Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Februari 2010

[Puisi] Anugerah dan Amanah


begitu banyak keinginan manusia
harta, tahta, kata dan cinta
sebagai penghias kehidupan fana
di atas pentas kehidupan bernama dunia

namun mereka terkadang lupa
bahwa di sebalik segala yang indah
selalu ada tanggung jawabnya
yang berat tiada terkira

apalagi saat hawa nafsu membabi buta
menginginkan anugerah dunia
yang semakin banyak setiap harinya
tanpa peduli bagaimana caranya

sesungguhnya semua anugerah akan ditanya
bagaimana dipergunakan selama di dunia
khusus harta dua pertanyaanya
dari mana dan untuk apa

amanah dibalik setiap anugerah
akan berubah jadi musibah
bila tidak dikelola dengan seksama
dengan nurani yang bening terjaga

semoga anugerah ini menjadi berkah
dan kita sebagai penerima
mampu menjaga amanah
agar selamat dunia akhirat

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu ?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka. (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) dan yang memohon ampun pada waktu sahur”
(Ali Imran, 3 : 14-17).

Semoga bermanfaat

gambar dari situs yang ini

Jumat, 26 Februari 2010

[Puisi] Satu Kata

satu kata

berjuta makna
beragam artinya
unsur yang membentuk kalimat sempurna
penuh hikmah bijaksana

satu kata

terkadang bisa menghibur di kala duka
menyembuhkan luka - luka
membakar semangat juang
atau menegakkan kebenaran

satu kata

terkadang bisa membawa bencana
sering juga membuat terlena
hingga pada akhirnya
penyesalan tak terkira

satu kata

bisa berubah menjadi apa saja
tergantung penafsirnya
bisa membawa ke surga
atau menjerumuskan ke neraka


"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah
membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon
yang baik, akarnya kuat dan cabang menjulang ke
langit." [QS. Ibrahim:24]

Rabu, 24 Februari 2010

[Puisi] Kedamaian dalam rinai hujan



Rain and tears, are the same

but in the sun
you've got to play the game

When you cry
in winter time
you can pretend
it's nothing but the rain

Kekasihku,

saat hujan deras menerpa tubuhku
tidak kuasa kuhentikan diriku
untuk bermain di bawah belaian lembutnya
untuk menyembuhkan semua luka

Kekasihku,

ketika kucuran air dari atap rumah
mengucur melimpah ketanah
kubasuh mukaku dengan air itu
manis terasa di mulutku

Kekasihku,

hujan kali ini sungguh berbeda
seakan mengerti isi hatiku yang luka
iramanya mengiringi langkah kaki ini
membasahi jalanan yang gelap dan sepi

Kekasihku,

mungkin kau tak kan mengerti
apa yang kurasakan saat ini
namun cukuplah sang hujan yang menemani
sebagai ganti dirimu di sini

Kekasihku,

dalam kegelapan malam
dan rinai hujan
tiada guna berpura-pura
curahkan seluruh tangisan jiwa

Kekasihku,

Biarlah hangat air mata
bercampur dingin air hujan
keduanya mengalir bersama
melarutkan semua luka yang masih dirasakan

Kekasihku,

Saat itulah aku baru menyadari
karunia Allah SWT yang satu ini
hujan yang sering dihujat banyak orang
kali ini benar-benar memberiku kedamaian

Terinspirasi lagu Rain and Tears by Demis Roussos

[Puisi] Dan Gunung pun menangis



“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-Araf [7]: 96)


dan gunung pun menangis

seiring pohon pohon yang menjerit
saat ditebang habis
untuk proyek-proyek mafia kapitalis
yang gila harta dan doyan duit

dan gunung pun menangis

saat tak lagi bisa memeluk hujan
saat datang membawa kehidupan
hingga air yang penuh keberkahan
hanya bisa mengalir percuma ke dataran

dan gunung pun menangis

saat tak lagi bisa menahan tanahnya
yang telah digunduli pepohonannya
sehingga terjun bebas ke bawah sana
penduduk desa yang malang pun jadi korbannya

dan gunung pun menangis

saat para penduduk menjerit
karena datang tanah longsor yang menghimpit
hanya karena banyak manusia tidak lagi memegang amanah
mengolah alam dengan serakah

dan gunung pun menangis

ketika manusia tak lagi bertakwa
bahkan cenderung pada perbuatan-perbuatan durjana
padahal jika mereka beriman dan bertakwa
maka akan timbul berkah yang tiada taranya

dan gunung pun menangis

saat bencana tak bisa dihindari
hingga banyak manusia yang pergi
untuk tidak akan pernah kembali
ke dunia fana ini lagi

