http://pengepulkertasbekas.blogspot.com/
biar gak keangkut ke bantar gebang :D
Tampilkan postingan dengan label sampah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sampah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 26 Agustus 2012
Senin, 20 Februari 2012
[Kultwit] Hari Sampah Nasional
Iseng-iseng rekap kultwit ttg hari sampah nasional, belum tahu udah habis atau belum, posting aja dulu 
1. Hari ini 7thn silam, 143 nyawa melayang jd korban longsornya TPA Luewigajah... #HariSampah
2. Tragedi Leuwigajah jg mengubur 139 rumah dan puluhan hektar kebuh n lahan pertanian #HariSampah
3. Berkaca pd tragedi itu, pemerintah mencanangkan 21 Februari sbg #HariSampah
4. Tak ada data pasti, brp korban mati dan sakit akibat salah urus sampah diseluruh pelosok negeri... #HariSampah
5. 90% TPA tidak memenuhi syarat. Sedang rata2 produksi sampah nasional 200rb ton/hari..jabodetabek 25000 ton/hari #HariSampah
6. Volume sampah terus menggunung seiring pertumbuhan pddk dan perbaikan ekonomi #HariSampah
7. Persepsi umum adl sampah itu kotor mnjijikkan hrs sgr dibuang dan dmusnahkan #HariSampah
8. Sampah dianggap musuh, tp diproduksi terus tak terpikir khalayak menguranginya #HariSampah
9. Pusat keramaian: pasar,terminal,mall,restoran,event,konser,aksi hingga demo jd pabrik sampah terbesar #HariSampah
10. TPA sbgn besar tlah renta, daya tampung nyaris habis, lahan luas kian tiada... Mau dikemanakan lagi sampah kita? #HariSampah
12. UU sampah sdh keluar di tahun 2008, tp hingga kini satupun PP belum ada.... #HariSampah
13. Aturan menegaskan pengelolaan sampah hrs terpadu (Reduce-Reuse-Recycle), tp fakta hanya rutin Angkut-Buang-Musnahkan
14. Beragam program kompetisi: Adipura(pura), green n clean dsb menjelma jd agenda mafia piala yg laku utk kampanye pilkada #HariSampah
15. Malpraktek pengelolaan sampah turut sumbang banjir, menjamurnya TPA/TPS illegal, dsb. Msh ingat dg Bandung Lautan Sampah? #HariSampah
16. Pemerintah mengeluh pengelolaan bth dana besar, budaya masyarakat blm mendukung, bla bla... Tp roadmap pun hanya diawang2 #HariSampah
17. Mengelola sampah spt halnya memberantas korupsi. Msh ruwet di negeri tercinta ini... #HariSampah
18. Konsep besar dan ideal dlm pengelolaan sampah terpadu terbagi dlm 2 arus: basis masyarakat (hulu) dan basis teknologi (hilir) #HariSampah
19. Harapannya 2 arus ini bergerak simultan dan ketemu di titik optimal, yaitu zero waste #HariSampah
20. Mindset sampah perlu dirombak. Sampah bukan sumber bencana tp sumber berkah #HariSampah
21. Dr rumah,kantor,tmpt usaha dan sektor hulu lain pengelolaan hrs sdh dimulai. Pemilahan dan pengolahan sederhana dpt dlakukan #HariSampah
22. Tempat sampah dipisahkan: organik, kertas, plastik/kaca dan lbh baik + utk B3. Kuncinya smua hrs disiplin ktk buang sampah #HariSampah
23. Perempuan punya peran lebih krn srg brurusan dg rmah tangga + mendidik anak memilah sampah #HariSampah
24. Hasil pemilahan mengkategorikan sampah mjd layak jual, layak kompos, layak kreasi, dan layak buang. 3 pertama bnilai ekonomi #HariSampah
25. Pemilahan sampah di hulu dengan demikian akan mengurangi 75% potensi penambahan volume di TPA #HariSampah
26. Percuma jk hanya dilakukan 1-2 rumah, lalu saat diangkut dicampur lg. Perlu pengorganisasian berbasis komunitas, RT, RW, dll #HariSampah
27. Bbrpa model basis komunitas yg sdh ada a.l bank sampah, TPST (tmpt pmrosesan sampah terpadu), atau variasi lainnya... #HariSampah
28. Pada level ini, dlm dinamikanya muncul dilema dan problematika... Mau dikemanakan kompos dan hsl kreasi jk sdh bnyak? #HariSampah
29. Maka perlu sinergi lintas, kompos u/ program RTH, tamanisasi, kebun @IDberkebun, hsl kreasi bs sinergi dg even n pariwisata #HariSampah
30. Utk yg layak jual bs kjsama dg pemulung dan atau pengepul. Menarik jk dkembangkan Gerakan Sedekah Sampah. #HariSampah Cc @Yusuf_Mansur
