Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Agustus 2012

Era blog gratis di internet, akankah berakhir?

Multiply telah mengambil langkah untuk menghapus blog-blog para user-nya yang bukan online seller. Mereka akan memfokuskan kegiatan online mereka 100 persen kepada e-commerce. Tidak akan ada lagi para blogger di sana, untuk selama-lamanya. Sangat disayangkan memang karena komunitas penulis blog di Multiply di Indonesia, yang seringkali disebut MPers, telah menghasilkan komunitas yang solid yang disebut Komunitas Multiply Indonesia.

Langkah situs multiply.com itu mengindikasikan kemungkinan berakhirnya era gratisan di internet. Selama ini, banyak pengguna internat yang lebih suka menggunakan fitur-fitur gratisan seperti e-mail, blog, jejaring sosial dan lain sebagainya. Terutama di Indonesia, masih relatif jarang orang yang rela berinvestasi untuk membayar domain dan hosting sendiri. JIka ada yang gratis, kenapa harus bayar? mungkin begitu yang ada di benak banyak orang Indonesia. Namun kini, semua sudah berubah. Ruang server makin sempit dan biaya pemeliharaan server pun makin mahal. Maklum, yang namanya server kan sama dengan komputer yang biasa kita pakai, makan energi juga. Dan harga energi makin lama makin mahal karena ekses dari kapitalisme global. Jadi tidak mengherankan apabila hal-hal gratisan di internet makin lama makin berkurang.

Langkah multiply juga bukan tidak mungkin diikuti oleh blog engine atau blog platfor yang lain. Memang saat ini kita masih bisa menggunakan beberapa blog engine gratis seperti blogger.com, wordpress.com, xanga.com atau yang lainnya. Bahkan, notes facebook pun bisa dipakai jika memang tidak ada atau tidak ingin pindah blog ke tempat lain. Namun, blog-blog gratisan itu pun mungkin bakalannya berakhir juga. Bukan tidak mungkin suatu saat mereka bakal minta bayaran pada para bloggernya yang sudah nitip tulisan2nya di sana dengan gratis.

Kini, bagi mereka yang masih suka menuliskan catatan harian dan ide-idenya melalui blog, harus mempertimbangkan untuk berinvestasi membuat blog di situs yang berbayar. Mau tidak mau, ada post pengeluaran tambahan untuk tetap bisa eksis nge-blog di internet. Dengan adanya pengeluaran tersebut, seorang blogger mau tidak mau harus memastikan postingannya bermanfaat untuk sesama, bukan sekedar curhatan egois semata. Syukur-syukur kalau bisa dikasih iklan, kan biaya hosting bisa tertutupi, minimal sebagian.

Jika situs kopiradix.multiply.com ini beneran tamat riwayatnya, teman2 bisa mampir ke blog saya yang lain, yaitu nahar2710.blogspot.com dan sebagian tulisan saya bisa dibaca di situs wasathon.com

Semoga bermanfaat, mohon maaf lahir batin yang sebesar-besarnya jika selama berinteraksi di MP ini ada hal-hal yang kurang berkenan di hati teman-teman MPers sekalian. 

Rabu, 06 Juni 2012

Creative Blog Writing

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Computers & Internet
Author:Ollie
Judul Buku: Creative Blog Writing

Sub Judul: Rahasia Seni Menulis Blog Lebih Kreatif

Penulis: Ollie

Penerbit: Media Kita

Tahun Terbit: 2012

Tebal: 110 halaman

Kategori: Komputer dan Internet

Sub Kategori: Panduan

Harga: Rp. 24.000,00

Buku yang membahas tips dan trik menulis di blog memang cukup jarang kita temui. Sebagian besar buku tentang blog yang ada biasanya membahas sisi teknis pembuatan blog seperti tata cara mendaftar, mengatur tampilan dan memperindah blog dengan berbagai asesoris digital. Padahal, nilai lebih dari suatu blog adalah bagaimana si pemilik mengisi blog itu dengan tulisan-tulisan terbaru yang informatif, menghibur dan mencerahkan para pembacanya. Jika sebuah blog hari ini isinya sama saja dengan kemarin, tiga hari yang lalu bahkan beberapa bulan yang lalu, tentu saja para pembaca enggan mampir ke blog itu lagi. Namun, begitulah nasib banyak blog di dunia maya sehingga blog-blog itu terlupakan oleh para pembaca, bahkan oleh pemiliknya sendiri. Memelihara kelangsungan hidup sebuah blog memang tidak semudah saat pertama kali membuatnya.

