cengkeraman obat-obatan terlarang, minuman keras dan pergaulan bebas tanpa batas.  Pada akhirnya, harta haram tersebut akan membuat pemiliknya menderita kerugian yang besar di dunia dan akhirat.  

Contoh keteladanan dalam menjaga diri dari harta haram dapat kita temui dalam diri Khalifah Umar bin Abdul Aziz.  Suatu hari anak beliau ada yang ingin bertemu karena urusan keluarga.  Beliau terlebih dahulu mematikan lampu dan ketika ditanya mengapa beliau melakukan hal tersebut, sang khalifah berkata: "Minyak untuk lampu tersebut dibeli dangan harta kaum muslimin, aku tidak sepantasnya menggunakan minyak tersebut untuk kepentingan pribadi".  Kisah-kisah yang lain tentang Umar Bin Abdul Aziz dapat dibaca di Situs ini.

Semoga bermanfaat

Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:  Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Tulisan Ustadz Bobby yang lain bisa dibaca di Situs ini

Kamis, 14 Agustus 2008

[TRANSKRIP] Ready to Change, belajar dari Pengrajin Kuningan dan Emas


Ready to change

Kisah Pengrajin emas dan pengrajin kuningan

mp, kuningan

Pada zaman dahulu kala, hiduplah dua orang sahabat yang berprofesi sebagai pembuat barang-barang kerajinan dari kuningan dan emas.  Mereka berdua biasa menjual barang-barang hasil kerajinan mereka pada Hari Pasar, yang berlangsung pada saat-saat tertentu di negeri mereka.  Bahkan, acara hari pasar kali ini adalah acara yang sangat istimewa karena para tamu agung dari negeri tetangga juga akan datang berkunjung dan membeli barang-barang.
 
Pada suatu hari, saat semua orang sedang sibuk mempersiapkan barang-barang yang akan dijual pada hari Pasar, perajin kuningan bertemu dengan perajin emas.  Dia melihat barang-barang hasil karya si pengrajin emas begitu kasar dan tidak rapih.  Ukirannya kasar dan warnanya kusam.  Pengrajin kuningan bertanya kepada pengrajin emas, "Mengapa engkau tidak membuatnya dengan lebih teliti dan lebih baik agar bentuknya lebih indah dan menawan hati?"

Penjual emas menjawab dengan membanggakan diri "Aku tidak khawatir daganganku tidak laku, walaupun kusam dan kurang bagus pembuatannya, semua orang tahu bahwa barang2 ini terbuat dari emas.  Nilai emas lebih tinggi daripada kuningan".

Hari pasar yang ditunggu pun akhirnya tiba.  semua orang mengerumuni barang dagangan sang pengrajin kuningan.  Mereka terpesona oleh indahnya barang-barang sang pengrajin kuningan, ukirannya yang halus, warnanya yang cemerlang, dan keunggulan-keunggulan lainnya.  Tidak ada orang yang melirik dagangan sang pengrajin emas, sebab baru melihat selintas saja para calon pembeli itu sudah kehilangan minat.  Warna yang kusam dan ukiran yang kasar menyebabkan barang barang sang pengrajin emas tidak laku walaupun bagang-barang itu terbuat dari emas yang berkualitas tinggi.

Inti dari cerita di atas adalah seringkali orang berpikir bahwa keadaan yang sudah nyaman dan enak sudah tidak lagi memerlukan perubahan dan perjuangan.  Padahal hidup itu sendiri adalah perjuangan dan perubahan.  Semua makhluk yang hidup harus berjuang dan berubah seiring waktu.  lebih baik dari ke hari sudah terpaku pada "emas" (kekayaan warisan, kepandaian dll) sudah pasti disukai orang tidak perlu mengadakan perubahan-perubahan positif agar "emas" tersebut menjadi lebih baik.  keadaan tersebut sudah menjadi zona nyaman bagi dia.
 
Apabila kita merasa bahwa kita tidak menjadi lebih baik dari hari ke hari, tidak juga mengalami peingkatan karir atau keahlian, maka kita harus siap berubah.  Bukan cuma mengubah profesi atau pekerjaan, tetapi yang lebih penting  sikap mental kita harus jadi lebih positif dan lebih kuat.  Sehingga, apapun tantangan zaman, kita  bisa lalui dengan lebih baik.  Termasuk pula meraih lebih banyak hikmah dari pengalaman hidup kita.

