Apakah ada bedanya hanya diam menunggu
dengan memburu bayang-bayang? Sama-sama kosong
Kucoba tuang ke dalam kanvas
dengan garis dan warna-warni yang aku rindui
Apakah ada bedanya bila mata terpejam?
Fikiran jauh mengembara, menembus batas langit
Cintamu telah membakar jiwaku
Harum aroma tubuhmu menyumbat kepala dan fikiranku
Di bumi yang berputar pasti ada gejolak
Ikuti saja iramanya, isi dengan rasa
Di menara langit halilintar bersabung
Aku merasa tak terlindung, terbakar kegetiran
Cinta yang kuberi sepenuh hatiku
Entah yang kuterima aku tak peduli,
aku tak peduli, aku tak peduli
Apakah ada bedanya ketika kita bertemu
dengan saat kita berpisah? Sama-sama nikmat
Tinggal bagaimana kita menghayati
di belahan jiwa yang mana kita sembunyikan
dada yang terluka, duka yang tersayat, rasa yang terluka
Sahabat,
pernahkah engkau terluka oleh cinta
terluka oleh sesuatu yang lebih indah daripada terbitnya mentari pagi
namun lebih mengerikan dari letusan gunung berapi
Cinta, dia memang unik, memang aneh
lebih halus dan lembut daripada sutera
namun lebih kuat dan lebih keras daripada baja
Rasa cinta adalah energi yang dahsyat. Kehampaan jiwa adalah suatu yang tidak bisa dihindari saat tiada bersama dengan yang dicintai. Cinta bagaikan pemantik api yang menyalakan bahan bakar kreatifitas. Ratusan ribu bahkan jutaan judul lagu dan bait puisi tercipta karena cinta. Buku-buku sarat makna terlahir dari tangan para penulis yang jiwanya terbakar api cinta. Namun, entah berapa banyak pula perang dan konflik tercipta karena cinta. Baik cinta antar anak manusia ataupun cinta pada negara dan bangsa.
Sesungguhnya, rasa sakit karena luka itu adalah pertanda akan kebutuhanmu akan transendensi. Transendensi berarti melampaui status makhluk ciptaan yang pasif dan secara kreatif mengatasi permasalahan yang dihadapi, termasuk kegagalan cinta tersebut. (Erich Fromm, The Sane Society, 1955 page 41) Rasa sakit itu akan tetap menyiksa sampai kebutuhan itu terpenuhi, sebagaimana rasa lapar dipenuhi dengan makan dan rasa haus dihilangkan dengan minum. Bisa dibilang, kreatifitas adalah syarat mutlak dari kemampuan seseorang untuk transendensi.
Kreatifitas berasal dari akar kata yang sama dengan kata "to create" atau menciptakan. Kreatifitas adalah suatu kekuatan yang berbahan bakar emosi yang ditampung dalam tangki bahan bakar bernama kesabaran. Kreatifitas tanpa kesabaran bagaikan minyak atau bensin yang terhamburkan, siap meledak setiap saat. Bukanlah ciptaan bermanfaat yang dihasilkan namun malah kerusakan dan kehancuran yang terjadi. Sementara kreatifitas tanpa emosi bagai mesin dengan tangki bahan bakar yang kosong melompong, tidak ada daya untuk menghasilkan apapun jua. Dalam film Enter The Dragon, Bruce Lee menasihati seorang muridnya saat latihan. "I said Emotional Content, not Anger" kata sang Master.
Kreatifitas berarti juga keberanian untuk meninggalkan zona nyaman kita. Untuk menjadi kreatif, mau tidak mau kita harus melakukan petualangan menuju wilayah yang sama sekali tidak kita ketahui. Wilayah yang dipenuhi ketidak pastian dan tantangan bahkan marabahaya. Seperti mendaki menara langit dalam badai halilintar yang menggelegar atau mengarungi samudra luas yang seakan tak bertepi.
