http://sosbud.kompasiana.com/2012/02/18/fpi-john-kei-dan-grand-design-untuk-dunia-per-premanan-di-jakarta/
jadi sedih baca artikel yang satu ini
Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 29 Agustus 2012
Selasa, 28 Agustus 2012
Memfungsikan Masjid Sebagai Sarana Pemberdayaan Umat
http://wasathon.com/humaniora/read/memfungsikan_masjid_sebagai_sarana_pemberdayaan_umat
Mungkin salah satu penyebab sepinya masjid-masjid kita adalah karena masjid belum berfungsi sebagai pusat komunitas dari orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Masjid hanya dianggap sebagai tempat menunaikan ibadah ritual semata. Terkadang hanya sesekali diadakan pengajian dan para pesertanya pun terbatas sehingga terkesan ekslusif. Selebihnya, masjid seperti bangunan kosong yang tidak menampakkan dinamika kehidupan.
Selanjutnya sila ke link :)
Minggu, 26 Agustus 2012
Pengepul Kertas Bekas - UD Budi Purnama
http://pengepulkertasbekas.blogspot.com/
biar gak keangkut ke bantar gebang :D
biar gak keangkut ke bantar gebang :D
Kamis, 09 Agustus 2012
Berita :: Monorel Mulai Dibangun Akhir 2012 | berita99
http://www.berita99.com/berita/1054/monorel-mulai-dibangun-akhir-2012
JAKARTA - Monorel akan mulai dibangun akhir tahun ini. PT Adhi Karya Tbk akan mengerjakan tahap pertama pembangunan monorel sepanjang 13 km yang diperkirakan menelan biaya Rp 3,7 triliun.
Menurut Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan di Jakarta, Rabu (8/8), kebutuhan dana pembangunan monorel diperoleh dari kas internal 30 persen atau Rp 1,117 triliun dan pinjaman perbankan sebesar 70 persen atau Rp 2,608 triliun. Perseroan pun telah memilih bank BUMN sebagai kreditur.
Selanjutnya sila ke link, semoga kali ini benar2 dibangun monorelnya
Berita :: Laut Aral di Kazahstan Berubah Jadi Gurun Pasir | berita99
http://www.berita99.com/berita/1064/laut-aral-di-kazahstan-berubah-jadi-gurun-pasir
KAZAKHSTAN - Laut Aral, yang terletak diantara Uzbekistan dan Kazakhstan, dahulu adalah danau terbesar keempat di dunia - suatu penampungan air tawar yang sangat besar yang mencakup area permukaan seluas 68 ribu kilometer persegi.
selanjutnya sila ke link
Selasa, 26 Juni 2012
Komunitas GreenLifestyle: tips untuk hemat air, energi, kertas, bikin kompos, lingkungan hidup
http://www.greenlifestyle.or.id/
GreenLifestyle adalah sebuah komunitas masyarakat perkotaan di Indonesia yang bertujuan untuk saling berbagi informasi dan berdiskusi mengenai hal-hal praktis yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk bergaya hidup ramah lingkungan.
GreenLifestyle adalah sebuah komunitas masyarakat perkotaan di Indonesia yang bertujuan untuk saling berbagi informasi dan berdiskusi mengenai hal-hal praktis yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk bergaya hidup ramah lingkungan.
Label:
air,
alam,
energi,
green,
greenlifestyle,
internet,
kertas,
lingkungan
Senin, 16 April 2012
[Sosial] Generasi Instant Pemuja Kesenangan
"Kita usahakan agar mereka tidak merasa terjajah, baik secara pemikiran maupun tingkah laku. Sehingga, satu saaat mereka akan sadar uang dan sadar waktu" demikian kata seorang pengurus Komunitas Anak Langit di Tangerang saat diliput oleh sebuah stasiun TV Swasta. Komunitas ini memperhatikan dan mengurusi anak-anak jalanan di daerah Tangerang dan sekitarnya. Mereka bermarkas di bantaran kali Cisadane, dalam bangunan kayu nan sederhana. Kata-kata yang diucapkan kakak pengurus komunitas tersebut mengingatkan kita pada anak-anak yang seringkali menyambangi warnet-warnet yang ada games online-nya. Games online seperti Ragnarok, Cross Fire, Counter Strike, Point Blank, Audition Ayodance, Warcraft III dan sebagainya memang sangat digemari oleh anak-anak SD dan SMP, bahkan SMA. Bahkan ada diantara mereka yang hampir setiap hari menyambangi warnet-warnet tersebut untuk bermain. Sampai para operator, termasuk yang belum lama bekerja di warnet-warnet itu, bisa segera hafal nama, muka dan karakter mereka. Tidak tanggung-tanggung pula, terkadang ada diantara mereka yang bisa menghabiskan waktu antara 3 sampai 5 jam sekali main. Seakan-akan, permainan-permainan online itu telah menjadi kebutuhan paling utama dalam hidup mereka.
Anak-anak itu seakan tidak sabar dan sulit menahan hasrat untuk segera memainkan permainan virtual yang ada di computer-computer tersebut. Mereka terkadang datang masih dengan pakaian seragam sekolah. Seakan ada deep and powerfull sense of urgency dalam diri mereka untuk segera melarutkan diri ke dalam "dunia lain" yang ada dalam komputer-komputer tersebut. Apabila belum kebagian giliran main, mereka terus menerus bertanya pada operator kapan komputer nomor sekian dan sekian selesai. Tidak peduli apakah si operator sedang senggang sehingga mudah mengecek computer tertentu atau sedang sangat sibuk melayani klien lain yang minta print out dan sebagainya. Seakan tidak ada sedikitpun tenggang rasa pada operator yang sedang kerepotan dengan permintaan klien warnet yang lain. Entah apakah yang seperti itu sudah sampai ke tingkat yang sama dengan “sakaw" karena ketagihan narkotika atau belum.
Keluarga dan sekolah bahkan kegiatan ibadah keagamaan serta hal-hal lain yang sesungguhnya lebih bermanfaat seakan-akan tidak menjadi prioritas dalam kehidupan mereka. Ada yang pagi sebelum masuk sekolah siang sudah tenggelam dalam permainan itu dan sorenya balik lagi ke warnet untuk main lagi. Ada juga yang sampai bolos dan lebih memilih main games online daripada belajar di sekolah. Ada pula yang malah main beberapa jam padahal sudah hampir masuk waktu sholat yang relative singkat seperti Maghrib. Sudah hampir dipastikan, waktu sholat saat itu akan terlewatkan. Yang lebih menyedihkan lagi, terlewatnya waktu sholat wajib itu seakan akan dilalui tanpa ada rasa berdosa atau bersalah sedikitpun. Yang penting bagi mereka, main games online jalan terus. Terkadang, ada orang tua yang bahkan sampai menelepon atau mendatangi warnet-warnet tersebut untuk mencari anaknya.
Yang tidak kalah memperihatinkan adalah adalah tingkah laku dan akhlak mereka. Entah apakah kekasaran itu karena games-games online yang sebagiannya penuh kekerasan itu atau lebih karena pengaruh lingkungan. Anak anak itu seakan belum puas kalau belum membodoh-bodohi teman-teman mereka. Kata-kata kasar seperti (maaf) dongo, bego, goblok dan yang serupa dilontarkan tanpa ada beban moral sama sekali. Nama-nama penghuni kebon binatang dan nama benda yang (maaf) dibuang orang sebagai sisa metabolisme tubuh seringkali pula terlontar dari mulut kecil mereka. Semua itu seakan terlontar tanpa beban sama sekali. Bahkan terkadang ada juga yang sampai berkelahi di dalam atau sekitar warnet.
