Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Agustus 2012

[copas] Senam Gerakan Sholat

maunya sih Posting terus, eh pas lagi gak ada ide

copy paste aja deh, biarin bentar lagi juga rumah ini bakalan digusur dan isinya dihapus semua kan

selamat membaca semoga bermanfaat walaupun beritanya udah lama

Sumber dari situs kompas dot com

KOMPAS.com — Melakukan ibadah shalat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri dengan Sang Khalik. Bila dikaji lebih mendalam, ternyata banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari ibadah rutin yang dilakukan lima kali dalam sehari ini, baik dari segi rohani maupun jasmani.

Dilihat dari sisi fisik atau jasmani, ibadah shalat terdiri dari beragam gerakan tubuh, mulai berdiri hingga sujud. Dari gerakan-gerakan shalat inilah muncul inspirasi lahirnya senam ergonomis.

Seperti diungkapkan pencipta senam ergonomis, Madyo Wratsongko MM dari Indonesian Ergonomic Gym& Health Care, senam ini bersumber dari gerakan-gerakan shalat yang ternyata bermanfaat mencegah dan menyembuhkan berbagai macam penyakit.

"Inspirasi senam ergonomis sendiri berasal dari lima gerakan shalat yang merupakan gerakan yang sesuai dengan manfaat tubuh (ergonomis)," kata Madyo.

Lima gerakan dasar dalam senam ergonomis adalah gerakan Lapang Dada, Tunduk Syukur, Duduk Perkasa, Sujud Syukur, dan Berbaring Pasrah. Gerakan-gerakan ini diinspirasi dari gerakan-gerakan dalam shalat, seperti berdiri dan mengangkat tangan, ruku, duduk, serta sujud.

Menurut Madyo, tujuan melakukan gerakan senam ergonomis adalah bagian dari tindakan pencegahan dan pemulihan berbagai penyakit. "Apabila Anda ada keluhan, setelah melakukan gerakan tersebut, efeknya akan membaik sebesar 40 persen," kata drs Madyo.

Untuk mendapatkan hasil memuaskan, Madyo mengingatkan agar senam ini dilakukan secara berkelanjutan. "Senam ini harus dilakukan setiap hari, dan tidak harus semua gerakan dilakukan. Lakukanlah minimal 7 menit sehari. Kalau kurang dari 7 menit, maka hasilnya tidak akan optimal," kata Madyo.

Berikut ini adalah lima gerakan dalam senam ergonomis beserta manfaatnya :

Gerakan ke-1
Lapang Dada: Berdiri tegak, dua lengan diputar ke belakang semaksimal mungkin. Rasakan keluar dan masuk napas dengan rileks. Saat dua lengan di atas kepala, jari kaki jinjit.

Manfaat: - Putaran lengan pada bahu menyebabkan stimulus untuk mengoptimalkan fungsinya cabang besar saraf di bahu (pleksus brakialis) dalam merangsang saraf pada organ paru, jantung, liver, ginjal, lambung, dan usus sehingga metabolisme optimal. - Dua kaki jinjit meningkatkan stimulus sensor-sensor saraf yang merupakan refleksi fungsi organ dalam.

Gerakan ke-2
Tunduk Syukur: Dari posisi berdiri tegak dengan menarik napas dalam secara rileks, tahan napas sambil membungkukkan badan ke depan (napas dada) semampunya. Tangan berpegangan pada pergelangan kaki sampai punggung terasa tertarik/teregang. Wajah menengadah sampai terasa tegang/panas. Saat melepaskan napas, lakukan hal itu dengan rileks dan perlahan.

Manfaat: - Menarik napas dalam dengan menahannya di dada merupakan teknik menghimpun oksigen dalam jumlah maksimal sebagai bahan bakar metabolisme tubuh. - Membungkukkan badan ke depan dengan dua tangan berpegangan pada pergelangan kaki akan menyebabkan posisi tulang belakang (tempat juluran saraf tulang belakang berada) relatif dalam posisi segmental anatomis-fungsional (segmen dada-punggung) yang lurus. Hal ini memunculkan relaksasi dan membantu mengoptimalkan fungsi serabut saraf segmen tersebut. Di samping itu, langkah ini dapat menguatkan struktur anatomis-fungsional otot, ligamen, dan tulang belakang. - Dalam posisi Tunduk Syukur (membungkuk) ini, segmen ekor-pungung membentuk sudut sedemikian rupa, menyebabkan tarikan pada serabut saraf yang menuju ke tungkai dan menyebabkan stimulus yang meningkatkan (eksitasi) fungsi dan membantu menghindari risiko jepitan saraf. - Menengadahkan wajah menyebabkan tulang belakang (termasuk saraf tulang belakang di dalamnya) membentuk sudut yang lebih tajam dari posisi normal, menyebabkan peningkatan kerja (eksitasi) serabut saraf segmen ini, serta berperan dalam meningkatkan, mempertahankan suplai darah, dan oksigenasi otak secara optimal.

Gerakan ke-3
Duduk Perkasa: Menarik napas dalam (napas dada) lalu tahan sambil membungkukkan badan ke depan dan dua tangan bertumpu pada paha. Wajah menengadah sampai terasa tegang/panas. Saat membungkuk, pantat jangan sampai menungging.

Manfaat: - Duduk Perkasa dengan lima jari kaki ditekuk-menekan alas/lantai merupakan stimulator bagi fungsi vital sistem organ tubuh: ibu jari terkait dengan fungsi energi tubuh. Adapun jari telunjuk terkait dengan fungsi pikiran, jari tengah terkait dengan fungsi pernapasan, jari manis terkait dengan fungsi metabolisme dan detoksifikasi material dalam tubuh, serta jari kelingking terkait dengan fungsi liver (hati) dan sistem kekebalan tubuh. - Menarik napas dalam lalu ditahan sambil membungkukkan badan ke depan dengan dua tangan bertumpu pada paha. Hal ini memberikan efek peningkatan tekanan dalam rongga dada yang diteruskan ke saluran saraf tulang belakang, dilanjutkan ke atas (otak), meningkatkan sirkulasi dan oksigenasi otak yang pada akhirnya mengoptimalkan fungsi otak sebagai 'pusat komando' kerja sistem anatomis fungsional tubuh. - Punggung tangan yang bertumpu pada paha akan menekan dinding perut sejajar dengan organ ginjal yang ada di dalamnya. Hal ini membantu mengoptimalkan fungsi ginjal.

Gerakan ke-4
Sujud Syukur : Posisi Duduk Perkasa dengan dua tangan menggenggam pergelangan kaki, menarik napas dalam (napas dada), badan membungkuk ke depan sampai punggung terasa tertarik/teregang, wajah menengadah sampai terasa tegang/panas. Saat membungkuk, pantat jangan sampai menungging. Saat melepaskan napas, lakukan hal itu secara rileks dan perlahan.

Manfaat: - Menampung udara pernapasan seoptimal mungkin kemudian menahannya akan meningkatkan tekanan di dalam saluran saraf tulang belakang tempat saraf tulang belakang berada. Hal ini juga akan berdampak pada meningkatnya suplai darah dan oksigenasi otak. - Dengan menengadahkan kepala, terjadi fleksi pada ruas tulang leher, termasuk serabut saraf simpatis yang berada di sana. - Dua tangan menggenggam pergelangan kaki adalah gerakan untuk membantu kita dalam memosisikan ruas tulang leher dalam keadaan fleksi dan melebarkan ruang antarruas tulang tersebut, tempat jaringan ikat lunak sebagai absorber (peredam kejut). Posisi ini memberikan efek relaksasi pada serabut saraf simpatis tersebut, yang di antaranya memberikan persarafan pada pembuluh darah ke otak hingga terjadi pula relaksasi dinding pembuluh darah ini.

Gerakan ke-5
Berbaring Pasrah : Posisi kaki Duduk Pembakaran dilanjutkan Berbaring Pasrah. Punggung menyentuh lantai/alas, dua lengan lurus di atas kepala, napas rileks dan dirasakan (napas dada), perut mengecil.

