Tampilkan postingan dengan label seft. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seft. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juli 2012

[Xenophobia] Can you speak English?

"I have a dream that my four little children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin, but by the content of their character."
Martin Luther King, Jr.

Karena hendak menghadiri sebuah acara di salah satu kota satelit Jakarta, saya pun pergi ke sana naik kendaraan umum. Saya harus berganti kendaraan umum beberapa kali. Di salah satu kendaraan tersebut, seorang berkulit hitam seperti orang Afrika tampak menegur beberapa orang, termasuk saya "Can you speak English" katanya. Saya pun menjawab "yes, I can". "Can you help me?" kata orang  tersebut kepada saya. "Yes sir" kata saya. Dialognya sih gak persis-persis banget, maklum sudah kejadian beberapa tahun yang lalu.

Sepertinya ini kali pertama orang Afrika itu menginjakkan kaki ke kota tersebut. Dia tampak gelisah dan berkali-kali menelepon kepada temannya. "do you know the XXXXX Trade Center?" katanya kepada saya. Saya menjawab "Well, I dont know exactly sir, but I think it's over there". Kami pun berjalan ke arah XXXXX Trade Center yang dimaksud. Sebelum sampai, orang Afrika itu sudah menelepon lagi dan berkata "Well, I'll get a taxi then, where can I meet you". Setelah mendengar jawaban dari temannya, dia menanyakan tempat pertemuan yang dimaksud pada saya. Saya pun menjelaskan semampu saya dan mengusulkan agar dia jangan sungkan-sungkan bertanya pada supir taksi nantinya. Sambil menunggu taksi, dia pun bertanya pada saya "What is your job" dan saya bilang saya saat itu masih mencari pekerjaan. Saya pun balik bertanya "and what is yours sir?" Dia bilang dia kerja mengurusi overhead cost. Tak lama kemudian, taksi yang ditunggu pun tiba. Si orang Afrika itu masuk ke dalamnya dan sebelum menutup pintu dia bilang "Well, I might be able to help you". Saya pun pergi melanjutkan perjalanan.

Sebenarnya, saat bersama si orang Afrika itu saya sudah deg-degan walau tidak terlalu. Namun, saat melanjutkan perjalanan, rasa takut itu semakin terasa saat teringat akan sepak terjang orang-orang Afrika di Indonesia. Banyak diantara mereka yang terlibat peredaran Narkoba. Belum lagi, saya sering menerima e-mail yang menurut pengirimnya berasal dari suatu negara di benua Afrika yang sebagian besar berisi penawaran bisnis dan pengiriman uang. Banyak yang mengatasnamakan keluarga dari orang yang mengalami kecelakaan pesawat dan menjanjikan penerima e-mail komisi sekian persen dari uang warisan mereka. Contoh dari penipuan-penipuan tersebut bisa dibaca di blog yang ini dan blog yang ini. Pokoknya too good to be true deh. Saya berharap, walau tidak ingin berprasangka buruk, biarlah tidak perlu bertemu dia lagi.

Namun, keesokan harinya, dia menelepon ke HP saya, untungnya seingat saya sih saat itu ya sekedar say hello. Dia pun beberapa kali mengirimkan pesan singkat ke HP saya, kadang saya jawab sekenanya dan kadang saya biarkan saya. Dia juga sempat menelepon beberapa kali, namun tidak saya angkat. Sekali saat saya sedang shalat sehingga missed dan sekali saat HP saya berada di rumah milik nenek saya yang hendak dikontrakkan. Jadi beberapa kali telepon missed call terus dan semua itu tidak disengaja. Sesudah itu, dia tidak pernah menghubungi saya lagi. Entah bosan atau kapok saya tidak tahu. Terbersit dalam hati, apakah itu pertolongan Allah SWT untuk saya? Entahlah.

Menurut saya sendiri, xenophobia jenis ini sangat sulit untuk diatasi. Saya pun sampai sekarang tidak berharap ketemu dia lagi walaupun tentu saja saya juga tidak berani menuduh yang macam-macam. Saya tidak ingin menuduh dia hanya karena prasangka atau xenophobia belaka karena memang tidak ada bukti. Manusia tidak selayaknya dianggap orang jahat hanya karena suku bangsa atau warna kulitnya semata. Namun, banyaknya pemberitaan miring tentang orang-orang Afrika berkulit hitam di berbagai media massa dan situs internet bisa menguatkan streotype mereka sebagai penipu dan penjahat. Sehingga, di pundak merekalah terletak kewajiban untuk memperbaiki citra orang-orang kulit hitam agar tidak lagi dianggap penipu dan penjahat serta pengedar narkotika. Saya sendiri, saat mengikuti baksos bersama teman-teman alumni SEFT di Lapas Narkotika Cipinang, sempat melihat dari kejauhan beberapa orang berkulit hitam. Entah apa keperluan mereka di sana, saya tidak tahu.

Xenophobia adalah akar dari rasisme, yang sepanjang sejarah telah menimbulkan banyak sekali korban jiwa dan pertumpahan darah sia-sia. Namun, pihak yang dicurigai juga tidak boleh bersikap reaktif. Mereka harus menjadikan xenophobia yang terlanjur terjadi sebagai tantangan yang harus diatasi. Sebagaimana dicita-citakan dalam pidato sang pejuang kemanusiaan yang terkenal, Martin Luther King Jr, yang berjudul I have a Dream.

Semoga bermanfaat, mohon maaf bagi yang kurang berkenan karena mengandung SARA

Senin, 22 Agustus 2011

[Healing] Menyembuhkan Sakit Gigi dengan Quantum Touch dan EFT


Selain bertugas sebagai pendamping salah satu kelompok, saat acara Edufasting kedua dari komunitas Lebah kemarin saya pun memainkan peran favorit saya.  Sebagai seorang penyembuh atau healing facilitator.  Semenjak mengikuti training SEFT bersama pak Ahmad Faiz Zainuddin dan bertugas sebagai relawan trauma healing di Padang, saya seringkali membantu orang menyembuhkan diri mereka.

Kali ini saya harus menangani kasus yang selama ini jarang saya temui yaitu sakit gigi.  Maklum, saya kan hanya sekedar praktisi penyembuhan amatir dan bukan dokter gigi.  Enggak tanggung-tanggung, tiga kasus sakit gigi sekaligus.  Untungnya tidak bersamaan.  Memang, manusia sebenarnya bisa menyembuhkan dirinya sendiri.  Namun, karena sebagian besar menusia tingkat energinya relatif rendah maka tubuh perlu waktu lama untuk memulihkan diri. Untuk mempercepat kesembuhan, banyak orang memerlukan tambahan energi untuk memancing vibrasi energinya agar meningkat hingga menghasilkan efek kesembuhan.  Lengkapnya bisa dibaca di tulisan yang ini

Yang pertama adalah seorang anak yang kelihatannya masih awal belasan tahun.  Dia bilang minta obat sakit gigi dan pada saat saya ke bagian kesehatan, tidak tersedia obat untuk sakit gigi.  Yang ada obat sakit maag, sakit kepala dan beberapa yang lain.  Akhirnya saya  coba membantu dengan "cara saya sendiri" yaitu Quantum Touch.  Saya pernah mendengar seorang trainer pernah mengatakan bahwa EFT sebaiknya tidak diterapkan pada anak-anak berusia di bawah 14 tahun.  Dikhawatirkan ada kerusakan pada syaraf-syaraf otak mereka saat dewasa nanti.  Sehingga, saya pun menggunakan Quantum Touch untuk membantu anak yang sakit gigi itu.  Alhamdulilah, karena sakitnya tidak terlalu parah, maka sedikit penyaluran energi ala Quantum Touch sudah cukup memadai.

Kasus kedua terjadi pada rekan sesama panitia Sanlat Edufasting tersebut.  Dia bilang minta Ponstan, sejenis obat sakit gigi.  Namun, karena tidak tersedia, maka saya pun menawarkan diri untuk membantu.  Setelah beberapa putaran EFT dan sedikit penyaluran energi Quantum Touch, rekan tersebut sudah sangat membaik.  Dia bilang seperti ada energi yang merambat dan membuat bagian gigi yang sakit terasa nyaman.  Berarti, jalur energi yang terhambat sudah terbuka dan energinya kembali lancar.  

Kasus ketiga rupanya cukup rumit.  Seorang kakak pembimbing meminta saya membantu salah satu peserta yang sakit gigi.  Namun, ternyata kali ini sakit giginya membandel.  Si peserta bilang bahwa dia sudah sakit gigi sejak semalam.  Setelah beberapa kali putaran EFT dan penyaluran energi Quantum Touch,  dia belum juga membaik.  Memang , ujian bagi seorang praktisi penyembuhan energi adalah apabila "one minute wonder" atau "miraclous healing" itu tidak langsung terjadi.  Kadang, para healing facilitator, apalagi yang masih pemula, merasa discouraged atau takut untuk meneruskan penyembuhan.  Rasa takut itu bisa diakibatkan oleh rasa takut mengecewakan yang dibantu atau takut dianggap tidak mahir.  Namun, walaupun saya tidak mengannggap diri sudah mahir dan berpengalaman dalam penyembuhan ini, saya tetap mencoba membantu semampu saya.    

