Selasa, 26 Juni 2012
Membela Palestina dengan Jihad Harta (1)
Malam makin larut di suatu kota di Mesir. Seorang pemuda sedang menunggu taksi di tepi jalan. Pemuda ini bekerja di sebuah perusahaan milik orang Yahudi. Dia seringkali heran dengan para pemilik perusahaan tersebut, karena kerugian beberapa ratus dollar saja sudah cukup membuat mereka paranoid, ketakutan hingga kalang kabut. Sungguh, betapa besar kecintaan mereka pada harta benda dunia.
Selanjutnya sila ke link :)
Rabu, 30 Mei 2012
Mengapa Aku Tobat Dari Islam Liberal?
kutipan:
Ya, sekarang aku lebih suka dengan generasi muda Islam yang mempraktekan Islam secara nyata daripada anak muda Islam yang kutu buku tapi diam saja melihat tetanganya kerja bakti. Aku lebih respek dengan generasi muda Islam yang bersih bersih got daripada anak muda Islam yang bangga paham berbagai teori teori tentang ajaran Islam tapi penampilannya dekil karena jarang mandi.
Kamis, 18 November 2010
[Bedah Film] Simbologi Yahudi dalam film Waterworld
Seorang pengembara datang untuk menukar barang pada mereka. Namun, karena ada hal-hal yagn tidak bisa disetujui dan adanya salah paham, si pengembara sempat hendak dieksekusi penghuni Atol. Saat itulah, sekelompok gangster, yang dalam film itu disebut Smokers menyerang mereka. Para Smokers hendak menculik seorang anak kecil yang memiliki tatoo di punggungnya. Tatoo tersebut bukan sembarang tatoo tapi merupakan peta petunjuk menuju Dryland. Selebihnya, ya seperti film-film action Holywood pada umumnya. Yang jelas sih jagoannya menang dan mereka berhasil menemukan teka-teki Dryland itu tadi.
Simbologi Yahudi
Tanah yang kering atau Dryland dapat diparalelkan dengan simbologi Yahudi tentang Tanah yang dijanjikan. Tanah ini sering disebut juga dengan "a land flowing with milk and honey" atau The Promised Land. Bangsa Yahudi, yang merupakan bagian dari Bani Israil, merindukan tanah yang dijanjikan Tuhan tersebut. Namun, sebagian dari mereka merasa putus asa dan menyerah pada nasib menjadi budak Firaun dan kaum Mesir Kuno. Kita bisa menyaksikan karakter Bani Israil yang sedang putus asa tersebut di film Ten Commandments, baik yang versi tahun 1956 atau yang lebih baru.
Tokoh Deacon sebagai personifikasi Dajjal
Pemimpin kaum Smokers, Deacon, adalah sesosok figur juru selamat palsu. Dia menjanjikan Dryland atau Tanah Kering pada para pengikutnya. Enola, si anak perempuan bertato peta, dia tunjukkan pada para pengikutnya agar mereka percaya. Para Smokers pun mendayung kapal tanker bekas yang menjadi markas mereka dengan penuh semangat. Padahal, misteri peta di punggung Enola belum terpecahkan dan Deacon sendiri berbohong pada para pengikutnya.
Deacon sendiri kehilangan sebelah mata karena sebuah ledakan dalam pertempuran dengan sang Pengembara. Mirip dengan Dajjal yang disebutkan dalam suatu hadits ang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Hudzaifah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Artinya: "Dajjal itu buta matanya sebelah kiri, berambut keriting, mempunyai surga dan neraka. Maka nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka" [Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa Asyrothis Sa 'ah, Bab Dzikir Ad-Dajjal 18: 60-61]
sumber: almanhaj
Tentang Bani Israil
Karena membangkang terhadap perintah Allah SWT yang diturunkan lewat Nabi Musa, Bani Israil pun ter-diaspora selama puluhan tahun sebelum mencapai kejayaan di zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Namun, kejayaan mereka pun hanya berlangsung sebentar dan kerajaan mereka terbelah dua. Kerajaan Israil di Utara dan Kerajaan Yehuda di Selatan. Kedua kerajaan itu pun terbelit konflik internal dan perseteruan antar keduanya. Bangsa pagan pun ikut berperan dalam keruntuhan kejayaan Bani Israil. Bahkan kerajaan Israil di Utara pun sampai hancur dan kesepuluh suku yang mendukungnya lenyap sehingga disebut The Lost Tribe of Israel.