Manfaat: - Relaksasi saraf tulang belakang karena struktur tulang belakang "relatif" mendekati posisi lurus dengan kondisi lekukan-lekukan anatomis segmental tulang belakang (diikuti saraf tulang belakang) menyebabkan regangan/tarikan pada serabut saraf tulang belakang berkurang. Dengan demikian, hal ini memberikan kesempatan rileks dan bisa mengatur kembali fungsi optimal organ dalam yang sarat saraf. - Efek relaksasi saraf tulang belakang ini juga diteruskan ke pusat (otak) sebagai sinyal tentang kondisi anatomis fungsional saat itu, kemudian pusat memberikan respons dalam bentuk "pengaturan kembali" kerja sistem dalam tubuh, dan terjadilah proses self healing (penyembuhan diri sendiri). - Efek optimalisasi fungsi sistem tubuh juga berlangsung akibat stimulasi tombol-tombol kesehatan saat tungkai dalam posisi Duduk Pembakaran, lengan Lapang Dada, dan napas rileks (lingkaran).

buat yang mau praktek, silakan donlot attachment-nya ya, semoga bermanfaat
 

 

Minggu, 01 Juli 2012

[Fiksi] Ustadz, Nabi kok makan kambing?

"Pak ustadz, Nabi SAW kok suka makan kambing ya?" tanya seorang jamaah kepada ustadz Firdaus. Ustadz Firdaus, ustadz muda lulusan LIPIA itu dibuat bingung oleh pertanyaan si jamaah. Beliau pun balik bertanya pada sang jamaah "Memangnya kenapa pak? bukankah daging kambing itu halal? masak mentang-mentang Nabi lalu tidak boleh makan daging kambing?". "Begini ustadz, halal sih halal. Tidak ada orang yang bilang daging kambing itu haram, tidak seperti babi. Tapi ya itu ustadz, daging kambing kan biangnya penyakit. Banyak orang, karena suka makan daging kambing, ada yang kena stroke, tekanan darah tinggi, jantung koroner dan penyakit lainnya. Sedangkan Nabi kita itu kan uswatun hasanah, beliau sungguh layak diteladani dalam berbagai aspek kehidupannya. Karena itulah saya bingung, masak sih Nabi malah mencontohkan kebiasaan yang merusak kesehatan?" lanjut sang jamaah.

Ustadz Firdaus pun terdiam sejenak. Beliau sekilas teringat akan kata-kata seorang temannya yang mengatakan bahwa paradigma bahwa daging kambing merusak kesehatan adalah propaganda musuh Islam dan ummat Islam. Maklum, sang teman adalah penggemar teori-teori konspirasi yang banyak digandrungi orang. Namun, ustadz Firdaus merasa bahwa pendekatan seperti itu kurang tepat untuk digunakan sebagai jawaban pertanyaan sang jamaah. Beliau memutuskan untuk menggunakan pendekatan yang lebih bisa diterima dan lebih mendidik. "Begini" kata ustadz Firdaus "Nabi kita yang mulia itu memang suka makan daging kambing. Tidak hanya beliau, para nabi-nabi terdahulu pun banyak yang pernah jadi penggembala kambing. Tentu saja ada kemungkinan para nabi tersebut mengonsumsi daging kambing. Apakah mungkin penggembala kambing tidak pernah sama sekali makan daging kambing? kan kedengarannya aneh. Dan kita juga tidak pernah menemukan satu riwayatpun yang menceritakan ada nabi yang tekanan darahnya tinggi, terserang stroke atau sakit jantung koroner". "Namun, di sisi lain banyak juga kita temukan orang-orang yang suka makan daging kambing tubuhnya sakit-sakitan. Entah stroke, darah tinggi, jantung koroner dan masih banyak lagi penyakit degeneratif lainnya" lanjut ustad Firdaus. "Berarti mungkin ada yang salah dalam mengolah daging kambing tersebut atau ada sebab-sebab lainnya. Tapi yang lebih mungkin adalah gaya hidup para pengonsumis daging kambing itu sendiri" kata ustadz Firdaus. "Maksud ustadz?" tanya sang jamaah kurang paham.

"Begini" kata ustadz Firdaus menjelaskan kepada sang jamaah "kita tidak tahu seberapa sering Nabi kita itu makan daging kambing. Anggaplah beliau cukup sering mengonsumsi daging tersebut, walau tentu saja tidak berlebihan. Maka, yang menjadi masalah adalah bagaimana cara beliau menjaga kesehatan sambil tetap mengonsumsi menu daging kambing tersebut". "Salah satu kebiasaan Nabi kita adalah berdzikir setiap habis subuh hingga terbit matahari. Itu agak lama kan? Nah, kira-kira Nabi saat itu duduknya bersila atau duduk bersimpuh?" tanya ustadz Firdaus pada sang jamaah. "Tidak tahu ustadz, kayaknya tidak ada hadits yang menjelaskan deh" jawab jamaah. "Benar, memang dalilnya tidak ada. Namun, kalau menurut saya, kemungkinan besar Nabi duduknya saat itu bersimpuh, bukan bersila. Kenapa? karena di dalam tubuh manusia terdapat sejumlah “tombol”. Salah satu diantara tombol-tombol tersebut adalah tombol pembakaran yang terletak di pangkal telapak kaki atas, antara jempol dan telunjuk.  Tombol pembakaran jika ditekan agak lama dan keras akan menimbulkan polarisasi medan magnet di telapak kaki kita sehingga terjadi konversi energi negatif menjadi energi pembakaran yang berguna untuk membakar asam urat, gula darah,  kolesterol, asam laktat, crystal oxalate dan racun tubuh di jaringan telapak kaki. Saat itulah terjadi konversi sumbatan energi, termasuk yang diakibatkan oleh kolestrol daging kambing tadi, menjadi bentuk energi lainnya yang bisa terbuang dengan mudah dari tubuh. Jadi, hampir setiap pagi Nabi kita melakukan detoksifikasi energi saat bersimpuh sambil berdzikir itu sehingga tidak ada energi negatif, kolestrol dan sebagainya yang tersisa dalam tubuh beliau". "Oh, begitu ya pak Ustadz? pantas saja saya selama ini memperhatikan ustadz kalau duduk tidak pernah bersila, selalu bersimpuh. Sebenarnya saya ingin bertanya apa tidak pegal? Tapi gak enak ah" kata sang jamaah. "Iya, saya juga dulu waktu awal-awal mempraktekkan ilmu ini, setelah diberitahu dalam suatu pelatihan, kaki pegal dan sakit luar biasa. Tapi lama kelamaan biasa juga. Sempat juga saya muntah-muntah dan bolak balik ke belakang. Tapi saya sadar, mungkin inilah detoksifikasi yang dimaksud. Gak masalah sakit sedikit, yang penting sehat. Akhirnya, sampai sekarang saya selalu duduk bersimpuh, baik saat membaca Al Quran, menonton TV, berdzikir dan sebagainya." kata ustadz Firdaus tersenyum "Apalagi kalau ditambah Senam yang diambil dari gerakan-gerakan sholat, bakal lebih mantap lagi". "Kayaknya saya juga perlu mempraktekkan ilmu seperti itu ya ustadz" kata sang jamaah. "Tentu" jawab ustadz Firdaus "masak kita sebagai bagian dari ummat Islam yang seharusnya jadi rahmatan lil alamin malah sakit-sakitan. Gak lucu dong". "Baik, ustadz, terima kasih tambahan ilmunya, saya mau pamit dulu ya, Assalamualaikum" kata sang jamaah. "Waalaikum salam, sama sama pak" kata ustadz Firdaus.

Semoga bermanfaat

Note: Senam Gerakan Sholat bisa di-download di attachment

Referensi

Duduk Simpuh
Pijat Getar Syaraf & Senam Ergonomik dan Meditasi Mengenal Diri di Milis ErgoLife-Club

Dipersembahkan oleh Distromuslim dot net
 
 
 

Sabtu, 30 Juni 2012

Inilah Senam Ergonomik dan Manfaatnya ~ Zona Pencarian

http://zonapencarian.blogspot.com/2010/08/inilah-senam-ergonomik-dan-manfaatnya.html
Lima gerakan utama dalam senam ergonomik adalah gerakan Lapang Dada, Tunduk Syukur, Duduk Perkasa, Sujud Syukur, dan Berbaring Pasrah. Gerakan-gerakan ini diinspirasi dari gerakan-gerakan dalam shalat seperti berdiri dan mengangkat tangan, ruku, duduk dan sujud.

Berikut ini adalah lima gerakan dalam senam ergonomik beserta manfaatnya :

selanjutnya sila ke link :)

Minggu, 10 Juni 2012

[Sosial] Mas, uang rokoknya mana?