After all, bukankah menurut Richard Gordon, sang founder dari Quantum Touch itu sendiri, setiap penyembuhan adalah penyembuhan oleh diri sendiri.  Mulai dari masuk angin, sakit gigi bahkan sampai yang berat seperti kanker.  Orang lain hanya bisa membantu menyembuhkan.  Kesembuhan itu sendiri tentu saja dengan izin dari Allah SWT sebagai Sang Maha Penyembuh.  Saya pun meneruskan penyembuhan kepada si peserta tadi.  Kali ini saya langsung menempatkan jari-jari di tepat titik yang sakit dalam posisi tripod agar lebih fokus.  Saya pun melakukan penyaluaran Quantum Touch lebih lama, mungkin sekitar 15 sampai 20 menit.  Alhamdulillah, saat saya tanya lagi dia sudah mendingan.    

Selain sakit gigi, ada juga seorang peserta yang merasa tidak berani untuk tampil saat ada pentas kreatifitas.  Saya pun mencoba membantu memotivasi dan menyalurkan Quantum Touch ke dadanya.  Alhamdulillah, emosi cemasnya mereda dan dia pun bisa tampil dengan cukup baik.  

Sedikit pelajaran, yang juga tercantum di buku Quantum Touch: The Power To Heal terbitan Ufuk Press, terkadang penyaluran energi perlu waktu yang lama.  Sel-sel tubuh yang lemah vibrasinya perlu diberi energi dalam waktu lama agar bisa pulih kembali.  Penyaluran energi dengan teknik Quantum touch ke bagian tubuh yang sakit tidak memerlukan pernafasan yang terlalu berat.  Walau kadang ada perlu teknik pernafasan yang berat untuk dilakukan  seperti teknik Fire Breath atau Nafas Naga Api, namun tidak harus dipakai terlalu sering.  Yang lebih diperlukan adalah kesabaran mengikuti proses penyembuhan yang terjadi pada diri subjek.  


Pelajaran kedua adalah perlunya komunikasi yang baik dengan subjek yang hendak dibantu.  Richard Gordon menyebut teknik ini dengan "chasing the pain" atau mengejar rasa sakit.  Subjek perlu memberitahu praktisi apakah bagian tubuh yang sakit itu sudah membaik atau belum.  Apabila si praktisi Quantum Touch harus mengira-ngira apakah dia sudah membaik atau belum, maka hal itu akan menganggu konsentrasi penyaluran energi.   Sehingga, sebelum proses penyembuhan berlangsung, praktisi perlu mengarahkan subjek untuk memberitahu apabila rasa sakit sudah berkurang atau hilang.  Jika timbul rasa sakit di tempat lain, subjek pun perlu memberitahu praktisi.  Saya sendiri masih suka melupakan pelajaran yagn satu ini, kadang main tempel tangan saja ke bagian yang sakit.  

Perjalanan mempelajari dan mempraktekkan energy healing mungkin bukan hal yang mudah.  Saya pun masih terus belajar.  Namun, saya percaya bahwa hadiah yang paling membahagiakan bagi seorang healing facilitator adalah kebahagiaan yang terpancar orang yang dia bantu untuk sembuh. Sungguh sebuah pengalaman yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata seindah apapun.

Semoga bermanfaat

foto dipinjam dari facebook mbak Dian dan situs Ufuk Press

Selasa, 29 Maret 2011

[Healing] Quantum Touch

Quantum Touch adalah seni penyembuhan sentuhan tangan yang dilakukan hati yang penuh cinta, kasih sayang untuk sesama dan disertai dengan doa yang tulus sehingga memungkinkan penyembuhan terjadi. Praktisi membagikan cinta kasihnya kepada orang lain, sehingga orang lain tersebut kondisinya menjadi lebih baik atau sembuh. Cinta kita pada sesama manusia dengan disertai teknik pernafasan yang benar akan menghasilkan vibrasi energi yang kuat sehingga mampu menyembuhkan.  

Pak Reva Benjamin
, Certified Instructor QT di Indonesia, mengatakan bahwa QT ini 95 persen sikap/attitude, baru 5 persen teknik.  Seorang praktisi QT terlebih dahulu harus menganggap orang yang akan dia bantu sebagai saudara dan sahabatnya yang layak untuk dicintai.  Sikap kita kepada orang yang kita cintai tentu berbeda dengan sikap kita pada orang yang kita benci.  Seorang praktisi QT perlu menghayati kata-kata Steven Covey yang menyatakan bahwa cinta adalah kata kerja.  Cinta bukanlah perasaan yang terus menerus menuntut untuk dipuaskan namun kekuatan untuk memberi dan memahami.  Dari cinta tersebut akan hadir perasaan haru dan motivasi untuk membantu.  Demikian pula vibrasi energi dari cinta yang ada dalam diri kita itulah yang akan membantu menyembuhkan orang tersebut.  Bahkan tulang yang keras bisa melunak dan bergerak kembali pada posisi yang seharusnya. 

Setelah bersikap seperti itu, barulah Praktisi QT bisa memanfaatkan vibrasi energi yang ditingkatkan dengan teknik pernafasan tertentu sehingga mampu membantu penyembuhan.  Seorang praktisi penyembuhan energi sebenarnya tidak menyembuhkan namun membantu klien meningkatkan vibrasi energi tubuhnya.  

Manusia sesungguhnya telah dikarunia kemampuan menyembuhkan dirinya sendiri.  Namun, karena tingkat energi banyak manusia pada umumnya rendah, maka tubuh tidak mampu menyembuhkan diri sendiri dengan cepat.  Stress, racun sisa metabolisme, emosi terpendam dan hal-hal negatif lainnya menyebabkan energi kehidupan manusia banyak terpakai dan terkuras.  Energi vital yang yang tersisa seringkali terlalu sedikit untuk melakukan penyembuhan diri sendiri.  Akibatnya, tubuh pun mudah merasa lelah dan bisa jatuh sakit setiap saat.  Racun dan beban - beban emosional itu harus dilepaskan sedikit demi sedikit secara bertahap sehingga energi tubuh bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan secara maksimal.   Melepaskan beban emosional bisa dilakukan dengan Emotional Freedom Technique sedangkan racun dapat dikeluarkan dengan berpuasa, detoksifikasi atau bekam / hijamah.  Semua itu dapat disinergikan dengan teknik Quantum Touch untuk membantu mempercepat penyembuhan.  

Cinta kepada manusia saja sudah mampu menghasikan vibrasi energi yang mampu menyembuhkan, apalagi cinta kepada Allah SWT, sumber segala cinta dan kasih sayang.  Orang yang rajin beribadah dengan penuh rasa cinta akan mampu membantu orang lain menyembuhkan diri mereka walaupun dia sendiri bukanlah seroang healer/penyembuh.  Bahkan mungkin bukan orang yang ingin menyembuhkan orang lain.  Kembali pada definisi seorang penyembuh dalam ajaran QT "a healer is someone who is sick and get well. A great healer is someone who is very sick and get well quickly".  Sesungguhnya semua penyembuhan adalah penyembuhan diri sendiri atau self healing. Bukan tidak mungkin, penyembuhan justru terjadi karena bantuan dan interaksi dengan orang-orang yang sebenarnya bukan penyembuh.  Namun mereka memiliki vibrasi energi yang menyembuhkan karena mereka adalah orang-orang yang penuh rasa cinta dan selalu bersyukur.  

Semoga bermanfaat


Referensi:

Talkshow Quantum Touch di Smart FM

Quantum Touch, The Power to Heal; Richard Gordon

EFT Manual, Gary Craig

SEFT, Ahmad Faiz Zainuddin.

Website:

Quantum Touch

Quantum Touch Indonesia

Situs resmi EFT

Logos Institute

EFT Indonesia

Senin, 25 Oktober 2010

[SEFT] Tentang fatwa haram rokok dan terapi untuk menghentikan kecanduan

Repost dari Notes Facebook saya

Malam semakin larut namun kesibukan bapak-bapak anggota Linmas di bangunan itu tidak juga berhenti. Mereka asyik bermain kartu dengan diiringi musik dangdut bercampur disco yang mengajak siapapun yang mendengar untuk ikut bergoyang. Kepulan asap rokok tidak henti-hentinya memenuhi bangunan tersebut, seiring dengan kepulan uap kopi hitam yang menaburkan aroma yang khas dan familiar. orang-orang itu hendak sejenak melupakan kehidupan mereka nan berat dan sulit karena dililit kemiskinan. Bagaikan ular raksasa yang menghancurkan setiap aspek dan sendi dalam kehidupan mereka dan masih banyak lagi manusia yang kurang beruntung di negeri ini.