Kembali bangsa Israil yang tersisa, suku Yehuda dan Bunyamin, tercerai berai. Mereka pun jatuh berulang kali ke dalam cengkeraman bangsa pagan seperti Babylonia, Assyiria, Persia dan Romawi. Penderitaan dan penjajahan yang mereka alami menyebabkan mereka merindukan seorang juru selamat yang akan mengulangi kembali kejayaan mereka di zaman dahulu. Si pengembara, yang diperankan oleh Kevin Costner, merupakan personifikasi dari juru selamat kaum Yahudi.
Bani Israil disebut berulang kali dalam Al Quran sehingga para sahabat pun merasa heran. Mereka bertanya apakah Al Quran ini diturunkan untuk nabi Musa. Al Quran menerangkan begitu banyak tentang Bani Israil agar umat Islam mengambil pelajaran dan sejarah kehidupan mereka. Jonru, seorang trainer kepenulisan, pernah bilang bahwa kita bisa belajar dari tulisan yang bagus tapi kita bisa belajar lebih banyak dari tulisan yang jelek. Bisa jadi hal yang sama terjadi pada sejarah Bani Israil. Kita bisa belajar banyak dari orang baik, namun kita bisa belajar lebih banyak dari orang jahat. Jadi, sejelek-jelek film Holywood, masih ada hal-hal yang bisa kita pelajari dari sana. Namun, pikiran harus tetap kritis dan hati selalu wasapda. Bukankah kita tahu siapa yang ada di balik film-film tersebut?
Semoga bermanfaat by Muhammad Nahar
Referensi
Buku:
Zionisme: Gerakan Menaklukkan Dunia, ZA Maulani
Film:
Waterworld: 1995
Ten Commandments: 1956
Situs:
http://www.imdb.com/title/tt0114898/
http://en.wikipedia.org/wiki/Kingdom_of_Israel_%28united_monarchy%29
http://en.wikipedia.org/wiki/Israelites
http://www.tragedipalestina.com/sejarah.html
http://www.almanhaj.or.id/content/2105/slash/0
Minggu, 06 Juni 2010
Pengalihan Isu dari Mavi Marmara ke Video Porno, cermin masyarakat sakit
Kemunculan video porno dua selebritis yang pernah jadi sorotan media massa adalah pengalih isu paling efektif. Isu Mavi Marmara yang sempat mendominasi pemberitaan media, baik cetak, elektronik ataupun online, seakan tertutupi oleh kemunculan video tidak senonoh itu. Siapapun pelakunya, seleb atau non seleb, video seperti itu seharusnya hanya beredar di ruang privat. Bahkan, hubungan suami istri tidak seharusnya direkam di video. Kegiatan seperti itu adalah kegiatan yang bersifat sangat pribadi, bahkan Rasul SAW melarang pasangan suami istri menceritakan apa saja yang mereka lakukan kepada orang lain. Apalagi dalam masyarakat sakit jiwa yang dipenuhi "otak-otak ngeres" dan "nafsu syahwat" seperti masyarakat kita ini.
Sebenarnya, tidak penting apakah video itu beneran kedua artis itu atau bukan. Siapapun pelakunya, video seperti itu sama sekali bukanlah konsumsi publik. Apalagi kalau dilakukan di luar pernikahan yang sah, tentu sudah termasuk zina. Namun, di dunia selebritis yang serba bebas, liberal dan glamour, kelakuan seperti itu sangat mungkin sudah dianggap biasa.
Tragedi Mavi Marmara adalah momentum yang sangat tepat untuk membuka hati umat manusia, tanpa pandang ras, bangsa, agama atau keyakinan. Betapa penyerangan brutal nan kejam pada para relawan kemanusiaan adalah salah satu kejahatan kemanusiaan terkejam saat ini. Kedok Negara Israel (yang dengan tanpa hak mencatut gelar mulia seorang Nabi) sebagai negara demokratis terkuak sudah. Kebijakan-kebijakan negara kaum zionis itu ternyata tidak ada bedanya dengan Jerman zaman pemerintahan Nazi dan Hitler, Italia zaman Fasis Mussolini dan Soviet zaman Stalin. Sama sekali tidak ada bedanya. Wajah Iblis nan penuh kebusukan menjijikkan kini terbuka dan telanjang. Tidak mengherankan apabila mereka berusaha menutupi terkuaknya aib mereka dengan segala cara, termasuk menyebarkan video porno.