31. Komposisi sampah Indonesia: 58% organik/dapur, 14% plastik, 9% kertas, 19 % jenis lain. Artinya ada potensi pengurangan 81% #HariSampah
1. Hari ini 7thn silam, 143 nyawa melayang jd korban longsornya TPA Luewigajah... #HariSampah
2. Tragedi Leuwigajah jg mengubur 139 rumah dan puluhan hektar kebuh n lahan pertanian #HariSampah
3. Berkaca pd tragedi itu, pemerintah mencanangkan 21 Februari sbg #HariSampah
4. Tak ada data pasti, brp korban mati dan sakit akibat salah urus sampah diseluruh pelosok negeri... #HariSampah
5. 90% TPA tidak memenuhi syarat. Sedang rata2 produksi sampah nasional 200rb ton/hari..jabodetabek 25000 ton/hari #HariSampah
6. Volume sampah terus menggunung seiring pertumbuhan pddk dan perbaikan ekonomi #HariSampah
7. Persepsi umum adl sampah itu kotor mnjijikkan hrs sgr dibuang dan dmusnahkan #HariSampah
8. Sampah dianggap musuh, tp diproduksi terus tak terpikir khalayak menguranginya #HariSampah
9. Pusat keramaian: pasar,terminal,mall,restoran,event,konser,aksi hingga demo jd pabrik sampah terbesar #HariSampah
10. TPA sbgn besar tlah renta, daya tampung nyaris habis, lahan luas kian tiada... Mau dikemanakan lagi sampah kita? #HariSampah
12. UU sampah sdh keluar di tahun 2008, tp hingga kini satupun PP belum ada.... #HariSampah
13. Aturan menegaskan pengelolaan sampah hrs terpadu (Reduce-Reuse-Recycle), tp fakta hanya rutin Angkut-Buang-Musnahkan
14. Beragam program kompetisi: Adipura(pura), green n clean dsb menjelma jd agenda mafia piala yg laku utk kampanye pilkada #HariSampah
15. Malpraktek pengelolaan sampah turut sumbang banjir, menjamurnya TPA/TPS illegal, dsb. Msh ingat dg Bandung Lautan Sampah? #HariSampah
16. Pemerintah mengeluh pengelolaan bth dana besar, budaya masyarakat blm mendukung, bla bla... Tp roadmap pun hanya diawang2 #HariSampah
17. Mengelola sampah spt halnya memberantas korupsi. Msh ruwet di negeri tercinta ini... #HariSampah
18. Konsep besar dan ideal dlm pengelolaan sampah terpadu terbagi dlm 2 arus: basis masyarakat (hulu) dan basis teknologi (hilir) #HariSampah
19. Harapannya 2 arus ini bergerak simultan dan ketemu di titik optimal, yaitu zero waste #HariSampah
20. Mindset sampah perlu dirombak. Sampah bukan sumber bencana tp sumber berkah #HariSampah
21. Dr rumah,kantor,tmpt usaha dan sektor hulu lain pengelolaan hrs sdh dimulai. Pemilahan dan pengolahan sederhana dpt dlakukan #HariSampah
22. Tempat sampah dipisahkan: organik, kertas, plastik/kaca dan lbh baik + utk B3. Kuncinya smua hrs disiplin ktk buang sampah #HariSampah
23. Perempuan punya peran lebih krn srg brurusan dg rmah tangga + mendidik anak memilah sampah #HariSampah
24. Hasil pemilahan mengkategorikan sampah mjd layak jual, layak kompos, layak kreasi, dan layak buang. 3 pertama bnilai ekonomi #HariSampah
25. Pemilahan sampah di hulu dengan demikian akan mengurangi 75% potensi penambahan volume di TPA #HariSampah
26. Percuma jk hanya dilakukan 1-2 rumah, lalu saat diangkut dicampur lg. Perlu pengorganisasian berbasis komunitas, RT, RW, dll #HariSampah
27. Bbrpa model basis komunitas yg sdh ada a.l bank sampah, TPST (tmpt pmrosesan sampah terpadu), atau variasi lainnya... #HariSampah
28. Pada level ini, dlm dinamikanya muncul dilema dan problematika... Mau dikemanakan kompos dan hsl kreasi jk sdh bnyak? #HariSampah
29. Maka perlu sinergi lintas, kompos u/ program RTH, tamanisasi, kebun @IDberkebun, hsl kreasi bs sinergi dg even n pariwisata #HariSampah
30. Utk yg layak jual bs kjsama dg pemulung dan atau pengepul. Menarik jk dkembangkan Gerakan Sedekah Sampah. #HariSampah Cc @Yusuf_Mansur
31. Komposisi sampah Indonesia: 58% organik/dapur, 14% plastik, 9% kertas, 19 % jenis lain. Artinya ada potensi pengurangan 81% #HariSampah
Selasa, 31 Januari 2012
Tukang Sampah London vs Tukang Sampah Indonesia, lebih tangguh siapa?
