Tampilkan postingan dengan label gaza. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gaza. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2012

Social Enterprise

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Business & Investing
Author:Ahmad Juwaini
Judul: Social Enterprise
Penulis: Ahmad Juwaini
Penerbit: Expose (Mizan Group)
Cetakan: I (Juni 2011)
Jumlah Halaman: 260 hal
Kategori: Ekonomi

"Semakin tinggi kecerdasan sosial yang dimiliki oleh seseorang, semakin banyak pula wujud tindakan social entrepreneurship yang dijalankan dalam kehidupannya"
Social Enterprise
halaman 65

Buku ini diawali dengan pembahasan mengenai nilai-nilai inti yang menjiwai seorang pebisnis sosial. Nilai-nilai inti yang harus dianut seorang pebisnis sosial antara lain swadaya atau mandiri, peduli, antieksploitasi, kemitraan dan sinergi. Tiap sikap nilai yang dibutuhkan seorang pebisnis sosial dijelaskan dengan gamblang dalam buku ini. Walaupun, tentu saja, siapa saja dan apapun profesinya dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Nilai-nilai itu laksana bibit tanaman yang akan tumbuh menjadi pohon besar nan rindang, teduh dan banyak buahnya. Nilai-nilai itu dapat ditanamkan pula pada anak-anak. Bahkan, semakin dini penanaman akan semangat kepedulian tersebut, akan semakin baik hasilnya. Di halaman 209 ada kisah seorang gadis kecil bernama Alisa. Suatu ketika, si gadis kecil berkata pada ayahnya "Yah, bolehkah Alisa puasa Senin Kamis, namun setiap kali Alisa puasa, ayah memberi Alisa uang yang akan Alisa sumbangkan ke Palestina". Memang, saat itu tragedi Gaza sedang berkecamuk karena serangan brutal kaum Zionist.

Bisnis sosial adalah bisnis yang bukan bertujuan mencari keuntungan / profit. bisnis sosial juga mengelola modal untuk mencari keuntungan, namun keuntungan itu bukan untuk mmeperkaya si pemilik bisnis namun untuk kebaikan sosial mereka yang terlibat dalam bisnis tersebut. Si pemilik boleh mengambil keuntungan sebatas balik modal saja. Selebihnya, digunakan untuk pengmenbangan bisnis itu sendiri. Tujuan utama bisnis sosial adalah untuk membebaskan orang miskin dari kemiskinan yang melingkupinya. Bisnis sosial adalah kombinasi sinergis dari Bisnis kapitalistik pengeruk keuntungan material dengan sumbangan amal atau charity.

Bisnis sosial hanya akan berjalan baik jika dilaksanakan oleh orang-orang dengan kecerdasan sosial yang tinggi. Kecerdasan sosial di sini merujuk pada kemampuan seseorang mengetahui, merasakan dan mampu mengatasi persoalan-persoalan sosial di lingkungan tempatnya berada. "Semakin tinggi kecerdasan sosial yang dimiliki oleh seseorang, semakin banyak pula wujud tindakan social entrepreneurship yang dijalankan dalam kehidupannya" demikian kutipan menarik dalam buku Social Enterprise ini di halaman 65. Bisnis sosial sangat berbeda dengan amal atau sedekah walaupun keduanya memiliki persamaan sama sama memberi kepada orang miskin. Bedanya, sedekah memberi hasil sedangkan bisnis sosial memberikan kesempatan pada kaum miskin untuk menempuh proses keluar dari kubangan lumpur kemiskinan.

Bisnis sosial hadir tidak untuk menyaingi apalagi memerangi bisnis yang berorientasi pada pemaksimalan profit. Bisnis sosial justru akan menghadirkan pasar baru yang berisi orang -orang yang baru terbebas dari kemiskinan. Para pebisnis yang berorientasi profit akan dapat mendapatkan keuntungan dari orang-orang tersebut. Bisnis sosial hadir untuk melengkapi kekurangan kapitalisme yang cenderung menafikan dan menganaktirikan orang-orang miskin.

Bisnis sosial akan lebih efektif apabila dijalankan oleh orang-orang yang mengerti dan memahami serta mempercayai potensi kebaikan yang ada dalam diri setiap manusia. Muhammad Yunus, seorang professor dari Universitas Chittagong, Bangladesh adalah salah satu dari orang-orang tersebut. Sehingga, walaupun mungkin bukan yang pertama, namun bisnis sosial seringkali identik dengan nama beliau. Pendiri Grameen Bank ini seakan sudah menjadi icon dari bisnis sosial. Hasil pembelajaran sang profesor ekonomi yang berguru pada rakyat miskin Bangladesh ini seringkali mewarnai banyak wacara tentang bisnis sosial. Termasuk dalam buku ini.