Entah kapan media-media kapitalis serakah itu akan sadar bahwa masyarakat sakit hanya menghasilkan individu-individu sakit jiwa dan sebaliknya. Media-media yang justru melakukan pengkhianatan dan mengambil keuntungan tak seberapa dari sakitnya masyarakat ini. Mungkin menunggu sampai masyarakat sakit ini berubah menjadi zombie-zombie tak berakal dan tak berjiwa, yang berjalan, berbicara dan bernafas namun hakikatnya sudah meninggal sebelum ajal. Kerusuhan Mei 1998, yang pada hakikatnya merupakan ledakan bom waktu kemiskinan, seakan berlalu lenyap tanpa pernah diingat lagi apalagi diambil pelajaran dan hikmahnya.
Jika demikian adanya, terlalu naif kiranya apabila kita berharap bahwa Tragedi Mavi Marmara akan menjadi tragedi kemanusiaan terakhir. Pengalihan isu dengan cara-cara kotor dan murahan seperti video porno selebritis seharusnya menjadi peringatan bagi kita bahwa kejahatan dan tragedi kemanusiaan pasti akan berulang kembali di masa depan. Selama akar permasalahan dari tragedi-tragedi kemanusiaan, baik yang telah terjadi maupun yang akan datang, belum terselesaikan dengan tuntas.
"Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan .. WASPADALAH, WASPADALAH!!"
Bang Napi
----- semoga bermanfaat ------------
Selasa, 25 Mei 2010
Berjihad dengan Harta
Tidak berapa lama, datanglah sebuah taksi. Pemuda itu memanggil taksi tersebut dan masuk. Karena perjalanan cukup jauh, dia mengajak si supir taksi mengobrol. Obrolan pun berlanjut sampai si supir taksi menceritakan bahwa dia bekerja di restoran dari pagi sampai petang. "Brother, sedemikian sulitkah kehidupan di sini, sehingga kamu harus bekerja dua kali sebagai pelayan restoran dan supir taksi" kata si pemuda keheranan. Sang supir taksi tersenyum dan berkata "Tidak brother, penghasilan saya sebagai seorang pelayan restoran sudah cukup menghidupi keluargaku". Pemuda itu keheranan dan berkata "lalu mengapa kamu harus bekerja lagi sebagai supir taksi?". Si supir taksi menjawab "aku ingin bisa bersedekah". Pemuda itu tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia sangat kagum dan takjub pada supir taksi di sebelahnya. Insya Allah, apa yang dilakukan si supir taksi itu sudah bisa dikategorikan sebagai jihad harta.
Harta adalah sarana bagi kehidupan kita. Harta harus dicari dengan jalan yang halal sesuai syariat dan diridhoi Allah SWT. Harta tidak boleh hanya disimpan di gudang seperti Qarun. Namun, harta itu harus mengalir dengan baik agar semua manusia merasakan manfaatnya. Biasanya, pengeluaran harta adalah untuk memenuhi dua hal, kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan dapat diperhitungkan secara rasional namun selera dan keinginan cenderung emosional bahkan kompulsif. Terkadang orang bahkan menghalalkan segala cara untuk memperturutkan keinginan yang tidak terbatas itu.
Pengeluaran harta dapat dinilai sebagai amal shaleh atau jihad. Apabila kita mengeluarkan harta ala kadarnya untuk bersedekah, maka hal itu tentu dinilai sebagai amal sholeh. Kebaikan sebesar butiran atom pun akan diperhitungkan oleh Allah SWT di Yaumil Hisab nanti. Namun, sering kali kemampuan kita untuk menyedekahkan harta terhalang oleh keinginan-keinginan yang menuntut untuk segera dipuaskan. Sehingga, lebih banyak harta kita gunakan untuk memperturutkan hobby dan keinginan kita daripada untuk dinafkahkan di jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Sehingga tidak mengherankan apabila seorang cendekiawan muslim Palestina, ketua Rabithah Alam Islami di Suriah, bernama DR. Nawwaf Takruri mengatakan bahwa memperioritaskan penggunaan harta untuk perjuangan di jalan Allah SWT sudah bernilai jihad, bukan lagi sekedar amal. Mengeluarkan harta lebih banyak sehingga mengurangi kemampuan kita untuk memperturutkan keinginan memerlukan Mujahadah. Mujahadah adalah jihad melawan keinginan hawa nafsu diri sendiri. Agar pengeluaran itu efektif, diperlukan ijtihad, baik pribadi ataupun kolektif, untuk menentukan tujuan dan strategi pengeluaran harta tersebut. Sehingga, dengan ditambah ridho dan keberkahan dari Allah SWT, banyak orang akan memperoleh manfaat dari harta tersebut.
