| Start: | Sep 30, '12 08:00a |
| End: | Sep 30, '12 4:00p |
| Location: | Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan |
Tampilkan postingan dengan label kasihsayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kasihsayang. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 September 2012
Daily Emergency Response by Yayasan Sahabat Peduli
Rabu, 29 Agustus 2012
Inspirasi :: Memaknai Hikmah Lebaran : Kesederhanaan Vs Konsumerisme | berita99
http://www.berita99.com/inspirasi/1292/memaknai-hikmah-lebaran--kesederhanaan-vs-konsumerisme
walau lebaran sdh lewat tulisan ini tetap relevan dan inspiratif :)
walau lebaran sdh lewat tulisan ini tetap relevan dan inspiratif :)
Kamis, 02 Agustus 2012
FLP Peduli Umat, Galang Dana Bantuan untuk Muslim Rohingya
http://wasathon.com/event/read/flp_peduli_umat_galang_dana_bantuan_untuk__muslim_rohingya/
Assalamu'alaikum wr. wb.
Innamal mukminuuna ikhwah, "Sesungguhnya setiap mukmin adalah bersaudara ".
Musibah, bencana, senantiasa menyambangi kita. Tak hanya di negeri kita, tetapi di seluruh dunia.Yang saat ini sedang hangat diperbincangkan adalah Pembantaian Etnik Muslim Rohingya di Arakan, Myanmar.
Mari ulurkan tangan untuk menolong sesama. Untuk membantu korban-korban bencana, baik bencana alam ataupun bencana yang disebabkan oleh manusia secara langsung seperti peperangan, penindasan, dan sebagainya, sejak tahun 2009 FLP telah meluncurkan GERAKAN FLP PEDULI, tepatnya pada saat terjadi gempa bumi di Padang. Saat itu, FLP bahkan menerjunkan relawan khusus ke Padang.
FLP PEDULI terus bergerak dengan melakukan hal yang sama saat terjadi musibah Merapi.
Kini, FLP PEDULI kembali hadir, dengan aksi SAVE ROHINGYA!
Salurkan bantuan Anda melalui kami ke:
No rek. 703 310 1858 Bank Syariah Mandiri KCP Dewi Sartika
a.n. Forum Lingkar Pena
Konfirmasi (WAJIB): 0815-7201-4615 (Hikaru, SMS only).
Hormat Kami
KOMISIONER FLP PEDULI
Afifah Afra (Ketua)
Adam Muhammad (Sekretaris)
Azimah Rahayu (Bendahara)
Nurbaiti (Anggota)
Yons Ahmad (Anggota)
Asa Mulchias (Anggota)
Koko Nata (Anggota)
Mengetahui,
Sekjen Forum Lingkar Pena
Rahmadiyati Rusdi
Ketua Umum Forum Lingkar Pena
Setiawati Intan Savitri, M.Si (Izzatul Jannah)
Label:
dana,
flp,
islam,
kasihsayang,
kemanusiaan,
peduli,
rohingya
Minggu, 08 Juli 2012
[Renungan] Bangunan Tinggi

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Ad, (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.
(QS AL Fajr: 6-8).
Banyak penguasa mendirikan bangunan-bangunan besar dan megah untuk mengagungkan dan mengabadikan kehebatan mereka. BAik saat mereka maish hidup dan bekruasa atau saat mereka sudah meninggal dunia. Para Firaun membangun piramida-piramida raksasa untuk memakamkan jasad mereka dan mengabadikan keagungan kekuasaannya. Sebagian kaisar Cina ada yang membangun makam raksasa yang dijaga patung-patung prajurit terakota bersenjata lengkap. Penguasa pagan Babylonia dan sebagainya juga seringkali membuat bangunan-bangunan yang kurang lebih sama jenis dan fungsinya. Bangunan yang tampak megah itu justru menjadi saksi intrik politik, peperangan dan pertumpahan darah para penghuninya. Baik karena serangan musuh dari luar ataupun konflik diantara para penghuninya sendiri. 
Di saat para penguasa berlomba memperindah bangunan-bangunan mereka, kaum muslimin terdahulu justru berlomba-lomba memperindah qalbu dan kehidupan spiritual mereka dengan dzikir dan amal-amal sholeh. Bisa jadi itulah sebabnya para penerus Rasulullah SAW tidak mendirikan bangunan-bangunan megah dan besar. Mereka bukannya tidak mampu, Imperium Persia dan Romawi sudah mereka taklukkan dan wilayah kekuasaan mereka sudah sangat luas. Hasil bumi dan harta kekayaan duniawi mengalir deras ke dalam kekuasaan mereka. Tentu sangat mudah kiranya jika mereka mendirikan istana-istana raksasa. Namun, dari sejarah, kita ketahui bahwa keempat Khulafaur Rasyidin bersama para pembantu mereka hidup sangat sederhana. Mereka memberi teladan kesederhanaan pada pejabat dan rakyatnya sehingga hampir tidak ada yang hidupnya mewah bergelimang harta meskipun tetap ada yang kaya. Hati-hati mereka sudah seperti istana megah yang mereka merasa nyaman berada di dalamnya sehingga mereka tidak lagi perlu menambah kemewahan di luar dirinya.
Namun kini, sejarah kelam bangunan-bangunan megah itu terulang kembali. Bangunan-bangunan besar yang seolah tegak menantang Sang Penguasa Alam Semesta yang Hakiki kini dibangun di mana-mana. Menara-menara pencakar langit dan gedung-gedung perbelanjaan memenuhi setiap inci lahan kota. Semua itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang tebal kantongnya, entah haram entah halal. Dan orang-orang miskin pun terpuruk di sudut-sudut kehidupan, tanpa masa depan yang pasti dan bisa diharapkan.
Di saat para penguasa berlomba memperindah bangunan-bangunan mereka, kaum muslimin terdahulu justru berlomba-lomba memperindah qalbu dan kehidupan spiritual mereka dengan dzikir dan amal-amal sholeh. Bisa jadi itulah sebabnya para penerus Rasulullah SAW tidak mendirikan bangunan-bangunan megah dan besar. Mereka bukannya tidak mampu, Imperium Persia dan Romawi sudah mereka taklukkan dan wilayah kekuasaan mereka sudah sangat luas. Hasil bumi dan harta kekayaan duniawi mengalir deras ke dalam kekuasaan mereka. Tentu sangat mudah kiranya jika mereka mendirikan istana-istana raksasa. Namun, dari sejarah, kita ketahui bahwa keempat Khulafaur Rasyidin bersama para pembantu mereka hidup sangat sederhana. Mereka memberi teladan kesederhanaan pada pejabat dan rakyatnya sehingga hampir tidak ada yang hidupnya mewah bergelimang harta meskipun tetap ada yang kaya. Hati-hati mereka sudah seperti istana megah yang mereka merasa nyaman berada di dalamnya sehingga mereka tidak lagi perlu menambah kemewahan di luar dirinya.
Namun kini, sejarah kelam bangunan-bangunan megah itu terulang kembali. Bangunan-bangunan besar yang seolah tegak menantang Sang Penguasa Alam Semesta yang Hakiki kini dibangun di mana-mana. Menara-menara pencakar langit dan gedung-gedung perbelanjaan memenuhi setiap inci lahan kota. Semua itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang tebal kantongnya, entah haram entah halal. Dan orang-orang miskin pun terpuruk di sudut-sudut kehidupan, tanpa masa depan yang pasti dan bisa diharapkan.
Terhimpit gedung gedung tinggi
wajah murung yang hampir mati
biarlah mereka iri
wajar bila mencaci-maki
Berikan Pijar Matahari by Iwan Fals
wajah murung yang hampir mati
biarlah mereka iri
wajar bila mencaci-maki
Berikan Pijar Matahari by Iwan Fals
Semoga bermanfaat, gambar dari wikipedia
Label:
bangunan,
islam,
kasihsayang,
kemewahan,
kemiskinan,
konflik,
sosial
Kamis, 05 Juli 2012
[Sosial] Kesolehan sosial yang terlupakan
"Kehidupan sehari-hari kita adalah tempat ibadah kita yang sebenarnya."
Khalil Gibran.
Masyarakat kita pada umumnya masih menganggap tujuan dari ibadah ritual adalah mengumpulkan pahala sebanyak mungkin. Oleh karena itu, dalam banyak pengajian, para ustadz pengajar seringkali ditanya kalau sholat Duha pahalanya bagaimana, kalau sholat ini atau sholat itu pahala berapa dan sebagainay. Banyak juga diantara mereka yang mudah tergiur oleh amalan-amalan yang dianggap berpahala besar walaupun berdasarkan hadits-hadits yang masih diragukan kesahihannya. Bahkan para ulama banyak yang mengatakan bahwa hadits-hadits yang mendasari amalan-amalan itu adalah maudhu atau palsu adanya. Sehingga tidak layak untuk dijadikan dalil pelaksanaan suatu amalan. Akibatnya, setelah amalan selesai dilaksanakan, mereka pun pulang dengan penuh kepuasan karena merasa sudah berbuat kebaikan yagn banyak.
Akibat dari kesalahan pemahaman seperti itu, kemiskinan seakan tidak bisa dihapuskan dari negeri-negeri kaum muslimin, terutama yang ada di benua Asia. Kesenjangan sosial antara yang kaya dan yamg miskin seakan tak pernah terjembatani. Pemahaman itu membuat orang-orang yang miskin merasa tidak perlu menambah upaya mereka agar bisa keluar dari kemiskinan. Mereka sudah merasa bahwa mereka tidak akan bisa meraih penghidupan lebih baik lagi di masa depan. Kehidupan mereka sampai kapanpun, dari generasi ke generasi, akan tetap miskin seperti itu. Pemahaman seperti itu juga membuat banyak orang yang sesungguhnya mampu enggan bersedekah dan berbagi lebih banyak. Mereka mengira bahwa pahala mereka beribadah siang dan malam sudah menjamin mereka akan masuk ke dalam surga di akhirat nanti. Kalaupun mereka mengeluarkan harta, mereka sekedar menunaikan kewajiban zakat atau sekedar menyumbang ala kadarnya.
