Tampilkan postingan dengan label infotainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label infotainment. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Desember 2009

[Sosial] Infotainment, pelacur dan pembunuh

Infotainment kembali naik daun, setelah seorang selebritis memaki-maki wartawan dan menyebut infotainment lebih rendah dari pembunuh dan pelacur. Memang, dalam keadaan emosi, orang bisa saja mengungkapkan perasaanya dengan berbagai cara. Mulai dari menyebutkan seluruh isi kebun binatang sampai yang lebih mengerikan lagi. Polemik dan konflik antara artis/seleb dan infotainment sudah bukan barang baru di negeri ini.

Si artis menyebut tayangan infotainment lebih rendah daripada pelacur atau pembunuh. Menarik untuk disimak, apa benar sih infotainment itu derajatnya sama atau bahkan lebih hina daripada pelacur dan pembunuh. Pelacur adalah orang-orang yang mencari uang dengan melacurkan diri. Dia menyediakan dirinya sendiri sebagai fasilitas pemuas hawa nafsu sexual lawan (atau mungkin sesama) jenisnya. Sedangkan pembunuh adalah orang yang membunuh orang lain.

Kalau definisinya seperti itu, semua orang juga sudah tahu

Namun apakah infotainment seperti itu, melacurkan diri dan membunuh?

Sebagian orang, terutama penggemar tayang tersebut, akan protes. Mereka akan mengatkaan bahwa Infotainment adalah karya jurnalistik juga. Namun, yang lain banyak yang mengecam dan mengatakan bahwa Infotainment tidak lebih dari sampah.

Salah satu tujuan orang melacurkan diri dan membunuh adalah untuk mendapatkan "easy money" atau mendapatkan uang banyak dengan cara yang mudah, enak dan tanpa kerja keras. Membunuh pun ada yang tujuannya seperti itu, walaupun tentu membunuh lebih sulit daripada melacur. Apalagi bagi seorang pembunuh profesional atau pembunuh bayaran. Hal itu sudah jadi makanan sehari-hari bagi sang pembunuh. Infotainment, walaupun tidak membunuh orang secara langsung, juga bisa berpotensi mematikan potensi manusia. Berapa banyak orang yang waktunya tersita untuk nonton infotainment, padahal dia bisa bekerja, belajar atau melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya.

Ekses negatif lain dari infotainment adalah orang-orang jadi ngiler, ngelihat gaya hidup glamor para selebritis. kadang gak sadar tuh seleb pada kaya ya juga gara-gara masyarakat itu sendiri yang haus hiburan dan doyan sensasi. Maklum, masih tingkat eksistensi diri materi. Jadi demennya hal-hal material aja. Berbicara tentang pelacuran, saya pernah membaca review di internet dari Novel berjudul Kupu Kupu Pelangi. Suatu novel yang menggambarkan realita pahit pada masyarakat kita.



"Cerita dalam novel ini adalah fiktif, namun apa yang terjadi di dalamnya merupakan bagian dari masyarakat kita. Meskipun terdengar janggal, beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah telah menjadi daerah pemasok ABG (Anak Baru Gede) untuk dijadikan pelacur.... Kenyataan yang paling menyesakkan adalah bahwa para orang tua banyak yang tega 'menjual' anak perempuannya. Gadis-gadis suci itu dianggap sebagai aset paling berharga bagi keluarga mereka...," demikian penulis bertutur pada halaman Prolog.






Bukan tidak mungkin, dengan adanya infotainment yang gila-gilaan seperti sekarang ini, pelacuran dan pembunuhan seperti itu akan makin meluas dan menggila. Makin banyak orang yang tergiur mendapatkan uang dengan cara-cara yang mudah dan menyimpang, tanpa peduli konsekwensi jangka panjangnya. Namun, itulah manusia kapitalis, di belakang dikejar ketakutan kemiskinan, di depan tergiur melihat keuntungan yang melimpah apapun konsekwensi dan resikonya. Keadaan itu dimanfaat kembali oleh media-media kapitalis tersebut dengan menggelar berbagai tayangan-tayangan kriminal.

