Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ramadhan. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Agustus 2012

Tips Sholat Khusyu


http://wasathon.com/humaniora/read/tips_sholat_khusyu/
Di antara pertanyaan yang kerap ditanyakan kepadaku, dan aku sendiri bingung menjawabnya adalah: Bagaimana cara sholat yang khusyu'? Sholat yang di saat mengerjakannya kita hanya terfokus pada Allah dan melupakan semua urusan duniawi kita

selanjutnya sila ke link, semoga bermanfaat :)

Senin, 16 Juli 2012

8 Kunci Sukses Ramadhan

http://wasathon.com/humaniora/read/8_kunci_sukses_ramadhan/
Sebentar lagi Ramadhan tiba, yuk bersiap2, apa aja sih kunci suksesnya? simak ya tulisan yang satu ini semoga bermanfaat :)

Rabu, 11 Juli 2012

Edufasting 2012 - Goresan Tinta Anak Negeri

Start:     Aug 11, '12 08:00a
End:     Aug 12, '12 5:00p
Location:     Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur
Banyak orang yang tidak menyadari kelebihan dirinya..

Banyak orang yang tidak tau apa itu ”potensi diri” & bagaimana mengenali potensi diri. Merasa bahwa penting sekali setiap anak mengenal potensi dirinya maka Komunitas Lebah kembali mengadakan Edufasting 2012 dengan tema “Kenali Potensi Dirimu” untuk anak-anak jalanan dan yatim dari beberapa rumah singgah dan Panti Asuhan di Jabodetabek yang ( Insya Allah) akan berlangsung selama dua hari satu malam , 11 & 12 Agustus 2012, bertempat di Asrama Haji Pondok Gede - Jakarta Timur.

Untuk Acara Edufasting tahun ini yang kami beri judul "Goresan Tinta Anak Negeri" kami ingin mengajarkan kepada adik-adik peserta untuk mengenal & menggali potensi diri dan memanfaatkan semaksimal mungkin anugerah Tuhan YME atas kesempurnaan tubuh dan pikiran hingga dapat menghasilkan karya yang bisa dijadikan kekuatan dirinya untuk maju, untuk berani mencoba melakukan hal-hal baru, & untuk menjadi pribadi yg kreatif meski hanya dengan bantuan sebuah alat tulis dan selembar kertas melalui menulis, menggambar dan kegiatan yang lain.

Bila ada sahabat Lebah yang ingin mensyukuri segala nikmat yang ada dengan berbagi dan peduli, dapat disalurkan kepada kami melalui Bank BCA no acc. 5540368459 a.n Fitriana Damayanti & Bank Mandiri no. acc 1020004636863 a.n Rossy Dwi Wiryanti. Mohon perhatian, untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan Komunitas Lebah donasi hanya ditransfer ke 2 rekening di atas. Mohon konfirmasi nama serta jumlah yang telah ditransfer melalui 081384371802 (Mika) atau 08161828270 (Diena).

Semoga segalanya dimudahkan Allah SWT....

Jazakumullah khairan katsiran....

Senin, 01 Agustus 2011

Pertengkaran di awal Ramadhan dan hikmah pelajaran di baliknya

Malam itu adalah malam terakhir bulan Syaban tahun 1432 Hijriyah.  Saat itu ummat Islam Indonesia mulai menunaikan sholat tarawih di masjid-masjid.  Malam itu saya tidak dapat menunaikan sholat tarawih di masjid dekat rumah karena sedang dalam perjalan pulang dari daerah Depok.  Saat berada di daerah Pancoran, hari sudah malam dan saat itu sudah memasuki waktu Isya. Saya pun turun dari Metromini dan menunaikan sholat Isya dan tarawih di salah satu masjid.  Sesudah menunaikan sholat Isya dan tarawih, saya pun pulang kembali ke arah Manggarai.