Bercermin dari refleksi yang dikemukakan kakak pengurus komunitas Anak Langit di awal tulisan ini, anak-anak penggemar game online itu sangat mungkin termasuk mereka yang terjajah baik secara pemikiran maupun tingkah laku. Mereka bisa jadi termasuk yang terintimidasi baik oleh anak yang lebih besar atau bahkan orang dewasa. Mereka pun sangat mungkin terintimidasi oleh prestasi akademik mereka sendiri, pada nilai-nilai yang mereka dapatkan di sekolah. Tentu sulit bagi kita mengharapkan mereka akan mampu berkonsentrasi dan menyerap pelajaran-pelajaran yang diberikan di sekolah. Sangat mungkin saat berada di kelas, pikiran dan jiwa mereka justru terpatri di warnet. Mereka mungkin lebih memikirkan bagaimana agar bisa memenangkan permainan-permainan elektronik itu daripada berkonsentrasi dan menyimak pelajaran di sekolah.
Hal itu bisa menyebabkan terjadinya vicious circle atau lingkaran setan yang tidak berkesudahan. Saat prestasi akademis mereka menurun, mereka pun semakin merasa tertekan baik oleh sekolah, keluarga maupun masyarakat. Dan pelarian dari ketidaknyamanan emosional akibat perasaan terjajah itu apa lagi jika bukan permainan games online yang biasa mereka mainkan. Saat bermain itulah mereka merasakan kelegaan sesaat dari berbagai tekanan. Baik yang timbul tuntutan atas prestasi akademik atau dari berbagai intimidasi mereka yang lebih dewasa. Dalam dunia yang "lain" itu mereka dapat menjadi tentara-tentara yang gagah dengan senjata mematikan di tangan. Kehidupan sehari-hari, yang mungkin kurang menyenangkan bagi mereka, terlupakan sudah saat tenggelam dalam permainan itu. Mungkin hanya di "dunia lain" itulah mereka merasa dipahami, dihargai dan diberi cukup apresiasi.
Steven Covey, penulis buku laris The 7 Habits of Highly Effective People dan The 8th Habit, menyatakan bahwa kebutuhan jiwa untuk dipahami secara empatik sama pentingnya seperti oksigen bagi tubuh manusia. Arvan Pradiyansyah, penulis buku You are not Alone dan beberapa buku laris lainnya, mengatakan bahwa kebutuhan emosional tertinggi manusia adalah dipahami. Anak-anak yang merasa terjajah dan terintimidasi, yang tidak merasa dipahami dengan baik dan tidak cukup dihargai akan mencari pelarian dan pelampiasan. Salah satu bentuk pelampiasan itu adalah dengan bermain games online.
Anak anak adalah cermin, cermin dari kehidupan itu sendiri. Mungkin banyak diantara kita yang masih ingat dengan dongeng Emperor's New Clothes atau Baju Baru sang Kaisar. Seorang Kaisar yang senang berganti-ganti baju kebesaran suatu ketika ditipu dua orang penipu. Mereka mengatakan bahwa pakaian yang akan mereka buat hanya bisa dilihat orang pintar dan cerdas. Pada saat dipamerkan, seorang anak berteriak dan mengatakan bahwa sang Kaisar telanjang. Tingkah laku anak-anak di warnet itu seakan menelanjangi kita semua akan tingkah laku kita sendiri. Tinggal kini apakah kita akan jujur dengan apa yang terefleksikan dari cermin cermin kecil itu ataukah kita akan terus bersembunyi di balik sejuta satu dalih yang muncul dari ego dan pikiran kita sendiri.
Anak-anak itu seakan tidak sabar dan sulit menahan hasrat untuk segera memainkan permainan virtual yang ada di computer-computer tersebut. Mereka terkadang datang masih dengan pakaian seragam sekolah. Seakan ada deep and powerfull sense of urgency dalam diri mereka untuk segera melarutkan diri ke dalam "dunia lain" yang ada dalam komputer-komputer tersebut. Apabila belum kebagian giliran main, mereka terus menerus bertanya pada operator kapan komputer nomor sekian dan sekian selesai. Tidak peduli apakah si operator sedang senggang sehingga mudah mengecek computer tertentu atau sedang sangat sibuk melayani klien lain yang minta print out dan sebagainya. Seakan tidak ada sedikitpun tenggang rasa pada operator yang sedang kerepotan dengan permintaan klien warnet yang lain. Entah apakah yang seperti itu sudah sampai ke tingkat yang sama dengan “sakaw" karena ketagihan narkotika atau belum.
Keluarga dan sekolah bahkan kegiatan ibadah keagamaan serta hal-hal lain yang sesungguhnya lebih bermanfaat seakan-akan tidak menjadi prioritas dalam kehidupan mereka. Ada yang pagi sebelum masuk sekolah siang sudah tenggelam dalam permainan itu dan sorenya balik lagi ke warnet untuk main lagi. Ada juga yang sampai bolos dan lebih memilih main games online daripada belajar di sekolah. Ada pula yang malah main beberapa jam padahal sudah hampir masuk waktu sholat yang relative singkat seperti Maghrib. Sudah hampir dipastikan, waktu sholat saat itu akan terlewatkan. Yang lebih menyedihkan lagi, terlewatnya waktu sholat wajib itu seakan akan dilalui tanpa ada rasa berdosa atau bersalah sedikitpun. Yang penting bagi mereka, main games online jalan terus. Terkadang, ada orang tua yang bahkan sampai menelepon atau mendatangi warnet-warnet tersebut untuk mencari anaknya.
Yang tidak kalah memperihatinkan adalah adalah tingkah laku dan akhlak mereka. Entah apakah kekasaran itu karena games-games online yang sebagiannya penuh kekerasan itu atau lebih karena pengaruh lingkungan. Anak anak itu seakan belum puas kalau belum membodoh-bodohi teman-teman mereka. Kata-kata kasar seperti (maaf) dongo, bego, goblok dan yang serupa dilontarkan tanpa ada beban moral sama sekali. Nama-nama penghuni kebon binatang dan nama benda yang (maaf) dibuang orang sebagai sisa metabolisme tubuh seringkali pula terlontar dari mulut kecil mereka. Semua itu seakan terlontar tanpa beban sama sekali. Bahkan terkadang ada juga yang sampai berkelahi di dalam atau sekitar warnet.
Bercermin dari refleksi yang dikemukakan kakak pengurus komunitas Anak Langit di awal tulisan ini, anak-anak penggemar game online itu sangat mungkin termasuk mereka yang terjajah baik secara pemikiran maupun tingkah laku. Mereka bisa jadi termasuk yang terintimidasi baik oleh anak yang lebih besar atau bahkan orang dewasa. Mereka pun sangat mungkin terintimidasi oleh prestasi akademik mereka sendiri, pada nilai-nilai yang mereka dapatkan di sekolah. Tentu sulit bagi kita mengharapkan mereka akan mampu berkonsentrasi dan menyerap pelajaran-pelajaran yang diberikan di sekolah. Sangat mungkin saat berada di kelas, pikiran dan jiwa mereka justru terpatri di warnet. Mereka mungkin lebih memikirkan bagaimana agar bisa memenangkan permainan-permainan elektronik itu daripada berkonsentrasi dan menyimak pelajaran di sekolah.