Padahal, sekitar 70-75% kandungan Alquran berbicara tentang kehidupan sosial ekonomi, bahkan melebihi tentang kandungan Alquran soal ibadah (mahdhah). Al Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengabdi kepada Allah SWT dalam arti ayng seluas-luasnya. Termasuk bagaimana mendistribusikan harta kekayaan kepada sebanyak mungkin manusia agar mereka bisa merasakan manfaatnya. ” Agar supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya di antara kalian saja “ demikian disebutkan dalam Al Quran Surat Al-Hasyr : 7. Rasulullah pun bersabda "Barangsiapa yang sedang memenuhi kebutuhan saudaranya, berarti Allah tengah memenuhi kebutuhannya, Barangsiapa memudahkan kesulitan seorang Muslim, berarti Allah akan memudahkan Kesulitan di hari Kiamat" (HR. Bukhari, Muslim). Dalam hadits yang lain, beliau bersabda "Barangsiapa yang sedang memenuhi kebutuhan saudaranya, berarti Allah tengah memenuhi kebutuhannya, Barangsiapa memudahkan kesulitan seorang Muslim, berarti Allah akan memudahkan Kesulitan di hari Kiamat" (HR. Bukhari, Muslim). Ayat dan hadits-hadits diatas, serta masih banyak yang lain, dapat kita anggap sebagai indikasi betapa pentingnya kesalehan sosial dalam Islam.
Kesalehan sosial itu pada akhirnya akan memunculkan kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial dapat didefinisikan sebagai kepekaan dan kemampuan merespon terhadap masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat. Dalam buku berjudul Social Enterprise yang ditulis Bapak Ahmad Juwaini, disebutkan bahwa "Semakin tinggi kecerdasan sosial yang dimiliki oleh seseorang, semakin banyak pula wujud tindakan social entrepreneurship yang dijalankan dalam kehidupannya" (halaman 65). Orang dengan kesolehan dan kecerdasan sosial yagn tinggi akan menjadi rahmat bagi sesama manusia di sekitarnya. Dia tidak akan bisa merasa tenang dan senang apabila masih ada orang-orang yang hidupnya sengsara, baik oleh karena kemiskinan atau sistem sosial yang zalim. Sebagaimana dicontohkan oleh pendiri Grameen Bank di Bangladesh, Muhammad Yunus.
Alangkah indahnya apabila orang-orang kaya lebih memprioritaskan sedekah dan berbagi pada sesama yang membutuhkan daripada membeli barang-barang mewah. Dan akan lebih indah lagi apabila orang-orang miskin tetap memelihara harga dirinya dari meminta-minta dan selalu semangat untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan mereka. Itulah sesungguhnya fungsi harta dalam Islam, untuk dimanfaatkan seadil-adilnya dan sebanyak-banyaknya demi kepentingan hajat hidup manusia sebanyak mungkin. Sehingga, kita sebenarnya berpeluang lebih besar meraih pahala melimpah justru dari interaksi sosial dan amal sholeh kita sehari-hari, baik moril maupun materil.
Semoga bermanfaat
Khalil Gibran.
Masyarakat kita pada umumnya masih menganggap tujuan dari ibadah ritual adalah mengumpulkan pahala sebanyak mungkin. Oleh karena itu, dalam banyak pengajian, para ustadz pengajar seringkali ditanya kalau sholat Duha pahalanya bagaimana, kalau sholat ini atau sholat itu pahala berapa dan sebagainay. Banyak juga diantara mereka yang mudah tergiur oleh amalan-amalan yang dianggap berpahala besar walaupun berdasarkan hadits-hadits yang masih diragukan kesahihannya. Bahkan para ulama banyak yang mengatakan bahwa hadits-hadits yang mendasari amalan-amalan itu adalah maudhu atau palsu adanya. Sehingga tidak layak untuk dijadikan dalil pelaksanaan suatu amalan. Akibatnya, setelah amalan selesai dilaksanakan, mereka pun pulang dengan penuh kepuasan karena merasa sudah berbuat kebaikan yagn banyak.
Akibat dari kesalahan pemahaman seperti itu, kemiskinan seakan tidak bisa dihapuskan dari negeri-negeri kaum muslimin, terutama yang ada di benua Asia. Kesenjangan sosial antara yang kaya dan yamg miskin seakan tak pernah terjembatani. Pemahaman itu membuat orang-orang yang miskin merasa tidak perlu menambah upaya mereka agar bisa keluar dari kemiskinan. Mereka sudah merasa bahwa mereka tidak akan bisa meraih penghidupan lebih baik lagi di masa depan. Kehidupan mereka sampai kapanpun, dari generasi ke generasi, akan tetap miskin seperti itu. Pemahaman seperti itu juga membuat banyak orang yang sesungguhnya mampu enggan bersedekah dan berbagi lebih banyak. Mereka mengira bahwa pahala mereka beribadah siang dan malam sudah menjamin mereka akan masuk ke dalam surga di akhirat nanti. Kalaupun mereka mengeluarkan harta, mereka sekedar menunaikan kewajiban zakat atau sekedar menyumbang ala kadarnya.
Padahal, sekitar 70-75% kandungan Alquran berbicara tentang kehidupan sosial ekonomi, bahkan melebihi tentang kandungan Alquran soal ibadah (mahdhah). Al Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengabdi kepada Allah SWT dalam arti ayng seluas-luasnya. Termasuk bagaimana mendistribusikan harta kekayaan kepada sebanyak mungkin manusia agar mereka bisa merasakan manfaatnya. ” Agar supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya di antara kalian saja “ demikian disebutkan dalam Al Quran Surat Al-Hasyr : 7. Rasulullah pun bersabda "Barangsiapa yang sedang memenuhi kebutuhan saudaranya, berarti Allah tengah memenuhi kebutuhannya, Barangsiapa memudahkan kesulitan seorang Muslim, berarti Allah akan memudahkan Kesulitan di hari Kiamat" (HR. Bukhari, Muslim). Dalam hadits yang lain, beliau bersabda "Barangsiapa yang sedang memenuhi kebutuhan saudaranya, berarti Allah tengah memenuhi kebutuhannya, Barangsiapa memudahkan kesulitan seorang Muslim, berarti Allah akan memudahkan Kesulitan di hari Kiamat" (HR. Bukhari, Muslim). Ayat dan hadits-hadits diatas, serta masih banyak yang lain, dapat kita anggap sebagai indikasi betapa pentingnya kesalehan sosial dalam Islam.
Kesalehan sosial itu pada akhirnya akan memunculkan kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial dapat didefinisikan sebagai kepekaan dan kemampuan merespon terhadap masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat. Dalam buku berjudul Social Enterprise yang ditulis Bapak Ahmad Juwaini, disebutkan bahwa "Semakin tinggi kecerdasan sosial yang dimiliki oleh seseorang, semakin banyak pula wujud tindakan social entrepreneurship yang dijalankan dalam kehidupannya" (halaman 65). Orang dengan kesolehan dan kecerdasan sosial yagn tinggi akan menjadi rahmat bagi sesama manusia di sekitarnya. Dia tidak akan bisa merasa tenang dan senang apabila masih ada orang-orang yang hidupnya sengsara, baik oleh karena kemiskinan atau sistem sosial yang zalim. Sebagaimana dicontohkan oleh pendiri Grameen Bank di Bangladesh, Muhammad Yunus.
Alangkah indahnya apabila orang-orang kaya lebih memprioritaskan sedekah dan berbagi pada sesama yang membutuhkan daripada membeli barang-barang mewah. Dan akan lebih indah lagi apabila orang-orang miskin tetap memelihara harga dirinya dari meminta-minta dan selalu semangat untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan mereka. Itulah sesungguhnya fungsi harta dalam Islam, untuk dimanfaatkan seadil-adilnya dan sebanyak-banyaknya demi kepentingan hajat hidup manusia sebanyak mungkin. Sehingga, kita sebenarnya berpeluang lebih besar meraih pahala melimpah justru dari interaksi sosial dan amal sholeh kita sehari-hari, baik moril maupun materil.