Jika kita tidak ingin tertinggal dgn banyak orang yang sudah melakukan lompatan2 besar dalam kehidupan mereka, maka inilah yang harus kita lakukana:

Pertama Pancangkan tekad yang kuat: Tekad kuat ini akan menjadi daya dorong yang sangat kuat agar kita tidak lengah dari rutinitas.

KeduaKobarkan Motivasi:

Minimal ada 4 hal yang bisa mengubah mental dan membangkitkan motivasi:
  1. didasari rasa takut mandapat hukuman, takut dikucilkan, takut tidak dapat penghasilan dan sebagainya.  Ini adalah motvasi yang paling buruk.  Hal ini membuat orang melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa, tidak profesional dan asal-asalan, asal bisa menggugurkan kewajiban.
       
  2. didasari reward/penghargaan, keuntungan yang bisa diraih keinginan mendapat keuntungan: harta banyak, uang banyak, sahabat, penghargaan dll

  3. didasari kebutuhan, yaitu tujuan untuk mendapatkan hal-hal yang memang kita butuhkan, baik psikologis maupun fisik

  4. didasari rasa cinta.  Apabila motivasi timbul didasari rasa cinta, maka akan timbul kekuatan yang luar biasa, melebihi ketiga motivasi lainnya. 

Kita perlu memohon kepada Alloh SWT agar dianugerahi cinta kepadaNya dan kepada Rasul-Nya.  Pada akhirnya cinta itu akan menimbulkan rasa syukur.  Rasa syukur itu akan menimbulkan cinta pada diri kita sendiri, sebagai makhluk ciptaanNya yang memiliki keunggulan dan kelebihan, bukan hanya kekurangan dan kelemahan.  Cinta inilah yang akan  membuat kita cinta pada keunggulan-keunggulan terhadap kita apa adanya, sehingga kita akan merasa nyaman dengan diri kita sendiri.  Selanjutnya kita akan bisa menimbulkan rasa cinta pada keluarga dan para sahabat kita.

Ketika kita mencintai diri kita sendiri, kita akan memiliki kebanggaan pada diri sendiri.  Kita akan mempu memfokuskan diri pada kelebihan/keunggulan diri.  Dengan demikian, nantinya timbul motivasi untuk jadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Namun, apabila kita fokus pada kekurangan dan kelemahan kita, sulit bagi kita untuk menumbuhkan rasa cinta pada diri sendiri dan orang lain, termasuk keluarga dan teman-teman kita.

Sangat disayangkan banyak sekali orang yang tidak bangga pada dirinya sendiri, pendidikan, fisik, kelurga, keturunan dll
Padahal, sebagaimana barang=barang hasil kerajinan sang penjual kuningan di atas, banyak orang yang kelihatannya miskin dan lemah sesungguhnya memiliki potensi untuk berubah dan menjadi orang-orang yang produktif dan sukses. 

Oleh karena itu, siapkan diri untuk berubah dan kuatkan tekad kita semua bahwa Kita Semua Harus Berubah!!

Narasumber: Mbak Niek - Institut Kemandirian

Semoga bermanfaat, acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823
 

Senin, 04 Agustus 2008

[KISAH DAN HIKMAH] Gara-gara teman lama


Assalamualaikum,


Seperti sama-sama kita ketahui, banyak orang yang beruntung bisa lolos dari kematian yang telah datang begitu dekat karena waktu hidup yang ditentukan oleh Alloh SWT belum tiba bagi orang tersebut.  Mungkin kita masih ingat pada keberuntungan yang terjadi pada Ibu Miranda Gultom yang tidak terkena bom di Hotel JW Marriot gara-gara beliau telat ( berita di sini ).

Saya sendiri pernah dengar pembicaraan orang di kendaraan umum.

Pembicaraan yang saya dengar itu intinya seperti ini. Mereka membicarakan seseorang yang sudah naik bis antar kota, duduk dengan tenang.  Tiba-tiba orang tersebut melihat teman lamanya yang sudah lama tidak dia jumpai dan sudah putus kontak.  Dia langsung turun dari bis antar kota tersebut untuk memnemui sang teman.  Saat dia turun untuk menemui si teman lama, bisnya jalan meninggalkan dia.

Beberapa waktu kemudian terdengar kabar bahwa bis yang dia tidak jadi tumpangi mengalami kecelakaan dan para penumpangnya meninggal dunia. Dia selamat karena turun untuk menemui teman lamanya.

