Tampilkan postingan dengan label zionisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zionisme. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2012

Membela Palestina dengan Jihad Harta (1)

http://wasathon.com/humaniora/read/membela_palestina_dengan_jihad_harta_1/
Malam makin larut di suatu kota di Mesir. Seorang pemuda sedang menunggu taksi di tepi jalan. Pemuda ini bekerja di sebuah perusahaan milik orang Yahudi. Dia seringkali heran dengan para pemilik perusahaan tersebut, karena kerugian beberapa ratus dollar saja sudah cukup membuat mereka paranoid, ketakutan hingga kalang kabut. Sungguh, betapa besar kecintaan mereka pada harta benda dunia.

Selanjutnya sila ke link :)

Minggu, 29 April 2012

SURAT TERBUKA UNTUK WAPRES

Pak Wapres yang terhormat, saya sudah membaca berita tentang pernyataan Bapak mengenai volume suara adzan.  Mungkin pak Wapres menyamakan antara adzan dengan puisi atau karya seni sastra yang disampaikan dengan bahasa lembut mendayu-dayu hingga membuat pendengarnya terlena.  Sehingga, menurut logika dan nalar pak Wapres, orang akan tersentuh hati sanubarinya dan akan menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.  Semoga saya tidak salah menduga arah pembicaraan pak Wapres.  

Pak Wapres, Adzan adalah bagian dari syariat Islam yang sudah jelas ketentuannya.  Tujuan Adzan adalah menyeru dan memanggil kaum muslimin untuk melaksanakan sholat wajib lima waktu. Adzan bukan puisi yang ditujukan untuk menyentuh hati sanubari manusia agar terenyuh perasaannya sampai meneteskan air mata, bukan itu.  Walaupun bisa saja ada orang yagn tersentuh hatinya dan mendapat hidayah dan petunjuk dengan perantaraan adzan.  Tidak ada ketentuan syariat yang mengatur keras atau lemahnya volume adzan.  Adzan justru harus diteriakkan dengan lantang sebagai bagian dari ghirah dan izzah kaum muslimin aga emreka bagnkit dan melaksanakan sholat yagn telah tiba waktunya.  Perlu pak Wapres ketahui, izzah dan ghirah inilah yang dibenci musuh-musuh Islam, termasuk yang sekarang sedang giat-giatnya mengeruk kekayaan alam negeri kaya raya ini.  

Jika kita ingin menyentuh hati manusia, terlebih dahulu kita harus memahami apa yang ada dalam pikrian dan perasaan mereka.  Mungkin ada puisi atau karya -karya sastra yang bisa dipergunakan untuk keperluan tersebut, tapi yang jelas bukan Adzan.  Lagipula, apakah pak Wapres memahami seperti apa isi hati sanubari sebagian besar anggota masyarakat kita? Banyak yang sudah apatis dan tidak peduli lagi dengan masa depan bangsa ini.  Yang penting, apa yang ada di depan mata sikat saja jangan sampai keduluan yagn lain.  Maka tidak mengherankan apabila ada orang-orang yang senang minta dibuatkan bon kosong untuk memark-up jumlah uang yang akan digantikan oleh bagian keuangan dari tempat kerja mereka.  Ada juga yang minta dibuatkan sertifikat palsu agar bisa mendapat pekerjaan, padahal yang bersangkutan tidak kompeten sama sekali di bidang itu. Masih banyak lagi contoh-contoh yang lain, Pak Wapres.  

Jadi pak Wapres, suara adzan yang keras itu masih terlalu lemah untuk mendobrak hati sanubari Bangsa Indonesia yang kotor seperti pembuangan sampah dan keras seperti batu karang. Apatah lagi kalau harus diperkecil volumenya, makin tidak tersentuh lagi hati-hati sanubari tersebut.  Yang benar-benar harus dilakukan kini adalah penegakan Hukum yang tegas dan seadil-adilnya.  Jika sudah memungkinkan, kenapa tidak sekalian ditegakkan hukum yang telah digariskan dalam Al Quran dan Sunnah Rasul.  Jika ada yang mencuri, termasuk mark up anggaran atau pakai bon kosong, dan bukan karena terpaksa karena tidak makan beberapa hari, maka tidak usah ragu pak Wapres, POTONG SAJA TANGANNYA. Jika ada pembunuh yang membunuh dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan syariat dan tidak mendapat pengampunan dari keluarga korban, kenapa tidak DIPENGGAL SAJA KEPALANYA? Jika ada yang berzina padahal sudah menikah, kenapa tidak DIRAJAM SAJA SAMPAI MATI?  ketimbang mengurusi adzan yang sudah jelas ketentuannya dalam syariat.  

Saya sebagai rakyat biasa hanya bisa berdoa agar pak Wapres selalu dalam lindungan Allah SWT dan tidak sedang menari dengan irama gendang tabuhan musuh-musuh Islam dan ummat Islam, yang pak Wapres sendiri juga bagian dari umat tersebut.  Pak Wapres, ummat ini sudah sangat menderita, lahir dan batin.  Keinginan untuk memeluk agama yang mereka yakini, yaitu Islam, dengan sepenuh hati seringkali berbenturan dengan peraturan dan perundang-undangan negara dan kepentingan kapitalis tak berbudi dan tanpa hati nurani.  Apalagi bagi mereka yang sudah sangat memahami Islam, baik aqidah maupun hukum-hukum syariat di dalamnya, jauh lebih berat lagi tekanan batinnya.  

Hanya tulisan ini yang bisa saya buat, semoga Allah SWT yang Maha Kuasa atas segala sesuatu berkenan menyampaikan isi surat ini, entah bagaimana caranya, kepada pak Wapres yang terhormat.  

Semoga bermanfaat

Minggu, 13 November 2011

[Opini] Sebuah keprihatinan terhadap Internet di Indonesia

Internet telah merevolusi cara manusia berkomunikasi dan menyebarkan informasi.  Sebuah pesan yang dahulu memerlukan waktu lama untuk disampiakan kini hanya perlu waktu beberapa menit saja.  Penyebaran informasi yang bisa dilakukan dengan cepat dan mudah ini ternyata tidak mampu diikuti oleh masyarakat penerimanya.  Masih banyak anggota masyarakat yang gaptek dan sama sekali awam terhadap teknologi.  Kemauan untuk belajar menggunakan komputer, meski hanya hal-hal yang paling mendasar, juga hampir bisa dibilang tidak ada.  