Begitulah kira-kira penggambaran saya pada suasana malam menjelang acara pemotongan hewan di desa Bahagia, Muara Gembong yang diselenggarakan yayasan sahabat peduli beberapa waktu yang lalu. Rokok seakan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehdupan masyarakat indonesia, terutama kalangan menengah ke bawah. Bahan perangsang itu telah lama dijadikan sebagai obat pembius yang dapat memberikan relaksasi sejenak bagi mereka. Membawa mereka sejenak ke alam mimpi dan fantasy, namun pada akhirnya mencampakkan mereka kembali tanpa ampun ke dalam dunia nyata yang kejam dan tidak berperikemanusiaan.

 

Fatwa haram merokok yang dikeluarkan sebuah ormas besar Islam sesungguhnya merupakan upaya menanggulangi masalah kronis ini. Namun, sebagaimana kita ketahui sebuah fatwa saja tidak cukup untuk menghilangkan masalah kronis yang sudah berurat dan berakar selama berpuluh tahun. Malah banyak pihak yang menentang fatwa itu, terutama dari kalangan industri rokok baik yang rumahan atau pabrikan, tradisional atau moderen.

Bahaya rokok terhadap kesehatan pribadi dan lingkungan sudah lama diketahui banyak orang. Hampir semua perokok sadar, minimal mengetahui, bahaya apa saja yang terkadung dalam batang-batang maut itu. Minimal mereka mengetahui secara general/umum. Namun, seperti yang kita saksikan sehari-hari, ujung batang-batang itu tetap menyala, sambil mengepulkan asap bagaikan hantu pembunuh yang menari-nari menunggu mangsanya jatuh dalam kebinasaan. Asap maut pembawa malaptetaka itu sesungguhnya hanya merupakan puncak gunugn es yang besar. Di bawah puncak tersebut terpendam persoalan psikologis personal dan sosial yang tidak kalah mengerikan.


Para perokok sebagian besar berasal dari golongan menengah ke bawah alias miskin. Mereka seakan bisa merelakan standar kehidupan mereka tidak juga meningkat asalkan bisa memuaskan kecanduan mereka akan rokok. Anak-anak mereka kurang gizi atau bahkan menderita gizi buruk. Pendidikan anak-anak mereka terlantar dan kesehatan anak-anak tersebut terbengkalai. Bahkan, asap rokok yang setiap hari terhisap oleh anak-anak mereka menyebabkan anak-anak itu jadi mudah sakit atau memang sudah sakit.

 

Informasi tentang rokok dan bahaya yang terkadung di dalamnya biasanya sangat minim dan terlalu umum. Bagi mereka, informasi tersebut hampir tidak ada artinya, tidak menggugah kesadaran mereka. Terkadang, mereka belum juga tergerak untuk berhenti justru pada saat tanda-tanda bahaya mulai terjadi, seperti jantung berdebar lebih keras, nafas sesak dan batuk tak kunjung henti. Baru saat semua terlambat, saat mereka harus berurusan dengan dokter dan paramedis, mereka baru ingin berhenti. Saat itu biaya yang harus mereka keluarkan sudah berlipat ganda karena sebagaimana kita ketahui kesehatan telah menjadi industri. Seakan-akan orang miskin dilarang sakit, karena sakit itu mahal. Sangat mahal.

 

Mereka juga belum mengetahui adanya berbagai terapi yang dapat digunakan untuk menanggulangi kecanduan mereka akan rokok seperti SEFT, EFT, TAT, hypnoteraphy dan sebagainya. Seakan-akan kalau sudah kecanduan rokok, seseorang telah divonis kecanduan seumur hidupnya. Memang, terapi-terapi tersebut bukan jaminan seseorang akan bisa berhenti merokok. Tekad yang kuat tetap diperlukan bagi seseorang untuk bisa berhenti dan meninggalkan kebiasaan buruk apapun.

 

Terapi penyelesaian kecanduan merokok dengan teknik SEFT biasanya memiliki tahapan2 sebagai berikut:

 

1. Menghilangkan rasa nikmat merokok.

Tapping atau pengetukan akan memeperlancar saluran energi yang terhambat sehingga terjadi perubahan fisiologis pada diri si perokok. Rasa nikmat rokok akan berkurang bahkan bukan tidak mungkin hilang dan berganti dengan rasa tidak enak, mirip saat si perokok mulai belajar merokok.

 
2. Menghilangkan faktor psikologis yang menyebabkan seseorang merokok.

Kecanduan rokok biasanya merupakan puncak gunung es psikologis. Di bawah puncak tersebut terdapat banyak masalah yang rumit, yang seringkali dihindari dan diredam dengan sensasi rokok. Pada tahap ini, diperlukan kerja sama yang baik antara si perokok dengan terapisnya. Faktor-faktor pemicu kebiasaan merokok harus dituntaskan satu demi satu.

3. Menghilangkan efek teman sejati (Rokok yang telah menyertai hidup pecandunya selama ini)

Selama seseorang masih hidup, akan selalu ada harapan untuk menjadi lebih baik daripada dia di masa lalunya. Allah SWT terkadang menyempitkan atau bahkan menutup pintu rezeki dalam rangka mendidik hamba2Nya, namun Dia tidak pernah menutup pintu taubat. Pintu taubat akan terus terbuka siang dan malam untuk hamba2Nya yang pernah berdosa dan melampaui batas namun tetap tidak berputus asa dari Rahmat dan Ampunan-Nya. Maha Suci Allah SWT dari perbuatan zalim sekecil apapun.

Harapan saya, makin banyak praktisi SEFT dan terapi2 yang lain yang bersedia untuk membantu sesama untuk berhenti merokok atau kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Bukankah manusia yang paling baik adalah manusia yang banyak manfaatnya bagi sesama, baik kualitas maupun kuantitasnya.


More Information, please visit

Logos Institute 

Jumat, 22 Oktober 2010

[Tulisan Repost] Menyembuhkan diri dengan memberdayakan energi tubuh


Note: Tulisan ini diikut sertakan pada workshop perdana Pena Lectura beberapa waktu yang lalu dan di-repost di blog ini. Foto di atas dari baksos bersama para alumni pelatihan SEFT Total Solution di Penjara Cipinang dari album yang ini

Semoga bermanfaat

Menyembuhkan diri dengan memberdayakan energi tubuh

Pada umumnya kita hanya melihat sebab dan akibat semata. Pada paradigma energy psychology, diantara sebab dan akibat ada proses antara yang disebut gangguan pada sistem energi tubuh. Setiap penyebab, baik fisik dan emosi, akan menyebabkan gangguan energi tubuh sebelum akhirnya muncul sebagai rasa sakit.

Apabila bagian dari sistem energi tubuh yang terganggu itu sudah normal kembali, maka sakit yang diderita akan berangsur-angsur pulih. Richard Gordon, pendiri Quantum Touch, menegaskan bahwa sesungguhnya semua penyembuhan adalah penyembuhan yang terjadi pada diri sendiri. Tidak ada seorangpun yang mampu menyembuhkan orang lain. Definisi seorang penyembuh, menurut Richard Gordon, adalah seseorang yang sakit lalu bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Sedangkan definisi seorang penyembuh yang hebat adalah seseorang yang sakit berat lalu bisa menyembuhkan dirinya sendiri dengan cepat (a healer is someone who was sick and got well; a great healer is someone who was very sick and got well quickly.)

Namun, karena sebagian besar menusia tingkat energinya relatif rendah maka tubuh perlu waktu lama untuk memulihkan diri. Untuk mempercepat kesembuhan, banyak orang memerlukan tambahan energi untuk memancing vibrasi energinya agar meningkat hingga menghasilkan efek kesembuhan.

Seringkali, keinginan kita untuk segera sembuh malah menghambat proses penyembuhan yang terjadi pada tubuh itu sendiri.

Dengan memperlancar aliran energi pada sistem energi tubuh, rasa sakit tersebut bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan. Proses tersebut dilakukan dengan melakukan pengetukan ringan pada titik-titik tertentu di tubuh manusia dengan menggunakan dua ujung jari, jari telunjuk dan jari tengah.

Terapi untuk memperlancar aliran energi tubuh biasanya diambil dari terapi-terapi berbasis Energy Psychology seperti EFT (Emotional Freedom Technique), SEFT, TAT dan lain-lain. Sedangkan terapi-terapi untuk meningkatkan vibrasi energi tubuh biasanya berbasis pada Quantum Touch, seperti Spiritual Quantum Touch, Resonance Healing Touch dan sebagainya.

Hadiah yang paling membahagiakan bagi seorang healing facilitator, baik yang menggunakan Energy Psychology Tapping atau Quantum Touch adalah kebahagiaan yang terpancar orang yang dia bantu untuk sembuh. Sungguh sebuah pengalaman yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata seindah apapun.