Jihad adalah mengeluarkan segenap kemampuan untuk berjuang meraih keridhoan Allah SWT. Jihad harus dilengkapi dengan ijtihad dan mujahadah. Apabila tidak, hampir tidak ada bedanya jihad dengan kekerasan yang serampangan. Ali bin Abi Thalib memberi contoh mujahadah, saat beliau tidak jadi membunuh musuh karena mukanya diludahi. Ali khawatir pembunuhan terhadap musuh yang dia lakukan tidak lagi bermotif jihad di jalan Allah SWT. Melainkan sudah bermotif amarah atau bahkan balas dendam. Dalam film Enter The Dragon, Bruce Lee menasihati seorang muridnya saat latihan. "I said Emotional Content, not Anger" kata sang Master. Maksudnya adalah, gunakan pikiranmu untuk mengarahkan kekuatan dan kandungan emosimu ke arah yang tepat. Jihad, ijtihad dan mujahadah tidak akan pernah terpisahkan.
Sebaliknya, apabila harta dipergunakan dengan serampangan tanpa perhitungan, maka yang terjadi adalah pemborosan. Seorang ulama mendefinisikan pemborosan sebagai pengeluaran harta di jalan yang tidak diridhoi oleh Allah SWT. Walaupun hanya satu rupiah, pengeluaran bukan di jalan Allah SWT termasuk pemborosan. Bahkan, pemanfaatan harta tanpa perhitungan yang matang justru akan menambah dosa dan kemaksiatan yang akan menjadi beban di Yaumul Hisab nanti. . Mungkin kita masih ingat pada buku jakarta Undercover yang ditulis seorang mantan santri. Buku itu berisi tempat-tempat wisata sex yang ada di Jakarta, kota kita tercinta ini. Hampir-hampir tidak bisa dipercaya bahwa di Jakarta, Ibu kota Republik Indonesia, negara dengan jumlah ummat Islam terbanyak di seluruh dunia, ada tempat-tempat pelesiran sex seperti itu.
Bayangkan, bagaimana perasaan orang-orang miskin tersebut saat ada orang yang berkata "Ibu-ibu, Bapak-bapak sekalian, maaf saya belum bisa membantu meringankan beban penderitaan anda sekalian. Kami ingin terlebih dahulu memuaskan hawa nafsu kami untuk bermewah-mewah. Kami ingin merayakan terlebih dahulu ulang tahun anak-anak kami atau pernikahan kami dengan pesta-pesta yang megah terlebih dahulu. Ibu bapak sekalian bersabar dulu saja ya. Kalau ada yang sampai mati karena kelaparan atau sakit, yah anggap saja sudah waktunya".
Tentu saja tidak ada orang yang cukup sinting untuk mengatakan kata-kata menyakitkan itu tepat di muka orang-orang miskin, jika tidak mau kehilangan nyawa.
Namun, kata-kata seperti itu seakan-akan diucapkan melalui kemewahan biasa yang dipertontonkan orang-orang kaya, baik secara langsung atau melalui saluran penyedia informasi seperti TV atau internet. Gedung-gedung tinggi menjulang angkuh sementara disekitarnya orang-orang miskin melihat dengan pandangan mata nanar sampai menahan lapar melihat orang-orang kaya berlalu lalang dengan atau tanpa sadar memamerkan kemewahan yang mereka miliki.
Ironisnya, musuh-musuh Islam, terutama kalangan Yahudi, justru mengamalkan jihad harta ini demi kepentingan eksistensi mereka. Suatu ketika ada seseorang bertamu ke rumah orang Yahudi. Si tuan rumah menyuguhkan teh kepada si tamu. Dia memberi dua batang gula pada teh untuk si tamu sedangkan dia sendiri minum teh tanpa gula. Si tamu heran dan bertanya "mengapa anda tidak minum teh anda dengan gula?". Si Yahudi menjawab, "kami sekeluarga ada 4 orang dan masing-masing dari kami minum teh dua kali sehari". "Apabila masing-masing kami menghemat dua batang gula setiap hari, maka kami akan mengumpulkan cukup banyak harta untuk disumbangkan pada perjuangan saudara-saudara kami di Israel" tambah si Yahudi.