Akibatnya, teknologi yang sedemikian canggih dan bermanfaat itu tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan pribadi dan kemaslahatan masyarakat.  Sebagian besar penggunaan internet di Indonesia masih berupa hal-hal yang sia-sia seperti bermain games online, berinteraksi berlebihan di jejaring sosial atau browsing tanpa tujuan yang jelas.  Untuk games online, alokasi waktu dan biaya yang disisihkan tidak main-main.  Ada yang bisa bermain sekitar 3 sampai 5 jam sehari dengan menghabiskan uang antara 8.000 sampai 20.000 sekali main. Informasi yang dicari hanya yang bersifat hiburan yang dangkal dan hampa makna.  Hal-hal seperti itu masih dominan dalam penggunaan internet di Indonesia.  Sangat tidak berimbang antara waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk online dengan hasil yang bisa didapatkan. 

Yang lebih memperihatinkan lagi, dalam dunia pendidikan dan sekolah, tugas yang dicari dari internet masih berupa copy paste.  Konten digital di internet memang mudah dicopy paste dan di-print untuk diserahkan pada guru.  Murid sendiri hanya sedikit belajar dari tugas tersebut.  Yang penting, nilai sudah di tangan.  Bahkan terkadang, konten atau gambar yang mencari petugas atau penjaga warnet.  Sehingga, yang bertambah pintar adalah yang jaga warnet, bukan murid yang mendapat tugas.   

Jika dalam mencari informasi saja para penggunana sudah tidak bisa membuat prioritas yang benar, apalagi untuk menjadi pengolah dan penyampai informasi.  Tidak mengherankan saat kemunculan Facebook, banyak blog-blog yang tidak lagi di-update oleh para pemiliknya.  Bahkan ada juga yang sudah lupa password login ke blognya sendiri, seperti orang kehilangan kunci rumah. 

Situs situs di Indonesia pun banyak yang sudah tidak di-update lagi.  Saat dibuka hari ini dengan beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun yang lalu masih sama.  Saat ditanya tentang boleh tidaknya meng-hack situs-situs milik Zionis Israel, ustadz Ahmad Sarwat pernah mengatakan bahwa sebaiknya difokuskan pada pemeliharaan situs-stus kaum muslimin sendriri.   Banyak situs Islam yang jarang atau bahkan tidak pernah di-update lagi oleh para adminnya.  Alasannya sangat klasik sekaligus memalukan, tidak ada cukup dana untuk menjaga kelangsungan hidup situs-situs tersebut.

Padahal, dalam dunia internet, banyak sekali terdapat situs-situs yang menyajikan manfaat yang luar biasa besarnya.  Banyak pakar dan ahli di berbagai bidang telah bekerja keras menyajikan hasil penelitian dan pengalaman mereka.  Banyak pula situs-situs yang berisi beragam artikel dan konten multimedia yang bermanfaat bagi mereka yang mengunjunginya.  Bahkan, para pengguna internet tidak saja bisa menjadi penerima informasi, tapi juga bisa menjadi penyedia informasi.  Munculnya situs-situs yang menyedikan layanan blogging secara gratis, seperti blogger.com, wordpress.com, multiply.com dan sebagainya memungkinkan hal itu terjadi.  Sungguh sangat disayangkan memang.  Sebagian besar dari masyarakat kita tidak siap untuk menghadapi gelombang luapan informasi yang dahsyat ini.  Bukannya menjadi peselancar lautan informasi dunia maya yang sigap, malah seperti korban tsunami yang tergulung ombak tanpa daya dan kekuatan.   

Suka tidak suka, mau tidak mau, internet telah hadir dalam kehidupan kita.  Semua terpulang kembali pada diri ktia sendiri akankah teknologi yang tidak terbayangkan beberapa puluh tahun yang lalu itu akan menjadi manfaat atau mudaharat bagi kita.   

Semoga bermanfaat
 
Referensi
 

http://www.ustsarwat.com/web/ust.php?id=1197859017

Rabu, 29 Juni 2011

Mungkinkah meng-EMBARGO DIRI SENDIRI?

Give control over nation economy and I don't care who write its law

Rotschild

Tulisan EMBARGO DIRI SENDIRI yang beredar luas di berbagai blog, situs dan forum internet seakan kembali menyentakkan kesdaran kita akan amanah dan anugerah yang diberiakn Allah SWT keapda bangsa Indonesia.  Sebuah gugugsan kepualauan yang menghiasi katulistiwa bagaikan untaian jamrud yang sangat indah dan berharga.  Belum lagi hasil bumi yagn terkadung di dlaamnya.  Sudah sepantasnya, seluruh rakyat Indonesia hidupa laksana surga di dunia ini.  Kaum muslimin Indonesia memiliki kemampuan besar untuk membantu saudaranya sesama muslim di Palestina dan  tempat-tempat lainnya di dunia ini.  Dengan memandirikan dirinya sendiri, Indonesia akan memiliki kekuatan untuk menekan negara-negara lain baik secara politis ataupun ekonomi.  Sehingga, negara-negara lain pun tidak ada yang berani kurang ajar terhadap kaum muslimin di negara-negara tersebut.  

Namun demikian, masih begitu banyak rakyat negeri ini yang hidupnya sengsara, jauh dari sejahtera apalagi bahagia.  Penduduk Indonesia, terutama kaum musliminnya, terlena oleh berbagai macam hiburan sensasional mulai dari sinetron lebay sampai film-film impor, baik di bioskop atau DVD bajakan.  Mereka yang mampu lebih mengutamakan keinginannya daripada membantu sesama yang membutuhkan.  Sehingga, perbedaan dan kesenjangan antara yang miskin dan kaya seakan sejauh bumi dan langit.  Ada orang miskin yang sampai mati kelaparan dan ada pula yang bisa menghambur-hamburkan urang untuk pesta mewah, rumah megah, kendaraan mengkilap dan lain sebagainya.   Belum lagi para TKI yang terpaksa mengadu nasib di negara-negara orang dengna resiko penghinaan, penyiksaan bahkan pemancungan seperti yang terjadi baru-baru ini.  Sebagian lain ditunjukkan oleh Film dokumenter karya John Pilger, The New Rulers.  Film tersebut memperlihatkan betaapa jauh kesenjangan antara yang kaya dan miskin.  Buruh yang hanya dibayar sedikit untuk setiap produk seperti celana pendek atau sepatu olah raga yang dihasilkan, sementara seorang pegolf profesional dibayar lebih mahal daripada akumulasi gaji para buruh tadi.  Buruh-buruh tersebut tinggal di rumah-rumah petak dengan sanitasi seadanya, di dekat got mampet dan genangan air yang bisa jadi sarang nyamuk.  Bahkan, Pilger sendiri sampai sakit malaria gara gara shooting film di sana.  