Aku hanya bisa terpana
mendengar tangisan gunung yang perkasa
tiada mampu berbuat apa-apa
karena aku juga korban peradaban durjana
yang tidak kenal bahasa kecuali harta benda

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari perbuatan mereka, agar mereka kembali.” (QS. AR-Ruum [30]: 41).

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

Puisi sederhana yang didedikasikan untuk saudara2 yang tertimpa tanah longsor di Ciwidey dan sekitarnya,

semoga bermanfaat dan bisa menggugah kesadaran kita semua bahwa alam ini adalah amanah

[Renungan Cinta] Cinta Lelaki Sejati

Cinta lelaki sejati
bukan hanya menemukan masalah menemukan objek yang dicintai
bukan sekedar hasrat menggebu saat bertemu pertama kali
bukan pula sebuah obsesi yang membuatnya buta mata buta hati
bukan pula yang membuatnya tergila-gila hingga lupa diri

Cinta lelaki sejati
adalah suatu jenis seni
yang hanya dapat dilakukan karena dipahami
oleh seorang pencinta sejati
yang benar-benar memahami SENI MENCINTAI

Cinta lelaki sejati
bukanlah perasaan lemah yang menuntut kepuasan dan dipahami
namun lebih merupakan kekuatan sejati
yang siap menerima dan memahami
serta lebih banyak berkorban dan memberi

Cinta lelaki sejati
adalah cinta yang memberi karena peduli
adalah cinta yang peduli karena rasa tanggung jawab pada yang dicintai
tanggung jawab yang diimbangi penghormatan
dan penghormatan yang timbul karena dalamnya pengetahuan

Cinta Lelaki sejati
bagai butir intan permata
diantara arang dan batu bara
walau terbuat buat dari bahan yang sama
namun sangat berbeda cara mengolahnya

Cinta lelaki sejati
adalah benteng kukuh dan rumah yang nyaman untuk ditinggali
untuk ksejehtraaan orang yang dicintai
bukan pasir penghisap yang menelan yang dicintai
dalam lautan obsesi gila tak bertepi

Cinta lelaki sejati
adalah cinta yang menyatukannya dengan yang dicintai
dengan tetap menunjung tinggi integeritas pribadi
bukan cinta yang membuatnya terasing dari yang dicintai
dari sesama manusia, dari kehidupan dan dirinya sendiri

Cinta lelaki sejati
bagai bahtera Nabi Nuh penyelamat dalam banjir
bukanlah rakit rapuh penuh kebocoran
yang tidak mungkin selamat sampai ke pantai tujuan

Cinta lelaki sejati
adalah cinta yang membuat sang pencinta berkata
setengah bersumpah

aku mencintaimu dalam diri semua manusia
aku mencintaimu dalam diri semua yang hidup
dan aku mencintaimu dalam diriku sendiri


(If I can say to somebody else, "I love you," I must be able to say, "I love in you everybody, I love through you the world, I love in you also myself.")
Erich Fromm, The Art of Loving

Cinta lelaki sejati
adalah cinta yang membuatnya
mencintai Rabb-nya sepenuh hati
memberkahi sesama manusia tanpa pamrih
serta terus meningkatkan kualitas diri

Inspired by:

