Tampilkan postingan dengan label mabit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mabit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juli 2012

Mabit Peduli Suriah

Start:     Jul 7, '12 7:00p
End:     Jul 8, '12 07:00a
Location:     AQL Islamic Center, Jln. Tebet Utara I No. 40..
Assalaamu'alaykum wr wb..

Hampir setiap hari, sejak gelombang tsunami Revolusi menerjang Suriah, puluhan kaum Muslimin dibantai rezim diktaktor kejam Suriah. Diktaktor Suriah, menggunakan tentara rezim Alawite terus menerus menggempur para demonstran di berbagai kota yang tersebar di Suriah. Tercatat sejumlah 13.000 telah tewas dibantai, puluhan ribu lainnya dirawat dan juga menjadi tahanan tentara Bashar Assad, serta 1,6 juta lebih telah mengungsi ke berbagai negera tetangga seperti Turki, Arab, dll..

Melihat keadaan yang sedemikian rupa, kami akan mengadakan Mabit Peduli Suriah, Insya Allah tgl 7 - 8 Juli 2012, mulai pukul 19.00 - 07.00 WIB bertempat di AQL Islamic Center, Jln. Tebet Utara I No. 40..
Bersama :
Ust Bachtiar Nasir - AQL Islamic Center,
Ust Farid Okbah - Al Islam,
Ust Fahmi Salim - MIUMI,
Ust Ferry Nur - KISPA, dan
Ditto - Ka. Biro Al Jazeera..

Rangkaian acara :
Pemutaran Film Tragedi Syiria, Puisi, Orasi, I'tikaf, Qiyamul Layl, dan Subuh Berjamaah..

Ajak sanak saudara dan teman2 utk menghadiri dan berkontribusi dalam PEDULI SURIAH..

Acara ini didukung oleh :
Forum Indonesia untuk Dunia Islam (FIDI)
MIUMI, ACT, KISPA Palestine, SoA, JITU, ACT, UMI, QGen, Al Islam, dll

"Sesungguh nya harta, darah dan kehormatan kamu haram atas kamu seperti kemuliaan harimu ini dalam bulanmu ini dinegerimu ini."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas menunjukkan bahwa darah, harta dan kehormatan seorang muslim tidak boleh diganggu.

"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling cinta-mencintai, sayang-menyayangidan kasih-mengasihi seperti tubuh, jika salah satu anggota tubuh terasa sakit, makaseluruhnya akan tidak bisa tidur dan demam."
(Muttafaq 'Alaih).

Wassalaamu'alaykum wr wb

http://bit.ly/Okqebh

Kamis, 10 Mei 2012

Mabit Syiar Kebangkitan "KEBANGKITAN PEMUDA ISLAM MENUJU KEBANGKITAN INDONESIA"

Start:     May 12, '12 7:00p
End:     May 13, '12 06:00a
Location:     Masjid Agung Sunda Kelapa, Jl. Taman Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat
Assalaamu'alaykum.. wr wb..

Pemuda adalah pilar perjuangan dan penerus generasi bangsa..
Pemuda Islam, mari bangkit,,bersama YI Lead dan RISKA..



Hadiri Syiar Kebangkitan Insyallah pada :
12 - 13 Mei, Masjid Agung Sunda Kelapa
Jam 7 Malam - Subuh ..
Diisi oleh 5 pembicara yang inspiratif dan tentunya pemuda Islam yang merindu kejayaan agamanya..

Dapatkan 500 buku gratis utk 500 jamaah pertama.. !!

Ajak teman sahabat sanak saudara dan keluarga ya.. !!!!

Detailnya, buka : http://youngislamicleaders.org/events/subuhjamaah/

Sebarkan!!

Senin, 19 Desember 2011

MMQ: MALAM MUHASABAH MENUJU QALBUN SALIM

Start:     Dec 19, '11 05:00a
Location:     Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia
Tema : "MEMAKNAI SYAHADAT KITA"
Waktu : SABTU 31 DES 2011 S/D 1 JAN 2012
Pukul : 18:00 - 06:00 WIB (6 - 7 SAFAR 1433 H).
Tempat : Masjid Bailtul Ihsan , BI, Jl. Budi Kemulyaan Jakpus.