Memberikan harta kepada mereka yang membutuhkan adalah ciri orang yang beriman dan bertaqwa. Orang-orang yang beriman bermujahadah sebelum dan sesudah memperoleh harta. Mereka menggunakan kemampuan terbaik mereka untuk memperoleh harta, namun mereka sama sekali tidak merasa memiliki harta tersebut. Mereka mengendalikan keinginan untuk menggunakan hartanya dan menganggap harta itu sebagai amanah yang harus ditunaikan sesuai keinginan yang menitipkan amanah tersebut. Tidak lebih dari itu.
And he answered:
You give but little when you give of your possessions.
It is when you give of yourself that you truly give.
For what are your possessions but things you keep and guard for fear you may need them tomorrow?
And tomorrow, what shall tomorrow bring to the over prudent dog burying bones in the trackless sand as he follows the pilgrims to the holy city?
And what is fear of need but need itself?
Is not dread of thirst when your well is full, thirst that is unquenchable?
On Giving
By Kahlil Gibran in The Prophet
Semoga bermanfaat
terinspirasi dari buku Dahsyatnya Jihad Harta
Senin, 19 Januari 2009
Republika Online - tentang Anjing Zionis
berita yang sangat menyedihkan, yang menunjukkan karakter zionisme yang sebenarnya.
cukup baca paragraf pertama saja
Sabtu, 17 Januari 2009
Live di Tv ONe - Hamas, Kenapa Dibenci Amerika?
| Start: | Jan 19, '09 07:30a |
| End: | Jan 19, '09 08:00a |
| Location: | depan TV masing-masing :) |
Waktu: Hari Senin tanggal 19 Januari 2009 Jam 07.30 – 08.00
Narasumber: Tiar Anwar Bachtiar M. Hum (Peneliti INSISTS)
Tema: Hamas, Kenapa Dibenci Amerika?
http://www.insistnet.com/
Jumat, 16 Januari 2009
Jonru & Friends - Soal Hubungan Facebook dengan Yahudi
Mungkin sebagian rekan-rekan ada yang kurang sreg dengan Facebook krn dianggap pro Yahudi, tetapi sebelum memboikot atau menghapus akun kita di sana, baca dulu deh yang satu ini
semoga bermanfaat :)
Selasa, 13 Januari 2009
Debat INSIST vs JIL
| Start: | Jan 14, '09 7:30p |
| End: | Jan 14, '09 8:00p |
| Location: | di depan TV masing-masing |
sumber:
http://ishacovic.multiply.com/calendar/item/10004/DEBAT_INSISTS_vs._JIL_di_tvOne
Senin, 12 Januari 2009
ãæÞÚ ÚÇÆáÉ ÇáÝÑÇ - ÇáãÌÒÑÉ ÇáÕåíæäíÉ
I saw the images and they were disturbing. Images are of the Israeli assault against civilians in Gaza. I did not imagine things in Gaza are going as they are; therefore I forwarded it on to you so that you witness the crimes against humanity that the Israelis carry out.
And now my dear friend after what you have seen of oppression and torture which humans suffer on this land who only want to live a decent life, and I believe after you have seen this painful reality you will start thinking how you can help those people? And I can help you to answer this question.
Firstly: send this webpage to all your friends and colleagues, let them know the truth of how these humans live and not let them get carried away by the Israeli media.