Manusia-manusia pengelola media kapitalis itu di dunia saja sudah dilanda kehidupan yang sempit. Mereka mungkin bukan tidak punya uang dan harta, bahkan melimpah. Namun, keberkahan bukan tidak mungkin jauh dari hidup mereka. Sehingga, rasa dahaga akan sensasi liar itu tak kunjung terpuaskan.

Saya bukan fans artis tersebut, saya juga bukan membela artis itu. saya hanya pemerhati Masalah-masalah sosial. Namun sepertinya kali ini dia berkata benar. Kebenaran tentang kebobrokan tayangan -tayangan infotainment, dan sebagian besar tayangan televisi sekarang ini. Kebenaran yang secara kebetulan terungkap lewat ucapan-ucapan si seleb itu. Atau, jika kita menganggap bahwa tidak ada sesuatu pun yang merupakan kebetulan, ..... adakah yang mengatur semua kejadian itu? Wallahualam

Namun, yang sebenar-benarnya hina adalah media kapitalis dan kapitalisasi media itu sendiri. Media yang hanya peduli pada keuntungan yang sebesar-besarnya, tanpa peduli dampak jangka panjang dari keuntungan itu sendiri. Yang bersumber dari peradaban masa kini yang memanjakan mereka yang punya duit dan menindas dengan kejam mereka yang miskin. Peradaban yang oleh Erich Fromm disebut dengan bahsa yang sangat sarkatis dan mengerikan. "Eksperimental Society" atau masyarakat percobaan, di mana seluruh penghuninya tidak lebih dari kelinci-kelinci percobaan. Tanpa sadar dan tidak berdaya untuk melawan.

Perababan yang memuja materi seperti bangsa-bangsa kuno penyembah berhala memuja berhala-berhala yang mereka buat sendiri. Bagaikan bani Israil yang menari berputar-putar memuja patung anak sapi emas hasil tempaan mereka sendiri atas bujukan Samiri. Erich Fromm mengatakan "I have it" tends to become "it has me", berhala-berhala itu menjadikan mereka yang memujanya sebagai kepunyaannya. Padahal, mereka hanya benda mati yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Allah SWT mengingatkan kita dalam Surat Thaha ayat 124 - 127

124. Tetapi, barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka dia akan menderita hidup sempit, kemudian Kami bangkitkan mereka pada hari kiamat dalam keadaan buta.

125. Nanti tentu dia akan berkata: "Ya Tuhanku! Mengapa Engkau bangkitkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulunya aku melihat?".

126. Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, lalu engkau melupakannya. Begitu pula di hari ini, engkaupun dilupakan pula.

127. Demikianlah balasan Kami terhadap orang-orang yang melampaui batas dan tidak mempercayai keterangan-keterangan Tuhannya. Sesungguhnya siksaan hari akhirat itu lebih keras dan lebih kekal.

Suka tidak suka, itulah realita yang ada pada masyarakat kita. Semoga kita tidak termsuk orang-orang yang mendapat kehidupan nan sempit dan tidak berkah itu. 

Rabu, 17 Desember 2008

Kebingungan dan kesedihan jelang 2009, ikutan gak ya?



Gambar dari sini


Berikan Pijar Matahari.mp3 - Iwan FalsTerhimpit gelak tertawa
Diselah meriah pesta
Seribu gembel ikut menari
Seribu gembel terus bernyanyi


Keras melebihi lagu tuk berdansa
Keras melebihi gelegar halilintar
Yang ganas menyambar


Kuyakin pasti terlihat
Dansa mereka begitu dekat
Kuyakin pasti terdengar
Nyanyi mereka yang hingar bingar


Seolah kita tidak mau mengerti
Seolah kita tidak mau perduli
Pura buta dan pura tuli