Nara Sumber :
<> UST. SALIM A. FILLAH (Pengasuh Majelis Jejak Nabi SAW)
<> UST. MUHSININ FAUZI (Pimpinan Lembaga Dakwah Formula Hati)
<> UST M. SUHUD AL-HAFIDZ (Imam Masjid Daarut Tauhiid Bandung)
<> UST FUAD MUHSIN (Daarut Tauhiid Bandung)

GRATIS DAN TERBUKA UNTUK IKHWAN (LAKI2) & AKHWAT (WANITA)

I N F O :
DT JAKARTA : 021 7235255
MQS HOTLINE : 021 70145049
HAFIZ : 021 93647407
UMAR : 085714966579

Rabu, 09 November 2011

Tweet Retweet




Alhamdulillah Tweet saya di-retweet sama @TanganDiAtas ke sekitar 15 ribu follower mereka.

Isi tweetnya tentang liputan Mabit di Masjid Agung Sunda Kelapa beberapa waktu yang lalu, liputannya bisa dibaca di posting yang ini dan di Multiply bisa dibaca di posting yang ini

Yang ingin mengenal TDA lebih dekat bisa mampir ke http://tangandiatas.com/

Minggu, 30 Oktober 2011

[Reportase] Mabit with TDA

Suatu ketika, awal Oktober saya ikutan Mabit di Masjid Agung Sunda Kelapa.  Pengisinya H. Nuzli Arismal, penasihat komunitas Tangan Di Atas atau TDA, yang biasa dipanggil Haji Alay, ustadz Agus dan ustadz Ibnu Jarir Lc.

Haji Alay mengatakan bahwa orang beriman wajib untuk jadi orang kaya karena bukankah rukun Islam yang lima itu perlu biaya/uang? Namun, sebelum menjadi kaya, seorang harus menjadi orang yang bertaqwa terlebih dahulu.  Taqwa dapat didefinisikan sebagai mejaga hak-hak Allah SWT atas diri kita.  Lebih dari sekedar menghindari dosa, taqwa adalah kehati-hatian seakan akan kita melewati jalan penuh onak duri.  Sehingga kekayaan yang dimiliki akan menjadi rahmat dan kebahagiaan bagi sebanyak mungkin manusia.  Sesuai dengan motto Komunitas Tangan Di Atas "Bersama Menebar Rahmat". Pak Haji pun mengatakan bahwa yang ada di dunia ini hanya dua jenis manusia, hamba Allah SWT dan hamba Taghut, yang lain tidak ada.  

Haji Alay pun menceritakan pengalaman beliau "membedah" mall-mall yang sudah rusak dan tak dipakai lagi di berbagai daerah  Sebuah Mall yang sudah tidak terpakai lagi dan berbagai bagian bangunannya rusak diisi oleh para pedagang kaki lima.  Stelah sekitar 6 bulan gratis jualan di sana, maka para pedagang itupun dimotivasi dan dibina agar bisa memiliki kios sendiri di sana.  Beliau juga menceritakan tentang pembebasan tanah yang dipenuhi preman dan gelandangan.  Tanah itu pun meningkat nilainya berkali lipat.  Beliau pun menambahkan bahwa jumlah pengusaha di Indonesia masih sangat kurang, hanya sekitar 0.8 persen dari seluruh penduduknya.   Padahal, agar sebuah negara bisa sejahtera, idealnya persentase pengusaha sekitar 7 persen dari para penduduknya.  

Sebagai tambahan motivasi dan bukti kehebatan orang yang bertaqwa, Pak Haji pun menceritakan kisah Muhammad Al Fatih.  Sejak umur 11 tahun, Muhammad Al Fatih telah memiliki cita-cita untuk menaklukkan benteng Romawi.  Al Fatih pun mempersiapkan apa saja yang diperlukan secara diam-diam.  Beliau berhasil membuat para intel Romawi agar percaya bahwa Romawi tidak akan runtuh sebelum ada kapal berlayar turun dari atas gunung.   