Oleh karena itu, Ollie, seorang blogger senior yang sudah menjadikan blog sebagai bagian tak terpisahkan dari kesuksesannya berbagi kiat-kiat kreatif menulis blog dalam buku terbarunya. Buku tersebut berwarna biru, ringkas dan sederhana namun penuh ilmu dan padat makna. Buku itu berisi kiat-kiat mencari ide untuk membuat tulisan menarik di blog kita. Ollie juga menyarankan dalam bukunya agar kita menulis blog sesuai dengan passion kita. Memang, tidak ada larangan untuk menulis apapun di blog kita selama tidak melanggar norma-norma agama dan hukum. Namun, tentu bukan hal yang mudah bila kita harus memaksa diri menulis sesuatu yang bukan bagian dari passion kita. Sesudah menemukan passion kita, kita juga perlu menulis sesuatu yang bermanfaat dan bisa berkembang. Jika memungkinkan, tulis juga hal-hal yang ada peluangnya untuk di-monetisasi atau dijadikan tambahan penghasilan.

Banyak diantara para pembaca blog kita yang enggan berkomentar dan hanya sekedar menjadi "silent reader". Dalam buku ini, Ollie juga menampilkan kiat-kiat memancing komentar dari para pembaca blog kita. Selain itu, Ollie juga dengan tegas menyatakan bahwa jika kita ingin memiliki waktu untuk menulis dan memperbaharui blog kita, kitalah yagn harus mengadakan waktu. Ollie juga memberi kiat-kiat meng-update blog saat dalam perjalanan dan mendisiplinkan diri menulis tanpa diganggu keinginan melihat facebook atau jejaring sosial lainnya. Facebook, twitter dan jejaring sosial lainnya bukanlah musuh dari blog kita tapi justru dapat dimanfaatkan untuk menunjang popularitas blog kita. Dalam buku ini juga terdapat kiat-kiat memadukan dua kekuatan besar itu, yaitu blog dan situs jejaring sosial. Sehingga, blog kita pun akan makin banyak pembacanya dan makin dikenal luas di dunia maya dan dunia nyata.

Kreatifitas, kata Ollie, adalah inti dari pemeliharaan dan pengembangan konten blog. Maka, selain membahas tentang karakteristik dan elemen-elemen dari penulisan blog yang kreatif, Ollie juga memberikan beragam kiat untuk mendapatkan ide penulisan. Dalam salah satu posting blog terpopulernya di www.salsabeela yang berjudul Menjadi Kaya dengan Sedekah, Ollie mengisahkan eksperimen yang dilakukannya setelah terinspirasi buku-buku dan ceramah-ceramah ustadz Yusuf Mansur. Posting blog itu juga dimasukkan ke dalam buku ini sehingga bisa langsung dibaca pembaca tanpa harus menyalakan komputer dahulu.

Buku ini diakhiri dengan membahas serba-serbi blogging dan hal-hal ringan seputar nge-blog. Hal-hal yang dibahas antara lain bagaimana mempengaruhi orang untuk membeli produk kita dengan persuasive writing, bagaiman agar blog kita dapat dijadikan buku dan manfaat mengikuti komunitas blogger. Bagaimana menjadi penulis yang baik, baik untuk memperbaharui blog atau dalam mebuat tulisan-tulisan lainnya juga menjadi pembahasan pada bab terakhir ini. Pendek kata, bagi para blogger yang ingin memperbaharui komitmen dan semangatnya dalam aktifitas blogging dan bagi mereka yang baru mulai membuat blog, buku ini sangat penting dan bermanfaat untuk dibaca.

Resensi ini sudah dimuat di situs wasathon.com

----------

Banyak cara untuk menginspirasi banyak orang baik secara langsung atau tidak langsung. Salah satu cara mudah untuk menginspirasi orang lain berbagi adalah dengan mengenakan kaos yang berisi tulisan atau citra insiparatif seperi Kaos Sedekah. Kaos ini berisi kata-kata motivasi untuk bersedekah dan berbagi pada sesama dengan cara yang halus dan tidak menggurui. Baik juga untuk hadiah atau souvenir bagi yang dicintai dan dikasihi. Kaos ini dapat diperoleh di situs distromuslim dot net.