Mari kita hentikan
Dansa mereka
Dengan memberi pijar matahari
Dengan memberi pijar matahari


Terkurung gedung gedung tinggi
Wajah murung yang hampir mati
Biarkan mereka iri
Wajar bila mencaci maki


Napas terasa sesak bagai terkena asma
Nampak merangkak degup jantung keras berdetak
Setiap detik sepertinya hitam


Tak sanggup aku melihat
Lukamu kawan dicumbu lalat
Tak kuat aku mendengar
Jeritmu kawan melebihi dentum meriam


Sekarang pasti lagi banyak yang bingung, tahun depan bulan April nyoblos/nyontreng gak ya?

ada yang bilang Golput haram ada yang bilang Demokrasi haram :(

nah, tulisan ini sih gak ingin bahas masalah halal-haramnya golput, saya bukan pakarnya :D

pada posting sebelum tulisan ini, yang berisi transkrip acara Mutiara Pagi - The Power of life, ada ringkasan kisah nabi SAW.
 

Nabi melangkah dengan sabar sehingga beliau dijuluki Al Amin (orang yang benar-benar bisa dipercaya) oleh penduduk Makkah pada waktu itu.  suatu akar yang sangat kuat dan dalam.  Sehingga pada saat beliau melakukan lompatan besar, yaitu memulai dakwah kepada kaum kafir Quraisy secara terang-terangan, beliau sudah siap dengan tantangan yang akan diterima. 


Tingginya angka Golput bisa jadi merupakan indikasi bahwa partai-partai yang ada sekarang di republik tercinta ini tidak mengakar kuat di masyarakat.  Mereka bisa jadi tidak cukup memberikan setoran rekening bank emosional (istilahnya Steven Covey dalam the 7 Habits of Highly Effective People) kepada masyarakat yang akan memilih mereka. 

Masyarakat kita sudah seperti tanah yang keras, yang sudah tidak lagi bisa menyerap air.  Hati mereka sudah terlalu sakit dengan permainan politik yang tidak mereka mengerti namun dapat mereka rasakan akibatnya.  Kemiskinan, kebodohan, penyakit dan sebagainya merajalela di berbagai tempat di negeri ini.  Bahkan di tempat-tempat yang tidak jauh dari Ibu Kota seperti desa Jagabita, Parung Panjang. 

Kerasnya hati tersebut pada gilirannya membuat mereka mencari pelarian sesaat seperti rokok dan sebagainya.  Sehingga jadi mangsa empuk penebar money politic. 

Memberi perhatian pada masyarakat menjelang pemilu saja sebenarnya sama dengan menyapu kotoran ke bawah karpet.  Persoalan yang sehari-hari dihadapi rakyat seperti tingginya harga bahan pokok, pengobatan yang terjangkau dan sebagainya tidak juga terselesaikan. 

Lingkaran setan yang akut sudah terbentuk dan akan semakin bertambah parah.
 

Masyarakat kita, apalagi yang tidak berpendidikan, banyak yang terjebak pada sikap mengasihani diri sendiri.  Siapa aja yang ngasih duit paling banyak, itulah yang dipilih.  Jadi pertimbangan memilih berdasarkan pemberian hal-hal yang bersifat material semata :(


Coba bayangkan, apabila satu orang dikasih 50 ribu dan yang ikut kampanye dari suatu daerah ada 1000 orang, terus partai atau calon tersebut musti keluarin duit berapa? 50 ribu x 1000 = 50 juta! Itu baru dari satu daerah, belum lagi daerah-daerah lain.  Terus, mengembalikan modalnya darimana, kalo bukan dari korupsi? Pengusaha kaya atau Leader MLM juga tidak punya uang sebanyak itu, apalagi partai politik yang merupakan non-profit organization (organisasi yang tidak mencari keuntungan).  Saya dalam hal ini tidak memihak pada calon atau partai manapun, tapi kalo begini kapan korupsi bisa hilang dari negeri tercinta ini.  Lalu, siapa yang sesungguhnya menciptakan koruptor? Siapa yang sesungguhnya melanggengkan korupsi di negeri ini?


