Tampilkan postingan dengan label emosi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label emosi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2012

Ketika Hubungan terlanjur Retak

Interaksi antar manusia biasanya memang lebih diwarnai emosi daripada logika. Kekuatan "rasa" terkadang lebih dalam dan dominan daripada kekuatan pikiran. Sehingga, interaksi antar manusia tidak selalu dirasakan nyaman oleh kedua belah pihak, bahkan seringkali keadaan menjadi tegang, melelahkan dan menyakitkan.

Banyak sekali penyebab kerusakan hubungan yang semuanya membuat orang tidak nyaman secara emosional. Janji yang tidak ditepati, amanah yang tidak ditunaikan atau kurang sempurna, keputusan yang diambil mendadak dan lain sebagainya. Apapun yang membuat orang merasa tidak nyaman secara emosional berpotensi merusak hubungan.

Dengan rentannya sebuah hubungan menjadi rusak, maka apakah yang harus dilakukan seseorang apabila hubungannya dengan orang tertentu, seperti pasangan hidup (suami/istri), anak, orang tua, rekan kerja dan lain sebagainya? Apakah cukup hanya dengan meminta maaf? terkadang iya, namun seringkali tidak. Perasaan yang terluka dan ego yang mendominasi seringkali menghalangi orang untuk memperbaiki suatu hubungan.

Jarang kita menyadari betapa rapuhnya emosi itu. Betapa rentannya emosi menjadi liar tak terkendali bagai api yang melahap hutan atau perumahan atau malah membeku bagai padang es yang dingin menggigit.

Note: Berhubung MP mau ditutup ya nulisnya singkat2 ajah

Kamis, 12 April 2012

EFT Tapping | Free Scripts, Audios and Articles | EFT Video


http://www.tapintoeft.com/default.html
salah satu situs yang direkomendasikan untuk yang mau mempelajari EFT untuk meredakan trauma, mengendalikan emosi atau menyembuhkan sakit

semoga bermanfaat

Selasa, 21 Februari 2012

[Sosial] Kemiskinan dan Paham tak berTuhan

Karena warnet tempat saya bekerja sebagai operator berdekatan dengan sebuah rumah yang dijadikan markas oleh sebuah komunitas yang berpaham kiri, maka sesekali saya pun berinteraksi dengan mereka.  Tidak terlalu intens memang, namun sedikit banyak saya bisa memahami pemikiran yang mereka anut.  Kebutuhan emosional tertinggi manusia, menurut Arvan Pradiansyah, adalah DIPAHAMI.  Bahkan, Steven Covey, penulis buku laris The 7 Habits of Highly Effective People, menggambarkan kebutuhan itu bagaikan kebutuhan tubuh akan oksigen.  Sehingga, bisa dipahami mengapa banyak anak muda dan orang miskin tertarik pada paham tersebut.  Bisa jadi, kaum miskin itu merasa lebih dipahami dan dihargai oleh para aktifis yang menyebarkan paham tersebut.  Bukan tidak mungkin, banyak orang-orang miskin yang merasakan hal yang sama dengan para aktifis tersebut. Maka tidak mengherankan paham ke-kiri-kirian yang anti Tuhan dan anti agama itu menjadi cukup populer di kalangan masyarakat miskin menengah ke bawah.  Sebaliknya, agama dan orang-orang beragama dianggap oleh mereka sebagai penindas yang tidak mau memahami mereka.  Mereka menganggap bahwa para ustadz, dai dan kaum agamawan sebagai orang-orang yang hanya bisa "melangit" dan tidak "membumi".  Hanya bisa berkhutbah dan berdoa tanpa bisa membantu menyelesaikan masalah dan memenuhi kebutuhan mereka, baik fisik maupun emosional, secara real dalam bentuk yang nyata.  

Paham-paham seperti itu pun bisa hadir karena negara dan para pemimpin hanya sekedar ada namun tidak dirasakan hadir mengayomi rakyatnya.  Rakyat seakan dibiarkan sendiri menghadapi masalah-masalah mereka tanpa ada kepedulian dari para pemimipinnya.  Hampir setiap hari kita disuguhi berita-berita betapa banyaknya para petinggi yang terjerat kasus-kasus korupsi.  Betapapun rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, mereka masih punya nurani dan perasaan.  Mereka pun bisa merasakan kalau para pemimpinnya hanya memikirkan diri, keluarga dan partainya saja.  Rakyat merasa bahwa mereka hanya penting saat Pemilu tiba.  Saat suara mereka diperlukan untuk menggapai kekuasaan atau untuk kembali berkuasa, setelah itu dilupakan begitu saja.   