Hal itu bisa menyebabkan terjadinya vicious circle atau lingkaran setan yang tidak berkesudahan. Saat prestasi akademis mereka menurun, mereka pun semakin merasa tertekan baik oleh sekolah, keluarga maupun masyarakat. Dan pelarian dari ketidaknyamanan emosional akibat perasaan terjajah itu apa lagi jika bukan permainan games online yang biasa mereka mainkan. Saat bermain itulah mereka merasakan kelegaan sesaat dari berbagai tekanan. Baik yang timbul tuntutan atas prestasi akademik atau dari berbagai intimidasi mereka yang lebih dewasa. Dalam dunia yang "lain" itu mereka dapat menjadi tentara-tentara yang gagah dengan senjata mematikan di tangan. Kehidupan sehari-hari, yang mungkin kurang menyenangkan bagi mereka, terlupakan sudah saat tenggelam dalam permainan itu. Mungkin hanya di "dunia lain" itulah mereka merasa dipahami, dihargai dan diberi cukup apresiasi.
Steven Covey, penulis buku laris The 7 Habits of Highly Effective People dan The 8th Habit, menyatakan bahwa kebutuhan jiwa untuk dipahami secara empatik sama pentingnya seperti oksigen bagi tubuh manusia. Arvan Pradiyansyah, penulis buku You are not Alone dan beberapa buku laris lainnya, mengatakan bahwa kebutuhan emosional tertinggi manusia adalah dipahami. Anak-anak yang merasa terjajah dan terintimidasi, yang tidak merasa dipahami dengan baik dan tidak cukup dihargai akan mencari pelarian dan pelampiasan. Salah satu bentuk pelampiasan itu adalah dengan bermain games online.
Anak anak adalah cermin, cermin dari kehidupan itu sendiri. Mungkin banyak diantara kita yang masih ingat dengan dongeng Emperor's New Clothes atau Baju Baru sang Kaisar. Seorang Kaisar yang senang berganti-ganti baju kebesaran suatu ketika ditipu dua orang penipu. Mereka mengatakan bahwa pakaian yang akan mereka buat hanya bisa dilihat orang pintar dan cerdas. Pada saat dipamerkan, seorang anak berteriak dan mengatakan bahwa sang Kaisar telanjang. Tingkah laku anak-anak di warnet itu seakan menelanjangi kita semua akan tingkah laku kita sendiri. Tinggal kini apakah kita akan jujur dengan apa yang terefleksikan dari cermin cermin kecil itu ataukah kita akan terus bersembunyi di balik sejuta satu dalih yang muncul dari ego dan pikiran kita sendiri.
Children, little children
we've tried to do our best
we are, little children,
we make mistake like all the rest
Repost dari blog yang ini
Label:
anak,
gamesonline,
lingkungan,
sekolah,
sosial,
warnet
Selasa, 21 Februari 2012
[Kultwit] Hari Sampah Naisonal bagian 2
Sambungan dari kumpulan kultwit di sini
32. Tp,penyumbang terbesar sampah adl : pasar,mall,kantor,tmpt umum lain. Jd,komitmen perlu ditegaskan pl pd pemrtah n swasta #HariSampah
33. Pemerintah hrs ada di garda dpan n jd fasilitator. Swasta hrs dg reward-punishment dan masyarakat dg insentif-disinsentif.. #HariSampah
34. Psl28H UUD45:lingkungn hdp yg baik n shat adl hak asasi n konstitusionl WNI. Qt bs tuntut pemrinth yg lalai tdk klola sampah #HariSampah
35. Menanti pmerintah siuman..kt gerakkan masyarkt u/ bersama kelola sampah:Mulai dr diri sdri, Mulai yg kecil, dan Mulai skarg #HariSampah
36. Menghargai jasa pahlawan lingkungan yg tak bertanda, sy mengajak kita semua memekikkan SUMPAH (peduli) SAMPAH #HariSampah
37. Satu: kami putra putri Indonesia berjanji tidak akan buang sampah sembarangan #HariSampah
38. Kami putra-putri Indonesia berjanji akan memilah sampah mulai dari rumah #HariSampah
39. Tiga:Kami putra-putri Indonesia berjanji akan mengelola sampah sbg sumber berkah #HariSampah
40. Tweps, demikian renungan ringan sy ttg #HariSampah. Smg Indonesia bebas masalah sampah 2015 @donanwijaya @PSL_UII @saididu@AhyudinACT
Sumber: https://twitter.com/#!/ributlupy
32. Tp,penyumbang terbesar sampah adl : pasar,mall,kantor,tmpt umum lain. Jd,komitmen perlu ditegaskan pl pd pemrtah n swasta #HariSampah
33. Pemerintah hrs ada di garda dpan n jd fasilitator. Swasta hrs dg reward-punishment dan masyarakat dg insentif-disinsentif.. #HariSampah
34. Psl28H UUD45:lingkungn hdp yg baik n shat adl hak asasi n konstitusionl WNI. Qt bs tuntut pemrinth yg lalai tdk klola sampah #HariSampah
35. Menanti pmerintah siuman..kt gerakkan masyarkt u/ bersama kelola sampah:Mulai dr diri sdri, Mulai yg kecil, dan Mulai skarg #HariSampah
36. Menghargai jasa pahlawan lingkungan yg tak bertanda, sy mengajak kita semua memekikkan SUMPAH (peduli) SAMPAH #HariSampah
37. Satu: kami putra putri Indonesia berjanji tidak akan buang sampah sembarangan #HariSampah
38. Kami putra-putri Indonesia berjanji akan memilah sampah mulai dari rumah #HariSampah
39. Tiga:Kami putra-putri Indonesia berjanji akan mengelola sampah sbg sumber berkah #HariSampah
40. Tweps, demikian renungan ringan sy ttg #HariSampah. Smg Indonesia bebas masalah sampah 2015 @donanwijaya @PSL_UII @saididu@AhyudinACT
Sumber: https://twitter.com/#!/ributlupy
Senin, 20 Februari 2012
[Kultwit] Hari Sampah Nasional
Iseng-iseng rekap kultwit ttg hari sampah nasional, belum tahu udah habis atau belum, posting aja dulu 
1. Hari ini 7thn silam, 143 nyawa melayang jd korban longsornya TPA Luewigajah... #HariSampah
2. Tragedi Leuwigajah jg mengubur 139 rumah dan puluhan hektar kebuh n lahan pertanian #HariSampah
3. Berkaca pd tragedi itu, pemerintah mencanangkan 21 Februari sbg #HariSampah
4. Tak ada data pasti, brp korban mati dan sakit akibat salah urus sampah diseluruh pelosok negeri... #HariSampah
5. 90% TPA tidak memenuhi syarat. Sedang rata2 produksi sampah nasional 200rb ton/hari..jabodetabek 25000 ton/hari #HariSampah
6. Volume sampah terus menggunung seiring pertumbuhan pddk dan perbaikan ekonomi #HariSampah
7. Persepsi umum adl sampah itu kotor mnjijikkan hrs sgr dibuang dan dmusnahkan #HariSampah
8. Sampah dianggap musuh, tp diproduksi terus tak terpikir khalayak menguranginya #HariSampah
9. Pusat keramaian: pasar,terminal,mall,restoran,event,konser,aksi hingga demo jd pabrik sampah terbesar #HariSampah
10. TPA sbgn besar tlah renta, daya tampung nyaris habis, lahan luas kian tiada... Mau dikemanakan lagi sampah kita? #HariSampah
12. UU sampah sdh keluar di tahun 2008, tp hingga kini satupun PP belum ada.... #HariSampah
13. Aturan menegaskan pengelolaan sampah hrs terpadu (Reduce-Reuse-Recycle), tp fakta hanya rutin Angkut-Buang-Musnahkan
14. Beragam program kompetisi: Adipura(pura), green n clean dsb menjelma jd agenda mafia piala yg laku utk kampanye pilkada #HariSampah
15. Malpraktek pengelolaan sampah turut sumbang banjir, menjamurnya TPA/TPS illegal, dsb. Msh ingat dg Bandung Lautan Sampah? #HariSampah
16. Pemerintah mengeluh pengelolaan bth dana besar, budaya masyarakat blm mendukung, bla bla... Tp roadmap pun hanya diawang2 #HariSampah
17. Mengelola sampah spt halnya memberantas korupsi. Msh ruwet di negeri tercinta ini... #HariSampah
18. Konsep besar dan ideal dlm pengelolaan sampah terpadu terbagi dlm 2 arus: basis masyarakat (hulu) dan basis teknologi (hilir) #HariSampah
19. Harapannya 2 arus ini bergerak simultan dan ketemu di titik optimal, yaitu zero waste #HariSampah
20. Mindset sampah perlu dirombak. Sampah bukan sumber bencana tp sumber berkah #HariSampah
21. Dr rumah,kantor,tmpt usaha dan sektor hulu lain pengelolaan hrs sdh dimulai. Pemilahan dan pengolahan sederhana dpt dlakukan #HariSampah
22. Tempat sampah dipisahkan: organik, kertas, plastik/kaca dan lbh baik + utk B3. Kuncinya smua hrs disiplin ktk buang sampah #HariSampah
23. Perempuan punya peran lebih krn srg brurusan dg rmah tangga + mendidik anak memilah sampah #HariSampah
24. Hasil pemilahan mengkategorikan sampah mjd layak jual, layak kompos, layak kreasi, dan layak buang. 3 pertama bnilai ekonomi #HariSampah
25. Pemilahan sampah di hulu dengan demikian akan mengurangi 75% potensi penambahan volume di TPA #HariSampah
26. Percuma jk hanya dilakukan 1-2 rumah, lalu saat diangkut dicampur lg. Perlu pengorganisasian berbasis komunitas, RT, RW, dll #HariSampah
27. Bbrpa model basis komunitas yg sdh ada a.l bank sampah, TPST (tmpt pmrosesan sampah terpadu), atau variasi lainnya... #HariSampah
28. Pada level ini, dlm dinamikanya muncul dilema dan problematika... Mau dikemanakan kompos dan hsl kreasi jk sdh bnyak? #HariSampah
29. Maka perlu sinergi lintas, kompos u/ program RTH, tamanisasi, kebun @IDberkebun, hsl kreasi bs sinergi dg even n pariwisata #HariSampah
30. Utk yg layak jual bs kjsama dg pemulung dan atau pengepul. Menarik jk dkembangkan Gerakan Sedekah Sampah. #HariSampah Cc @Yusuf_Mansur
31. Komposisi sampah Indonesia: 58% organik/dapur, 14% plastik, 9% kertas, 19 % jenis lain. Artinya ada potensi pengurangan 81% #HariSampah
1. Hari ini 7thn silam, 143 nyawa melayang jd korban longsornya TPA Luewigajah... #HariSampah
2. Tragedi Leuwigajah jg mengubur 139 rumah dan puluhan hektar kebuh n lahan pertanian #HariSampah
3. Berkaca pd tragedi itu, pemerintah mencanangkan 21 Februari sbg #HariSampah
4. Tak ada data pasti, brp korban mati dan sakit akibat salah urus sampah diseluruh pelosok negeri... #HariSampah
5. 90% TPA tidak memenuhi syarat. Sedang rata2 produksi sampah nasional 200rb ton/hari..jabodetabek 25000 ton/hari #HariSampah
6. Volume sampah terus menggunung seiring pertumbuhan pddk dan perbaikan ekonomi #HariSampah
7. Persepsi umum adl sampah itu kotor mnjijikkan hrs sgr dibuang dan dmusnahkan #HariSampah
8. Sampah dianggap musuh, tp diproduksi terus tak terpikir khalayak menguranginya #HariSampah
9. Pusat keramaian: pasar,terminal,mall,restoran,event,konser,aksi hingga demo jd pabrik sampah terbesar #HariSampah
10. TPA sbgn besar tlah renta, daya tampung nyaris habis, lahan luas kian tiada... Mau dikemanakan lagi sampah kita? #HariSampah
12. UU sampah sdh keluar di tahun 2008, tp hingga kini satupun PP belum ada.... #HariSampah
13. Aturan menegaskan pengelolaan sampah hrs terpadu (Reduce-Reuse-Recycle), tp fakta hanya rutin Angkut-Buang-Musnahkan
14. Beragam program kompetisi: Adipura(pura), green n clean dsb menjelma jd agenda mafia piala yg laku utk kampanye pilkada #HariSampah
15. Malpraktek pengelolaan sampah turut sumbang banjir, menjamurnya TPA/TPS illegal, dsb. Msh ingat dg Bandung Lautan Sampah? #HariSampah
16. Pemerintah mengeluh pengelolaan bth dana besar, budaya masyarakat blm mendukung, bla bla... Tp roadmap pun hanya diawang2 #HariSampah
17. Mengelola sampah spt halnya memberantas korupsi. Msh ruwet di negeri tercinta ini... #HariSampah
18. Konsep besar dan ideal dlm pengelolaan sampah terpadu terbagi dlm 2 arus: basis masyarakat (hulu) dan basis teknologi (hilir) #HariSampah
19. Harapannya 2 arus ini bergerak simultan dan ketemu di titik optimal, yaitu zero waste #HariSampah
20. Mindset sampah perlu dirombak. Sampah bukan sumber bencana tp sumber berkah #HariSampah
21. Dr rumah,kantor,tmpt usaha dan sektor hulu lain pengelolaan hrs sdh dimulai. Pemilahan dan pengolahan sederhana dpt dlakukan #HariSampah
22. Tempat sampah dipisahkan: organik, kertas, plastik/kaca dan lbh baik + utk B3. Kuncinya smua hrs disiplin ktk buang sampah #HariSampah
23. Perempuan punya peran lebih krn srg brurusan dg rmah tangga + mendidik anak memilah sampah #HariSampah
24. Hasil pemilahan mengkategorikan sampah mjd layak jual, layak kompos, layak kreasi, dan layak buang. 3 pertama bnilai ekonomi #HariSampah
25. Pemilahan sampah di hulu dengan demikian akan mengurangi 75% potensi penambahan volume di TPA #HariSampah
26. Percuma jk hanya dilakukan 1-2 rumah, lalu saat diangkut dicampur lg. Perlu pengorganisasian berbasis komunitas, RT, RW, dll #HariSampah
27. Bbrpa model basis komunitas yg sdh ada a.l bank sampah, TPST (tmpt pmrosesan sampah terpadu), atau variasi lainnya... #HariSampah
28. Pada level ini, dlm dinamikanya muncul dilema dan problematika... Mau dikemanakan kompos dan hsl kreasi jk sdh bnyak? #HariSampah
29. Maka perlu sinergi lintas, kompos u/ program RTH, tamanisasi, kebun @IDberkebun, hsl kreasi bs sinergi dg even n pariwisata #HariSampah
30. Utk yg layak jual bs kjsama dg pemulung dan atau pengepul. Menarik jk dkembangkan Gerakan Sedekah Sampah. #HariSampah Cc @Yusuf_Mansur
31. Komposisi sampah Indonesia: 58% organik/dapur, 14% plastik, 9% kertas, 19 % jenis lain. Artinya ada potensi pengurangan 81% #HariSampah
Selasa, 31 Januari 2012
Tukang Sampah London vs Tukang Sampah Indonesia, lebih tangguh siapa?
