Tampilkan postingan dengan label healing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label healing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 April 2012

EFT Tapping | Free Scripts, Audios and Articles | EFT Video


http://www.tapintoeft.com/default.html
salah satu situs yang direkomendasikan untuk yang mau mempelajari EFT untuk meredakan trauma, mengendalikan emosi atau menyembuhkan sakit

semoga bermanfaat

Kamis, 01 Desember 2011

Mengatasi Beban Emosi melalui Audio Therapy

http://terapi-audio.com/
Terapi Audio untuk mengatasi stress dan depresi karena permasalahan yang spesifik. Jika Anda membutuhkan terapis tetapi belum bisa mengunjungi terapis karena tidak punya waktu, tidak punya cukup dana, atau malu menceritakan masalah Anda, maka Terapi Audio adalah solusinya. Produk audio ini dihadirkan untuk membantu Anda agar dapat menterapi diri sendiri di rumah. Terapi ini tidak menggunakan teknologi Binaural beat atau Brainwave. Ini adalah terapi dalam bentuk panduan sederhana yang mudah diikuti dan InsyaAllah memberikan hasil yang maksimal.

Selasa, 25 Oktober 2011

Cara Instan Mengatasi Stress dan Depresi

http://mengatasi-stress.com/
Stress dan depresi dapat terjadi akibat sakit hati, patah hati, hubungan yang buruk dengan pasangan, tak punya pasangan, kesepian, punya masalah keuangan, atau mengidap penyakit yang sulit disembuhkan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi stress dan depresi, namun ketika cara yang dilakukan hanya sekedar pengalihan, masalahnya tak akan terselesaikan, dan dampaknya bisa lebih buruk lagi.

Mengatasi stress dan depresi seringkali membutuhkan terapi. Akan tetapi Anda juga bisa melakukannya sendiri dengan cara alami dan menggunakan tools yang telah ada dalam diri.

Mau tahu cara sederhana dan cepat untuk mengatasi stress dan depresi? Silahkan daftarkan diri Anda untuk download ebook gratis Cara Instan Mengatasi Stress dan Depresi.

Sabtu, 02 Juli 2011

Ufuk Press Online - Quantum Touch

http://www.ufukpress.com/modules.php?name=Katalog&op=tampilbuku&bid=282
Sinopsis

Quantum Touch (Sentuhan Kuantum) mewakili terobosan besar dalam seni penyembuhan dengan tangan. Bagi SIAPA PUN tak terkecuali ANDA. Quantum Touch memungkinkan Anda memiliki kekuatan untuk pekerjaan Anda yang sebelum ini nampak tidak mungkin. Quantum Touch Juga cukup membantu ketika diterapkan untuk beragam keadaan, seperti pengobatan jarak jauh, untuk membantu menyeimbangkan tekanan emosional, atau bahkan untuk menyembuhkan hewan peliharaan Anda. Masa depan itu adalah sekarang dan Quantum Touch bukan hanya penemuan yang mengagumkan, namun juga kemampuan yang amat penting untuk dimiliki.

_________________________REVIEW__________________________


“Quantum Touch tampil sebagai teknik pertama yang benar-benar dapat menjadikan kita semua sebagai seorang penyembuh.” —C. Norman Shealy, M. D., Ph. d., Pendiri dan Presiden American Holistic Medical Association “Sebuah terobosan besar dalam penyembuhan menggunakan tangan.” —Majalah Alternative Medicine “Sudah 15 tahun lebih saya shalat hanya sambil duduk, karena pernah mengalami gegar otak. Saya coba ikut pelatihan Quantum Touch dan ketika baru selesai mengikuti sesi latihan pernafasan dan self healing, kemudian saya shalat zuhur dan sungguh saya sangat terkejut, saya bisa shalat sempurna. Subhanallah...” —Ibu Hj. Mien, Pasien Jantung “Subhanallah! Merasakan banyak energi cinta yang luar biasa. Bisa membantu membetulkan posisi tulang pinggang yang miring ke posisi yang benar dalam 7 menit.” —Upik, Praktisi Klinik Holistic Healing “Selama ini sudah beberapa orang saya terapi Quantum Touch, alhamdulillah berhasil. Terakhir pasien saya sakit jantung 1 bulan di ICU. Namun, setelah 1 minggu saya terapi jarak jauh, pasien saya lapor jantungnya tidak sakit lagi dan enak tidur.” —Hasan, Ketua Alumni Quantum Touch, Balikpapan