"Mas, uang rokoknya mana?" kata si pengirim kepada Syamsudin, si penerima paket. "Emangnya harus pakai uang rokok ya?" tanya Syamsudin dengan nada tinggi dan pandangan tajam ke arah si pengirim. "Ya, enggak sih, kalau ada boleh" kata si petugas pengirim salah tingkah. Syamsudin sendiri terlihat bimbang, di satu sisi dia tidak ingin melewatkan setiap kesempatan sedekah namun di sisi lain dia juga tidak ingin orang jadi pengemis yang suka meminta-minta, rokok lagi. Pemahaman agama Syamsudin memang cukup baik sehingga dia menganggap pemberian seperti itu tidak mendidik. Syamsudin pun hanya diam sambil terus memandangi si petugas pengirim. Petugas itu pun pergi dengan menahan kejengkelan dalam hatinya. Sambil memandangi si petugas yang hilang di belokan jalan, Syamsudin merasakan kesedihan dan kekecewaan yang dalam. Dia sedih dan kecewa terhadap mentalitas bangsanya yang seakan tidak pernah bisa berhenti dari segala macam kerusakan dan kemunafikan.

Selain bon kosong, uang rokok juga salah satu modus mencari tambahan uang yang sering dilakukan orang, terutama kalangan menengah ke bawah. Memang, ada perusahaan-perusahaan tertentu yang memperbolehkan para pegawainya menerima tips, uang rokok atau apapun namanya. Intinya, jika konsumen merasa puas dengan pelayanan yang diterima, mereka boleh saja memberi uang tips. Namun, tentu saja hal ini tidak untuk dipaksakan. Meminta tips, apalagi dengan memaksa, adalah sebuah perbuatan yang sangat buruk dinilai dari sisi etika dan profesionalisme. Dari sudut pandang agama Islam, hal itu bisa dianggap sebagai kezaliman. Konsumen yang tidak memberi uang tips memang bukan lantas berarti tidak puas atas pelayanan yang diberikan. Mungkin mereka tidak terbiasa melakukan hal tersebut atau ada sebab lain yang belum kita ketahui. Yang penting adalah mereka sudah membayar lunas kewajiban pembayaran mereka atas pelayanan yang diterima. Uang yang dibayar konsumen tersebut pada gilirannya akan menjadi gaji yang diterima para pegawai. Kebiasaan buruk tersebut juga sesungguhnya membahayakan mentalitas si pegawai sendiri. Dia akan terbiasa menganggap dirinya miskin dan serba kekurangan. Dia merasa bahwa dirinya harus senantiasa dikasihani, termasuk selalu diberi uang tambahan untuk membeli rokok. Uang tambahan itu sendiri sudah menjadi semacam candu yang tidak kalah berbahayanya dengan rokok bahkan narkotika. Kalau mentalitasnya sudah seperti ini, bagaimana mungkin manusia sepert itu akan bisa meraih kemajuan berarti di masa depan?

Meskipun tidak selalu, uang rokok memang seringkali digunakan untuk membeli rokok. Rokok memang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebagaiman dikutip dari detikHealth.com, Indonesia menempati urutan ketiga dengan konsumsi rokok terbanyak di dunia setelah China dan India karena pertumbuhan jumlah perokok generasi baru di Indonesia meningkat dengan cepat. YLKI, dalam beberapa situs pemberitaan online, menyatakan bahwa 70 persen perokok berasal dari kalangan keluarga miskin. Banyak diantara mereka yang lebih memilih menggunakan uangnya untuk membeli rokok daripada untuk memperbaiki gizi dan pendidikan keluarganya. Ada juga yang anaknya sampai tidak sekolah lagi. Ketika mereka ditanya kenapa tidak gunakan uang rokoknya untuk biaya sekolah si anak? banyak yang menjawab, “Lebih baik anak saya tidak sekolah dari pada saya berhenti merokok,”. Tidak mengherankan apabila uang rokok seakan menjadi semacam keharusan dalam berbagai urusan di negeri ini.

Uang rokok, uang tips, uang lelah atau apapun namanya adalah gambaran buram dari mentalitas hedonis dan materialistik dari bangsa Indonesia ini. Bangsa yang penduduknya lebih suka mengeluarkan uang untuk berfoya-foya menikmati hiburan semu hampa makna. Bangsa yang sebagian penduduknya rela mengorbankan etika bisnis dan profesionalisme demi memperoleh sedikit uang tambahan untuk memuaskan kecanduan rokoknya. Melepaskan diri dari mentalitas uang rokok ini memang tidak mudah. Perlu upaya keras, cerdas, ikhlas, sinergis, terstruktur dan sistematis dari semua pihak yang berkepentingan seperti masyarakat, para da'i dan ulama serta aparat pemerintah. Namun, kita bisa memulainya dari diri sendiri dan lingkungan terdekat kita. Sekecil apapun, Insya Allah harapan ke arah yang lebih baik akan selalu ada dengan izinNya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aamiin.

Semoga bermanfaat

dipersembahkan oleh distromuslim dot net

Banyak cara untuk menginspirasi banyak orang baik secara langsung atau tidak langsung.  Salah satu cara mudah untuk menginspirasi orang lain berbagi adalah dengan mengenakan kaos yang berisi tulisan atau citra insiparatif seperi Kaos Sedekah. Kaos ini berisi kata-kata motivasi untuk bersedekah dan berbagi pada sesama dengan cara yang halus dan tidak menggurui. Baik juga untuk hadiah atau souvenir bagi yang dicintai dan dikasihi.  Kaos ini dapat diperoleh di situs distromuslim dot net.

Kamis, 31 Mei 2012

Terapi Perokok dengan teknik Emotional Freedom Technique

Jika kita hendak menterapi klien perokok dengan metode EFT atau Emotional Freedom Technique, maka tahapanya adalah sebagai berikut:

1. Menghilangkan rasa nikmat merokok.

Tapping atau pengetukan akan memeperlancar saluran energi yang terhambat sehingga terjadi perubahan fisiologis pada diri si perokok. Rasa nikmat rokok akan berkurang bahkan bukan tidak mungkin hilang sama sekali. Rasa yang ada akan berganti dengan rasa tidak enak, mirip saat si perokok mulai mengenal rokok dan belajar merokok. Terkadang, satu putaran tapping saja bisa klien akan merasa pusing atau tidak nyaman lagi saat merokok.  Namun, terkadang perlu juga diterapi beberapa kali untuk menetralisir perasaan enak saat merokok, terutama bisa klien sudah merokok dalam waktu yang cukup lama.
 
2. Menghilangkan faktor psikologis yang menyebabkan seseorang merokok.

Kecanduan rokok biasanya merupakan puncak gunung es psikologis. Di bawah puncak tersebut terdapat banyak masalah yang rumit, yang seringkali dihindari dan diredam dengan sensasi rokok. Pada tahap ini, diperlukan kerja sama yang baik antara si perokok dengan terapisnya. Faktor-faktor pemicu kebiasaan merokok harus dituntaskan satu demi satu. Pada tahap ini, si perokok juga bisa diajari untuk melakukan terapi pada dirinya sendiri untuk lebih memantapkan hasilnya. Namun, dalam tahap ini, seorang terapis juga harus berhati-hati jangan sampai terjebak menangani kasus yang ada di luar kemampuannya. Motto "Try it on everything" tidak berlaku dalam kasus-kasus trauma yang berat yang seharusnya ditangani tenaga profesional.

3. Menghilangkan efek teman sejati (Rokok yang telah menyertai hidup pecandunya selama ini)

Banyak orang yang sudah merokok selama belasan bahkan puluhan tahun menganggap rokok sebagai teman sejatinya.  Selama seseorang masih hidup, akan selalu ada harapan untuk menjadi lebih baik daripada dia di masa lalunya. Allah SWT terkadang menyempitkan atau bahkan menutup pintu rezeki dalam rangka mendidik hamba2Nya, namun Dia tidak pernah menutup pintu taubat. Pintu taubat akan terus terbuka siang dan malam untuk hamba2Nya yang pernah berdosa dan melampaui batas namun tetap tidak berputus asa dari Rahmat dan Ampunan-Nya. Maha Suci Allah SWT dari perbuatan zalim sekecil apapun.

teknisnya sebagai berikut:

1. Set Up: Kalimat set-up ini adalah kalimat yang digunakan untuk "memprogram" bawah sadar klien agar siap menjalani terapi.  Bisa berupa sugesti atau afirmasi dan bisa juga diganti dengan doa sesuai keyakinan klien.  Misalnya "Yaa Allah walaupun saya kecanduan merokok tapi saya ikhlas dengan kondisi ini dan saya pasrahkan hilangnya kecanduan merokok saya hanya padaMu".  Kalimat setup ini bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan.