Bagi saya sendiri, dibandingkan para bocah yang suka main games online berjam-jam tanpa henti, pemahaman para aktivis berpaham kiri ini lebih membuat hati sangat pedih dan miris.  Bocah-bocah itu mungkin saja ada harapan untuk menjadi orang yang baik dan benar di kemudian hari.  Namun, bagaimana dengan mereka sudah tidak beragama dan sudah terang-terangan memusuhi agama serta menolaknya sebagai jalan hidup yang ditetapkan Tuhan pada manusia? Bahkan sudah mendeklarasikan kekecewaan dan kemarahannya pada agama dan orang-orang beragama seperti di blog yang satu ini.  Tentu akan sulit sekali mendakwahi mereka, karena persepsi mereka tentang agama sudah sedemikian buruk. Mungkin sama buruknya dengan orang-orang di Abad Pencerahan / Enlightenment di Eropa.  Agama bagi mereka sudah identik dengan Inkuisisi atau Inquisition, sebuah institusi kejam yang melakukan segala macam penyiksaan sadis dan mengerikan.  Hampir bisa dipastikan, akar pemahaman seperti itu berasal dari zaman tersebut.  Agama identik dengan dogma-dogma yang membatasi kebebasan berpikir umat manusia.

Namun, sebagaimana pepatah yang berkata tidak ada api jika tidak ada asap, maka paham tersebut tentu tidak muncul dengan sendirinya.  Padang rumput memang tidak mungkin akan terbakar sendiri, namun mengapa padang rumput itu bisa terbakar itu lain lagi persoalannya.  Paham sosialis kiri tersebut bisa ditelusuri akarnya dari zaman Revolusi Industri di Inggris abad ke 18.  Saat itu terjadi transisi antara pekerjaan yang didominasi tenaga manusia ke dominasi tenaga mesin.  Sehingga, lebih banyak barang yang bisa diproduksi dan dijual.  Orang pun berbondong-bondong datang ke kota dan mencari pekerjaan di sana.  Pabrik-pabrik pun banyak didirikan.  Namun, keserakahan membuat banyak pengusaha saling bersaing untuk mendapatatkan lebih banyak keuntungan.  Mereka pun menggunakan segala cara untuk menggenjot produksi.  Sehingga, buruh anak banyak ditemukan pada masa Revolusi Industri, walaupun sebelum masa Revolusi Industri telah berkembang. Anak - anak dipaksa bekerja dengan gaji yang kecil dan pendidikan yang minim. Beberapa jenis kekerasan juga terjadi di tambang batu bara dan industri tekstil. Kejadian ini terus terjadi hingga terbentuknya undang - undang pabrik Factory Acts di tahun 1234 yang melarang anak dibawah 9 tahun untuk bekerja, anak dilarang bekerja pada malam hari dan jam kerja 12 jam per hari untuk anak dibawah 18 tahun.  Tempat tinggal pada masa Revolusi Industri beraneka ragam dari kondisi rumah yang sangat baik dan pemilik yang makmur hingga perumahan sempit di daerah perkumuhan. Rumah kumuh ini menggunakan toilet bersama serta keadaan lingkungan yang kurang bersih. Berbagai macam penyakit juga kerap terjadi seperti wabah kolera, cacar air dan sebagainya.  Sehingga, bisa dipahami jika paham sosialisme yang menentang semua jenis kepemilikan pribadi menjadi berkembang dan digemari di kalangan buruh dan rakyat miskin.  



Tidak jauh berbeda dengan keadaan di negeri kita sekarang ini.  Seakan-akan sejarah kelam Revolusi Industri berulang kembali di negeri ini.  John Pilgers, seorang jurnalis dan pembuat film dokumenter, pernah membuat film dokumenter berjudul The New Rulers.  Film itu berkisah tentang para buruh di pabrik di Indoneisa, yang hanya digaji minim dan seringkali berada dalam kondisi kerja yang sangat memprihatinkan tanpa penghargaan yang cukup.  Pilgers sendiri sampai terjangkit malaria saat shooting di sebuah pemukiman padat tempat tinggal para buruh tersebut.  Imam Syafii, seorang tukang sampah yang difilmkan oleh BBC di acara "The Toughest Place to be a Binman" tinggal di rumah gubuk berdindign tripleks di kawasan Kawi Buntu, Guntur.  Ratusan pemulung hidup dari mengais dan memunguti sampah di TPA Bantar Gebang dan TPA-TPA lainnya.  Sementara itu, ratusan warga hidup dengan berbagai macam penyakit di desa Jagabita alias Kampung Pesakitan dan desa-desa lainnya di daerah Parung Panjang, Bogor.  Sedikit sekali perhatian dan bantuan yang diberikan secara serius kepada mereka.  Sehingga, apapun agama dan ideologinya, jika ada orang yang datang dan memberikan perhatian dan bantuan yang tulus atau dirasakan tulus pada mereka, mereka akan menerimanya.  



Semua itu seharusnya menjadi tamparan keras bagi kaum muslimin yang seharusnya menjadi rahmatan lil alamin.  Apalagi, Indonesia ini adalah negeri dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia.  Keberhasilan mereka mempengaruhi banyak orang seharusnya merupakan otokritik dan motivasi bagi kaum muslimin untuk memperbaiki cara mereka berdakwah dan meningkatkan kepedulian pada sesama.  Jangan sampai kita sibuk sendiri di berbagai forum diskusi, seminar, majelis taklim atau di masjid-masjid namun kita lupakan orang-orang Islam yang ada di sekitar kita, terutama yang hidupnya terhimpit oleh kemiskinan.  Mereka adalah saudara-saudara kita juga dan ladang amal bagi kita semua.  Seperti dalam salah satu editorial majalah online Wasathon, kita ambil peran negara yang kita mampu tanpa ada niatan untuk memberontak atau memisahkan diri.  Semoga bermanfaat.