Rabu, 22 Juni 2011

Launching Sehaty (Spiritual Empowerment, Healing and Therapy)

Start:     Jun 29, '11 09:00a
End:     Jun 29, '11 11:00a
Location:     Masjid Jami Bintaro, Sektor 1, Bintaro, Tangerang Selatan,



Sehaty merupakan tehnik aktivasi seluruh fungsi otak dan menguatkan mental, mempertajam kemampuan berfikir, menguatkan daya ingat, mengurangi stress, mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit fisik dan emosi secara alamiah dengan kecerdasan tubuh. Sehaty merupakan perpaduan olah gerak warisan leluhur dari gerakan silat, tarian nusantara dan derivasi gerakan Sholat.

Manfaat Gerak Sehaty:


  • Meningkatkan Kecerdasan
  • Mengurangi Stress
  • Meredakan rasa sakit; sakit kepala, linu, sakit perut, sakit persendian, sakit pada sistim pernafasan, dan lain-lain
  • Menetralisir Emosi Negatif; ketakutan, kecemasan, kemarahan, trauma, alergi, kecanduan, kewanitaan, depresi, masalah anak-anak.
  • Meningkatkan kinerja; sekolah, karir hingga hubungan rumah tangga
  • Pencegahan dan penyembuhan penyakit dari Migrein hingga kangker.

Empat Unsur Sehaty:

  1. Kekuatan Niat (The Power of Intention)
  2. Kekuatan Afirmasi dan Sugesti ( The Power of words)
  3. Kekuatan Gerak (Kinesthetic Power)
  4. Kekuatan Khusyu’ (The Mind Power)

Ikuti Talkshow dan terapi berbagai permasalahan fisik dan emosi

29 Juni 2011, jam: 09.00-11.00

info lebih lanjut silakan ke http://sehatycenter.wordpress.com/

Kamis, 10 Maret 2011

School of Life Chapter 1 LIFE NEVER FLAT

Start:     Apr 2, '11 09:00a
End:     Apr 2, '11 12:00p
Location:     Kediaman Ibu Devi Noviyanto, Jl. Kelapa Kuning VII Blok H3 No 1, Billymoon, Pondok Kelapa, Jakarta Timur



LIFE IS NEVER FLAT, School of Life (SOL) 2 April 2011, lets join!
by Gaw Bayu Gawtama on Thursday, March 10, 2011 at 12:39pm
Siapa manusia di muka bumi ini yang tidak pernah punya masalah?
Siapapun pasti pernah punya masalah, baik masalah kecil, menengah maupun masalah yang seakan teramat besar sehingga membuat orang yang mengalaminya putus asa hingga kehilangan akal. Ada masalah pribadi, masalah pekerjaan, masalah rumah tangga, masalah hubungan sosial dan berbagai masalah lainnya yang secara langsung maupun tidak mengganggu perjalalan kita.

Lain orang lain cara memandang dan menghadapi masalahnya. Ada yang menyerah kalah dengan masalah yang menderanya, ada yang jatuh bangun menyelesaikan masalahnya, ada pula yang tetap tenang dan tersenyum menjalani kehidupannya meski bertubi-tubi masalah menghampirinya. Bagaimana bisa demikian berbeda? Bukankah sesungguhnya masalah itu sebuah keniscayaan? Bukankah hidup kita memang harus diuji? Benarkan setiap masalah yang datang merupakan ujian untuk menapaki kehidupan yang lebih baik?