2. Tune In: Merasakan sakit atau perasaan yang ingin dihilangkan.  Jika sakit fisik, rasakan seperti apa sakitnya, di mana letaknya dan berapa intensitasnya (skala 1 - 10 atau dari sakit sekali sampai tidak sakit).  Jika yang dirasakan masalah emosi, bisa dibayangkan semampu klien peristiwa atau kejadian yagn membuatnya merasa tidak nyaman secara emosional.

3. Tapping: Pengetukan titik-titik tertentu pada tubuh klien.

Berikut adalah titik-titik tersebut:

Cr = Crown,Pada titik dibagian atas kepala

EB = Eye Brow,Pada titik permulaan alis mata

SE = Side of the Eye Di atas tulang disamping mata

UE = Under the Eye 2 cm dibawah kelopak mata

UN = Under the Nose,Tepat dibawah hidung

Ch = Chin,Di antara dagu dan bagian bawah bibir

CB = Collar Bone,Di ujung tempat bertemunya tulang dada, collar bone dan tulang rusuk pertama

UA = Under the Arm,Di bawah ketiak sejajar dengan putting susu (pria) atau tepat di bagian tengah tali bra (wanita)

BN = Bellow Nipple2,5 cm di bawah putting susu (pria) atau di perbatasan antara tulang dada dan bagian bahwa payudara

IH = Inside of Hand,Di bagian dalam tangan yang berbatasan dengan telapak tangan

OH = Outside of Hand,Di bagian luar tangan yang berbatasan dengan telapak tangan

Th = Thumb, Ibu jari disamping luar bagian bawah kuku

IF = Index Finger,Jari telunjuk di samping luar bagian bawah kuku (dibagian yang menghadap ibu jari)

MF = Middle Finger, Jari tengah samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)

RF = Ring Finger,Jari manis di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)

BF = Baby Finger, Di jari kelingking di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)

KC = Karate Chop,Di samping telapak tangan, bagian yang kita gunakan untuk mematahkan balok saat karate

GS = Gamut Spot,Di bagian antara perpanjangan tulang jari manis dan tulang jari kelingking

Beberapa TIPS yang dapat kita perhatikan sebagai berikut:

1. Lakukan EFT dengan penuh keyakinan bahwa ini merupakan doa kita kepada Allah SWT yang mudah-mudahan akan dikabulkan-Nya.

2. Lakukan setiap langkah dengan penuh kosesntrasi atau betul-betul dinikmati setiap langkah, karena hasil akhir merupakan kesusksesan dari setiap langkah yang kita lakukan dengan sukses.

3. Tetap sabar apabila kita merasa hasilnya belum sesuai dengan harapan kita, toh kalau kita benar-benar sudah mengikhlaskan dan memasrahkan persoalan kita, kita tidak akan ngotot bila hal tersebut belum berhasil.

Note: sebagai tambahan untuk artikel berkaitan dengan Hari Tanpa Tembakau yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2012 bagian pertama dan bagian kedua

Semoga bermanfaat

dipersembahkan oleh Distro Muslim dot net  

Selasa, 29 Mei 2012

[Donor Darah Apheresis] First Time Donor


Sambungan dari posting yang ini

Sesudah mendapatkan nikmat karunia Allah SWT yang luar biasa yaitu lulus dari screening apharesis, saya mendapat pesan singkat dari mbak Deffi untuk donor pada keesokan harinya. Pesan itu masuk sekitar pukul 20:30 malam dan saya pun langsung menyanggupi untuk melakukan donor darah apheresis untuk pertama kalinya. Kegiatan donor darah itu akan dilaksanakan di PMI Lenteng Agung jam 08:30 pagi, tempat yang sama dengan saat dilakukan screening apheresis.  

Saat saya tiba, ada orang lain yang sudah datang juga namun belum ikut screening sehingga sayalah yang harus melakukan donor darah saat itu.  Saya pun diukur tekanan darahnya dan saat itu alhamdulillah normal.  Namun, karena waktu itu saya belum sarapan, petugas yang berwenang pun menganjurkan saya sarapan dulu sambil menunggu dokter.  Para petugas pun harus mempersiapkan mesin Hemodialisis dan memasang kit atau peralatan penampung darah yang terdiri dari sebuah tabung, beberapa kantong dan banyak selang-selang. Saya lihat pemasangan itu cukup rumit dan pastinya harus dilakukan seseorang yang sudah terlatih untuk melakukannya.  Saya pun sarapan di kantin dekat tempat donor darah aphresis itu berlangsung dan saya juga menyempatkan diri ke belakang agar tidak repot saat donor berlangsung. Donor darah apheresis ini memang berlangsung cukup lama, sekitar satu setengah sampai dua jam. Satu kali donor terdiri dari beberapa siklus yang terdiri dari pengeluaran darah, ekstrasi trombosit dan pengembalian darah ke tubuh pendonor. Tiga tahap tersebut dihitung satu siklus dan sesudah satu siklus selesai maka mesin akan bekerja kembali untuk melanjutkan siklus kedua dan seterusnya.

Pengambilan darah dilakukan dengan penusukan pembuluh darah vena dengan jarum berongga yang cukup besar. Oleh karena itu, saat screening, salah satu yang diperiksa adalah pembuluh vena.  Seorang donor darah apheresis harus memiliki pembuluh vena yang cukup besar dan tidak bengkok agar proses donor darah tidak terganggu. Tangan kanan pendonor direntangkan, dililit alat kompresi yang seperti pada alat pengukur tekanan darah dan dia menganggam sebuah bola karet agar terjaga posisi tangannya.  Saat proses pengambilan darah berlangsung, alat kompresi menekan pembuluh darah agar darah bisa keluar.  Sesudah darah keluar, terjadi pemerosesan dalam mesin dan trombosit yang dibutuhkan anak-anak penderita kanker pun diekstraksi dan ditampung di sebuah kantong.  Saat proses pengembalian darah berlangsung, alat kompresi dikendurkan dan darah pun kembali masuk ke tubuh pendonor. Terasa cukup nyaman memang saat darah itu kembali ke dalam tubuh. Aliran darah itu memang sempat sedikit terganggu karena posisi tangan saya yang berubah tanpa sengaja, maklum kan masih pemula. Namun Alhamdulillah keseluruhan proses dapat berlangsung dangan baik dan lancar tanpa banyak gangguan.  Sesudah selesai, saya pun  diberi makanan untuk memulihkan tubuh dan trombosit hasil donor darah tersebut dibawa ke RS Dharmais untuk diberikan kepada anak yang membutuhkan, yang sedang menderita Leukumia.

Berikut beberapa pelajaran yang saya dapatkan dari donor darah apheresis yang pertama tersebut:

1. Mempersiapkan fisik dan mental dengan baik. Donor darah apheresis berlangsung cukup lama tergantung kuantitas dan kualitas trombosit pendonor.  Biasanya berlangsung antara satu sampai dua jam.  

2. Sarapan atau makan yang kenyang sebelum donor darah agar tidak terlalu lemas.

3. Malam sebelum donor darah jangan bergadang karena jika saat mendonorkan darah pendonor tertidur tanpa sadar posisi tangan bisa berubah.  Donor darah apheresis pun bisa gagal karena aliran darah di pembuluh vena terganggu.

4. Saat donor darah berlangsung, jaga agar tubuh dan pikiran tetap relaks.  Untuk para pendonor yang muslim bisa membaca dzikir-dzikir yang bisa menenangkan jiwa seperti istighfar, tasbih, tahmid, tahlil dan sebagainya.  Faktor psikologis sangat menentukan keberhasilan donor darah apheresis

5. Rasa sakit akibat pengeluaran jarum saat donor darah selesai bisa dikurangi dengan menarik napas panjang saat jarum ditarik keluar. Sakit sedikit tidak ada artinya dibandingkan amal shaleh yang baru saja dilakukan pendonor.

6. Seseorang yang sudah berkomitmen menjadi pendonor darah apheresis harus menjaga kesehatan tubuhnya.  Jumlah ideal trombosit bisa dijaga dengan mengonsumsi buah, sayur dan banyak minum air putih. Dianjurkan pula melakukan olah raga cardiovascular, seperti lari, jalan cepat atau berenang, agar aliran darah di tubuh pendonor selalu lancar.