Bila masih mungkin kita menorehkan batin
Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas
Mumpung masih ada kesempatan buat kita
Mengumpulkan bekal perjalanan abadi
hoo..oo..du..du...du..ouoo...ouoo

Kita pasti ingat tragedi yang memilukan
kenapa harus mereka yang tertimbun tanah
Tentu ada hikmah yang harus kita petik
Atas nama jiwa mari heningkan cipta

Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu
Entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung
Hanya atas kasihNya hanya atas kehendaknya kita masih bertemu matahari
Kepada rumpun ilalang kepada bintang gemintang
kita dapat mencoba meminjam catatanNya

Sampai kapankah gerangan
waktu yang masih tersisa
Semuanya menggeleng semuanya terdiam semuanya menjawab tak mengerti
Yang terbaik hanyalah segera bersujud mumpung kita masih di beri waktu

Ebiet G.Ade - Masih Ada Waktu

Gambar dari sini dan dari sini

Kamis, 01 Desember 2011

Mengatasi Beban Emosi melalui Audio Therapy

http://terapi-audio.com/
Terapi Audio untuk mengatasi stress dan depresi karena permasalahan yang spesifik. Jika Anda membutuhkan terapis tetapi belum bisa mengunjungi terapis karena tidak punya waktu, tidak punya cukup dana, atau malu menceritakan masalah Anda, maka Terapi Audio adalah solusinya. Produk audio ini dihadirkan untuk membantu Anda agar dapat menterapi diri sendiri di rumah. Terapi ini tidak menggunakan teknologi Binaural beat atau Brainwave. Ini adalah terapi dalam bentuk panduan sederhana yang mudah diikuti dan InsyaAllah memberikan hasil yang maksimal.

Selasa, 25 Oktober 2011

Cara Instan Mengatasi Stress dan Depresi

http://mengatasi-stress.com/
Stress dan depresi dapat terjadi akibat sakit hati, patah hati, hubungan yang buruk dengan pasangan, tak punya pasangan, kesepian, punya masalah keuangan, atau mengidap penyakit yang sulit disembuhkan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi stress dan depresi, namun ketika cara yang dilakukan hanya sekedar pengalihan, masalahnya tak akan terselesaikan, dan dampaknya bisa lebih buruk lagi.

Mengatasi stress dan depresi seringkali membutuhkan terapi. Akan tetapi Anda juga bisa melakukannya sendiri dengan cara alami dan menggunakan tools yang telah ada dalam diri.

Mau tahu cara sederhana dan cepat untuk mengatasi stress dan depresi? Silahkan daftarkan diri Anda untuk download ebook gratis Cara Instan Mengatasi Stress dan Depresi.

Rabu, 29 Juni 2011

[Transkrip] Memulai Bisnis Sampingan

Beratnya tuntutan kehidupan seringkali membuat orang membuka bisnis sampingan selain bekerja sebagai karyawan. 

Berikut tips dari Pak Supardi Lee tentang bisnis sampingan

1. mempersiapkan modal yang dibutuhkan.  Sebaiknya jumlah modal memadai tapi tidak terlalu menyakitkan jika habis

2. menentukan jenis bisnis yang diminati, termasuk belajar mengenai bisnis tersebut.  

3. perhitungan, opportunity and risk

4. merekrut karyawan.  merekrut karyawan memang merupakan titik kritis dari bisnis karena sangat berhubungan dengan kepercayaan dan kompetensi.  Para karyawan inilah yang akan melaksanakan operasional bisnis harian, namun keputusan-keputusan penting tetap saja pada pemilik bisnis.  

5. mulai berbisnis sambil terus belajar tentang bisnis tersebut.

Setiap bisnis memang memiliki resiko kegagalan, namun hal itu bisa diminimalisir dengan belajar.  Apalagi kita bisa belajar dari mentor bisnis yang sudah terlebih dahulu merasakan apa dan bagaimana bisnis tersebut.  Kegagalan itu sendiri merupakan proses belajar untuk meningkatkan kualitas diri kita sendiri

bisnis sampingan bisa menjadi ajang pembelajaran bisnis tanpa meninggalkan pekerjaan utama.  Banyak orang yang terlalu terburu buru untuk berbisnis sehingga langsung meninggalkan pekerjaan utama.  Walaupun ada yang berhasil namun banyak juga yang gagal.  

Orang yang ingin berbisnis harus bersikap proporsional, berani tapi tidak nekat, penuh perhitungan tapi tetap memulai.  Jebakan bisnis juga harus diwaspadai.  Jebakan tersebut terdiri dari dua macam emosi yaitu rasa takut dan keserakahan.  Takut untuk memulai dan apabila sudah mulai seringkali seseorang terjebak dalam keserakahan meraup segala peluang yang ada.