Dalam perjalanan pulang, Metromini yang saya tumpangi berhenti di antara jalan Raya Pasar Minggu dengan jalan Saharjo.  Saat itulah, entah kenapa, terjadi pertengkaran antara supir dan kernet Metromini yang saya tumpangi dengna Metromini yang lain dengan nomor dan jurusan sama.  Mungkin mereka sedang berebut penumpang karena mereka harus memenuhi target setoran hari itu.  Saat metromini yang saya tumpangi hendak meninggalkan areal dekat Patung Pancoran tersebut, Metromini lawannya selalu menghalang-halangi.  Akhirnya, metromini yang saya tumpangi ber sama penumpang lain yang cukup banyak jumlahnya itu pun mundur agak jauh ke belakang, dan tiba-tiba berbelok ke jalan lalu langsung ngebut ke arah jalan Saharjo.  Supir dan kernet metromini lawannya pun memaki-maki, namun semua itu tidak dihiraukan oleh metromini yang langsung pergi itu.  Entahlah apa yang akan terjadi kalau mereka bertemu lagi, baik di pangkalan atau di jalanan.  

Memang memprihatinkan keadaan jalan-jalan di ibukota Jakarta dan berbagai kota lainnya di Indonesia ini.  Seakan hukum tidak lagi berlaku di sana dan digantikan hukumnya sendiri, yang lebih mirip hukum rimba. Hampir setiap hari kita dengar berita-berita tentang kejahatan yang terjadi di jalanan.  Baik pencopetan, penodongan atau bahkan yang sampai merenggut korban jiwa.  Kemiskinan sudah membutakan mata hati banyak manusia sehingga menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup.  Ego kebinatangan manusia pun terusik hingga manusia jatuh ke tingkat kecerdasan EGO yang merupakan kecerdasan terendah dalam konsep Se7en Energy Intelligence.  Suatu kecerdasan yang tingkatannya sama dengan binatang ternak, bahkan lebih rendah lagi hingga manusia tidak bisa menggunakan telinga, mata dan hatinya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.  "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (Al A'raf ayat 179)

Yang lebih memperihatinkan lagi adalah saat itu akan memasuki bulan mulia nan penuh berkah bernama Ramadhan.  Bulan nan suci itu seakan tidak ada pengaruhnya sama sekali terhadap perbaikan akhlaq dan moral para pengemudi tersebut.  Setoran pada pemilik kendaraan adalah yang utama, yang harus didapatkan bagaimanapun caranya walaupun harus berseteru dengan kawan sendiri.  Setoran tersebut, bagi mereka, adalah perkara hidup dan mati sehingga harus diperjuangkan mati-matian.  

Sebagai penumpang, tentu saja saya merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti itu.  Saya yakin para penumpang lain pun juga merasakan ketidaknyamanan yang sama.  Namun, saya pun mungkin akan berlaku seperti mereka apabila saya merasakan tekanan yang sama.  Betapa uang setoran harus mencapai target karena berhubungan dengan operasional perusahaan secara keseluruhan.  Target setoran yang tidak tercapai tentu akan menyebabkan pemilik kendaraan tidak senang dan mungkin akan marah pada si pengemudi.  Jika si pengemudi sering menunggak setoran, bukan tidak mungkin dia dipecat dan bakal kesulitan mencari pekerjaan lain.  

Memang selama ini, dengan tidak mengecilkan hasil dan perbaikan yang sudah dilakukan, peran pemerintah dalam membina akhlak dan moral masyarakat masih rendah efektifitasnya.  Solusi-solusi dan program-program yang dibuat seringkali masih bersifat instruksional dan masih kurang dipahami oleh masyarakat.  Masyarakat sendiri pun masih belum merasakan kehadiran pemerintah yang memahami, melindungi dan mengayomi mereka.  Masyarakat bagaikan orang-orang yang tersesat di hutan belantara buas yang dipenuhi serigala-serigala lapar yang bisa memangsa mereka setiap saat.    

Padahal, menurut pak Masril Koto, sebagaiman dirangkum mas Eko BS di jurnalnya yang ini,  membantu masyarakat harus mengenal mereka, tidur bersama mereka, hidup bersama mereka untuk mengetahui apa tantangan yang mereka hadapi. Tidak bisa kita melihat suatu masyarakat, lalu membantu dengan solusi-solusi yang top-down.  Solusi harus disusun oleh mereka sendiri ... dengan kita membantu merealisasikannya.  Membawa program-program pemberdayaan ke masyarakat secara top-down, tidak akan menjadikan program-program tersebut sustainable, berkelanjutan ... Begitu dana untuk program tersebut habis, program akan layu dengan sendirinya.