Saya sendiri tidak kenal orang ini, saya hanya mendengar saja cerita tersebut.

Sebenarnya ini reply untuk Pak Jamil Azzaini di jurnal yang ini.  Tetapi karena saya rasa menarik, saya posting sekalian di sini.


Semoga bermanfaat

Kamis, 24 April 2008

A Letter from God

Saat kau bangun dipagi hari, Aku
memandangmu dan berharap engkau akan
berbicara kepadaKu, walaupun hanya
sepatah kata, meminta pendapatKu atau
bersyukurkepadaKu atas sesuatu hal indah
yang terjadi didalam hidupmu
kemarin, tetapi Aku melihat engkau
begitu sibuk mempersiapkan diri untuk
pergi bekerja.

Aku kembali menanti. Saat engkau sedang
bersiap, Aku tahu akan ada sediki waktu
bagimu untuk berhenti dan menyapaKu,
tetapi engkau terlalu sibuk.

Di satu tempat, engkau duduk di sebuah
kursi selama lima belas menit tanpa
melakukan apapun. Kemudian Aku melihat
engkau menggerakkan kakimu. Aku berpikir
engkau ingin berbicara kepadaKu tetapi
engkau berlari ke telepon dan menelepon
seorang teman untuk mendengarkan gosip
terbaru.

Aku melihatmu ketika engkau pergi
bekerja dan Aku menanti dengan sabar
sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu,
Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk
mengucapkan sesuatu kepadaKu.

Sebelum makan siang Aku melihatmu
memandang kesekeliling, mungkin engkau
merasa malu untuk berbicara kepadaKu,
itulah sebabnya mengapa engkau tidak
menundukkan kepalamu. Engkau memandang
tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara
kepadaKu dengan lembut sebelum mereka
makan, tetapi engkau tidak melakukannya.

Tidak apa-apa. Masih ada waktu yang
tersisa, dan Aku berharap engkau akan
berbicara kepadaKu, meskipun saat engkau
pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan
banyak hal yang harus kau kerjakan.
Setelah beberapa hal tersebut selesai
engkau kerjakan, engkau menyalakan
televisi, Aku tidak tahu apakah kau suka
menonton televisi atau tidak, hanya saja
engkau selalu kesana dan menghabiskan
banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa
memikirkan apapun hanya menikmati acara
yang ditampilkan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat
engkau menonton TV dan menikmati
makananmu tetapi kembali kau tidak
berbicara kepadaKu. Saat tidur Kupikir
kau merasa terlalu lelah. Setelah
mengucapkan selamat malam kepada
keluargamu, kau melompat ke tempat
tidur dan tertidur tak lama kemudian.
Tidak apa-apa karena mungkin engkau
tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir
untukmu.

Aku telah bersabar lebih lama dari yang
kau sadari. Aku bahkan ingin
mengajarkanmu bagaimana bersabar
terhadap orang lain.Aku sangat
mengasihimu, setiap hari Aku menantikan
sepatah kata, doa atau pikiran atau
syukur dari hatimu.

Baiklah... engkau bangun kembali dan
kembali Aku akan menanti dengan penuh
kasih bahwa hari ini kau akan memberiKu
sedikit waktu. Semoga harimu
menyenangkan. Yang selalu menyertaimu
setiap saat, ALLAH
SWT.

NB. Apakah kau memiliki cukup waktu
untuk mengirimkan surat ini kepada orang
lain yang kau sayangi

Yang ini co-pas juga, udah izin  http://najwalia.multiply.com/journal/item/43/A_Letter_From_God?replies_read=2

Rabu, 23 April 2008

Manajemen Chatting

Untitled

Pada suatu hari seorang Raja memanggil anaknya, Sang Pangeran.  Sang raja ingin menguji sang Pangeran untuk memastikan apa kah anaknya pantas menggantikannya memimpin kerajaan.  Sang Raja meminta sang pangeran membuatkan masakan yang paling enak untuk diberikan kepadanya saat makan siang.  Sang Pangeran dengan patuh membuat masakan tersebut, yaitu Sop lidah sapi yang diberi berbagai macam bumbu yang diracik sedemikian rupa sehingga menjadi sop lidah paling lezat yang pernah ada di kerajaan tersebut.  Sang Raja memuji masakan anaknya dengan pujian yang luar biasa.