Sebuah negara kecil di ujung semenanjung Malaya adalah salah satu pihak yang secara zalim turut menikmati kekayaan aalam Indonesia.  Negara bersimbol singa itu seakan akan jadi surga di dunia untuk para koruptor dan penjahat ekonomi Indonesia.  belum lagi mereka yang membelajankan banyak uang di sana.  Hingga terdenagar seloroh bahwa income terbesar Singapore adalah uang yang dibelanjakan oleh para koruptor Indonesia,  baik dari hasil shopping, rumah sakit, penginapan dan sebagainya.  Singapore bisa terus bertumbuh karena makan uang haram para koruptor, terutama dari Indonesia.  Dalam acara Postcard from Meulborne di radio Lite FM, Nuim Khaiyyat pernah menceritakan bahwa ada orang Singapore yang cerita bahwa mereka bisa menggaji PM dan para menterinya ratusan juta dollar per tahun karena uang hasil korupsi di Indonesia.  Tidak mengherankan pula jika negara Zionis yang sekarang masih menjajah dan menindas kaum muslimin di Palestina seakan-akan kebelet dan ngotot membuka hubungan dengan Indonesia, baik hubungan diplomatik ataupun bisnis.  Manusia-manusia terkutuk yang sudah dilaknat oleh Allah SWT sejak zaman Bani Israil itu tentu saja tergiur untuk mendapatkan kekayaan bumi nusantara ini untuk memperkuat kekuatan mereka agar lebih mampu lagi menguasai dunia.  

Indonesia memang punya peluang besar untuk menjadi negara yang mampu menentukan nasib dunia dengan melimpahnya kekayaan alam yang ada di dalam buminya.  Masalahnya adalah, apakah kekayaan itu benar-benar dikelola sesuai keinginan yang memberi ataukah mau dikantongi tanpa peduli sesama anak negeri.  Sehingga ada yang memelesetkan sebuah lagu nasional menjadi suatu lagu penuh ironi yang menyedihkan

Kulihat ibu pertiwi
saat aku korupsi
air matanya berlinang
aku tidak peduli

Hutan, gunung, sawah lautan
masuk kantong sendiri
biarlah ibu berduka
yang penting aku kaya

EMBARGO DIRI SENDIRI hanya akan menjadi mimpi jika masyarakat negeri ini, baik yang miskin maupun yang kaya, belum mau beranjak kelaur dari zona nyaman mereka.  Yang kaya masih menikmati belanja dan berobat ke luar negeri, sementara yang miskin masih juga belum mandiri.  Yang kaya masih suka menghamburkan harta untuk kesenangan pribadi sementara yang miskin masih saja meminta ke sana dan ke sini.  Padahal Rasul SAW sudah pernah mengingatkan dalam salah satu hadits beliau yang  diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam kitab Jami`ul Awshat, Abu Nu`aim di dalam kitab Al-Hilyah dan juga Al-Hakim di dalam Kitab Mustadroknya meriwayatkan, Dari Ali RA, ia berkata : telah bersabda Rosululloh SAW : “Jibril mendatangiku dan berkata : Ya Muhammad hiduplah sesukamu karena engkau akan mati,cintailah siapa yang kamu mau karena engkau akan meninggalkannya, beramallah sesukamu karena engkau akan dibalas dan ketahuilah bahwa kemulyaan seorang mu`min pada qiyamul-lail dan Izzahnya pada kemandiriannya“.



Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan  

Rabu, 08 Juni 2011

Bedah Buku PALESTINA KEWAJIBAN YANG TERLUPAKAN

Start:     Jun 18, '11 3:30p
End:     Jun 18, '11 6:00p
Location:     Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat
Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS. al-Isra’ (17) : 1

Segala puji hanya milik Allah subhanahu wata’ala, sholawat dan salam semoga tercurah kepada baginda Rasulullah Muhammad shallallohu ‘alaihi wasallam. Semoga Bapak/Ibu saudara/i senantiasa dalam naungan taufik hidayahNya dan senantiasa tetap istiqomah mengikuti sunnah NabiNya.

Dalam rangka memperingati Masjidil Aqsha sebagai tempat Isra’ Mi’raj-nya Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wasallam dan mengingatkan kembali kepada kaum remaja dan kaum muda Islam tentang pentingnya penyelamatan Masjidil Aqsha dari bahaya dan ancaman perobohan yang akan dilakukan kaum Zionis Israel serta mendukung keberangkatan Freedom Flotilla 2 membawa bantuan kemanusiaan pada 23 Juni 2011, maka kami Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA) bekerjasama dengan Spirit of Aqsa mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i dalam acara

Bedah Buku
“PALESTINA KEWAJIBAN YANG TERLUPAKAN,
1135 Gerakan Untuk Membebaskan Palestina”
Karya DR. Raghib As Sirjani





yang insya allah akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 18 Juni 2011
Waktu : Pukul 18.30 s.d 22.00
Tempat : Ruang Ibadah Utama Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat
Narasumber : Ustadz Bachtiar Nasir, Lc (Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning Center)

Selain Bedah Buku, insya allah kami juga akan melakukan Sosialisasi Rencana Pembentukan Aliansi Remaja dan Pemuda Islam untuk Al Aqsa.

Demikian undangan ini kami buat dengan harapan Saudara/i berkenan untuk menghadirinya. Atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarokatuh

----------------------------------------------------------------------------------------

Resensi Buku

Palestina adalah negeri yang diberkati, negeri yang di dalamnya dipenuhi simbol-simbol kesucian, negeri yang disirami oleh darah para syuhada, di negeri itu kiblat pertama bagi umat Islam, ke negeri itu pula Rasululah saw. di-isra`kan.

Namun, nasib yang menimpa tanah suci ini sungguh menyedihkan, membuat sisi kemanusiaan kita teriris perih. Umat muslim di sana mengalami penderitaan berkepanjangan akibat tindakan zalim para Zionis yang menganggap tanah ini sebagai tanah suci mereka pula. Karena itulah, mereka mempertahankan “tanah suci” ini dengan begitu gigih. Apalagi bangsa Yahudi dalam sejarah adalah bangsa yang terusir dan tidak memiliki tanah tempat tinggal.

Umat Islam sepakat bahwa masalah Palestina bukan hanya masalah umat muslim yang tinggal di sana, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh umat muslim di belahan dunia mana pun. Namun, kontribusi apa yang bisa kita lakukan untuk Palestina? Apa yang dibutuhkan Palestina dari kita? Satu lagi pertanyaan besar, “APA YANG MUNGKIN KITA PERBUAT UNTUK KEMERDEKAAN PALESTINA?”

