Tampilkan postingan dengan label logos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label logos. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Agustus 2011

[Healing] Menyembuhkan Sakit Gigi dengan Quantum Touch dan EFT


Selain bertugas sebagai pendamping salah satu kelompok, saat acara Edufasting kedua dari komunitas Lebah kemarin saya pun memainkan peran favorit saya.  Sebagai seorang penyembuh atau healing facilitator.  Semenjak mengikuti training SEFT bersama pak Ahmad Faiz Zainuddin dan bertugas sebagai relawan trauma healing di Padang, saya seringkali membantu orang menyembuhkan diri mereka.

Kali ini saya harus menangani kasus yang selama ini jarang saya temui yaitu sakit gigi.  Maklum, saya kan hanya sekedar praktisi penyembuhan amatir dan bukan dokter gigi.  Enggak tanggung-tanggung, tiga kasus sakit gigi sekaligus.  Untungnya tidak bersamaan.  Memang, manusia sebenarnya bisa menyembuhkan dirinya sendiri.  Namun, karena sebagian besar menusia tingkat energinya relatif rendah maka tubuh perlu waktu lama untuk memulihkan diri. Untuk mempercepat kesembuhan, banyak orang memerlukan tambahan energi untuk memancing vibrasi energinya agar meningkat hingga menghasilkan efek kesembuhan.  Lengkapnya bisa dibaca di tulisan yang ini

Yang pertama adalah seorang anak yang kelihatannya masih awal belasan tahun.  Dia bilang minta obat sakit gigi dan pada saat saya ke bagian kesehatan, tidak tersedia obat untuk sakit gigi.  Yang ada obat sakit maag, sakit kepala dan beberapa yang lain.  Akhirnya saya  coba membantu dengan "cara saya sendiri" yaitu Quantum Touch.  Saya pernah mendengar seorang trainer pernah mengatakan bahwa EFT sebaiknya tidak diterapkan pada anak-anak berusia di bawah 14 tahun.  Dikhawatirkan ada kerusakan pada syaraf-syaraf otak mereka saat dewasa nanti.  Sehingga, saya pun menggunakan Quantum Touch untuk membantu anak yang sakit gigi itu.  Alhamdulilah, karena sakitnya tidak terlalu parah, maka sedikit penyaluran energi ala Quantum Touch sudah cukup memadai.

Kasus kedua terjadi pada rekan sesama panitia Sanlat Edufasting tersebut.  Dia bilang minta Ponstan, sejenis obat sakit gigi.  Namun, karena tidak tersedia, maka saya pun menawarkan diri untuk membantu.  Setelah beberapa putaran EFT dan sedikit penyaluran energi Quantum Touch, rekan tersebut sudah sangat membaik.  Dia bilang seperti ada energi yang merambat dan membuat bagian gigi yang sakit terasa nyaman.  Berarti, jalur energi yang terhambat sudah terbuka dan energinya kembali lancar.  

Kasus ketiga rupanya cukup rumit.  Seorang kakak pembimbing meminta saya membantu salah satu peserta yang sakit gigi.  Namun, ternyata kali ini sakit giginya membandel.  Si peserta bilang bahwa dia sudah sakit gigi sejak semalam.  Setelah beberapa kali putaran EFT dan penyaluran energi Quantum Touch,  dia belum juga membaik.  Memang , ujian bagi seorang praktisi penyembuhan energi adalah apabila "one minute wonder" atau "miraclous healing" itu tidak langsung terjadi.  Kadang, para healing facilitator, apalagi yang masih pemula, merasa discouraged atau takut untuk meneruskan penyembuhan.  Rasa takut itu bisa diakibatkan oleh rasa takut mengecewakan yang dibantu atau takut dianggap tidak mahir.  Namun, walaupun saya tidak mengannggap diri sudah mahir dan berpengalaman dalam penyembuhan ini, saya tetap mencoba membantu semampu saya.    