Ladang amal pemberdayaan masyarakat masih terbentang luas.  Semua itu menjadi bisa peluang emas bagi kita yang mau menggarapnya dengan baik dan benar serta penuh kesungguhan.  Namun, semua itu bisa juga berubah menjadi hutan belantara liar yang dipenuhi makhluk-makhluk buas apabila dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan yang berarti.  Dan, kita sendirilah sebagai bagian dari masyarakat yang akan menanggung akibat pembiaran itu, baik di dunia maupun di akhirat.  Semoga Ramadhan kali ini bukan hanya dimaknai sebagai ajang pengumpulan pahala sebanyak-banyaknya, tetapi juga dimaknai sebagai bagian dari motivasi kita untuk lebih peduli pada sesama, mengasah empati dan memberi lebih banyak lagi semaksimal mungkin yang kita mampu.  

Semoga bermanfaat.      

Related posts

KULTUM 10 - HAL YANG MENYEBABKAN MANUSIA MASUK NERAKA

Siapa bilang orang miskin dilarang puasa Ramadhan

Pak Masril Koto, William Easterly dan Irwan Prayitno

Mengenal Se7en Energy Intelligence

Siapa bilang orang miskin dilarang puasa Ramadhan

Sebuah tulisan dengan judul provokatif muncul di blog platform Kompasiana.  Tulisan itu berjudul Kenapa Orang Miskin Dilarang Puasa Ramadhan?.  Intinya sih, si penulis mempertanyakan apakah orang miskin masih perlu puasa di bulan Ramadhan, padahal hampir setiap bulan dalam setahun mereka terus menerus puasa.  Tulisan itu memang lebih dari cukup untuk membuat orang yang punya ghirah / kecemburuan pada agamanya walau hanya sedikit mendidih dalam emosi.  Nmaun, bila kita cermati lebih jauh, ada kritik membangun yang bisa kita manfaatkan walaupun penulisnya memang sudah mengakui bahwa dirinya adalah setan.  Mungkin salah satu setan yang ada dalam Al Quran yang berwujud manusia yang disebutkan dalam surat ke 114, An Naas.

Puasa atau shaum Ramadhan adalah kewajiban kaum muslimin, baik miskin ataupun kaya.  Jadi tentu tidak ada alasan bagi kita untuk melarang orang miskin puasa.  Yang harus diperbaiki adalah paradigma kita tentang puasa itu sendiri. Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain, puasa pun telah terdegradasi menjadi ritual hampa makna yang datang setahun sekali.  Apabila sudah mampu menahan lapar dan haus dari pagi sampai adzan maghrib berkumandang, sudah dianggap lunas hutang, gugur kewajiban dan pahala sudah di tangan.  Sehingga, sudah entah berapa kali Ramadhan bertandang setiap tahun, hampir tidak ada perubahan berarti yang terjadi di negeri ini.  

Di sisi lain, kemiskinan adalah masalah umat Islam yang tidak bisa dipandang sebelah mata.  Meskipun ghirah untuk berbagi dan bersedekah sudah mulai menggema, namun semua masih jauh dari harapan pengentasan kemiskinan. Masih banyak diantara jamaah dan organisasi Islam yang kurang memperhatikan masalah kemiskinan umat ini.  Pak AM Waskito, penulis buku Republik Bohong, menyebutkan hal itu dalam blog beliau di bagian pemikiran.   Padahal, sebagaimana disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 2, salah satu ciri orang bertaqwa adalah suka membagi rezeki yang diperoleh dengan jalan halal kepada mereka yang membutuhkan.  Tentu yan dimaksud dalam ayat tersebut termasuk pula ijtihad untuk menentukan ke mana harta tersebut disalurkan agar pembagiannya efektif.  Islam sangat mengecam orang-orang yang bakhil dan mengangkangi harta mereka sehingga peredarannya menjadi terbatas.   Dalam as-Sunan al-Kubra, al-Baihaqi menuturkan pernyataan tegas Ali bin Abi Thalib ra, “Allah telah mewajibkan kepada orang-orang kaya agar memberikan hartanya sebanyak yang dapat mencukupi kebutuhan orang-orang miskin. Karena itu, jika orang-orang miskin itu kelaparan, tidak berpakaian dan menderita, maka penyebabnya adalah orang-orang kaya itu enggan memberi. Allah pasti akan menghisab dan mengazab mereka karena sikapnya itu.”  Namun, seringkali orang mengatakan bahwa ancaman adzab itu sebagai omong kosong dan dongengan belaka.  Sebagaimana kaum-kaum terdahulu mengatakan kepada para nabi mereka "Datangkanlah adzab itu jika engkau termasuk orang yang benar".    