Siapa bilang orang Indonesia selalu kalah dari orang-orang luar negeri, baik yang bule ataupun non bule? BBC London telah membuktikan bahwa dalam profesi-profesi tertentu, orang Indonesia ternyata jauh lebih tangguh dari orang luar negeri. Salah satunya adalah tukang sampah. Ternyata tukang sampah Indonesia jauh lebih tangguh dari tukang sampah di luar negeri. Salah satu dari para tukang sampah yang tangguh itu adalah Imam Syafii. Imam Syafii setiap hari bergelut dengan tumpukan sampah yang menggunung di daerah Kawi Buntu, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Di daerah yang sebagian besar wilayahnya sudah tergusur untuk pembangunan gedung-gedung perkantoran dan perbelanjaan itulah dia tinggal bersama keluarganya. Dia tinggal di rumah yang terbuat dari tripleks bekas dan berdampingan dengan tumpukan dan gerobak-gerobak sampah. Padahal, hanya beberapa ratus meter dari sana, sebuah Mega Proyek Superblok sedang giat-giatnya dibangun. Sebuah surga dunia bagi mereka yang berkantong tebal dan berduit banyak, bukan yang pekerjaannya mengangkut sampah seperti Imam Syafii. Sungguh suatu ironi yang pedih menyayat hati siapapun yang masih bernurani.
Namun, entah mimpi apa semalam, si tukang sampah ini mendapat tamu istimewa. BBC memilih Imam Syafii untuk menjadi partner bagi bintang tamu mereka dalam acara dokumenter "The Toughest Place to be a Bin Man" atau tempat paling menantang untuk menjadi seorang tukang sampah. Tamu itu bernama Wilbur Ramirez, seorang berkulit hitam dan berbadan gempal yang berprofesi sebagai tukang sampah di London. Selama 10 hari, Wilbur membantu Syafii dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari mengangkuti sampah. Selama itu pula tamu kehormatan ini menelusuri "daerah pegunungan" (karena jalan-jalan di sana menggunakan nama-nama gunung seperti Bromo, Kawi, Merbabu, Lawu, Tangkuban Perahu dan sebagainya) yang sehari-hari jadi wilayah operasi Imam Syafii. Selama "magang" bersama Imam Syafii itulah Wilbur mengalami sendiri betapa beratnya bekerja menjadi tukang sampah di Indonesia.
Betapa tidak, jika di London para tukang sampah menggunakan kendaraan yang dilengkapi AC dan penghancur sampah, di Indonesia para tukang sampahnya menggunakan "kereta kencana" untuk mengangkut sampah. "Kereta kencana" yang dimaksud tentu saja berbeda dengan yang dipergunakan para raja dan bangsawan yang ditarik kuda-kuda yang gagah perkasa. "Kereta kencana" alias gerobak sampah itu harus ditarik sendiri oleh si tukang sampah sepanjang jalan di daerah tempatnya beroperasi.
Wilbur pun terbengong-bengong melihat Imam Syafii yang sehari-hari bekerja tanpa alas kaki. "Mungkin kulit di telapak kakinya setebal kulit badak" demikian komentar tukang sampah dari London tersebut. Wilbur pun lebih kaget lagi saat melihat Imam Syafii naik ke atas gerobak sampah dan menginjak-injak sampah untuk mendapat ruang muat lebih banyak. "Apa dia tidak takut kena kaca atau beling" pikir tukang sampah dari luar negeri itu.
