Tampilkan postingan dengan label amrozi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amrozi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 November 2008

[LIRIK LAGU] Shades of Gray by the Monkees

Menyambung postingan yang ini, ada lagu bagus yang sesuai dengan keadan sekarang, disampaikan sekaligus artinya.  Lagunya sendiri ada di sini

When the world and I were young,
Just yesterday.
Live was such a simple game,
A child could play.
It was easy then to tell right from wrong.
Easy then to tell weak from strong.
When a man should stand and fight,
Or just go along.

(Ketika dunia ini dan saya masih muda, kehidupan adalah permanainan mudah yang bahkan dapat dimainkan anak kecil.  Sangat mudah membedakan antara yang benar dan yang salah.  Mudah membedakan antara yang kuat dan yang lemah.  Saat itu jelas kapan seseorang harus berdiri dengan tegas dan siap bertempur.  Atau berjalan beriringan bagai sahabat)

But today there is no day or night
Today there is no dark or light.
Today there is no black or white,
Only shades of gray.

(Namun saat ini, tidak ada siang atau malam, tidak ada terang ataupun gelap, tidak ada hitam atau putih, hanya ada bayangan abu-abu)

I remember when the answers seemed so clear
We had never lived with doubt or tasted fear.
It was easy then to tell truth from lies
Selling out from compromise
Who to love and who to hate,
The foolish from the wise.

(Saya ingat saat semua jawaban terlihat begitu jelas, kita tidak pernah hidup dengan keraguan dan ketakutan.  Sangat mudah membedakan antara berita yang benar dan berita yang bohong.  Blak-blakan atau kompromi. Siapa yang pantas dicintai dan siapa yang pantas dibenci.  Orang bodoh dari orang bijaksana)

But today there is no day or night
Today there is no dark or light.
Today there is no black or white,
Only shades of gray.

[instumental interlude]

It was easy then to know what was fair
When to keep and when to share.
How much to protect your heart
And how much to care.

(Saat itu mudah sekali mengetahui apa yang adil, kapan menyimpan dan kapan membagi, kapan anda mengurusi diri sendiri dan kapan berbagi pada orang lain)

But today there is no day or night
Today there is no dark or light.
Today there is no black or white,
Only shades of gray.
Only shades of gray.

Shades of Gray - Monkees




Kalau ada satu lagu yang paling tepat untuk menjelaskan keadaan kita saat ini, terutama sesudah eksekusi Amrozi cs, pasti lagu ini

Shades Of Grey
by Monkees

When the world and I were young, just yesterday
Life was such a simple game a child could play

It was easy then to tell right from wrong
Easy then to tell weak from strong
When a man should stand and fight
Or just go along

But today, there is no day or night
Today, there is no dark or light
Today, there is no black or white
Only shades of gray

I remember when the answer seemed so clear
We had never lived with doubt, or tasted fear

It was easy then to tell truth from lies
Selling out from compromise
Who to love and who to hate
The foolish from the wise

But today, there is no day or night
Today, there is no dark or light
Today, there is no black or white
Only shades of gray

It was easy then to know what was fair
When to keep and when to share
How much to protect your heart
And how much to care

But today, there is no day or night
Today, there is no dark or light
Today, there is no black or white
Only shades of gray
Only shades of gray...

Minggu, 09 November 2008

Amrozi dan The Flying Dutchman



Saya mendengar berita tentang eksekusi Amrozi di Radio Trijaya FM jam 6 pagi.  Saya sendiri tidak terlalu terkejut dengan berita tersebut karena simpang siur informasi tentang eksekusi tersebut sudah beredar di dunia nyata dan dunia maya, entah kalau di dunia "lain".

Berita eksekusi tersebut menambah banyak fitnah yang menyelimuti kehidupan kita sehingga sulit bagi kita mempercayai berita atau informasi mana yang benar dan mana yang tidak. 