Siapa bilang orang Indonesia selalu kalah dari orang-orang luar negeri, baik yang bule ataupun non bule? BBC London telah membuktikan bahwa dalam profesi-profesi tertentu, orang Indonesia ternyata jauh lebih tangguh dari orang luar negeri. Salah satunya adalah tukang sampah. Ternyata tukang sampah Indonesia jauh lebih tangguh dari tukang sampah di luar negeri. Salah satu dari para tukang sampah yang tangguh itu adalah Imam Syafii. Imam Syafii setiap hari bergelut dengan tumpukan sampah yang menggunung di daerah Kawi Buntu, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Di daerah yang sebagian besar wilayahnya sudah tergusur untuk pembangunan gedung-gedung perkantoran dan perbelanjaan itulah dia tinggal bersama keluarganya. Dia tinggal di rumah yang terbuat dari tripleks bekas dan berdampingan dengan tumpukan dan gerobak-gerobak sampah. Padahal, hanya beberapa ratus meter dari sana, sebuah Mega Proyek Superblok sedang giat-giatnya dibangun. Sebuah surga dunia bagi mereka yang berkantong tebal dan berduit banyak, bukan yang pekerjaannya mengangkut sampah seperti Imam Syafii. Sungguh suatu ironi yang pedih menyayat hati siapapun yang masih bernurani.
Namun, entah mimpi apa semalam, si tukang sampah ini mendapat tamu istimewa. BBC memilih Imam Syafii untuk menjadi partner bagi bintang tamu mereka dalam acara dokumenter "The Toughest Place to be a Bin Man" atau tempat paling menantang untuk menjadi seorang tukang sampah. Tamu itu bernama Wilbur Ramirez, seorang berkulit hitam dan berbadan gempal yang berprofesi sebagai tukang sampah di London. Selama 10 hari, Wilbur membantu Syafii dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari mengangkuti sampah. Selama itu pula tamu kehormatan ini menelusuri "daerah pegunungan" (karena jalan-jalan di sana menggunakan nama-nama gunung seperti Bromo, Kawi, Merbabu, Lawu, Tangkuban Perahu dan sebagainya) yang sehari-hari jadi wilayah operasi Imam Syafii. Selama "magang" bersama Imam Syafii itulah Wilbur mengalami sendiri betapa beratnya bekerja menjadi tukang sampah di Indonesia.
Betapa tidak, jika di London para tukang sampah menggunakan kendaraan yang dilengkapi AC dan penghancur sampah, di Indonesia para tukang sampahnya menggunakan "kereta kencana" untuk mengangkut sampah. "Kereta kencana" yang dimaksud tentu saja berbeda dengan yang dipergunakan para raja dan bangsawan yang ditarik kuda-kuda yang gagah perkasa. "Kereta kencana" alias gerobak sampah itu harus ditarik sendiri oleh si tukang sampah sepanjang jalan di daerah tempatnya beroperasi.
Wilbur pun terbengong-bengong melihat Imam Syafii yang sehari-hari bekerja tanpa alas kaki. "Mungkin kulit di telapak kakinya setebal kulit badak" demikian komentar tukang sampah dari London tersebut. Wilbur pun lebih kaget lagi saat melihat Imam Syafii naik ke atas gerobak sampah dan menginjak-injak sampah untuk mendapat ruang muat lebih banyak. "Apa dia tidak takut kena kaca atau beling" pikir tukang sampah dari luar negeri itu.
Selama bekerja, Wilbur menyaksikan sendiri betapa rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia dalam menjaga kebersihan. Di London, para tukang sampah hanya perlu mengambil sampah yang sudah terbungkus rapi dalam plastik. Sampah yang organik dan yang non organik pun sudah terpisah sehingga bisa ditangani dengan mudah oleh para tukang sampah. Namun, di Indonesia pemisahan kedua sampah tersebut belum jadi budaya. Hampir di setiap rumah yang mereka singgahi sampahnya tercampur antara sampah yang organik dan non-organik. Wilbur terheran-heran melihat got atau saluran air kotor yang terbuka, tidak seperti gorong-gorong di London yang tertutup rapat. Dia lebih terperanjat lagi saat Imam berkubang di got tersebut untuk mengambil sampah yang menyumbat aliran air kotor. Tidak mengherankan, selama magang 10 hari bersama Imam, Wilbur sampai kehilangan 10 kilogram berat badannya. Wilbur benar-benar telah mengakui kehebatan dan ketangguhan para tukang sampah di Indonesia karena dia menyatakan kapok bekerja sebagai tukang sampah di sini.
Sebaliknya, Imam Syafii pun tidak mampu menyembunyikan perasaan iri yang ada dalam hatinya pada Wilbur. Penghasilan Imam Syafii per bulan tentu jauh lebih rendah dibandingkan penghasilan Wilbur. Jika sebulan Imam Syafii penghasilannya tidak sampai 1 juta, Wilbur bisa menghasilkan beberapa kali lipat, padahal profesi mereka sama. Sehingga, sebagaimana diberitakan detiknews dot com, jika Wilbur bisa punya mobil maka Syafii beli sendal saja susah. Suasana kerja, jaminan kesehatan dan keselamatan kerja dan prospek karir mereka pun jauh berbeda. Bagai bumi dan langit. Sehingga, ketika BBC memberi Imam "uang lelah" sebesar 1.5 juta rupiah, dia tidak terlalu gembira. Masih perlu dilihat, apakah nasib Imam Syafii jadi berubah seperti Briptu Norman dengan chaiya-chaiya-nya atau tetap sama saja. Menyusuri jalan-jalan di kelurahan Guntur mengangkut sampah tanpa pernah ada kejelasan apakah nasibnya akan menjadi lebih baik di masa depan atau tidak?
Sungguh ironis.
Note: sorry no pic, takut kena SOPA PIPA ACT
Yang mau nonton silakan mampir ke
The toughest Place to be a Bin Man Part 1
The toughest Place to be a Bin Man Part 2
Namun, entah mimpi apa semalam, si tukang sampah ini mendapat tamu istimewa. BBC memilih Imam Syafii untuk menjadi partner bagi bintang tamu mereka dalam acara dokumenter "The Toughest Place to be a Bin Man" atau tempat paling menantang untuk menjadi seorang tukang sampah. Tamu itu bernama Wilbur Ramirez, seorang berkulit hitam dan berbadan gempal yang berprofesi sebagai tukang sampah di London. Selama 10 hari, Wilbur membantu Syafii dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari mengangkuti sampah. Selama itu pula tamu kehormatan ini menelusuri "daerah pegunungan" (karena jalan-jalan di sana menggunakan nama-nama gunung seperti Bromo, Kawi, Merbabu, Lawu, Tangkuban Perahu dan sebagainya) yang sehari-hari jadi wilayah operasi Imam Syafii. Selama "magang" bersama Imam Syafii itulah Wilbur mengalami sendiri betapa beratnya bekerja menjadi tukang sampah di Indonesia.
Betapa tidak, jika di London para tukang sampah menggunakan kendaraan yang dilengkapi AC dan penghancur sampah, di Indonesia para tukang sampahnya menggunakan "kereta kencana" untuk mengangkut sampah. "Kereta kencana" yang dimaksud tentu saja berbeda dengan yang dipergunakan para raja dan bangsawan yang ditarik kuda-kuda yang gagah perkasa. "Kereta kencana" alias gerobak sampah itu harus ditarik sendiri oleh si tukang sampah sepanjang jalan di daerah tempatnya beroperasi.
Wilbur pun terbengong-bengong melihat Imam Syafii yang sehari-hari bekerja tanpa alas kaki. "Mungkin kulit di telapak kakinya setebal kulit badak" demikian komentar tukang sampah dari London tersebut. Wilbur pun lebih kaget lagi saat melihat Imam Syafii naik ke atas gerobak sampah dan menginjak-injak sampah untuk mendapat ruang muat lebih banyak. "Apa dia tidak takut kena kaca atau beling" pikir tukang sampah dari luar negeri itu.
Selama bekerja, Wilbur menyaksikan sendiri betapa rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia dalam menjaga kebersihan. Di London, para tukang sampah hanya perlu mengambil sampah yang sudah terbungkus rapi dalam plastik. Sampah yang organik dan yang non organik pun sudah terpisah sehingga bisa ditangani dengan mudah oleh para tukang sampah. Namun, di Indonesia pemisahan kedua sampah tersebut belum jadi budaya. Hampir di setiap rumah yang mereka singgahi sampahnya tercampur antara sampah yang organik dan non-organik. Wilbur terheran-heran melihat got atau saluran air kotor yang terbuka, tidak seperti gorong-gorong di London yang tertutup rapat. Dia lebih terperanjat lagi saat Imam berkubang di got tersebut untuk mengambil sampah yang menyumbat aliran air kotor. Tidak mengherankan, selama magang 10 hari bersama Imam, Wilbur sampai kehilangan 10 kilogram berat badannya. Wilbur benar-benar telah mengakui kehebatan dan ketangguhan para tukang sampah di Indonesia karena dia menyatakan kapok bekerja sebagai tukang sampah di sini.
Sebaliknya, Imam Syafii pun tidak mampu menyembunyikan perasaan iri yang ada dalam hatinya pada Wilbur. Penghasilan Imam Syafii per bulan tentu jauh lebih rendah dibandingkan penghasilan Wilbur. Jika sebulan Imam Syafii penghasilannya tidak sampai 1 juta, Wilbur bisa menghasilkan beberapa kali lipat, padahal profesi mereka sama. Sehingga, sebagaimana diberitakan detiknews dot com, jika Wilbur bisa punya mobil maka Syafii beli sendal saja susah. Suasana kerja, jaminan kesehatan dan keselamatan kerja dan prospek karir mereka pun jauh berbeda. Bagai bumi dan langit. Sehingga, ketika BBC memberi Imam "uang lelah" sebesar 1.5 juta rupiah, dia tidak terlalu gembira. Masih perlu dilihat, apakah nasib Imam Syafii jadi berubah seperti Briptu Norman dengan chaiya-chaiya-nya atau tetap sama saja. Menyusuri jalan-jalan di kelurahan Guntur mengangkut sampah tanpa pernah ada kejelasan apakah nasibnya akan menjadi lebih baik di masa depan atau tidak?
Sungguh ironis.
Note: sorry no pic, takut kena SOPA PIPA ACT
Yang mau nonton silakan mampir ke
The toughest Place to be a Bin Man Part 1
The toughest Place to be a Bin Man Part 2
Minggu, 30 Oktober 2011
MosqueLife.Com - Proyek Lingkungan Hidup di DAS Ciliwung
http://www.mosquelife.com/go-green-01.jsp
Visi kami adalah masjid menjadi pusat aktivitas komunitas Muslim, di mana berbagai masalah yang dihadapi dibahas, dan dipecahkan, tak terkecuali masalah ekonomi, pendidikan dan lingkungan hidup.
MosqueLife.Com di bawah bimbingan dari HijauKu.Com dan didukung MIF.Or.Id melakukan satu aksi di DAS Ciliwung untuk mereposisi masjid agar lebih berperan proaktif mengatasi masalah lingkungan hidup di sekitarnya.
Visi kami adalah masjid menjadi pusat aktivitas komunitas Muslim, di mana berbagai masalah yang dihadapi dibahas, dan dipecahkan, tak terkecuali masalah ekonomi, pendidikan dan lingkungan hidup.
MosqueLife.Com di bawah bimbingan dari HijauKu.Com dan didukung MIF.Or.Id melakukan satu aksi di DAS Ciliwung untuk mereposisi masjid agar lebih berperan proaktif mengatasi masalah lingkungan hidup di sekitarnya.
Selasa, 14 Juni 2011
[Mosquelife Social Campaign] Menjaga amanah lingkungan
(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan diatasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit. "Kemudiab Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan itu."
(Q.S. T?h? : 53).
Repost dari situs mosquelife dot com
Suatu ketika, saya sedang menunggu sholat Subuh berjamaah di sebuah musholla. Karena musholla itu terletak di tingkat dua sebuah bangunan, saya bisa melihat ke sekeliling dengan lebih baik. Tiba-tiba saya melihat seorang perempuan di sebuah jembatan di atas sungai dekat musholla. Perempuan itu membawa sebuah kantong plastik kresek berisi sampah dan melemparkannya ke sungai. Memang, sungai tersebut terlihat kotor dan penuh sampah walaupun airnya masih mengalir deras. Kejadian di atas merupakan sebuah kejadian yang menjadi contoh kecil betapa abainya manusia terhadap kelestarian alam dari bumi yang diamanahkan kepadanya. Hal-hal kecil yang buruk tersebut bisa menyebabkan kerusakan dan bencana walaupun tidak terjadi secara langsung.
Manusia seringkali menyalahkan fenomena alam. Bahkan mreka yang mengaku ahli pun seringkali mengesampingkan ulah tangan manusia yang sesungguhnya merupakan faktor utama kerusakan alam. Hujan menjadi kambing hitam dari banjir yang melanda berbagai daerah di negeri ini. Padahal, hujan adalah anugerah dari Allah SWT kepada semua hambaNya dan makhlukNya di dunia ini. Apalah artinya bumi ini jika tidak ada siklus hujan yang menyuburkan tanam-tanaman di atasnya. Tentu dia hanya akan menjadi planet yang mati dan tak akan mampu menunjang kehidupan di atasnya.
Kita masih beruntung masih ada orang-orang yang bersedia mengolah sampah, baik organik atau anorganik menjadi barang-barang bermanfaat. Ada juga yang bersedia menyingsingkan lengan baju untuk memunguti sampah dari sungai, pantai dan tempat-tempat lainnya. Namun, jumlah mereka sangat sedikit dibandingkan jumlah sampah yang menggunung, yang dihasilkan masyarakat setiap hari.
Ya Allah Ya Rabb, jadikanlah kami hamba-hamba yg selalu bersyukur terhadap semua nikmat yang Engkau berikan, dan menjaga bumi ini dari segala kerusakan.
Aamiin
Aamiin
Semoga bermanfaat
Yang mau mendukung Social Campaign ini silakan ke situs ini
Label:
amanah,
bumi,
lingkungan,
manusia,
mosquelife,
sampah,
socialcampaign
Pengepul Kertas Bekas - UD Budi Purnama
http://www.pengepulkertasbekas.blogspot.com/
yang punya banyak kertas bekas, silakan berkunjung, semoga bisa jadi manfaat dan tambahan uang
yang punya banyak kertas bekas, silakan berkunjung, semoga bisa jadi manfaat dan tambahan uang
Kamis, 07 Oktober 2010
[Random Snippets-AIR] Situ Gintung
Hari itu, saat bencana Situ Gintung mendominasi pemberitaan, saya ditelepon seorang rekan sesama anggota Relawan Pelangi. Relawan Pelangi adalah suatu komunitas relawan yang anggotanya sekarang mendirikan Yayasan Sahabat Peduli Generasi Mandiri. Saya diminta membantu di lokasi bencana Situ Gintung di daerah ciputat. Mereka membutuhkan relawan laki-laki untuk mengangkat barang-barang katanya. Rencana kami, kami hendak bergabung di posko relawan Aksi Cepat Tanggap.
Saya lalu menuju meeting point di daerah Pondok Labu. Sesudah makan siang dan sholat zuhur, kami berangkat ke lokasi sambil membawa bantuan dari pihak donatur. Sampai di lokasi, kendaraan kami sulit untuk bisa sampai posko karena tempat itu telah menjadi lokasi "wisata bencana". Mental "pengamat" memang sudah lama melanda negeri ini, mulai dari yang di stasiun TV sampai yang ada di lokasi bencana.

Akhirnya kami pun tiba di posko tujuan, di sana terlihat kesibukan yang luar biasa. Kami bertugas menyingkirkan balok kayu dan benda-benda besar lainnya agar proses pembersihan berlangsung lebih mudah. Terlihat jelas bangunan-bangunan yang tadinya kukuh saat itu telah luluh lantak tak karuan lagi bentuknya. Pemindahan reruntuhan itu dilakukan secara estafet ke tempat yang ditentukan. Kami bekerja di lokasi dari siang menjelang sore sampai maghrib.

Saya sendiri baru pertama kali itu mengunjungi situ gintung walaupun dari dulu sudah sering ke daerah Ciputat. Saya seringkali hanya melihat di peta jakarta sebuah danau yang besar di daerah ciputat namun belum tahu danau apakah itu . Memang, kawanan yang berair sering menarik perhatian saya, salah satunya waduk Pulomas. Melihat danau besar di peta dan dekat dengan tempat yang sering kali saya kunjungi tentu membuat saya penasaran. Saat itu, saya pikir masuknya harus lewat ISCI atau International Sport Club Indonesia sedangkan saat saya lewat di depan pintu perkumpulan tersebut, tertulis yang boleh masuk hanya anggota. Namun, saat berhasil sampai di sana keadaannya sudah jauh berbeda. Sudah hancur luluh lantak hancur berantakan. Rupanya air danau itu memiliki kekuatan yang luar biasa sehingga saat jebol semua bangunan yang terlanda hancur lebur.

Bencana memang bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Namun, kita manusia adalah pengemban amanah sebagai wakil Allah SWT di muka bumi ini. Kita tentu tidak boleh mengabaikan tanda bencana sekecil apapun agar bencana yang lebih besar bisa dicegah. Manusia masih cenderung zalim pada air dan unsur-unsur alam lainnya. Pembuangan sampah sembarangan, penyedotan air tanah yang berlebihan dan sebagainya sudah lama memperparah keadaan alam. Belum lagi sarana irigasi dan pengaturan air yang sudah tua bahkan sejak zaman Belanda.
Air memang salah satu anugerah terindah dari Allah SWT, namun apabila tidak dimanfaatkan dengan baik dan berimbang dengan pemeliharaannya maka bencanalah yang akan terjadi, seperti di Situ Gintung waktu itu.
Semoga bermanfaat,
Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti dan memeriahkan Lomba menulis tentang air yang diselenggarakan ibu dokter Vina Revi
Saya lalu menuju meeting point di daerah Pondok Labu. Sesudah makan siang dan sholat zuhur, kami berangkat ke lokasi sambil membawa bantuan dari pihak donatur. Sampai di lokasi, kendaraan kami sulit untuk bisa sampai posko karena tempat itu telah menjadi lokasi "wisata bencana". Mental "pengamat" memang sudah lama melanda negeri ini, mulai dari yang di stasiun TV sampai yang ada di lokasi bencana.
Akhirnya kami pun tiba di posko tujuan, di sana terlihat kesibukan yang luar biasa. Kami bertugas menyingkirkan balok kayu dan benda-benda besar lainnya agar proses pembersihan berlangsung lebih mudah. Terlihat jelas bangunan-bangunan yang tadinya kukuh saat itu telah luluh lantak tak karuan lagi bentuknya. Pemindahan reruntuhan itu dilakukan secara estafet ke tempat yang ditentukan. Kami bekerja di lokasi dari siang menjelang sore sampai maghrib.
Saya sendiri baru pertama kali itu mengunjungi situ gintung walaupun dari dulu sudah sering ke daerah Ciputat. Saya seringkali hanya melihat di peta jakarta sebuah danau yang besar di daerah ciputat namun belum tahu danau apakah itu . Memang, kawanan yang berair sering menarik perhatian saya, salah satunya waduk Pulomas. Melihat danau besar di peta dan dekat dengan tempat yang sering kali saya kunjungi tentu membuat saya penasaran. Saat itu, saya pikir masuknya harus lewat ISCI atau International Sport Club Indonesia sedangkan saat saya lewat di depan pintu perkumpulan tersebut, tertulis yang boleh masuk hanya anggota. Namun, saat berhasil sampai di sana keadaannya sudah jauh berbeda. Sudah hancur luluh lantak hancur berantakan. Rupanya air danau itu memiliki kekuatan yang luar biasa sehingga saat jebol semua bangunan yang terlanda hancur lebur.
Bencana memang bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Namun, kita manusia adalah pengemban amanah sebagai wakil Allah SWT di muka bumi ini. Kita tentu tidak boleh mengabaikan tanda bencana sekecil apapun agar bencana yang lebih besar bisa dicegah. Manusia masih cenderung zalim pada air dan unsur-unsur alam lainnya. Pembuangan sampah sembarangan, penyedotan air tanah yang berlebihan dan sebagainya sudah lama memperparah keadaan alam. Belum lagi sarana irigasi dan pengaturan air yang sudah tua bahkan sejak zaman Belanda.
Air memang salah satu anugerah terindah dari Allah SWT, namun apabila tidak dimanfaatkan dengan baik dan berimbang dengan pemeliharaannya maka bencanalah yang akan terjadi, seperti di Situ Gintung waktu itu.
Semoga bermanfaat,
Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti dan memeriahkan Lomba menulis tentang air yang diselenggarakan ibu dokter Vina Revi
Label:
air,
ciputat,
danau,
irigasi,
lingkungan,
lombamenulis,
situgintung,
waduk
Jumat, 30 April 2010
Pembukaan Rumah Sehat Komunitas Lebah
| Start: | May 8, '10 08:00a |
| End: | May 8, '10 1:00p |
| Location: | Balai Warga RW 03 Jl. Petojo Utara VI |
Pembukaan Rumah Sehat ( Unit pelayanan kesehatan gratis) , Komunitas Lebah bekerja sama dengan RW 03 Petojo, akan dilakukan pula periksa kesehatan gratis untuk 100 orang warga yang membutuhkan serta games umtuk anak yatim.
Rabu, 24 Februari 2010
[Puisi] Pesan dari Sang Hujan
[2.22]. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan buatmu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui.
Sesungguhnya aku, sang hujan
adalah cara air menembus permukaan bumi
menumbuhkan benih-benih yang terpendam
sehingga tumbuh mekar bersemi
menambah semarak keindahan alam
Namun bila aku,
dihambat aspal, semen dan bahan-bahan lain
sehingga aku tak bisa meresap ke dalam tanah
sama sekali tak ada pilihan bagiku
kecuali terus mengalir ke tempat yang rendah
Dan ....
bila banjir bandang pun menggulung kotamu
bila tanah longsor menimbun desamu
bila engkau dan keluargamu kehilngan harta bahkan nyawa
sungguh itu semua bukan kesalahanku
karena itulah wahai manusia ..
Cintailah aku
bukan keinginanku berada di sini
bukan kemauanku turun membasahi bumi
bukan pula aku yang meminta diciptakan
seperti ini
Cintailah aku
dengan menjaga lingkunganmu
aku hanya menuruti perintahNya
untuk turun di tempat yang ditentukan olehNya
Wahai manusia,
Allah SWT telah mengatur diriku sedemikian rupa
sehingga aku menjadi rahmat bagi semesta
tanaman, binatang dan manusia
Namun,
ternyata engkau sebagai makhluk paling mulia
ternyata kau rendah hinakan derajat sehingga hina
lebih rendah dari binatang melata
serakah, tamak dan durjana
Apabila azab ujian bala menimpa
sungguh salahkan dirimu wahai manusia
bertaubatlah dan kembalilah segera
kepadaNya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
aku, sang hujan, akan menghapus semua derita dukamu
saat kau merasakan belaian lembutku
mendinginkan hawa panas di hatimu
mendamaikan jiwa dan kehidupanmu
Namun,
aku hanya bisa melakukannya
hanya apabila kau tunduk pada Penciptaku
yang juga Penciptamu
adalah cara air menembus permukaan bumi
menumbuhkan benih-benih yang terpendam
sehingga tumbuh mekar bersemi
menambah semarak keindahan alam
Namun bila aku,
dihambat aspal, semen dan bahan-bahan lain
sehingga aku tak bisa meresap ke dalam tanah
sama sekali tak ada pilihan bagiku
kecuali terus mengalir ke tempat yang rendah
Dan ....
bila banjir bandang pun menggulung kotamu
bila tanah longsor menimbun desamu
bila engkau dan keluargamu kehilngan harta bahkan nyawa
sungguh itu semua bukan kesalahanku
karena itulah wahai manusia ..
Cintailah aku
bukan keinginanku berada di sini
bukan kemauanku turun membasahi bumi
bukan pula aku yang meminta diciptakan
seperti ini
Cintailah aku
dengan menjaga lingkunganmu
aku hanya menuruti perintahNya
untuk turun di tempat yang ditentukan olehNya
Wahai manusia,
Allah SWT telah mengatur diriku sedemikian rupa
sehingga aku menjadi rahmat bagi semesta
tanaman, binatang dan manusia
Namun,
ternyata engkau sebagai makhluk paling mulia
ternyata kau rendah hinakan derajat sehingga hina
lebih rendah dari binatang melata
serakah, tamak dan durjana
Apabila azab ujian bala menimpa
sungguh salahkan dirimu wahai manusia
bertaubatlah dan kembalilah segera
kepadaNya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
aku, sang hujan, akan menghapus semua derita dukamu
saat kau merasakan belaian lembutku
mendinginkan hawa panas di hatimu
mendamaikan jiwa dan kehidupanmu
Namun,
aku hanya bisa melakukannya
hanya apabila kau tunduk pada Penciptaku
yang juga Penciptamu
Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkannya-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu Kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal. (QS.Az-Zumar - 39:21)
Semoga bermanfaat
More info please read:
Fenomena Hujan dalam Al Quran
Tafsir Tematik: Dia Menurunkan hujan dari langit
Kamis, 24 Desember 2009
Komunitas GreenLifestyle: tips untuk hemat air, energi, kertas, bikin kompos, lingkungan hidup
http://www.greenlifestyle.or.id/
GreenLifestyle adalah sebuah komunitas masyarakat perkotaan di Indonesia yang bertujuan untuk saling berbagi informasi dan berdiskusi mengenai hal-hal praktis yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk bergaya hidup ramah lingkungan.
GreenLifestyle adalah sebuah komunitas masyarakat perkotaan di Indonesia yang bertujuan untuk saling berbagi informasi dan berdiskusi mengenai hal-hal praktis yang bisa dilakukan oleh setiap individu untuk bergaya hidup ramah lingkungan.
Senin, 06 Oktober 2008
50 Ways to Help the Planet
http://www.50waystohelp.com/
50 cara menyelamatkan planet bumi, silahkan dicoba semoga bermanfaat :)
50 cara menyelamatkan planet bumi, silahkan dicoba semoga bermanfaat :)
Senin, 30 Juni 2008
Pelatihan Daur Ulang Sampah, Masjid Agung Al Jabbar, Tanggerang
Assalamualaikum, mumpung lagi online saya sekalian meng-upload foto-foto pelatihan daur ulang sampah yang diadakan di masjid agung Al Jabbar, Karawaci, Tanggerang beberapa waktu yang lalu. Infonya ada di sini
http://kopiradix.multiply.com/calendar/item/10015
Pelatihan diisi oleh Ibu Harini Bambang yang menjelaskan tentang pengolahan sampah organik menjadi pupuk dan pembuatan lobang Biopori.
Ibu Harini mengatakan bahwa yang namanya sampah itu ada 3 macam:
1. sampah organik --> diolah jadi pupuk
2. sampah non organik --> didaur ulang
3. sampah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya), sebaiknya dimusnahkan. Ada kejadian, seorang anak kecil mengambil botol bekas baygon dan mengisinya dengan teh. Saat diminum, dia langsung meninggal dunia.
Pelatihan diisi pula dengan presentasi briket pelastik gelas air mineral dan demo pembuatan kertas daur ulang.
Kamis, 08 Mei 2008
BIOPORI - Teknologi Tepat Guna Ramah Lingkungan
http://www.biopori.com/index.php
Jika anda ingin berpartisipasi dalam menjaga lingkungan, silahkan berkunjung ke link ini,
Jika anda ingin berpartisipasi dalam menjaga lingkungan, silahkan berkunjung ke link ini,
Langganan:
Postingan (Atom)