Semoga bermanfaat
Jumat, 18 Mei 2012
School of Life tema Manajemen Kecewa
| Start: | May 18, '12 09:00a |
| Location: | SAJIAN SUNDA SUMBARA, Jl. Walter Mongonsidi No. 19 Jakarta Selatan |
Kamis, 12 April 2012
Pentingnya Aksi Relawan Tanggap Bencana
http://wasathon.com/humaniora/read/pentingnya_aksi_relawan_tanggap_bencana/
Salah satu tulisan saya yang pernah tayang di MP, tayang lagi di situs wasathon.com, tentang hikmah di balik bencana
Selamat membaca semoga bermanfaat
Rabu, 11 April 2012
Mengakrabi Bencana Dengan Sikap Terbaik
http://wasathon.com/humaniora/read/mengakrabi_bencana_dengan_sikap_terbaik/
Bagaimana sikap seorang muslim menghadapi bencana? selamat membaca semoga bermanfaat
Jumat, 30 Maret 2012
[Kultwit] Ustadz by Herry Nurdi
1. Saya kenal seorang ustadz, orangnya tawadhu, dermawan, rendah hati & pengasih. Tapi sifat2 itu juga dimiliki oleh ustadz2 yg lain #ustadz
2. Ada satu sifat & amalannya, yg belum saya temui dilakukan oleh para #ustadz yg pernah saya kenal, ttg perhatiannya pd individu
3. Kalau beliau diundang ceramah bada isya, seringkali jam 8 pagi beliau sudah datang ke tempat acara, awalnya saya heran sama #ustadz ini
4. Jadi praktis, sehari beliau hanya mengajar dan berceramah satu kali. bahkan sering di audience yg sama #ustadz mengajar tiga hari penuh
5. Yang beliau lakukan ketika datang pagi, #ustadz menyambangi rumah2 dan sarapan bersama penduduk desa fan berinteraksi intens sekali
6. Jika diperkampungan dan pedesaan, bahkan #ustadz turun ke bendang/sawah dan membantu penduduk yg sedang mengolahnya
7. Saat siang, atau petang, #ustadz juga bermain bersama anak2 kampung, bahkan ngajari mereka permainan tradisional yg lama dilupakan
8. Bersama ibu-ibu #ustadz juga berinteraksi, bincang dan mencari tahu, apa yg menjadi perbincangan sehari-hari, sederhana saja
9. Jadi, selepas isya saat harus memberi taushiyah #ustadz kurang lebih sudah mengetahui apa keperluan dan apa yg perlu disampaikan, fokus
10. #ustadz tidak bicara muluk tentang teori dunia, demokrasi, atau bahkan ttg fiqih yg njlimet, beliau simple, memberi panduan hidup
11. Sedih sekali krn beliau sdh tidak ada kini. semakin sedih saat melihat #ustadz yg buru2 meninggalkan mad'u dgn alasan sdh ada acara lain
12. Bimbingan mereka masih diperlukan, tapi para #ustadz sudah tidak punya waktu utk mendampingi dan memberikan panduan
13. Tambah sedih ketika mengalami sendiri mengundang #ustadz dikirim surat perjanjian MoU perlengkapan dan syarat mengundang
14. Minta jus alpukat, bisa dinalar. Minta honor, masih bisa dipahami. Tp #ustadz menentukan tarif, standar sound dll beyond my imagination
sumber: twitter ustadz Herry Nurdi
2. Ada satu sifat & amalannya, yg belum saya temui dilakukan oleh para #ustadz yg pernah saya kenal, ttg perhatiannya pd individu
3. Kalau beliau diundang ceramah bada isya, seringkali jam 8 pagi beliau sudah datang ke tempat acara, awalnya saya heran sama #ustadz ini
4. Jadi praktis, sehari beliau hanya mengajar dan berceramah satu kali. bahkan sering di audience yg sama #ustadz mengajar tiga hari penuh
5. Yang beliau lakukan ketika datang pagi, #ustadz menyambangi rumah2 dan sarapan bersama penduduk desa fan berinteraksi intens sekali
6. Jika diperkampungan dan pedesaan, bahkan #ustadz turun ke bendang/sawah dan membantu penduduk yg sedang mengolahnya
7. Saat siang, atau petang, #ustadz juga bermain bersama anak2 kampung, bahkan ngajari mereka permainan tradisional yg lama dilupakan
8. Bersama ibu-ibu #ustadz juga berinteraksi, bincang dan mencari tahu, apa yg menjadi perbincangan sehari-hari, sederhana saja
9. Jadi, selepas isya saat harus memberi taushiyah #ustadz kurang lebih sudah mengetahui apa keperluan dan apa yg perlu disampaikan, fokus
10. #ustadz tidak bicara muluk tentang teori dunia, demokrasi, atau bahkan ttg fiqih yg njlimet, beliau simple, memberi panduan hidup
11. Sedih sekali krn beliau sdh tidak ada kini. semakin sedih saat melihat #ustadz yg buru2 meninggalkan mad'u dgn alasan sdh ada acara lain
12. Bimbingan mereka masih diperlukan, tapi para #ustadz sudah tidak punya waktu utk mendampingi dan memberikan panduan
13. Tambah sedih ketika mengalami sendiri mengundang #ustadz dikirim surat perjanjian MoU perlengkapan dan syarat mengundang
14. Minta jus alpukat, bisa dinalar. Minta honor, masih bisa dipahami. Tp #ustadz menentukan tarif, standar sound dll beyond my imagination
sumber: twitter ustadz Herry Nurdi
Label:
islam,
kasihsayang,
kesederhanaan,
kultwit,
sosial,
ustadz
Sabtu, 17 Maret 2012
[Kultwit] Mengasihi oleh Arvan Pradiyansyah
1.Teman,untuk dapat mengasihi orang lain,kita perlu bayangkan orang lain sebagai diri sendiri. #The7LawsofHappinessBook
2.Bayangkan kita ada di posisi orang tersebut. #The7LawsofHappinessBook
3.Maukah kita diperlakukan tidak sepatutnya? #The7LawsofHappinessBook
4.Maukah kita disepelekan oleh orang lain? #The7LawsofHappinessBook
5.Kalau Anda menjawab tidak berarti orang lain pun akan menjawab tidak. #The7LawsofHappinessBook
6.Namun,Anda akan menjadi orang yg sangat luhur jika mampu mengasihi tnpa menuntut u dkasihi trlebih dulu #The7LawsofHappinessBook
7.Selamat berakhir pekan, teman. Salam dari taman samping. rumah
#The7LawsofHappinessBook
Sumber: Twitter Arvan Pradiyansyah
2.Bayangkan kita ada di posisi orang tersebut. #The7LawsofHappinessBook
3.Maukah kita diperlakukan tidak sepatutnya? #The7LawsofHappinessBook
4.Maukah kita disepelekan oleh orang lain? #The7LawsofHappinessBook
5.Kalau Anda menjawab tidak berarti orang lain pun akan menjawab tidak. #The7LawsofHappinessBook
6.Namun,Anda akan menjadi orang yg sangat luhur jika mampu mengasihi tnpa menuntut u dkasihi trlebih dulu #The7LawsofHappinessBook
7.Selamat berakhir pekan, teman. Salam dari taman samping. rumah
#The7LawsofHappinessBook
Sumber: Twitter Arvan Pradiyansyah
Kamis, 23 Februari 2012
[Kultwit] Anissa Azzahra by Sedekah Rombongan
1. Anissa Azzahra , 2,5th , retinablastoma, tumor ganas, anak mungil dr Wonogiri #SedekahRombongan pic.twitter.com/yNd1Lv8P
2. Anissa anak pertama , dri seorang buruh serabutan, yg berjuang sejak usia anaknya 4bln, #SedekahRombongan
3. Kami bertemu dengan anak ini 3 hari lalu, saat itu jg kami putuskan utk mmbwa Anisa ke RS khss Mata #SedekahRombongan
4. Kondisi Anisa trnyata sudah sangat lemah, sangat tdk mngkn utk operasi pengangkatan tumor dlm waktu dekat. #SedekahRombongan
5. Dokter menyarankan utk membawa Anisa ke RS.Sarjito, utk penanganan lebih detail, #SedekahRombongan
6. Setelah melihat hasil CTscan dan cek lab, ternyata keadaan Anisa benar2 sdh terlambat. #SedekahRombongan
7. Kanker di matanya sudah sampai ke otak besar, badan sebelah kirinya sdh mulai bengkak2, #SedekahRombongan
8. Anisa dlm posisi sangat dilematis skrg, tumor di mata kirinya sangat cepat membesar, pembesarannya 100% per 10 hari. #SedekahRombongan
9. Saat ini dokter memutuskan utk melihat konsisi Anisa trlebih dahulu, kemoterapi utk memgecilkan tumor di mata kirinya. #SedekahRombongan
10. Jika kondisi Anisa tidak memungkinkan, hanya keajaiban yg bisa menyelamatkannya. Harapan kt semua #SedekahRombongan
11. Dalam perkiraan dokter jk kondisi Anisa baik, kemoterapi sktr 120-150 kali,.... Baru bs membaikkkan #SedekahRombongan
12. Kt semua tau apa efek dr kemoterapi, wallahualam, apakah Anisa akan kuat, .... Kt sama2 berdo'a #SedekahRombongan
13. Dalam hitungan manusia Anisa sdh terlambat di tangani, kanker menyebar sangat cepat. #SedekahRombongan
14. Dalam hitungan langit, Tuhan memungkinkan segalanya, dia Sang Maha Penyembuh. #SedekahRombongan
15. Ikhtiar terbaik dr kluraganya, dari kami Insya Allah sdh dilakukan, #Sedekaholics pun ikut berikhtiar dgn dahsyat #SedekahRombongan
16. KehendakNya lah yag terbaik utk Anisa, apapun itu, ikhlas kt berikhtiar utk Anisa, Allah-lah pemilik segalaNya #SedekahRombongan
more info please visit situs blog Sedekah Rombongan
Label:
kanker,
kasihsayang,
kemiskinan,
kultwit,
sedekah,
sosial,
tumor
Selasa, 24 Januari 2012
"Volunteer Gathering 2012, "Membangun Karakter Melalui Kerelawanan" Ayo Gabung!
| Start: | Feb 11, '12 08:30a |
| End: | Feb 11, '12 11:30a |
| Location: | Gedung Diknas, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta. |
Bagaimana tidak disebut “gila” disaat bencana terjadi semua orang sibuk menyelamatkan diri dan keluarganya, para relawan ini justru mendatangi wilayah bencana. Bertarung dengan maut menyelamatkan orang-orang. Ia meninggalkan keluarganya, pekerjaannya, sejenak melupakan kesenangan di kota, lalu berlumur lumpur, berbasah banjir dan berhadapan dengan kobaran api. Gila kan?
Aneh lagi, disaat orang lain berlomba-lomba untuk menghabiskan uang mereka untuk belanja, nongkrong di café, seliweran di Mall, sementara para relawan ini mau mengeluarkan uang dari kantong sendiri untuk berpanas-panasan, berpeluh lelah dengan beragam aktifitas sosial kemanusiaan. Coba bayangkan, sudah lelah, panas berkeringat, menguras tenaga, masih harus keluar uang juga. Benar-benar aneh kan orang-orang yang seperti ini?
Tapi faktanya, siapa yang aneh? Mereka yang disebut relawan yang memiliki jiwa berbagi atau justru orang-orang yang sama sekali jauh dari dunia kepedulian. Bagaimana sebenarnya hakikat kita sebagai makhluk sosial, saling membutuhkan antara satu dengan lainnya. Apakah kita benar-benar bisa hidup sendirian, meski dengan harta berlimpah dan kekuasaan tertinggi?
Hidup kita bagaikan bola karet yang bila kita lempar pelan kea rah dinding akan memantul pelan juga ke arah kita. Namun bila bola itu dilempar cepat, akan cepat pula ia memantul ke arah kita. Jadi apa yang kita peroleh sangat tergantung apa yang kita berikan. Para relawan ini mengerti betul bahwa apa yang mereka berikan dalam beragam aktifitas kerelawanan, semua akan berbalik pada dirinya, meski dalam bentuk yang berbeda.