Keesokan harinya, Sang Raja kembali meminta sang pengeran membuatkan masakan baginya.  namun, kali ini, dia meminta anaknya membuat makanan paling tidak enak yang bisa dibuat oleh sang pengeran.  Sang pengeran kembali mengolah Lidah sapi namun kali ini dia memberi bumbu asal-asalan.  Garam, merica dan sebagainya dia tuang tanpa perhitungan sama sekali.  Saat sang raja mencicipi makanan tersebut, beliau hampir muntah karena rasa dan aroma dari sop lidah tadi.  "Nak, masakan apa ini?" Tanya sang Raja.  Sang Pengeran menjawab "Sama dangan yang kemarin Ayahanda, Sop Lidah".  "Nak, apa yang kau pelajari dari dua masakan ini, yang hari ini dan kemarin?"


Masakan hari ini dan kemarin bahan utamanya sama, yaitu lidah, yang berbeda adalah cara menggunakannya, demikian pula lidah kita:

  1. Lidah bisa kita untuk membangkitkan semangat, menghibur jiwa yang lelah, meluruskan kesalahan, menyampaikan hikmah dan sebagainya.
     
  2. Lidah dapat pula dipergunakan untuk hal-hal yang negatif seperti memfitnah, mencaci maki, menghina, melecehkan dan meremehkan orang lain dan lain sebagainya.
     
  3. Lidah dapat juga dipergunakan untuk hal-hal yang netral namun tidak bermanfaat seperti berbincang-bincang tentang hal-hal yang sudah diketahui oleh orang-orang yang sedang berbicara hanya karena mereka senang melakukannya.
     
  4. Lidah juga dapat dipergunakan untuk membanggakan diri secara berlebihan sehingga terkadang entah sadar atau tidak ditambah-tambahi berbagai hal yang tidak perlu atau bahkan kebohongan.
     
  5. Lidah seperti teko yang akan  menyalurkan isinya.  Apabila isinya air yang menyegarkan maka air tersebutlah yang akan keluar.  Namun apabila isinya racun yang mematikan, maka racun itulah yang akan keluar.


Sang Raja mengagguk-angguk dengan puas, "Tidak sia-sia aku selama ini mendidikmu" katanya.

Hubungan cerita di atas dengan topik kita adalah adanya persamaan pada masalah lidah.  Lidah ini sangat ringan, namun sedikit sekali orang yang bisa mengaturnya.  Lidah adalah perpanjangan dari Qolbu atau Hati kita.  Apa yang ada di dalam Hati kita itu cepat atau lambat akan keluar pada lidah kita.

Chatting adalah salah satu jenis perpanjangan lidah kita, karena itu tidak ada salahnya kita berhati-hati dalam melakukan dua kegiatan tersebut.
 

Maka chatting juga perlu manejemen, misalnya:

  1. Chating sering kali terlalu pribadi, sehingga terkadang salah satu atau kedua pihak merasa tidak nyaman, apalagi bila obrolan tersebut menjurus ke masalah yang enggak-enggak.
     
  2. Terkadang ada yang bingung mau ngomong apa, maka lebih baik mempersiapkan dulu materi obrolan, jangan sampai ngalor ngidul gak karuan

  3. Hati-hati, sebagaimana spam tidak sama dalam pikiran setiap orang, demikian pula chatting.

  4. Lebih baik punya teman chatting sedikit tetapi chatting -nya berkualitas daripada banyak tapi centang perenang bagai buih di lautan.  Kualitas chatting ditentukan oleh kelancaran komunikasi kedua belah pihak.  Kelancaran komunikasi ditentukan antara lain oleh kesamaan minat, hobby, kepentingan dan sebagainya.  Tidak nyambung kan apabila yang satu hobby kajian teori Konspirasi yang lain suka masak, he he he.  Orang-orang yang chatting harus punya minat yang sama, sehingga lebih baik kenali diri sendiri terlebih dahulu.

  5. Jangan samapai kita sendiri lupa waktu gara-gara keasyikan chatting dan harus ingat pula bahwa lawan bicara kita juga punya bermacam-macam kepentingan. Kan kita semua sama-sama manusia.
     
  6. Jika orang yang kita undang chatting tidak merespon dengan baik, maka lebih baik tidak usah diajak chatting, bisa jadi dia punya minat, hobby atau ketertarikan yang berbeda dengan kita.  Memaksakan chattng dengan orang-orang yang punya minat yang jauh berbeda hanya akan buang-buang waktu saja.