Jumat, 03 Februari 2012

Mall di depan kompleks

Entah apakah ini berita baik atau sebaliknya, yang jelas saya termasuk yang terheran-heran dengan keputusan Multiplya untuk "boyongan" pindah rumah (atau kantor?) ke negeri zamrud khatulistiwa ini.  Apakah karena di negeri ini kebanyakan mall yang offline sehingga sekalian mau ditambah yang online? entahlah, mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang, eh maksudnya kepada mereka sendiri.  

Memang kalau diumpamakan kompleks perumahan, Multiply yang dulunya para penghuninya tinggal masuk sekarang harus lewat Mall dulu.  Mall online yang bernama marketplace itu memang ditempatkan di gerbang masuk perumahan Multiply tersebut.  Dan, mall itu pun makin lama makin besar karena yang menempati makin banyak.  

Online sellers di Multiply pun semakin lama semakin banyak.  Memang pada awalnya seperti kompleks perumahan yang satu dua penghuninya buka warung untuk mendapat tambahan penghasilan.  Namun, makin lama banyak yang buka warung maka dibuatlah sebuah Mall bernama marketplace.  Multiply sendiri telah menempatkan diri menjadi social network yang fokus pada e-commerce alias perdagangan online.  Bahkan pihak Multiply telah mengadakan pertemuan akbar khusus para online seller

Pertanyaan yang mungkin mengusik adalah bagaimana dengan nasib para blogger yang menempatkan atau menitipkan hasil hasil karyanya di situs Multiply masing-masing? Baik yang berupa tulisan, foto ataupun konten lainnya? apakah sudah harus di-backup dulu di komputer masing-masing atau diungsikan (dengan cara copy paste) ke blog-blog yang lain? Akankah tetap bisa diakses seperti biasa atau ada kebijakan lain? Terus terang saya tidak punya jawabannya walaupun saya sendiri masih berharap bisa nge-blog dan saling bersilaturahim secara online dengan para tetangga MPers yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung itu.

Bagaimanapun juga, Mr. Pezaris dan kawan-kawannya sudah datang di negeri yang penuh dinamika ini, semoga mereka betah.   Kalau bisa sih, sempatkan melihat keadaan rakyat miskin yang hidupnya menderita di negeri ini, jangan cuma mall-mall dan peluang-peluang bisnisnya aja ya.   

Semoga bermanfaat 

Kamis, 19 Januari 2012

RESENSI BUKU

http://resensor.blogspot.com/
Blog berisi contoh-contoh resensi buku, sebagai referensi bagi yang sedang belajar meresensi buku

Selasa, 29 November 2011

Mengarungi Sejarah Keemasan Daulah Islam Hingga Keruntuhannya [Time Line History of Khilafah: Part I] « Novita ~ Nadiyah's Blog

http://n21imuth.wordpress.com/2011/10/16/mengarungi-sejarah-keemasan-daulah-islam-hingga-keruntuhannya-time-line-history-of-khilafah/
Kebanyakan kaum Muslim saat ini memang sudah tidak lagi mengenal sejarah panjang keemasan Islam. Sejarah Islam yang membentang selama 1.300 tahun itu seolah telah sirna dari ingatan mereka. Padahal, dalam sejarah peradaban manusia, belum pernah ada sebuah sistem kehidupan yang mampu bertahan sepanjang kurun itu. Sosialisme, misalnya, hanya mampu bertahan selama 74 tahun, yakni sejak ideologi tersebut eksis secara internasional tahun 1917 dengan berdirinya negara Uni Soviet hingga kehancurannya tahun 1991.

Senin, 01 Agustus 2011

Siapa bilang orang miskin dilarang puasa Ramadhan

Sebuah tulisan dengan judul provokatif muncul di blog platform Kompasiana.  Tulisan itu berjudul Kenapa Orang Miskin Dilarang Puasa Ramadhan?.  Intinya sih, si penulis mempertanyakan apakah orang miskin masih perlu puasa di bulan Ramadhan, padahal hampir setiap bulan dalam setahun mereka terus menerus puasa.  Tulisan itu memang lebih dari cukup untuk membuat orang yang punya ghirah / kecemburuan pada agamanya walau hanya sedikit mendidih dalam emosi.  Nmaun, bila kita cermati lebih jauh, ada kritik membangun yang bisa kita manfaatkan walaupun penulisnya memang sudah mengakui bahwa dirinya adalah setan.  Mungkin salah satu setan yang ada dalam Al Quran yang berwujud manusia yang disebutkan dalam surat ke 114, An Naas.