After all, bukankah menurut Richard Gordon, sang founder dari Quantum Touch itu sendiri, setiap penyembuhan adalah penyembuhan oleh diri sendiri.  Mulai dari masuk angin, sakit gigi bahkan sampai yang berat seperti kanker.  Orang lain hanya bisa membantu menyembuhkan.  Kesembuhan itu sendiri tentu saja dengan izin dari Allah SWT sebagai Sang Maha Penyembuh.  Saya pun meneruskan penyembuhan kepada si peserta tadi.  Kali ini saya langsung menempatkan jari-jari di tepat titik yang sakit dalam posisi tripod agar lebih fokus.  Saya pun melakukan penyaluaran Quantum Touch lebih lama, mungkin sekitar 15 sampai 20 menit.  Alhamdulillah, saat saya tanya lagi dia sudah mendingan.    

Selain sakit gigi, ada juga seorang peserta yang merasa tidak berani untuk tampil saat ada pentas kreatifitas.  Saya pun mencoba membantu memotivasi dan menyalurkan Quantum Touch ke dadanya.  Alhamdulillah, emosi cemasnya mereda dan dia pun bisa tampil dengan cukup baik.  

Sedikit pelajaran, yang juga tercantum di buku Quantum Touch: The Power To Heal terbitan Ufuk Press, terkadang penyaluran energi perlu waktu yang lama.  Sel-sel tubuh yang lemah vibrasinya perlu diberi energi dalam waktu lama agar bisa pulih kembali.  Penyaluran energi dengan teknik Quantum touch ke bagian tubuh yang sakit tidak memerlukan pernafasan yang terlalu berat.  Walau kadang ada perlu teknik pernafasan yang berat untuk dilakukan  seperti teknik Fire Breath atau Nafas Naga Api, namun tidak harus dipakai terlalu sering.  Yang lebih diperlukan adalah kesabaran mengikuti proses penyembuhan yang terjadi pada diri subjek.  


Pelajaran kedua adalah perlunya komunikasi yang baik dengan subjek yang hendak dibantu.  Richard Gordon menyebut teknik ini dengan "chasing the pain" atau mengejar rasa sakit.  Subjek perlu memberitahu praktisi apakah bagian tubuh yang sakit itu sudah membaik atau belum.  Apabila si praktisi Quantum Touch harus mengira-ngira apakah dia sudah membaik atau belum, maka hal itu akan menganggu konsentrasi penyaluran energi.   Sehingga, sebelum proses penyembuhan berlangsung, praktisi perlu mengarahkan subjek untuk memberitahu apabila rasa sakit sudah berkurang atau hilang.  Jika timbul rasa sakit di tempat lain, subjek pun perlu memberitahu praktisi.  Saya sendiri masih suka melupakan pelajaran yagn satu ini, kadang main tempel tangan saja ke bagian yang sakit.  

Perjalanan mempelajari dan mempraktekkan energy healing mungkin bukan hal yang mudah.  Saya pun masih terus belajar.  Namun, saya percaya bahwa hadiah yang paling membahagiakan bagi seorang healing facilitator adalah kebahagiaan yang terpancar orang yang dia bantu untuk sembuh. Sungguh sebuah pengalaman yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata seindah apapun.

Semoga bermanfaat

foto dipinjam dari facebook mbak Dian dan situs Ufuk Press

Senin, 25 Oktober 2010

[SEFT] Tentang fatwa haram rokok dan terapi untuk menghentikan kecanduan

Repost dari Notes Facebook saya

Malam semakin larut namun kesibukan bapak-bapak anggota Linmas di bangunan itu tidak juga berhenti. Mereka asyik bermain kartu dengan diiringi musik dangdut bercampur disco yang mengajak siapapun yang mendengar untuk ikut bergoyang. Kepulan asap rokok tidak henti-hentinya memenuhi bangunan tersebut, seiring dengan kepulan uap kopi hitam yang menaburkan aroma yang khas dan familiar. orang-orang itu hendak sejenak melupakan kehidupan mereka nan berat dan sulit karena dililit kemiskinan. Bagaikan ular raksasa yang menghancurkan setiap aspek dan sendi dalam kehidupan mereka dan masih banyak lagi manusia yang kurang beruntung di negeri ini.