Buku ini menjawab berbagai pertanyaan itu sesuai dengan peran-peran yang kita miliki. Peran ulama akan berbeda dengan peran kaum kaya untuk rakyat biasa, peran orang-orang di luar Palestina akan berbeda dengan mereka yang tinggal di Palestina. Semoga buku ini semakin memperkuat keimanan kita dan membuka kesadaran kita untuk berbuat “sesuatu” bagi Palestina, sekecil apapun.

Jumat, 13 Mei 2011

Ironi Perayaan kemerdekaan Zionis di Indonesia Part 2

Perayaan berdirinya Negara Israel di Indonesia jelas merupakan tamparan keras bagi kaum muslimin.  Bagaimana tidak? sebuah negara kaya raya dengan populasi muslim terbesar di dunia bisa hampir kecolongan.  Kaum muslimin indonesia, yang kalau tidak mau dibilang seratus persen, 90 persen lebih sangat anti zionis, walaupun pengetahuan mereka tentang hal itu sangat minim.  
 
Entah motivasi apa yang membuat komunitas nekat melakukan perayaan itu:

Cari sensasi? ya mungkin saja.  Bukankah zaman sekarang ini orang doyan sekali yang namnya sensasi. TErbukti dengan adanya fenomena selebritis dadakan yang ngetop lewat video sharing Youtube. Zaman yang penuh gemerlap kepalsuan ini membuat orang haus akan popularitas, apalagi ditambah kecanggihan berbagai situs tempat berbagi foto dan video di internet. Semakin besar peluang orang untuk ngetop walaupun tidak ada jaminan popularitasnya akan bertahan. 

Cari duit? sangat mungkin.  Sudah terbukti sejak zaman dahulu kala, yang namanya Yahudi paling lihai kalau dalam urusan duit dan harta benda.  Bahkan bisa jadi itulah obsesi mereka dalam kehidupan di dunia.  dalam buku Holocaust Industry dikisahkan saat pemerintah Jerman pasca Nazi hendak memberi kompensasi ganti rugi, banyak sekali orang Yahudi yang menuntut sehingga penulis buku itu menjelaskan sebenarnya Nazi dan Hitler membantai siapa? Mereka juga pasti tahu, kemana duitnya sebaiknya dialirkan, yaitu ke tempat-tempat yang menguntungkan mereka baik secara finansial ataupun politis. 

Cari perhatian asing? mengapa tidak. bukan rahasia lagi negeri kaya nan berlimpah sumber daya alam ini, perusahaan-perusahaan asing berlomba menanamkan investasi mereka.  Mereka berharap untung luar biasa besar dengan biaya semurah-murahnya.  John Pilgers, pembuat film dokumenter The New Rulers menyajikan kehidupan para buruh yang bekerja keras membuat sepatu dan celana pendek.  Mereka hanya mendapatkan beberapa ribu atau beberapa puluh ribu rupiah per item yang dihasilkan.  Mereka harus tinggal di pemukiman kumuh yang rawan penyakit, seperti malaria, diare dan sejenisnya.  Bahkan seorang pegolf profesional dibayar lebih tinggi daripada gaji para buruh bila dijumlahkan. Bahkan transaksi dagang dengan negeri zionis itu sudah lama terjadi, walaupun luput dari pemberitaan media mainstream. 

Test case? Of course, why not.  Dua petarung pada saat awal - awal pertarungan tentunya saling menjajal kemampuan lawan terlebih dahulu. Demikian juga mereka.  Aksi mereka kali ini bisa jadi sudah dimonitor tuan besarnya di Israel sana.  Dengan kecanggihan teknologi, si tuan besar bisa memperkirakan dan memetakan reaksi masyarkaat Indonesia.   Untuk menentukan langkah-langkah mereka selanjutnya. 

Masih ada kemungkinan lain?

Bersambung .... 

Kamis, 12 Mei 2011

Ironi Perayaan kemerdekaan Zionis di Indonesia Part 1

Berita yang cukup sensasional menyebar di dunia maya, saat sekelompok orang hendak merayakan hari kemerdekaan negara Zionis di Jakarta.  BAnyak kecaman dan ungkapan kemarahan menyebar laksana api melahap rumput kering namun ada juga yang adem ayem saja.  Isu Zionisme memang isu paling kontroversial dan paling sensitif bagi kaum muslimin Indonesia. Merayakan kemerdekaan negara biang segala teror, kerusakan dan kejahatan super kejam itu di Jakarta tentu merupakan suatu langkah yang sangat berani dan sensional kalau tidak mau dikatakan gila dan edan.  

Negara Zionis yang mencatut nama seorang Nabi itu didirikan tahun 1948, namun sejarahnya sudah merentang jauh entah berapa ribu tahun di masa silam.  Saat awal penciptaan manusia, Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk sujud kepada manusia partama saat itu yaitu Nabi Adam AS.  Namun, Iblis laknatullah menolak dan mengklaim bahwa dia lebih baik daripada Adam krn dicipta dari Api.  Allah SWT mengutuk Iblis, yang meminta perpanjangan waktu sampai hari kiamat.  Akan aku sesatkan sebanyak mungkin hambaMu, kata Iblis.  

Hasil kerja keras Iblis pun terlihat dalam sejarah, baik yang tercantum dalam Al Quran ataupun sumber-sumber lain.  Manusia tenggelam dalam penghambaan dan penindasan antar seama manusia dalam bentuk pertempuran berdarah antar bangsa.     Bangsa -bangsa penyembah berhala pun bergantian hadir di muka bumi.  Setiap kali seorang nabi tidak berhasil mendakwahi mereka agar kembali ke jalan yang benar, maka Allah SWT pun menurunkan bencana kepada mereka.  Seperti banjir bandang yang melanda kaum nabi Nuh, hujan batu api yang melanda kaum nabi Luth yang memperaktekkan homosexual dan masih banyak lagi.  Namun, ajaran penyembahan berhala dan segala macam variasinya tidak pernah pudar dari muka bumi. Bahkan ajaran itu telah berbuah menjadi ajaran yang mempertuhankan berhala-berhala hidup dalam bentuk penguasa tiran yagn zalim dan diktator speerti Firaun dan Namrudz.  