Semoga bermanfaat

Narasumber: Pak Supardi Lee

Sumber: Power of Life 30 Juni 2011

Rabu, 04 Mei 2011

[Renungan] Sebuah ruang bernama Hati

Hati adalah cermin
Tempat pahala dan dosa bertarung

Demikian syair lagu yang didendangkan oleh Bimbo. Hati manusia memang arena pertarungan yang idak ada habisnya, antara pahal dan dosa, antara nurani dan ego. Hati bisa menjadi sebuah “sanctuary” tempat berteduh dari segala macam masalah, tapi hati itu sendiri bisa jadi sumber masalah. Terutama bila hati itu dikotori beraneka ragam keinginan. Jika hati itu penuh syukur, maka seluruh tubuh akan merasakan nikmatnya. Bahkan mungkin banyak orang yang akan merasakan manfaatnya. Bukan tidak boleh punya keinginan, yang tidak boleh adalah diperbudak keinginan. Terkadang, keinginan untuk segera mewujudkan keinginan itu malah menghambat kemampuan kita untuk mampu mewujudkan keinginan itu. Rasa syukur membuat hati menjadi ringan dan tenang. Rasa syukur membuat hati menjadi bersih dan hati yang bersih adalah hati yang penuh rasa syukur. Sebaliknya, kurangnya rasa syukur membuat hati menjadi gelap dan pekat. Di sisi lain, hati yang gelap dan pekat membuat pemiliknya sulit mensyukuri segala nikmat yang diberikan kepadanya.

Bayangkanlah sebuah ruang yang lapang dan luas, putih bersih tiada setitik debu pun di dalamnya. Langit-langitnya lebih tinggi dari langit dunia, ujung ruangan itu lebih jauh dari pandangan mata. Udara yang segar mengalir ke dalamnya dan kilauan lantainya bercahaya putih lembut, terang benderang namun tidak menyilaukan mata. Begitulah gambaran hati manusia yang bersih dari segala macam keinginan duniawi. Hanya rahmat dan keridhoan Allah sajalah yang diharapkan hadir di ruang itu. Ruang bersih, rapih dan sejuk. Sebuah ruangan yang udara segar mengalir di dalamnya dan membuat siapapun merasa senang dan betah berada di sana.

Rasa syukur membuat hati bagaikan ruangan yang lapang tersebut. Mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT setiap hari bagaikan menjaga kebersihan sebuah ruangan. Sampah dan debu yang mengotori setiap hari disapu dan dikeluarkan sehingga kebersihan ruangan tetap terpelihara. Terkadang kelalaian pemilik hati menjaga kebersihan hatinya membuat kotoran emosional sampai berkerak dan terpendam. Sedikit ketersinggungan sudah lebih dari cukup untuk memicu reaksi emosional yang berlebihan.

Hati orang yang tak terjaga akan menjadi kotor, penuh rasa dengki serta dendam. Hati itu bagaikan gua bawah tanah yang mengerikan. Lahar panas bergejolak dan mengalir membentuk sungai-sungai mengerikan sementara makhluk - makhluk serupa naga berwarna hitam beterbangan sambil menyemburkan api. Atau bagaikan pembuangan sampah yang berantakan dan tidak terawat dimana sampah organik dan non organik bercampur menimbulkan bau busuk yang menyengat. Akankah rahmat dari Allah SWT yang merupakan bekal kita menuju surga akan kita simpan di ruang hati yang seperti itu? Layakkah kita masuk ke surgaNya padahal ruang hati kita bagaikan neraka yang menyiksa jiwa kita dan orang lain terus menerus siang dan malam?

Ruang hati ada pada setiap manusia, miskin ataupun kaya, berpendidikan ataupun tidak, dari suku bangsa manapun dia berasal. Allah SWT menciptakan ruang hati sebagai tempat penilaian akankah seseorang layak masuk dan menikmati sajian Surga yang penuh kenikmatan dariNya. Ataukah lebih pantas disiksa di Neraka yang bergolak mengerikan, sama dengan pergolakan ruang hatinya saat hidup di dunia?

Semoga bermanfaat

Referensi: Ebook Tragedi Impian by Kang Zain, bisa didonlot di situs ini

Repost dari blog yang ini

Jumat, 25 Maret 2011

[Healing] Emotional Freedom Technique

"The cause of all negative emotions is a disruption in the body’s energy system"

Gary Craig

EFT atau Emotional Freedom Technique adalah teknik yang ditemukan oleh Gary Craig yang merupakan penyempurnaan dan penyederhanaan teknik TFT yang digagas Roger Callahan.  EFT bekerja berdasarkan asumsi bahwa gangguan fisik dan emosi berasal dari gangguan pada sistem energi tubuh manusia.  Jika gangguan energi itu dapat diperbaiki dan aliran energi dilancarkan, maka sakit fisik dan masalah emosi dapat diringankan atau bahkan disembuhkan.  

Tubuh manusia terdiri dari materi dan energi yang saling berkaitan.  Energi kehidupan dalam tubuh manusia mengikat sel-sel agar membentuk tubuh yang sempurna dan sinergis ini seperti benang menjahit kain pada pakaian.  Dalam tubuh manusia, energi mengalir dalam saluran yang disebut meridian.  Meridian itu saling berkaitan dan membentuk sistem energi tubuh.  Gangguan emosi seperti trauma dapat menyebabkan gangguan pada sistem energi tersebut.   Aliran energi menjadi tidak lancar dan terhambat seperti saluran air yang dipenuhi sampah.  