Perlu kita ketahui bahwa donor darah apheresis ini tidaklah murah. Harga kit yang terdiri dari tabung, kantung dan selang bisa mencapai sekitar dua juta rupiah per paket dan semua itu hanya bisa dipakai sekali. Sesudah dipakai kit tersebut harus dibuang semuanya. Padahal banyak sekali anak-anak penderita kanker yang sangat membutuhkan trombosit hasil ekstraksi mesin Hemodialisis itu. Mereka membutuhkan "emas cair" atau trombosit itu untuk mempertahankan kehidupan mereka. Memang sebuah ironi yang menyedihkan, di sebuah negara yang penuh hasil bumi dan sumber daya alam melimpah ruah seperti Indonesia ini. Entah sudah berapa banyak ahli dan pakar yang menyampaikan pendapatnya sehingga mungkin kita perlu bertanya pada rumput yang bergoyang.

Saya sendiri baru mampu mengingatkan diri sendiri dan para pembaca sekalian untuk menyadari bahwa PEDULI, BERBAGI dan MEMBERI adalah salah satu KEBUTUHAN kita yang utama sebagai manusia. Sebelum memperturutkan keinginan, hobby dan membeli barang-barang mewah yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan, ada baiknya melihat ke sekitar kita adakah yang masih lebih memerlukan lembaran-lembaran rupiah yang ada di tangan kita sekarang? Jangan sampai langkah kita menuju surgaNya harus terhalang kesaksian-kesaksian orang yang secara tidak langsung kita zalimi.  Yaitu mereka yang sebenarnya bisa kita pedulikan kita beri dan kita bantu namun kita enggan melakukannya hanya karena ada barang-barang mahal yang lebih menarik bagi ego kita.   
 
Semoga bermanfaat dan semakin banyak orang terinspirasi untuk berkomitmen menjadi pendonor darah apheresis.

 

Selasa, 31 Januari 2012

Tukang Sampah London vs Tukang Sampah Indonesia, lebih tangguh siapa?

Siapa bilang orang Indonesia selalu kalah dari orang-orang luar negeri, baik yang bule ataupun non bule? BBC London telah membuktikan bahwa dalam profesi-profesi tertentu, orang Indonesia ternyata jauh lebih tangguh dari orang luar negeri.  Salah satunya adalah tukang sampah.  Ternyata tukang sampah Indonesia jauh lebih tangguh dari tukang sampah di luar negeri.  Salah satu dari para tukang sampah yang tangguh itu adalah Imam Syafii.  Imam Syafii setiap hari bergelut dengan tumpukan sampah yang menggunung di daerah Kawi Buntu, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.  Di daerah yang sebagian besar wilayahnya sudah tergusur untuk pembangunan gedung-gedung perkantoran dan perbelanjaan itulah dia tinggal bersama keluarganya.  Dia tinggal di rumah yang terbuat dari tripleks bekas dan berdampingan dengan tumpukan dan gerobak-gerobak sampah.  Padahal, hanya beberapa ratus meter dari sana, sebuah Mega Proyek Superblok sedang giat-giatnya dibangun.  Sebuah surga dunia bagi mereka yang berkantong tebal dan berduit banyak, bukan yang pekerjaannya mengangkut sampah seperti Imam Syafii.  Sungguh suatu ironi yang pedih menyayat hati siapapun yang masih bernurani.

Namun, entah mimpi apa semalam, si tukang sampah ini mendapat tamu istimewa.  BBC memilih Imam Syafii untuk menjadi partner bagi bintang tamu mereka dalam acara dokumenter "The Toughest Place to be a Bin Man" atau tempat paling menantang untuk menjadi seorang tukang sampah.  Tamu itu bernama Wilbur Ramirez, seorang berkulit hitam dan berbadan gempal yang berprofesi sebagai tukang sampah di London.  Selama 10 hari, Wilbur membantu Syafii dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari mengangkuti sampah.  Selama itu pula tamu kehormatan ini menelusuri "daerah pegunungan" (karena jalan-jalan di sana menggunakan nama-nama gunung seperti Bromo, Kawi, Merbabu, Lawu, Tangkuban Perahu dan sebagainya) yang sehari-hari jadi wilayah operasi Imam Syafii.  Selama "magang" bersama Imam Syafii itulah Wilbur mengalami sendiri betapa beratnya bekerja menjadi tukang sampah di Indonesia.  

Betapa tidak, jika di London para tukang sampah menggunakan kendaraan yang dilengkapi AC dan penghancur sampah, di Indonesia para tukang sampahnya menggunakan "kereta kencana" untuk mengangkut sampah.  "Kereta kencana" yang dimaksud tentu saja berbeda dengan yang dipergunakan para raja dan bangsawan yang ditarik kuda-kuda yang gagah perkasa.  "Kereta kencana" alias gerobak sampah itu harus ditarik sendiri oleh si tukang sampah sepanjang jalan di daerah tempatnya beroperasi.

Wilbur pun terbengong-bengong melihat Imam Syafii yang sehari-hari bekerja tanpa alas kaki.  "Mungkin kulit di telapak kakinya setebal kulit badak" demikian komentar tukang sampah dari London tersebut.  Wilbur pun lebih kaget lagi saat melihat Imam Syafii naik ke atas gerobak sampah dan menginjak-injak sampah untuk mendapat ruang muat lebih banyak.  "Apa dia tidak takut kena kaca atau beling" pikir tukang sampah dari luar negeri itu.

Selama bekerja, Wilbur menyaksikan sendiri betapa rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia dalam menjaga kebersihan.  Di London, para tukang sampah hanya perlu mengambil sampah yang sudah terbungkus rapi dalam plastik.  Sampah yang organik dan yang non organik pun sudah terpisah sehingga bisa ditangani dengan mudah oleh para tukang sampah.  Namun, di Indonesia pemisahan kedua sampah tersebut belum jadi budaya.  Hampir di setiap rumah yang mereka singgahi sampahnya tercampur antara sampah yang organik dan non-organik.  Wilbur terheran-heran melihat got atau saluran air kotor yang terbuka, tidak seperti gorong-gorong di London yang tertutup rapat.  Dia lebih terperanjat lagi saat Imam berkubang di got tersebut untuk mengambil sampah yang menyumbat aliran air kotor.  Tidak mengherankan, selama magang 10 hari bersama Imam, Wilbur sampai kehilangan 10 kilogram berat badannya.  Wilbur benar-benar telah mengakui kehebatan dan ketangguhan para tukang sampah di Indonesia karena dia menyatakan kapok bekerja sebagai tukang sampah di sini.  

Sebaliknya, Imam Syafii pun tidak mampu menyembunyikan perasaan iri yang ada dalam hatinya pada Wilbur.  Penghasilan Imam Syafii per bulan tentu jauh lebih rendah dibandingkan penghasilan Wilbur.  Jika sebulan Imam Syafii penghasilannya tidak sampai 1 juta, Wilbur bisa menghasilkan beberapa kali lipat, padahal profesi mereka sama. Sehingga, sebagaimana diberitakan detiknews dot com, jika Wilbur bisa punya mobil maka Syafii beli sendal saja susah.  Suasana kerja, jaminan kesehatan dan keselamatan kerja dan prospek karir mereka pun jauh berbeda.  Bagai bumi dan langit.  Sehingga, ketika BBC memberi Imam "uang lelah" sebesar 1.5 juta rupiah, dia tidak terlalu gembira.  Masih perlu dilihat, apakah nasib Imam Syafii jadi berubah seperti Briptu Norman dengan chaiya-chaiya-nya atau tetap sama saja.  Menyusuri jalan-jalan di kelurahan Guntur mengangkut sampah  tanpa pernah ada kejelasan apakah nasibnya akan menjadi lebih baik di masa depan atau tidak?

Sungguh ironis.  

