Rabu, 21 Mei 2008

Los Angeles - The Gang Capital




Mohon maaf sebelumnya saya dengan sangat terpaksa memposting video-video yang mengandung kekerasan dan gang di Amerika. Hal ini saya lakukan hanya untuk mem-balance informasi tentang Amerika yang terlalu dipuja-puja sebagian pengguna Multiply, sampai dibilang tanah surga segala.

Los Angeles - City of Angels

Many movies and songs about Los Angeles depict the notion that the city is home to a large number of gangsters and professional criminals. According to a May 2001 Drug Threat Assessment by the National Drug Intelligence Center, Los Angeles County is home to 152,000 gang members organized into 1,350 gangs. Among the most infamous are the Crips, Bloods, 18th Street, Florencia 13, and MS-13 (Mara Salvatrucha). This has led to the city being referred to as the "Gang Capital of America." Car chases happen more often than in most other major cities, with the city's complex freeway system allowing for lengthier pursuits. Other automobile-oriented crimes include car-to-car shootings, drive-by shootings, hit-and-run accidents, and carjackings.

Thiaz

Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=0CPhAXn-tCQ&feature=related

Gangs in the Military (Gangster dalam tubuh militer Amerika Serikat)




Mohon maaf sebelumnya saya dengan sangat terpaksa memposting video-video yang mengandung kekerasan dan gang di Amerika. Hal ini saya lakukan hanya untuk mem-balance informasi tentang Amerika yang terlalu dipuja-puja sebagian pengguna Multiply, sampai dibilang tanah surga segala.

Video ini menceritakan tentang para gangster yang bergabung ke US Military (tentara Amerika) untuk belajar cara berperang secara militer. Ada adegan pertempuran antara anggota gang yang bersenjata senapan serbu standar militer (M - 16) melawan para polisi. Sebagian polisi terbunuh.

Kesaksian mantan gangster, termasuk Neo Nazi, juga menguatkan fakta adanya para gangsteer di US Military, sehingga kelakuan mereka di Iraq dan negara-negara jajahan AS serta di penjara-penjara rahasia mereka spt Abu Ghuraib dan Guantanamo dapat kita pahami latar belakangnya.

Semoga bermanfaat dan bagi anda yang tidak kuat melihat adegan-adegan sadis dan kejam, saya sarankan tidak melihat tayangan ini. terima kasih.

sumber: http://www.youtube.com/watch?v=dgwfVJIoBNM&NR=1

Gangs joining the military to train for war on the streets.

Selasa, 20 Mei 2008

Kajian AMMA-KAZI tema: HAMAS bukan Teroris

Start:     May 25, '08 10:00a
End:     May 25, '08 12:00p
Location:     Gedung Majalah Sabili, Jl. Cipinang Cempedak III/11A, Jakarta Timur
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,

Kajian AMMA KAZI mengundang rekan-rekan sekalian untuk hadir pada pengajian bulanan AMMA KAZI

narasumber: Bapak Tiar Anwar Bachtiar

tema: HAMAS bukan Teroris

Pengajian ini Insya Alloh diselenggarakan setiap minggu ke 4 setiap bulan jam 10 pagi sampai selesai.

Kamis, 15 Mei 2008

Renungan: Palestina VS Infotainment

....Today ....
is remembered by Palestinians all over the world
as the Day of Nakba or the day of catastrope

... Today ...
60 years ago
Hundreds of Thousands Palestinians
were fled of were forced out of their homes
by Jewish-Zionist gangs
who want to create a "Jewish state"
called Israel


... Today ....
60 years after that catastrope day
Hundreds of Thousands Palestinians
still in diaspora
taking shelter in refugee camps
scattered across in some neighboring countries

....Today...
Many of them still keep a key
of their homes now occupied by Israelis,
with the hope of returning to their homeland
someday ...

...Today...
when Israel and some world leaders
have a gala party to celebrate 60th years
of Zionist state birtday by seizing the lands
and the liberty of other people

Palestinian people are still crying out in pain
Palestinian people are still suffering from Israelis settlements,
suffering from the crimes of  Jewish settlers
suffering from the siege and blockade
suffering from the cruelty
of Zionist regime
called Israel

...Today...
i just can say my little prayer
to all my brothers and sisters
in the land of syuhada
the land of Palestine

Puisi di atas dikutip dari MP-nya mbak Lena
 http://lenakei.multiply.com/journal/item/213/._Today_...