Rabu, 23 Desember 2009

PREVIEW EXCLUSIVE SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)

Start:     Dec 27, '09 10:00a
End:     Dec 27, '09 1:00p
Location:     Gedung Toko Buku Gramedia Matraman. Jl. Matraman Raya No. 46 - 50 Jakarta 13150.
UNDANGAN SPECIAL

Bagi Ibu Bapak yang berminat mengikuti Sekilas Materi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) sambil jalan jalan di Gramedia Matraman, maka kami informasikan bahwa :

Akan diselenggarakan PREVIEW EXCLUSIVE SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) di Lt. 2 Gedung Toko Buku Gramedia Matraman. Jl. Matraman Raya No. 46 - 50 Jakarta 13150.

Adapun waktunya adalah :
Hari MINGGU, 27 DESEMBER 2009 Pk. 10:00 - 13:00 WIB.
Tempat : Lantai 2 - Toko Buku Gramedia Matraman.
Pembicara : Ahmad Faiz Zainuddin * (*Dalam Konfirmasi - InsyaaLloh).

Materi :
1. Introduction to SEFT for Helaing, Success, Happiness, and Greatness.
2. Demo SEFT for Healing & Testimony Alumni.
3. Tanya jawab
4. Pendaftaran SEFT Total Solution Training untuk Angkatan 62 - tgl. 22, 23, dan 24 Januari 2009.

Acara ini GRATIS 100 % dan boleh membawa teman teman sebanyak mungkin.
Informasi pendaftaran cukup SMS NAMA SAUDARA ke 081807788120.

Informasi lebih lanjut hubungi Kantor Pusat LoGOS Institute 021-86605151

Demikian informasi ini disampaikan. Semoga bermanfaat.

Best regard,

Endy Fatah Joesoef
Customer Relation Director

LoGOS Institute, PT.
Head Office:
Jl. Delima Raya Blok 54 No. 16 Malaka Sari
Duren Sawit, Jakarta Timur 13640
Telpon 021-86605151
Faks. 021-8611729
SMS Center : 081807788120
Hp. 0818991915

Website : http://LoGOS.co.id/
Blogger : http://LOGOSSEFT.Blogspot.com/

Senin, 07 Desember 2009

Preview SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)

Start:     Dec 11, '09 7:00p
End:     Dec 11, '09 9:00p
Location:     Gramedia Matraman (dlm konfirmasi)
Free..
alias Gratis. Preview SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique).
Gratis.. Gratis.. Hari Jumat, 11 Desember 2009. Pukul 19.00 – 21.00
WIB. Tempat Gramedia Matraman (Dalam Konfirmasi). Silahkan datang..
bersama saudara, sahabat dan rekan anda. Apa itu SEFT? Silahkan Klik
www.logos.co. id

Pendaftaran dan Informasi ;
021 8660 5151

Kamis, 12 November 2009

BERANI BERHENTI MEROKOK SAAT INI JUGA dengan SEFT

Start:     Nov 22, '09 09:00a
End:     Nov 22, '09 3:00p
Location:     Hotel Harris, Tebet, Jakarta Selatan
LoGOS institute menyelenggarakan one day workshop yang mengambil tema "BERANI BERHENTI MEROKOK SAAT INI JUGA dengan SEFT" yang akan di selenggarakan pada :

Hari/Tanggal : Minggu, 22 November 2009
Pukul : 09.00 - 15.00 WIB
Tempat : Hotel Harris
Jl. Dr.Sahardjo no.191 Tebet
(Dalam Konfirmasi)
Pembicara : Assosiate Trainer LoGOS institute
1. Eko Nugroho
2. Danny Hernowo
3. Endy Fatah Joesoef
4. Tari Agustini
5. Sugeng Hariyanto

Investasi : Rp. 300.000,-
Early Bird Rp. 200.000,-
untuk 50 orang pertama

Informasi dan pendaftaran :

Dina Serly (021 9545 6326) atau
LoGOS Office 021 8660 5151

Jumat, 23 Oktober 2009

[Pengalaman] Saat bertugas sebagai anggota tim Trauma Healing di Padang

Assalamualaikum, berikut sedikit cerita dari pengalaman selama bertugas di Padang

Maaf kalau postingnya telat, maklum baru mulai habis capenya

pada awalnya sih gara2 baca-baca Notes FB-mas Gaw yang menceritakan bahwa di dalam tubuh manusia, Allah SWT sudah menganugerahkan kemampuan menyembuhkan diri dengan memanfaatkan energi tubuh.  Apabila bagian dari sistem energi tubuh yang terganggu itu sudah normal kembali, maka sakit yang diderita akan berangsur-angsur pulih.  di notes tersebut disebutkan teknik SQT atau Spiritual Quantum Touch, wah saya udah lama pingin tahu dan pingin belajar teknik seperti itu.  Kapan ya bisa????

Tiba-tiba, di status FB  mbak Tari dari Logos ada informasi untuk para SEFTer yang mau membantu tim trauma healing di Padang.  Langsung saya reply untuk daftar. Alhamdulillah diterima sehingga saya, mbak Tari dan beberapa SEFTer lain, yaitu

Mas Fabri, Mas Kusnadi, Mas Widyo dan Mas Asep bisa berangkat ke Padang.

A proof of Law of Attraction???? Maybe, who knows ;)

Kami sampai di padang pada hari kamis sore, pada awal waktu Ashar.  Kami langsung menuju hotel cendrawasih di jalan Pemuda dekat Mall Andalas.  

Kami baru memulai kegiatan pada esok harinya, yaitu hari Jum'at dengan mengadakan pelatihan gratis di Masjid Nurul Iman dan mengadakan terapi gratis bagi para jamaah di sana.  di sana kami berkenalan dengan Pak Amrizal, seorang SEFTer dari Padang yang menjadi guide kami waktu itu.  Kami juga sempat melihat-lihat macam-macam bangunan yang sudah rusak, termasuk hotel Ambacang yang runtuh dan amblas beberapa tingkat ke bawah tanah.  

Pada hari sabtu, kami ke daerah Sicincin dan sekitarnya, melakukan terapi bagi masayarakat dan mengajari mereka agar mereka tidak tergantung pada para terapis.  

pada hari-hari berikutnya, yaitu mulai dari Hari Ahad sampai Selasa, tim kami dibagi dua, Saya dan mas Fabri ikut rombongan tim trauma healing ACT sementara yang lain tetap bersama BAZNas.  Kami juga mendapat bantuan relawan lokal yang dilatih

Alhamdulillah, di ACT saya bisa ketemu mbak Ririn, Mas Gaw dan Mas Andika alias Andips.  

Walaupun namanya Tim Trauma Healing, pada umumnya kasus yang kami tangani berkisar pada penyakit-penyakit fisik, seperti sakit pada kaki, lutut atau kepala.  Masyarakat kita pada umumnya hanya mengenali gejala-gejala fisik, dan kurang memperhatikan masalah2 emosi.  

Alhamdulillah, masyarakat cukup antusias, karena selain melakukan terapi, kami juga mengajari mereka cara-cara melakukan tapping pada diri sendiri.   

Diantar hal-hal menakjubkan yang saya dan tim alami adalah seorang bapak yang tadinya sulit berjalan karena kakinya sakit, setelah diterapi satu putaran bisa lompat-lompat lagi; seorang ibu yang kakiknya tadinya sakit, setelah ditapping satu putaran dan di-test dengan diminta memutar2 kaki sambil di-tapping titik Karate Chop-nya, akhirnya bisa menggerakkan kakinya kembali dan lain-lain.  Teman saya bahkan ada yang bisa membantu orang yang sudah hampir buta sehingga bisa melihat kembali walaupun masih belum jelas benar.  

kesulitan yang dialami tim, termasuk yang saya rasakan, adalah masalah komunikasi.  Kami banyak bertemu orang-orang tua dan mereka yang sepertinya kurang berpendidikan.  Namun, terkadang mereka saat diterapi juga cukup kooeperatif, seperti seorang bapak yang pernah menderita penyakit Chikungunya. Bapak itu menderita nyeri-nyeri di beberapa bagian persendiannya, sehingga menghambat tugasnya sebagai tukang bangunan.  Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah dan tingkat kooperasi yang baik dari bapak tersebut, nyeri-nyeri di jari2 tangan dan lututnya berangsur membaik setelah diterapi oleh saya.  

Pada saat bertugas di Kecamatan Dua Kali Sebelas Enam Lingkung, kami sampai kewalahan dan kelelahan melayani antrian masyarakat yang minta diterapi.  Jika saja Allah SWT tidak berbaik hati pada kami dengan mengirimkan hujan yang cukup deras, wah mungkin bisa pingsan tim trauma healing di sana.  Tim trauma healing memang perlu banyak relawan agar bisa melayani masyarakat dengan baik dan cepat.  
 