Saat itu kekuasaan tertinggi ada di tangan majelis Syuro.  Suatu saat, diadakan pemilihan panglima perang untuk menaklukkan benteng Romawi.  Majelis Syuro pun bertanya, siapa yang sejak akil baligh belum pernah meninggalkan shalat wajib 5 waktu secara berjamaah? Sedikit yang duduk, sebagian besar masih berdiri. Saat ditanya yang tidak pernah meninggalkan sholat Rawatib dan Duha sejak akil baligh hingga hari ini, makin banyak yang duduk namun lebih banyak yang berdiri.  Saat ditanya siapa yang tidak pernah meninggalkan sholat tahajud sejak akil baligh hingga hari itu, tinggal sedikit yang berdiri.  Saat ditanya siapa yang tidak pernah meninggalkan puasa sunnah Senin - Kamis sejak akil baligh hingga hari itu, hanya satu orang yang tetap berdiri yaitu Muhammad Al Fatih.  Meskipun ada yang keberatan dan menganggap keputusan Majelis Syuro tidak rasional, namun Al Fatih tetap terpilih sebagai panglima perang. Al Fatih pun mengeluarkan segala persiapan yang telah beliau persiapkan untuk peperangan yang menetukan itu.  Termasuk kapal-kapal yang beliau sembunyikan di atas gunung.  Sehingga orang-orang Romawi berpikir mereka akan mengalami keruntuhan.  

Saat tanya jawab berlangsung, seorang penanya menanyakan sikap yang harus diambil bisa dalam berbisnis harus berhadapan dengan orang-orang yang zalim atau kurang beriman/bertaqwa.  Haji Alay pun mengatakan bahwa dalam berbisnis kita memang bisa berhadapan dengan mereka.  Namun yang penting hal-hal yang prinsipil tetap harus dijaga.  Keberadaan orang-orang bertaqwa adalah untuk menebar rahmat bukan untuk menyebarkan teror dan kebencian.  

Tidak hanya berceramah, Pak Haji pun mendemonstrasikan tes energi tubuh.  Seorang jamaah diminta maju dan merentangkan tangannya. Saat ditekan dengan kuat, lengan sang jamaah masih bisa menahan.  Namun, saat diminta minum sambil berdiri pakai tangan kiri tanpa baca basmalah, tangan yang terentang itu tak kuat lagi menahan beban. Seorang jamaah lain yang mengenakan peci haji warna putih juga dipersilakan maju.  Sang Jamaah pun diminta merentangkan tangan dan tangan itu pun ditekan.  Tangan sang jamaah bisa menahan tekanan dengan kuat dan baik.  Namun, sesudah diminta melemparkan dan menghina peci putih yang dikenakannya, tangan itu pun tak kuat menahan beban.  Demikian pula saat subjek tes memegang obat kimia atau makanan dengan bahan pengawat yang dipinjam dari para jamaah, tangan subjek tak kuat menahan tekanan.  Tes energi dengan menekan rentangan tangan, menurut pak Haji, bisa diaplikasikan dalam banyak hal.  Pak Haji juga bilang bahwa duduk bersila tidak baik untuk kesehatan dan merupakan warisan propaganda belanda agar laki2 di Indonesia pada cepat mati.  Maka, tidak mengherankan, menurut pak Haji, jika banyak jamaah jumat yang tidur karena cara duduknya salah.  Duduk yang benar dan sesuai untuk kesehatan adalah duduk simpuh seperti duduknya orang Jepang.  Duduk seperti itu ada juga dalam gerakan sholat kaum muslimin.

Haji Alay pun mempersilakan apabila diantara jamaah yang ingin bersilaturahim dan belajar lebih jauh dengan beliau, termasuk jika ingin belajar/magang bisnis atau mempelajari terapi pengobatan/penyembuhan seperti pijat getar syaraf atau terapi dengan lintah.  "Selama pak Haji masih hidup dan masih mampu silakan" demikian kata beliau.  Sehingga, walaupun ceramah sudah selesai dan sudah masuk waktu coffee break, pak Haji masih dikerumuni jamaah yang ingin bertanya banyak hal pada beliau. Termasuk ada yang minta didemokan pijat getar syaraf yang rasanya sangat menyakitkan namun baik untuk kesehatan dan peredaran darah.  

Sesi selanjutnya diisi ustadz Agus dan Ustadz Ibnu Jarir Lc.  Orang yang dikehendaki oleh Allah SWT mendapat petunjuk akan dibukakan dadanya lebar-lebar untuk menerima Al Quran.  Ustadz Agus menargetkan hafal 5 Juz Al Quran setiap bulan Ramadhan.  Beliau telah berhasil menghafal sekitar 20 juz Al Quran.  

Ustadz Ibnu Jarir mencerictakan tentang seorang orientalis terkemuka yang telah emlakukan penelitian tentang Islam terutama sejarah Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun.  Suatu ketika,  diadakan acara debat antar agama.  Kaum muslimin, karena narasumbernya berhalangan, malah diwakili oleh si orientalis.  Saat pembicara dari wakil agama lawan menghina dan mencaci maki Rasul SAW, sang orientalis pun membeberkan data-data yang dikumpulkannya selama 23 tahun.  Sesudah debat tersebut, sang orientalis makin tertarik pada Islam sehingga beliau pun memeluk Islam.  Betapa saat petunjuk hidayah itu datang, tidak ada satupun yang bisa mencegahnya,  Maha Suci Allah SWT.  