The Art of Loving - Erich Fromm

SEFT - Ahmad Faiz Zainuddin

Notes yang ini

Ringkasan The Art of Loving

[Renungan Cinta] Menulislah dengan cinta

menulislah dengan cinta
tulislah apa yang kau rasakan
jangan perdulikan segala kekakuan aturan
jangan takut berbuat kesalahan

menulislah dengan cinta
cinta yang kau rasakan
cinta yang kau inginkan
cinta yang engkau cita-citakan

menulislah dengan cinta
biarkan media yang rindu
curahan dari hatimu
terpuaskan bagai tersiram air danau biru

menulislah dengan cinta
biarkan cinta memenuhi kertas tulismu
biarkan jari jemarimu menari beradu
mengekspresikan dalamnya perasaanmu

menulislah dengan cinta
biarkan para pembaca tulisanmu
merasakan lepasnya dahaga yang mengharu biru
kehidupan yang penuh deru dan debu

menulislah dengan cinta
biarkan cinta menghangatkanmu
mencairkan kebekuan hatimu
yang lama sudah keras membatu

menulislah dengan cinta
biarkan energi cinta yang tersimpan di hatimu
memancar dan menghangatkan pembaca tulisanmu
sehingga memberi mereka kehidupan baru

Semoga bermanfaat, Jakarta 24 Februari 2010

[Puisi] Perpisahan

Perpisahan ....

saat dua sahabat saling melambaikan tangan
diiring hangatnya air mata yang berderaian
saat keduanya berpisah di simpang jalan
setelah bertahun bersama mengarungi kehidupan

Perpisahan ....

Saat takdir berkata dan menentukan
kebersamaan tak lagi bisa dilanjutkan
hati menjerit memberontak hendak melawan
apa daya tiada daya dan kekuatan

Perpisahan ....

Tajam pedang sang waktu tak bisa ditahan
Menyayat tanpa sedikitpun memberi ampunan
menebas eratnya jalinan persahabatan
hingga terjadilah perpisahan

Perpisahan ....

Bukan alasan untuk larut dalam kepedihan
apalagi untuk mengakhiri kehidupan
perpisahan juga bisa merupakan keberuntungan
walaupun hasil yang diharapkan belum kelihatan

Perpisahan .......

adalah juga suatu pilihan
walaupun terkesan dipaksakan
pilihan itu terletak pada penyikapan
apakah ditolak atau diterima dengan hati yang lapang

Perpisahan ....

Perpisahan adalah bagian dari kehidupan
walaupun terkadang mencabik perasaan
namun bila diterima dengan hati yang lapang
hikmah kebijaksanaan menanti di ujung jalan


Malaikat Jibril datang kepada Nabi SAW, lalu berkata “Hai Muhammad, hiduplah sesukamu namun engkau pasti mati. Berbuatlah sesukamu namun engkau pasti diganjar, dan cintailah siapa yang kau sukai namun kau pasti akan berpisah dengannya, ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin tergantung shalat malamnya dan kehormatannya tergantung dari ketidakbutuhannya pada orang lain.”(HR. Athabrani)

Semoga bermanfaat, Jakarta, 24 Februari 2010

terinspirasi dari Nasyid-nya Brother, Perpisahan

[Puisi] Pesan dari Sang Hujan



[2.22]. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan buatmu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui.


Sesungguhnya aku, sang hujan

adalah cara air menembus permukaan bumi
menumbuhkan benih-benih yang terpendam
sehingga tumbuh mekar bersemi
menambah semarak keindahan alam

Namun bila aku,

dihambat aspal, semen dan bahan-bahan lain
sehingga aku tak bisa meresap ke dalam tanah
sama sekali tak ada pilihan bagiku
kecuali terus mengalir ke tempat yang rendah

Dan ....

bila banjir bandang pun menggulung kotamu
bila tanah longsor menimbun desamu
bila engkau dan keluargamu kehilngan harta bahkan nyawa
sungguh itu semua bukan kesalahanku

karena itulah wahai manusia ..

Cintailah aku

bukan keinginanku berada di sini
bukan kemauanku turun membasahi bumi
bukan pula aku yang meminta diciptakan
seperti ini

Cintailah aku

dengan menjaga lingkunganmu
aku hanya menuruti perintahNya
untuk turun di tempat yang ditentukan olehNya

Wahai manusia,

Allah SWT telah mengatur diriku sedemikian rupa
sehingga aku menjadi rahmat bagi semesta
tanaman, binatang dan manusia

Namun,

ternyata engkau sebagai makhluk paling mulia
ternyata kau rendah hinakan derajat sehingga hina
lebih rendah dari binatang melata
serakah, tamak dan durjana