Selama bekerja, Wilbur menyaksikan sendiri betapa rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia dalam menjaga kebersihan. Di London, para tukang sampah hanya perlu mengambil sampah yang sudah terbungkus rapi dalam plastik. Sampah yang organik dan yang non organik pun sudah terpisah sehingga bisa ditangani dengan mudah oleh para tukang sampah. Namun, di Indonesia pemisahan kedua sampah tersebut belum jadi budaya. Hampir di setiap rumah yang mereka singgahi sampahnya tercampur antara sampah yang organik dan non-organik. Wilbur terheran-heran melihat got atau saluran air kotor yang terbuka, tidak seperti gorong-gorong di London yang tertutup rapat. Dia lebih terperanjat lagi saat Imam berkubang di got tersebut untuk mengambil sampah yang menyumbat aliran air kotor. Tidak mengherankan, selama magang 10 hari bersama Imam, Wilbur sampai kehilangan 10 kilogram berat badannya. Wilbur benar-benar telah mengakui kehebatan dan ketangguhan para tukang sampah di Indonesia karena dia menyatakan kapok bekerja sebagai tukang sampah di sini.
Sebaliknya, Imam Syafii pun tidak mampu menyembunyikan perasaan iri yang ada dalam hatinya pada Wilbur. Penghasilan Imam Syafii per bulan tentu jauh lebih rendah dibandingkan penghasilan Wilbur. Jika sebulan Imam Syafii penghasilannya tidak sampai 1 juta, Wilbur bisa menghasilkan beberapa kali lipat, padahal profesi mereka sama. Sehingga, sebagaimana diberitakan detiknews dot com, jika Wilbur bisa punya mobil maka Syafii beli sendal saja susah. Suasana kerja, jaminan kesehatan dan keselamatan kerja dan prospek karir mereka pun jauh berbeda. Bagai bumi dan langit. Sehingga, ketika BBC memberi Imam "uang lelah" sebesar 1.5 juta rupiah, dia tidak terlalu gembira. Masih perlu dilihat, apakah nasib Imam Syafii jadi berubah seperti Briptu Norman dengan chaiya-chaiya-nya atau tetap sama saja. Menyusuri jalan-jalan di kelurahan Guntur mengangkut sampah tanpa pernah ada kejelasan apakah nasibnya akan menjadi lebih baik di masa depan atau tidak?
Sungguh ironis.
Note: sorry no pic, takut kena SOPA PIPA ACT
Yang mau nonton silakan mampir ke
The toughest Place to be a Bin Man Part 1
The toughest Place to be a Bin Man Part 2
Namun, entah mimpi apa semalam, si tukang sampah ini mendapat tamu istimewa. BBC memilih Imam Syafii untuk menjadi partner bagi bintang tamu mereka dalam acara dokumenter "The Toughest Place to be a Bin Man" atau tempat paling menantang untuk menjadi seorang tukang sampah. Tamu itu bernama Wilbur Ramirez, seorang berkulit hitam dan berbadan gempal yang berprofesi sebagai tukang sampah di London. Selama 10 hari, Wilbur membantu Syafii dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari mengangkuti sampah. Selama itu pula tamu kehormatan ini menelusuri "daerah pegunungan" (karena jalan-jalan di sana menggunakan nama-nama gunung seperti Bromo, Kawi, Merbabu, Lawu, Tangkuban Perahu dan sebagainya) yang sehari-hari jadi wilayah operasi Imam Syafii. Selama "magang" bersama Imam Syafii itulah Wilbur mengalami sendiri betapa beratnya bekerja menjadi tukang sampah di Indonesia.
Betapa tidak, jika di London para tukang sampah menggunakan kendaraan yang dilengkapi AC dan penghancur sampah, di Indonesia para tukang sampahnya menggunakan "kereta kencana" untuk mengangkut sampah. "Kereta kencana" yang dimaksud tentu saja berbeda dengan yang dipergunakan para raja dan bangsawan yang ditarik kuda-kuda yang gagah perkasa. "Kereta kencana" alias gerobak sampah itu harus ditarik sendiri oleh si tukang sampah sepanjang jalan di daerah tempatnya beroperasi.
Wilbur pun terbengong-bengong melihat Imam Syafii yang sehari-hari bekerja tanpa alas kaki. "Mungkin kulit di telapak kakinya setebal kulit badak" demikian komentar tukang sampah dari London tersebut. Wilbur pun lebih kaget lagi saat melihat Imam Syafii naik ke atas gerobak sampah dan menginjak-injak sampah untuk mendapat ruang muat lebih banyak. "Apa dia tidak takut kena kaca atau beling" pikir tukang sampah dari luar negeri itu.