Life is never flat, menjadi tema yang sangat pas untuk dihadirkan dalam forum School of Life (SOL) yang akan diselenggarakan pada :

Hari/Tanggal : Sabtu/ 2 April 2011
Waktu : Pukul 09.00 s/d 12.00 WIB
Tempat : Kediaman Ibu Devi Noviyanto
Jl. Kelapa Kuning VII Blok H3 No 1
Billymoon, Pondok Kelapa, Jakarta Timur
Lifesharer : Bayu Gawtama
Bobby Herwibowo
Ismiradanie Soetadji (Bunda Danie)


Peserta : maksimal 30 orang
Infak : Rp. 50 ribu (charge tempat & operasional)
Dibayarkan pada saat acara

Registrasi : kirim email ke schooloflife_indonesia@yahoo.co.id (paling lambat 31 maret 2011)
Informasi : 0852 190 68581 (gaw), 081389133338 (Dony Aryanto)

----------------------------------------------------------------------------------------
“Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru”

Orang bijak bilang, sering kali masalah timbul dari diri sendiri. Karenanya, sesungguhnya yang paling mengerti bagaimana menyelesaikannya, adalah si pemilik masalah itu sendiri. Namun, kadang seseorang membutukan orang lainnya untuk menyelesaikan masalahnya. Bukan untuk meminta tolong, melainkan untuk sama-sama belajar kepada orang lain, mengingat hampir setiap orang memiliki masalah yang sama, hanya waktu, bentuk, tempat, dan tingkatannya saja yang berbeda. Atas dasar itulah, School of Life diselenggarakan. Anda berminat? Bergabunglah bersama kami di sekolah yang ilmunya, guru dan kelasnya tak terbatas.

Tentang School of Life
School of Life –sekolah kehidupan- adalah sebuah program yang menawarkan kepada masyarakat ruang untuk berbagi, tempat untuk belajar dari orang lain, dan ruang yang terbuka luas tempat Anda mencurahkan segala yang selama ini terpendam. Jika selama ini Anda tak menemukan satu pun ruang dan kesempatan untuk didengarkan, School of Life-lah ruang yang kami sediakan untuk Anda.

School of Life menyajikan materi yang sangat luas, tak butuh kurikulum, modul atau pun buku panduan. Karena semuanya sudah disediakan oleh kehidupan ini, kita hanya tinggal memilih dan mencernanya saja. Sebab itu, tidak ada materi yang baku di setiap chapter –sebutan kami untuk setiap session-, para peserta lah yang menentukan materinya sesuai dengan kebutuhan mereka. Jelas karena kami yakin, para peserta sendiri yang lebih tahu kebutuhan belajar mereka.

School of Life tidak punya ruang belajar dan gedung sekolah. Sesuai dengan motto kami, “Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru”. Jadi, ruang belajar bisa dimana saja, sesuai kesepakatan peserta. Dimana peserta merasa nyaman untuk belajar bersama, disitu kita jadikan ruang belajar. Dimungkinkan selalu berubah lokasi belajarnya, dan sangat dimungkinkan untuk dibuka di banyak tempat dan daerah, termasuk di luar kota dan luar negeri.

• Sekolah yang tidak ada alumninya, sebab belajar tentang kehidupan
hanya akan berakhir bersamaan dengan saat kita mengakhiri kehidupan ini
• Semua peserta adalah guru, begitu pun semua peserta adalah muridnya
• Tidak ada gedung sekolah, ruang kelas tetap, seragam, apalagi peraturan baku
• Tidak ada kurikulum, modul, kertas kerja, dan buku panduan, karena semuanya sudah tersedia oleh kehidupan ini. Peserta cukup memersiapkan diri untuk berbagi (sharing) kepada sesama tentang pelajaran yang akan dibahas.
• Pelajaran yang didapat dari sekolah ini semuanya tentang kehidupan sehari-hari
• Tujuan dari sekolah ini; untuk hidup lebih baik

Metode belajar
• Dynamic Group
• Brainstorming and share story
• Simulation and role play

Pengelola kelas School of Life
1. Bayu Gawtama, penggagas, fasiliator, penulis buku School of Life
2. Bobby Herwibowo
3. Ismiradanie Seotadji (Bunda Danie)

School of Life




LIFE IS NEVER FLAT, School of Life (SOL) 2 April 2011, lets join!
by Gaw Bayu Gawtama on Thursday, March 10, 2011 at 12:39pm
Siapa manusia di muka bumi ini yang tidak pernah punya masalah?
Siapapun pasti pernah punya masalah, baik masalah kecil, menengah maupun masalah yang seakan teramat besar sehingga membuat orang yang mengalaminya putus asa hingga kehilangan akal. Ada masalah pribadi, masalah pekerjaan, masalah rumah tangga, masalah hubungan sosial dan berbagai masalah lainnya yang secara langsung maupun tidak mengganggu perjalalan kita.