Puasa atau shaum Ramadhan adalah kewajiban kaum muslimin, baik miskin ataupun kaya.  Jadi tentu tidak ada alasan bagi kita untuk melarang orang miskin puasa.  Yang harus diperbaiki adalah paradigma kita tentang puasa itu sendiri. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, puasa pun telah terdegradasi menjadi ritual hampa makna yang datang setahun sekali.  Apabila sudah mampu menahan lapar dan haus dari pagi sampai adzan maghrib berkumandang, sudah dianggap lunas hutang, gugur kewajiban dan pahala sudah di tangan.  Sehingga, sudah entah berapa kali Ramadhan bertandang setiap tahun, hampir tidak ada perubahan berarti yang terjadi di negeri ini.  

Di sisi lain, kemiskinan adalah masalah umat Islam yang tidak bisa dipandang sebelah mata.  Meskipun ghirah untuk berbagi dan bersedekah sudah mulai menggema, namun semua masih jauh dari harapan pengentasan kemiskinan. Masih banyak diantara jamaah dan organisasi Islam yang kurang memperhatikan masalah kemiskinan umat ini.  Pak AM Waskito, penulis buku Republik Bohong, menyebutkan hal itu dalam blog beliau di bagian pemikiran.   Padahal, sebagaimana disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 2, salah satu ciri orang bertaqwa adalah suka membagi rezeki yang diperoleh dengan jalan halal kepada mereka yang membutuhkan.  Tentu yan dimaksud dalam ayat tersebut termasuk pula ijtihad untuk menentukan ke mana harta tersebut disalurkan agar pembagiannya efektif.  Islam sangat mengecam orang-orang yang bakhil dan mengangkangi harta mereka sehingga peredarannya menjadi terbatas.   Dalam as-Sunan al-Kubra, al-Baihaqi menuturkan pernyataan tegas Ali bin Abi Thalib ra, “Allah telah mewajibkan kepada orang-orang kaya agar memberikan hartanya sebanyak yang dapat mencukupi kebutuhan orang-orang miskin. Karena itu, jika orang-orang miskin itu kelaparan, tidak berpakaian dan menderita, maka penyebabnya adalah orang-orang kaya itu enggan memberi. Allah pasti akan menghisab dan mengazab mereka karena sikapnya itu.”  Namun, seringkali orang mengatakan bahwa ancaman adzab itu sebagai omong kosong dan dongengan belaka.  Sebagaimana kaum-kaum terdahulu mengatakan kepada para nabi mereka "Datangkanlah adzab itu jika engkau termasuk orang yang benar".    

Persoalan kemiskinan diperparah lagi dengan kinerja lembaga-lembaga keuangan international yang lemah kinerjanya.  Banyak pihak yang mencurigai bahwa lembaga-lembaga itu adalah perpanjangan tangan pengusaha kapitalis dan imprealis untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya di negeri-negeri dunia III yang miskin.  Salah satu pihak yang mengkritik kinerja lembaga-lembaga tersebut adalah Muhammad Yunus dalam buku autobiografinya, Bank Kaum Miskin.  Yunus menganggap lembaga-lembaga keuangan interational itu terlalu sombong untuk belajar dari orang-orang miskin agar dapat memberi solusi yang efektif dari permasalahan mereka.  Tepat sekali sesuai dalam buku 'THE WHITE MAN'S BURDEN' karya William Easterly, profesor di New York University yang juga mengatakan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat harus tumbuh dari SEARCHER yang mencari solusi yang membumi, yang sesuai dengan keadaan di lapangan bukan dari PLANNER yang menyusun program, cetak biru berdasarkan teori-teori yang sudah ada.   

Namun, terkadang orang miskin pun memanfaatkan kelemahan mereka untuk memperoleh apa yang mereka inginkan secara gratis.  Mereka lebih suka meminta-minta daripada berusaha untuk memenuhi kebutuha mereka sendiri.  Banyak orang yang masih sehat lebih suka meminta-minta di jalanan daripada mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan mereka.  Bahkan saat bencana melanda sekalipun, para relawan yang akan membantu malah dibebani oleh mereka sendiri.  Mereka malah minta upah saat diminta membantu para relawan mengangkat mayat atau menurunkan barang bantuan dari kendaaraan.  Saat menjelang pemilu dan pilkada, mendadak uang dibagi-bagikan kepada masyarakat untuk mempengaruhi mereka agar memilih partai atau calon tertentu.  Tidak mengherankan apabila yang naik ke panggung kekuasaan di negeri ini adalah orang-orang yang gila harta dan haus kekuasaan.