Selama bekerja, Wilbur menyaksikan sendiri betapa rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia dalam menjaga kebersihan. Di London, para tukang sampah hanya perlu mengambil sampah yang sudah terbungkus rapi dalam plastik. Sampah yang organik dan yang non organik pun sudah terpisah sehingga bisa ditangani dengan mudah oleh para tukang sampah. Namun, di Indonesia pemisahan kedua sampah tersebut belum jadi budaya. Hampir di setiap rumah yang mereka singgahi sampahnya tercampur antara sampah yang organik dan non-organik. Wilbur terheran-heran melihat got atau saluran air kotor yang terbuka, tidak seperti gorong-gorong di London yang tertutup rapat. Dia lebih terperanjat lagi saat Imam berkubang di got tersebut untuk mengambil sampah yang menyumbat aliran air kotor. Tidak mengherankan, selama magang 10 hari bersama Imam, Wilbur sampai kehilangan 10 kilogram berat badannya. Wilbur benar-benar telah mengakui kehebatan dan ketangguhan para tukang sampah di Indonesia karena dia menyatakan kapok bekerja sebagai tukang sampah di sini.
Sebaliknya, Imam Syafii pun tidak mampu menyembunyikan perasaan iri yang ada dalam hatinya pada Wilbur. Penghasilan Imam Syafii per bulan tentu jauh lebih rendah dibandingkan penghasilan Wilbur. Jika sebulan Imam Syafii penghasilannya tidak sampai 1 juta, Wilbur bisa menghasilkan beberapa kali lipat, padahal profesi mereka sama. Sehingga, sebagaimana diberitakan detiknews dot com, jika Wilbur bisa punya mobil maka Syafii beli sendal saja susah. Suasana kerja, jaminan kesehatan dan keselamatan kerja dan prospek karir mereka pun jauh berbeda. Bagai bumi dan langit. Sehingga, ketika BBC memberi Imam "uang lelah" sebesar 1.5 juta rupiah, dia tidak terlalu gembira. Masih perlu dilihat, apakah nasib Imam Syafii jadi berubah seperti Briptu Norman dengan chaiya-chaiya-nya atau tetap sama saja. Menyusuri jalan-jalan di kelurahan Guntur mengangkut sampah tanpa pernah ada kejelasan apakah nasibnya akan menjadi lebih baik di masa depan atau tidak?
Sungguh ironis.
Note: sorry no pic, takut kena SOPA PIPA ACT
Yang mau nonton silakan mampir ke
The toughest Place to be a Bin Man Part 1
The toughest Place to be a Bin Man Part 2
Selasa, 14 Juni 2011
[Mosquelife Social Campaign] Menjaga amanah lingkungan
(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan diatasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit. "Kemudiab Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan itu."
(Q.S. T?h? : 53).
Repost dari situs mosquelife dot com
Suatu ketika, saya sedang menunggu sholat Subuh berjamaah di sebuah musholla. Karena musholla itu terletak di tingkat dua sebuah bangunan, saya bisa melihat ke sekeliling dengan lebih baik. Tiba-tiba saya melihat seorang perempuan di sebuah jembatan di atas sungai dekat musholla. Perempuan itu membawa sebuah kantong plastik kresek berisi sampah dan melemparkannya ke sungai. Memang, sungai tersebut terlihat kotor dan penuh sampah walaupun airnya masih mengalir deras. Kejadian di atas merupakan sebuah kejadian yang menjadi contoh kecil betapa abainya manusia terhadap kelestarian alam dari bumi yang diamanahkan kepadanya. Hal-hal kecil yang buruk tersebut bisa menyebabkan kerusakan dan bencana walaupun tidak terjadi secara langsung.
Manusia seringkali menyalahkan fenomena alam. Bahkan mreka yang mengaku ahli pun seringkali mengesampingkan ulah tangan manusia yang sesungguhnya merupakan faktor utama kerusakan alam. Hujan menjadi kambing hitam dari banjir yang melanda berbagai daerah di negeri ini. Padahal, hujan adalah anugerah dari Allah SWT kepada semua hambaNya dan makhlukNya di dunia ini. Apalah artinya bumi ini jika tidak ada siklus hujan yang menyuburkan tanam-tanaman di atasnya. Tentu dia hanya akan menjadi planet yang mati dan tak akan mampu menunjang kehidupan di atasnya.