Selebihnya, buku ini berisi portfolio unit-unit bisnis Dompet Dhuafa yang dapat dijadikan model untuk pengembangan bisnis sosial. Pembahasan tentang unit-unit bisnis tersebut dijabarkan dengan cukup mendetail sehingga mereka yang mau memulai bisnis sosial dapat mempelajarinya dengan baik. Walaupun tentu saja tidak harus persis sama. Pendek kata, buku ini sangat layak dibaca oleh siapapun yang peduli pada kaum miskin. Buku Social Enterprise karya Pak Ahmad Juwaini ini akan menyadarkan kita betapa pentingnya memberdayakan kaum miskin agar mereka mampu berdiri di atas kaki mereka sendiri. Semoga suatu saat nanti, dunia yang benar-benar bebas dari kemiskinan akan terwujud, Insya Allah. Aamiin

Senin, 11 Juli 2011

Meneladani Penduduk Gaza dalam memegang Amanah Al Quran

Tahun 1967, kekuatan militer terbesar di Timur Tengah yaitu Mesir kalah dan hancur luluh lantak oleh Israel yang belum memiliki kekuatan militer yang besar.  Sinai pun jatuh ke dalam penjajahan Israel kala itu.  Para penguasa dan raja-raja Arab pun gemetar ketakutan ketika itu.  Namun kini, sebagai salah satu negara dengan militer terkuat di dunia, Israel tidak berdaya untuk menembus Gaza, sebuah daerah kecil yang hanya dihuni penduduk lemah dan miskin.  Karena Gaza setiap tahun menghasilkan 40 ribu penghafal Al Quran.  Demikian yang disampaikan oleh Ustadz Bahtiar Nasir, pendiri dan pimpinan Ar Rahman Quranic Learning Center dalam acara MABIT bertema Pemuda sebagai Pengemban Amanah Al Quran di Masjdi BI. Beliau lalu menjelaskan bahwa hafalan Al Quran yang ada di dalam dada para penduduk Gaza itulah sumber kekuatan mereka yang hakiki.  Mereka telah membuktikan diri sebagai pemuda-pemuda pemegang amanah Al Quran yang sejati.  

Logikanya, jika Al Quran saja bisa dihafal secara keseluruhan, maka yang namanya sholat tentu lebih terjaga lagi, baik yang sunnah terlebih lagi yang wajib.  Infaq pun mereka tidak kalah dengan saudara-saudaranya yang hidup merdeka.  Pada waktu bencana melanda Indonesia beberapa waktu yang lalu, orang-orang Palestina yang hidupnya serba susah itu malah membantu menggalang dana demi saudara mereka yang tertimpa musibah.  Walau mungkin dari sudut kuantitas masih di bawah penyumbang yang lain, namun kesediaan mereka membantu walaupun mereka sendiri susah patut diteladani.  

Bercermin dari keteladanan para penduduk Gaza, sungguh kaum muslimin Indonesia seharusnya merasa malu.  Betapa sedikitnya kaum muslimin Indonesia yang hafal seluruh atau sebagian isi Al Quran dibandingkan jumlah penduduk muslimnya yang terbanyak di dunia.  Wacana manfaat sedekah baru beberapa tahun ini bergema di Indonesia, itupun seringkali harus dilengkapi dengan iming-iming rezeki duniawi yang tak terduga datangnya.  Masjid-masjid di negeri ini masih sepi saat waktu sholat tiba.  Pada 1/3 malam yang akhir, entah apakah lebih banyak yang tidur atau yang beribadah pada Allah SWT.  Jika Makkah dan Madinah adalah indikator kesalehan pribadi seorang muslim, maka kesalehan sosialnya tercermin dari keadaan Palestina.  Jika Palestina masih membara, maka sesungguhnya ada yang salah dengan ukhuwah kita selama ini.  Jika dengan sesama muslim yang dekat saja kita sudah tidak mau saling memaafkan, saling memahami dan saling bekerja sama dalam kebaikan dan perbaikan, maka apa yang bisa diharapkan oleh saudara-saudara kita di Palestina?  

Padahal, salah satu Palestinian brother kita, Mr. Jomah Al Najjar, pernah mengatakan bahwa kaum muslimin Indonesia bisa berbuat banyak bagi mereka.  Chairman of The Palestinian Welfare House tersebut pernah berpesan agar kaum muslimin memperbanyak doa untuk para saudaranya di Palestina.  Beliau juga berpesan agar jika mungkin kita berjamaah di Masjid Al Aqsa agar Israel takut.  Banyaknya kaum muslimin yang mengunjungi Al Aqsa akan menggetarkan jiwa pengecut mereka, walaupun hanya untuk sholat berjamaah dan tidak melakukan hal-hal lain.  Orang-orang Palestina tidak diperbolehkan sholat berjamaah di masjid Al Aqsa oleh tentara-tentara penjajah laknat tersebut.  Bisa jadi, beliau menganggap orang-orang Indonesia adalah orang-orang yang sangat menjaga apa yang masuk ke dalam mulutnya, baik dari zat makanannya atau cara memperolehnya.  Mungkin juga beliau mengira bahwa kaum muslimin Indonesia memiliki keberanian yang sangat tinggi dan kemampuan finansial yang cukup untuk bisa ke Masjid Al Aqsa. Walau pada kenyataanya, banyak kaum muslimin di negeri ini yang masih berada di bawah garis kemiskinan.  Mereka yang kaya pun tidak ada keinginan untuk pergi ke sana karena resiko yang harus ditanggung sangat besar.  Meski pada kenyataannya, banyak hal-hal yang syubhat masih mengelilingi kita.  Banyak pula penduduk negeri ini yang masih perlu dipertanyakan apakah hartanya benar-benar halal atau masih ada unsur haram dan unsur kezaliman di dalamnya.

