Tampilkan postingan dengan label lalulintas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lalulintas. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Januari 2012

Mobil Xenia maut dan Pencabutan Perda Miras

Tabrakan maut kembali terjadi, tidak tanggung-tanggung 9 orang kehilangan nyawa. Mobil bermerek Xenia yang dikemudikan seorang perempuan yang sedang mabuk menabrak orang-orang yang sedang berada di halte bis dekat Tugu Petani di daearah Jakarta Pusat.  Menurut beberapa sumber berita, pengemudi mobil dan ketiga kawannya mengonsumsi minuman keras dan obat-obat terlarang.  Hasil test di kepolisian menunjukkan bahwa tubuh mereka positif mengandung metamphetamine .  Malam sebelum kejadian, mereka berpesta minuman keras dan obat-obat terlarang dan saat menyetir mobil, si pengemudi dan ketiga temannya belum tidur.  Bahkan, menurut situs kompas.com, mobil tersebut bahkan dilarikan dengan kecepatan 100 km per jam .

Beberapa waktu sebelum kejadian tragis tersebut, perhatian masyarakat tertuju pada pro dan kontra Pencabutan Perda Miras.  Beberapa lembaga Negara pun saling tuding satu sama lain karena kerasnya reaksi sebagian masyarakat beserta tokoh-tokoh dan ormas-ormasnya.  Ormas Islam yang memprotes pencabutan perda Miras itu pun dituding beberapa pihak sebagai orang-orang yang anarkis dan mau menang sendiri serta memakasakan kehendak.  Para anggota Ormas-Ormas Islam itu dianggap sering melakukan pengerusakan dan pelanggaran HAM karena sering menuntut penutupan kafe atau tempat-tempat hiburan yang menjual minuman keras.

Mungkinkah kejadian tabrakan maut itu adalah peringatan dari Allah SWT atas arogansi manusia menghalalkan miras / khamar? Sebagian orang mungkin akan mengatakan bahwa kejadian tabrakan maut itu hanya kebetulan belaka.  Apa hubungannya pencabutan peraturan-peraturan yang melarang miras dan sejenisnya dengan tabrakan? Pakai bawa-bawa nama Tuhan lagi.  Apalagi menurut mereka yang sudah terlanjur menganggap Tuhan sebagai sosok khayalan, atau jikapun ada, tidak terlalu banyak berperan dalam kehidupan manusia.  Bukankah manusia punya akal yang dapat dia pergunakan untuk menyelesaikan masalah-masalahnya.  Untuk apa Tuhan  dan agama dibawa-bawa.  Bukankah agama hanya urusan spiritual dan pribadi masing-masing orang yang tidak seharusnya dibawa-bawa ke ruang public?  Mereka belum paham bahwa Islam memiliki aturan-aturan yang jelas dan tegas mengenai zat-zat yang memabukkan, yang dalam terminology syariat disebut Khamr.  

Dalam Islam, definisi khamr adalah segala sesuatu yang memabukkan, baik mengandung alkohol atau tidak.  Saat Rasulullah SAW masih berada di tengah-tengah ummat, untuk mengetahui apakah suatu minuman atau apapun bersifat khamar atau tidak, yang dipakai metode langsung .   Yaitu jika minuman itu diminum oleh orang yang tidak pernah mabuk (bukan pemabuk) apakah dia akan mabuk atau tidak.  Jika mabuk, maka itulah khamar yang haram untuk dikonsumsi, didistribusikan dan diperjual belikan kepada siapapun.  Suatu definisi yang jelas, sederhana dan mudah untuk dipahami manusia selugu dan sebodoh apapun.  Asalkan akalnya masih waras dan hati nuraninya masih hidup.  