Seperti kisah horor The Flying Dutchman

Menurut cerita dongeng, The Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi "tujuh lautan" selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari jauh, kadang-kadang disinari dengan cahaya hantu.

Konon, kapten kapal tersebut telah menjual jiwanya pada setan sehingga dia bisa mendapat order pengantaran barang melebih kapal-kapal saingannya

Suatu hari, kapal tersebut terjebak badai yang luar biasa dahsyat di daerah Cape of Good Hope atau Tanjung Harapan, ujung paling selatan benua Afrika.  Sang kapten, walaupun sudah mengerahkan segala kemampuan dan ketrampilannya, tidak dapat menguasai kapal tersebut.

Pada akhirnya, sang kapten berteriak sambil mengutuk Yang Maha Kuasa.  Dia mengucapkan sumpah terakhirnya

"I will round this Cape, even if I have to keep sailing until doomsday!"

(Aku akan selalu mengarungi semenanjung ini, walaupun harus tetap terus berlayar sampai hari kiamat menjelang!)"

Setelah kejadian itu, selama tiga ratus tahun lebih, ratusan saksi mata menyatakan telah melihat penampakan Kapal Hantu tersebut.  Yang tidak lain tidak bukan "The Flying Dutchman" itu sendiri.  

Terlepas dari benar atau tidaknya peristiwa dan penampakan2 itu, bagi saya, legenda The Flying Dutchman ini menggambarkan keadaan dunia yang sudah penun dengan fitnah dan kebohongan.  Daratan mungkin saja bisa dijadikan metafora dari kepercayaan orang lain.  Lautan adalah simbol ketidakpercayaan.  Badai adalah kehidupan kita saat ini, penuh fitnah dan ketidakpercayaan.   

Orang-orang miskin hanya bisa melihat kemewahan gaya hidup orang-orang kaya dengan pandangan iri hati.  Secara tidak langsung, mereka telah tersisihkan dari kehidupan modern ini.  Saat orang kaya bingung mau makan di mana, yang miskin bingung hari ini makan apa.

Suatu diskriminasi terselubung yang sangat mengerikan.     

Amrozi dan kawan-kawannya adalah sedikit dari orang-orang yang melakukan pemberontakan terhadap kehidupan yang penuh fitnah dan diskriminasi terselubung ini.  Benar atau salah tindakan mereka, setuju atau tidak kita terhadap tindakan mereka, pasti ada sebab yang melatarbelakangi hal tersebut.  Sungguh, fenomena Amrozi ini hanya merupakan puncak dari gunung es persoalan dan masalah yang ada di negeri ini.

Sebagian pihak mungkin mengatakan bahwa Amrozi dkk dicuci otaknya oleh kalangan tertentu.

Walaupun mungkin ada benarnya, namun terkadang pihak penuduh tersebut melupakan realitas yang ada di masyarakat.  Jurang pemisah antara yang kaya dan miskin semakin lebar dan dalam.  Ketidakpercayaan semakin berkarat dan berkerak.  Ekses kapitalisme global yang semakin menggila menggerogoti kehidupan masyarakat.  Entah apa lagi ...

Rekan-rekan sekalian,

Tidak ada kehidupan yang lebih mengerikan selain hidup tanpa satu orangpun yang bisa kita percaya.  Terombang-ambing di lautan ketidakpercayaan tanpa pernah bisa berlabuh di daratan.  

Lelah dan kesepian, tiada tempat berkeluh kesah dan meminta saran dan pertimbangan.  Tanpa ada yang bisa mengerti dan menghargai, bahkan seakan-akan diri kita dianggap tidak ada.  

Kehidupan seperti itulah yang merupakan kehidupan yang sempit, yang dijelaskan dalam Al Qur'an dalam ayat berikut ini:

“Dan barangsiapa berpaling dari adz-`Dzikr-KU, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit dan KAMI akan menghimpunnya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”
(QS Thaha, 20:124)

Semoga bermanfaat dan mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan