Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Mei 2010

[Renungan Cinta] Transendensi kreatif dalam cinta

    Apakah ada bedanya hanya diam menunggu
    dengan memburu bayang-bayang? Sama-sama kosong
    Kucoba tuang ke dalam kanvas
    dengan garis dan warna-warni yang aku rindui

    Apakah ada bedanya bila mata terpejam?
    Fikiran jauh mengembara, menembus batas langit
    Cintamu telah membakar jiwaku
    Harum aroma tubuhmu menyumbat kepala dan fikiranku

    Di bumi yang berputar pasti ada gejolak
    Ikuti saja iramanya, isi dengan rasa
    Di menara langit halilintar bersabung
    Aku merasa tak terlindung, terbakar kegetiran
    Cinta yang kuberi sepenuh hatiku
    Entah yang kuterima aku tak peduli,
    aku tak peduli, aku tak peduli

    Apakah ada bedanya ketika kita bertemu
    dengan saat kita berpisah? Sama-sama nikmat
    Tinggal bagaimana kita menghayati
    di belahan jiwa yang mana kita sembunyikan
    dada yang terluka, duka yang tersayat, rasa yang terluka


Sahabat,

pernahkah engkau terluka oleh cinta
terluka oleh sesuatu yang lebih indah daripada terbitnya mentari pagi
namun lebih mengerikan dari letusan gunung berapi

Cinta, dia memang unik, memang aneh
lebih halus dan lembut daripada sutera
namun lebih kuat dan lebih keras daripada baja

Rasa cinta adalah energi yang dahsyat.  Kehampaan jiwa adalah suatu yang tidak bisa dihindari saat tiada bersama dengan yang dicintai.  Cinta bagaikan pemantik api yang menyalakan bahan bakar kreatifitas.  Ratusan ribu bahkan jutaan judul lagu dan bait puisi tercipta karena cinta.  Buku-buku sarat makna terlahir dari tangan para penulis yang jiwanya terbakar api cinta. Namun, entah berapa banyak pula perang dan konflik tercipta karena cinta.  Baik cinta antar anak manusia ataupun cinta pada negara dan bangsa.  

Sesungguhnya, rasa sakit karena luka itu adalah pertanda akan kebutuhanmu akan transendensi.  Transendensi berarti melampaui status makhluk ciptaan yang pasif dan secara kreatif mengatasi permasalahan yang dihadapi, termasuk kegagalan cinta tersebut.  (Erich Fromm, The Sane Society, 1955 page 41) Rasa sakit itu akan tetap menyiksa sampai kebutuhan itu terpenuhi, sebagaimana rasa lapar dipenuhi dengan makan dan rasa haus dihilangkan dengan minum.  Bisa dibilang, kreatifitas adalah syarat mutlak dari kemampuan seseorang untuk transendensi.

Kreatifitas berasal dari akar kata yang sama dengan kata "to create" atau menciptakan.  Kreatifitas adalah suatu kekuatan yang berbahan bakar emosi yang ditampung dalam tangki bahan bakar bernama kesabaran.  Kreatifitas tanpa kesabaran bagaikan minyak atau bensin yang terhamburkan, siap meledak setiap saat.  Bukanlah ciptaan bermanfaat yang dihasilkan namun malah kerusakan dan kehancuran yang terjadi.  Sementara kreatifitas tanpa emosi bagai mesin dengan tangki bahan bakar yang kosong melompong, tidak ada daya untuk menghasilkan apapun jua.  Dalam film Enter The Dragon, Bruce Lee menasihati seorang muridnya saat latihan.  "I said Emotional Content, not Anger" kata sang Master.  

Kreatifitas berarti juga keberanian untuk meninggalkan zona nyaman kita.  Untuk menjadi kreatif, mau tidak mau kita harus melakukan petualangan menuju wilayah yang sama sekali tidak kita ketahui.  Wilayah yang dipenuhi ketidak pastian dan tantangan bahkan marabahaya.  Seperti mendaki menara langit dalam badai halilintar yang menggelegar atau mengarungi samudra luas yang seakan tak bertepi.  