SElain menterapi orang lain, saya sendiri juga merasakan terapi dari sesama relawan Tim Trauma Healing.  Saat beristirahat di posko unit Kanagarian Sicincin, yang merupakan sebuah masjid yang kondisinya masih lumayan baik walaupun agak retak-retak, saya merasakan sakit pada leher, sakit itu menjalar ke sebelah kepala.  Teman saya, Mas Ima Lesmana, menempelkan kedua tangannya di leher saya dan mengalirkan energi dengan teknik Spiritual Quantum Touch.  Alhamdulillah, sakit di leher dan kepala berangsur pulih dan tidak kambuh lagi sampai pulang ke Jakarta. 

Saat-saat paling mengharukan justru datang pada hari terakhir saya bertugas bersama tim ACT.  di belakang puskesmas yang jadi posko tim ACT, ada sepasang suami istri yang sudah sangat tua.  sang suami terserang stroke karena terlalu lelah mengurusi istrinya yang sakit-sakitan.  Mas Fabri menterapi sang istri sementara saya dan mas Ima menterapi sang suami.  Saya bersama mas Ima sempat mencoba mengaplikasikan Spiritual Quantum Touch, yang sudah mendapat sentuhan Islami, kepada sang kakek.  Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan, apalagi si kakek ternyata sudah tahu doa yang kami baca.  Suatu doa yang dianjurkan oleh Rasul SAW untuk dibaca saat kita sakit, sambil menyentuh bagian tubuh yang sakit.  Saat itulah, karena adanya pertukaran dan interaksi energi yang intens, kami semua tidak bisa menahan derasnya air mata dan keharuan yang datang.  

Richard Gordon, pendiri Quantum Touch, menegaskan bahwa sesungguhnya semua penyembuhan adalah penyembuhan yang terjadi pada diri sendiri.  Tidak ada seorangpun yang mampu menyembuhkan orang lain.  Definisi seorang penyembuh, menurut Richard Gordon, adalah seseorang yang sakit lalu bisa menyembuhkan dirinya sendiri.  Sedangkan definisi seorang penyembuh yang hebat adalah seseorang yang sakit berat lalu bisa menyembuhkan dirinya sendiri dengan cepat a healer is someone who was sick and got well; a great healer is someone who was very sick and got well quickly.  Orang lain hanya bisa membantu menyelaraskan dan meningkatkan vibrasi energi tubuh, bukan menyembuhkan.

Seringkali, keinginan kita untuk segera sembuh malah menghambat proses penyembuhan yang terjadi pada tubuh itu sendiri.  Tubuh kita seakan-akan tidak dipercaya bahwa dia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri, sehingga dia pun "ngambek" dan tidak kunjung sembuh. 

Karena sebagian besar menusia tingkat energinya relatif rendah maka tubuh perlu waktu lama untuk memulihkan diri.  Untuk mempercepat kesembuhan, banyak orang memerlukan tambahan energi untuk memancing vibrasi energinya agar meningkat hingga menghasilkan efek kesembuhan.  Tambahan energi ini bisa diperoleh dengan diterapi oleh orang-orang yang tingkat vibrasi energinya lebih tinggi. 

Hadiah yang paling membahagiakan bagi seorang healing facilitator, baik yang menggunakan Energy Psychology Tapping atau Quantum Touch adalah kebahagiaan yang terpancar orang yang dia bantu untuk sembuh.  Sungguh sebuah pengalaman yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata seindah apapun. 

Semoga semakin banyak orang yang bersedia belajar terapi berbasis energi psikologi ini agar makin banyak orang yang terbantu mengatasi penyakit dan masalah-masalah emosionalnya sehingga tidak selalu tergantung pada bantuan dari luar, seperti obat-obatan dan sebagainya. 

Semoga bermanfaat

Muhammad Nahar, SEFTer angkatan 49

http://naharseft49.multiply.com/
http://kopiradix.multiply.com/
http://perenungancinta.blogspot.com/



 

Senin, 28 September 2009

Nahar's Site

http://naharseft49.multiply.com/
Blog ini saya buat untuk merekam perjalanan saya sebagai seorang praktisi Spiritual Emotional Freedom Technique

Insya Allah akan dilengkapi juga dengan tulisan2 yang berhubungan dengan psychology, terutama energy psychology, SEFT, EFT dan sebagainya

Semoga bermanfaat, terutama buat yang berminat dalam membantu orang lain dan diri sendiri dengan teknik2 energy psychology terutama SEFT

yang mau add silahkan dengan senang hati

Rabu, 23 September 2009

[Opini] Ngeblog, fesbukan dan LOGOS Spirit

A well-executed blog campaign is not rocket science. It is, however, an act of love. That's what gets in the way for some people. Love is scary stuff.

    * Hugh Mcleod

dikutip dari Wikiquote tentang Blogging

Ada dua kata baru yang tiba-tiba muncul dalam bahasa Indonesia, yaitu ngeblog dan fesbukan.  Namun, apabila kita cari kedua kata itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijamin gak akan ketemu, minimal belum.

Nge-blog itu kegiatan seseorang dalam mengisi atau meng-update blog pribadinya (bisa juga blog orang lain atau blog bersama/group/kelompok, tergantung kepentingan ybs).

Nah, saat blog itu lagi anget-angetnya, eh datang nih saingan yang namanya facebook alias FB (di sini banyak yang nyebut dengan fesbuk).  Ya sudah, banyak blogger yang beralih atau "berselingkuh" ke FB, dan blog-nya jadi kaya rumah kosong.  Namun, yang menyebabkan blog jadi ditinggalkan tentu bukan cuma facebook, masih banyak yang lain, seperti yang ada di tulisan Mas Wib yang satu ini.  Apalagi di Facebook banyak mainan, seperti Mafia War, FarmVille dan macam-macam quiz, mulai dari yang bener sampai yang ngawur-ngauwr. 

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti workshop penulisan yang diisi oleh mbak Helvy Tiana Rosa dan mas Agung "Mbot" Nugroho.  Mbak Helvy sempat mengungkapkan concern beliau akan fenomena facebook yang "membunuh" keinginan orang untuk nge-blog (menulis di blog masing2).  Padahal, yang namanya nge-blog itu kan latihan yang sangat baik bagi mereka yang ingin bisa menulis, bahkan bukan tidak mungkin bisa jadi buku.  Sudah banyak blogger yang isi blognya dijadikan buku, bahkan bukunya laris.

Memang, yang namanya nge-blog lebih perlu effort atau usaha daripada sekedar update status di facebook.  kalau di FB sih tinggal 1 atau 2 kalimat jadi.  kalau nge-blog kan minimal satu paragraf.  Agak repot mungkin mengingat kesibukan kita yang kadang tidak kenal waktu.  Bahkan kadang karena blog engine-nya lagi sepi dan gak banyak komentar masuk, wah tambah malas deh nge-blog.  Mending fesbukan deh, sedikit kalimat kadang komennya banyak.

Walhasil, saya kembalikan saja kepada pribadi masing-masing, yang mau nge-blog silakan, yang mau fesbukan aja juga silahkan, yang mau dua-duanya ya monggo.   

Memang, yang namanya nge-blog dan fesbukan itu memang banyak gunanya namun jangan sampai nge-blog itu sendiri jadi beban, apalagi kalau sampai kecanduan.  Jangan sampai deh

Nge-blog dengan LOGOS Spirit

Logos Spirit adalah kualitas diri yang diharapkan ada terutama pada setiap SEFTer (praktisi Spiritual Emotional Freedom Technique) dan manusia pada umumnya.  Spirit ini terdiri dari 3 hal, yaitu:

1. mencintai Allah SWT (Loving God)
2. memberkahi sesama (Blessing others)
3. memperbaiki diri terus menerus (Self Improvement)

Nah, bila anda sudah cinta sama yang namanya nge-blog alias nulis di blog, maka teruskanlah dengan sepenuh hati, buatlah tulisan2 yang mencerahkan, baik secara spiritual (Loving God) dan emosional (Blessing others).  Jadikan pula blog anda sebagai pemicu perbaikan diri, gak lucu kan kalau tulisan2 di blog anda begitu mencerahkan namun dalam kehidupan nyata, karakter anda tidak seindah yang ada di dalam blog (Self Improvement).     

Jangan lupa, masih banyak kewajiban lain selain nge-blog ya

Namun, apabila anda berhenti nge-blog, setahu saya sih enggak ada dosanya, bahkan lebih baik anda tidak nge-blog tetapi anda menunjukkan hasil pembelajaran anda melalui tingkah laku, karakter dan kompetensi anda sehingga anda tetap bisa "Loving God" atau mencintai dan terus merasa diawasi oleh Allah SWT, "Blessing others" atau memberkahi sesama dan "Self Improvement" atau terus menerus memperbaiki diri, seperti yang diajarkan dalam Logos Spirit-nya SEFT.