Semoga bermanfaat

Senin, 21 April 2008

Curhat Soal Internet Marketing dan Spam

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Rekan-rekan sekalian,

Hari ini saya dapat penawaran e-book tentang internet marketing dari seorang pengguna MP. karena saya orangnya cenderung netral dan enggan untuk ribut, maka saya biarkan saja dan paling2 saya beri nasihat agar tidak beriklan sembarangan di situs atau blog orang, nanti dianggap spam. Namun, saya sendiri berusaha berempati pada rekant tersebut dan mencoba memahami bahwa dia, sebagaimana saya dan semua orang di dunia ini, membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Saya sendiri, alhamduillah, tidak merasa terganggu.

Manusia pada umumnya memang egois dan cenderung serakah. Banyak orang mau dapat uang banyak namun tidak rela ada orang lain yang beriklan disitusnya. Namun, bila pada suatu saat dia yang harus cari uang lewat internet dan menjualkan ebook atau produk-produk orang, dia sembarangan beriklan di situs-situs orang. Suatu sifat yang sangat manusiawi, namun tetap tidak boleh kebablasan.

Masalah Spam adalah masalah yang sangat serius. Seseorang bisa kehilangan kredibilitasnya di dunia maya gara-gara dianggap melakukan Spam. Dan, parahnya lagi, persepsi tentang spam tidak sama dalam pikiran semua orang. Apabila sang pemilik blog adalah orang yang suka mengalah dan mudah berempati, tentu dia tidak mudah menuduh seseorang melakukan spam, walaupun sang pengunjung sudah jelas-jelas "gelar dagangan" di guestbook atau shoutbox dari blog atau situsnya. Tapi, kalau sifat pemilik blog atau situs berbeda 180 derajat dengan yang pertama tadi, wah, sudah, sang pemilik tadi bisa panggil "Petugas Tramtib Dunia Maya" (Report abuse atau sejenisnya). Dan.... bisa saja sang PKO (pedagang kaki online, meminjam istilah Anne Ahira) bisa kehilangan bukan hanya seluruh dagangannya tetapi seluruh krediibilitasnya di dunia maya.

Dari penggambaran di atas, kita dapat menarik hikmah sebagai berikut:

  1. Mungkin sudah waktunya para blogger dan internet marketer mengubah paradigma kita dari paradigma Weapon of Mass Destruction alias Senjata Pemusnah Massal ke paradigma Sniper alias Penembak Jitu. Kalo pakai WMD, banyak orang, bangunan dan lain-lain yang seharusnya tidak jadi sasaran malah jadi korban, target sasaran bukan tidak mungkin malah sudah melarikan diri. sedangkan, satu tim penembak jitu dapat menembak sasaran dengan tepat tanpa harus menimbulkan kerusakan-kerusakan besar yang tidak perlu terjadi. Dalam masalah internet marketing seperti ini, sang marketer harus mengenal dan mengetahui seluk beluk targetnya dengan baik agar dia dapat membidik dan mengenai target sasaran dengan tepat.

  2. Apabila anda mengikuti program afiliasi yang menjual ebook dengan melibatkan unsur reselling atau penjualan kembali dengan sistem komisi, maka anda terlebih dahulu harus merasakan manfaat dari ebook tersebut. Dengan kata lain, ebook tersebut harus anda baca, anda hayati dan anda amalkan isinya. Bukan setelah mendaftar dan membayar, anda ujug-ujug jualan. Insya Alloh enggak akan ada yang mau beli, wong anda sendiri belum merasakan manfaatnya. Akan lebih baik anda menceritakan pengalaman anda berkenaan dengan ebook tersebut, baik dalam blog atau situs anda atau pada saat anda mereply blog orang lain.

  3. Program afiliasi yang baik tentu memiliki training programme atau program pelatihan yang baik, baik secara online atau lebih baik lagi ada yang offline, sekalian kopdar gitu. Peserta program yang baik tentu akan mengikuti program-program tersebut dengan sepenuh hati dan merasakan manfaat program-program tersebut tidak hanya dalam bisnis internetnya tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Remember "Action Speaks Louder than Words".

Semoga posting-an kali ini bermanfaat untuk rekan- rekan sekalian, baik yang menggeluti internet marketing atau yang sering didatangi internet marketer.

Sebagai tambahan, silahkan berkunjung ke situs ini ada ebook gratis, tis, tis, enggak ada embel2nya.