Begitulah kira-kira penggambaran saya pada suasana malam menjelang acara pemotongan hewan di desa Bahagia, Muara Gembong yang diselenggarakan yayasan sahabat peduli beberapa waktu yang lalu. Rokok seakan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehdupan masyarakat indonesia, terutama kalangan menengah ke bawah. Bahan perangsang itu telah lama dijadikan sebagai obat pembius yang dapat memberikan relaksasi sejenak bagi mereka. Membawa mereka sejenak ke alam mimpi dan fantasy, namun pada akhirnya mencampakkan mereka kembali tanpa ampun ke dalam dunia nyata yang kejam dan tidak berperikemanusiaan.

 

Fatwa haram merokok yang dikeluarkan sebuah ormas besar Islam sesungguhnya merupakan upaya menanggulangi masalah kronis ini. Namun, sebagaimana kita ketahui sebuah fatwa saja tidak cukup untuk menghilangkan masalah kronis yang sudah berurat dan berakar selama berpuluh tahun. Malah banyak pihak yang menentang fatwa itu, terutama dari kalangan industri rokok baik yang rumahan atau pabrikan, tradisional atau moderen.

Bahaya rokok terhadap kesehatan pribadi dan lingkungan sudah lama diketahui banyak orang. Hampir semua perokok sadar, minimal mengetahui, bahaya apa saja yang terkadung dalam batang-batang maut itu. Minimal mereka mengetahui secara general/umum. Namun, seperti yang kita saksikan sehari-hari, ujung batang-batang itu tetap menyala, sambil mengepulkan asap bagaikan hantu pembunuh yang menari-nari menunggu mangsanya jatuh dalam kebinasaan. Asap maut pembawa malaptetaka itu sesungguhnya hanya merupakan puncak gunugn es yang besar. Di bawah puncak tersebut terpendam persoalan psikologis personal dan sosial yang tidak kalah mengerikan.


Para perokok sebagian besar berasal dari golongan menengah ke bawah alias miskin. Mereka seakan bisa merelakan standar kehidupan mereka tidak juga meningkat asalkan bisa memuaskan kecanduan mereka akan rokok. Anak-anak mereka kurang gizi atau bahkan menderita gizi buruk. Pendidikan anak-anak mereka terlantar dan kesehatan anak-anak tersebut terbengkalai. Bahkan, asap rokok yang setiap hari terhisap oleh anak-anak mereka menyebabkan anak-anak itu jadi mudah sakit atau memang sudah sakit.

 

Informasi tentang rokok dan bahaya yang terkadung di dalamnya biasanya sangat minim dan terlalu umum. Bagi mereka, informasi tersebut hampir tidak ada artinya, tidak menggugah kesadaran mereka. Terkadang, mereka belum juga tergerak untuk berhenti justru pada saat tanda-tanda bahaya mulai terjadi, seperti jantung berdebar lebih keras, nafas sesak dan batuk tak kunjung henti. Baru saat semua terlambat, saat mereka harus berurusan dengan dokter dan paramedis, mereka baru ingin berhenti. Saat itu biaya yang harus mereka keluarkan sudah berlipat ganda karena sebagaimana kita ketahui kesehatan telah menjadi industri. Seakan-akan orang miskin dilarang sakit, karena sakit itu mahal. Sangat mahal.

 

Mereka juga belum mengetahui adanya berbagai terapi yang dapat digunakan untuk menanggulangi kecanduan mereka akan rokok seperti SEFT, EFT, TAT, hypnoteraphy dan sebagainya. Seakan-akan kalau sudah kecanduan rokok, seseorang telah divonis kecanduan seumur hidupnya. Memang, terapi-terapi tersebut bukan jaminan seseorang akan bisa berhenti merokok. Tekad yang kuat tetap diperlukan bagi seseorang untuk bisa berhenti dan meninggalkan kebiasaan buruk apapun.

 

Terapi penyelesaian kecanduan merokok dengan teknik SEFT biasanya memiliki tahapan2 sebagai berikut:

 

1. Menghilangkan rasa nikmat merokok.

Tapping atau pengetukan akan memeperlancar saluran energi yang terhambat sehingga terjadi perubahan fisiologis pada diri si perokok. Rasa nikmat rokok akan berkurang bahkan bukan tidak mungkin hilang dan berganti dengan rasa tidak enak, mirip saat si perokok mulai belajar merokok.