Note: sorry no pic, takut kena SOPA PIPA ACT

Yang mau nonton silakan mampir ke

The toughest Place to be a Bin Man Part 1

The toughest Place to be a Bin Man Part 2

Rabu, 17 Agustus 2011

[Dunia Ghaib] Ciri Gangguan Jin pada Kesehatan Manusia

  1. Jin terbuat dari api yang bersih dari asap. Dengan kata lain, jin terbuat dari gas plasma. Karena itulah orang yang terkena gangguan jin sering merasa kembung dan masuk angin karena tekanan gas yang berlebihan dalam tubuhnya.
  2. Jin, menurut sebuah hadits, mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah.  Orang yang terkena gangguan jin sering merasa tidak nyaman dan lancar peredaran darahnya.  Orang-orang seperti ini seringkali merasa pegal-pegal di bagian2 tubuh tertentu seperti pundak.  Kaki dan tangan pun seringakali terasa dingin karena darah tidak mengalir secara penuh sampai ke sana.
  3. Jin adalah makhluk ruhani, sehingga orang yang terkena gangguan jin akan mengalami kesulitan tidur.  Saat seseorang tidur, ruhaninya akan aktif memperbaharui sel-sel tubuh dan mengolah energi tubuhnya.  Saat ruhani seseorang terganggu dengan adanya kehadiran jin, maka ruhani tersebut akan melawan dan bersiap -siap bertempur, hingga orang itu akan sulit tidur.  Kemampuan ruhani untuk memperbaharui diri manusia tersebut akan berkurang dan orang itu akan sulit kembali menyegarkan dirinya.
  4. Jin seringkali membuat simpul-simpul energi di bagian otak, terutama otak kecil, saat seseorang tidur. Orang yang mengalami gangguan di sekitar tengkuk.  Tengkuk akan mengalami pegal-pegal  dan terasa berat.  Simpul itu sendiri ada tiga yang diikatkan setiap hari, simpul pertama akan lepas dengan doa bangun tidur, simpul kedua lepas denagn berwudhu dan simpul ketiga lepas dengan sholat.  

Namun demikian, menurut sebuah sumber, gangguan jin itu sendiri hanya berperan sekitar 3 persen dari keseluruhan masalah kesehatan fisik dan emosional manusia.  Seorang manusia rentan diganggu jin karena pertahanan dirinya sudah lemah terlebih dahulu.  Baik dalam hal keimanan atau kesehatan fisik yang bersangkutan.  Orang tersebut bisa jadi tidak menjaga kesehatannya, seperti makan sembarangan, kurang istirahat, stress dan sebagainya.  Bisa juga karena memang tidak menjaga ibadah ritual harian, baik yang wajib maupun yang sunnah.

Sebagai makhluk energi, jin mempengaruhi sistem energi tubuh manusia. Sistem  energi itu sendiri merupakan penghubung antara ruh manusia dengan tubuh fisiknya.  Sehingga, manusia akan cenderung pada hal-hal yang bersifat materialistik dan mengabaikan keruhanian.  

Allah SWT sudah menurunkan Al Quran sebagai petunjuk, rahmat dan obat bagi orang-orang yang beriman agar terhindar dari gangguan jin dan masalah-masalah yang ditimbulkannya.  "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Yunus [10]:57).  Dalam hal ini, tentu saja Al Quran tidak sekedar dibaca atau dibacakan, namun perlu dipelajari, ditadaburi, dihayati dan diamalkan secara keseluruhan secara bertahap.

Sumber: ceramah tarawih masjid At Taufiq, Guntur, Jakarta Selatan. dengan sedikit tambahan

Tambahan referensi:

Frekuensi Cinta, Santet dan Pelet

Tanda-tanda gangguan Jin

Sabtu, 02 Juli 2011

Ufuk Press Online - Quantum Touch

http://www.ufukpress.com/modules.php?name=Katalog&op=tampilbuku&bid=282
Sinopsis

Quantum Touch (Sentuhan Kuantum) mewakili terobosan besar dalam seni penyembuhan dengan tangan. Bagi SIAPA PUN tak terkecuali ANDA. Quantum Touch memungkinkan Anda memiliki kekuatan untuk pekerjaan Anda yang sebelum ini nampak tidak mungkin. Quantum Touch Juga cukup membantu ketika diterapkan untuk beragam keadaan, seperti pengobatan jarak jauh, untuk membantu menyeimbangkan tekanan emosional, atau bahkan untuk menyembuhkan hewan peliharaan Anda. Masa depan itu adalah sekarang dan Quantum Touch bukan hanya penemuan yang mengagumkan, namun juga kemampuan yang amat penting untuk dimiliki.

_________________________REVIEW__________________________


“Quantum Touch tampil sebagai teknik pertama yang benar-benar dapat menjadikan kita semua sebagai seorang penyembuh.” —C. Norman Shealy, M. D., Ph. d., Pendiri dan Presiden American Holistic Medical Association “Sebuah terobosan besar dalam penyembuhan menggunakan tangan.” —Majalah Alternative Medicine “Sudah 15 tahun lebih saya shalat hanya sambil duduk, karena pernah mengalami gegar otak. Saya coba ikut pelatihan Quantum Touch dan ketika baru selesai mengikuti sesi latihan pernafasan dan self healing, kemudian saya shalat zuhur dan sungguh saya sangat terkejut, saya bisa shalat sempurna. Subhanallah...” —Ibu Hj. Mien, Pasien Jantung “Subhanallah! Merasakan banyak energi cinta yang luar biasa. Bisa membantu membetulkan posisi tulang pinggang yang miring ke posisi yang benar dalam 7 menit.” —Upik, Praktisi Klinik Holistic Healing “Selama ini sudah beberapa orang saya terapi Quantum Touch, alhamdulillah berhasil. Terakhir pasien saya sakit jantung 1 bulan di ICU. Namun, setelah 1 minggu saya terapi jarak jauh, pasien saya lapor jantungnya tidak sakit lagi dan enak tidur.” —Hasan, Ketua Alumni Quantum Touch, Balikpapan

Selasa, 07 Juni 2011

[Komunitas Lebah] Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Start:     Jun 25, '11 08:00a
End:     Jun 25, '11 1:00p
Location:     Desa Kemang, Parung Panjang, Bogor
Copas dari notesnya Teh Fifi

Miris mengetahui ada Desa yang masih berstatus Desa Terpencil, padahal hanya satu setengah jam dari Jakarta, lebih miris lagi desa tersebut berada tepat di belakang satu kompleks perumahan terkenal di daerah Sawangan Bogor, tepatnya Desa Tegal, Kecamatan Kemang, sangat jauh berbeda dari Kemang Jakarta.

Desa dengan kurang lebih 500 KK ini adalah korban perubahan dari masyarakat agraris ke modern. Sebelum hadirnya Komplek Perumahan tersebut, lahan yang ada merupakan perkebunan karet, rata-rata warga bekerja sebagai penyadap karet. Setelah pohon karet berubah menjadi rumah-rumah mewah , mereka menjadi buruh harian lepas yang tidak ada pendapatan tetap. Belakangan ini untuk kaum ibu ada kegiatan memasang payet untuk taplak atau kerudung, itu pun hanya mendapatkan, maksimal, Rp.20.000 /minggu.

Dengan melihat kondisi demikian dan tempat yang jauh dari PUSKESMAS, yang hanya bisa dicapai dengan ojek, biaya transport Rp.10.000 , yang tentunya cukup besar bagi warga di sana. Komunitas Lebah akan mengadakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, yang Insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2011, bertempat di SDN Tegal 02 dan SDN Tegal Jaya 01.

Barangkali ada yang ingin berpartisipasi atau menginfaqkan sebagian rizkinya, dapat disalurkan kepada kami melalui rek BCA 5540368459 a.n Fitriana Damayanti atau Bank Mandiri 1020004636863 a.n Rossy Dwi Wiryanti. Mohon konfirmasinya bila telah transfer melalui inbox FB.

Semoga segalanya dimudahkan Allah SWT..



Jumat, 11 Maret 2011

[Quantum Touch] Leher pegal karena kolestrol

Sesudah pengajian teman saya memperkenalkan saya dengan seorang peserta pengajian.  Teman baru ini menceritakan kondisi lehernya yang pegal-pegal dan masalah kolestrolnya yang cukup tinggi.  Tadinya hendak saya tapping jika ada rasa sakit atau pegal yang dirasakan. Namun, karena dia bilang tidak ada rasa sakit atau pegal, saya pun langsung menggunakan teknik SQT yang saya pelajari selama jadi relawan di Padang beberapa waktu yang lalu.  

Setelah mengobrol beberapa saat, saya coba sentuh lehernya di bagian belakang sambil mengalirkan energi.  Sambil mengalirkan eenrgi. Saya tanya bagaimana rasanya.  Dia bilang hangat dan agak enteng rasanya.  Dia pun bilang ada terasa gemertak di belakang lehernya.  Sekilas memang terdengar oleh saya suara gemertak tulang.  Para praktisi QT yang tingkat vibrasi energinya tinggi bisa membantu mengembalikan tulang yang bergeser pada posisi yang sebenarnya tanpa urut ataupun pijat.  