Permasalahan fisik dan emosi seringkali bertingkat-tingkat.  Satu masalah biasanya memiliki akar emosional yang dalam dan berlapis-lapis.  Seseorang yang kecanduan rokok bisa dihilangkan rasa nikmat rokoknya dengan satu atau beberapa kali putaran EFT.  Namun, apabila masalah emosional yang menjadi akar kebiasaan buruk itu belum dituntaskan, maka orang itu bisa kembali merokok.  Demikian pula masalah-masalah fisik dan emosional lainnya.  Lebih lanjut tentang masalah kecanduan rokok, teman-teman sekalian bisa membaca jurnal yang satu ini.  

Seorang praktisi pernah menceritakan tentang seorang ibu yang jempolnya terus menerus terasa sakit. Berulang kali diterapi belum juga sembuh sehingga sang praktisi mencari sebab emosional dibalik sakit si ibu.  Ternyata, si ibu sempat bertemu mantan kekasihnya dan sempat saling bertukar SMS.  Sehingga, timbul rasa bersalah yang sangat dalam pada diri ibu itu.  Setelah diterapi agar menerima bahwa si mantan bukan miliknya lagi dan rasa bersalahnya dinetralisir, barulah jempol si ibu itu sembuh.  

Kesabaran untuk mendengarkan adalah modal utama seorang praktisi EFT.  Terkadang, sang praktisi harus mampu menangkap detil-detil tertentu yang dari suatu kejadian yang diceritakan agar dapat menyembuhkan trauma dengan efektif.  Suatu kejadian yang mungkin dianggap sepele bagi banyak orang mungkin merupakan kunci dari penyembuhan pengalaman traumatis seseorang.  Saat si penderita trauma mengalami intensitas emosi yang tinggi, saat itulah kesempatan untuk melakukan terapi.  Saat itulah, energi dari emosi terpendam mencoba mencari jalan keluar untuk dilepaskan. Bentuk pengeluraan energi itu bisa berbentuk sendawa, tangisan atau respon emosional yang lain.  Tidak perlu mendramatisir suasana, biarkan segalanya mengalir dengan wajar apa adanya.  

Teknik EFT/SEFT sendiri, secara lengkap, bisa dilihat di Blog yang satu ini

Bagi yang berminat mempelajari EFT dan teknik-teknik penyembuhan sejenis, dapat mencari di internet.  EFT adalah salah satu subjek paling populer di dunia maya ini

Beberapa situs EFT yang baik untuk dikunjungi antara lain

EFT Universe

TapIntoEFT

Logos Institute

EFT Indonesia

Manual PDF EFT dapat di-download di situs ini atau link yang ini

Semoga bermanfaat

Kamis, 24 Maret 2011

[Smart Happiness] Hadiah

Seorang bijak mengatakan bahwa ada tiga hadiah terindah.  Pertama kehidupan, kedua cinta dan ketiga pengertian.  There are three gifts, first life, second love and third understanding.  Kedua hadiah pertama sudah ada dalam diri kita, namun hadiah ketiga adalah sesuatu yang harus dilatih.  Orang yang hanya ingin menikmati hadiah pertama dan kedua, namun tidak mau menggunakan yang ketiga adalah orang yang egois.  Orang-orang seperti ini akan membayar mahal pada akhirnya.  

Pengertian membuat kita mampu menjadi human being, yaitu manusia yang benar-benar hadir saat ini secara utuh baik fisik, emosi dan pikiran.  Kehidupan modern yang serba cepat dan sibuk membuat manusia jarang hadir secara utuh namun terpisah antara pikiran dan tubuh.  

Semua yang ada dalam kehidupan ini adalah hadiah.  Beberapa diantaranya, seperti tubuh dan segenap organnya, panca indera dan sebagainya kita peroleh dengan gratis.  Sebagian hadiah lain memang terbungkus rapat oleh masalah dan kesulitan, namun apabila kita bisa membukanya maka hasilnya akan indah buat kita.  

Masalah dan kesulitan adalah cara Allah SWT menegur kita saat kita sudah melenceng jauh dari jalan yang benar dan diridhoiNya.  Orang yang bijak tidak perlu diteriaki, cukup dibisiki. Namun, orang yang sulit dan lambat untuk belajar terkadang perlu diteriaki agar mengerti apa yang harus dilakukan.  Jadi, secara tidak langsung, masalah adalah anugerah bagi kita walaupun tidak menyenangkan.  

Ketiga hadiah itu baru dapat kita nikmati secara maksimal apabila kita sudah menjadi orang yang bersyukur.  Rasa syukur yagn tumbuh dari kesadaran dan hati nurani membuat kita mampu memperhatikan, bukan sekedar melihat.  Kemampuan memperhatikan itu membuat kita mampu melihat segala sesuatu dalam hidup ini sebagai anugerah dan hadiah.  Pendekatan baru itu membuat rasa syukur kita semakin bertambah dan bertambah.  