Ajaran Islam mencegah segala pintu kerusakan agar tidak terbuka.  Islam pun memberikan solusi untuk mengatasi kejahatan dan memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi baik di tingkat personal, inter-personal ataupun social kemasayarakatan.  Solusi perbaikan personal terletak pada taubatan nasuha atau taubat yang sunggu-sungguh.  Solusi perbaikan inter-personal terletak pada permintaan maaf dan pemberian maaf serta penghalalan dari mereka yang pernah dizalimi hingga silaturahim yang terputus bisa terjalin kembali.  Namun, jika solusi tersebut belum bisa menyelesaikan masalah dan memperbaiki kerusakan yang ada, maka huddud atau hukum syariat seperti hukum cambuk, qisash, rajam dan sejenisnya pun harus ditegakkan seadil-adilnya.  Sayangnya, karena kurangnya pengetahuan tentang ilmu syariah, hukum yang tegas dan keras namun efektif untuk membuat jera para pemabuk itu enggan diterapkan di negeri Indoensia ini.  Padahal, Indonesia adalah engera dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.  Sungguh merupakan suatu ironi yang menyedihkan sekaligus memalukan.     
 
Selain itu, system ekonomi yang bersifat kapitalistik serta cenderung memihak pada pemilik modal pun ikut berperan.  Ekonomi kapitalisme dengan segala keserakahannya hanya peduli pada pengerukan keuntungan sebanyak-banyaknya.  Mereka tidak peduli berkah atau tidak, halal atau haram, manfaat atau mudharat.  Yang penting, barang yang dijual laku dan uang pun  masuk sebanyak banyaknya.  Walaupun yang dijual minuman keras dan bahan-bahan yang mengandung zat-zat yang memabukkan dan mengancam kesehatan dan keselamatan diri sendiri dan orang lain. 

Tragedi tabrakan maut mobil Xenia yang menewaskan 9 orang itu seakan mengingatkan kita akan besarnya bahaya zat-zat memabukkan yang dalam Islam disebut khamar tersebut.  Entah sudah berapa kali terjadi dan entah sudah berapa banyak korban yang jatuh, baik yang meninggal dunia atau terluka dan trauma.  Tidak tahu pula, berapa banyak lagi korban yang harus jatuh sebelum akhirnya manusia sadar akan kesalahan, kesombongan dan keserakahannya selama ini.  Saya, anda, mereka dan kita semua bisa jadi korban kecelakaan-kecelakaan maut seperti itu.  Orang-orang yang sangat kita cintai bisa jadi terluka atau terbunuh karena para pengemudi mabuk yang tidak bertanggung jawab itu.  Namun, apakah mereka yang berkepentingan akan bisnis haram tersbut juga akan merasaakn perignatan itu, entahlah.  Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang. 

Semoga bermanfaat
 

Selasa, 22 Januari 2008

5 Tips dari Bapak Supardi Lee

Photobucket5 tips dari Bapak Supardi Lee dalam menyambut tahun baru, ditranskrip dari acara Mutiara Pagi: The Power of Life tanggal 10 Januari 2008/1 Muharram 1429 H.  Tips ini berdasarkan prinsip-prinsip berlalu lintas.