My second point is that you should write a letter to your government and encourage them to move in a diplomatic way to stop this massacre, and be sure they can stop all this killing if they are willing to do so
Peringatan: Link di atas mengandung foto-foto yang mungkin sangat mengerikan bagi yang melihatnya
Kamis, 08 Januari 2009
Gaza Massacre decembre 2008 janvier 2009 photos
Foto-foto pembantaian di Gaza dari bulan desember 2008 sampai januari 2009
Senin, 05 Januari 2009
Seminar Sehari INSISTS tentang Yahudi
| Start: | Jan 10, '09 08:30a |
| End: | Jan 10, '09 3:00p |
| Location: | Sekretariat Insists, Jl. Kalibata Utara II/18, telp. 7940381 |
Sahabat sekalian, kami mengundang Anda untuk hadir pada seminar sehari
khusus tentang Yahudi yang akan diselenggarakan pada :
Hari/Tgl : Sabtu, 10 Januari 2009
Jam : 08.30-15.00
Tempat : Sekretariat Insists, Jl. Kalibata Utara II/18, telp. 7940381
Acara/Pembicara :
Seminar Sehari tentang Yahudi
-Yahudi dalam Sirah Nabi saw (Asep Sobari, Lc)
-Peran Yahudi dalam Merusak Studi Al Qur'an (Henri Shalahudin, MA)
-Peran Yahudi dalam Meruntuhkan Khilafah Utsmaniyah (Adian Husaini, MA)
dalam Acara juga akan dibahas buku "Al Jihad bil Mal Fi Sabilillah" (Dahsyatnya Jihad Harta, karya Dr. Nawwaf Takruri, penerjemah Asep Sobari dan Henri Shalahudin) dan juga buku "Sejarah Konflik Yahudi, Kristen dan Islam" (karya Adian Husaini).
Demikian undangan kami, atas partisipasinya kami ucapkan terima kasih.
Jazaakumullah khair.
Acara ini terselenggara atas kerjasama Insists, GIP dan www.hidayatullah. com
.
wassalam,
Humas Insists
**
-Konfirm : Eko 08111102549
-Infaq untuk makan siang Rp. 15.000,-
"berbuat adil lah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa."
"(ulil albab) yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti yang terbaik."
Minggu, 04 Januari 2009
Jumat, 02 Januari 2009
[Dari Milis] Palestina, Masalah Kaum Muslimin
PALESTINA MASALAH KAUM MUSLIMIN
Musuh-musuh Islam senantiasa berusaha menjadikan masalah Palestina sebagai masalah rakyat Palestina dan bukannya permasalahan kaum muslimin sedunia. Diantaranya dengan mengeluarkan dan menyebarkan opini umum bahwa Permasalahan Palestina merupakan permasalahan rakyat Palestina. Ungkapan ini jika dilihat sekilas, terkesan tidak ada yang aneh. Ungkapan ini memang ungkapan yang sesuai dengan fakta, ungkapan yang benar adanya. Jika masyarakat hanya berkesimpulan seperti ini, maka itu berarti mereka sudah masuk perangkap. Mengapa? Karena ungkapan ini disebarkan agar ungkapan bahwa Permasalahan Palestina merupakan permasalahan kaum muslimin sedunia tidak tersebar menjadi opini umum dunia.
Hal ini merupakan salah satu strategi bangsa Israel. Pada tanggal 18 Maret 1978, surat kabar "Yadiut Ahronut" mengeluarkan tulisan yang berisi antara lain, "Media Massa Israel hendaknya tidak melupakan hakikat penting yang merupakan bagian dari strategi Israel dalam memerangi orang-orang Arab. Hakikat itu adalah menjauhkan Islam dari pertikaian kita dengan Arab selama 30 tahun. Kita wajib tetap menjadikan Islam dijauhkan dari medan pertikaian itu selama-lamanya.
David Ben Gurion, Perdana Mentri Israel pertama dan pendiri negara Israel mengatakan, "Kami tidak takut kepada Sosialisme, Revolusionerisme dan Demokrasi di wilayah ini. Kami hanya takut kepada Islam. Kaum muslimin adalah orang-orang yang baru bangkit dari tidur panjangnya."
Simon Perez, mantan PM Israel mengatakan pada saat kampanye di Israel tahun 1978, "Perdamaian di wilayah ini tidak mungkin terwujud selama Islam masih mengangkat pedangnya. Pada masa depan, kita tidak akan tenang sampai Islam menyarungkan pedangnya selama-lamanya. "
Coba perhatikan surat kabar saat ini! Konflik antara Hamas dan Israel, bukan konflik Palestina melawan Israel lagi (perhatikan Kompas, Selasa 30 Desember 2008).
Kalau sudah begini, ruang lingkupnya lebih kecil lagi. Berita ini ingin membentuk opini bahwa konflik bukan lagi antara rakyat Palestina melawan Israel. Berita ini juga mengisyaratkan bahwa eksistensi negara Palestina sudah tidak ada dan yang ada eksistensi Israel.