Bani Israil, saat nabi Yusuf AS masih menjabat sebagai pejabat keuangan di Mesir, mendapat perlakuan yang baik dari orang-orang Mesir.  Namun, setelah Nabi Yusuf dan saudara-saduaranya meninggal dunia, Bani Israil pun diperbudak oleh Firaun dan orang-orang Mesir.  Setelah bertahun-tahun, Allah SWT pun mengutus Nabi Musa untuk mendakwahi Firaun dan memimpin Bani Israil untuk membebaskan diri mereka.  Nabi Musa pun sempat berkonfrontasi langsung dengan para penyihir Firaun.  Berkat pertolognan Allah SWT, para penyihir dapat dikalahkan dan mereka pun beriman pada ajaran Nabi Musa. Firaun sangat murka dan mengancam para tukang sihir tersebut, namun mereka tidak takut pada ancaman sang tiran. "Engkau hanya mampu menyiksa kami di dunia ini saja" demikian para penyihir yang telah bertaubat pada Firaun.  

Keengganan Firaun untk bertaubat dan menyembah Allah SWT menyebabkan Mesir Kuno dilanda berbagai bencana.  Allah SWT pun memerintahkan Musa untuk membawa Bani Israil keluar dari Mesir.  Firaun, yang tadinya mengizinkan Bani Israil keluar dari Mesri pun berubah pikiran.  Penguasa zalim itu pun mengejar Bani Israil besama pasukannya.  Namun, Allah SWT memberi pertolongan dengan mukjizat terbelahnya laut Merah.  Musa dan kaumnya selamat samapi ke seberang, sementara Firaun dan pasukannya tenggelam ditelan lautan yagn menyatu kembali saat mereka masih ditangah jalan.  

Walaupun Bani Israil selamat dari kejaran tentara firaun, namun iman dan akidah mereka sudah tidak bersih lagi.  Mereka terlalu lama berada di lingkungan Mesir Kuno yang penuh penyembahan terhadap berhala.  Saat Nabi Musa berada di gunung Sinai selama 40 hari, BAni Israil malah membaut patung anak sapi dari emas yang dilebur dari perhiasan kaum wanita mereka. Mereka malah menyembah patung tersebut.   Saat Nabi Musa mendapat perintah dari Allah SWT untuk memimpin Bani Israil untuk memerangi suatu kaum, mereka malah berkata "Pergilah engkau wahai Musa bersama Tuhanmu yang gagah perkasa itu, kami duduk saja di sini. Kami akan datang kalau kau dan Tuhanmu sudah memenangkan pertempuran".

Bani Israil memang pernah merasakan kejayaan di bawah kekuasaan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, yang juga merupakan raja mereka.  Nabi Sulaiman, yang dianugerahi mukjizat bisa menguasai hewan, jin dan angin, melarang penggunaan sihir di wilayah kekuasaan beliau.  Semua kitab dan catatan tentang ilmu sihir disimpan di bawah singgasanan beliau. Setiap kali ada jin yang mencoba mengambil catatan tersebut, jin itu akan mati terbakar. Kitab-kitab dan catatan tentang ilmu sihir itu adalah warisan dari tukang-tukang sihir Firaun di Mesir.  Setelah Nabi Sulaiman meninggal dunia, para jin dan tukang sihir di kalangan bani Israil itu bisa kembali mengakses catatan sihir mereka sehingga mereka pun kembali mempraktekkan sihir.  Sihir bani Israil ini menjadi cikal bakal sebuah kepercayaan mistik kaum Yahudi bernama Kabbalah.   Ironis memang, saat para tukan sihir mesir kuno bertaubat, Bani Israil malah mempelajari sihir dan menghormati para tukang sihir di kalangan mereka.  

Sepeninggal kedua Nabi tersebut terjadi perebutan kekuasaan diantara mereka sendiri.  Sehingga, kerajaan mereka pun terbelah dua menjadi yaitu Kerajaan Israel dan Kerajaan Judah. Kerajaan Israel terletak di utara dan teridir dari 10 suku, sementara Judah terletak di selatan yang terdiri dari 2 suku.  Kerajaan Israel dan kerajaan Judah pun menjadi bulan-bulanan bangsa-bangsa pagan kuno seperti Babylonia, Persia dan Romawi.  Salah satu peristiwa yang paling mengerikan saat mereka berada di bawah kekuasaan Romawi adalah peristiwa jatuhnya Benteng Masada.  Saat itu, kaum Yahudi yang bertahan di sana memilih untuk saling membunuh agar tidak jatuh ke tangan Romawi.  Peristiwa Masada terukir erat di benak bawah sadar kaum Zionis Yahudi hingga saat ini hingga mereka terus menerus curiga dan memusuhi bangsa lain.  

Kaum Yahudi, yang konon merupakan keturunan Yehuda, salah satu putra Nabi Yaqub dan saudara nabi Yusuf, mewarisi ajaran-ajaran syirik dari kaum Bani Israil. Pasukan Negara Zionis sekarang pun adalah pengembangan dari kelompok-kelompok teroris Yahudi zaman perang dunia kedua sperti Stern Gang dan sebagainya.  Zionisme adalah ideologi yang dibentuk dari kebanggaan rasial yang palsu ala bangsa pagan dicampur dengan dendam kesumat atas seajrah kelam Bani Israil.  Kombinasi tersebut menghasilkan suatu ideologi yang memproduksi mesin - mesin pembunuh tanpa hati yang setiap hari mencari mangsa. Apapun agama dan bagnsanya, Zionisme adalah musuhnya.  

Jadi, sangat ironis apabila ada yang merayakan kemerdekaan negara Zionis yang justur merupakan penjajah tanah Palestina dan menyebarkan kehahatan dan kerusakan ke seluruh dunia.  

Insya Allah bersambung .....
 

Rabu, 07 Juli 2010

Diskusi Akbar

Start:     Jul 10, '10 08:00a
End:     Jul 10, '10 3:00p
Location:     Gedung Juang, Menteng
diskusi akbar,kazi,piala dunia,konspirasi

Kamis, 18 Februari 2010

[Opini] Untuk apa mengkaji Zionisme?

Salah satu subjek kajian paling kontroversial, rumit dan mengerikan adalah Zionisme. Terkadang ada orang yang mempertanyakan untuk apa subjek seperti itu dikaji habis-habisan. Hari-hari weekend seperti Sabtu dan Ahad yang semestinya untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga malah digunakan untuk mengkaji hal tersebut. Pag-pagi sudah rela untuk ke Masjd atau temapt2 lain untuk mendengarkan ceramah, diskusi, bedah buku atau bahkan demonstrasi untuk mengkaji zionisme.

saya teringat pada suatu saat dalam kesempatan chatting ada yg bilang, mengapa tidak difokuskan ke fiqh dulu. Bisa jadi perkataan ini karena kurangnya pengertian yang bersangkutan pada pentingnya kajian zionsime. Mengkaji fiqh memang kewajiban setiap muslim, minimal sampai dia bisa mengerti dan melakukan hal-hal yang sifatnya individual seperti wudhu, sholat, zakat dan sebagainya. Tidak mungkin semua muslim mengkaji fiqih sampai bisa berfatwa, hal itu adalah kewajiban sebagian dari mereka. Dalam Islam hal itu dikenal dengan istilah Fardhu Khifayah.