Maka, terbayang oleh kita betapa kecewa saudara-saudara kita di sana apabila mengetahui kualitas keimanan dan ketaqwaan kaum muslimin di negeri ini.  Betapa besar kekecewaan mereka jika mengetahui jumlah uang yang dikorupsi oleh para koruptor Indonesia yang mungkin sebagian besarnya ada di bank-bank Singapore dan Swiss.  Padahal, jika sebagian dari uang sejumlah itu bisa disumbangkan ke sana, tentu beban hidup mereka akan berkurang beratnya.  Sementara, penduduk Indoneisa yang terpuruk dan terjerat kemiskinan sudah tak terhitung lagi banyaknya.   Sumber daya alam dan hasil bumi yang melimpah ruah malah dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan dari negara-negara asing yang cenderung pro pada Zionis dan penjajahannya.  Sehingga, jangankan Gaza dan Palestina, rakyat negeri sendiri pun tidak bisa menikmati limpahan anugerah yang sangat indah itu.   

Pertanyaan yang timbul adalah, apakah kita tega mengecewakan mereka yang mungkin mengira kita memiliki tingkat keimanan yang sama atau bahkan lebih dari mereka? Padahal dari gambaran di awal tulisan ini sudah jelas iman dan ketaqwaan siapa yang lebih baik, lebih bersinar dan lebih tinggi di hadapan Allah SWT.  Apapun jawaban yang kita berikan atas pertanyaan tersebut, biarlah nurani kita yang menjawabnya.  Bagaimanapun juga, para penduduk Gaza telah memberi kita semua keteladanan yang sangat inggi dalam memegang teguh amanah Al Quran.   Suatu amanah yang sangat berat hingga gunung pun tak mampu membawanya.  Hanya para pemuda dan pemudi muslim yang dikuatkan dan dikukuhkan bahunya oleh Allah SWT yang mampu mengangkat amaanh seberat itu.  Bukan para pemuda dan pemudi egois yang lebih suka menghabiskan waktu dan hartanya demi kepentingan dan kepuasan dirinya sendiri.  

Semoga bermanfaat

Rabu, 02 Juni 2010

Tragedi Mavi Marmara, harga sebuah amanah dan pelajaran berharga

Perjalanan mengarungi lautan luas tentu bukan perjalanan aman tanpa resiko.  Apalagi tujuan mereka adalah dareah Gaza yang masih dibayangi penjajahan Zionis lakntaullah.  Mavi marmara bukanlah kapal perang seperti yang mengangkut tentara sekutu saat mereka menyerbu pantai Omaha tahun 1944, yang dalam sejarah dikenal dengan D day.  Mavi Marmara bukanlah pula kapal dagang zaman kolonial yang mengangkut hasil bumi negeri-negeri jajahan.  Marvi Marmara bukanlah kapal yang yang mengangkut harta berharga sehingga menjadi incaran para bajak laut dan perompak. Marvi Marmara adalah sebuah kapal yang membawa para relawan yang mengantar bantuan untuk para penduduk Gaza. Kapal itu hanya berisi bahan makanan, obat-obatan dan generator pembangkit tenaga listrik.  Seluruh muatan yang ada di kapal itu hanya untuk penduduk Gaza yang terisolir, kelaparan dan kedinginan.  Tidak ada senjata atau bahan berbahaya di dalam kapal itu.  Kecuali tentu saja jika ada yang sedemikian paranoid sehingga menganggap pisau dapur sebagai senjata yang sama berbahaya dengan senapan serbu dan bahan-bahan peledak.  

Namun, adegan yang terjadi pada malam itu di atas kapal Marvi Marmara jauh lebih mengerikan daripada peperangan.  Jauh lebih menakutkan daripada perampokan para bajak laut.  Yang terjadi adalah pembantaian terhadap awak kapal dan relawan oleh sepasukan tentara terlatih bersenjata lengkap namun tak punya hati nurani.  Para relawan dan awak kapal terpaksa harus melawan semampu mereka dengan alat seadanya.  Akibat dari perkelahian tidak seimbang tersebut, belasan penumpang kapal itu meninggal dunia, sementara puluhan lainnya luka-luka.  

Mavi Marmara bukanlah sekedar kapal pengangkut bantuan.  Mavi Marmara adalah harga sebuah amanah.  Apapun resikonya, amanah tetap harus dijaga dan disampaikan keapda yang berhak, dalam hal ini rakyat Gaza.   Rasulullah SAW menjelaskan bahwa yang paling ringan dari agama ini adalah mengucapkan dua kalimah syahadat dan yang paling berat adalah menjaga amanah.  NIlai keimanan manusia adalah seberapa kuat dia mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya.  Amanah memiliki akar kata yang sama dengan Iman dan Aman.  Orang beriman mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya sehingga orang lain merasa aman dengannya.  

Dalam khutbahnya Rasulullah SAW, yang diriwayatkan Anas, beliau bersabda : "Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah, dan tidak agama bagi orang yang tidak memegang janji". (HR.Ahmad dan al-Bazzaar). Syaikh Muhammad al Ghazali dalam bukunya Akhlak Seorang Muslim mengatakan, menjaga amanah ialah menunaikan dengan baik hak-hak Allah SWT dan hak-hak manusia tanpa terpengaruh oleh perubahan keadaan, baik susah maupun senang.