Untuk itu, marilah kita juga sebarkan opini bahwa masalah Palestina adalah masalah kaum muslimin. Bukan masalah bangsa Arab, bangsa Palestina apalagi Hamas.
arnabgaizir. blogspot. com
arnab20.multiply. com
Minggu, 28 Desember 2008
Foto Tragedi Berdarah Gaza - Arrahmah.Com
aza (arrahmah) - Jumlah korban warga Palestina terus bertambah sehingga mencapai 205 terbunuh dan 750 terluka dalam serangkaian pengeboman Israel di Jalur Gaza, Sabtu waktu zhuhur (27/12).
Foto-foto tragedi berdarah tersebut bisa dilihat di link di atas.
Minggu, 16 November 2008
If Americans Knew - what every American needs to know about Israel/Palestine
The Israeli-Palestinian conflict is one of the world’s major sources of instability. Americans are directly connected to this conflict, and increasingly imperiled by its devastation.
It is the goal of If Americans Knew to provide full and accurate information on this critical issue, and on our power – and duty – to bring a resolution.
Minggu, 09 November 2008
Amrozi dan The Flying Dutchman
Saya mendengar berita tentang eksekusi Amrozi di Radio Trijaya FM jam 6 pagi. Saya sendiri tidak terlalu terkejut dengan berita tersebut karena simpang siur informasi tentang eksekusi tersebut sudah beredar di dunia nyata dan dunia maya, entah kalau di dunia "lain".
Berita eksekusi tersebut menambah banyak fitnah yang menyelimuti kehidupan kita sehingga sulit bagi kita mempercayai berita atau informasi mana yang benar dan mana yang tidak.
Seperti kisah horor The Flying Dutchman
Menurut cerita dongeng, The Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi "tujuh lautan" selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari jauh, kadang-kadang disinari dengan cahaya hantu.
Konon, kapten kapal tersebut telah menjual jiwanya pada setan sehingga dia bisa mendapat order pengantaran barang melebih kapal-kapal saingannya
Suatu hari, kapal tersebut terjebak badai yang luar biasa dahsyat di daerah Cape of Good Hope atau Tanjung Harapan, ujung paling selatan benua Afrika. Sang kapten, walaupun sudah mengerahkan segala kemampuan dan ketrampilannya, tidak dapat menguasai kapal tersebut.
Pada akhirnya, sang kapten berteriak sambil mengutuk Yang Maha Kuasa. Dia mengucapkan sumpah terakhirnya
(Aku akan selalu mengarungi semenanjung ini, walaupun harus tetap terus berlayar sampai hari kiamat menjelang!)"
Setelah kejadian itu, selama tiga ratus tahun lebih, ratusan saksi mata menyatakan telah melihat penampakan Kapal Hantu tersebut. Yang tidak lain tidak bukan "The Flying Dutchman" itu sendiri.
Terlepas dari benar atau tidaknya peristiwa dan penampakan2 itu, bagi saya, legenda The Flying Dutchman ini menggambarkan keadaan dunia yang sudah penun dengan fitnah dan kebohongan. Daratan mungkin saja bisa dijadikan metafora dari kepercayaan orang lain. Lautan adalah simbol ketidakpercayaan. Badai adalah kehidupan kita saat ini, penuh fitnah dan ketidakpercayaan.
Orang-orang miskin hanya bisa melihat kemewahan gaya hidup orang-orang kaya dengan pandangan iri hati. Secara tidak langsung, mereka telah tersisihkan dari kehidupan modern ini. Saat orang kaya bingung mau makan di mana, yang miskin bingung hari ini makan apa.
Suatu diskriminasi terselubung yang sangat mengerikan.
Amrozi dan kawan-kawannya adalah sedikit dari orang-orang yang melakukan pemberontakan terhadap kehidupan yang penuh fitnah dan diskriminasi terselubung ini. Benar atau salah tindakan mereka, setuju atau tidak kita terhadap tindakan mereka, pasti ada sebab yang melatarbelakangi hal tersebut. Sungguh, fenomena Amrozi ini hanya merupakan puncak dari gunung es persoalan dan masalah yang ada di negeri ini.
Sebagian pihak mungkin mengatakan bahwa Amrozi dkk dicuci otaknya oleh kalangan tertentu.
Walaupun mungkin ada benarnya, namun terkadang pihak penuduh tersebut melupakan realitas yang ada di masyarakat. Jurang pemisah antara yang kaya dan miskin semakin lebar dan dalam. Ketidakpercayaan semakin berkarat dan berkerak. Ekses kapitalisme global yang semakin menggila menggerogoti kehidupan masyarakat. Entah apa lagi ...