Acara mabit hari pertama pun ditutup dengan muhasabah yang dipimpin oleh Ustadz Ibnu Jarir Lc.  Saat itu, Ustadz Ibnu Jarir Lc mengingatkan jamaah, siapa saja yang masih belum merasa terbuka hatinya untuk menerima Al Quran agar istighfar.  Siapa saja yang masih enggan mempelajari, membaca dan menghafalkan Al Quran agar istighfar.  Sehingga, timbul kesadaran agar tidak lagi menyia-nyiakan amanah Al Quran tersebut.  Setelah itu, acara pun ditutup dan jamaah dipersilakan beristirahat untuk ibadah qiyamulail keesokan harinya.  

Senin, 11 Juli 2011

Meneladani Penduduk Gaza dalam memegang Amanah Al Quran

Tahun 1967, kekuatan militer terbesar di Timur Tengah yaitu Mesir kalah dan hancur luluh lantak oleh Israel yang belum memiliki kekuatan militer yang besar.  Sinai pun jatuh ke dalam penjajahan Israel kala itu.  Para penguasa dan raja-raja Arab pun gemetar ketakutan ketika itu.  Namun kini, sebagai salah satu negara dengan militer terkuat di dunia, Israel tidak berdaya untuk menembus Gaza, sebuah daerah kecil yang hanya dihuni penduduk lemah dan miskin.  Karena Gaza setiap tahun menghasilkan 40 ribu penghafal Al Quran.  Demikian yang disampaikan oleh Ustadz Bahtiar Nasir, pendiri dan pimpinan Ar Rahman Quranic Learning Center dalam acara MABIT bertema Pemuda sebagai Pengemban Amanah Al Quran di Masjdi BI. Beliau lalu menjelaskan bahwa hafalan Al Quran yang ada di dalam dada para penduduk Gaza itulah sumber kekuatan mereka yang hakiki.  Mereka telah membuktikan diri sebagai pemuda-pemuda pemegang amanah Al Quran yang sejati.  

Logikanya, jika Al Quran saja bisa dihafal secara keseluruhan, maka yang namanya sholat tentu lebih terjaga lagi, baik yang sunnah terlebih lagi yang wajib.  Infaq pun mereka tidak kalah dengan saudara-saudaranya yang hidup merdeka.  Pada waktu bencana melanda Indonesia beberapa waktu yang lalu, orang-orang Palestina yang hidupnya serba susah itu malah membantu menggalang dana demi saudara mereka yang tertimpa musibah.  Walau mungkin dari sudut kuantitas masih di bawah penyumbang yang lain, namun kesediaan mereka membantu walaupun mereka sendiri susah patut diteladani.  

Bercermin dari keteladanan para penduduk Gaza, sungguh kaum muslimin Indonesia seharusnya merasa malu.  Betapa sedikitnya kaum muslimin Indonesia yang hafal seluruh atau sebagian isi Al Quran dibandingkan jumlah penduduk muslimnya yang terbanyak di dunia.  Wacana manfaat sedekah baru beberapa tahun ini bergema di Indonesia, itupun seringkali harus dilengkapi dengan iming-iming rezeki duniawi yang tak terduga datangnya.  Masjid-masjid di negeri ini masih sepi saat waktu sholat tiba.  Pada 1/3 malam yang akhir, entah apakah lebih banyak yang tidur atau yang beribadah pada Allah SWT.  Jika Makkah dan Madinah adalah indikator kesalehan pribadi seorang muslim, maka kesalehan sosialnya tercermin dari keadaan Palestina.  Jika Palestina masih membara, maka sesungguhnya ada yang salah dengan ukhuwah kita selama ini.  Jika dengan sesama muslim yang dekat saja kita sudah tidak mau saling memaafkan, saling memahami dan saling bekerja sama dalam kebaikan dan perbaikan, maka apa yang bisa diharapkan oleh saudara-saudara kita di Palestina?  