Renungan: 
Jika Infotainment yang 90% menyajikan peristiwa kawin cerai dari para Artis saja bisa punya file super komplet, detik demi detik peristiwa-peristiwa itu terekam dengan baik, bagaimana mungkin kita sebagai umat Islam yang tinggal di negara dengan jumlah umat Islam terbanyak di dunia melupakan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Palestina, yang sesungguhnya merupakan bagian tubuh kita sendiri seperti:

Pembantaian Shabra dan Shatilla

Day of Nakba (15 May 1948)
http://en.wikipedia.org/wiki/Nakba_Day

6 Days War

Yom Kippur War

Rise of Intifada

Peristiwa pembunuhan Syaikh Ahmad Yassin dan Rantisi

dan banyak lagi yang lain, belum lagi peristiwa-peristiwa dan konflik-konflik lain yang bahkan tidak tercatat dalam sejarah


Jika peristiwa-peristiwa sepenting itu saja kita tidak tahu, bagaimana mungkin kita berempati pada orang-orang Palestina tersebut.  Pertanyaannya sekarang:

Masih pantaskah kita mengaku diri kita Muslim?

Mampukah kita mempertanggung jawabkan hal ini di hadapan Alloh SWT?

Bagaimana jika kita dipertemukan dengan mereka di Padang Mahsyar nanti, apakah kita mampu menjawab tuntutan mereka atas ketidak pedulian kita selama di dunia ini?

semoga bermanfaat - maaf jika tidak berkenan

Minggu, 11 Mei 2008

Telemundo Latino Muslims




Telemundo visit the NHIEC in NJ and interviews some of their Muslims there as well as in their homes. They also interview a Catholic priest.

Why Latinos Convert to Islam




Penjelasan mengapa orang-orang keturunan Spanyol banyak yang memeluk Islam

Pembodohan oleh Video Game???

Pembodohan oleh Game Retro 90-an

Posting kali ini masih ada hubungannya dengan acara nonton bareng Freedom Writers di NEC beberapa waktu yang lalu, namun kali ini tentang hobby lama saya, bermain video game.  Jenis video game yang saya sukai pada saat itu adalah jenis Beat 'em up.  Kisah-kisah game kaya gini biasanya simpel aja, misal ada gerombolan gangster merampok dan menguasai suatu kota.  Pacar sang jagoan diculik dan dia bersama para jagoan lainnya, 2 atau 3 orang berusaha membebaskan sang pacar dan mengembalikan kedamaian di kota tersebut.  Enggak jauh-jauh dari situ.
 

Contohnya seperti game klasik yang ngetop tahun 80-an dan 90-an Double Dragon beserta game-game sequel atau lanjutannya, Double Dragon 2 dst.  Yang juga ngetop diantara para penggemar game seperti itu adalah Final Fight.  Game-game seperti itu biasanya dimainkan di Ding-dong atau di Video Game Console.  Enggak heran apabila pada waktu itu tawuran antar pelajar sekolah menengah (SMP atau SMA) sangat marak di berbagai kota di Indonesia.

Double Dragon

video game

video game

video game

Final Fight

video game

video game

Mengapa saya memberi perhatian lebih kepada dua jenis game ini? Karena yang lain kebanyakan setting-nya di negeri antah berantah seperti Dungeons & Dragons: Shadow over Mystara, The King of Dragons dan Golden Axe atau jauh di masa lalu seperti Warriors of Fate.  Namun, yang dua ini mengambil setting sekitar tahun 80-an atau 90-an di dunia nyata.  Permasalahan Gangster saat itu di Amerika memang sedang menggila, sebagaimana digambarkan dalam film Freedom Writers.  Namun, sang Ibu Guru Erin Gruwell mampu mengatasi masalah tersebut di sekolah tempat dia mengajar dan mendapatkan kepercayaan dan rasa hormat dari murid-muridnya.  Erin Gruwell jelas bukan tipe tukang berantem atau berkelahi.  Namun, sebagaimana digambarkan dalam film tersebut, dia mampu memberi solusi kepada para muridnya agar mereka mampu keluar dari keadaan mereka yang memperihatinkan itu.  Usaha Ibu Erin Gruwell atau Mrs. G dan para muridnya terdokumentasikan dalam buku The Freedom Writers Diary: How a Teacher and 150 Teens Used Writing to Change Themselves and the World Around Them   Jadi jelaslah sudah, kekerasan bukan solusi dari masalah gangster tersebut.  Cara yang digunakan Mrs. G tentunya dapat juga dipergunakan di negeri tercinta kita ini, Indonesia.  Tentu perlu disesuaikan dengan keadaan masyarakat kita ini.