Namun, selain mengkaji fiqih, kita juga perlu mewaspadai fenomena yang terjadi di dunai saat ini. Mengapa kaum Yahudi, terutama kalangan zionis, begitu mudah mengendalikan dunia sekehendak hati mereka. Ada apa sesungguhnya dengan mereka, bagaimana mereka bisa sebegitu powerfull seakan-akan tidak ada lagi kekuatan yang bisa membendung apalagi mengalahkan mereka.

Tentu ada yang salah di sini. Mungkinkah bukan mereka yang kuat, namun kitalah yang lebih lemah dari mereka. Sebegitu mudahnya kita dikalahkan oleh diri kita sendiri bahkan sebelum mereka menyerang kita. Bukankah pemilik kekuatan hakiki hanya Allah SWT dan tiada daya dan kekuatan melainkan atas izin dan kehendakNya.

Mengkaji zionisme mungkin bukan merupakah hobby setiap orang namun sepertinya hal itu sudah jadi fardhu khifayah. Apa jadinya umat ini apabila tidak ada yang memperingatkan mereka tentang bahaya infiltrasi dan konspirasi dari kaum zionis.



Mungkin fokus paling penting dalam pengkajian zionisme adalah melihat ke dalam diri sendiri. apakah sifat-sifat mereka, sejak zaman Bani Israil dulu hingga kaum zionis saat ini melekat pada diri kita. Akhlaq buruk dan kedegilan mereka, mulai dari yang dijelaskan dalam Al Quran hingga yang bisa kita saksikan di berbagai media, adakah masih terkandung dalam diri kita ini. Apabila kita belum melihat cerminan sifat dan akhlak kita sendiri saat kita mengkaji zionisme, maka mungkin kita belum mengkaji subjek tersebut cukup dalam.

Zionisme mungkin merupakan subjek yang tidak akan pernah selesai dikaji sampai hari kiamat. Topik-topik seperti simbolisme, Freemasonry, Kabbalah, Illuminati, Protokol of Zion, Holocaust, Orientalisme, Knight Templars hingga yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari seperti kesehatan, pekerjaan, keuangan, olah raga, lifestyle (Food, Fashion, Film dan sebagainya) mungkin akan menjadi sumber kajian yang tidak akan pernah habis dibahas.

Walaupun buku-buku tetnang hal2 tersbut di atas telah banyak beredar, namun jika kita mengkaji subjek itu cukup dalam maka akan selalu ada saja hal2 baru yang kita temukan..... dan percayalah ......... akan banyak kejutan yang sangat mengerikan.


Maka, sudah selayaknya kita menggunakan sebagian waktu dan tenaga kita untuk mengkaji zionisme ini demi keselamatan dan kemaslahatan orang-orang yang kita cintai, yang mungkin sudah masuk ke dalam jaring perangkap konspirasi zionisme yang sudah ditebar sejak zaman dahulu kala.

Semoga bermanfaaat

Untuk mengetahui lebih banyak tentang zionisme, sahabat-sahabat sekalian bisa menyimak kajian Zionisme on air yang disiarkan di radio Islam Sabili 1530 AM setiap Rabu malam jam 20.00 - 22.00

Selasa, 09 Februari 2010

[Siaran KaZI] Pengaruh Zionisme terhadap gaya hidup / lifestyle

Bahan siaran KaZI, Rabu 10 Februari 2010

Radio Islam Sabili 1530 AM

Jam 20:00 sampai 22:00

Hampir tidak ada aspek dalam gaya hidup kita yang tidak tersentuh pengaruh zionisme.  Belalai-belalai gurita zionisme sudah masuk ke dalam ruang-ruang tempat tinggal dan hati kita.  Belalai2 tersebut mesuk melalui saluran radio, TV, internet dan sebagainya.  

Belasan bahkan mungkin puluhan F (aspek yang berawalan F) ini bukanlah aspek-aspek yang terpisah-pisah.  Mereka seperti benang kusut yang saling menghasilkan  dan mendukung satu sama lain, lebih dari sekedar lingkaran setan.  

Aspek-aspek tersebut antara lain:

1.    Food
2.    Fashion
3.    Fund/finance/fortune/fulus
a.    IMF/World Bank
4.    Faith
5.    Fun
6.    Freedom
7.    Fantasy
a.    game online tema fantasi
b.    aliran sesat
c.    pacaran
d.    selingkuh  

8.    Fatamorgana
a.    Mystic
b.    paranormal

9.    Film
10.    Freethinkers
11.    Friction
12.    Fear (ketakutan)
13.    Fight (Violence/kekerasan, Mafia)
14.    Pharmacy (Farmasi, obat-obatan)
15.     ….. and many more

Sangat sulit menentukan dari mana kita bias memulai pembahasan aspek-aspek tersebut diatas.  Penjelasan sederhana ini mungkin bias memberi kita sedikit gambaran apa yang sesungguhnya terjadi pada masyarakat kita saat ini:

Kehidupan hedonis secular materialistic seperti yang kita jalani sekarang ini mengharuskan perusahan-perusahaan saling berkompetisi untuk mendapatkan keuntungan/profit (FUND/FINANCE/FORTUNE/FULUS).  Kompetisi yang sudah ada sejak zaman revolusi Industri itu semakin lama semakin ketat.  Perusahaan-perusahaan seakan berperang untuk menguasai pasar.  

Keadaan tersebut  menyebabkan banyak orang tertekan sehingga mereka berusaha mencari hiburan (FUN).   Hiburan-hiburan bias berbentuk makanan (FOOD), tontonan (FILM), permainan game online bertema FANTASY, dan lain sebagainya.  Hiburan-hiburan tersebut tentu hanya bisa tergapai oleh mereka yang punya cukup uang (FUND/FINANCE/FORTUNE/FULUS).  Orang-orang tersebut pada akhirnya menjadi konsumen dari perusahaan-perusahan lain yang menyediakan jasa pelayanan hiburan tersebut seperti: restoran cepat saji (KFC, McDonald, Tony Jack dll), penyedia hiburan seperti karaoke, discotheque, tempat hiburan malam dan sebagainya.  Restoran cepat saji memerlukan banyak makanan yang harus segera disediakan.  Mereka biasanya menggunakan system franchise sehingga cepat menyebar di berbagai tempat.  Bahan makanan harus disediakan dengan cepat dalam jumlah yang banyak sehingga penggunaan berbagai macam hormone dan pengawet tidak bisa lagi dihindari (FOOD and PHARMACY).  