Persoalan kemiskinan diperparah lagi dengan kinerja lembaga-lembaga keuangan international yang lemah kinerjanya.  Banyak pihak yang mencurigai bahwa lembaga-lembaga itu adalah perpanjangan tangan pengusaha kapitalis dan imprealis untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya di negeri-negeri dunia III yang miskin.  Salah satu pihak yang mengkritik kinerja lembaga-lembaga tersebut adalah Muhammad Yunus dalam buku autobiografinya, Bank Kaum Miskin.  Yunus menganggap lembaga-lembaga keuangan interational itu terlalu sombong untuk belajar dari orang-orang miskin agar dapat memberi solusi yang efektif dari permasalahan mereka.  Tepat sekali sesuai dalam buku 'THE WHITE MAN'S BURDEN' karya William Easterly, profesor di New York University yang juga mengatakan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat harus tumbuh dari SEARCHER yang mencari solusi yang membumi, yang sesuai dengan keadaan di lapangan bukan dari PLANNER yang menyusun program, cetak biru berdasarkan teori-teori yang sudah ada.   

Namun, terkadang orang miskin pun memanfaatkan kelemahan mereka untuk memperoleh apa yang mereka inginkan secara gratis.  Mereka lebih suka meminta-minta daripada berusaha untuk memenuhi kebutuha mereka sendiri.  Banyak orang yang masih sehat lebih suka meminta-minta di jalanan daripada mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan mereka.  Bahkan saat bencana melanda sekalipun, para relawan yang akan membantu malah dibebani oleh mereka sendiri.  Mereka malah minta upah saat diminta membantu para relawan mengangkat mayat atau menurunkan barang bantuan dari kendaaraan.  Saat menjelang pemilu dan pilkada, mendadak uang dibagi-bagikan kepada masyarakat untuk mempengaruhi mereka agar memilih partai atau calon tertentu.  Tidak mengherankan apabila yang naik ke panggung kekuasaan di negeri ini adalah orang-orang yang gila harta dan haus kekuasaan.

Dalam salah satu hadits, diriwayatkan bahwa Malaikat Jibril pernah mengatakan kepada Rasulullah SAW tentang kehidupan ini.  Dari Sahal bin Sa’ad r.a., ia berkata, “Malaikat Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW. lalu berkata, ‘Wahai Muhamad, hiduplah sebebas-bebasnya, akhirnya pun kamu akan mati. Berbuatlah semaumu, pasti akan dapat balasan. Cintailah orang yang engkau mau, pasti kamu akan berpisah. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam, dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak (terlalu sering) minta-minta pertolongan orang lain.’”

Allah SWT menegaskan bahwa shaum Ramadhan diwajibkan agar kaum muslimin menjadi orang-orang yagn bertaqwa.  Hahkan dalam hadits qudsi, Allah SWT menegaskan bahwa balasan pahala seseorang yang berpuasa ditentukan sendiri oleh Allah SWT. Bisa jadi, sesudah berpuasa seseorang mendapat balasan yang luar biasa dan dihapuskan dosanya hingga kembali pada fitrahnya sebagai seorang manusia. Bisa juga dia tidak mendapat apa-apa kecuali lapar dan haus semata. Hal itu hanya dapat diketahui saat semua manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar saat semua amalnya diperiksa dan apa saja yang dilakukan saat hidup di dunia dipertanggungjawabkan.  Namun, masih jauhnya hasil dari pengentasan kemiskinan dari harapan bisa dijadikan indikasi betapa rendahnya kualitas puasa Ramadhan kita selama ini.  Maka, tidak mengherankan apabila orang-orang seperti penulis tulisan di atas seakan bebas menulis dan menerbitkan tulisan-tulisannya tanpa ada keseganan pada kaum muslimin Indonesia.  Mereka seakan-akan bebas menghujat dan menghina keyakinan kaum muslimin tanpa ada konsekwensi hukum sama sekali.  