Menulis bagi sebagian orang memang bisa menjadi sarana ekspresi dan terapi yang ampuh, namun bagi sebagian yang lain bisa jadi malah jadi beban yang memberatkan (contohnya mungkin seperti jaman SD disuruh mengarang).  Semua manusia memiliki keunikan sendiri-sendiri dan sarana ekspresi mereka tentu saja berbeda-beda.  Namun, selama masih dalam koridor keimanan dan ketaqwaan dan dijiwai oleh Logos Spirit itu tadi, Insya Allah semua akan menjadi berkah bagi sesama.

Semoga bermanfaat

Muhammad Nahar, SEFTer angkatan 49

[SEFT] Training SEFT Total Solution

Start:     Oct 16, '09 07:00a
End:     Oct 18, '09 6:00p
Location:     Hotel Harris Tebet, Jl. Dr Sahardjo No. 191. Tebet Jakarta Selatan (Dekat fly over Casablanca).
Spiritual Emotional Freedom Technique


APA ITU SEFT® ?

SEFT merupakan teknik pengembangan diri ekletis yang menggabungkan 14 macam teknik terapi (termasuk kekuatan spiritual) untuk mengatasi berbagai macam masalah fisik, emosi, pikiran, sikap, motivasi, perilaku, dan peak performance secara cepat, mudah & universal

14 macam teknik terapi yang masuk dalam teknik SEFT (Cognitive Therapy (NLP), Behavioral Therapy, Logotherapy, Psychoanalisa, EMDR, Self Hypnosis (Ericsonian) , Sugesty & Affirmation, Visualization, Gestalt Therapy, Meditation, Sedona Methode Provocative Therapy, Energy Therapy (EFT) , Powerful Prayer )

SEFT dapat digunakan untuk
# Mengatasi berbagai masalah fisik dan emosi dalam waktu 5-50 menit
# Meningkatkan kinerja dan prestasi dengan "SEFT for Peak Performance"
# Meningkatkan keberuntungan dengan "The Luck Factor"
# Meraih apa yang kita inginkan dengan "Deep SEFT"
# Mencapai "Total Success" dengan "The Holistic Person Empowerment System"
# Meraih kedamaian hati dengan "Personal Peace Procedure"
# Meraih kebahagiaan dengan "LoGOS Spirit"

SEFT® merupakan penggabungan antara spiritualitas (melalui doa, keikhlasan, dan kepasrahan) dan energy psychology. Teknik ini telah dibuktikan oleh berbagai macam riset ilmiah. Tidak ada unsur supranatural atau klenik dalam SEFT®.

SEFT® dikembangkan dari Emotional Freedom Technique (EFT™), oleh Gary Craig (USA), yang saat ini sangat populer di Amerika, Eropa, & Australia sebagai solusi tercepat & temudah untuk mengatasi berbagai masalah fisik, dan emosi, serta untuk meningkatkan performa kerja. Saat ini EFT telah digunakan oleh lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.
About SEFT - Healing Success Happiness Greatness
MENGAPA SEFT DISEBUT "TEHNIK REVOLUSIONER" ?

# Efektif, mampu meyelesaikan berbagai masalah fisik dan emosi, bahkan untuk beberapa masalah yang divonis tidak ada harapan lagi oleh dokter.
# Ilmiah telah dibuktikan oleh puluhan penelitian dan digunakan oleh lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.
# Mudah, semua orang, bahkan anak-anak dan orang lanjut usia, bisa melakukan.
# Cepat, hanya membutuhkan waktu 5 – 50 menit. Umumnya sudah dapat terasa efektivitasnya dalam waktu + 15 menit.
# Aman, tanpa efek samping, karena tidak menggunakan obat-obatan apapun, alat-alat khusus, atau teknik yang beresiko.
# Murah, sekali belajar dapat dipakai selamanya.
# Memberdayakan, tidak tergantung kepada terapist, setiap orang bisa melakukannya sendiri bahkan bisa membantu orang laini.
# Universal, dapat digunakan untuk berbagai macam masalah dan dapat dipraktekkan oleh berbagai orang tanpa memperdulikan latar belakang apapun dari orang tersebut
# Compatible, dapat digabungkan dengan berbagai macam teknik lain dan dapat meningkatkan efektivitas teknik-teknik lain tersebut

SEFT® ditemukan oleh Ahmad Faiz Zainuddin dan kini dikembangkan oleh LoGOS Institute - http://www.logos.co.id/

Selasa, 18 Agustus 2009

Slum dwellers get physical and spiritual therapy | The Jakarta Post

http://www.thejakartapost.com/news/2009/08/02/slum-dwellers-get-physical-and-spiritual-therapy.html
Berita tentang kegiatan baksos SEFT beberapa waktu yang lalu di Bongkaran Tanah Abang, dekat lokalisasi

Foto-foto kegiatan tersebut bisa dilihat di album yang ini

Semoga bermanfaat

[SEFT] Training Total Solution

Start:     Aug 21, '09 07:00a
End:     Aug 23, '09 6:00p
Location:     Hotel Harris Tebet, Unique Room, Jl. Dr Sahardjo No. 191. Tebet Jakarta Selatan (Dekat fly over Casablanca).
Training Total Solution
Hotel Harris Tebet, Unique Room, Jl. Dr Sahardjo No. 191. Tebet Jakarta Selatan (Dekat fly over Casablanca).

21, 22, 23 Aug 2009

Spiritual Emotional Freedom Technique


APA ITU SEFT® ?

SEFT merupakan teknik pengembangan diri ekletis yang menggabungkan 14 macam teknik terapi (termasuk kekuatan spiritual) untuk mengatasi berbagai macam masalah fisik, emosi, pikiran, sikap, motivasi, perilaku, dan peak performance secara cepat, mudah & universal

14 macam teknik terapi yang masuk dalam teknik SEFT (Cognitive Therapy (NLP), Behavioral Therapy, Logotherapy, Psychoanalisa, EMDR, Self Hypnosis (Ericsonian) , Sugesty & Affirmation, Visualization, Gestalt Therapy, Meditation, Sedona Methode Provocative Therapy, Energy Therapy (EFT) , Powerful Prayer )

SEFT dapat digunakan untuk
# Mengatasi berbagai masalah fisik dan emosi dalam waktu 5-50 menit
# Meningkatkan kinerja dan prestasi dengan "SEFT for Peak Performance"
# Meningkatkan keberuntungan dengan "The Luck Factor"
# Meraih apa yang kita inginkan dengan "Deep SEFT"
# Mencapai "Total Success" dengan "The Holistic Person Empowerment System"
# Meraih kedamaian hati dengan "Personal Peace Procedure"
# Meraih kebahagiaan dengan "LoGOS Spirit"

SEFT® merupakan penggabungan antara spiritualitas (melalui doa, keikhlasan, dan kepasrahan) dan energy psychology. Teknik ini telah dibuktikan oleh berbagai macam riset ilmiah. Tidak ada unsur supranatural atau klenik dalam SEFT®.

SEFT® dikembangkan dari Emotional Freedom Technique (EFT™), oleh Gary Craig (USA), yang saat ini sangat populer di Amerika, Eropa, & Australia sebagai solusi tercepat & temudah untuk mengatasi berbagai masalah fisik, dan emosi, serta untuk meningkatkan performa kerja. Saat ini EFT telah digunakan oleh lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.
About SEFT - Healing Success Happiness Greatness
MENGAPA SEFT DISEBUT "TEHNIK REVOLUSIONER" ?

# Efektif, mampu meyelesaikan berbagai masalah fisik dan emosi, bahkan untuk beberapa masalah yang divonis tidak ada harapan lagi oleh dokter.
# Ilmiah telah dibuktikan oleh puluhan penelitian dan digunakan oleh lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.
# Mudah, semua orang, bahkan anak-anak dan orang lanjut usia, bisa melakukan.
# Cepat, hanya membutuhkan waktu 5 – 50 menit. Umumnya sudah dapat terasa efektivitasnya dalam waktu + 15 menit.
# Aman, tanpa efek samping, karena tidak menggunakan obat-obatan apapun, alat-alat khusus, atau teknik yang beresiko.
# Murah, sekali belajar dapat dipakai selamanya.
# Memberdayakan, tidak tergantung kepada terapist, setiap orang bisa melakukannya sendiri bahkan bisa membantu orang laini.
# Universal, dapat digunakan untuk berbagai macam masalah dan dapat dipraktekkan oleh berbagai orang tanpa memperdulikan latar belakang apapun dari orang tersebut
# Compatible, dapat digabungkan dengan berbagai macam teknik lain dan dapat meningkatkan efektivitas teknik-teknik lain tersebut

SEFT® ditemukan oleh Ahmad Faiz Zainuddin dan kini dikembangkan oleh LoGOS Institute

more info: http://www.logos.co.id/index.php

Senin, 17 Agustus 2009

Dompet Dhuafa Atasi Trauma Bencana dengan Metode SEFT - Info Umat | Eramuslim

http://eramuslim.com/berita/info-umat/dompet-dhuafa-atasi-trauma-bencana-dengan-metode-seft.htm
sebelumnya mohon maaf kalau baru nge-link berita ini sekarang, walaupun udah lama tetapi semoga bermanfaat

Dalam acara ini, korban dan relawan diberikan terapi dengan metode Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) oleh LoGOS Institute, untuk menghilangkan trauma dan keluhan fisik lainnya. Menurut Ketua tim LoGOS Institute, Eko Nugroho, SEFT merupakan penggabungan antara spiritualitas (melalui doa, keikhlasan, dan kepasrahan) dan *energy psychology*. Teknik ini telah terbukti secara ilmiah dan bebas dari unsur supranatural atau klenik.