Seseorang yang merasakan bahwa hidup ini adalah hadiah akan berusaha memberi lebih kepada orang lain.  Dia merasakan adanya hak dan kewajiban untuk memberi hadiah kepada sesama manusia yang sesungguhnya juga merupakan hadiah baginya.  Hidup ini bukan masalah atau kewajiban, namun merupaakn kesempatan untuk saling bertukar hadiah. Interaksi antar orang yang bersyukur bukanlah transaksional tapi transformasional.  Kelebihan yang kita berikan pada orang lain akan kembali dalam bentuk cinta dan ikatan emosional.  

Inspired by: Smart Happiness - Smart FM

Narasumber: Arvan Pradiansyah - Institute for Leadership and Life Management

Semoga bermanfaat

 

Senin, 28 September 2009

[Renungan Cinta] Vibrasi Cinta dari dalam diri



Saat engkau hanya bisa melihatnya dari kejauhan
tanpa ada keberanian untuk mendekat
seakan-akan tembok energi yang tebal tak terlihat ...
menghalangimu ke sana

engkau melihatnya begitu akrab dengan yang lain
namun dengan dirimu sendiri entah berapa ratus juta tahun cahaya
bahkan engkau merasa seakan-akan dianggap tidak ada
......... sama sekali tidak ada

Jauh dalam hatimu, engkau merasakan badai datang tiba-tiba
membutakan pandanganmu dan menguasai jiwamu
menusuk dan membekukan jiwamu ....... yang menggigil kedinginan

engkau merasa tak berdaya ...... sangat tak berdaya
Sesak terasa nafasmu, bagai ada beban berat menghimpitmu
........... beban yang amat sangat berat

......... Bagai terjebak dalam badai  yang kejam dan dahsyat .....

.... atau tenggelam dalam lautan luas tak bertepi, ........

. ....... tidakkah itu merupakan suatu siksaan yang sangat pedih?


Sahabat,

jika itu yang engkau rasakan, maka tanyakan dirimu
getaran atau vibrasi apakah yang sesungguhnya engkau pancarkan kepadanya?
Apakah getaran egoistik yang hanya mementingkan diri sendiri, yang sangat-sangat menginginkan dirinya?
atau getaran kasih sayang yang menentramkan dan menyejukkan jiwa orang lain, terutama orang yang kau cintai

Sahabat,

Bahasa cinta adalah bahasa hati
bahasa hati adalah bahasa emosi
bahasa emosi adalah energi
bahasa energi adalah getaran atau vibrasi
yang kita pancarkan terus menerus tanpa sadar


Sungguh, getaran kasih sayang hanya akan timbul dari hati yang dimiliki oleh jiwa yang tenang tentram.  hati yang jiwa pemiliknya bergantung hanya pada Allah SWT sehingga memiliki tingkat spiritualitas yang tinggi.  

Jiwa yang bagaikan pegunungan yang tinggi, yang mata airnya menghasilkan air yang menyegarkan siapapun yang meminumnya, serta irama gemericiknya menentramkan jiwa siapapun yang mendengarnya

Jiwa yang tetap menjadi berkah bagi sesama manusia, apapun yang terjadi  
 
Sahabat,
 
sepertinya waktunya kita semua mengevaluasi kembali, jiwa dan hati yang bagaimana yang kita miliki.  Apakah jiwa yang tenang dan tentram, jiwa yang penuh kasih sayang dan terus-menerus memberkati sesama serta terus menerus memperbaiki diri sehingga keberkahan yang dia beri meningkat terus kualitasnya? Ataukah jiwa yang penuh kegelisahan, terus menerus mengutuk sesama manusia dan membiarkan diri semakin menurun kualitasnya dari hari ke hari.  Erich Fromm menyebut kehidupan yang kosong dari makna itu sebagai "The Unlived Life" atau kehidupan yang tidak dijalani dengan sepenuh kehidupan alias mati sebelum mati. 

Hati dari jiwa yang mati bagaikan gunung berapi itu hanya akan menghasilkan vibrasi yang mengerikan bagaikan lahar yang melahap habis semua yang bisa dicapainya.

Erich fromm mengingatkan kita bahwa "Destructiveness is the outcome of unlived life" atau kecenderungan untuk menghancurkan adalah hasil dari kehidupan kosong tanpa makna yang tidak dijalani sepenuhnya. 

Oleh karena itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk berdoa kepada Allah:

Allahumma ashlih lii diini alladzi huwa 'ishmatu amri, wa ashlih lii dunyaaya allati fiihaa ma'aasyi, wa ashlih lii aakhirati allati fiihaa ma'aadi, waj'alail hayaata ziyaadatan lii fii kulli khair, waj'alil mauta raahatan lii min kulli syarr

("Ya Allah, baikkanlah agamaku, karena itulah penjaga urusan (kehidupan)ku. Dan baikkanlah (urusan) duniaku, karena di dalamnya aku hidup. Dan baikkanlah (kehidupan) akhiratku, karena itulah tempat kembaliku (setelah mati). Dan jadikanlah sisa hidupku semakin menambah segala kebaikan. Dan jadikanlah kematianku sebagai waktu istirahatku dari (melakukan atau merasakan) segala keburukan")

(HR. Muslim, dinukil dari Ad Du'a minal Kitab wa Sunnah hal. 32)

Sebuah nasihat untuk diri sendiri, semoga bermanfaat bagi siapapun yang membaca  

Kamis, 23 April 2009

[Kisah dan Hikmah] Petani dan Kuda

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang petani yang hidup sederhana.  Sang petani terkenal sebagai orang yang suka menolong orang lain.  