Untuk meningkatkan citra diri di mata orang lain (FANTASY), mereka berpaling pada penampilan (FASHION) sehingga industri busana pun semakin berkembang.  

Banyak diskotik atau tempat-tempat hiburan malam yang kurang memperhatikan kebersihan, terutama yang menengah ke bawah.  Asap rokok dan aroma minuman keras berbaur jadi satu.  

Akibat dari semua itu, banyak orang yang mengalami berbagai macam gangguan kesehatan, mulai dari yang ringan sampai berat, fisik atau kejiwaan.  Hal ini menyebabkan timbulnya industri yang lain yaitu PHARMACY, mulai dari obat warung sampai rumah sakit.  Masyarakat kita kembali menjadi konsumen.  Uang yang sudah dikumpulkan dengan susah payah malah habis untuk menyembuhkan (lebih tepatnya mengontrol) penyakit-penyakit yang menggerogoti tubuh (FUND/FINANCE/FORTUNE/FULUS).  

Sementara itu, orang-orang miskin semakin terhimpit hidupnya.  hidup semakin miskin, akibat nilai uang yang terus menurun (FUND/FINANCE/FORTUNE/FULUS).  Namun, terkadang ada yang gaya hidupnya seperti orang kaya (FUN), terutama dalam hal pesta-pesta.  Akibatnya banyak yang berhutang ke rentenir (FUND/FINANCE/FORTUNE/FULUS) seperti di daerah Parung Panjang, perbatasan Bogor – Tangerang.  

Informasi yang dikutip oleh Tung Desem Waringin dalam bukunya:  Financial Revolution memberi kepada kita gambaran tentang keadaan keuangan dunia yang mengerikan tersebut.

Anda tahu ? Menurut Marshall Silver dalam bukunya Passion, Profit & Power ternyata:
- Hanya 1% orang yang menguasai 50% uang beredar di dunia
- Hanya 5% orang yang menguasai 90% uang yang beredar di dunia
- Sedangkan 95%-nya berebut menguasai 10% uang yang beredar !!

Lebarnya jurang perbedaan antara kaum kaya dan miskin itu menyebabkan timbulnya berbagai macam kejahatan dan kekerasan (FIGHT/VIOLENCE) baik yang sporadis atau kejahatan terorganisir (MAFIA).  Akibat keadaan ini, masyarakat hidup dalam ketakutan yang mencekam (FEAR).  Dalam ketakutan itu, mereka mencari berbagai macam perlindungan seperti bodyguard, paranormal dan sebagainya, termasuk menumpuk harta sebanyak-banyaknya (FUND/FINANCE/FORTUNE/FULUS).  Erich Fromm menyebut fenomena ini sebagai Escape from Freedom (melarikan diri dari kebebasan).

Kebebasan (FREEDOM) yang mereka impikan ternyata hanya FATAMORGANA, persis seperti yang disebutkan oleh Kahlil Gibran dalam On Freedom di buku The Prophet.  

In truth that which you call freedom is the strongest of these chains,
though its links glitter in the sun and dazzle the eyes.

(sesungguhnya, yang kau sebut kebebasan adalah yang terkuat diantara rantai-rantai ini, walaupun mata-mata rantainya berkilauan di bawah matahari dan menyilaukan matamu)

Keadaan labil tersebut cepat atau lambat membuat ekonomi menjadi kolaps, sehingga memberi peluang pada lembaga2 International yang merupakan perpanjangan tangan zionisme ke dalam suatu Negara (FUND/FINANCE/FORTUNE/FULUS).  Lembaga-lembaga tersebut sudah mendapat kritik dan kecaman habis-habisan dari banyak pakar seperti Muhammad Yunus, Joseph Stiglitz dan sebagainya.  Dalam autobiografinya, Bank Kaum Miskin, Muhammad Yunus bahkan menganggap kebijakan lembaga-lembaga tersebut salah arah.  

Sehingga, semakin leluasalah mereka mengobok-obok suatu Negara, dengan gaya seorang penyanyi cilik yang pernah ngetop dengan lagunya, yang mengisahkah seorang anak kecil mengobok-obok aquarium penuh ikan.   Ikan-ikan yang malang itu pun mabok sehingga satu per satu kolaps tak bernyawa.

Gambaran keimanan(FAITH)masyarakat pada akhirnya mirip ikan-ikan dalam lagu anak-anak tadi.  Ada yang berpindah keyakinan ada pula yang menjual iman demi solusi-solusi instant nan mistik seperti paranormal, reg spasi ini atau itu dan sebagainya.   

Gambaran di atas hanya sebagian kecil benang kusut yang dihasilkan akibat pengaruh Gurita Zionisme terhadap gaya hidup manusia.  

Bersambung ke bagian kedua ...
 
Referensi:

Toto Tasmara - Dajjal dan simbol Setan
The Prophet - Kahlil Gibran
Tung Desem Waringin - Financial Revolution 

Senin, 08 Februari 2010

TalkShow Kajian Zionisme Internasional

Start:     Feb 10, '10 8:00p
End:     Feb 10, '10 10:00p
Location:     Radio Islam Sabili 1530 AM, bisa disimak di radio masing-masing
TalkShow Kajian Zionisme Internasional

tema: Pengaruh Zionisme Yahudi terhadap Life Style (Faith, Fun, Food, and Fashion)

Narasumber: Rekan Kazi Muhammad "Pedang Kayu" Nahar

TalkShow Kajian Zionisme Internasional

Start:     Feb 10, '10 8:00p
End:     Feb 10, '10 10:00p
Location:     Radio Islam Sabili 1530 AM, bisa disimak di radio masing-masing
TalkShow Kajian Zionisme Internasional

tema: Pengaruh Zionisme Yahudi terhadap Life Style (Faith, Fun, Food, and Fashion)

Narasumber: Rekan Kazi Muhammad "Pedang Kayu" Nahar

Senin, 05 Januari 2009

Online Petition for Gaza

http://petition.cair.com/
We, the undersigned people of conscience who respect international law and the sanctity of human life, urge you to speak out for peace and justice for all parties in the Middle East crisis.