Disadari atau tidak, mereka yang mendedikasikan diri, waktu, energi dan pikirannya untuk berbagi dan peduli, telah secara langsung membentuk karakter diri mereka sendiri. Disiplin, saling menghargai, senang membantu, mendahulukan kepentingan orang lain, rendah hati, jujur, adalah contoh-contoh karakter yang disadari atau tidak telah tertanam di jiwa para relawan. Jika memang demikian, tentu dibutuhkan banyak aktifitas kerelawanan agar lebih banyak memberi kesempatan orang lain menjadi relawan.
VOLUNTEER GATHERING 2012 ini mengambil tema “Membangun Karakter Melalui Kerelawanan”, akan menghadirkan tokoh yang tak asing di dunia sosial kemanusiaan, yakni Erie Sudewo, peraih penghargaan Social Entrepreneur of The Year, 2009, dari Ernst and Young.
Selain mendapatkan pencerahan dari Mas Erie, panggilan akrab Erie Sudewo, para relawan pun akan mendapatkan informasi lengkap dari berbagai komunitas sosial yang akan berbagi profil dan ragam programnya yang akan menjadi pilihan bagai para relawan untuk berkiprah. Jadi diharapkan banyak komunitas yang hadir di Volunteer Gathering ini, agar semakin banyak alternatif program bagi para relawan.
Dari kegiatan ini, diharapkan terjadi sinergi yang hebat antar berbagai komunitas dalam menjalankan program-program sosial kemanusiaannya. Tidak ada lagi persaingan, tidak ada lagi merasa lebih hebat, lebih baik, dan tidak lagi kita sendiri-sendiri dalam menjalankan program. Kalau ada program yang sama dan bisa dijalankan bersama-sama, kenapa harus sendiri? Sekarang lah saatnya kita bersama, karena tujuan kita pun pasti sama, untuk Indonesia yang lebih baik.
Selain itu, terbentuk pula sebuah jaringan komunikasi dan informasi antara komunitas dan relawan untuk beragam info dan aktifitas sosial kemanusiaan, sehingga para relawan dengan mudah mendapatkan informasi kegiatan dan bagaimana bergabung.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Volunteer Gathering akan dilaksanakan Sabtu, 11 Februari 2012, Pukul 08.30 – 11.30 WIB dan bertempat di Gedung Diknas, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta.
Siapa yang boleh ikut?
Siapa saja, relawan maupun calon relawan, atau mereka yang mau tahu apa saja kegiatan relawan dengan berbagai program sosial kemanusiaannya.
Registrasi dan informasi
Pastikan Anda mendapat informasi lengkap terkait acara ini, dan setiap peserta diharuskan melakukan registrasi dengan menghubungi nama-nama di bawah ini :
Tini Yuliati, 081310875261
Irma Darina 021-92826980, 081808155008
Bayu Gawtama, 087878771961
Sabtu, 17 Desember 2011
[Sosial] Dilema Superblok Ibu Kota
Suatu ketika saat berada di sebuah perkampungan padat, saya melihat beberapa selebaran yagn ditempel di tembok. Selebaran itu berisi fotokopi artikel tentang sebuah Mega Proyek pembangunan sentra bisnis terpadu yang sedang dikerjakan di dekat perkampungan tersebut. Selain artikel, selebaran itu juga berisi ajakan agar warga yang tanahnya akan dijual menahan harga, jangan sampai dilepas dengan harga terlalu murah. Pihak penyebar selebaran itu mungkin merasa prihatin dengan ketidakmampuan masyarakat mengakses informasi sehingga tidak mengetahui berapa sebenarnya nilai proyek yang akan dibangun di tanah mereka.
Mega Proyek itu sangat luar biasa, terdiri dari gedung dan aparement serta sarana-saran penunjang lainnya. Proyek itu bertujuan memadukan tempat tinggal, tempat kerja dan kegiatan bisnis serta rekreatsi keluarga dalam satu kawasan. Sehingga, para penghuninya akan terhindar dari kemacetan Ibu Kota yang sampai hari ini belum juga teratasi. Sehingga, banyak waktu yang bisa dihemat dan efisiensi kerja serta bisnis bisa ditingkatkan. Di situs Vivanew.com dapat kita temukan sebuah artikel yang mengulas profil para pengembang superblock seperti proyek itu.
Namun, tentu saja kita tahu siapa saja yang bisa membeli apartement di sana. Tentu bukan pegawai-pegawai rendahan yang gajinya pas-pasan, yang untuk hidup sehari-hari masih kerepotan. Kalau bukan level manager ke atas ya orang asing. Merekalah yang mampu secara finansial menikmati semua fasilitas tersebut demi kenyamanan dan gaya hidupnya. Rakyat kecil yang miskin mungkin hanya bisa berjalan - jalan di sekitar kompleks tersebut tanpa bisa menikmati lebih banyak lagi.
Jika informasi yang ada di selebaran itu benar, maka ganti rugi yang diterima masyarakat tidak seimbang dengan nilai mega proyek yang sedang dikerjakan. Selebaran itu sepertinya dibuat oleh mereka yang peduli dan prihatin akan besarnya ganti rugi yang diterima masyarakat. Artikel yang disertakan dalam selebaran itu digunakan untuk memberi informasi agar masyarakat sadar siapakah sesungguhnya yang hendak membeli tanah yang mereka tempati. Sehingga, mereka menyadari hak mereka untuk mendapat ganti rugi yang layak. Jangan sampai sesudah mereka rela melepaskan tempat tinggal mereka, ternyata mereka tidak bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak. Sudah merupakan rahasia umum bahwa penggusuran seringkali melibatkan banyak kepentingan, mulai dari pengusaha, penguasa, pekerja sampai penduduk yang tanahnya digusur. Sehingga, persoalan penggusuran menjadi salah satu masalah sosial paling kompleks di negeri ini.
Satu hal yang seringkali terlupakan adalah bahwa orang-orang miskin juga manusia. Mereka berhak mendapat tempat tinggal yang layak dan berhak pula mendapat kesempatan untuk hidup layak. Mereka juga perlu makan, pakaian dan tempat tinggal yang layak. Seharusnya, tidak boleh ada manusia yang tinggal di tempat yagn tidak layak ditempati sperti emperan toko, jembatan penyebarangan atau kolong jembatan. Rumah-rumah kumuh yang terletak di gang-gang sempit pun seharusnya tidak ada. Degnan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, baik dalam bentuk bahan tambang atau hasil pertanian, rakyat Indonesia seharusnya tidak ada yang miskin. "This country shouldn't be poor" begitu kata John Perkins dalam film dokumenter The New Rulers.
Modal utama untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia adalah adanya kemauan dan keberanian. HS Dillon pernah mengatakan "Untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia, kita tidak perlu mengemis hutang kepada IMF atau memerlukan bantuan dari lembaga asing.Jika 10% orang terkaya di Indonesia memberikan 20% penghasilannya (bukan harta atau asetnya) maka tidak ada lagi orang miskin di Indonesia pada tahun itu." (H.S. Dillon, KOMPAS; Selasa, 17 Oktober 2006). Sehingga, asalkan penduduk negeri ini, terutama yang kaya, tidak begitu serakah, maka kemiskinan akan dengan mudah teratasi. Minimal kaum miskin bisa bertahan hidup dan bisa memenuhi kebututan hidup mereka yang paling mendasar.
Namun sayang, peradaban kita sekarang ini adalah peradaban yang memanjakan yang kaya serta menindas yang miskin. Peradaban yang mengedepankan ego, kepentingan duniawi serta kekayaan materi. Bukan agama, spiritualitas dan kepedulian pada sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Sehingga, mimpi mewujudkan peradaban yang peduli, beradab dalam lindungan keridhoan Allah subhawataala masih jauh dari kenyataan.
Semgoa bermanfaat
Mega Proyek itu sangat luar biasa, terdiri dari gedung dan aparement serta sarana-saran penunjang lainnya. Proyek itu bertujuan memadukan tempat tinggal, tempat kerja dan kegiatan bisnis serta rekreatsi keluarga dalam satu kawasan. Sehingga, para penghuninya akan terhindar dari kemacetan Ibu Kota yang sampai hari ini belum juga teratasi. Sehingga, banyak waktu yang bisa dihemat dan efisiensi kerja serta bisnis bisa ditingkatkan. Di situs Vivanew.com dapat kita temukan sebuah artikel yang mengulas profil para pengembang superblock seperti proyek itu.
Namun, tentu saja kita tahu siapa saja yang bisa membeli apartement di sana. Tentu bukan pegawai-pegawai rendahan yang gajinya pas-pasan, yang untuk hidup sehari-hari masih kerepotan. Kalau bukan level manager ke atas ya orang asing. Merekalah yang mampu secara finansial menikmati semua fasilitas tersebut demi kenyamanan dan gaya hidupnya. Rakyat kecil yang miskin mungkin hanya bisa berjalan - jalan di sekitar kompleks tersebut tanpa bisa menikmati lebih banyak lagi.
Jika informasi yang ada di selebaran itu benar, maka ganti rugi yang diterima masyarakat tidak seimbang dengan nilai mega proyek yang sedang dikerjakan. Selebaran itu sepertinya dibuat oleh mereka yang peduli dan prihatin akan besarnya ganti rugi yang diterima masyarakat. Artikel yang disertakan dalam selebaran itu digunakan untuk memberi informasi agar masyarakat sadar siapakah sesungguhnya yang hendak membeli tanah yang mereka tempati. Sehingga, mereka menyadari hak mereka untuk mendapat ganti rugi yang layak. Jangan sampai sesudah mereka rela melepaskan tempat tinggal mereka, ternyata mereka tidak bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak. Sudah merupakan rahasia umum bahwa penggusuran seringkali melibatkan banyak kepentingan, mulai dari pengusaha, penguasa, pekerja sampai penduduk yang tanahnya digusur. Sehingga, persoalan penggusuran menjadi salah satu masalah sosial paling kompleks di negeri ini.