Rekan-rekan sekalian,
Tidak ada kehidupan yang lebih mengerikan selain hidup tanpa satu orangpun yang bisa kita percaya. Terombang-ambing di lautan ketidakpercayaan tanpa pernah bisa berlabuh di daratan.
Lelah dan kesepian, tiada tempat berkeluh kesah dan meminta saran dan pertimbangan. Tanpa ada yang bisa mengerti dan menghargai, bahkan seakan-akan diri kita dianggap tidak ada.
Kehidupan seperti itulah yang merupakan kehidupan yang sempit, yang dijelaskan dalam Al Qur'an dalam ayat berikut ini:
“Dan barangsiapa berpaling dari adz-`Dzikr-KU, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit dan KAMI akan menghimpunnya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”
(QS Thaha, 20:124)
Semoga bermanfaat dan mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan
Senin, 03 November 2008
Pengajian AMMA - KAZI
| Start: | Nov 23, '08 10:00a |
| End: | Nov 23, '08 1:00p |
| Location: | Graha Sabili, Jl Cipinang Cempedak III/11 A, Polonia Jakarta Timur |
AMMA-KAZI adalah sebuah forum kajian yang khusus mengupas Zionisme-Yahudi dan pengaruhnya ( Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme ) terhadap Dienul Islam.
Insya Allah rutin diselenggarakan setiap bulan pada ahad ke-4 dengan nara sumber dan tema ulasan yang perbeda pada setiap kajiannya.
Pada kesempatan ini akan diselenggarakan:
Tempat : Graha Sabili, Jl Cipinang Cempedak III/11 A, Polonia Jakarta Timur
Waktu : Ahad, 23 November 2008 jam 10.00 WIB
Narasumber : Bp Alwi Alatas - http://alwialatas.multiply.com/
( penyunting: Buku We are wolves, Protocol of the Learned Elder of Zion )
Tema : Mengapa Umat Islam kalah melawan kaum Yahudi.
Besar harapan kami atas kehadiran Ikhwan dan Akhwat, semoga kita dapat memetik hikmah dari inti kajian ini. Jazakallah
Wassalam
Senin, 27 Oktober 2008
Agoeng Go(yim) Blog
Selamat datang di dunia CONSPIRACY and SECRET SOCIETY,
dunia dimana Fakta dan Opini selalu berebut kemenangan, dimana Informasi dan Propaganda selalu berperang untuk menarik perhatian, dimana Kebenaran dan Kebetulan menjadi hal yang hampir tak jelas batasnya, dimana Kejahatan selalu mencoba menghancurkan Kebaikan, dimana riset tak pernah berhenti melawan tekanan, dimana kita hampir tak pernah sadar bahwa kita didalamnya.
Persiapkan hati dan pikiran anda untuk lebih terbuka pada kenyataan bahwa KEBETULAN tidak mendapatkan porsi sebagai KEBENARAN disini. Bersiaplah untuk menghadapi segala tekanan, ancaman, dan jebakan yang sengaja dibuat untuk menghalangi penyebaran informasi yang sengaja ditutup-tutupi sekelompok manusia dengan ambisi yang luar biasa jahatnya...
Apapun keputusan anda nantinya, anda sendiri yang memutuskannya.
Kamis, 09 Oktober 2008
Pengajian AMMA KAZI
| Start: | Oct 26, '08 10:00a |
| Location: | Graha Sabili, Jl Cipinang Cempedak III/11 A, Polonia Jakarta Timur |
AMMA-KAZI adalah sebuah forum kajian yang khusus mengupas Zionisme-Yahudi dan pengaruhnya ( Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme ) terhadap Dienul Islam.
Insya Allah rutin diselenggarakan setiap bulan pada ahad ke-4 dengan nara sumber dan tema ulasan yang perbeda pada setiap kajiannya.
Pada kesempatan ini akan diselenggarakan:
Tempat : Graha Sabili, Jl Cipinang Cempedak III/11 A, Polonia Jakarta Timur
Waktu : Ahad, 26 Oktober 2008 jam 10.00 WIB
Narasumber : Bp Adnin Armas MA ( Direktur Eksekutif INSIST )
Tema : Orientalis - orientalis Yahudi.
Besar harapan kami atas kehadiran Ikhwan dan Akhwat, semoga kita dapat memetik hikmah dari inti kajian ini. Jazakallah
Wassalam