Walaupun tidak memiliko banyak harta benda, dia memiliki seorang anak lelaki yang tampan dan patuh.  Anak ini sangat berbakti pada orang tuanya.  Petani ini juga memiliki seekor kuda yang sangat bagus.  Kuda sang petani terkenal di seluruh negeri, tidak hanya di desanya.

Pada suatu hari, kuda petani ini hilang.  Rupanya, si kuda berhasil menendang pintu kandang yang sudah lapuk karena panas dan hujan hingga hancur berantakan.  Para tetangga, terutama mereka yang sudah pernah merasakan pertolongan dan kebaikan budi sang petani, berdatangan ke rumah beliau.  Mereka menyatakan perasaan turut bersedih atas kehilangan yang dialami sang petani.  namun, yang aneh sang petani justru tenang-tenang saja.  Dia berkata "saudara2 jangan sdih, belum tentu hal ini merupakan kemalangan bagi saya.  kita lihat saja nanti apa hikmah di balik semua ini".  para tetangga sang petani pun pulang dengan gelengan kepala keheranan.  

Beberapa waktu kemudian, si kuda kembali ke rumah sang petani.  Si kuda tidak sendiri, namun dia juga membawa beberapa kuda liar dari jenis yang serupa ke rumah sang petani.  Para tetanggapun terheran-heran.  Mereka berkata "beruntung sekali sang petani, memang orang baik seringkali mendapat rezeki yang tidak terduga-duga".  

Namun, jawaban sang petani kembali membuat para tetangga terheran-heran.  Sang petani malah berkata "jangan senang dulu saudara-saudara, kita tidak tahu apakah kedatang kuda-kuda liar ini merupakan kebaikan bagi saya atau bukan.  Kita lihat saja nanti, semoga semua ini baik adanya".   

Beberapa hari kemudian, anak lelaki sang petani mencoba menaiki salah satu kuda liar tersebut.   Entah karena kurang berhati-hati atau si kuda yang memang belum cukup jinak, anak itu terjatuh dengan keras.  Walaupun nyawanya masih bisa diselamatkan, si anak menderita patah kaki yang parah.  Dia menjadi cacat seumur hidup dan harus menggunakan tongkat.  Para penduduk desa berdatangan ke rumah sang petani.  Mereka ingin menghibur keluarga petani yang sedang berduka itu. Tetapi apa jawab sang petani? Dia kembali berkata "saudara2 jangan sedih, belum tentu hal ini merupakan kemalangan bagi saya.  kita lihat saja nanti apa hikmah di balik semua ini".  para tetangga tentu saja  hanya bisa geleng-geleng kepala keheranan.  
 
Waktu berlalu tanpa terasa.  Pada suatu hari, utusan dari kerajaan datang ke desa tersebut.  Mereka membawa pesan bahwa kerajaan itu dalam keadaan bahaya dan para pemuda diminta mendaftarkan diri sbagai prajurit perang. 

 Para penduduk harus merelakan anak-anak muda mereka berperang di garis depan, kecuali tentu saja si petani yang anaknya sekarang cacat itu.  

Setelah peperangan mereda, para penduduk desa itu berusaha mencari kabar putra-putra mereka.  Duka cita yang mendalam tidak dapat terhindarkan saat mereka mengetahui bahwa para pemuda dari desa mereka semuanya gugur di medan laga.  

Sehingga di desa itu, hanya tersisa satu pemuda cacat, anak dari sang petani.  

Memang terkadang, banyak diantara kita mengalami kesulitan mengambil hikmah dari kejadian-kejadian yang terjadi pada diri kita, baik yang buruk atau yang baik.  Kita hanya melihat bentuk luar dari kejadian itu, bukan esensi atau hikmah di baliknya.  Ada baiknya kita simak pesan Harun Yahya berikut ini


Unhappy, overly emotional and pessimistic people cannot appreciate the beauty and blessing of this world.  Though they may surrounded by countless examples of this beauty, they see only negative aspect of things, and become even more depressed.  However, God, in His mercy and compassion, created these blessings for the sake of human beings.  A believer keeps this idea at the forefront of his mind, and is grateful to God for His Blessings.

Harun Yahya, Romanticism: A Weapon of Satan, page 114-115

(diterjemahkan dan diterbitkan oleh Dzikra dengan Judul: Ancaman di balik Romantisisme)

Sebuah nasihat bagi diri sendiri, semoga bermanfaat untuk siapapun yang membaca 

Rabu, 17 Desember 2008

Kebingungan dan kesedihan jelang 2009, ikutan gak ya?