Minggu, 13 April 2008

Ngapain sih mikirin Palestina, wong hidup kita sekarang aja udah susah?

Berikut ini adalah dialog dua orang anak manusia mengenai masalah Palestina.  Dialog fiktif adalah karangan saya sendiri tetapi mungkin bisa memberi kita inspirasi dalam mendakwahkan masalah Palestina.  

Tanya: Ngapain sih mikirin Palestina, wong hidup kita sekarang aja udah susah?

Jawab: Justru hidup kita jadi susah karena kita tidak memikirkan Palestina.

Tanya: Lho, koq gitu?

Jawab: Iya, pemberi rezeki yang sesungguhnya adalah Alloh SWT.  Mulai dari kutu samapai gajah rezekinya dijamin Alloh SWT.  Khusus manusia, Alloh SWT memberi rezeki melalui sesama manusia.  Coba kita renungkan, Bukankah kita selama ini mendapat segala keperluan kita dari orang lain? Bukankah kita lahir dari rahim Ibu kita yang juga seorang manusia.  Bukankah kita menerima pendidikan dari orang tua dan guru-guru kita yang juga manusia? Bukankah kita juga menerima rezeki melalui sesama manusia (boss, klien, pembeli, dsb)?  Maka, sudah sepantasnya kita memberi bantuan kepada sesama manusia semaksimal mungkin sesuai kemampuan kita.  Rakyat Palestina juga manusia kan?

Tanya: Terus gimana bantuan pihak Palestina, apa kita harus berangkat perang ke sana? Kita kan punya pekerjaan dan tanggung jawab lainnya di sini.

Jawab: Kalo mas mampu silahkan.  Tetapi masalahnya sudah siap belum, kita kan orang-orang sipil yang tidak terlatih untuk berperang.  Jangankan perang, olah raga aja jarang, padahal Rasulullah sudah menegaskan bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Alloh SWT daripada mukmin yang lemah.  Bukan tidak mungkin apabila kita nekat pergi ke sana, kita bukan terbunuh oleh tentara musuh tetapi malah meninggal karena sakit.  

Belum lagi masalah penggunaan senjata dan bahan peledak.  Para pejuang Palestina kan enggak punya waktu buat melatih kita menggunakan senjata, nanti kita malah menyusahkan dan membuat mereka repot.

Masalah pekerjaan dan tanggung jawab tidak perlu dipertentangkan dengan kepedulian pada masalah Palestina.  Bahkan kita harus punya pekerjaan atau penghasilan supaya bisa menyumbang dana untuk mereka.  

Tanya: Masak harus nyumbang dana segala, gaji sebulan kan enggak seberapa?

Jawab: Yuk kita jujur deh, apakah pengaturan keuangan kita sudah benar-benar baik? Jangan-jangan gaji kita sebulan habisa gara-gara pengeluaran yang enggak perlu, misalnya hiburan-hiburan berlebihan.  Justru kita harus lebih produktif bekerja karena kita memikirkan Palestina.  Kalau perlu, kita harus punya usaha sendiri sebagai tambahan agar kita bisa membantu mereka.  Benar enggak sih kita selama ini sudah bekerja keras, cerdas dan ikhlas serta berusaha memaksimalkan segala potensi dan kemampuan yang kita miliki?

Tanya: Terus mesti dikirim lewat mana? Kasih langsung?

Jawab: Ya enggak dong, memangnya Mas punya kenalan di sana? Kan ada lembaga-lembaga yang bisa kita percaya untuk mengelola dana amanah kita agar sampai ke tangan yang berhak.

Tanya: Mas, saya dengar para pejuang Palestina berjuang dengan bom bunuh diri, kog gitu? Bukankah bunuh diri dilarang dalam Islam.

Jawab: Bunuh diri memang dilarang dalam Islam.  Islam mewajiblan para pemeluknya menyikapi ujian di dunia ini dengan sikap terbaik mereka sesuai dengan petunjuk Al Qur'an dan Sunnah.  Namun, di Palestina, keadaan sudah sedemikian gawat sehingga tidak ada cara lain kecuali dengan bom tersebut.  Insya Alloh mereka tidak melakukan bunuh diiri tetapi syahid dijalan Alloh.  Bahkan bisa jadi kitalah yang menanggung dosa dari penggunaan bom-bom tersebut.

Tanya: Haaaaaaaaaaaaah????!!!!! Mereka yang ngebom koq kita yang dosa????!!! Enak aja!!!!!!!!!!!!*@#!