Lain orang lain cara memandang dan menghadapi masalahnya. Ada yang menyerah kalah dengan masalah yang menderanya, ada yang jatuh bangun menyelesaikan masalahnya, ada pula yang tetap tenang dan tersenyum menjalani kehidupannya meski bertubi-tubi masalah menghampirinya. Bagaimana bisa demikian berbeda? Bukankah sesungguhnya masalah itu sebuah keniscayaan? Bukankah hidup kita memang harus diuji? Benarkan setiap masalah yang datang merupakan ujian untuk menapaki kehidupan yang lebih baik?

Life is never flat, menjadi tema yang sangat pas untuk dihadirkan dalam forum School of Life (SOL) yang akan diselenggarakan pada :

Hari/Tanggal : Sabtu/ 2 April 2011
Waktu : Pukul 09.00 s/d 12.00 WIB
Tempat : Kediaman Ibu Devi Noviyanto
Jl. Kelapa Kuning VII Blok H3 No 1
Billymoon, Pondok Kelapa, Jakarta Timur
Lifesharer : Bayu Gawtama
Bobby Herwibowo
Ismiradanie Soetadji (Bunda Danie)


Peserta : maksimal 30 orang
Infak : Rp. 50 ribu (charge tempat & operasional)
Dibayarkan pada saat acara

Registrasi : kirim email ke schooloflife_indonesia@yahoo.co.id (paling lambat 31 maret 2011)
Informasi : 0852 190 68581 (gaw), 081389133338 (Dony Aryanto)

----------------------------------------------------------------------------------------
“Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru”

Orang bijak bilang, sering kali masalah timbul dari diri sendiri. Karenanya, sesungguhnya yang paling mengerti bagaimana menyelesaikannya, adalah si pemilik masalah itu sendiri. Namun, kadang seseorang membutukan orang lainnya untuk menyelesaikan masalahnya. Bukan untuk meminta tolong, melainkan untuk sama-sama belajar kepada orang lain, mengingat hampir setiap orang memiliki masalah yang sama, hanya waktu, bentuk, tempat, dan tingkatannya saja yang berbeda. Atas dasar itulah, School of Life diselenggarakan. Anda berminat? Bergabunglah bersama kami di sekolah yang ilmunya, guru dan kelasnya tak terbatas.

Tentang School of Life
School of Life –sekolah kehidupan- adalah sebuah program yang menawarkan kepada masyarakat ruang untuk berbagi, tempat untuk belajar dari orang lain, dan ruang yang terbuka luas tempat Anda mencurahkan segala yang selama ini terpendam. Jika selama ini Anda tak menemukan satu pun ruang dan kesempatan untuk didengarkan, School of Life-lah ruang yang kami sediakan untuk Anda.

School of Life menyajikan materi yang sangat luas, tak butuh kurikulum, modul atau pun buku panduan. Karena semuanya sudah disediakan oleh kehidupan ini, kita hanya tinggal memilih dan mencernanya saja. Sebab itu, tidak ada materi yang baku di setiap chapter –sebutan kami untuk setiap session-, para peserta lah yang menentukan materinya sesuai dengan kebutuhan mereka. Jelas karena kami yakin, para peserta sendiri yang lebih tahu kebutuhan belajar mereka.