Memang, untuk mencapai kesembuhan maksimal, diperlukan kedisiplinan menjaga kesehatan dalam berbagai aspek.  Makanan, istirahat, olah raga, manajemen stress dan sebagainya perlu diperhatikan dan dijaga jangan sampai merusak kesehatan.  Terapi apapun tidak akan banyak gunanya bila si pasien / klien sendiri tidak atau kurang disiplin menjaga kesehatannya. 

Sekedar catatan kecil nan ringan, semoga bermanfaat. 

Senin, 25 Oktober 2010

[SEFT] Tentang fatwa haram rokok dan terapi untuk menghentikan kecanduan

Repost dari Notes Facebook saya

Malam semakin larut namun kesibukan bapak-bapak anggota Linmas di bangunan itu tidak juga berhenti. Mereka asyik bermain kartu dengan diiringi musik dangdut bercampur disco yang mengajak siapapun yang mendengar untuk ikut bergoyang. Kepulan asap rokok tidak henti-hentinya memenuhi bangunan tersebut, seiring dengan kepulan uap kopi hitam yang menaburkan aroma yang khas dan familiar. orang-orang itu hendak sejenak melupakan kehidupan mereka nan berat dan sulit karena dililit kemiskinan. Bagaikan ular raksasa yang menghancurkan setiap aspek dan sendi dalam kehidupan mereka dan masih banyak lagi manusia yang kurang beruntung di negeri ini.

Begitulah kira-kira penggambaran saya pada suasana malam menjelang acara pemotongan hewan di desa Bahagia, Muara Gembong yang diselenggarakan yayasan sahabat peduli beberapa waktu yang lalu. Rokok seakan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehdupan masyarakat indonesia, terutama kalangan menengah ke bawah. Bahan perangsang itu telah lama dijadikan sebagai obat pembius yang dapat memberikan relaksasi sejenak bagi mereka. Membawa mereka sejenak ke alam mimpi dan fantasy, namun pada akhirnya mencampakkan mereka kembali tanpa ampun ke dalam dunia nyata yang kejam dan tidak berperikemanusiaan.

 

Fatwa haram merokok yang dikeluarkan sebuah ormas besar Islam sesungguhnya merupakan upaya menanggulangi masalah kronis ini. Namun, sebagaimana kita ketahui sebuah fatwa saja tidak cukup untuk menghilangkan masalah kronis yang sudah berurat dan berakar selama berpuluh tahun. Malah banyak pihak yang menentang fatwa itu, terutama dari kalangan industri rokok baik yang rumahan atau pabrikan, tradisional atau moderen.

Bahaya rokok terhadap kesehatan pribadi dan lingkungan sudah lama diketahui banyak orang. Hampir semua perokok sadar, minimal mengetahui, bahaya apa saja yang terkadung dalam batang-batang maut itu. Minimal mereka mengetahui secara general/umum. Namun, seperti yang kita saksikan sehari-hari, ujung batang-batang itu tetap menyala, sambil mengepulkan asap bagaikan hantu pembunuh yang menari-nari menunggu mangsanya jatuh dalam kebinasaan. Asap maut pembawa malaptetaka itu sesungguhnya hanya merupakan puncak gunugn es yang besar. Di bawah puncak tersebut terpendam persoalan psikologis personal dan sosial yang tidak kalah mengerikan.


Para perokok sebagian besar berasal dari golongan menengah ke bawah alias miskin. Mereka seakan bisa merelakan standar kehidupan mereka tidak juga meningkat asalkan bisa memuaskan kecanduan mereka akan rokok. Anak-anak mereka kurang gizi atau bahkan menderita gizi buruk. Pendidikan anak-anak mereka terlantar dan kesehatan anak-anak tersebut terbengkalai. Bahkan, asap rokok yang setiap hari terhisap oleh anak-anak mereka menyebabkan anak-anak itu jadi mudah sakit atau memang sudah sakit.

 

Informasi tentang rokok dan bahaya yang terkadung di dalamnya biasanya sangat minim dan terlalu umum. Bagi mereka, informasi tersebut hampir tidak ada artinya, tidak menggugah kesadaran mereka. Terkadang, mereka belum juga tergerak untuk berhenti justru pada saat tanda-tanda bahaya mulai terjadi, seperti jantung berdebar lebih keras, nafas sesak dan batuk tak kunjung henti. Baru saat semua terlambat, saat mereka harus berurusan dengan dokter dan paramedis, mereka baru ingin berhenti. Saat itu biaya yang harus mereka keluarkan sudah berlipat ganda karena sebagaimana kita ketahui kesehatan telah menjadi industri. Seakan-akan orang miskin dilarang sakit, karena sakit itu mahal. Sangat mahal.

 

Mereka juga belum mengetahui adanya berbagai terapi yang dapat digunakan untuk menanggulangi kecanduan mereka akan rokok seperti SEFT, EFT, TAT, hypnoteraphy dan sebagainya. Seakan-akan kalau sudah kecanduan rokok, seseorang telah divonis kecanduan seumur hidupnya. Memang, terapi-terapi tersebut bukan jaminan seseorang akan bisa berhenti merokok. Tekad yang kuat tetap diperlukan bagi seseorang untuk bisa berhenti dan meninggalkan kebiasaan buruk apapun.

 

Terapi penyelesaian kecanduan merokok dengan teknik SEFT biasanya memiliki tahapan2 sebagai berikut:

 

1. Menghilangkan rasa nikmat merokok.

Tapping atau pengetukan akan memeperlancar saluran energi yang terhambat sehingga terjadi perubahan fisiologis pada diri si perokok. Rasa nikmat rokok akan berkurang bahkan bukan tidak mungkin hilang dan berganti dengan rasa tidak enak, mirip saat si perokok mulai belajar merokok.

 
2. Menghilangkan faktor psikologis yang menyebabkan seseorang merokok.

Kecanduan rokok biasanya merupakan puncak gunung es psikologis. Di bawah puncak tersebut terdapat banyak masalah yang rumit, yang seringkali dihindari dan diredam dengan sensasi rokok. Pada tahap ini, diperlukan kerja sama yang baik antara si perokok dengan terapisnya. Faktor-faktor pemicu kebiasaan merokok harus dituntaskan satu demi satu.

3. Menghilangkan efek teman sejati (Rokok yang telah menyertai hidup pecandunya selama ini)

Selama seseorang masih hidup, akan selalu ada harapan untuk menjadi lebih baik daripada dia di masa lalunya. Allah SWT terkadang menyempitkan atau bahkan menutup pintu rezeki dalam rangka mendidik hamba2Nya, namun Dia tidak pernah menutup pintu taubat. Pintu taubat akan terus terbuka siang dan malam untuk hamba2Nya yang pernah berdosa dan melampaui batas namun tetap tidak berputus asa dari Rahmat dan Ampunan-Nya. Maha Suci Allah SWT dari perbuatan zalim sekecil apapun.

Harapan saya, makin banyak praktisi SEFT dan terapi2 yang lain yang bersedia untuk membantu sesama untuk berhenti merokok atau kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Bukankah manusia yang paling baik adalah manusia yang banyak manfaatnya bagi sesama, baik kualitas maupun kuantitasnya.


More Information, please visit

Logos Institute 

Jumat, 22 Oktober 2010

[Tulisan Repost] Menyembuhkan diri dengan memberdayakan energi tubuh


Note: Tulisan ini diikut sertakan pada workshop perdana Pena Lectura beberapa waktu yang lalu dan di-repost di blog ini. Foto di atas dari baksos bersama para alumni pelatihan SEFT Total Solution di Penjara Cipinang dari album yang ini

Semoga bermanfaat

Menyembuhkan diri dengan memberdayakan energi tubuh

Pada umumnya kita hanya melihat sebab dan akibat semata. Pada paradigma energy psychology, diantara sebab dan akibat ada proses antara yang disebut gangguan pada sistem energi tubuh. Setiap penyebab, baik fisik dan emosi, akan menyebabkan gangguan energi tubuh sebelum akhirnya muncul sebagai rasa sakit.

Apabila bagian dari sistem energi tubuh yang terganggu itu sudah normal kembali, maka sakit yang diderita akan berangsur-angsur pulih. Richard Gordon, pendiri Quantum Touch, menegaskan bahwa sesungguhnya semua penyembuhan adalah penyembuhan yang terjadi pada diri sendiri. Tidak ada seorangpun yang mampu menyembuhkan orang lain. Definisi seorang penyembuh, menurut Richard Gordon, adalah seseorang yang sakit lalu bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Sedangkan definisi seorang penyembuh yang hebat adalah seseorang yang sakit berat lalu bisa menyembuhkan dirinya sendiri dengan cepat (a healer is someone who was sick and got well; a great healer is someone who was very sick and got well quickly.)