Ghirah boleh saja mendidih, bahkan memang seharusnya seperti itu.  Orang yang tidak merasakan gejolak emosi saat keyakinannya diobok-obok orang lain, seperti penulis tulisan menyakitkan itu, tentu perlu diragukan keimannannya.  Tetapi, yang namanya kepala harus tetap dingin dan harus tetap mampu berpikir.  Seperti quote yang disebutkan Bruce Lee dalam filmnya, Enter the Dragon, yang dirilis tahun 1973 "I said Emotional Content, not Anger".  Orang yang bijak adalah orang yang bisa menjadikan semua orang, bahkan orang yang memusuhinya, sebagai guru-gurunya.  Sebagaimana digagas dalam motto School of Life, "Jika semua tempat adalah sekolah, maka semua orang adalah guru".  Jadi, siapa bilang orang miskin dilarang puasa.  Yang harus dilakukan adalah perbaikan kualitas puasa dari orang-orang yang berpuasa itu sendiri, baik yang miskin ataupun kaya.  

Referensi

Bank Kaum Miskin, autobiografi Muhammad Yunus, terbitan Marjin Kiri

situs

Kenapa orang miskin dilarang puasa Ramadhan

Mengentaskan kekayaan

Manhaj Pemahaman

Pak Masril Koto, William Easterly dan Irwan Prayitno

Senin, 16 Agustus 2010

Ceramah Singkat

http://ceramahsingkat.blogspot.com/
ada yang diminta kultum atau mengisi pengajian, silahkan cari bahan di situs tersebut. semoga bermanfaat

Kamis, 01 Oktober 2009

[Renungan] Adakah semua bencana ini kesalahan kita?

dalam satu bulan, dua kali gempa besar : Tasikmalaya (2 September) dan Padang (30 September). Lindungi kami Yaa Allah..

Sahabat,
mari kita membayangkan seorang atasan yang begitu peduli pada kemajuan anak buahnya.  Beliau mengikutsertakan para anak buahnya untuk mengikuti suatu pelatihan yang mahal dan dalam jangka waktu satu bulan, bayangkan pelatihan selama satu bulan.

Sang atasan tidak segan-segan mengeluarkan uang dari kantong pribadinya agar semua anak buahnya bisa ikut pelatihan tersbut.

Nah, mari kita bayangkan apabila ada diantara mereka yang tidak mengikuti pelatihan dengan serius.  Hanya sekedar menganggap acara pelatihan itu tidak ada bedanya dengan piknik atau jalan-jalan, sekedar berlibur lepas dari rutinitas pekerjaan kantor.  Selesai pelatihan, tidak ada peningkatan kinerja pada sejumlah oknum tersebut.  Sungguh, dapat dibayangkan kekecewaan sang atasan atas sikap dan karakter para oknum yang ada diantara anak buanya tersebut.  Bukan tidak mungkin para anak buah yang menyia-nyiakan kesempatan pelatihan itu akan menerima hukuman yang berat dari sang atasan atau institusi tempat mereka bekerja.

Sahabat,

Bulan Ramadhan adalah bulan pelatihan bagi semua kaum muslimin di dunia ini, namun berapa persenkah dari mereka yang benar-benar jadi alumni Ramadhan? Berapa banyakkah dari kaum muslimin ini, yang seharusnya menjadi khalifah di muka bumi, yang berhasil menerapkan nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan mereka?

Sahabat,
Bencana-bencana yang datang silih berganti pasca Ramadhan kali ini mungkin merupakan teguran bagi kita semua, yang mungkin belum pantas disebut alumni Ramadhan.  Yang menyia-nyiakan kesempatan training selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan yang baru saja berlalu.  