Selasa, 04 Agustus 2009

[SEFT] Baksos SEFT dan Yayasan Hurin'In di daerah Jatibunder, Tanah Abang




Baksos ini diselenggarakan oleh LPPI Hurin'In dan Logos Institute di daerah Jatibunder, Bongkaran Tanah Abang.

baksos ini bertujuan untuk mulai memutus regenerasi PSK agar keturunan mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

[SEFT] Praktek terapi SEFT di acara Life Skill Camp 1 - 2009

Cinta yang kuberi
sepenuh hatiku,
entah apa yang kuterima,
aku tak peduli,  
aku tak peduli,
aku tak peduli

Ebiet G. Ade - Apakah ada bedanya


Sebagai salah satu panitia acara LSC kemarin, saya termasuk orang yang dapat banyak berkah.  Saya mendapat banyak kesempatan untuk memperaktekkan teknik SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) yang saya pelajari beberapa waktu yang lalu.  Para peserta dan sesama panitia banyak yang mengalami gangguan kesehatan yang biasa terjadi saat terselenggaranya acara yang cukup padat, seperti kelelahan, capek, pusing, mual atau sakit perut dan sebagainya.  Aktifitas SEFTing tersebut saya lakukan di mushalla, barak para peserta dan tempat-tempat lain yang memungkinkan.  Alhamdulillah, hasilnya lumaya buat pemula, ada penurunan rasa sakit walau belum hilang 100 persen

Yang menarik, ada rekan panitia yang sesudah pusingnya diterapi malah keliyengan kaya orang baru bangun tidur.  Saya sendiri sempat bingung mau ngapain.

Untung saya segera ingat cerita seorang ibu polwan yang phobia duren.  saat dia keliyengan hampir pingsan, Mas Faiz langusng menyuruhnya berdiri.  Langsung rekan itu saya minta berdiri pelan-pelan.  Alhamdulillah hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi

benar kata Mas Faiz, little bit learning is dangerous

Dalam training SEFT, masalah ini dibahas dalam bagian "Handling the excessive intensity".  

Memang saya akui bahwa terapi SEFT yang saya lakukan masih kurang efektif dan menemui banyak kendala.  Namun, itu semua adalah pelajaran agar bisa membuat "Art of delivery" dari terapi SEFT yang saya lakukan makin baik. saya juga mendapat kesempatan untuk mempelajari hal-hal yang membuat terapi SEFT menjadi kurang efektif.  

Hal-hal tersebut antara lain:

1.  Ada unsur unsur yang kurang terpenuhi baik dari unsur energy psychology atau spiritual

Unsur-unsur spiritual dalam SEFT antara lain:

A. Yakin: Yakin bukan pada terapis atau SEFT atau diri sendiri, namun pada kekuasaan Allah SWT yang Maha Menyembuhkan.  

B. Khusuk: Konsentrasi, memusatkan perhatian pada rasa sakit.  Energi tubuh manusia mengikuti jalan pikiran, jika pikiran diarahkan ke arah rasa sakit, ke sanalah energi mengalir.  

C. ikhlas: menerima bahwa sakit itu adalah ketentuan Allah dan membiarkan yang lalu biarlah berlalu

D. pasrah: membiarkan apa yang akan terjadi, sembuh atau tidak kepadaNya.

E. syukur: dari satu hal yang tidak beres atau tidak sesuai keinginan kita, ada 10000000000000000001 bahkan lebih nikmat dari Allah SWT yang terkadang bahkan tidak kita sadari.  

sedangkan unsur energy psychology yang perlu dipenuhi antara lain:

A. teknik yang benar dan tepat.  

B. ketepatan akar masalah dalam set-up.  sering kali, apa yang dirasakan bukanlah akar permasalahan yang sebenarnya tetapi merupakan gejala semata. Akar masalah seringkali merupakan masalah-masalah emosi.  

2. Kurangnya kerja sama dengan terapis SEFT, baik dalam memenuhi unsur-unsur spiritual atau energy psychology: Untuk memaksimalkan efek terapi SEFT, terapis dan klien perlu bekerja sama.  Keduanya perlu "men-spiritual-kan" dirinya semaksimal mungkin.  Bila klien kurang "spiritual" maka terapis harus memaksimalkan sisi EFT atau sisi energy psychology agar terapi tetap memiliki efek yang diharapkan, termasuk mencari akar masalah yang sebenarnya.  Apalagi jika klien merasa apatis sehingga enggan bersama terapis untuk mengucapkan repetitive power words "Ya Allah, saya ikhlas, saya pasrah" pada saat di-tapping.  

3. Background klien, terutama para peserta yang berasal dari lingkungan menengah ke bawah.  Erich Fromm menyebut masyarakat seperti ini sebagai receptive society, masyarakat yang lebih suka berharap dari luar, terutama dalam hal materi.  Agama seringkali hanya berkisar pada masalah ritual semata dan bukan pada sisi spiritualitas.  ditambah lagi mereka lebih percaya pada obat-obatan daripada energy therapy.      

4. Adanya godaan dari pihak terapis untuk menggunakan SEFT untuk sarana mendongkrak Ego.  seorang SEFTer bukanlah malaikat yang bersih dan suci.  dia juga manusia biasa yang memiliki keinginan untuk dihargai.  Namun, sudah selayaknya seorang SEFTer selalu berusaha kembali "men-spiritual-kan" dirinya agar efektifitas terapi yang dilakukan selalu meningkat.    

Saya percaya SEFT adalah salah satu media yang efektif untuk membagi cinta pada sesama manusia.  Erich Fromm mengatakan "Jika aku berkata aku mencintaimu, maka sesungguhnya aku mencintaimu dalam diri semua manusia, dalam diri semua yang hidup dan dalam diriku sendiri".  Fromm menyebut cinta seperti ini dengan istilah Brotherly Love.  Bahwa sesungguhnya kekasihmu berada dalam diri setiap manusia dan engkau akan selalu bisa berbuat baik dan memberi kepada kekasihmu melalui diri setiap orang.  Kekasihmu mungkin tidak mengetahui kebaikan-kebaikanmu dengan sesama manusia, mungkin dia tidak akan pernah tahu.  Namun, pancaran energi kebaikan itu cepat atau lambat akan mencapainya, mengetuk lembut pintu hatinya dan bukan tidak mungkin keajaiban demi keajaiban akan terjadi.  Keajaiban yang tidak dapat dijelaskan dengan logika atau kata-kata.  

Semoga bermanfaat  

Inspired by: SEFT, Erich Fromm - The Art of Loving dan The Sane Society,
 
Posting sambil dengerin Ebiet G. Ade - Apakah ada bedanya

Apakah ada bedanya hanya diam menunggu
dengan memburu bayang-bayang? Sama-sama kosong
Kucoba tuang ke dalam kanvas
dengan garis dan warna-warni yang aku rindui
Apakah ada bedanya bila mata terpejam?
Fikiran jauh mengembara, menembus batas langit
Cintamu telah membakar jiwaku
Harum aroma tubuhmu menyumbat kepala dan fikiranku
Di bumi yang berputar pasti ada gejolak
Ikuti saja iramanya, isi dengan rasa
Di menara langit halilintar bersabung
Aku merasa tak terlindung, terbakar kegetiran
Cinta yang kuberi sepenuh hatiku
Entah yang kuterima aku tak peduli,
aku tak peduli, aku tak peduli
Apakah ada bedanya ketika kita bertemu
dengan saat kita berpisah? Sama-sama nikmat
Tinggal bagaimana kita menghayati
di belahan jiwa yang mana kita sembunyikan
dada yang terluka, duka yang tersayat, rasa yang terluka

 

Selasa, 30 Juni 2009

[SEFT] Baksos SEFT di Lapas Narkotika Cipinang

Assalamualaikum,

maaf baru posting lagi sekarang sebab baru keluar nih dari Penjara, beneran :D

emang salah apa, koq harus masuk penjara?