Mavi Marmara adalah juga hikmah dan pelajaran.  Pelajaran tentang pengorbanan dan kebahagiaan. Betapa banyak orang yang bersedia merepotkan diri, bersusah payah dan bahkan berkorban waktu, tenaga dan jiwa raga untuk keselamatan dan kebahagiaan sesama.  Mungkin dengan bersikap egois dan tidak peduli pada sesama, orang dapat mencapai kesenangan.  Namun, kebahagiaan hanya dapat diraih dengan berbagi dan berkorban bagi orang lain.  Walaupun harus berpeluh keringat, berlinang air mata, bersimbah darah, bahkan meregang nyawa.

Mavi Marmara adalah juga pelajaran tentang cinta.  Cinta para relawan dan awak kapal pada penduduk Gaza.  Cinta antar manusia pada sesamanya yang menderita tanpa memandang agama dan keyakinan, tanpa memandang ras dan perbedaan warna kulit.  Cinta yang terbebas dari penjajahan budaya materialistik dan kapitalistik nan hedonis.   Banyak orang yang mengabdikan diri dalam aksi-aksi kemanusiaan adalah orang-orang yangtidak beragama. Namun, mereka tleah merasakan nikmatnya menjadi relawan, nikmatnya berbuat baik pada sesama.  Berbuat baik adalah fitrah bagi manusia, melalui perbuatan2 itu, manusia menemukan ketentaraman dan keadamaian batin.  Namun, bagi seroang muslim, perbuatan2 itu tentu harus pula bernilai ibadah

Mavi Marmara adalah bukti bahwa amanah, pengorbanan dan cinta tidak pernah terpisahkan.  Ketiga hal tersebut membentuk suatu sinergi yang memancarkan energi dan berkah bagi sesama.  

Mavi Marmara adalah juga pelajaran tentang kewaspadaan.  Kini mata dunia internasional, walaupun mungkin belum semua, telah terbuka untuk mengetahui siapa musuh kemanusiaan yang sesungguhnya.  Siapa yang tega menyerang awak kapal dan relawan tak bersenjata dengan tentara bersenjata lengkap.  Siapa yang tega membiarkan penduduk Gaza mati kelaparan sesudah beberapa waktu yang lalu membombardir para penduduk itu secara membabi buta.  

Orang-orang yang di dalam Al Quran surat Al Fatihah disbut dengan Maghdub.  Yaitu orang-orang yang menyimpan Ghadab dalam hati mereka.  Ghadab adalah dendam kesumat bagai bara api yang tidak akan padam walau disiramkan padanya air seluruh lautan.  Dendam membara bagai bom waktu yang setiap saat siap meledak tanpa bisa diduga.  Dendam yang berasal dari kebanggan rasial yang semu belaka, yang tidak ada artinya dalam pandangan Allah SWT.  Namun, kebanggaan itu menghasilkan manusia-manusia bengis dan sadis, yang hatinya penuh kedengkian dan dendam pada semua manusia selain bangsanya.  

Amerika serikat sang negara adidaya gagah perkasa tiada tanding di kolong langit, ternyata masih seperti kerbau di ladang.  Sementara si zionis seperti anak gembala dengan riang bermain seruling di atas sang kerbau yang perkasa namun bebal otaknya

Mavi Marmara adalah juga pelajaran tentang sejarah dan perubahan.  Memang sekarang kaum zionis masih berkuasa dengan keangkuhan dan arogansi yang luar biasa. Namun, cepat atau lambat angin perubahan akan berhembus tanpa bisa dicegah oleh siapapun dan apapun, sebagaimana yang telah terjadi sepanjang sejarah peradaban manusia.  Namun, tragedi ini juga menjadi bukti bahwa banyak manusia tidak pernah belajar dari sejarah.  Mereka menghafal tahuh-tahun  terjadinya peristiwa penting, yang banyak diantaranya adalah peristiwa-peristiwa berdarah.  Mereka mengunjungi tempat-tempat bersejarah.  Tetapi mereka jarang sekali, kalau tidak mau mengatakan tidak pernah, mengambil hikmah dan pelajaran dari sejarah itu sendiri.  Oleh karena itu George Santayana, seorang filsuf, pernah berkata: <i>"Those who forget the past are condemned to repeat it"</i> (mereka yang melupakan sejarah akan dikutuk untuk mengulanginya).   

Perubahan adalah sunatullah yang tidak bisa dihindari.  Sesuatu yang kecil suatu saat akan bisa menjadi besar.  Sebaliknya, sesuatu yang besar suatu saat bisa menjadi kecil, bahkan hilang sama sekali.  Sepanjang sejarah, para diktator dan tiran sudah datang silih berganti.  Mereka berkuasa secara absolut layaknya Tuhan yang menguasai seluruh Alam Semesta.  Namun, mereka kini sudah menjadi bagian dari sejarah.  Nama mereka, yang dulunya disebut dengan penuh rasa takut seraya bergetar, kini tak lebih dari kata yang ringan untuk diucapkan.  

Mavi Marmara bukanlah tragedi kemanusiaan yang pertama.  Dan pasti juga bukan yang terakhir.  Selama kejahatan Zionis masih merajalela di muka bumi ini, maka tragedi-tragedi kemanusiaan selanjutnya masih akan terjadi, tanpa bisa diduga bagaimana, kapan, di mana dan siapa yang akan menjadi korbannya.  