 

Terus, siapa sih yang punya ide bahwa 1, 2 atau 3 orang jago beladiri bisa langsung turun ke jalan dan menghajar para gangster tersebut, setelah itu selesai persoalan?? Tentunya kaum Kapitalis yang ingin segera menangguk keuntungan di air keruh tanpa peduli pembodohan yang mereka lakukan kepada para pemain game tersebut.  Mungkin masih segar dalam ingatan kita bagaimana anak-anak saling banting membanting tanpa berlatih terlebih dahulu gara-gara nonton acara gulat bohong-bohongan (mereka mana tahu bahwa gulat itu cuma bohong-bohongan dan udah ada script-nya) yang namanya Smackdown itu.  Di Tempo Interaktif, ada berita yang menceritakan bahwa Komnas Perlindungan Anak  sudah minta tanggung jawab World Wrestling Entertainment (WWE) yang ngadain acara Smackdown itu tadi.  Namun, dasar kapitalis, mereka menolak bertanggung jawab dan, melalui jubirnya, berdalih bahwa masih banyak acara-acara dan hiburan-hiburan lain yang juga mengandung kekerasan.  Emang banyak sih, termasuk juga  yang gambarnya ada di bawah ini nih *nunjuk ke bawah*

video game

Gambar di atas adalah seri terbaru Game Final Fight yang saya bahas di atas barusan, Final Fight: Streetwise (Streetwise artinya hati-hati di jalan, jangan macam-macam).  Tokohnya memang sudah beda sih, namun ceritanya masih nyambung.  Hal ini membuktikan bahwa game jenis Beat 'em up belum mati.  Jadi, kita harus hati-hati, terutama bagi rekan-rekan MPers yang punya anak atau adik laki-laki. Mungkin melarang 100% belum mungkin, tetapi minimal ada beberapa hal yang bisa dicoba, diantaranya:

  1. Mendisiplinkan anak-anak agar bila main game jangan berlebihan.(mungkin gak ya, saya pernah lihat anak kecil nangis-nangis karena, menurut perkiraan saya, gak bole main game online di warnet).

  2. Menumbuhkan kepedulian sosial anak-anak dengan mengajaknya ikut kegiatan baksos, misalnya, agar mereka bisa melihat orang-orang yang lebih menderita dari mereka dan timbul rasa empati dalam hati mereka.

  3. Mengikutsertakan anak-anak dalam latihan bela diri, bukan untuk jadi jagoan, tetapi untuk mengetahui kelemahan diri sendiri, sehingga mereka tidak sombong dan tahu kebohongan dalam game-game di atas.  Tentunya yang Islami seperti Beladiri Praktis Indonesia

  4. Mengajari anak-anak anatomi tubuh manusia, sehingga mereka tahu bahwa gerakan-gerakan tertentu dalam perkelahian bisa menimbulkan cedera yang serius, kecacatan bahkan kematian (hati-hati, jangan sampai nanti malah disalah gunakan)

Sebenarnya masih banyak kiat-kiat membentengi anak-anak dari media yang berpotensi merusak kehidupan dan masa depan mereka. jika rekan-rekan memiliki kritk, saran atau kiat-kiat yang bisa dibagi, dipersilahkan me-reply di kotak yang sudah disediakan (oleh Multiply dot com, he he he).
Semoga bermanfaat, terutama bagi yang sudah diamanahi oleh Alloh SWT calon-calon generasi penerus dakwah dan pembela agama, bangsa dan negara Indonesia.