Sahabat,
Mungkin semua bencana ini adalah teguran bagi kita semua, teguran bagi kita yang performa ibadahnya (baik ibadah ritual atau non-ritual) bukan menunjukkan orang yang pantas masuk bulan Syawal yang bermakna peningkatan, yang ternyata malah menunjukkan kinerja "saya awal" alias sama bahkan lebih buruk daripada sebelum mengikuti pelatihan.

Mari kita ingat kembali firman-firman Allah SWT:

“Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?”

(QS Ar-Rahman [55]: 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61,

“Dan apa saja nikmat yang ada padamu, maka dari Allah-lah (datangnya),”

(QS An-Nahl [16]: 53).63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, 77).
 
Sekali lagi, jangan sampai nikmat fitrah pasca pelatihan Ramadhan ini kita dustai, ingkari dan sia-siakan karena belum tentu kita akan bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan. 

Sahabat,
tidak perlu menunggu bencana untuk bertaubat, tidak perlu menunggu Ramadhan tahun depan untuk meningkatkan prestasi ibadah kita.  Mulailah dari yang kita mampu, mulailah dari diri kita sendiri dan mulailah dari sekarang. 

Selalu ada hikmah di balik musibah, selalu ada amanah di balik setiap nikmat dan anugerah.

Semoga bermanfaat

Turut berduka cita atas bencana yang menimpa saudara2 kita di baik di Padang, Tasikmalaya dan di tempat-tempat lainnya.  Semoga mereka yang meninggal dunia diterima amal ibadah serta diampuni dosa-dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat.  Serta bagi yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan oleh Allah SWT

related links

Let's go to Padang dan jurnal yang ini
 

Rabu, 19 Agustus 2009

Ramadhan bersama RISKA

Start:     Aug 14, '09 6:00p
End:     Sep 12, '09 8:00p
Location:     Masjid Sunda Kelapa, Hotel Sofyan, Taman Suropati,
Marhaban Ya Ramadhan..............

Di Ramadhan kali ini, Remaja Islam Sunda Kelapa mengundang sahabat semua untuk menambahkan aktivitas bernilai ibadah yang tentunya tetep asik ala RISKA

Catat aktivitas dan Tanggal nya:

TARHIB RAMADHAN
" Tausyah & Nashid
14 Agustus 2009 Pkl.18.30 - 21.00 WIB
di Ruang Ibadah MASK
Pembicara Aa' Hadi
( CP: Dedi - 081586307454 )


NGARIUNG BARENG
24 Agustus 2009 Pkl. 08.00 - 20.30 WIB
di Hotel Sofyan
Pembicara : Ustd. Othman, Aa' HAdi, Ustd.Agung dan Oky KCB
( CP: Amir - 081324020224 )


Pre ANGKRINGAN
Bazaar, Tausyah, Performance Band
29 Agustus 2009 Pkl. 13.00 - 18.00 WIB
di Taman Suropati - Menteng
Bintang Tamu: Band COKELAT*
( CP: Arie - 085697829203 )


PHOTOGRAPHY ( Pameran & Workshop )
Pameran Photography
* Nuansa Masjid Bersejarah di Indonesia *
29 - 30 Agustus 2009
di Serambi Jayakarya MASK

Workshop Fhotography
* Wedding Fhotography *
30 Agustus 2009 Pkl. 09.00 - 18.00 WIB
di Aula Sakinah MASK
Pembicara: Tirto AR
( CP: Oman - 02193123674 )


24 HOURS FRESH & FUN WITH RISKA
Tausyah, Bazar, Talkshow, Marawis, Buka puasa bersama, I'tikaf dan Sahur Bersama
5 - 6 September 2009 di Aula Sakinah MASK
Bintang Tamu: GIGI*
( CP: Sugi - 08156668037 )


ANSOR ( Anjang Sana Sosial RISKA )
Bazar Amal, Bedah Mushola, Penyuluhan Kesehatan, Pengobatan GRATIS, Pembagian Paket Lebaran & Makanan Tambahan Bayi
12 September 2009
di Desa Cibedug Ciawi - Bogor

Gelaran acara ini:
Created by RISKA - Remaja Islam Sunda Kelapa
dan Supported by Majalah Aneka Yess!!!, Lazuardi Birju, Majalah Keren Beken


Mari kita isi lembaran ramadhan tahun ini dengan lebih meningkatkan ibadah pada Allah SWT.
Ditunggu hadirnya di agenda - agenda Ramadhan Bersama RISKA................