 He he he, bukan itu masalahnya.  Kemarin pagi saya mengikuti baksos penyembuhan gratis dengan teknik SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) yang diselenggarakan oleh Logos Institute dan para alumni pelatihan SEFT di Lapas Narkoba di Cipinang, Jakarta Timur.

Saat itu adalah pengalaman pertama saya masuk ke dalam penjara.  Malam sebelumnya, saya harus menginap di rumah nenek saya sehingga pagi-pagi agak buru-buru pulang dulu ke rumah.  Untung sampai rumah masih jam 7 kurang sehingga masih ada waktu yang cukup untuk ke lokasi.

Sampai di Cipinang, saya turun di seberang penjara.  Saat itu saya cukup keder dan gugup melihat dinding kelabu penjara Cipinang yang berdiri kokoh dan angkuh, lengkap dengan kawat berduri yang melingkar kuat di atasnya.  Saya juga bingung mau masuk dari mana, karena saya sama sekali tidak menyangka bangunannya begitu panjang, dari ujung ke ujung.  

Akhirnya, setelah memberanikan diri dan melakukan tapping untuk mengurangi rasa gugup, saya bertanya pada petugas yang sedang berjaga di depan.  Pak Satpam bilang bahwa Lapas Narkotika terletak di sebelah gedung yang saya masuki.  

Akhirnya, di tempat yang tepat, saya ketemu sama mbak Dina, salah satu staff Logos Institute yang juga koordinator alumni pelatihan.  Lalu, satu demi satu alumni pelatihan SEFT berdatangan, termasuk pak Fuad Baradja, yang dulu pernah jadi bintang sinetron djadoel Jin dan Jun, yang jadi bapaknya Syahrul Gunawan (kalau gak salah, he he he).  

Acara belum dimulai saja Pak Fuad sudah beraksi.  Korbannya petugas kebersihan yang sedang bertugas di lobby (tepatnya sih ruang tunggu, he he he).  Si petugas ini benar-benar ingin berhenti merokok sehingga langsung diterapi di tempat oleh Pak Fuad. 




Pak Fuad juga menggunakan kesempatan saat kami menunggu acara dimulai dengan menceritakan hal-hal yang beliau ketahui tentang rokok.  Kata beliau, Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang belum meratifikasi Pengenalian Tembakau.  Cukai rokok seharusnya tinggi sehingga harganya jadi mahal dan tidak terjangkau masyarakat menengah ke bawah dan anak-anak.  Pak Fuad juga bilang bahwa devisa negara bisa banyak dari rokok sebenarnya mitos semata.  

Lobby tersebut cukup bersih dan ada hasil karya para warga binaan (narapidana) berupa asbak yang ada patungnya dan kaligrafi dari bahan kayu.  

Karena masih banyak alumni yang baru sekali ini mengikuti kegiatan ini, termasuk saya maka kami di-briefing dulu.  Briefing dilaksanakan di salah satu ruang pendidikan oleh mbak Dina dan Mbak Wiwien, salah satu petugas LP  

Setelah briefing selesai, kami memasuki ruangan tempat acara diselenggarakan.  Di sana sudah ada layar dan LCD untuk menayangkan materi pelatihan yang dibawakan oleh salah satu co-trainer SEFT yaitu Pak Eko Nugroho.  

Acara dimulai dengan presentasi oleh Pak Eko.  Selama presentasi tersebut, Pak Eko juga berinteraksi dengan para peserta, menanyakan keluhan mereka, baik fisik maupun emosional.  

Selama peresentasi, ada juga demo praktek SEFT yang dilakukan sebagian alumni, termasuk saya.  Walaupun tadinya sempat ragu, namun saya akhirnya memberanikan diri melakukan terapi SEFT pada salah satu narapidana.  Keluhan si narapidana adalah bahwa dia ingin berhenti merokok.  Itu adalah kasus rokok pertama yang saya tangani.  Setelah tapping satu putaran lengkap dia mencoba untuk merokok.  Rasa rokoknya sudah tidak seenak sebelum terapi.  Ditambah satu putaran singkat, si napi mengatakan bahwa rokoknya sekarang terasa hambar.  Saya sendiri cukup takjub melihat hasil terapi tersebut, mengingat saya belum lama menjadi praktisi SEFT dan kurang rajin menterapi orang lain. 

Saat demo terapi itu berakhir, dan si napi berterimakasih pada saya, saya sempatkan diri memeluknya.  Saat itu, terus terang saya merasa sangat terharu sehingga saya tidak dapat menahan derasnya linangan air mata. 

Mungkin itu sebabnya banyak praktisi SEFT yang “ketagihan” membantu orang lain dengan terapi ini.  

Setelah presentasi dan demo selesai, kini saatnya para narapidana tersebut mempraktekkan sendiri teknik SEFT.  Praktek bareng-bareng ini dipimpin oleh pak Eko.  Para alumni bertindak sebagai pendamping mereka dan bertugas mengoreksi kesalahan-kesalahan dalam melakukan SEFT.  Kelihatannya para peserta cukup mampu melakukan teknik SEFT tersebut dengan baik, walaupun memang perlu pengulangan dan pendalaman praktek.  

Setelah sesi praktek bareng berakhir disertai tanya jawab, tiba saatnya para peserta dibagi dalam kelompok.  Satu kelompok terdiri dari dua orang.  Satu bertindak sebagai SEFTer dan yang lain jadi klien, begitu seterusnya bergantian.  Para alumni bertindak sebagai fasilitator.  

Saya kebagian 2 orang yang harus saya fasilitasi.  Yang satu ingin berhenti merokok dan yang lain insomnia.  Saya cukup bingung juga karena rokok yang disediakan ada  di depan, sehingga untuk yang ingin berhenti merokok cukup saya minta mengukur intensitas keinginannya dan disebutkan dalam kalimat set-up.  Untuk yang insomnia, saya arahkan agar dia menangani rasa takut tidak bisa tidur nanti jam 9 malam.  Sekalian saya pesankan agar nanti malam jika dia tidak bisa tidur, lakukan saja SEFT pada dirinya sendiri.  Para alumni yang lain juga sibuk dengan tugas masing-masing.

Acara baksos pelatihan SEFT for Healing itu diakhiri dengan do'a bersama yang dipimpin oleh Pak Fuad dan diakhiri dengan saling bersalaman antara para alumni SEFT dan staff Logos Institute dangan para peserta.  Suasana mengharukan tidak dapat dihindari lagi sehingga banyak yang meneteskan air mata.  

Semoga acara dari pagi sampai siang itu bermanfaat untuk para pesertanya.  Semoga mereka bisa mendapatkan tambahan ilmu dan kterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan mereka selama di Lapas Narkotika dan masa depan mereka sesudah keluar dari tempat itu

Hari ini saya merasa mendapat manfaat dan kesempatan yang luar biasa untuk membantu sesama.  Selama hidup saya tidak pernah menyangka akan pernah menterapi dan memeluk seorang narapidana.  Suatu pengalaman berharga yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Mohon maaf  gak bisa poto-poto karena kamera, HP dan tanda pengenal (KTP, SIM dll) ditahan petugas di bagian penerimaan, hiks

Sahabat-sahabat sekalian, perkenanlah cerita ini saya tutup dengan mengutip pesan Mas Faiz dalam buku SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) halaman 157 sebagai berikut:

“…. sampai sekarang saya meyakini bahwa kebahagiaan apapun yang kita dapatkan yang tidak bersumber dari motivasi dasar untuk “mencintai-Nya, melayani sesama dan memperbaiki diri” sifatnya hanya sementara dan semu belaka.  Saya tidak tahu apakah anda sepakat dengan saya atau tidak   Tetapi jika Anda punya visi yang sama dengan saya, saya ucapkan “Welcome to the Club” mari kita lakukan sesuatu bersama-sama untuk mewujudkan visi ini menjadi kenyataan hidup sehari-hari.”


Semoga bermanfaat
 

Kamis, 29 Januari 2009

Tapping pressure points to address all ailments | The Jakarta Post

http://www.thejakartapost.com/news/2009/01/27/tapping-pressure-points-address-all-ailments.html
Berita tentang Bakti Sosial Pengobatan Berhenti Merokok dan Pengobatan Umum berhasil dilaksanakan SEFT Center Bintaro & Logos Institute.

Baksos ini di Lapangan Kecamatan Pondok Aren pada Minggu 18 Januari 2009. Acara ini dalam rangka HUT Tangerang yang dihadiri juga oleh Fuad Baradja - aktifis Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok yang turut melihat dari dekat jalannya pengobatan ini.

Di sana saya juga ketemu Pak Ilyas http://mia4457.multiply.com/

Semoga bermanfaat

More photos, please visit:

http://gerakanstopmerokok.multiply.com/photos/album/5/Foto-Foto_Bakti_Sosial_Berhenti_Merokok