Senin, 19 Januari 2009

Suratku untuk Sahabat di Palestina

http://sahabatalaqsha.com/suratku/
As-Salaamu'alaykum, anak-anak Indonesia

Halaman ini disediakan untuk surat-surat dari kita semua kepada sahabat-sahabat kita di Palestina. Isi suratnya boleh doa, boleh cerita, boleh gambar, boleh juga puisi, apa saja boleh. Pokoknya tujuannya untuk membesarkan hati sahabat-sahabat kita yang sedang dijajah bangsa Zionis Israel.

AYO KITA KUMPULKAN SAMPAI 100.000 SURAT
LALU KITA TITIPKAN KEPADA BAPAK PRESIDEN UNTUK DISAMPAIKAN KEPADA SAHABAT-SAHABAT KITA DI PALESTINA!

Jangan lupa, mereka yang di Palestina juga bisa membaca surat-surat kalian di halaman ini.

Silakan kirim ke sahabatalaqsha@gmail.com

Was-Salaamu'alaykum,
Kak Sobat

Sabtu, 17 Januari 2009

Live di Tv ONe - Hamas, Kenapa Dibenci Amerika?

Start:     Jan 19, '09 07:30a
End:     Jan 19, '09 08:00a
Location:     depan TV masing-masing :)
Saksikan wawancara live di Tv One

Waktu: Hari Senin tanggal 19 Januari 2009 Jam 07.30 – 08.00

Narasumber: Tiar Anwar Bachtiar M. Hum (Peneliti INSISTS)

Tema: Hamas, Kenapa Dibenci Amerika?

http://www.insistnet.com/

Senin, 12 Januari 2009

ãæÞÚ ÚÇÆáÉ ÇáÝÑÇ - ÇáãÌÒÑÉ ÇáÕåíæäíÉ

http://www.elfarra.org/gallery/gaza.htm
I saw the images and they were disturbing. Images are of the Israeli assault against civilians in Gaza. I did not imagine things in Gaza are going as they are; therefore I forwarded it on to you so that you witness the crimes against humanity that the Israelis carry out.

And now my dear friend after what you have seen of oppression and torture which humans suffer on this land who only want to live a decent life, and I believe after you have seen this painful reality you will start thinking how you can help those people? And I can help you to answer this question.
Firstly: send this webpage to all your friends and colleagues, let them know the truth of how these humans live and not let them get carried away by the Israeli media.
My second point is that you should write a letter to your government and encourage them to move in a diplomatic way to stop this massacre, and be sure they can stop all this killing if they are willing to do so

Peringatan: Link di atas mengandung foto-foto yang mungkin sangat mengerikan bagi yang melihatnya

Senin, 05 Januari 2009

Online Petition for Gaza

http://petition.cair.com/
We, the undersigned people of conscience who respect international law and the sanctity of human life, urge you to speak out for peace and justice for all parties in the Middle East crisis.

We are concerned that the current violence and ongoing humanitarian crisis is further eroding America’s international image. For this reason, a strong, balanced stance from you that is aimed at fostering an enduring peace is vital.

Unfortunately, all parties in the Middle East conflict have committed violence against civilians. We unequivocally condemn all of these actions.

The European Union (EU), Russia, the UN Secretary-General, the Arab League, the Organization of the Islamic Conference (OIC), and other international bodies are all urging Israel to end it attacks.

Middle East Envoy Tony Blair deplored the "tragic of loss of life,” while French President Nicolas Sarkozy condemned Israel’s “disproportionate use of force.”

EU foreign policy chief Javier Solana said the Israeli attacks were "inflicting an unacceptable toll on Palestinian civilians and will only worsen the humanitarian crisis as well as complicate the search for a peaceful solution.”

Unfortunately, our nation’s one-sided response to this tragic episode will only serve to fuel anti-American sentiments in the Muslim world and beyond.

We therefore call on you to demonstrate your commitment to changing our nation’s current one-sided Mideast policy by speaking out now in favor of peace and justice for all parties to this decades-long conflict.

Jumat, 02 Januari 2009

[Dari Milis] Palestina, Masalah Kaum Muslimin

Assalamualaikum, ada artikel bagus dari milis nih:

PALESTINA MASALAH KAUM MUSLIMIN

 

Musuh-musuh Islam senantiasa berusaha menjadikan masalah Palestina sebagai masalah rakyat Palestina dan bukannya permasalahan kaum muslimin sedunia. Diantaranya dengan mengeluarkan dan menyebarkan opini umum bahwa Permasalahan Palestina merupakan permasalahan rakyat Palestina. Ungkapan ini jika dilihat sekilas, terkesan tidak ada yang aneh. Ungkapan ini memang ungkapan yang sesuai dengan fakta, ungkapan yang benar adanya. Jika masyarakat hanya berkesimpulan seperti ini, maka itu berarti mereka sudah masuk perangkap. Mengapa? Karena ungkapan ini disebarkan agar ungkapan bahwa Permasalahan Palestina merupakan permasalahan kaum muslimin sedunia tidak tersebar menjadi opini umum dunia.

