Tampilkan postingan dengan label edufasting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edufasting. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juli 2012

Edufasting 2012 - Goresan Tinta Anak Negeri

Start:     Aug 11, '12 08:00a
End:     Aug 12, '12 5:00p
Location:     Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur
Banyak orang yang tidak menyadari kelebihan dirinya..

Banyak orang yang tidak tau apa itu ”potensi diri” & bagaimana mengenali potensi diri. Merasa bahwa penting sekali setiap anak mengenal potensi dirinya maka Komunitas Lebah kembali mengadakan Edufasting 2012 dengan tema “Kenali Potensi Dirimu” untuk anak-anak jalanan dan yatim dari beberapa rumah singgah dan Panti Asuhan di Jabodetabek yang ( Insya Allah) akan berlangsung selama dua hari satu malam , 11 & 12 Agustus 2012, bertempat di Asrama Haji Pondok Gede - Jakarta Timur.

Untuk Acara Edufasting tahun ini yang kami beri judul "Goresan Tinta Anak Negeri" kami ingin mengajarkan kepada adik-adik peserta untuk mengenal & menggali potensi diri dan memanfaatkan semaksimal mungkin anugerah Tuhan YME atas kesempurnaan tubuh dan pikiran hingga dapat menghasilkan karya yang bisa dijadikan kekuatan dirinya untuk maju, untuk berani mencoba melakukan hal-hal baru, & untuk menjadi pribadi yg kreatif meski hanya dengan bantuan sebuah alat tulis dan selembar kertas melalui menulis, menggambar dan kegiatan yang lain.

Bila ada sahabat Lebah yang ingin mensyukuri segala nikmat yang ada dengan berbagi dan peduli, dapat disalurkan kepada kami melalui Bank BCA no acc. 5540368459 a.n Fitriana Damayanti & Bank Mandiri no. acc 1020004636863 a.n Rossy Dwi Wiryanti. Mohon perhatian, untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan Komunitas Lebah donasi hanya ditransfer ke 2 rekening di atas. Mohon konfirmasi nama serta jumlah yang telah ditransfer melalui 081384371802 (Mika) atau 08161828270 (Diena).

Semoga segalanya dimudahkan Allah SWT....

Jazakumullah khairan katsiran....

Senin, 22 Agustus 2011

[Healing] Menyembuhkan Sakit Gigi dengan Quantum Touch dan EFT


Selain bertugas sebagai pendamping salah satu kelompok, saat acara Edufasting kedua dari komunitas Lebah kemarin saya pun memainkan peran favorit saya.  Sebagai seorang penyembuh atau healing facilitator.  Semenjak mengikuti training SEFT bersama pak Ahmad Faiz Zainuddin dan bertugas sebagai relawan trauma healing di Padang, saya seringkali membantu orang menyembuhkan diri mereka.

Kali ini saya harus menangani kasus yang selama ini jarang saya temui yaitu sakit gigi.  Maklum, saya kan hanya sekedar praktisi penyembuhan amatir dan bukan dokter gigi.  Enggak tanggung-tanggung, tiga kasus sakit gigi sekaligus.  Untungnya tidak bersamaan.  Memang, manusia sebenarnya bisa menyembuhkan dirinya sendiri.  Namun, karena sebagian besar menusia tingkat energinya relatif rendah maka tubuh perlu waktu lama untuk memulihkan diri. Untuk mempercepat kesembuhan, banyak orang memerlukan tambahan energi untuk memancing vibrasi energinya agar meningkat hingga menghasilkan efek kesembuhan.  Lengkapnya bisa dibaca di tulisan yang ini

Yang pertama adalah seorang anak yang kelihatannya masih awal belasan tahun.  Dia bilang minta obat sakit gigi dan pada saat saya ke bagian kesehatan, tidak tersedia obat untuk sakit gigi.  Yang ada obat sakit maag, sakit kepala dan beberapa yang lain.  Akhirnya saya  coba membantu dengan "cara saya sendiri" yaitu Quantum Touch.  Saya pernah mendengar seorang trainer pernah mengatakan bahwa EFT sebaiknya tidak diterapkan pada anak-anak berusia di bawah 14 tahun.  Dikhawatirkan ada kerusakan pada syaraf-syaraf otak mereka saat dewasa nanti.  Sehingga, saya pun menggunakan Quantum Touch untuk membantu anak yang sakit gigi itu.  Alhamdulilah, karena sakitnya tidak terlalu parah, maka sedikit penyaluran energi ala Quantum Touch sudah cukup memadai.

Kasus kedua terjadi pada rekan sesama panitia Sanlat Edufasting tersebut.  Dia bilang minta Ponstan, sejenis obat sakit gigi.  Namun, karena tidak tersedia, maka saya pun menawarkan diri untuk membantu.  Setelah beberapa putaran EFT dan sedikit penyaluran energi Quantum Touch, rekan tersebut sudah sangat membaik.  Dia bilang seperti ada energi yang merambat dan membuat bagian gigi yang sakit terasa nyaman.  Berarti, jalur energi yang terhambat sudah terbuka dan energinya kembali lancar.  

Kasus ketiga rupanya cukup rumit.  Seorang kakak pembimbing meminta saya membantu salah satu peserta yang sakit gigi.  Namun, ternyata kali ini sakit giginya membandel.  Si peserta bilang bahwa dia sudah sakit gigi sejak semalam.  Setelah beberapa kali putaran EFT dan penyaluran energi Quantum Touch,  dia belum juga membaik.  Memang , ujian bagi seorang praktisi penyembuhan energi adalah apabila "one minute wonder" atau "miraclous healing" itu tidak langsung terjadi.  Kadang, para healing facilitator, apalagi yang masih pemula, merasa discouraged atau takut untuk meneruskan penyembuhan.  Rasa takut itu bisa diakibatkan oleh rasa takut mengecewakan yang dibantu atau takut dianggap tidak mahir.  Namun, walaupun saya tidak mengannggap diri sudah mahir dan berpengalaman dalam penyembuhan ini, saya tetap mencoba membantu semampu saya.    