Padahal, salah satu Palestinian brother kita, Mr. Jomah Al Najjar, pernah mengatakan bahwa kaum muslimin Indonesia bisa berbuat banyak bagi mereka.  Chairman of The Palestinian Welfare House tersebut pernah berpesan agar kaum muslimin memperbanyak doa untuk para saudaranya di Palestina.  Beliau juga berpesan agar jika mungkin kita berjamaah di Masjid Al Aqsa agar Israel takut.  Banyaknya kaum muslimin yang mengunjungi Al Aqsa akan menggetarkan jiwa pengecut mereka, walaupun hanya untuk sholat berjamaah dan tidak melakukan hal-hal lain.  Orang-orang Palestina tidak diperbolehkan sholat berjamaah di masjid Al Aqsa oleh tentara-tentara penjajah laknat tersebut.  Bisa jadi, beliau menganggap orang-orang Indonesia adalah orang-orang yang sangat menjaga apa yang masuk ke dalam mulutnya, baik dari zat makanannya atau cara memperolehnya.  Mungkin juga beliau mengira bahwa kaum muslimin Indonesia memiliki keberanian yang sangat tinggi dan kemampuan finansial yang cukup untuk bisa ke Masjid Al Aqsa. Walau pada kenyataanya, banyak kaum muslimin di negeri ini yang masih berada di bawah garis kemiskinan.  Mereka yang kaya pun tidak ada keinginan untuk pergi ke sana karena resiko yang harus ditanggung sangat besar.  Meski pada kenyataannya, banyak hal-hal yang syubhat masih mengelilingi kita.  Banyak pula penduduk negeri ini yang masih perlu dipertanyakan apakah hartanya benar-benar halal atau masih ada unsur haram dan unsur kezaliman di dalamnya.

Maka, terbayang oleh kita betapa kecewa saudara-saudara kita di sana apabila mengetahui kualitas keimanan dan ketaqwaan kaum muslimin di negeri ini.  Betapa besar kekecewaan mereka jika mengetahui jumlah uang yang dikorupsi oleh para koruptor Indonesia yang mungkin sebagian besarnya ada di bank-bank Singapore dan Swiss.  Padahal, jika sebagian dari uang sejumlah itu bisa disumbangkan ke sana, tentu beban hidup mereka akan berkurang beratnya.  Sementara, penduduk Indoneisa yang terpuruk dan terjerat kemiskinan sudah tak terhitung lagi banyaknya.   Sumber daya alam dan hasil bumi yang melimpah ruah malah dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan dari negara-negara asing yang cenderung pro pada Zionis dan penjajahannya.  Sehingga, jangankan Gaza dan Palestina, rakyat negeri sendiri pun tidak bisa menikmati limpahan anugerah yang sangat indah itu.   

Pertanyaan yang timbul adalah, apakah kita tega mengecewakan mereka yang mungkin mengira kita memiliki tingkat keimanan yang sama atau bahkan lebih dari mereka? Padahal dari gambaran di awal tulisan ini sudah jelas iman dan ketaqwaan siapa yang lebih baik, lebih bersinar dan lebih tinggi di hadapan Allah SWT.  Apapun jawaban yang kita berikan atas pertanyaan tersebut, biarlah nurani kita yang menjawabnya.  Bagaimanapun juga, para penduduk Gaza telah memberi kita semua keteladanan yang sangat inggi dalam memegang teguh amanah Al Quran.   Suatu amanah yang sangat berat hingga gunung pun tak mampu membawanya.  Hanya para pemuda dan pemudi muslim yang dikuatkan dan dikukuhkan bahunya oleh Allah SWT yang mampu mengangkat amaanh seberat itu.  Bukan para pemuda dan pemudi egois yang lebih suka menghabiskan waktu dan hartanya demi kepentingan dan kepuasan dirinya sendiri.  

Semoga bermanfaat

Jumat, 01 Juli 2011

MABIT "Pemuda Sebagai Pengemban Amanah Al-Qur'an".

Start:     Jul 9, '11 6:00p
End:     Jul 10, '11 07:00a
Location:     Masjid Baitul Ihsan Kompleks Perkantoran Bank Indonesia Jl. M.H. Thamrin No. 23, Jakarta Pusat
Ikuti... Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT).. bersama:

1. Ust. Bachtiar Nasir. Lc.
2. Ust. A'la Al Maududi M. Toha MA
3. Ust. Rikza Abdullah

dengan tema "Pemuda Sebagai pengemban Amanah Al-Qur'an"

Waktu: 9-10 Juli 2011 pkl. 19.00 - 07.00
Tempat:
Masjid Baitul Ihsan
Kompleks Perkantoran Bank Indonesia
Jl. M.H. Thamrin No. 23, Jakarta Pusat

Info & Pendaftaran:
Tio: 0813 1708 9392
Hesti: 0815 920 5980

Terbuka untuk umum.