Dalam salah satu hadits, diriwayatkan bahwa Malaikat Jibril pernah mengatakan kepada Rasulullah SAW tentang kehidupan ini.  Dari Sahal bin Sa’ad r.a., ia berkata, “Malaikat Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW. lalu berkata, ‘Wahai Muhamad, hiduplah sebebas-bebasnya, akhirnya pun kamu akan mati. Berbuatlah semaumu, pasti akan dapat balasan. Cintailah orang yang engkau mau, pasti kamu akan berpisah. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam, dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak (terlalu sering) minta-minta pertolongan orang lain.’”

Allah SWT menegaskan bahwa shaum Ramadhan diwajibkan agar kaum muslimin menjadi orang-orang yagn bertaqwa.  Hahkan dalam hadits qudsi, Allah SWT menegaskan bahwa balasan pahala seseorang yang berpuasa ditentukan sendiri oleh Allah SWT. Bisa jadi, sesudah berpuasa seseorang mendapat balasan yang luar biasa dan dihapuskan dosanya hingga kembali pada fitrahnya sebagai seorang manusia. Bisa juga dia tidak mendapat apa-apa kecuali lapar dan haus semata. Hal itu hanya dapat diketahui saat semua manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar saat semua amalnya diperiksa dan apa saja yang dilakukan saat hidup di dunia dipertanggungjawabkan.  Namun, masih jauhnya hasil dari pengentasan kemiskinan dari harapan bisa dijadikan indikasi betapa rendahnya kualitas puasa Ramadhan kita selama ini.  Maka, tidak mengherankan apabila orang-orang seperti penulis tulisan di atas seakan bebas menulis dan menerbitkan tulisan-tulisannya tanpa ada keseganan pada kaum muslimin Indonesia.  Mereka seakan-akan bebas menghujat dan menghina keyakinan kaum muslimin tanpa ada konsekwensi hukum sama sekali.  

Ghirah boleh saja mendidih, bahkan memang seharusnya seperti itu.  Orang yang tidak merasakan gejolak emosi saat keyakinannya diobok-obok orang lain, seperti penulis tulisan menyakitkan itu, tentu perlu diragukan keimannannya.  Tetapi, yang namanya kepala harus tetap dingin dan harus tetap mampu berpikir.  Seperti quote yang disebutkan Bruce Lee dalam filmnya, Enter the Dragon, yang dirilis tahun 1973 "I said Emotional Content, not Anger".  Orang yang bijak adalah orang yang bisa menjadikan semua orang, bahkan orang yang memusuhinya, sebagai guru-gurunya.  Sebagaimana digagas dalam motto School of Life, "Jika semua tempat adalah sekolah, maka semua orang adalah guru".  Jadi, siapa bilang orang miskin dilarang puasa.  Yang harus dilakukan adalah perbaikan kualitas puasa dari orang-orang yang berpuasa itu sendiri, baik yang miskin ataupun kaya.  

Referensi

Bank Kaum Miskin, autobiografi Muhammad Yunus, terbitan Marjin Kiri

situs

Kenapa orang miskin dilarang puasa Ramadhan

Mengentaskan kekayaan

Manhaj Pemahaman

Pak Masril Koto, William Easterly dan Irwan Prayitno

Jumat, 08 Juli 2011

[Kiat Menulis] Menulis Feature di Blog

Secara kasar karya jurnalistik bisa dibagi menjadi tiga, pertama stright/spot News berisi materi penting yang harus segera dilaporkan kepada publik (sering pula disebut breaking news).  Kedua, news feature, memanfaatkan materi penting pada spot news, umumnya dengan memberikan unsur human/manusiawi di balik peristiwa yang hangat terjadi atau dengan memberikan latarbelakang (konteks dan perspektif) melalui interpretasi.Dan ketiga, feature bertu-juan untuk menghibur melalui penggunaan materi yang menarik tapi tidak selalu penting.  Penjelasan tersebut dikutip dari blog yang ini.
 