Apabila azab ujian bala menimpa
sungguh salahkan dirimu wahai manusia
bertaubatlah dan kembalilah segera
kepadaNya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

aku, sang hujan, akan menghapus semua derita dukamu
saat kau merasakan belaian lembutku
mendinginkan hawa panas di hatimu
mendamaikan jiwa dan kehidupanmu

Namun,
aku hanya bisa melakukannya
hanya apabila kau tunduk pada Penciptaku
yang juga Penciptamu



Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkannya-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu Kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal. (QS.Az-Zumar - 39:21)

Semoga bermanfaat

More info please read:

Fenomena Hujan dalam Al Quran

Tafsir Tematik: Dia Menurunkan hujan dari langit


Minggu, 09 November 2008

Free Poetry eBooks e-Books

http://www.poemhunter.com/ebooks/
Bagi rekan-rekan yang ingin mendapatkan/men-download e-books gratis berisi puisi-puisi, bisa berkunjung ke link di atas :)

E-books yang tersedia berformat PDF, jadi harus dibuka dgn Acrobat Reader

semoga bermanfaat

Selasa, 30 September 2008

Menjelang Tengah Malam di Malam Takbiran

Menjelang tengah malam di malam takbiran

Akhirnya malam takbiran yang dinantikan pun datang

masyarakat seakan berpesta pora penuh kemenangan

Lupa Daratan


Sementara, maksiat justru kian merajalela

yang pacaran asyik nonton TV di rumah saja

yang ditayangkan berisi hal sia-sia

buatan setan kapitalis Durjana

yang haus materi dan gila harta


Takbir keliling disertai musik yang menggila

knalpot digeber gak kira-kira

uang dan dana habis sia-sia

fitrah ternoda dan malah menambah dosa


kemenangan yang disangka di depan mata

mungkin sebenarnya sudah menguap sia-sia

"Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi hanya mendapat lapar dan haus saja"

Demikian kata Rasul Tercinta


Sementara itu, di tempat-tempat yang luput dari pengamatan

terdengar gemerincing rantai yang mengikat para setan

mulai terlepas dan berjatuhan

sehingga yang tadinya diikat pun jadi kegirangan


Iblis mempersiapkan bala tentara

setan-setan meregangkan ototnya

siap memulai pertempuran baru dengan manusia

agar mendapat sebanyak mungkin pendamping ke dalam Neraka


Namun yang paling berbahaya

Dajjal telah berkurang lagi rantai ikatannya

dia memang belum bebas sempurna

namun getaran energi fitnahnya sudah terasa

sehingga ke seluruh dunia


Kalau begitu, masihkah kita bangga pada Ramadhan yang telah berlalu?

bila ternyata saat Syawal tiba kita seakan bertingkah tidak tahu malu

Ramadhan bagaikan bayi yang mati dalam kandungan

tinggal dipendam dan diberi batu nisan



Sabtu, 14 Juni 2008

[PUISI] Layar Raksasa

Layar raksasa

di layar raksasa para peragawati memperagakan adibusana
di jalanan para pengemis berpakaian seadanya

di layar raksasa ditampilkan iklan kamar mandi mewah
di sungai di belakangnya, orang mandi dan mencuci dengan air limbah

di layar raksasa tampillah iklan mobil-mobil mewah
dalam angkutan umum, para penumpang berkeluh kesah

di layar raksasa, tampillah rumah-rumah serba megah
di belakang gedung-gedung, gang-gang sempit dengan kemiskinan yang parah

di sekitar layar raksasa, pertokoan mewah mengelilingnya
di depan pertokoan, para pengemis meminta-minta

di layar raksasa, iklan barang-barang mahal dan mewah silih berganti
di sekitarnya, banyak masyarakat miskin makin menjerit dari hari ke hari

di hotel-hotel di sekitar layar raksasa, para tamu dimanja dan dilayani
di jalanan sekitarnya para tunawisma tidak tahu bagaimana nasibnya di esok hari

Inilah kisah yang pernah terjadi,
saat Layar Raksasa pernah berdiri
di daerah Bundaran HI
tempat yang sering jadi ajang demonstrasi
Namun, walaupun kini Layar Raksasa telah tiada
bersama berbagai kenangan bersamanya
namun keadaannya masih relatif sama
dan semakin bertambah parah setiap harinya