 
2. Menghilangkan faktor psikologis yang menyebabkan seseorang merokok.

Kecanduan rokok biasanya merupakan puncak gunung es psikologis. Di bawah puncak tersebut terdapat banyak masalah yang rumit, yang seringkali dihindari dan diredam dengan sensasi rokok. Pada tahap ini, diperlukan kerja sama yang baik antara si perokok dengan terapisnya. Faktor-faktor pemicu kebiasaan merokok harus dituntaskan satu demi satu.

3. Menghilangkan efek teman sejati (Rokok yang telah menyertai hidup pecandunya selama ini)

Selama seseorang masih hidup, akan selalu ada harapan untuk menjadi lebih baik daripada dia di masa lalunya. Allah SWT terkadang menyempitkan atau bahkan menutup pintu rezeki dalam rangka mendidik hamba2Nya, namun Dia tidak pernah menutup pintu taubat. Pintu taubat akan terus terbuka siang dan malam untuk hamba2Nya yang pernah berdosa dan melampaui batas namun tetap tidak berputus asa dari Rahmat dan Ampunan-Nya. Maha Suci Allah SWT dari perbuatan zalim sekecil apapun.

Harapan saya, makin banyak praktisi SEFT dan terapi2 yang lain yang bersedia untuk membantu sesama untuk berhenti merokok atau kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Bukankah manusia yang paling baik adalah manusia yang banyak manfaatnya bagi sesama, baik kualitas maupun kuantitasnya.


More Information, please visit

Logos Institute 

Kamis, 12 November 2009

BERANI BERHENTI MEROKOK SAAT INI JUGA dengan SEFT

Start:     Nov 22, '09 09:00a
End:     Nov 22, '09 3:00p
Location:     Hotel Harris, Tebet, Jakarta Selatan
LoGOS institute menyelenggarakan one day workshop yang mengambil tema "BERANI BERHENTI MEROKOK SAAT INI JUGA dengan SEFT" yang akan di selenggarakan pada :

Hari/Tanggal : Minggu, 22 November 2009
Pukul : 09.00 - 15.00 WIB
Tempat : Hotel Harris
Jl. Dr.Sahardjo no.191 Tebet
(Dalam Konfirmasi)
Pembicara : Assosiate Trainer LoGOS institute
1. Eko Nugroho
2. Danny Hernowo
3. Endy Fatah Joesoef
4. Tari Agustini
5. Sugeng Hariyanto

Investasi : Rp. 300.000,-
Early Bird Rp. 200.000,-
untuk 50 orang pertama

Informasi dan pendaftaran :

Dina Serly (021 9545 6326) atau
LoGOS Office 021 8660 5151

Rabu, 23 September 2009

[SEFT] Training SEFT Total Solution

Start:     Oct 16, '09 07:00a
End:     Oct 18, '09 6:00p
Location:     Hotel Harris Tebet, Jl. Dr Sahardjo No. 191. Tebet Jakarta Selatan (Dekat fly over Casablanca).
Spiritual Emotional Freedom Technique


APA ITU SEFT® ?

SEFT merupakan teknik pengembangan diri ekletis yang menggabungkan 14 macam teknik terapi (termasuk kekuatan spiritual) untuk mengatasi berbagai macam masalah fisik, emosi, pikiran, sikap, motivasi, perilaku, dan peak performance secara cepat, mudah & universal

14 macam teknik terapi yang masuk dalam teknik SEFT (Cognitive Therapy (NLP), Behavioral Therapy, Logotherapy, Psychoanalisa, EMDR, Self Hypnosis (Ericsonian) , Sugesty & Affirmation, Visualization, Gestalt Therapy, Meditation, Sedona Methode Provocative Therapy, Energy Therapy (EFT) , Powerful Prayer )