We are concerned that the current violence and ongoing humanitarian crisis is further eroding America’s international image. For this reason, a strong, balanced stance from you that is aimed at fostering an enduring peace is vital.

Unfortunately, all parties in the Middle East conflict have committed violence against civilians. We unequivocally condemn all of these actions.

The European Union (EU), Russia, the UN Secretary-General, the Arab League, the Organization of the Islamic Conference (OIC), and other international bodies are all urging Israel to end it attacks.

Middle East Envoy Tony Blair deplored the "tragic of loss of life,” while French President Nicolas Sarkozy condemned Israel’s “disproportionate use of force.”

EU foreign policy chief Javier Solana said the Israeli attacks were "inflicting an unacceptable toll on Palestinian civilians and will only worsen the humanitarian crisis as well as complicate the search for a peaceful solution.”

Unfortunately, our nation’s one-sided response to this tragic episode will only serve to fuel anti-American sentiments in the Muslim world and beyond.

We therefore call on you to demonstrate your commitment to changing our nation’s current one-sided Mideast policy by speaking out now in favor of peace and justice for all parties to this decades-long conflict.

Selasa, 23 Desember 2008

Unseen Hand

http://unseenhands.wordpress.com/
Unseen Hand

in the same world with different touch

Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya. [Q.S. Ibrahim: 46]

Minggu, 16 November 2008

If Americans Knew - what every American needs to know about Israel/Palestine

http://www.ifamericansknew.org/
The Israeli-Palestinian conflict is one of the world’s major sources of instability. Americans are directly connected to this conflict, and increasingly imperiled by its devastation.

It is the goal of If Americans Knew to provide full and accurate information on this critical issue, and on our power – and duty – to bring a resolution.

Senin, 03 November 2008

Pengajian AMMA - KAZI

Start:     Nov 23, '08 10:00a
End:     Nov 23, '08 1:00p
Location:     Graha Sabili, Jl Cipinang Cempedak III/11 A, Polonia Jakarta Timur
Assalamualaikum wr wb,

AMMA-KAZI adalah sebuah forum kajian yang khusus mengupas Zionisme-Yahudi dan pengaruhnya ( Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme ) terhadap Dienul Islam.

Insya Allah rutin diselenggarakan setiap bulan pada ahad ke-4 dengan nara sumber dan tema ulasan yang perbeda pada setiap kajiannya.

Pada kesempatan ini akan diselenggarakan:

Tempat : Graha Sabili, Jl Cipinang Cempedak III/11 A, Polonia Jakarta Timur

Waktu : Ahad, 23 November 2008 jam 10.00 WIB

Narasumber : Bp Alwi Alatas - http://alwialatas.multiply.com/

( penyunting: Buku We are wolves, Protocol of the Learned Elder of Zion )

Tema : Mengapa Umat Islam kalah melawan kaum Yahudi.

Besar harapan kami atas kehadiran Ikhwan dan Akhwat, semoga kita dapat memetik hikmah dari inti kajian ini. Jazakallah

Wassalam

Selasa, 05 Agustus 2008

Pengajian AMMA-KAZI plus Mabit

Start:     Aug 23, '08 4:00p
End:     Aug 24, '08 1:00p
Location:     Villa 99 Parakan Salak - Sukabumi , Jawa Barat
Assalamualaikum wr wb

AMMA-KAZI adalah sebuah forum kajian yang khusus mengupas Zionisme-Yahudi dan pengaruhnya ( Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme ) terhadap Dienul Islam.

Insya Allah rutin diselenggarakan setiap bulan pada ahad ke-4 dengan nara sumber dan tema ulasan yang perbeda pada setiap kajiannya.

Pada kesempatan ini akan diselenggarakan:

Tempat : Villa 99 Parakan Salak - Sukabumi , Jawa Barat

Waktu : Sabtu 23 Agustus 2008 - Ahad 24 Agustus 2008

Narasumber : Ustadz Herry Nurdi

Ustadz Satiri

Ustadz Surya Madya ( koordinator KAZI )

Tema : Kajian Zionis dan MABIT

Besar harapan kami atas kehadiran Ikhwan dan Akhwat, semoga kita dapat memetik hikmah dari inti kajian ini. Jazakallah

Wassalam

Senin, 14 Juli 2008

Pengajian AMMA - KAZI

Start:     Jul 27, '08 10:00a
Location:     Gedung Sabili Jl Cipinang Cempedak III / 11 A Polonia - Jakarta Timur


Assalamualaikum wr wb

AMMA-KAZI adalah sebuah forum kajian yang khusus mengupas Zionisme-Yahudi dan pengaruhnya ( Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme ) terhadap Dienul Islam.

Insya Allah rutin diselenggarakan setiap bulan pada ahad ke-4 dengan nara sumber dan tema ulasan yang perbeda pada setiap kajiannya.

Pada kesempatan ini akan diselenggarakan:

Tempat : Gedung Sabili

Jl Cipinang Cempedak III / 11 A

Polonia - Jakarta Timur

Waktu : Ahad, 27 Juli 2008, jam 10.00 WIB- selesai

Narasumber : Bp Henri Shalahhudin MA

( Peneliti INSIST, Dosen STID M Natsir )

Tema : Israiliat Dalam Tafsir Dan Hadits

Besar harapan kami atas kehadiran Ikhwan dan Akhwat, semoga kita dapat memetik hikmah dari inti kajian ini. Jazakallah

Wassalam

Jumat, 13 Juni 2008

Pengajian AMMA KAZI

Start:     Jun 22, '08 10:00a
End:     Jun 22, '08 12:00p
Location:      Gedung Sabili Jl Cipinang Cempedak III / 11 A Polonia - Jakarta Timur
Assalamualaikum wr wb

AMMA-KAZI adalah sebuah forum kajian yang khusus mengupas Zionisme-Yahudi dan pengaruhnya ( Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme ) terhadap Dienul Islam.

Insya Allah rutin diselenggarakan setiap bulan pada ahad ke-4 dengan nara sumber dan tema ulasan yang perbeda pada setiap kajiannya.

Pada kesempatan ini akan diselenggarakan:

Tempat : Gedung Sabili

Jl Cipinang Cempedak III / 11 A

Polonia - Jakarta Timur

Waktu : Ahad, 22 Juni 2008, jam 10.00 WIB- selesai

Narasumber : Bp Drs Mowo Purwito

( Mantan Pendeta, aktivis PDS )

Tema : The Hidden Mission Of Christianity

Besar harapan kami atas kehadiran Ikhwan dan Akhwat, semoga kita dapat memetik hikmah dari inti kajian ini. Jazakallah

Wassalam

Minggu, 13 April 2008