Namun, karena sebagian besar menusia tingkat energinya relatif rendah maka tubuh perlu waktu lama untuk memulihkan diri. Untuk mempercepat kesembuhan, banyak orang memerlukan tambahan energi untuk memancing vibrasi energinya agar meningkat hingga menghasilkan efek kesembuhan.

Seringkali, keinginan kita untuk segera sembuh malah menghambat proses penyembuhan yang terjadi pada tubuh itu sendiri.

Dengan memperlancar aliran energi pada sistem energi tubuh, rasa sakit tersebut bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan. Proses tersebut dilakukan dengan melakukan pengetukan ringan pada titik-titik tertentu di tubuh manusia dengan menggunakan dua ujung jari, jari telunjuk dan jari tengah.

Terapi untuk memperlancar aliran energi tubuh biasanya diambil dari terapi-terapi berbasis Energy Psychology seperti EFT (Emotional Freedom Technique), SEFT, TAT dan lain-lain. Sedangkan terapi-terapi untuk meningkatkan vibrasi energi tubuh biasanya berbasis pada Quantum Touch, seperti Spiritual Quantum Touch, Resonance Healing Touch dan sebagainya.

Hadiah yang paling membahagiakan bagi seorang healing facilitator, baik yang menggunakan Energy Psychology Tapping atau Quantum Touch adalah kebahagiaan yang terpancar orang yang dia bantu untuk sembuh. Sungguh sebuah pengalaman yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata seindah apapun.

Jumat, 30 April 2010

Pembukaan Rumah Sehat Komunitas Lebah

Start:     May 8, '10 08:00a
End:     May 8, '10 1:00p
Location:     Balai Warga RW 03 Jl. Petojo Utara VI


Pembukaan Rumah Sehat ( Unit pelayanan kesehatan gratis) , Komunitas Lebah bekerja sama dengan RW 03 Petojo, akan dilakukan pula periksa kesehatan gratis untuk 100 orang warga yang membutuhkan serta games umtuk anak yatim.

Senin, 02 Februari 2009

Alhamdulillah, tulisan saya dimuat di Warnaislam :)

http://warnaislam.com/rubrik/sahabat/2009/2/3/32460/Ibu_Marhumah_Warga_Desa_Jagabita_Malang.htm
Ini pertama kalinya tulisan saya muncul di situs selain blog. Pagi2 dihubungi Pak Bambang dari Warnaislam dot com diminta ngecek situs Warnaislam.

Alhamdulillah tulisan saya dimuat. Saya jadi ingat kalau tidak salah Pak Jonru pernah bilang bahwa kita tidak boleh memvonis tulisan karya kita sendiri. Bisa saja tulisan yang kita anggap asal-asalan ternyata bagus di mata orang lain dan demikian sebaliknya.

[Relawan Pelangi] Ibu Marhumah, salah satu warga yang memerlukan pengobatan di desa Jagabita


Ahad kemarin, saat saya dan teman-teman dari Relawan Pelangi datang ke Desa Jagabita untuk melihat perkembangan  pembangunan dan penyediaan sarana sanitasi dan pompa air bersih untuk desa jagabita. 

Cerita tentang pembangunan
sarana sanitasi dan pompa air bersih tersebut bisa dibaca di tulisan yang ini.

Saat mengunjungi pengeboran salah satu titik air yang terletak di dekat Masjid Jami Al Istigomah, Mas Bayu mengajak kami menjenguk ibu Marhumah.  Seorang wanita tua yang perut dan kakinya sakit dan membengkak.   

Kami belum mengetahui apa penyakit yang diderita ibu Marhumah namun ada yang mengira bahwa penyakit itu ada hubungannya dengan lever/hati.  Waktu kami datang, perutnya sudah relatif kempes.  Beliau menyambut kami dengan ramah dan saat kami tanya bagaimana keadaannya, beliau menjawab bahwa kakinya sakit.  Seorang tetangganya mengatakan bahwa dulu perutnya membengkak.  

Apabila kencingnya tidak lancar, muka Ibu Maunah bengep/bengkak-bengkak.  Ada tetangga yang pernah membelikan beliau Obat untuk melancarkan kencing, namun karena harganya mahal, maka tidak bisa selalu diberikan. 

Ibu Marhunah tinggal di gubuk sederhana yang dibangun atas swadaya warga.  Gubuk itu sangat gelap dan lembab, saya sampai menggunaka Night Mode untuk memotret dengan kamera HP, padahal saat itu belum masuk waktu Ashar. 

Karena tidak bisa berjalan, Ibu Marhumah hanya bisa  di sebuah balai bambu.  Beliau hanya bisa buang kotoran di WC hasil improvisasi, yang sebenarnya hanya kayu triplek yang dibuatkan lubang di atasnya lalu di bawah kayu tersebut diberi kantong plastik (di foto saya beri lingkaran merah).  Seorang tetangga yang bersedia merawat beliau lalu membuang kotoran tersebut. 

Saya benar-benar tidak bisa membayangkan hidup di tempat yang suram, lembab dan gelap seperti itu, apalagi dekat dengan kotoran sendiri yang tentu saja baunya tidak menyenangkan. 

Terbayang diri saya sendiri yang terkadang masih mengeluh padahal keadaan saya jauh lebih baik dan nyaman baik dari Ibu Marhunah. Paling tidak saya masih bisa kemana-mana sendiri dan di rumah masih punya tempat yang layak untuk membuang sisa-sisa pencernaan makanan dari diri saya.  

Saya juga masih bisa tidur di tempat yang cukup nyaman dan tidak berdampingan dengan kotoran sendiri.  Saya juga percaya bahwa para pembaca tulisan ini juga tidak harus hidup berdampingan dengan kotoran sendiri, maklum pengakses internet di Indonesia sebagian besar, jika tidak semua, adalah kalangan menengah ke atas. 

Saya juga kagum dan sedih melihat sang tetangga yang setia merawat beliau padahal tetangga itu sendiri buka orang kaya dan memiliki delapan orang anak.  Suami sang tetangga adalah seorang juru parkir di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. 

Sayang saya lupa menanyakan identitas sang tetangga, karena sudah terlanjur terenyuh melihat keadan Ibu Marhunah. 

Salah satu anak Ibu Marhunah, Ujang, sudah tidak berdaya karena terserang stroke.  Anak-anak beliau yang lain sudah tidak mau membantu, sebab hidup mereka juga susah.  demikian menurut para tetangga beliau. 

Bisa jadi, kitalah yang sesungguhnya menahan atau membendung karunia dan pertolongan Alloh sWT kepada saudara-saudara kita, baik di dalam negeri, seperti desa Jagabita, ataupun luar negeri, seperti di Jalur Gaza, Rohingya atau tempat2 lain.  Banyak cerita inspiratif yang menunjukkan bahwa pertolongan Alloh sebagian besar datang melalui orang lain. 

Banyak diantara kita yang lebih memilih membelanjakan uang hanya untuk kesenangan pribadi semata.  Walaupun uang itu halal hasil jerih payah kita sendiri, hakikatnya itu adalah rezeki dari Allah SWT.  Allah SWT menitipkan harta kepada kita bukan sekedar untuk kita nikmati sendiri, tetapi juga harus menjadi penyambung kehidupan bagi orang lain, terutama orang-orang seperti Ibu Marhunah. 

Perlu kita ingat bahwa Allah SWT Maha mengetahui atas segala sesuatu.  Dialah pencipta kita, tentu Dia lebih mengetahui diri kita daripada kita sendiri apalagi orang lain.  Jika potensi dan energi yang ada pada dalam diri kita tidak kita manfaatkan semaximal mungkin untuk membantu sesama, pasti akan ada balasan yang berat dan mengerikan untuk kita, baik di dunia maupun di akhirat nanti

Jangan sampai kita ragu menjadi perantara kebaikan, walaupun kita juga hidup dalam keterbatasan.  Sesungguhnya, yang kita bantu adalah diri kita sendiri.  Kalau masih ragu, silahkan baca tulisan - tulisan berikut ini:

- Cerita Relawan membantu dalam keterbatasan

- Perantara Kebaikan

Semoga bermanfaat

Insya Alloh komunitas Multiply Indonesia dan Relawan Pelangi akan mengadakan bakti sosial pelayanan kesehatan pada hari Sabtu, tanggal 14 Februari 2009 di Desa Jagabita, info lebih lanjut silahkan lihat