SEFT dapat digunakan untuk
# Mengatasi berbagai masalah fisik dan emosi dalam waktu 5-50 menit
# Meningkatkan kinerja dan prestasi dengan "SEFT for Peak Performance"
# Meningkatkan keberuntungan dengan "The Luck Factor"
# Meraih apa yang kita inginkan dengan "Deep SEFT"
# Mencapai "Total Success" dengan "The Holistic Person Empowerment System"
# Meraih kedamaian hati dengan "Personal Peace Procedure"
# Meraih kebahagiaan dengan "LoGOS Spirit"

SEFT® merupakan penggabungan antara spiritualitas (melalui doa, keikhlasan, dan kepasrahan) dan energy psychology. Teknik ini telah dibuktikan oleh berbagai macam riset ilmiah. Tidak ada unsur supranatural atau klenik dalam SEFT®.

SEFT® dikembangkan dari Emotional Freedom Technique (EFT™), oleh Gary Craig (USA), yang saat ini sangat populer di Amerika, Eropa, & Australia sebagai solusi tercepat & temudah untuk mengatasi berbagai masalah fisik, dan emosi, serta untuk meningkatkan performa kerja. Saat ini EFT telah digunakan oleh lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.
About SEFT - Healing Success Happiness Greatness
MENGAPA SEFT DISEBUT "TEHNIK REVOLUSIONER" ?

# Efektif, mampu meyelesaikan berbagai masalah fisik dan emosi, bahkan untuk beberapa masalah yang divonis tidak ada harapan lagi oleh dokter.
# Ilmiah telah dibuktikan oleh puluhan penelitian dan digunakan oleh lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.
# Mudah, semua orang, bahkan anak-anak dan orang lanjut usia, bisa melakukan.
# Cepat, hanya membutuhkan waktu 5 – 50 menit. Umumnya sudah dapat terasa efektivitasnya dalam waktu + 15 menit.
# Aman, tanpa efek samping, karena tidak menggunakan obat-obatan apapun, alat-alat khusus, atau teknik yang beresiko.
# Murah, sekali belajar dapat dipakai selamanya.
# Memberdayakan, tidak tergantung kepada terapist, setiap orang bisa melakukannya sendiri bahkan bisa membantu orang laini.
# Universal, dapat digunakan untuk berbagai macam masalah dan dapat dipraktekkan oleh berbagai orang tanpa memperdulikan latar belakang apapun dari orang tersebut
# Compatible, dapat digabungkan dengan berbagai macam teknik lain dan dapat meningkatkan efektivitas teknik-teknik lain tersebut

SEFT® ditemukan oleh Ahmad Faiz Zainuddin dan kini dikembangkan oleh LoGOS Institute - http://www.logos.co.id/

Selasa, 18 Agustus 2009

[SEFT] Training Total Solution

Start:     Aug 21, '09 07:00a
End:     Aug 23, '09 6:00p
Location:     Hotel Harris Tebet, Unique Room, Jl. Dr Sahardjo No. 191. Tebet Jakarta Selatan (Dekat fly over Casablanca).
Training Total Solution
Hotel Harris Tebet, Unique Room, Jl. Dr Sahardjo No. 191. Tebet Jakarta Selatan (Dekat fly over Casablanca).

21, 22, 23 Aug 2009

Spiritual Emotional Freedom Technique


APA ITU SEFT® ?

SEFT merupakan teknik pengembangan diri ekletis yang menggabungkan 14 macam teknik terapi (termasuk kekuatan spiritual) untuk mengatasi berbagai macam masalah fisik, emosi, pikiran, sikap, motivasi, perilaku, dan peak performance secara cepat, mudah & universal

14 macam teknik terapi yang masuk dalam teknik SEFT (Cognitive Therapy (NLP), Behavioral Therapy, Logotherapy, Psychoanalisa, EMDR, Self Hypnosis (Ericsonian) , Sugesty & Affirmation, Visualization, Gestalt Therapy, Meditation, Sedona Methode Provocative Therapy, Energy Therapy (EFT) , Powerful Prayer )