Salam Hangat dari Menteng,

BAZAAR alumni Institut Kemandirian

Start:     Aug 19, '09 3:30p
End:     Sep 17, '09 9:00p
Location:     Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara
Dalam rangka menyemarakan bulan romadhan Forum Alumni JIC IK akan mengadakan BAZAAR di Jakarta Islamic Center dari tanggal 01 Ramadhan - 27 Ramadhan, bazaar dibuka dari jam 15.30 sampai 21.00, untuk informasi hubungi Sdri Wiwin 0812 8077 0544 Dewi (021) 9942 1314

Start Time: Saturday, August 22, 2009 at 3:30pm
End Time: Thursday, September 17, 2009 at 9:00pm

Selasa, 30 September 2008

Menjelang Tengah Malam di Malam Takbiran

Menjelang tengah malam di malam takbiran

Akhirnya malam takbiran yang dinantikan pun datang

masyarakat seakan berpesta pora penuh kemenangan

Lupa Daratan


Sementara, maksiat justru kian merajalela

yang pacaran asyik nonton TV di rumah saja

yang ditayangkan berisi hal sia-sia

buatan setan kapitalis Durjana

yang haus materi dan gila harta


Takbir keliling disertai musik yang menggila

knalpot digeber gak kira-kira

uang dan dana habis sia-sia

fitrah ternoda dan malah menambah dosa


kemenangan yang disangka di depan mata

mungkin sebenarnya sudah menguap sia-sia

"Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi hanya mendapat lapar dan haus saja"

Demikian kata Rasul Tercinta


Sementara itu, di tempat-tempat yang luput dari pengamatan

terdengar gemerincing rantai yang mengikat para setan

mulai terlepas dan berjatuhan

sehingga yang tadinya diikat pun jadi kegirangan


Iblis mempersiapkan bala tentara

setan-setan meregangkan ototnya

siap memulai pertempuran baru dengan manusia

agar mendapat sebanyak mungkin pendamping ke dalam Neraka


Namun yang paling berbahaya

Dajjal telah berkurang lagi rantai ikatannya

dia memang belum bebas sempurna

namun getaran energi fitnahnya sudah terasa

sehingga ke seluruh dunia


Kalau begitu, masihkah kita bangga pada Ramadhan yang telah berlalu?

bila ternyata saat Syawal tiba kita seakan bertingkah tidak tahu malu

Ramadhan bagaikan bayi yang mati dalam kandungan

tinggal dipendam dan diberi batu nisan



Rabu, 24 September 2008

Mari Peduli - Need Help : 20 Qur'an dan Terjemah

http://peduli.multiply.com/journal/item/147/Need_Help_20_Quran_dan_Terjemah
Assalaamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,



Dear Netters yang dirahmati Allah SWT…



Dua hari yang lalu, saya terima sms dari seorang teman di Pasar Rebo yang bunyinya : “…Bu, ada yang membutuhkan 20 Al-Qur’an dan terjemah untuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Desa Kutaraja Kec. Malangbong – Garut. InsyaAllah lebaran ini ada yang mau pulang kesana, bisa bantu ?...”



Nah, ada ladang amal lagi nih di penghujung akhir Ramadhan…ada yang mau mengambil kesempatan berharga ini ? Jika ada, silakan kirim Al – Qur’annya ke alamat saya sebagai berikut : Kosi, Jl. Lestari RT 11/03 No. 133 Kalisari – Pasar Rebo – Jakarta Timur 13790. Ditunggu sampai dengan hari Ahad, 28 September 2008 ya. Jika ada yang kurang jelas bisa kontak saya di 08128510372.



Wassalaamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,



Kosi

Senin, 25 Agustus 2008

Siapkah Kita Menghadapi Ramadhan?