Gambar dari sini


Berikan Pijar Matahari.mp3 - Iwan FalsTerhimpit gelak tertawa
Diselah meriah pesta
Seribu gembel ikut menari
Seribu gembel terus bernyanyi


Keras melebihi lagu tuk berdansa
Keras melebihi gelegar halilintar
Yang ganas menyambar


Kuyakin pasti terlihat
Dansa mereka begitu dekat
Kuyakin pasti terdengar
Nyanyi mereka yang hingar bingar


Seolah kita tidak mau mengerti
Seolah kita tidak mau perduli
Pura buta dan pura tuli


Mari kita hentikan
Dansa mereka
Dengan memberi pijar matahari
Dengan memberi pijar matahari


Terkurung gedung gedung tinggi
Wajah murung yang hampir mati
Biarkan mereka iri
Wajar bila mencaci maki


Napas terasa sesak bagai terkena asma
Nampak merangkak degup jantung keras berdetak
Setiap detik sepertinya hitam


Tak sanggup aku melihat
Lukamu kawan dicumbu lalat
Tak kuat aku mendengar
Jeritmu kawan melebihi dentum meriam


Sekarang pasti lagi banyak yang bingung, tahun depan bulan April nyoblos/nyontreng gak ya?

ada yang bilang Golput haram ada yang bilang Demokrasi haram :(

nah, tulisan ini sih gak ingin bahas masalah halal-haramnya golput, saya bukan pakarnya :D

pada posting sebelum tulisan ini, yang berisi transkrip acara Mutiara Pagi - The Power of life, ada ringkasan kisah nabi SAW.
 

Nabi melangkah dengan sabar sehingga beliau dijuluki Al Amin (orang yang benar-benar bisa dipercaya) oleh penduduk Makkah pada waktu itu.  suatu akar yang sangat kuat dan dalam.  Sehingga pada saat beliau melakukan lompatan besar, yaitu memulai dakwah kepada kaum kafir Quraisy secara terang-terangan, beliau sudah siap dengan tantangan yang akan diterima. 


Tingginya angka Golput bisa jadi merupakan indikasi bahwa partai-partai yang ada sekarang di republik tercinta ini tidak mengakar kuat di masyarakat.  Mereka bisa jadi tidak cukup memberikan setoran rekening bank emosional (istilahnya Steven Covey dalam the 7 Habits of Highly Effective People) kepada masyarakat yang akan memilih mereka. 

Masyarakat kita sudah seperti tanah yang keras, yang sudah tidak lagi bisa menyerap air.  Hati mereka sudah terlalu sakit dengan permainan politik yang tidak mereka mengerti namun dapat mereka rasakan akibatnya.  Kemiskinan, kebodohan, penyakit dan sebagainya merajalela di berbagai tempat di negeri ini.  Bahkan di tempat-tempat yang tidak jauh dari Ibu Kota seperti desa Jagabita, Parung Panjang. 

Kerasnya hati tersebut pada gilirannya membuat mereka mencari pelarian sesaat seperti rokok dan sebagainya.  Sehingga jadi mangsa empuk penebar money politic. 

Memberi perhatian pada masyarakat menjelang pemilu saja sebenarnya sama dengan menyapu kotoran ke bawah karpet.  Persoalan yang sehari-hari dihadapi rakyat seperti tingginya harga bahan pokok, pengobatan yang terjangkau dan sebagainya tidak juga terselesaikan. 

Lingkaran setan yang akut sudah terbentuk dan akan semakin bertambah parah.
 

Masyarakat kita, apalagi yang tidak berpendidikan, banyak yang terjebak pada sikap mengasihani diri sendiri.  Siapa aja yang ngasih duit paling banyak, itulah yang dipilih.  Jadi pertimbangan memilih berdasarkan pemberian hal-hal yang bersifat material semata :(


Coba bayangkan, apabila satu orang dikasih 50 ribu dan yang ikut kampanye dari suatu daerah ada 1000 orang, terus partai atau calon tersebut musti keluarin duit berapa? 50 ribu x 1000 = 50 juta! Itu baru dari satu daerah, belum lagi daerah-daerah lain.  Terus, mengembalikan modalnya darimana, kalo bukan dari korupsi? Pengusaha kaya atau Leader MLM juga tidak punya uang sebanyak itu, apalagi partai politik yang merupakan non-profit organization (organisasi yang tidak mencari keuntungan).  Saya dalam hal ini tidak memihak pada calon atau partai manapun, tapi kalo begini kapan korupsi bisa hilang dari negeri tercinta ini.  Lalu, siapa yang sesungguhnya menciptakan koruptor? Siapa yang sesungguhnya melanggengkan korupsi di negeri ini?


(pengalaman pilkada 2007, ceritanya bisa dibaca di tulisan yang ini)

Sebenarnya bukan cuma masalah golput yang perlu simpanan rekening emosional.  Kalau kita nonton infotainment, isu paling mendominasi adalah nikah cerai para artis.  Padahal terkadang mereka pacaran sedemikian heboh dan lengketnya.  Namun sayang pernikahan mereka seringkali tidak bertahan lama.  Jadi selama pacaran ngapain aja???

maka, jangan pernah berharap melakukan lompatan besar (misal: menang pemilu 2009) bila tidak merakyat (mengakar pada rakyat) dengan kuat, kalau tidak mau "nyungsep" alias gagal total dalam jangka panjang.

Mungkin kita harus menunggu lebih lama lagi sampai kita bisa mendapati orang-orang yang bersedia dengan tulus mengukur tingkat kematangan karakter dan kompetensi mereka sebelum berkata:

PILIHLAH AKU

Semoga bermafaat dan mohon maaf bila ada yang tidak berkenan