            Hal ini merupakan salah satu strategi bangsa Israel. Pada tanggal 18 Maret 1978, surat kabar "Yadiut Ahronut" mengeluarkan tulisan yang berisi antara lain, "Media Massa Israel hendaknya tidak melupakan hakikat penting yang merupakan bagian dari strategi Israel dalam memerangi orang-orang Arab. Hakikat itu adalah menjauhkan Islam dari pertikaian kita dengan Arab selama 30 tahun. Kita wajib tetap menjadikan Islam dijauhkan dari medan pertikaian itu selama-lamanya.

            David Ben Gurion, Perdana Mentri Israel pertama dan pendiri negara Israel mengatakan, "Kami tidak takut kepada Sosialisme, Revolusionerisme dan Demokrasi di wilayah ini. Kami hanya takut kepada Islam. Kaum muslimin adalah orang-orang yang baru bangkit dari tidur panjangnya."

            Simon Perez, mantan PM Israel mengatakan pada saat kampanye di Israel tahun 1978, "Perdamaian di wilayah ini tidak mungkin terwujud selama Islam masih mengangkat pedangnya. Pada masa depan, kita tidak akan tenang sampai Islam menyarungkan pedangnya selama-lamanya. "

            Coba perhatikan surat kabar saat ini! Konflik antara Hamas dan Israel, bukan konflik Palestina melawan Israel lagi (perhatikan Kompas, Selasa 30 Desember 2008).

            Kalau sudah begini, ruang lingkupnya lebih kecil lagi. Berita ini ingin membentuk opini bahwa konflik bukan lagi antara rakyat Palestina melawan Israel. Berita ini juga mengisyaratkan bahwa eksistensi negara Palestina sudah tidak ada dan yang ada eksistensi Israel.

            Untuk itu, marilah kita juga sebarkan opini bahwa masalah Palestina adalah masalah kaum muslimin. Bukan masalah bangsa Arab, bangsa Palestina apalagi Hamas.

           
arnabgaizir. blogspot. com
arnab20.multiply. com

Semoga bermanfaat ya

Selasa, 30 Desember 2008

Al-Bayanah - Gaza Massacre: In Pictures

http://albayanah.multiply.com/journal/item/3/Gaza_Massacre_In_Pictures
sebagian gambar-gambar pembantaian yang dilakukan Zionis laknatullah di Gaza

Mari Peduli - Dompet Peduli Palestine !!!

http://peduli.multiply.com/journal/item/151/Dompet_Peduli_Palestine_
ACT siap kirimkan segera Humanity Relief Team bantu rakyat Palestina
2008-12-30 13:39:04

Jakarta, Selasa (30/12). Kalkulasi terakhir lebih dari 367 warga Palestina di Gaza menjadi korban keganasan agresi Israel, sementara lebih dari 1700 orang luka-luka. Agresi Israel yang beruntun mulai dari Sabtu (27/12) hingga hari ini pun telah menuai banyak kecaman dari dunia internasional.

Lebih dari 200 pesawat tempur F 16 Israel meraung-raung di atas langit Gaza. Mereka melancarkan serangan besar-besaran, menewaskan warga sipil Palestina yang tak berdosa.

Kondisi ini diperparah dengan terputusnya aliran listrik di Gaza akibat blokade Israel serta habisnya obat-obatan di sejumlah rumah sakit, mengakibatkan jumlah korban yang jatuh lebih banyak. Sampai saat ini pun rumah sakit di Gaza sudah tidak bisa menampung korban yang berjatuhan.

"Bencana alam bukanlah satu-satunya yang menjadi fokus kepedulian ACT. Tragedi kemanusiaan seperti yang terjadi di Palestina juga merupakan fokus kepeduliaan ACT sebagai tanggung jawab moral untuk turut membantu rakyat Palestina, oleh karena itu kami akan kirimkan tim untuk bantu rakyat Palestina" ujar Sigit Iko Sugondo, Partnership Sr. Manager ACT.

ACT akan kembali mengiirimkan Humanity Relief Team yang di gawangi oleh Yayat Supriyatna membawa bantuan Anda untuk membantu saudara kita di Palestina yang didera bencana kemanusiaan atas kekejaman Israel.

Saat ini, rakyat Palestina didera penderitaan yang tidak terperi, mulai dari kehilangan rumah, sanak saudara, kekurangan bahan pangan dan kesulitan mendapatkan penanganan kesehatan.

Mari peduli dan bantu rakyat Palestina!

Salurkan bantuan Anda melalui:

Rekening SOS Palestine a.n. Aksi Cepat Tanggap

1. BCA # 676 030 0860
2. BSM # 101 000 5557
3. Permata Syariah #0971 001224
4. Muamalat # 304 0023 015

Contact Person : Sigit Iko Sugondo : 021-7414482 / 081586694809 / 08129665455

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Alternatif Bantuan Lain bisa melalui :

1. KISPA >> Bank Muamalat Cab. Slipi No. 311-018-5622 an Nurdin qq Kispa

2. KNRP >> BCA No. 760-032-5099 an Komite Nasional untuk Rakyat Palestina

3. Dompet Dhuafa Republika >> BCA 2373006343 an Yayasan Dompet Dhuafa Republika

4. Dukung misi Kemanusian MER-C ke Palestina, Ketik : MERC PEDULI kirim ke 7505 untuk memberikan donasi Rp 5000/SMS.(Khusus utk Pengguna TELKOMSEL) Sebarkan !!!