Beberapa tahun yang lalu, saat saya menghadiri suatu tarhib Ramadhan yang diselenggarakan oleh suatu partai islam di dekat rumah, ustadz pengisi acara memberikan suatu analogi menarik tentang Ramadhan.  

beliau mengumpamakan orang-orang yang akan memasuki Ramadhan seperti benang yang akan dimasukkan ke pabrik untuk menjadi kain.  Apabila benang tersebut bisa menjadi kain yang indah, maka hal ini seperti orang beriman yang memasuki ramadhan lalu menjadi orna gyang bertaqwa.  namun, bila yang keluar benang kusut, maka ini seperit orang2 yang menyia-nyiakan ramadhan atau gagal menjadi "alumni ramadhan" yang baik.  

Dulu seiktar tahun 90-an akhir atau 2000-an awal, saya pernah mendengarkan acara SMILE (Successful Muslim in Life) di sebuah radio swasta di Jakarta.  dalam acara tersebut dibahas ciri-ciri orang beriman yang disebutkan dalam surat al mukminun 1 - 11

1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sholat-nya,

3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,

4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,

5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.

7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

9. dan orang-orang yang memelihara sholat-nya.

10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,

11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Ayat-ayat tersebut mungkin sudah banyak diantara kita yang sudah tahu bahkan hafal.  Namun, waktu itu, yang menarik adalah pembahasan hubungan antar ayat yang satu dengan lainnya. Misalnya, saat orang sudah menjauhkan diri dari perbuatan2 tidak berguna, maka dia akan sukses dalam pekerjaannya, jabatan yang dia pegang akan meningkat dan penghasilannya semakin besar.  Saat itulah dia  mendapatkan kewajiban zakat dan dia juga rentan tergoda oleh perselingkuhan.  Mungkin kita masih ingat pada buku jakarta Undercover yang ditulis seorang mantan santri.  Buku itu berisi tempat-tempat wisata sex yang ada di Jakarta, kota kita tercinta ini.  Hampir-hampir tidak bisa dipercaya bahwa di Jakarta, Ibu kota Republik Indonesia, negara dengan jumlah ummat Islam terbanyak di seluruh dunia, ada tempat-tempat pelesiran sex seperti itu.

Sehingga, ada yang menggambarkan Jakarta seperti gabungan antara Jerusalem yang sholeh, Sodom dan Gomorah yang penuh maxiat dan dosa serta Menara Babel yang angkuh menantang kekuasaan Tuhan.  Bagaikan rumah dua lantai, dengan lantai yang ada di atas tanah penuh simbol-simbol agama dan kesholehan, sementara lantai basement-nya dipenuhi perbuatan zina, nista dan sebagainya.

Jika seandainya seluruh atau sebagian dari uang yang beredar di sana bisa digunakan untuk membebaskan rakyat Indonesia yang terlilit kemiskinan, maka tidak akan ada lagi Kampung Pesakitan (Desa jagabita) parung panjang, tidak akan ada lagi anak-anak yang tinggal di kolong jembatan, gubuk derita atau pembuangan sampah seperti Bantar Gebang, Bekasi.

Iman kita adalah yang kita bawa masuk ke dalam Ramadhan, siap atau tidak siap Ramadhan sudah menunggu di depan pintu, tinggal beberapa langkah lagi dia akan datang ke dalam kehidupan kita.  Ciri manakah yang tersebut dalam surat Al Mukminun tadi, yang sudah ada dalam diri kita?

Tinggal kini kita bertanya, sudahkah kita siap menghadapi Ramadahan yang akan datang ini?

sebab:

- sudahkan kita beriman, memperbaiki sholat dll

- sudahkah kita menjaga sholat, zakat, kehormatan diri (kemaluan) dan amanat-amanat selama ini?

- sudahkah kita membuat diri kita mampu untuk memiliki semua ciri-ciri orang beriman di atas?

- Sahabat, apabila iman yang kita bawa adalah iman yang lusuh, kusam atau dipenuhi noda dan dosa, akankah dia mampu menjadi bahan yang bisa mengantar kita kepada ketaqwaan yang didambakan setiap insan yang beriman?

- Lalu, akankah ramadhan kali ini sama sia-sianya dengan Ramadhan tahun lalu atau sebelumnya?

- Apalagi, bukankah kita tidak akan bisa menjamin bahwa diri kita masih akan hidup pada Ramadhan tahun depan atau bahkan pada Ramadhan yang akan datang di tahun ini??

Semoga bermanfaat