Jawab: Saya bilang kan mungkin, jadi belum pasti, mudah-mudahan enggak.  Saya tadi bilang bahwa di Palestina keadaannya sudah sampai tinggkat darurat bahkan mungkin gawat darurat sehingga tidak ada pilihan lain kecuali menggunakan bom.  Keadaan seperti itu seharusnya tidak perlu terjadi atau minimal tidak samapai tingkat perjuangan menggggunakan bom bila saudara-saudara mereka peduli.  Peduli yang dimaksud di sini bukan cuma sekedar peduli namun harus sampai pada tingkat tindakan.  

Kita harus meneladani Umar Bin Khattab yang memanggul sendiri gandum untuk rakyatnya yang kelaparan.  Pada saat seorang pembantunya menawarkan diri untuk mengangkut karung gandum tersebut, Umar menolak dan bertanya "Apakah engkau mau menanggung dosaku di akhirat nanti?".   

Ibarat orang sakit, kalau penyakitnya sejak awal bisa didiagnosa, maka tidak perlu ada operasi atau tindakan sejenisnya.  Cukup minum obat atau diterapi saja.  Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa kaum Muslimin adalah bagaikan satu tubuh, bila satu bagian sakit, yang lain juga ikut merasakan sakit.

Tanya: Mas, tetapi kalo caranya begitu, bukankah ada penduduk sipil Israel yang kena bom? Bukankah RAsulullah SAW sendiri melarang pasukan Muslim membunuh orang-orang sipil, menebang pepohonan, merusak bangunan dll?

Jawab: Benar sekali mas, Rasulullah SAW memang melarang pasukan Muslim membunuh orang-orang sipil.  Bahkan para rahib dan pendeta juga tidak boleh dibunuh.  Hanya para combatan atau prajurit perang yang melawan saja yang harus dibunuh.  Namun, dalam hal ini masalahnya berbeda.  Tidak ada orang Israel yang warga sipil.  Mereka semuanya tentara, walaupun punya pekerjaan lain seperti kita.  Mereka punya kewajiban militer dan juga dilatih berperang seperti pasukan perang.  

Coba bandingkan dengan kita, jangankan latihan kemiliteran, olah raga saja kita jarang.  Sehingga, tidak perlu menunggu kedatangan musuh, tanpa berperang saja kita sudah tumbang oleh macam-macam penyakit mulai dari masuk angin samapai diabetes, jantung koroner, stroke dan sebagainya.

Tanya: Terus bagaimana dengan di Indonesia sendiri.  Kan masih banyak orang miskin serta masalah-masalah lainnya. Bukankah kita lebih baik memikirkan masalah yang ada di negara kita dulu?

Jawab: Justru masalah Palestina yang harus kita pikirkan.  Kalo masalah yang ada di negara kita bukan untuk dipikiran tetapi dicari jalan keluarnya dengan karya nyata.  Think globally act locally, berpikir global dan bertindak pada masalah-masalah lokal.  Lagipula, benar enggak sih kita memikirkan masalah-maslaah yang ada di negara ini? Jangan-jangan ini cuma alasan untuk lepas tanggung jawab saja.  Mungkin kita selama ini hanya bersenang-senang menikmati hidup tanpa peduli pada lingkungan sekitar kita.

Masalah Palestina justru akan memotivasi kita untuk bergerak dan bertindak mengatasi masalah-masalah yang ada di negeri ini. Usaha kita mengatasi masalah-masalah di negeri ini adalah  jalan yang kita rintis agar kita atau generasi sesudah kita mampu mengatasi masalah-masalah yang terjadi di Palestina.

Tanya: Mas, teman saya ada yang ingin sekali berangkat berjuang ke Palestina.  Apa yang harus Saya sarankan?

Jawab: sarankan pada teman anda agar bersiap sedia untuk berangkat ke sana.  Jangan sampai saat ada kesempatan dia malah lagi sakit sehigga tidak bisa berangkat.  Berangkat ataut idak, latihan yang dia lakukan sudah menjadi amal sholeh yang bisa jadi bekal dia di akhirat nanti.  Kita semua seharusnya selalu bersiap diri untuk berjihad di jalan Alloh. Jadi berangkat atau tidak, persiapan itu sendiri sudah jadi amal sholeh dan tambahan bekal bagi kita di akhirat nanti.

Semoga bermanfaat, Insya Alloh lain kali kita sambung lagi