# Jika ada yg kurang jelas, bisa kontak mbak Kosi di HP : 08128510372, YM : anak_ngw / ukhti_kosi, email : ukhti.kosi@gmail.com atau klik : Save Palestine

Untuk Palestina




Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Kami mengajak kepada seluruh saudara sesama Muslim untuk turut serta membantu saudara kita di palestina, khususnya di jalur Gaza yang hingga kini tentara Zionis sudah membunuh 400 Orang warga palestina di jalur Gaza. Dimana ini merupakan serangan militer terbesar zionis dalam 60 tahun terakhir.

Bantuan berupa uang dapat dikirim ke :

Bank Muamalat Indonesia (BMI) cabang Slipi No. 311.01856.22
atas nama Nurdin QQ Kispa

Informasi lebih lanjut tentang bantuan ini dapat dilihat di http://www.kispa.org

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” QS. Ash Shaff 10-12

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” QS. Al Baqarah : 261

"Jika kalian telah berjual beli dengan cara 'inah (Syaikh Albani berkata pada hakikatnya adalah pinjaman dengan tambahan dan termasuk dalam riba.), kalian pun telah mengikuti ekor-ekor sapi, ridha terhadap pertanian dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian, yang (kehinaan tersebut) tidak akan bisa dicabut hingga kalian kembali kepada agama kalian." (As Silsilah Ash Shahiihah no. 11).

Semoga bantuan antum semua dapat membantu perjuangan saudara - saudara kita di palestina untuk mempertahankan negara palestina dan Masjid Al-Aqsha, serta meringankan beban mereka yang saat ini sangat membutuhkan bantuan pengobatan, makanan dan pakaian. Semoga amal kita dicatat oleh Allah Ta’ala sebagai infaq di jalan Allah sebagai bentuk jihad dengan harta, karena :

“Barangsiapa memberi perlengkapan bagi seorang yang berperang di jalan Allah maka dia terhitung ikut berperang dan barangsiapa ikut memenuhi kebutuhan keluarga (menyantuni) orang yang berperang maka dia terhitung ikut berperang di jalan Allah.” (HR. Bukhari)

Jazakumullah khair.
Wassalamualaikum

Sumber: Fadil Basymeleh's Notes on Facebook

Replace your profile image/headshot with Palestinian Ribbon

Assalamualaikum, rekan-rekan sekalian

Simpan (save) gambar di bawah ini ke komputer Anda, lalu upload ke MP Anda sebagai headshoot.

Mohon bantuan teman-teman untuk ikut mensosialisasikan gerakan ini.

Terima kasih

Allahu Akbar!

yang punya Facebook, silahkan mampir ke mari

http://en-gb.facebook.com/group.php?gid=41803352331

terima kasih

Please remember all the people being injustly slaughtered and replace your photo with this image of a ribbon with the palistinian flag to show your support and remmeberance of them.

COPY AND PASTE THE PICTURE OF THE RIBBON ON YOUR DESKTOP THEN UPLOAD AS YOUR PROFILE PICTURE

THEN INVITE ALL YOUR FRIENDS TO JOIN THIS GROUP TO DO THE SAME!!

Show your solidarity!



REPLACE YOUR PROFILE IMAGE WITH PALESTINIAN RIBBON | Facebook

http://en-gb.facebook.com/group.php?gid=41803352331
Please remember all the people being injustly slaughtered and replace your photo with this image of a ribbon with the palistinian flag to show your support and remmeberance of them.

COPY AND PASTE THE PICTURE OF THE RIBBON ON YOUR DESKTOP THEN UPLOAD AS YOUR PROFILE PICTURE

THEN INVITE ALL YOUR FRIENDS TO JOIN THIS GROUP TO DO THE SAME!!

Show your solidarity!

MT Wilson, SKom., MKom. » Blog Archive » Kami Tidak Lupa, Palestina!

http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/tanzir/2008/12/30/kami-tidak-lupa-palestina/
satu lagi tulisan blog tentang Palestina,

“Kami Tidak Lupa, Palestina!,” an entry on MT Wilson, SKom., MKom.

semoga bermanfaat

Senin, 29 Desember 2008

yang mau masuk NERAKA, silahkan


silahkan habiskan uang untuk hura-hura pada malam pergantian tahun kali ini

silahkan lupakan ratusan saudara-saudara kita di Palestina yang sedang dibantai Zionis laknatullah

silahkan begadang semalaman sambil bersenang-senang sehingga besoknya telat untuk bangun sholat subuh

silahkan bersenang-senang sama pasangan yang tidak sah sehingga tiap detik dosa-dosa timbul dan timbul

silahkan menyaksikan kembang api seharga ratusan juta yang hakikatnya uang kalian juga yang dibakar sia-sia

silahkan lupakan tetangga yang sedang kelaparan atau kehabisan bahan bakar

silahkan lupakan para penghuni Desa Jagabita alias kampung pesakitan yang sedang berjuang antara hidup dan mati dengan penyakit mereka yang bermacam-macam seperti kanker, tumor, asma, kaki gajah, dan sebagainya

silahkan keliling kota muter-muter gak karuan menghabiskan bensin dan menambah beban pencemaran pada bumi kita

silahkan nikmati sajian para pengkhianat kemanusiaan yang disebut peradaban Barat itu sampai puas selama hayat masih dikandung badan

