Tampilkan postingan dengan label freedom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label freedom. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2011

Freedom for Palestine

Start:     Dec 4, '11 06:00a
End:     Dec 4, '11 11:30a
Location:     Taman Menteng - Bundaran HI, Jakarta Pusat
Assalaamu'laikum,
All Members of Group MP4Palestine in d'Blessings of ALLOH swt

Sehubungan dengan diterimanya Palestina di UNESCO, ASPAC (Asia-Pacific Community Conference for Palestine) yang dideklarasikan pada akhir Juni lalu di Jakarta Convention Center, insya ALLOH akan mengadakan acara untuk Rakyat Indonesia yang peduli dengan Kemerdekaan Palestina pada hari/tanggal :

~ Selasa, 29 November 2011 (khusus tokoh Indonesia, perwakilan NGO/komunitas, ASPAC & UNESCO)
~ Ahad, 4 December 2011 (umum)

dengan tema :
ASIA-PACIFIC SOLIDARITY FOR AL-QUDS
FREEDOM FOR PALESTINE

dengan rangkaian acara :
~ Fun Bike
~ Aksi Jalan Sehat
~ Lomba Photography
~ Lomba untuk Anak-anak
~ Orasi "Freedom for Al-Quds"
~ Pentas Seni Peduli Palestina
~ Aksi Peduli Anak Indonesia untuk Anak Palestina (cap 5 jari di bentangan kain putih)

bertempat di :
start & finish ? Taman Menteng, Jl. HOS Cokroaminoto
short oration & balloons release ? Bunderan HI

Siapkan diri Anda beserta keluarga & teman-teman Anda untuk memeriahkan acara yang kita dedikasikan bersama untuk saudara-saudara kita di Palestina ini, pada :

Ahad / 4 Desember 2011
jam 06.30 - 11.30

Bagi yang ingin berpartisipasi di Lomba Photography, siapkan "senjata" Anda sesuai kategori yang Anda pilih : Camera SLR/DSLR, Pocket Camera & Handphone/Smartphone.

Silahkan jepret yang menurut Anda menarik sepanjang acara pada tanggal 4 Desember nanti, dengan syarat:
Tidak ada atribut partai apa pun pada hasil foto

Bagi anak-anak yang berpartisipasi mendukung teman-teman mereka di Palestina dengan memberikan cap jari mereka, insyaALLOH akan mendapatkan souvenir2 lucu atau buku. Apalagi mereka yang berpartisipasi dalam lomba, akan mendapatkan goodiebag & T-shirt lucu.

Sampai ketemu di Taman Menteng ya...! ???

Ttd,
Panitia AsPac Solidarity for Al-Quds
— with Knrp Pusat at Turkish Center.

Minggu, 06 Juni 2010

Pengalihan Isu dari Mavi Marmara ke Video Porno, cermin masyarakat sakit

Demonstrasi demi demonstrasi yang dilakukan berbagai elemen masyarakat ternyata mampu menarik perhatian dunia akan isu Mavi Marmara.  Oleh karena itu, Zionis dan pihak-pihak yang pro mereka tentu saja berusaha mengalihkan perhatian dan sorotan dunia pada mreka.  Untuk mengalihkan perhatian masyarakat di negara-negara maju, mereka harus bekerja keras dan merancang strategi jitu.  Masyarakat di negera-negara maju jelas bukan kumpulan orang tolol pendek ingatan yang mudah ditipu dan dibodoh-bodohi.  Namun, tidak demikian dengan masyarakat Indonesia, negeri dengan jumlah umat Islam terbanyak di dunia.  Mereka tahu persis bahwa masyarakat Islam Indonesia tak ubahnya buih di atas lautan.  Mereka sangat mengetahui bahwa  masyarakat Indonesia ini enggan untuk memikirkan hal-hal yang berat.  Orang2 Indonesia susah diajak berpikir mendalam.  Orang-orang negeri ini sudah terlalu tertekan oleh beratnya beban hidup akibat kemiskinan yang menghimpit.

Kemunculan video porno dua selebritis yang pernah jadi sorotan media massa adalah pengalih isu paling efektif. Isu Mavi Marmara yang sempat mendominasi pemberitaan media, baik cetak, elektronik ataupun online, seakan tertutupi oleh kemunculan video tidak senonoh itu.  Siapapun pelakunya, seleb atau non seleb, video seperti itu seharusnya hanya beredar di ruang privat.  Bahkan, hubungan suami istri tidak seharusnya direkam di video.  Kegiatan seperti itu adalah kegiatan yang bersifat sangat pribadi, bahkan Rasul SAW melarang pasangan suami istri menceritakan apa saja yang mereka lakukan kepada orang lain.  Apalagi dalam masyarakat sakit jiwa yang dipenuhi "otak-otak ngeres" dan "nafsu syahwat" seperti masyarakat kita ini.

Sebenarnya, tidak penting apakah video itu beneran kedua artis itu atau bukan.  Siapapun pelakunya, video seperti itu sama sekali bukanlah konsumsi publik.  Apalagi kalau dilakukan di luar pernikahan yang sah, tentu sudah termasuk zina.  Namun, di dunia selebritis yang serba bebas, liberal dan glamour, kelakuan seperti itu sangat mungkin sudah dianggap biasa.

Tragedi Mavi Marmara adalah momentum yang sangat tepat untuk membuka hati umat manusia, tanpa pandang ras, bangsa, agama atau keyakinan.  Betapa penyerangan brutal nan kejam pada para relawan kemanusiaan adalah salah satu kejahatan kemanusiaan terkejam saat ini.  Kedok Negara Israel (yang dengan tanpa hak mencatut gelar mulia seorang Nabi) sebagai negara demokratis terkuak sudah.  Kebijakan-kebijakan negara kaum zionis itu ternyata tidak ada bedanya dengan Jerman zaman pemerintahan Nazi dan Hitler, Italia zaman Fasis Mussolini dan Soviet zaman Stalin. Sama sekali tidak ada bedanya.  Wajah Iblis nan penuh kebusukan menjijikkan kini terbuka dan telanjang.  Tidak mengherankan apabila mereka berusaha menutupi terkuaknya aib mereka dengan segala cara, termasuk menyebarkan video porno.

Entah kapan media-media kapitalis serakah itu akan sadar bahwa masyarakat sakit hanya menghasilkan individu-individu sakit jiwa dan sebaliknya.  Media-media yang justru melakukan pengkhianatan dan mengambil keuntungan tak seberapa dari sakitnya masyarakat ini.  Mungkin menunggu sampai masyarakat sakit ini berubah menjadi zombie-zombie tak berakal dan tak berjiwa, yang berjalan, berbicara dan bernafas namun hakikatnya sudah meninggal sebelum ajal.  Kerusuhan Mei 1998, yang pada hakikatnya merupakan ledakan bom waktu kemiskinan, seakan berlalu lenyap tanpa pernah diingat lagi apalagi diambil pelajaran dan hikmahnya.  

Jika demikian adanya, terlalu naif kiranya apabila kita berharap bahwa Tragedi Mavi Marmara akan menjadi tragedi kemanusiaan terakhir.  Pengalihan isu dengan cara-cara kotor dan murahan seperti video porno selebritis seharusnya menjadi peringatan bagi kita bahwa kejahatan dan tragedi kemanusiaan pasti akan berulang kembali di masa depan.  Selama akar permasalahan dari tragedi-tragedi kemanusiaan, baik yang telah terjadi maupun yang akan datang, belum terselesaikan dengan tuntas.

"Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan .. WASPADALAH, WASPADALAH!!"

Bang Napi


----- semoga bermanfaat ------------