Ebiet G. Ade dalam lagunya "Apakah ada bedanya" menggambarkan pendakian menuju transendensi itu sebagai "Menara Langit". Ketika sang pencinta meningkatkan level eksistensi dirinya, dari eksistensi materi, eksistensi energi hingga eksistensi jiwa. Pendakian itu bagai menaiki menara yang menjulang tinggi ke langit, di tengah badai yang dahsyat dan petir yang sambar menyambar. Pada bait-bait awal lagu, sang pencinta masih pada level eksistensi materi, hanya tertarik pada kondisi fisik yang dia cintai. Walaupun kreatifitas sudah mulai tercipta, salah satunya dengan menuangkan apa yang dia rasakan ke dalam kanvas, ego sang pencinta terlihat masih dominan. Dia masih dikuasai kebingungan dan kesedihan saat tiada bersama kekasihnya.
Pada akhirnya, sang pencinta mengambil keputusan untuk mendaki menara langit transendensi dirinya, berbekal kreatifitas, emosi dan kesabaran. Perlahan namun pasti dia mulai merasakan dirinya tiada terpisahkan secara energi dengan orang lain dan bahkan alam semesta. Pada akhirnya dia merasakan tiada lagi perbedaan antara pertemuan dan perpisahan, sama sama nikmat. Sama-sama menenteramkan jiwa sang pencinta yang sudah mengalami transendensi secara kreatif.
Semoga bermanfaat
Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan
Minggu, 02 Mei 2010
Rabu, 24 Februari 2010
[Puisi] Kedamaian dalam rinai hujan
Rain and tears, are the same
but in the sun
you've got to play the game
When you cry
in winter time
you can pretend
it's nothing but the rain
Kekasihku,
saat hujan deras menerpa tubuhku
tidak kuasa kuhentikan diriku
untuk bermain di bawah belaian lembutnya
untuk menyembuhkan semua luka
Kekasihku,
ketika kucuran air dari atap rumah
mengucur melimpah ketanah
kubasuh mukaku dengan air itu
manis terasa di mulutku
Kekasihku,
hujan kali ini sungguh berbeda
seakan mengerti isi hatiku yang luka
iramanya mengiringi langkah kaki ini
membasahi jalanan yang gelap dan sepi
Kekasihku,
mungkin kau tak kan mengerti
apa yang kurasakan saat ini
namun cukuplah sang hujan yang menemani
sebagai ganti dirimu di sini
Kekasihku,
dalam kegelapan malam
dan rinai hujan
tiada guna berpura-pura
curahkan seluruh tangisan jiwa
Kekasihku,
Biarlah hangat air mata
bercampur dingin air hujan
keduanya mengalir bersama
melarutkan semua luka yang masih dirasakan
Kekasihku,
Saat itulah aku baru menyadari
karunia Allah SWT yang satu ini
hujan yang sering dihujat banyak orang
kali ini benar-benar memberiku kedamaian
Terinspirasi lagu Rain and Tears by Demis Roussos
Selasa, 18 Agustus 2009
album:Album Emas D'LLOYD Music on IMEEM
http://www.imeem.com/tag/?q=album:Album%20Emas%20D%27LLOYD&f=music
Sebagian lagu-lagu djadoel favorit saya, dinyanyika oleh group D'lloyd
Enjoy
Sebagian lagu-lagu djadoel favorit saya, dinyanyika oleh group D'lloyd
Enjoy
Selasa, 11 November 2008
Shades of Gray - Monkees
Kalau ada satu lagu yang paling tepat untuk menjelaskan keadaan kita saat ini, terutama sesudah eksekusi Amrozi cs, pasti lagu ini
Shades Of Grey
by Monkees
When the world and I were young, just yesterday
Life was such a simple game a child could play
It was easy then to tell right from wrong
Easy then to tell weak from strong
When a man should stand and fight
Or just go along
But today, there is no day or night
Today, there is no dark or light
Today, there is no black or white
Only shades of gray
I remember when the answer seemed so clear
We had never lived with doubt, or tasted fear
It was easy then to tell truth from lies
Selling out from compromise
Who to love and who to hate
The foolish from the wise
But today, there is no day or night
Today, there is no dark or light
Today, there is no black or white
Only shades of gray
It was easy then to know what was fair
When to keep and when to share
How much to protect your heart
And how much to care
But today, there is no day or night
Today, there is no dark or light
Today, there is no black or white
Only shades of gray
Only shades of gray...
Label:
amerika,
amrozi,
kenyataan,
lagu,
shadesofgray,
themonkees,
videoklip
Langganan:
Postingan (Atom)