Satu hal yang seringkali terlupakan adalah bahwa orang-orang miskin juga manusia. Mereka berhak mendapat tempat tinggal yang layak dan berhak pula mendapat kesempatan untuk hidup layak. Mereka juga perlu makan, pakaian dan tempat tinggal yang layak. Seharusnya, tidak boleh ada manusia yang tinggal di tempat yagn tidak layak ditempati sperti emperan toko, jembatan penyebarangan atau kolong jembatan. Rumah-rumah kumuh yang terletak di gang-gang sempit pun seharusnya tidak ada. Degnan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, baik dalam bentuk bahan tambang atau hasil pertanian, rakyat Indonesia seharusnya tidak ada yang miskin. "This country shouldn't be poor" begitu kata John Perkins dalam film dokumenter The New Rulers.
Modal utama untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia adalah adanya kemauan dan keberanian. HS Dillon pernah mengatakan "Untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia, kita tidak perlu mengemis hutang kepada IMF atau memerlukan bantuan dari lembaga asing.Jika 10% orang terkaya di Indonesia memberikan 20% penghasilannya (bukan harta atau asetnya) maka tidak ada lagi orang miskin di Indonesia pada tahun itu." (H.S. Dillon, KOMPAS; Selasa, 17 Oktober 2006). Sehingga, asalkan penduduk negeri ini, terutama yang kaya, tidak begitu serakah, maka kemiskinan akan dengan mudah teratasi. Minimal kaum miskin bisa bertahan hidup dan bisa memenuhi kebututan hidup mereka yang paling mendasar.
Namun sayang, peradaban kita sekarang ini adalah peradaban yang memanjakan yang kaya serta menindas yang miskin. Peradaban yang mengedepankan ego, kepentingan duniawi serta kekayaan materi. Bukan agama, spiritualitas dan kepedulian pada sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Sehingga, mimpi mewujudkan peradaban yang peduli, beradab dalam lindungan keridhoan Allah subhawataala masih jauh dari kenyataan.
Semgoa bermanfaat
Sampai saat tanah moyangku
Tersentuh sebuah rencana
Demi serakahnya kota
Terlihat murung wajah pribumi
Terdengar langkah hewan bernyanyi
Di depan masjid
Samping rumah wakil pak lurah
Tempat dulu kami bermain
Mengisi cerahnya hari
Namun sebentar lagi
Angkuh tembok pabrik berdiri
Satu persatu sahabat pergi
Dan tak kan pernah kembali
Ujung Aspal Pondok Gede - Iwan Fals
Minggu, 27 November 2011
[Peduli] Istiqomah, tetaplah istiqomah

Yah, Istiqomah bukanlah anak yang beruntung dilahirkan lengkap dan normal. Bayi mungil ini adalah putri pertama Mas Wahid Widodo (34 tahun) seorang buruh tani warga Candigilo, Ngadipuro, Dukun, Magelang. Istiqomah lahir Lahir dengan wajah dan mulut tanpa langit-langit, mata yang buta dengan bola mata yang keluar.. sungguh ini cobaan yang sangaaaat berat untuk mereka. Luar Biasa berat. 
Memang, Istiqomah telah mendapat operasi pengobatan jantung bocor dan bibir sumbing karean mereka tinggal di daerah rawan bencana di kaki gunung Merapi. Namun, bantuan itu akan berakhir beberapa bulan ke depan. Agar bisa mengunyah pada umur 1.5 tahun nanti, Istiqomah harus dioperasi lagi, namun orang tuanya tentu tidak mampu membiayai operasi itu sendiri.
Untunglah para donatur dan relawan Sedekah Rombongan telah kembali bergerak untuk mengumpulkan dana demi Istiqomah. Semoga Allah SWT meridhoi dan memudahkan langkah mereka untuk membantu hambaNya yang diamanahkan kepada mereka dan kita semua. Semoga Dia yang Maha Membolak Balik Hati melembutkan hati kita semua untuk membantu dan mengeluarkan kelebihan rezeki kita demi kesembuhan Istiqomah.
Semoga engkau tetap istiqomah sebagaimana namamu yang indah itu nak, kami semua sayang padamu, doa kami bersamamu, aamin
More info please visit Rombongan 37 di Sedekah Rombongan.
Semoga bermanfaat
Foto minjam dari situs Sedekah Rombongan.
Memang, Istiqomah telah mendapat operasi pengobatan jantung bocor dan bibir sumbing karean mereka tinggal di daerah rawan bencana di kaki gunung Merapi. Namun, bantuan itu akan berakhir beberapa bulan ke depan. Agar bisa mengunyah pada umur 1.5 tahun nanti, Istiqomah harus dioperasi lagi, namun orang tuanya tentu tidak mampu membiayai operasi itu sendiri.
Untunglah para donatur dan relawan Sedekah Rombongan telah kembali bergerak untuk mengumpulkan dana demi Istiqomah. Semoga Allah SWT meridhoi dan memudahkan langkah mereka untuk membantu hambaNya yang diamanahkan kepada mereka dan kita semua. Semoga Dia yang Maha Membolak Balik Hati melembutkan hati kita semua untuk membantu dan mengeluarkan kelebihan rezeki kita demi kesembuhan Istiqomah.
Semoga engkau tetap istiqomah sebagaimana namamu yang indah itu nak, kami semua sayang padamu, doa kami bersamamu, aamin
More info please visit Rombongan 37 di Sedekah Rombongan.
Semoga bermanfaat
Foto minjam dari situs Sedekah Rombongan.
Kamis, 24 November 2011
[Peduli] Ladang Amal itu memang untuk kita
Saat sekarang ini, perhatian masyarakat tertuju pada pesta pernikahan dua anak pejabat negara. Yang paling disoroti adalah besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pesta tersebut. Media-media seakan berlomba menayangkan acara itu sehingga tersiar di seluruh Nusantara. Situs-situs berita yang menayangkan pernikahan megah itu terbanjiri oleh banyak komentar. Komentar-komentar yang datang sebagian besar pedas, sinis, mengecam dan melecehkan. Seakan rasa hormat kepada para pemimpin bangsa ini sudah dicampakkan begitu saja bagaikan sampah yang dibuang tanpa dipedulikan lagi. 
Para komentator itu memang tidak sepenuhnya bisa disalahkan memang. Mereka adalah puncak-puncak gunung es kekecewaan dan kemarahan rakyat pada pemimpinnya. Pernikahan sepasang anak pejabat-pejabat negara itu seakan menafikan krisis multi dimensi yang masih belum juga teratasi di negeri ini. Adakah hal yang lebih menyakitkan dan menyedihkan melihat sebagian orang berpesta dengan anggaran yang besar sementara orang lain kelaparan dan tidak bisa berobat ke rumah sakit?
Salah satu dari mereka yang kurang beruntung itu adalah Rara. Rara bukanlah artis atau selebritis apalagi tokoh politik terkenal. Rara hanyalah anak seorang buruh pabrik tahu di daerah Jogjakarta. Suatu ketika, bocah itu bermain dengan teman-temannya saat ada acara hajatan sunatan massal. Saat berlari mundur, Rara tidak menyadari ada panci berisi kuah mendidih di belakangnya. Tak ayal lagi, bagian belakang tubuh Rara pun masuk ke panci tersebut. Mula-mula bokongnya lalu seluruh tubuhnya ikut terkena kuah gulai yang panas mendidih itu. Kisah selengkapnya dapat sahabat-sahabat sekalian simak di blog Sedekah Rombongan yang digagas Pak Saptuari, pemilik Kedai Digital di Jogjakarta. Karena saya sungguh tidak sanggup menuliskan kisah itu. Terlalu menyedihkan dan mengharukan sehingga menyayat hati dan menggetarkan jiwa. Yang jelas, kisah para relawan membantu Rara lebih layak disimak ketimbang pernikahan dua anak pejabat tadi. Walaupun saya yakin bukan itu yang diingikan para relawan. Tersampaikannya amanah para donatur, termasuk untuk kesembuhan Rara, jauh lebih lebih penting dari semua itu.
Kini biaya untuk perawatan Rara selama di rumah sakit ditanggung para donatur. Tim Sedekah Rombongan kini sedang giat menggalang dana untuk penyembuhan dan pemulihan Rara. Rara kini telah dipindahkan ke Poli khusus rawat luka bakar. Namun, agar benar-benar sembuh, Rara masih perlu lebih banyak biaya. Tim Sedekah Rombongan berharap akan datang lebih banyak donatur lagi untuk membantu Rara agar pulih dan ceria seperti sedia kala. Mereka terus menggalang dukungan lewat akun twitter mereka dengan memakai hastag #SedekahRombongan. Untuk teman-teman yang aktif di Twitter, mohon kiranya berkenan me-retweet dan me-mention info ini agar tersebar lebih luas. Sungguh sangat berarti buat Rara dan para penerima bantuan Sedekah Rombongan lainnya.
Terasa ironis memang. Di saat para pejabat kaya berpesta pora, malah rakyat yang bergotong royong membantu sesama yang membutuhkan. Para donatur mungkin tidak semuanya orang kaya dan banyak harta. Banyak juga yang penghasilannya tidak seberapa dibanding yang sedang pesta saat ini. Biaya perawatan Rara yang berkisar beberapa puluh juta rupiah tentu merupakan harga yang murah bagi para pejabat yang sedang berpesta itu. Entah apa yang menghalangi mereka berbagi lebih banyak sehingga rakyat pun akhirnya yang berbondong-bondong bersedekah bagi Rara dan para dhuafa lainnya.
Mungkin ladang amal membantu Rara dan para dhuafa lainnya memang diberikan kepada rakyat dan bukan para pejabat kaya tersebut. Allah SWT telah menggerakkan hati sebagian rakyat negeri ini untuk berbagi meski mereka tidak semuanya kaya. Dan bagi yang sedang berpesta pora, yang mereka dapatkan sesungguhnya mungkin istidraj. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al Quran "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya (QS al-Isra' [17]: 16)". Nauzubillah min dzalik
Selamat beraktifitas di hari Jumat yang berkah dan indah ini temans, jangan lupa berikan sedekah kita yang terbaik hari ini karena ladang amal ini telah diberikan pada kita. Bukan mereka yang keras dan tertutup hatinya sehingga enggan melihat dan peduli pada penderitaan sesama.
Semoga bermanfaat, mohon maaf untuk yang kurang berkenan. Untuk Rara cepat sembuh ya nak, kami semua sayang padamu dan doa kami bersamamu
Informasi tentang Sedekah Rombongan dapat diperoleh di Blog Sedekah Rombongan
Para komentator itu memang tidak sepenuhnya bisa disalahkan memang. Mereka adalah puncak-puncak gunung es kekecewaan dan kemarahan rakyat pada pemimpinnya. Pernikahan sepasang anak pejabat-pejabat negara itu seakan menafikan krisis multi dimensi yang masih belum juga teratasi di negeri ini. Adakah hal yang lebih menyakitkan dan menyedihkan melihat sebagian orang berpesta dengan anggaran yang besar sementara orang lain kelaparan dan tidak bisa berobat ke rumah sakit?
Salah satu dari mereka yang kurang beruntung itu adalah Rara. Rara bukanlah artis atau selebritis apalagi tokoh politik terkenal. Rara hanyalah anak seorang buruh pabrik tahu di daerah Jogjakarta. Suatu ketika, bocah itu bermain dengan teman-temannya saat ada acara hajatan sunatan massal. Saat berlari mundur, Rara tidak menyadari ada panci berisi kuah mendidih di belakangnya. Tak ayal lagi, bagian belakang tubuh Rara pun masuk ke panci tersebut. Mula-mula bokongnya lalu seluruh tubuhnya ikut terkena kuah gulai yang panas mendidih itu. Kisah selengkapnya dapat sahabat-sahabat sekalian simak di blog Sedekah Rombongan yang digagas Pak Saptuari, pemilik Kedai Digital di Jogjakarta. Karena saya sungguh tidak sanggup menuliskan kisah itu. Terlalu menyedihkan dan mengharukan sehingga menyayat hati dan menggetarkan jiwa. Yang jelas, kisah para relawan membantu Rara lebih layak disimak ketimbang pernikahan dua anak pejabat tadi. Walaupun saya yakin bukan itu yang diingikan para relawan. Tersampaikannya amanah para donatur, termasuk untuk kesembuhan Rara, jauh lebih lebih penting dari semua itu.
Kini biaya untuk perawatan Rara selama di rumah sakit ditanggung para donatur. Tim Sedekah Rombongan kini sedang giat menggalang dana untuk penyembuhan dan pemulihan Rara. Rara kini telah dipindahkan ke Poli khusus rawat luka bakar. Namun, agar benar-benar sembuh, Rara masih perlu lebih banyak biaya. Tim Sedekah Rombongan berharap akan datang lebih banyak donatur lagi untuk membantu Rara agar pulih dan ceria seperti sedia kala. Mereka terus menggalang dukungan lewat akun twitter mereka dengan memakai hastag #SedekahRombongan. Untuk teman-teman yang aktif di Twitter, mohon kiranya berkenan me-retweet dan me-mention info ini agar tersebar lebih luas. Sungguh sangat berarti buat Rara dan para penerima bantuan Sedekah Rombongan lainnya.
Terasa ironis memang. Di saat para pejabat kaya berpesta pora, malah rakyat yang bergotong royong membantu sesama yang membutuhkan. Para donatur mungkin tidak semuanya orang kaya dan banyak harta. Banyak juga yang penghasilannya tidak seberapa dibanding yang sedang pesta saat ini. Biaya perawatan Rara yang berkisar beberapa puluh juta rupiah tentu merupakan harga yang murah bagi para pejabat yang sedang berpesta itu. Entah apa yang menghalangi mereka berbagi lebih banyak sehingga rakyat pun akhirnya yang berbondong-bondong bersedekah bagi Rara dan para dhuafa lainnya.
Mungkin ladang amal membantu Rara dan para dhuafa lainnya memang diberikan kepada rakyat dan bukan para pejabat kaya tersebut. Allah SWT telah menggerakkan hati sebagian rakyat negeri ini untuk berbagi meski mereka tidak semuanya kaya. Dan bagi yang sedang berpesta pora, yang mereka dapatkan sesungguhnya mungkin istidraj. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al Quran "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya (QS al-Isra' [17]: 16)". Nauzubillah min dzalik
Selamat beraktifitas di hari Jumat yang berkah dan indah ini temans, jangan lupa berikan sedekah kita yang terbaik hari ini karena ladang amal ini telah diberikan pada kita. Bukan mereka yang keras dan tertutup hatinya sehingga enggan melihat dan peduli pada penderitaan sesama.
Semoga bermanfaat, mohon maaf untuk yang kurang berkenan. Untuk Rara cepat sembuh ya nak, kami semua sayang padamu dan doa kami bersamamu
Informasi tentang Sedekah Rombongan dapat diperoleh di Blog Sedekah Rombongan
[Peduli] Media dan Kepedulian
Sepengetahuan saya, yang sudah jarang nonton TV ini, masih ada acara-acara televisi yang memiliki konten kepedulian. Contohnya adalah Peduli Kasih yang ditayangkan Indosiar dan Jika aku menjadi di Trans TV. Dulu pernah ada acara talkshow tengah malam yang ditayangkan Metro TV dengan nama Midnight Live. Dalam salah satu episode acara tersebut ditayangkan seorang tukang ojek yang anaknya sakit dan perlu biaya mahal untuk perawatannay. Telepon masuk pun silih berganti sehingga terkumpullah biaya lebih dari cukup untuk perawatan si anak tukang ojek hanya dalam waktu 1 malam. Namun acara-acara seperti itu tidaklah tinggi rating-nya. Masyarakat lebih suka acara gosip kaum selebritis atau banyolan yang mengocok perut mengundang tawa. Bahkan acara-acara ceramah keagamaan terkadang lebih banyak lucunya daripada ilmunya, namun itulah yang disukai masyarakat kita. Sangat disayangkan memang. 
Sehingga, internet seakan menjadi media terakhir untuk menyalurkan kepedulian dan memberi informasi keberadaan mereka yang membutuhkan. Sebagian blogger dan para penggunan situs-situs jejaring sosial ada yang mendedikasikan sebagian tulisan dan posting mereka untuk menginformasikan keberadaan mereka yang membutuhkan. Walau mungkin masih jauh dari ideal, mengingat terus bertambahnya penduduk miskin di negeri yang malang ini, namun tidaklah akan sia-sia dalam pandangan Allah SWT.
Salah satu dari mereka adalah Rara. Rara bukanlah artis atau selebritis apalagi tokoh politik terkenal. Rara hanyalah anak seorang buruh pabrik tahu di daerah Jogjakarta. Suatu ketika, bocah itu bermain dengan teman-temannya saat ada acara sunatan massal. Saat berlari mundur, Rara tidak menyadari ada panci berisi kuah mendidih di belakangnya. Tak ayal lagi, bagian belakang tubuh Rara pun masuk ke panci tersebut. Mula-mula bokongnya lalu seluruh tubuhnya ikut terkena cairan panas. Kisah selengkapnya dapat sahabat-sahabat sekalian simak di blog Sedekah Rombongan yang digagas Pak Saptuari, pemilik Kedai Digital di Jogjakarta. Karena saya sungguh tidak sanggup menuliskan kisah itu.
Masih banyak anak-anak tidak mampu seperti Rara yang memerlukan perawatan dan lebih banyak lagi yang perlu pendidikan dan sebagainya. Mari kita dedikasikan sebagian kemampuan kita menyebarkan informasi di internet, baik melalui blog atau jejaring sosial seperti FB atau twitter, untuk kepedulian. Akan lebih baik lagi jika kita mau dan mampu mengeluarkan kelebihan harta kita demi mereka.
Sekedar menyalakan kembali semangat peduli dan berbagi yang sempat meredup dan nasihat untuk diri sendiri. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang membaca.
Sehingga, internet seakan menjadi media terakhir untuk menyalurkan kepedulian dan memberi informasi keberadaan mereka yang membutuhkan. Sebagian blogger dan para penggunan situs-situs jejaring sosial ada yang mendedikasikan sebagian tulisan dan posting mereka untuk menginformasikan keberadaan mereka yang membutuhkan. Walau mungkin masih jauh dari ideal, mengingat terus bertambahnya penduduk miskin di negeri yang malang ini, namun tidaklah akan sia-sia dalam pandangan Allah SWT.
Salah satu dari mereka adalah Rara. Rara bukanlah artis atau selebritis apalagi tokoh politik terkenal. Rara hanyalah anak seorang buruh pabrik tahu di daerah Jogjakarta. Suatu ketika, bocah itu bermain dengan teman-temannya saat ada acara sunatan massal. Saat berlari mundur, Rara tidak menyadari ada panci berisi kuah mendidih di belakangnya. Tak ayal lagi, bagian belakang tubuh Rara pun masuk ke panci tersebut. Mula-mula bokongnya lalu seluruh tubuhnya ikut terkena cairan panas. Kisah selengkapnya dapat sahabat-sahabat sekalian simak di blog Sedekah Rombongan yang digagas Pak Saptuari, pemilik Kedai Digital di Jogjakarta. Karena saya sungguh tidak sanggup menuliskan kisah itu.
Masih banyak anak-anak tidak mampu seperti Rara yang memerlukan perawatan dan lebih banyak lagi yang perlu pendidikan dan sebagainya. Mari kita dedikasikan sebagian kemampuan kita menyebarkan informasi di internet, baik melalui blog atau jejaring sosial seperti FB atau twitter, untuk kepedulian. Akan lebih baik lagi jika kita mau dan mampu mengeluarkan kelebihan harta kita demi mereka.
Sekedar menyalakan kembali semangat peduli dan berbagi yang sempat meredup dan nasihat untuk diri sendiri. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang membaca.
Jumat, 18 November 2011
[Kultwit] Sedekah Sawah by Yusuf Mansur
Ikutan sdkh sawah? Mulai 100rb. Hslnya u/ makan santri2 yg lg ngafal qur'an, dll. Mandiri 1280021121121, BCA 6860223773, a/n yusuf mansur.
#sedekahsawah 1. Kan kita selama ini suka ngasih makan orang. Paling kagak suka nraktir. Suka ngasih beras. Nah, knp ga sekalian beli sawah?
#sedekahsawah 2. Gagasan ini sama saja dengan kenapa ga sekalian buka rumah makan? He he he. Di mana hasilnya adalah buat sedekah.
#sedekahsawah 3. Spy semangat, tidak semua disedekahkan. 40% hasilnya buat pemilik modal. 50% buat sedekah. 10% buat pengelola professional.
#sedekahsawah 4. Atas izin Allah, saya ngedorong @saptuari, @masmono08, @ipphoright, @andre_raditya, u/ ngegawangin ini.
#sedekahsawah 5. Ini konsep namanya SEDEKAHPRODUKTIF. Liat komposisinya. Pengelola tetep dikasih hak profesionalnya. Spy bener jalannya.
#sedekahsawah 6. Dan pemilik modal, pemilik sedekah, pun dibagi 40%. Spy apa? Spy dia mndapatkan ksempatan jg sedekah kemana tempat dia mau.
#sedekahsawah 7. Adil, dan menentramkan. Pemilik dana, boleh juga tidak menyedekahkan lagi bagiannya. Toh, dia sdh sedekah 50%.
#sedekahsawah 8. Kenapa dipilih sawah? Sederhana saja. Nanti ya kalo udah kuat, beli pesawat, he he. Hotel, Sekolah, Universitas, Bengkel,
#sedekahsawah 9. Showroom, Rumah Makan/Restoran, Rumah Sakit, Pabrik, Toko2. Apa saja. Kita awali dg sawah ini dulu. Trmasuk yg riil.
#sedekahsawah 10. Kalo bangsa ini, bnyk yg mikir produktif+sedekah, insyaAllah tmbh maju dah. Dana ga diem, bergulir, manfaat dunia-akhirat.
#sedekahsawah 11. Kalo situ adlh keluarga besar, blh jg lsg eksekusi sendiri. Kalo situ adlh kumpulan dari komunitas besar, bikin aja sndr.
#sedekahsawah 12. Misalnya dg men-take-over 1 swalayan dg dana sedekah, lalu hasilnya yg disalurkan abadan abadaa, selama2nya.
#sedekahsawah 13. Adapun langkah kita ini, sekalian saya masukkan visi misi besar. Yakni membantu negara u/ mencetak tambahan lahan sawah.
#sedekahsawah 14. Tnp prlu mlalui rapat anggota dewan, he7x, &tak perlu mnunggu instruksi presiden. Kan saya blm jd presiden juga, uhuiii...
#sedekahsawah 15. Sekaligus mengamankan petani dari fluktuatif harga. Sebab dikonsumsi sendiri berasnya dan hasil pertaniannya.
#sedekahsawah 16. Yakni dipake buat makan santri2 penghafal Qur'an yg lagi ngafal Qur'an. Plus guru2nya. InsyaAllah bila lahannya luas,
#sedekahsawah 17. Maka sebaran distribusinya pun bisa diperluas. Merambah ke dhuafa.
#sedekahsawah 18. Yg mau ikutan sedekah sawah, sederhana sekali. Ya tinggal transfer saja, dan konfirmasi via imel. Timnya sdg dibentuk.
#sedekahsawah 19. Maka sementara imelnya pake imel saya, dan rekeningnya pake rekening saya. Nanti direkap, didata, dan difollow-up.
#sedekahsawah 20. Tahap I, kita ambil sawah di sukabumi. Daerah agro. Bagus. Lagi dibangun akses tol. Memudahkan donatur u/ visit.
#sedekahsawah 21. Di sana, tanahnya udah di atas 300rb, sbb daerah wisata dan akan ada tol. Namun alhamdulillaah ada jamaah pake harga lama.
#sedekahsawah 22. Sudah disurvey. InsyaAllah tidak ada mark-up harga dan maen2. Sbb urusannya sedekah. Lsg sama Allag tngg jwbnya.
#sedekahsawah 23. Per meternya 70rb. Dg modal kerja ya kira2 100rb per meternya dah. Bisa ambil semeter, bisa sehektar.
#sedekahsawah 24. Bisa a/n sendiri. Bisa a/n keluarga. Bisa a/n komunitas (majelis ta'lim, ktr, pabrik, sekolah).
#sedekahsawah 25. Dan insyaAllah seperti sdh dikatakan, ada bg hasilnya. Sbb ini sedekah produktif. 50% sedekah, 40% donatur, 10% pengelola.
#sedekahsawah 26. Diharapkan, bagian donatur bisa diberikan lg ke siapa & kemana dia mau bagi, dari hasil panen. InsyaAllah. Fair. Adil.
#sedekahsawah 1. Kan kita selama ini suka ngasih makan orang. Paling kagak suka nraktir. Suka ngasih beras. Nah, knp ga sekalian beli sawah?
#sedekahsawah 2. Gagasan ini sama saja dengan kenapa ga sekalian buka rumah makan? He he he. Di mana hasilnya adalah buat sedekah.
#sedekahsawah 3. Spy semangat, tidak semua disedekahkan. 40% hasilnya buat pemilik modal. 50% buat sedekah. 10% buat pengelola professional.
#sedekahsawah 4. Atas izin Allah, saya ngedorong @saptuari, @masmono08, @ipphoright, @andre_raditya, u/ ngegawangin ini.
#sedekahsawah 5. Ini konsep namanya SEDEKAHPRODUKTIF. Liat komposisinya. Pengelola tetep dikasih hak profesionalnya. Spy bener jalannya.
#sedekahsawah 6. Dan pemilik modal, pemilik sedekah, pun dibagi 40%. Spy apa? Spy dia mndapatkan ksempatan jg sedekah kemana tempat dia mau.
#sedekahsawah 7. Adil, dan menentramkan. Pemilik dana, boleh juga tidak menyedekahkan lagi bagiannya. Toh, dia sdh sedekah 50%.
#sedekahsawah 8. Kenapa dipilih sawah? Sederhana saja. Nanti ya kalo udah kuat, beli pesawat, he he. Hotel, Sekolah, Universitas, Bengkel,
#sedekahsawah 9. Showroom, Rumah Makan/Restoran, Rumah Sakit, Pabrik, Toko2. Apa saja. Kita awali dg sawah ini dulu. Trmasuk yg riil.
#sedekahsawah 10. Kalo bangsa ini, bnyk yg mikir produktif+sedekah, insyaAllah tmbh maju dah. Dana ga diem, bergulir, manfaat dunia-akhirat.
#sedekahsawah 11. Kalo situ adlh keluarga besar, blh jg lsg eksekusi sendiri. Kalo situ adlh kumpulan dari komunitas besar, bikin aja sndr.
#sedekahsawah 12. Misalnya dg men-take-over 1 swalayan dg dana sedekah, lalu hasilnya yg disalurkan abadan abadaa, selama2nya.
#sedekahsawah 13. Adapun langkah kita ini, sekalian saya masukkan visi misi besar. Yakni membantu negara u/ mencetak tambahan lahan sawah.
#sedekahsawah 14. Tnp prlu mlalui rapat anggota dewan, he7x, &tak perlu mnunggu instruksi presiden. Kan saya blm jd presiden juga, uhuiii...
#sedekahsawah 15. Sekaligus mengamankan petani dari fluktuatif harga. Sebab dikonsumsi sendiri berasnya dan hasil pertaniannya.
#sedekahsawah 16. Yakni dipake buat makan santri2 penghafal Qur'an yg lagi ngafal Qur'an. Plus guru2nya. InsyaAllah bila lahannya luas,
#sedekahsawah 17. Maka sebaran distribusinya pun bisa diperluas. Merambah ke dhuafa.
#sedekahsawah 18. Yg mau ikutan sedekah sawah, sederhana sekali. Ya tinggal transfer saja, dan konfirmasi via imel. Timnya sdg dibentuk.
#sedekahsawah 19. Maka sementara imelnya pake imel saya, dan rekeningnya pake rekening saya. Nanti direkap, didata, dan difollow-up.
#sedekahsawah 20. Tahap I, kita ambil sawah di sukabumi. Daerah agro. Bagus. Lagi dibangun akses tol. Memudahkan donatur u/ visit.
#sedekahsawah 21. Di sana, tanahnya udah di atas 300rb, sbb daerah wisata dan akan ada tol. Namun alhamdulillaah ada jamaah pake harga lama.
#sedekahsawah 22. Sudah disurvey. InsyaAllah tidak ada mark-up harga dan maen2. Sbb urusannya sedekah. Lsg sama Allag tngg jwbnya.
#sedekahsawah 23. Per meternya 70rb. Dg modal kerja ya kira2 100rb per meternya dah. Bisa ambil semeter, bisa sehektar.
#sedekahsawah 24. Bisa a/n sendiri. Bisa a/n keluarga. Bisa a/n komunitas (majelis ta'lim, ktr, pabrik, sekolah).
#sedekahsawah 25. Dan insyaAllah seperti sdh dikatakan, ada bg hasilnya. Sbb ini sedekah produktif. 50% sedekah, 40% donatur, 10% pengelola.
#sedekahsawah 26. Diharapkan, bagian donatur bisa diberikan lg ke siapa & kemana dia mau bagi, dari hasil panen. InsyaAllah. Fair. Adil.
Minggu, 13 November 2011
Sedekah Rombongan | Menyampaikan Titipan dari Langit tanpa perlu Rumit, Sulit dan Berbelit
http://sedekahrombongan.com/
Apa itu #SedekahRombongan ?
Nama Saya Saptuari Sugiharto…
Sejak tulisan saya tentang Putri Herlina bulan Juni 2011 lalu muncul di www.saptuari.com, respon dari kawan-kawan pembaca blog ini sungguh luar biasa! SMS dan Mention twitter masuk terus yang hampir semuanya ingin nitip sedekah. Ada yang meminta untuk diberikan ke Panti-Panti Asuhan yang ditinggali bayi, ada juga yang minta diberikan kepada siapapun yang membutuhkan.