School of Life tidak punya ruang belajar dan gedung sekolah. Sesuai dengan motto kami, “Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru”. Jadi, ruang belajar bisa dimana saja, sesuai kesepakatan peserta. Dimana peserta merasa nyaman untuk belajar bersama, disitu kita jadikan ruang belajar. Dimungkinkan selalu berubah lokasi belajarnya, dan sangat dimungkinkan untuk dibuka di banyak tempat dan daerah, termasuk di luar kota dan luar negeri.

• Sekolah yang tidak ada alumninya, sebab belajar tentang kehidupan
hanya akan berakhir bersamaan dengan saat kita mengakhiri kehidupan ini
• Semua peserta adalah guru, begitu pun semua peserta adalah muridnya
• Tidak ada gedung sekolah, ruang kelas tetap, seragam, apalagi peraturan baku
• Tidak ada kurikulum, modul, kertas kerja, dan buku panduan, karena semuanya sudah tersedia oleh kehidupan ini. Peserta cukup memersiapkan diri untuk berbagi (sharing) kepada sesama tentang pelajaran yang akan dibahas.
• Pelajaran yang didapat dari sekolah ini semuanya tentang kehidupan sehari-hari
• Tujuan dari sekolah ini; untuk hidup lebih baik

Metode belajar
• Dynamic Group
• Brainstorming and share story
• Simulation and role play

Pengelola kelas School of Life
1. Bayu Gawtama, penggagas, fasiliator, penulis buku School of Life
2. Bobby Herwibowo
3. Ismiradanie Seotadji (Bunda Danie)

Senin, 25 Oktober 2010

[SEFT] Tentang fatwa haram rokok dan terapi untuk menghentikan kecanduan

Repost dari Notes Facebook saya

Malam semakin larut namun kesibukan bapak-bapak anggota Linmas di bangunan itu tidak juga berhenti. Mereka asyik bermain kartu dengan diiringi musik dangdut bercampur disco yang mengajak siapapun yang mendengar untuk ikut bergoyang. Kepulan asap rokok tidak henti-hentinya memenuhi bangunan tersebut, seiring dengan kepulan uap kopi hitam yang menaburkan aroma yang khas dan familiar. orang-orang itu hendak sejenak melupakan kehidupan mereka nan berat dan sulit karena dililit kemiskinan. Bagaikan ular raksasa yang menghancurkan setiap aspek dan sendi dalam kehidupan mereka dan masih banyak lagi manusia yang kurang beruntung di negeri ini.

Begitulah kira-kira penggambaran saya pada suasana malam menjelang acara pemotongan hewan di desa Bahagia, Muara Gembong yang diselenggarakan yayasan sahabat peduli beberapa waktu yang lalu. Rokok seakan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehdupan masyarakat indonesia, terutama kalangan menengah ke bawah. Bahan perangsang itu telah lama dijadikan sebagai obat pembius yang dapat memberikan relaksasi sejenak bagi mereka. Membawa mereka sejenak ke alam mimpi dan fantasy, namun pada akhirnya mencampakkan mereka kembali tanpa ampun ke dalam dunia nyata yang kejam dan tidak berperikemanusiaan.

 

Fatwa haram merokok yang dikeluarkan sebuah ormas besar Islam sesungguhnya merupakan upaya menanggulangi masalah kronis ini. Namun, sebagaimana kita ketahui sebuah fatwa saja tidak cukup untuk menghilangkan masalah kronis yang sudah berurat dan berakar selama berpuluh tahun. Malah banyak pihak yang menentang fatwa itu, terutama dari kalangan industri rokok baik yang rumahan atau pabrikan, tradisional atau moderen.

Bahaya rokok terhadap kesehatan pribadi dan lingkungan sudah lama diketahui banyak orang. Hampir semua perokok sadar, minimal mengetahui, bahaya apa saja yang terkadung dalam batang-batang maut itu. Minimal mereka mengetahui secara general/umum. Namun, seperti yang kita saksikan sehari-hari, ujung batang-batang itu tetap menyala, sambil mengepulkan asap bagaikan hantu pembunuh yang menari-nari menunggu mangsanya jatuh dalam kebinasaan. Asap maut pembawa malaptetaka itu sesungguhnya hanya merupakan puncak gunugn es yang besar. Di bawah puncak tersebut terpendam persoalan psikologis personal dan sosial yang tidak kalah mengerikan.