  1. PATUHI RAMBU:dalam berlalu lintas,saat berada di jalan, kita harus mematuhi rambu-rambu yang ada. seperti di mana walaupun kita berniat melakukan sesuatu yang baik, apabila kita melanggar rambu yang ada, tidak akan baik hasilnya. Rambu-rambu yang ada dalam hidup sebenarnya bertujuan untuk mempermudah kehidupan kita, bukan untuk menghambat atau mempersulit kehidupan kita. Bayangkan bila di jalan tidak ada rambu lalu lintas, kesemrawutan adalah hasilnya dan tidak akan ada orang yang bisa selamat di jalan tersebut.  Demikian pula dengan seluruh area dalam kehidupan kita yang lain.  Dengan adanya peraturan tersebut, hidup manusia akan teratur.  Saat kita melanggar rambu, seperti korupsi, kita telah membuat kerusakan yang besar.  Jika kita patuh pada rambu-rambu yang berupa Syariat dan Sunnatullah, kita akan jadi orang yang disiplin.  Contoh Rambu Syariat: Sholat wajib lima waktu yang telah ditentukan waktunya, sholat sunnah, puasa wajib dan sunnah dsb. Kita juga harus membuat rambu-rambu pribadi untuk diri kita sendiri dengan merujuk pada rambu-rambu yang utama sebagai komitmen bagi kita.  Misalnya, saya ingin bangun pagi jam 4, menghentikan kebiasaan buruk, dan sebagainya agar hidup kita jadi lebih baik dan terus meningkat kualitasnya
  2. TINGKATKAN KECEPATAN:Kita bila berkendaraan punya batas kecepatan maksimal, namun banyak yang memilih untuk berkendaraan dengan lambat agar aman.  Namun, sekarang kita harus memacu kendaraan kita dengan cepata tetapi tetap aman dan nyaman.  Banyak orangyang memilih untuk hidup biasa-biasa saja dan membiarkan kelemahan orang lain dan keadaan lingkungan untuk menghambat kecepatan kita.  Dalam hidup kita harus bisa cepat menjalani kehidupan tanpa mencelakakan diri sendiri dan orang lain dalam segala area kehidupan kita seperti pendidikan, karier, dan sebagainya.Meningkatkan kecepatan kita menjalani kehidupan memang mengandung resiko yang  besar, namun apa bila kita berlambat-lambat justru memiliki resiko yang lebih besar, yaitu pudarnya kepercayaan orang lain dan tersaingi oleh para pesaing kita.Menurut Prof. Edison, ahli Bioenergi, Brazil sudah siap dengan bio-energi sehingga mereka tidak terpengaruh oleh kenaikan harga minyak dunia.  Kita ternyata telah kalah oleh Brazil, Vietnam, Thailand dan lain-lain.
  3. SILAHKAN MENAMBAH (KUALITAS ATAU KUANTITAS) KENDARAAN ANDA:Kendaraan lama tentu saja performanya telah menurun, sehingga tidak dapat dipacu secara maksimal.  Kita harus meng-upgrade atau mengganti kendaraan dengan yang lebih baik. Artinya, kita harus meraih kualitas hidup yang lebih baik.  apabila kita bisa mendapat pekerjaan baru atau pekerjaan tambahan yang bisa membuat kita lebih nyaman dan kualitas kehidupan kita meningkat, lakukanlah.seekor Monyet ingin makan kacang, sehigga dia masukkan tangannya ke kendi dan tidak bisa keluar.  Banyak orang seperti ini, tidak mau melepaskan kacang-kacang tersebut padahal dimakan juga tidak bisa, tidak mau atau tidak berani bertindak untuk mengadakan perubahan.  Hidup adalah pilihan, maka pilihlah yang terbaik.
  4. UBAHLAH LAMPU MERAH JADI LAMPU HIJAU:Apabila kita berada di lampu merah (masalah), kita harus aktif.  Apabila tidak, maka akan ada inefisiensi, sebentar-sebentar berhenti, padahal waktu berjalan terus.Banyak orang membiarkan lampu merah (orang lain, keadaan lingkungan, diri sendiri) menghambat perjalanan hidupnya.Kita akan dikalahkan dengan orang yang memiliki kecepatan lebih rendah namun terus berjalan.  buatlah hidup jadi mudah dan berprasangkabaiklah kepada kehidupan dan Yang Maha Memiliki Kehidupan.  Pilihlah menjadi orang yang luar biasa, dipermudah oleh 4JJI sWT dalam kehidupan ini.  ada 10 persen orang di dunia yang menguasai 80 uang di dunia ini, jadilah salah satu dari mereka.Keyakinan tersebut harus ditopang dengan kompetensi dan karakter yang memadai agar kita tidak hanya jadi pengkhayal saja.  Kita harus mengambil resiko dengan bertindak untuk mewujudkan impian kita. jangan Hanya berpuas diri karena kita akan terhenti padahal kita berhak mendapat yang lebih baik.  Dengan cara-cara yang lebih baik, Insya 4JJI lampu merah berubah jadi lampu hijau.  
  5. BILA TERJEBAK MACET, BERDOALAH SUPAYA JADI ORANG YANG KUAT: Apabila kita terjebak macet (mendapat masalah) kita justru harus minta dikuatkan agar kita jadi orang yang sabar, selalu bersyukur, ikhlas dan sebagainya. Banyak orang berdoa agar tidak dapat masalah, padahal masalah adalah bagian dari kehidupan.  Makin kuat seseorang, makin berat masalahnya, masalah seorang Presiden tentu lebih berat dari ketua RT, misalnya.  Kita justru harus belajar dari masalah agar kita bisa menjadi orang yang lebih baik. 
Semoga bermanfaat, acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823