Ebiet G. Ade dalam lagunya "Apakah ada bedanya" menggambarkan pendakian menuju transendensi itu sebagai "Menara Langit".  Ketika sang pencinta meningkatkan level eksistensi dirinya, dari eksistensi materi, eksistensi energi hingga eksistensi jiwa.  Pendakian itu bagai menaiki menara yang menjulang tinggi ke langit, di tengah badai yang dahsyat dan petir yang sambar menyambar.  Pada bait-bait awal lagu, sang pencinta masih pada level eksistensi materi, hanya tertarik pada kondisi fisik yang dia cintai.  Walaupun kreatifitas sudah mulai tercipta, salah satunya dengan menuangkan apa yang dia rasakan ke dalam kanvas, ego sang pencinta terlihat masih dominan.  Dia masih dikuasai kebingungan dan kesedihan saat tiada bersama kekasihnya. 

Pada akhirnya, sang pencinta mengambil keputusan untuk mendaki menara langit transendensi dirinya, berbekal kreatifitas, emosi dan kesabaran.  Perlahan namun pasti dia mulai merasakan dirinya tiada terpisahkan secara energi dengan orang lain dan bahkan alam semesta.  Pada akhirnya dia merasakan tiada lagi perbedaan antara pertemuan dan perpisahan, sama sama nikmat.  Sama-sama menenteramkan jiwa sang pencinta yang sudah mengalami transendensi secara kreatif.   

Semoga bermanfaat

Rabu, 24 Februari 2010

[Puisi] Kedamaian dalam rinai hujan



Rain and tears, are the same

but in the sun
you've got to play the game

When you cry
in winter time
you can pretend
it's nothing but the rain

Kekasihku,

saat hujan deras menerpa tubuhku
tidak kuasa kuhentikan diriku
untuk bermain di bawah belaian lembutnya
untuk menyembuhkan semua luka

Kekasihku,

ketika kucuran air dari atap rumah
mengucur melimpah ketanah
kubasuh mukaku dengan air itu
manis terasa di mulutku

Kekasihku,

hujan kali ini sungguh berbeda
seakan mengerti isi hatiku yang luka
iramanya mengiringi langkah kaki ini
membasahi jalanan yang gelap dan sepi

Kekasihku,

mungkin kau tak kan mengerti
apa yang kurasakan saat ini
namun cukuplah sang hujan yang menemani
sebagai ganti dirimu di sini

Kekasihku,

dalam kegelapan malam
dan rinai hujan
tiada guna berpura-pura
curahkan seluruh tangisan jiwa

Kekasihku,

Biarlah hangat air mata
bercampur dingin air hujan
keduanya mengalir bersama
melarutkan semua luka yang masih dirasakan

Kekasihku,

Saat itulah aku baru menyadari
karunia Allah SWT yang satu ini
hujan yang sering dihujat banyak orang
kali ini benar-benar memberiku kedamaian

Terinspirasi lagu Rain and Tears by Demis Roussos

Selasa, 11 November 2008

Shades of Gray - Monkees




Kalau ada satu lagu yang paling tepat untuk menjelaskan keadaan kita saat ini, terutama sesudah eksekusi Amrozi cs, pasti lagu ini

Shades Of Grey
by Monkees

When the world and I were young, just yesterday
Life was such a simple game a child could play

It was easy then to tell right from wrong
Easy then to tell weak from strong
When a man should stand and fight
Or just go along

But today, there is no day or night
Today, there is no dark or light
Today, there is no black or white
Only shades of gray

I remember when the answer seemed so clear
We had never lived with doubt, or tasted fear

It was easy then to tell truth from lies
Selling out from compromise
Who to love and who to hate
The foolish from the wise

But today, there is no day or night
Today, there is no dark or light
Today, there is no black or white
Only shades of gray

It was easy then to know what was fair
When to keep and when to share
How much to protect your heart
And how much to care

But today, there is no day or night
Today, there is no dark or light
Today, there is no black or white
Only shades of gray
Only shades of gray...