Para perokok sebagian besar berasal dari golongan menengah ke bawah alias miskin. Mereka seakan bisa merelakan standar kehidupan mereka tidak juga meningkat asalkan bisa memuaskan kecanduan mereka akan rokok. Anak-anak mereka kurang gizi atau bahkan menderita gizi buruk. Pendidikan anak-anak mereka terlantar dan kesehatan anak-anak tersebut terbengkalai. Bahkan, asap rokok yang setiap hari terhisap oleh anak-anak mereka menyebabkan anak-anak itu jadi mudah sakit atau memang sudah sakit.

 

Informasi tentang rokok dan bahaya yang terkadung di dalamnya biasanya sangat minim dan terlalu umum. Bagi mereka, informasi tersebut hampir tidak ada artinya, tidak menggugah kesadaran mereka. Terkadang, mereka belum juga tergerak untuk berhenti justru pada saat tanda-tanda bahaya mulai terjadi, seperti jantung berdebar lebih keras, nafas sesak dan batuk tak kunjung henti. Baru saat semua terlambat, saat mereka harus berurusan dengan dokter dan paramedis, mereka baru ingin berhenti. Saat itu biaya yang harus mereka keluarkan sudah berlipat ganda karena sebagaimana kita ketahui kesehatan telah menjadi industri. Seakan-akan orang miskin dilarang sakit, karena sakit itu mahal. Sangat mahal.

 

Mereka juga belum mengetahui adanya berbagai terapi yang dapat digunakan untuk menanggulangi kecanduan mereka akan rokok seperti SEFT, EFT, TAT, hypnoteraphy dan sebagainya. Seakan-akan kalau sudah kecanduan rokok, seseorang telah divonis kecanduan seumur hidupnya. Memang, terapi-terapi tersebut bukan jaminan seseorang akan bisa berhenti merokok. Tekad yang kuat tetap diperlukan bagi seseorang untuk bisa berhenti dan meninggalkan kebiasaan buruk apapun.

 

Terapi penyelesaian kecanduan merokok dengan teknik SEFT biasanya memiliki tahapan2 sebagai berikut:

 

1. Menghilangkan rasa nikmat merokok.

Tapping atau pengetukan akan memeperlancar saluran energi yang terhambat sehingga terjadi perubahan fisiologis pada diri si perokok. Rasa nikmat rokok akan berkurang bahkan bukan tidak mungkin hilang dan berganti dengan rasa tidak enak, mirip saat si perokok mulai belajar merokok.

 
2. Menghilangkan faktor psikologis yang menyebabkan seseorang merokok.

Kecanduan rokok biasanya merupakan puncak gunung es psikologis. Di bawah puncak tersebut terdapat banyak masalah yang rumit, yang seringkali dihindari dan diredam dengan sensasi rokok. Pada tahap ini, diperlukan kerja sama yang baik antara si perokok dengan terapisnya. Faktor-faktor pemicu kebiasaan merokok harus dituntaskan satu demi satu.

3. Menghilangkan efek teman sejati (Rokok yang telah menyertai hidup pecandunya selama ini)

Selama seseorang masih hidup, akan selalu ada harapan untuk menjadi lebih baik daripada dia di masa lalunya. Allah SWT terkadang menyempitkan atau bahkan menutup pintu rezeki dalam rangka mendidik hamba2Nya, namun Dia tidak pernah menutup pintu taubat. Pintu taubat akan terus terbuka siang dan malam untuk hamba2Nya yang pernah berdosa dan melampaui batas namun tetap tidak berputus asa dari Rahmat dan Ampunan-Nya. Maha Suci Allah SWT dari perbuatan zalim sekecil apapun.

Harapan saya, makin banyak praktisi SEFT dan terapi2 yang lain yang bersedia untuk membantu sesama untuk berhenti merokok atau kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Bukankah manusia yang paling baik adalah manusia yang banyak manfaatnya bagi sesama, baik kualitas maupun kuantitasnya.


More Information, please visit

Logos Institute