Senin, 27 Desember 2010

MQS Akhir Tahun 2010

Start:     Dec 31, '10 6:00p
End:     Jan 1, '11 06:00a
Location:     Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Jl. MH Thamrin Jakarta Pusat


"Seberapa Dekat Kita Dengan Allah?", Temukan jawabannya dalam Malam Muhasabah Menuju Qalbun Salim (MQS).
Bersama:
Ust. Habibullah, Lc
Ust. Dr. Amir Faisol Fath,
Ust. Husni Ismail
Ust. Edi Abu Marwa
Jum'at, 31 Desember 2010
Pkl 18.00-06.00 (mabit)
Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia
Jl. MH Thamrin Jakarta Pusat
Cp: 0217235255

Tidak dipungut biaya, gratis untuk umum...ayo ikut-ikut.....

Rabu, 01 Desember 2010

MALAM MUHASABAH MENUJU QOLBUN SALIM edisi Tahun Baru 1432 Hijriyah, dengan tema: “MENGHADIRKAN SAKINAH DIRUMAH KITA”

Start:     Dec 6, '10 6:00p
End:     Dec 7, '10 06:00a
Location:     Masjid Raya Pondok Indah


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ikuti MALAM MUHASABAH MENUJU QOLBUN SALIM edisi Tahun Baru 1432 Hijriyah, dengan tema: “MENGHADIRKAN SAKINAH DIRUMAH KITA”

Waktu :
Senin 6 Desember 2010
Pukul 18:00 s.d 06:00 keesokan harinya (menginap/mabit)Bertempat di Masjid Raya Pondok Indah, Jl. Iskandar Muda no.1
Pondok Indah Jakarta Selatan.

Nara Sumber :
- Ustadz Muhsinin Fauzi Lc, MM (Pimpinan Lembaga Konsultasi Islam Formula Hati),
- Ustadz Anwar Anshori Mahdum (Pengasuh acara Getar Kalam Radio Dakta FM),

Qiyamullail dan Muhasabah :
- Ustadz Abdul Aziz Abdur-Rauf, Al-Hafizh (Markaz Al-Qur an) dan Tim Asaatidz DT Jakarta.

Agenda :
Kajian Tematis & Dialog interaktif - Qiyamullail – Muhasabah.

Acara terselenggara kerjasama Yayasan Daarut Tauhiid Jakarta dengan Yayasan Masjid Raya Pondok Indah.

Acara terbuka untuk umum (Ikhwan dan Akhwat) dan Gratis.
Dimeriahkan stand Bazzar produk Islami dan konsumsi.

Informasi hubungi :
Humas DT Jakarta 021-7235255/93455129,
MQS Hotline 021-70145049,
Masjid Raya Pondok Indah 021-7666165/7666766.

More info please visit

MQS Blog

Ladang beramal untuk bisa ikut menginformasikan acara kegiatan ini dan semoga Alloh SWT membalas dengan pahala yang berlipat ganda.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Selasa, 05 Agustus 2008

Pengajian AMMA-KAZI plus Mabit

Start:     Aug 23, '08 4:00p
End:     Aug 24, '08 1:00p
Location:     Villa 99 Parakan Salak - Sukabumi , Jawa Barat
Assalamualaikum wr wb

AMMA-KAZI adalah sebuah forum kajian yang khusus mengupas Zionisme-Yahudi dan pengaruhnya ( Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme ) terhadap Dienul Islam.

Insya Allah rutin diselenggarakan setiap bulan pada ahad ke-4 dengan nara sumber dan tema ulasan yang perbeda pada setiap kajiannya.

Pada kesempatan ini akan diselenggarakan:

Tempat : Villa 99 Parakan Salak - Sukabumi , Jawa Barat

Waktu : Sabtu 23 Agustus 2008 - Ahad 24 Agustus 2008

Narasumber : Ustadz Herry Nurdi

Ustadz Satiri

Ustadz Surya Madya ( koordinator KAZI )

Tema : Kajian Zionis dan MABIT

Besar harapan kami atas kehadiran Ikhwan dan Akhwat, semoga kita dapat memetik hikmah dari inti kajian ini. Jazakallah

Wassalam