Saya seperti mendapatkan AMANAH DARI LANGIT untuk kepercayaan ini. Bayangkan, kawan-kawan yang tidak pernah berjumpa dengan saya, hanya ketemu di dunia maya rela untuk berbagi dan percaya bahwa sedekahnya akan sampai kepada yang berhak! Hanya Allah yang Berkuasa Membalikkan hati yang membuat semua ini terjadi.
Terimakasih kawan-kawan.. Amanah kalian akan kusampaikan! Ini adalah pertanggungjawaban dunia akhirat… nanti saksinya kaki, tangan kita semua dan para Malaikat!
Setelah pertamakali saya menulis tentang pengumpulan bantuan untuk Panti Asuhan Sayap Ibu pada tanggal 9 Juni 2011, dan bantuan pertama dari pembaca blog www.saptuari.com diserahkan pada tanggal 13 Juni 2011, ternyata langkah itu tidak berhenti. Banyak yang terus menitipkan sedekahnya untuk saya sampaikan kepada mereka yang berhak. Ini memang bukan yang pertama untuk saya, pada bulan November 2011 lalu ketika Merapi meletus saya dan kawan-kawan di Kedai Digital juga bergerak mengumpulkan dana melalui Sosial Media sehingga terkumpul 180 Juta.
Setelah saya renungkan, saya memutuskan gerakan berlanjut ini dinamakan #SedekahRombongan (dengan bentuk Hastag yang mudah dikenali di Twitter), saya membuat dua rekening khusus di bank yang memang hanya boleh ditransfer untuk donatur #SedekahRombongan, bukan untuk rekening Bisnis. Satu persatu muncul kawan-kawan yang mendukung gerakan ini, tiap hari ada saja yang terus memberikan dananya, baik melakukan konfirmasi atau tidak. semua tercatat di mutasi yang rutin kami rekap.
Saya memutuskan tanggal 9 Juni 2011 adalah hari kelahiran #SedekahRombongan, jika Allah mengijinkan gerakan ini akan bertahan hingga tahun-tahun ke depan. Saya juga melakukan mengajak beberapa rekan menjadi Volunteer sukarela dalam gerakan ini. Mereka tidak digaji, namun biaya bensin akan kami ganti yang kami sisihkan dari dana #SedekahRombongan. Saya berkonsultasi kepada beberapa pihak yang mengerti hukum amil Zakat, termasuk pada Kang @jamilazzaini sebagai pendiri Dompet Duafa, bahwa biaya operasional memang seharusnya diambilkan dari dana bantuan. pada saat penyerahan juga muncul sukarelawan dadakan yang ikut mendukung gerakan ini, mereka semua ikhlas turun kelapangan tanpa mendapatkan imbalan…
Saya mulai mengerucutkan siapa saja yang bisa menjadi sasaran penerima #SedekahRombongan berdasarkan prioritas yaitu:
1. Panti Asuhan Anak Cacat
2. Panti Asuhan Bayi Terlantar
3. Panti Asuhan Yatim Piatu
4. Janda-Janda tua dhuafa
5. Anak-Anak/Dewasa/Orangtua Sakit dan tidak mampu
6. Biaya sekolah Anak Yatim dan Duafa
7. Pondok Pesantren yang sedang dibangun/kekurangan
8. Mushola/Masjid yang sedang dibangun
9. Kebutuhan alat ibadah (Quran, Sarung, Mukena dll)
#SedekahRombongan juga memiliki visi dalam bentuk penjelasan identitasnya:
“Ini adalah Sedekah Jalanan, ini tentang obat yang belum terbeli, beras dan lauk yang belum terbayar…
tentang susu dan makanan bayi yang habis esok hari, juga biaya sekolah yang masih tertunda…
juga tentang bangunan panti, pondok, tempat tinggal bersama yang harus ditambah luasnya…”
#SedekahRombongan menyampaikan titipan dari langit, tanpa perlu rumit, sulit, dan berbelit-belit!”
Mari terus bergerak dan ikut mengangkatnya bersama-sama!
Gak ada perbuatan baik yang sia-sia… untuk tabungan kelak di kuburan kita semua…
“Sayangilah mereka yang ada di bumi, agar engkau dicintai yang ada di langit..”
(Rekening KHUSUS #SedekahRombongan)
Rek BCA: 456-492-1400
Rek Mandiri: 137-00-8979-8900
a/n Saptuari Sugiharto
Apa itu #SedekahRombongan ?
Nama Saya Saptuari Sugiharto…
Sejak tulisan saya tentang Putri Herlina bulan Juni 2011 lalu muncul di www.saptuari.com, respon dari kawan-kawan pembaca blog ini sungguh luar biasa! SMS dan Mention twitter masuk terus yang hampir semuanya ingin nitip sedekah. Ada yang meminta untuk diberikan ke Panti-Panti Asuhan yang ditinggali bayi, ada juga yang minta diberikan kepada siapapun yang membutuhkan.
Saya seperti mendapatkan AMANAH DARI LANGIT untuk kepercayaan ini. Bayangkan, kawan-kawan yang tidak pernah berjumpa dengan saya, hanya ketemu di dunia maya rela untuk berbagi dan percaya bahwa sedekahnya akan sampai kepada yang berhak! Hanya Allah yang Berkuasa Membalikkan hati yang membuat semua ini terjadi.
Terimakasih kawan-kawan.. Amanah kalian akan kusampaikan! Ini adalah pertanggungjawaban dunia akhirat… nanti saksinya kaki, tangan kita semua dan para Malaikat!
Setelah pertamakali saya menulis tentang pengumpulan bantuan untuk Panti Asuhan Sayap Ibu pada tanggal 9 Juni 2011, dan bantuan pertama dari pembaca blog www.saptuari.com diserahkan pada tanggal 13 Juni 2011, ternyata langkah itu tidak berhenti. Banyak yang terus menitipkan sedekahnya untuk saya sampaikan kepada mereka yang berhak. Ini memang bukan yang pertama untuk saya, pada bulan November 2011 lalu ketika Merapi meletus saya dan kawan-kawan di Kedai Digital juga bergerak mengumpulkan dana melalui Sosial Media sehingga terkumpul 180 Juta.
Setelah saya renungkan, saya memutuskan gerakan berlanjut ini dinamakan #SedekahRombongan (dengan bentuk Hastag yang mudah dikenali di Twitter), saya membuat dua rekening khusus di bank yang memang hanya boleh ditransfer untuk donatur #SedekahRombongan, bukan untuk rekening Bisnis. Satu persatu muncul kawan-kawan yang mendukung gerakan ini, tiap hari ada saja yang terus memberikan dananya, baik melakukan konfirmasi atau tidak. semua tercatat di mutasi yang rutin kami rekap.
Saya memutuskan tanggal 9 Juni 2011 adalah hari kelahiran #SedekahRombongan, jika Allah mengijinkan gerakan ini akan bertahan hingga tahun-tahun ke depan. Saya juga melakukan mengajak beberapa rekan menjadi Volunteer sukarela dalam gerakan ini. Mereka tidak digaji, namun biaya bensin akan kami ganti yang kami sisihkan dari dana #SedekahRombongan. Saya berkonsultasi kepada beberapa pihak yang mengerti hukum amil Zakat, termasuk pada Kang @jamilazzaini sebagai pendiri Dompet Duafa, bahwa biaya operasional memang seharusnya diambilkan dari dana bantuan. pada saat penyerahan juga muncul sukarelawan dadakan yang ikut mendukung gerakan ini, mereka semua ikhlas turun kelapangan tanpa mendapatkan imbalan…
Saya mulai mengerucutkan siapa saja yang bisa menjadi sasaran penerima #SedekahRombongan berdasarkan prioritas yaitu:
1. Panti Asuhan Anak Cacat
2. Panti Asuhan Bayi Terlantar
3. Panti Asuhan Yatim Piatu
4. Janda-Janda tua dhuafa
5. Anak-Anak/Dewasa/Orangtua Sakit dan tidak mampu
6. Biaya sekolah Anak Yatim dan Duafa
7. Pondok Pesantren yang sedang dibangun/kekurangan
8. Mushola/Masjid yang sedang dibangun
9. Kebutuhan alat ibadah (Quran, Sarung, Mukena dll)
#SedekahRombongan juga memiliki visi dalam bentuk penjelasan identitasnya:
“Ini adalah Sedekah Jalanan, ini tentang obat yang belum terbeli, beras dan lauk yang belum terbayar…
tentang susu dan makanan bayi yang habis esok hari, juga biaya sekolah yang masih tertunda…
juga tentang bangunan panti, pondok, tempat tinggal bersama yang harus ditambah luasnya…”
#SedekahRombongan menyampaikan titipan dari langit, tanpa perlu rumit, sulit, dan berbelit-belit!”
Mari terus bergerak dan ikut mengangkatnya bersama-sama!
Gak ada perbuatan baik yang sia-sia… untuk tabungan kelak di kuburan kita semua…
“Sayangilah mereka yang ada di bumi, agar engkau dicintai yang ada di langit..”
(Rekening KHUSUS #SedekahRombongan)
Rek BCA: 456-492-1400
Rek Mandiri: 137-00-8979-8900
a/n Saptuari Sugiharto
Rabu, 09 November 2011
Tweet Retweet
Alhamdulillah Tweet saya di-retweet sama @TanganDiAtas ke sekitar 15 ribu follower mereka.
Isi tweetnya tentang liputan Mabit di Masjid Agung Sunda Kelapa beberapa waktu yang lalu, liputannya bisa dibaca di posting yang ini dan di Multiply bisa dibaca di posting yang ini
Yang ingin mengenal TDA lebih dekat bisa mampir ke http://tangandiatas.com/
Label:
bisnis,
kasihsayang,
komunitas,
mabit,
rahmat,
tangandiatas,
twitter
Selasa, 01 November 2011
KabarKomunitas : Bee Community, Refreshing Bersama Berbagi Dan Peduli
http://kabarjakarta.com/berita-169-bee-community-refreshing-bersama-berbagi-dan-peduli.html
berita tentang komunitas lebah di kabarjakarta.com, selamat membaca semoga bermanfaat
berita tentang komunitas lebah di kabarjakarta.com, selamat membaca semoga bermanfaat
Langganan:
Postingan (Atom)