Saya mulai mampu memasukkan unsur-unsur feature ke dalam blog sesudah mengikuti workshop perdana Pena Lectura di gedung perfileman Usmar Ismail, di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.  Dalam workshop yang diisi oleh mbak Ollie dan mbak Imazahra itu, diajarkan bahwa pengalaman pribadi atau kejadian sehari-hari bisa digambarkan dengan sangat indah dan menggugah perasaan bagaikan cerita fiksi.  Kreatifitas merangkai kata pun tidak hanya bisa diaplikasikan pada tulisan-tulisan sastra.  Sebuah kejadian sederhana bisa  digambarkan dalam banyak sekali sudut padang hingga menghasilkan tulisan yang menggugah dan mencerahkan.  Tulisan-tulisan tersebut antara lain, Tangan Kecil dan Sekerat Daging, Pak Tua Pemungut Sampah dan lain sebagainya. 

Saya melihat cukup banyak persamaan dalam tulisan creative non fiction itu dengan tayangan-tayangan dokumenter yang ada di Elshinta TV.  Sebagian dari tayangan tersebut adalah film dokumenter lama yang pernah ditayangkan oleh Indosiar, sebagian lainnya relatif baru.  Script dari film-film dokumenter lama itu pun masih bisa kita temukan di rubrik Ragam di situs Indosiar.  Walaupun sudah lama, namun tetap bisa dinikmati dan tetap relevan dengan keadaan sekarang ini.  Hanya saja, saat itu saya belum menemukan perbedaan signifikan antara penulisan blog dengan teknik creative non fiction dengan penulisan feature

Baru sesudah melihat dua bocah bermain bola dengan botol air mineral, yang saya tuangkan di tulisan yang ini, saya menyadari ada perbedaan penting diantara dua jenis tulisan tersebut.  Dalam tulisan tentang dua bocah itu, saya menempatkan diri sebagai sosok pengamat yang netral.  Saya tidak memasukkan diri saya ke dalam tulisan tersebut.  Jadi, dalam tulisan tersebut, hasrat untuk narsis dan menonjolkan perlu diredam terlebih dahulu. 
Hal yang membedakan antara blog yang ditulis dengan teknik creative non fiction dengan tulisan feature adalah sudut pandangnya.  Biasanya, seorang blogger mengisi blog-nya dengan tulisan-tulisan yang bersifat pribadi.  Me, myself and I jika masih single atau tentang keluarga apabila sudah berkeluarga.  Yang jelas, si blogger inilah yang jadi pemeran utama, yang lain hanya sebagai pemeran pendukung atau pembantu.  Sehingga, tulisan - tulisan di blog cenderung dilihat dari sudut pandang orang pertama.
 
Untuk melatih diri menulis feature di blog, pertama-tama si blogger harus rela menuliskan tulisannya dari sudut pandang orang lain.  Tiba saatnya si blogger bermain di belakang layar.  Jika diumpamakan film, si blogger yang tadinya jadi bintang dalam blognya, kini berperan menjadi sutradara atau produser.  Tulisan-tulisan yang dibuat lebih menonjolkan apa yang dirasakan orang yang menjadi subyek dalam tulisannya.   Kebanyakan wartawan kawakan memakai pedoman ini: ‘’Kalau Anda bukan tokoh utama, jangan sebut-sebut Anda dalam tulisan Anda.’’

Menulis feature memang bukan sekedar mendeskripsikan keadaan.  Namun lebih dari itu, sang penulis perlu menampilkan sisi sisi yang menggugah emosi dari yang dia tuliskan.  Sehingga, sekedar mengamati tidaklah cukup. Perlu ada interaksi antar manusia di sana, antar si penulis dengan orang yang menjadi subjek tulisannya.  Sehingga, muatan emosi dari orang-orang yang menjadi subyek dalam tulisan tersebut akan mempengaruhi pembacanya.   

Contoh tulisan feature yang cukup menggugah ada di rubrik Ragam dalam situs Indosiar.  Sebenarnya, tulisan-tulisan itu merupakan script dari acara dokumenter yang sudah tidak lagi ditayangkan oleh Indosiar.  Sebagian dari acara-acara tersebut sekarang ditayangkan oleh stasiun tv favorit saya, yaitu Elshinta TV.  Kisah yang ditayangkan antara lain tentang para penyelam tradisional di Pulau Tidung yang seringkali terserang kram karena mereka belum memahami pentingnya dekompresi.  Mereka menganggap kram yang mereka rasakan hanya gejala masuk angin belaka.  Atau kisah para petani garam di Cirebon yang pendapatannya sangat tidak menentu karena sangat tergantung cuaca.  Masih banyak lagi script tayangan feature yang bisa kita baca di sana. 