(pengalaman pilkada 2007, ceritanya bisa dibaca di tulisan yang ini)

Sebenarnya bukan cuma masalah golput yang perlu simpanan rekening emosional.  Kalau kita nonton infotainment, isu paling mendominasi adalah nikah cerai para artis.  Padahal terkadang mereka pacaran sedemikian heboh dan lengketnya.  Namun sayang pernikahan mereka seringkali tidak bertahan lama.  Jadi selama pacaran ngapain aja???

maka, jangan pernah berharap melakukan lompatan besar (misal: menang pemilu 2009) bila tidak merakyat (mengakar pada rakyat) dengan kuat, kalau tidak mau "nyungsep" alias gagal total dalam jangka panjang.

Mungkin kita harus menunggu lebih lama lagi sampai kita bisa mendapati orang-orang yang bersedia dengan tulus mengukur tingkat kematangan karakter dan kompetensi mereka sebelum berkata:

PILIHLAH AKU

Semoga bermafaat dan mohon maaf bila ada yang tidak berkenan

Kamis, 15 Mei 2008

Renungan: Palestina VS Infotainment

....Today ....
is remembered by Palestinians all over the world
as the Day of Nakba or the day of catastrope

... Today ...
60 years ago
Hundreds of Thousands Palestinians
were fled of were forced out of their homes
by Jewish-Zionist gangs
who want to create a "Jewish state"
called Israel


... Today ....
60 years after that catastrope day
Hundreds of Thousands Palestinians
still in diaspora
taking shelter in refugee camps
scattered across in some neighboring countries

....Today...
Many of them still keep a key
of their homes now occupied by Israelis,
with the hope of returning to their homeland
someday ...

...Today...
when Israel and some world leaders
have a gala party to celebrate 60th years
of Zionist state birtday by seizing the lands
and the liberty of other people

Palestinian people are still crying out in pain
Palestinian people are still suffering from Israelis settlements,
suffering from the crimes of  Jewish settlers
suffering from the siege and blockade
suffering from the cruelty
of Zionist regime
called Israel

...Today...
i just can say my little prayer
to all my brothers and sisters
in the land of syuhada
the land of Palestine

Puisi di atas dikutip dari MP-nya mbak Lena
 http://lenakei.multiply.com/journal/item/213/._Today_...


Renungan: 
Jika Infotainment yang 90% menyajikan peristiwa kawin cerai dari para Artis saja bisa punya file super komplet, detik demi detik peristiwa-peristiwa itu terekam dengan baik, bagaimana mungkin kita sebagai umat Islam yang tinggal di negara dengan jumlah umat Islam terbanyak di dunia melupakan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Palestina, yang sesungguhnya merupakan bagian tubuh kita sendiri seperti:

Pembantaian Shabra dan Shatilla

Day of Nakba (15 May 1948)
http://en.wikipedia.org/wiki/Nakba_Day

6 Days War

Yom Kippur War

Rise of Intifada

Peristiwa pembunuhan Syaikh Ahmad Yassin dan Rantisi

dan banyak lagi yang lain, belum lagi peristiwa-peristiwa dan konflik-konflik lain yang bahkan tidak tercatat dalam sejarah


Jika peristiwa-peristiwa sepenting itu saja kita tidak tahu, bagaimana mungkin kita berempati pada orang-orang Palestina tersebut.  Pertanyaannya sekarang:

Masih pantaskah kita mengaku diri kita Muslim?

Mampukah kita mempertanggung jawabkan hal ini di hadapan Alloh SWT?

Bagaimana jika kita dipertemukan dengan mereka di Padang Mahsyar nanti, apakah kita mampu menjawab tuntutan mereka atas ketidak pedulian kita selama di dunia ini?

semoga bermanfaat - maaf jika tidak berkenan