Kita masih beruntung masih ada orang-orang yang bersedia mengolah sampah, baik organik atau anorganik menjadi barang-barang bermanfaat. Ada juga yang bersedia menyingsingkan lengan baju untuk memunguti sampah dari sungai, pantai dan tempat-tempat lainnya. Namun, jumlah mereka sangat sedikit dibandingkan jumlah sampah yang menggunung, yang dihasilkan masyarakat setiap hari.
Ya Allah Ya Rabb, jadikanlah kami hamba-hamba yg selalu bersyukur terhadap semua nikmat yang Engkau berikan, dan menjaga bumi ini dari segala kerusakan.
Aamiin
Aamiin
Semoga bermanfaat
Yang mau mendukung Social Campaign ini silakan ke situs ini
Label:
amanah,
bumi,
lingkungan,
manusia,
mosquelife,
sampah,
socialcampaign
Pengepul Kertas Bekas - UD Budi Purnama
http://www.pengepulkertasbekas.blogspot.com/
yang punya banyak kertas bekas, silakan berkunjung, semoga bisa jadi manfaat dan tambahan uang
yang punya banyak kertas bekas, silakan berkunjung, semoga bisa jadi manfaat dan tambahan uang
Senin, 30 Juni 2008
demo_daur_ulang_3.3gp
demo_daur_ulang_2.3gp
demo_daur_ulang_1.3gp
Pelatihan Daur Ulang Sampah, Masjid Agung Al Jabbar, Tanggerang
Assalamualaikum, mumpung lagi online saya sekalian meng-upload foto-foto pelatihan daur ulang sampah yang diadakan di masjid agung Al Jabbar, Karawaci, Tanggerang beberapa waktu yang lalu. Infonya ada di sini
http://kopiradix.multiply.com/calendar/item/10015
Pelatihan diisi oleh Ibu Harini Bambang yang menjelaskan tentang pengolahan sampah organik menjadi pupuk dan pembuatan lobang Biopori.
Ibu Harini mengatakan bahwa yang namanya sampah itu ada 3 macam:
1. sampah organik --> diolah jadi pupuk
2. sampah non organik --> didaur ulang
3. sampah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya), sebaiknya dimusnahkan. Ada kejadian, seorang anak kecil mengambil botol bekas baygon dan mengisinya dengan teh. Saat diminum, dia langsung meninggal dunia.
Pelatihan diisi pula dengan presentasi briket pelastik gelas air mineral dan demo pembuatan kertas daur ulang.
Rabu, 07 Mei 2008
Pelatihan Daur Ulang Sampah Perumahan dan Sekolah
| Start: | Jun 8, '08 09:00a |
| End: | Jun 8, '08 2:00p |
| Location: | Masjid Agung Al - Jabbar, Perumnas II _ Karawaci |
1. Perlunya pengolahan sampah terpadu di lingkungan perumahan dan sekolah
2. Cara dan teknik membuat kompos, pupuk cair
3. Cara dan teknik mendaur ulang kertas bekas menjadi kertas baru
4. Cara dan teknik mendaur ulang sampah plastik menjadi produk plastik baru
5. Cara dan teknik mendaur ulang sampah menjadi Tas, dompet, dll
Pembicara: HARINI BAMBANG WAHONO
(pegiat lingkungan, pelatih sertifikat UNESCO)
Peserta akan mendapatkan:
1. PELUANG USAHA berbasis sampah dan pemasaran produknya
2. Panduang teknik Pengolahan Sampah terpadu
3. Makan siang dan Snack
4. Souvenir
5. Voucher Bekam 50%
6. Sertifikat
Note:
1. Daftar 10 orang Gratis 1 Orang
2. Diskon 30% bagi anda yang mendaftar sebelum 17 Mei 2008
3. Diskon 50% untuk perwakilan sekolah
diselenggarakan oleh
SANGGAR KETRAMPILAN LTC CRAFT Pasar Kemis
Pondok Bekam Thibbun Nabawi - Pasar Kemis
Forum Komunikasi Peduli Lingkungan
Bekerja sama dengan:
IES (Indonesian Entrepreneur Society), Pondok Indah - Jakarta
SU (Success University) - Cibodas - Tanggerang
Investasi: Rp. 100.000,-
Informasi dan Pendaftaran:
Ibu Surya: 0818 0807 1787 - (021) 71573415
Susi : 0852 8137 1953
Poniman: (021) 6886 5471
Langganan:
Postingan (Atom)