Semoga bermanfaat 

Selasa, 05 Juli 2011

Rabu, 25 Mei 2011

[English] Blogging in English, Why not?

Having been blogging for some years, I believe it's time for me to leave the comfort zone of blogging in Bahasa Indonesia.  I have known English since I was in Junior High School, but I always hasitate to write in English.  I always afraid of making gramatical mistakes in writing because it can be recognized easily, especially by expert.  But, now I realized it was wrong, very wrong indeed.  

Blogging in English involves two kinds of expertise: Writing itself and English, including, of course, English Grammar.  In speaking, people still sometimes even if we use gramatically incorrect sentences.  But in writing, things are quite different.  Here are some tips of blog writing in English:

1.  Just do it.  We can use free writing technique to brainstorm ideas.  Free writing is a great way to start writing an article because it allows us to freely express ourselves and release our ideas from our head.  Just write till you are running out of ideas.  You can edit it latter.  The Free writing technique is included in a free writing newsletter titled in Webmerdeka.com

2. Involve your readers to correct your writing. Let them correct and criticize written posts in our blog.  Their comments indicates that they understand and enjoying our blog.  After all, they wouldn't comment if they don't understand your would they?

3. Tell your English Classmates to read your English written blog.  You will get a lot of wonderful comments and useful insights from your friends.  It is also possible to bring your printed blog post in English to your teacher and classmates.     

4. Don't rely on Google Translate or other means of mechanical translation.  Yes, they are quite useful to find the meaning of certain words your are not sure about.  But they are not human being who has emotion and feeling.  Language is not just a set of words and grammatical rules.  Language is also about culture, habits, way of life and, of course, emotion and feeling.  

5. Don't be afraid of making mistakes.  It is better you make mistakes in your own blog rather than your company website.  Yes, it is in writing, so people especially language experts can easily recognize our mistakes.  So, make it a part of learning.  Don't get discourage if somebody criticize your English writing.

6.  Practice, practice, practice.  The more we practice our English writing, the more expertise we become.  

We will never know who will read our blog because the Internet has become a borderless world. a great way to share knowledge and information.  We can use blog to share our thoughts, feeling and opinions to the world.  And by writing our blog in English, we will be able to reach even wider audiences and readers.  Maybe they will offer us business opportunities or any other interaction.  Who knows?   

Senin, 18 April 2011

Bazaar Sembako Murah dan Peresmian MCK

Start:     Apr 22, '11 09:00a
End:     Apr 22, '11 1:00p
Location:     Desa Dago, Parung Panjang, Bogor
Desa Dago memiliki masalah sanitasi yang sangat serius. Penduduk desa tidak memiliki fasilitas MCK yang memadai untuk mandi dan membersihkan diri. Komunitas Lebah telah menyelesaikan sebuah fasilitas MCK sederhana yang dapat dipergunakan warga untuk keperluan sanitasi mereka.



Fasilitas MCK ini akan diresmikan tanggal 22 April 2011 dengan diadakannya Bazaar Sembako Murah untuk warga desa. Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian para relawan yang tergabung dalam Komunitas Lebah kepada sesama yang membutuhkan. Terima kasih tak terhingga kami ucapkan kepada para donatur dan relawan, semoga MCK tersebut bermanfaat bagi warga setempat dalam memenuhi kebutuhan air bersih maupun beraktifitas sehari-hari. Jazakumullah khairan katsira.

Informasi lebih lanjut bisa didapatkan di:

* Blog: http://beezzone.blogspot.com/
* Twitter account: http://twitter.com/komunitas_lebah
* Facebook group: http://www.facebook.com/group.php?gid=78925828677
* e-mail: komunitaslebah1@gmail.com

.:: Komunitas Lebah ::.

http://beezzone.blogspot.com/
Bagi teman-teman yang ingin mendapatkan informasi tentang Komunitas Lebah dan kegiatan-kegiatan sosial mereka, silakan berkunjung ke blog ini

semoga bermanfaat