SEFT dapat digunakan untuk
# Mengatasi berbagai masalah fisik dan emosi dalam waktu 5-50 menit
# Meningkatkan kinerja dan prestasi dengan "SEFT for Peak Performance"
# Meningkatkan keberuntungan dengan "The Luck Factor"
# Meraih apa yang kita inginkan dengan "Deep SEFT"
# Mencapai "Total Success" dengan "The Holistic Person Empowerment System"
# Meraih kedamaian hati dengan "Personal Peace Procedure"
# Meraih kebahagiaan dengan "LoGOS Spirit"

SEFT® merupakan penggabungan antara spiritualitas (melalui doa, keikhlasan, dan kepasrahan) dan energy psychology. Teknik ini telah dibuktikan oleh berbagai macam riset ilmiah. Tidak ada unsur supranatural atau klenik dalam SEFT®.

SEFT® dikembangkan dari Emotional Freedom Technique (EFT™), oleh Gary Craig (USA), yang saat ini sangat populer di Amerika, Eropa, & Australia sebagai solusi tercepat & temudah untuk mengatasi berbagai masalah fisik, dan emosi, serta untuk meningkatkan performa kerja. Saat ini EFT telah digunakan oleh lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.
About SEFT - Healing Success Happiness Greatness
MENGAPA SEFT DISEBUT "TEHNIK REVOLUSIONER" ?

# Efektif, mampu meyelesaikan berbagai masalah fisik dan emosi, bahkan untuk beberapa masalah yang divonis tidak ada harapan lagi oleh dokter.
# Ilmiah telah dibuktikan oleh puluhan penelitian dan digunakan oleh lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.
# Mudah, semua orang, bahkan anak-anak dan orang lanjut usia, bisa melakukan.
# Cepat, hanya membutuhkan waktu 5 – 50 menit. Umumnya sudah dapat terasa efektivitasnya dalam waktu + 15 menit.
# Aman, tanpa efek samping, karena tidak menggunakan obat-obatan apapun, alat-alat khusus, atau teknik yang beresiko.
# Murah, sekali belajar dapat dipakai selamanya.
# Memberdayakan, tidak tergantung kepada terapist, setiap orang bisa melakukannya sendiri bahkan bisa membantu orang laini.
# Universal, dapat digunakan untuk berbagai macam masalah dan dapat dipraktekkan oleh berbagai orang tanpa memperdulikan latar belakang apapun dari orang tersebut
# Compatible, dapat digabungkan dengan berbagai macam teknik lain dan dapat meningkatkan efektivitas teknik-teknik lain tersebut

SEFT® ditemukan oleh Ahmad Faiz Zainuddin dan kini dikembangkan oleh LoGOS Institute

more info: http://www.logos.co.id/index.php

Kamis, 29 Januari 2009

Tapping pressure points to address all ailments | The Jakarta Post

http://www.thejakartapost.com/news/2009/01/27/tapping-pressure-points-address-all-ailments.html
Berita tentang Bakti Sosial Pengobatan Berhenti Merokok dan Pengobatan Umum berhasil dilaksanakan SEFT Center Bintaro & Logos Institute.

Baksos ini di Lapangan Kecamatan Pondok Aren pada Minggu 18 Januari 2009. Acara ini dalam rangka HUT Tangerang yang dihadiri juga oleh Fuad Baradja - aktifis Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok yang turut melihat dari dekat jalannya pengobatan ini.

Di sana saya juga ketemu Pak Ilyas http://mia4457.multiply.com/

Semoga bermanfaat

More photos, please visit:

http://gerakanstopmerokok.multiply.com/photos/album/5/Foto-Foto_Bakti_Sosial_Berhenti_Merokok

Rabu, 28 Januari 2009

Talk to CEO di Trijaya FM menghadirkan Bapak Ahmad Faiz Zainuddin - SEFT

Start:     Jan 30, '09 5:00p
End:     Jan 30, '09 6:30p
Location:     di radio masing-masing :)
Acara Talk to CEO di Trijaya FM kali ini Insya Alloh akan

menghadirkan

Bapak Ahmad Faiz Zainuddin

penemu teknik SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) dan pendiri Logos Institute


jam 17:00 - 18:30

di Radio Trijaya Shakti, PT FM: 104,60 Jakarta