semoga peringatan ini membuka mata kita, sehingga kita bisa melihat siapa diri kita sesungguhnya dan menilai diri kita dengan jujur sehingga kita bisa memperkirakan seperti apa diri kita di hadapan Alloh SWT

semoga bermanfaat dan mohon maaf bagi yang tidak berkenan

MER-C Akan Kirim Tim Medis ke Jalur Gaza

http://www.mer-c.org/misi-merc/8-konferensipers/496-mer-c-akan-kirim-tim-medis-ke-jalur-gaza.html
Menyusul serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai ratusan warga Gaza lainnya, MER-C sebagai sebuah lembaga sosial kegawatdaruratan medis akan mengirimkan Tim medisnya ke wilayah tersebut guna memberi bantuan medis kepada para korban.

Tim yang akan dikirimkan oleh MER-C adalah Tim Bedah yang siap melakukan operasi bedah khususnya bedah tulang. MER-C berencana akan masuk ke Gaza melalui Negara Mesir. Dari Indonesia Tim MER-C hanya akan membawa alat operasi dan obat-obatan secukupnya. Obat-obatan selebihnya akan dibeli di Mesir dari donasi yang masuk ke rekening MER-C dengan amanah Palestina.

Tim MER-C berharap bisa masuk ke Jalur Gaza agar bisa menyampaikan bantuan dari masyarakat Indonesia secara langsung dan melakukan tindakan operasi bagi para korban perang. Apabila tidak memungkinkan, maka Tim MER-C akan menunggu di perbatasan sampai terbukanya kembali akses masuk atau menyerahkan bantuan obat-obatan dan alat operasi yang saat ini sangat dibutuhkan oleh Rumah Sakit-Rumah Sakit di Jalur Gaza atau bantuan akan kami serahkan melalui Lembaga Palestina yang ada di Gaza.

berita selengkapnya silahkan ke link di atas

Salurkan bantuan anda untuk rakyat Palestina melalui:
BCA, a.n. Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek. 686.0153678

Bank Muamalat Indonesia (BMI), a.n. MER-C
No. Rek. 301.00521.15

Palestina, untuk yang baru bisa membantu dengan doa

Sering kali, apabila ada simpatisan para pejuang Palestina memposting di blog mereka tentang keadaan terakhir di sana, banyak reply yang masuk kurang lebih bunyinya begini:

"Maaf saya baru bisa membantu dengan doa"

Tentu saja itu bukan suatu yang buruk, sebagai muslim tentu kita tidak bisa meremehkan kekuatan suatu doa bukan? 

Namun, sadarkah kita akan konsekwensi ucapan tersebut?

Misalnya:

1. sudahkah kita sungguh-sungguh memanfaatkan waktu-waktu yang dianjurkan untuk berdoa, seperti 1/3 malam yang akhir umpamanya?

2. Sudahkah kita menjaga diri kita dari barang-barang yang haram?

Saya pernah membaca di sebuah majalah, kisah seorang ibu yang tersadar saat mengikuti pengajian.  Pulang dair pengajian, dia langsung berdoa kepada Alloh SWT

"Ya Alloh, jika diantara harta saya ada harta yang haram, tolong musnahkan, agar saya bisa bersih saat menghadap pada-Mu"

beberapa hari kemudian, rumah si ibu habis dilalap si jago merah.  Pada saat semua tetangga panik, si ibu malah tenang-tenang saja.  Mungkin pikir si ibu, inilah jawaban dari doa saya beberapa hari yang lalu.

Terlepas dari benar atau tidaknya cara si ibu itu berdoa, kita semua sadar betapa pentingnya menjaga diri dari harta haram.  Sulit kita mengharpkan doa kita diterima bila dalam diri kita masih banyak harta haram.  Apalagi jika sel-sel dalam badan kita terkandung zat-zat yang haram, baik zat-nya atau cara mendapatkannya.  

3. Mendisiplinkan diri dalam mengisi waktu, mengurangi aktifitas sia-sia bahkan yang menjurus pada dosa

Masih banyak lagi

Memang tidak salah apabila kemampuan kita baru sebatas doa, namun pertanyaannya kemudian, sudahkan kita sungguh2 dalam berdoa, atau sesungguhnya kita memang tidak pernah beroda???

bagi saudara-saudaraku di Palestina, maafkan makhluk lemah ini yang tidak bisa berbuat apa-apa,

bahkan memperingatkan teman2-nya agar sedikit lebih peduli pada kalian saja tidak bisa

Astaghfirullah

sungguh rugi kita apabila pelajaran mahal ini tidak kita jadikan momentum untuk introspeksi diri

Bantuan Anda untuk rakyat Gaza bisa disalurkan KISPA. No rek. KISPA BMI no.311.01856.22 an Nurdin QQ

Minggu, 28 Desember 2008

Foto Tragedi Berdarah Gaza - Arrahmah.Com

http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/2866/foto-tragedi-berdarah-gaza
aza (arrahmah) - Jumlah korban warga Palestina terus bertambah sehingga mencapai 205 terbunuh dan 750 terluka dalam serangkaian pengeboman Israel di Jalur Gaza, Sabtu waktu zhuhur (27/12).

Foto-foto tragedi berdarah tersebut bisa dilihat di link di atas.