After all, bukankah menurut Richard Gordon, sang founder dari Quantum Touch itu sendiri, setiap penyembuhan adalah penyembuhan oleh diri sendiri.  Mulai dari masuk angin, sakit gigi bahkan sampai yang berat seperti kanker.  Orang lain hanya bisa membantu menyembuhkan.  Kesembuhan itu sendiri tentu saja dengan izin dari Allah SWT sebagai Sang Maha Penyembuh.  Saya pun meneruskan penyembuhan kepada si peserta tadi.  Kali ini saya langsung menempatkan jari-jari di tepat titik yang sakit dalam posisi tripod agar lebih fokus.  Saya pun melakukan penyaluaran Quantum Touch lebih lama, mungkin sekitar 15 sampai 20 menit.  Alhamdulillah, saat saya tanya lagi dia sudah mendingan.    

Selain sakit gigi, ada juga seorang peserta yang merasa tidak berani untuk tampil saat ada pentas kreatifitas.  Saya pun mencoba membantu memotivasi dan menyalurkan Quantum Touch ke dadanya.  Alhamdulillah, emosi cemasnya mereda dan dia pun bisa tampil dengan cukup baik.  

Sedikit pelajaran, yang juga tercantum di buku Quantum Touch: The Power To Heal terbitan Ufuk Press, terkadang penyaluran energi perlu waktu yang lama.  Sel-sel tubuh yang lemah vibrasinya perlu diberi energi dalam waktu lama agar bisa pulih kembali.  Penyaluran energi dengan teknik Quantum touch ke bagian tubuh yang sakit tidak memerlukan pernafasan yang terlalu berat.  Walau kadang ada perlu teknik pernafasan yang berat untuk dilakukan  seperti teknik Fire Breath atau Nafas Naga Api, namun tidak harus dipakai terlalu sering.  Yang lebih diperlukan adalah kesabaran mengikuti proses penyembuhan yang terjadi pada diri subjek.  


Pelajaran kedua adalah perlunya komunikasi yang baik dengan subjek yang hendak dibantu.  Richard Gordon menyebut teknik ini dengan "chasing the pain" atau mengejar rasa sakit.  Subjek perlu memberitahu praktisi apakah bagian tubuh yang sakit itu sudah membaik atau belum.  Apabila si praktisi Quantum Touch harus mengira-ngira apakah dia sudah membaik atau belum, maka hal itu akan menganggu konsentrasi penyaluran energi.   Sehingga, sebelum proses penyembuhan berlangsung, praktisi perlu mengarahkan subjek untuk memberitahu apabila rasa sakit sudah berkurang atau hilang.  Jika timbul rasa sakit di tempat lain, subjek pun perlu memberitahu praktisi.  Saya sendiri masih suka melupakan pelajaran yagn satu ini, kadang main tempel tangan saja ke bagian yang sakit.  

Perjalanan mempelajari dan mempraktekkan energy healing mungkin bukan hal yang mudah.  Saya pun masih terus belajar.  Namun, saya percaya bahwa hadiah yang paling membahagiakan bagi seorang healing facilitator adalah kebahagiaan yang terpancar orang yang dia bantu untuk sembuh. Sungguh sebuah pengalaman yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata seindah apapun.

Semoga bermanfaat

foto dipinjam dari facebook mbak Dian dan situs Ufuk Press

Rabu, 03 Agustus 2011

Edufasting 1432 H

Start:     Aug 20, '11
End:     Aug 21, '11
Location:     Asrama Haji Pondok Gede
Apa itu Edufasting ?
Sebuah kegiatan penggalian dan pemahaman pribadi yang diperuntukkan bagi remaja khususnya dhuafa (anak jalanan & yatim), yang dikemas dalam nuansa islami untuk mengisi bulan Ramadhan secara cerdas dan positif.

Bertujuan untuk menggali inspirasi dan mendorong setiap peserta yang kebetulan adalah anak-anak dengan tingkat sosial ekonomi rendah, agar mereka berani bercita-cita setinggi mungkin, dan yakin akan kemampuan mereka untuk meraih mimpinya, dengan segala potensi kreatif yang dimiliki.

Yuuk...om om, tante tante, dan kakak kakak semua, kita bantu mereka untuk mengejar mimpi melalui kegiatan ini.

"The future belongs to those who believe in the beauty of their dream"
-Eleanor Roosevelt.

Yup... mimpi itu milik mereka juga.

Komunitas Lebah membuka ladang amal sebesar2nya bagi om, tante, kakak, dan sahabat semua yang ingin menjadi donatur dengan menyalurkan infaq dan sedekahnya ke dalam kegiatan ini. Bersama berbagi peduli di bulan suci, dimana segala kebaikan dilipatgandakan balasannya oleh Allah Yang Maha Kaya (Al Mughni).

Donasi dapat ditransfer ke rekening Komunitas Lebah :
BCA : 554 036 8459 an. Fitriana Damayanti
Mandiri : 102 000 4636863 an. Rossy Dwi Wiryanti
(mohon melakukan konfirmasi melalui sms ke nomor : 0818875554 dgn menyebutkan nama, jumlah, dan rekening salah satu diatas)

Untuk informasi kegiatan dapat menghubungi nomor 081510186165.

Jazakumullah khairan katsira.


Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Komunitas Lebah
"Bersama Berbagi Peduli"