http://cahaya-semesta.com/article/65504/terapi-istighfar.html
TERAPI ISTIGHFAR
“Sesungguhnya Allah menurunkan kepadaku dua keselamatan bagi umatku. Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka dan Allah tidak akan mengazab mereka sedang (mereka) beristighfar (minta ampun), bila aku (Nabi Saw) pergi (tiada) maka aku tinggalkan bagimu istighfar sampai hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)
Tampilkan postingan dengan label cahayasemesta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cahayasemesta. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 Juli 2012
Minggu, 01 Juli 2012
Spiritual Sinergi Semesta (S3) - Rahasia Terkabulnya Doa Part1 sd Part 5
http://cahaya-semesta.com/article/91140/rahasia-terkabulnya-doa-part1-sd-part-5.html
apa rahasia terkabul doa? sila ke link, semoga bermanfaat :)
apa rahasia terkabul doa? sila ke link, semoga bermanfaat :)
Jumat, 20 Mei 2011
[Ultah Cambai: Kisah Nyata Ditolak] Permohonan Maaf
People will forget what you say
People will forget what you do
But, people will never forget how you made them feel
Maya Angelou
People will forget what you do
But, people will never forget how you made them feel
Maya Angelou
Berawal dari sebuah kegiatan sosial di sebuah desa tertinggal tak jauh dari Jakarta. Sesudah selesai kegiatan, kami semua pulang naik bisa yang sama dengan yang memberangkatkan kami. Saat itu, di bis yang namanya mata sudah hampir tidak bisa dibuka. Jadi pada saat ada teman yang pesan untuk membantu seseorang ya yang tertangkap sayup - sayup saja. Namun, begitu sampai tempat kembali dan bertemu orang yang perlu dibantu, entah kenapa rasa kantuk ini hilang lenyap dan berganti kekaguman yang luar biasa. Sesudah selesai membantu pun, sampai di rumah masih saja kepikiran orang yang tadi itu. Selama itu pula, hubungan kami baik-baik saja walaupun tidak bisa dikatakan akrab. Namun, semua berubah saat diketahui saya naksir berat sama dia. Benar kata Maya Angelou di atas, jangan-jangan ada kesalahan yang tidak saya sadari.
Memang, dalam kondisi emosional yang kurang kondusif, kesalahan sangat mungkin terjadi walau kadang tidak bisa diketahui persis. Yang jelas, saya akui sayalah yang bersalah dan saya pun berusaha minta maaf. Namun saying, permohonan maaf yang saya harapkan diterima itu belum juga terjadi sampai saat ini. Paling tidak sampai tulisan ini dibuat. Hubungan pertemanan yang ala kadarnya itu pun hancur berantakan sebagaimana hancurnya hati saya. Mungkin inilah yang dinamakan Depresi, sebuah keadaan emosional yang seringkali mengantar penderitanya ke gerbang maut dengan cara bunuh diri.
Saya masih beruntung belum mau menyerah untuk memperbaiki diri. Kesadaran bahwa hidup harus dilanjutkan apapun yang terjadi masih tersisa dalam diri saya walapun sempat meredup. Saya pun mencoba mengalihkan perhatian ke dalam tulisan dan mencoba mempelajari beberapa jenis penyembuhan seperti SEFT dan Spiritual Quantum Touch atau SQT. SQT saya pelajari dari sesama relawan saat bertugas sebagai tim Trauma Healing ber sama beberapa praktisi SEFT di Padang beberapa waktu yang lalu. Namun, walaupun demikian, masih terasa ada yang mengganjal di hati saya berkenaan dengan permohonan maaf yang belum juga diterima.
Suatu ketika, saya mengikuti acara bedah buku yang diadakan di sebuah universitas di daerah Ciputat. Bedah buku itu diisi oleh kang Zain, penulis ebook tersebut dan Lead Trainer di Cahaya Semesta, sebagai narasumber. e-book tersebut berjudul "Jangan Raih Kesuksesan yang tidak Sukses". Kang Zain menjelaskan apa yang beliau ketahui dan percayai sebagai kesuksesan sejati berdasarkan pengalamannya sebagai seorang trainer dan motivator. Mungkin, kalau di kalangan motivator dan trainer, apa yang diajarkan oleh kang Zain bias dianggap sebagai ajaran bid’ah, meminjam bahasa agama, atau dianggap nyeleneh karena menyimpang dari mainstream ajaran motivasi. Ketenangan dan kebahagiaan seharusnya diraih terlebih dahulu daripada kesuksesan dan penampilan. "Apakah kita selama ini menetapkan syarat-syarat tertentu sebelum kita bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan?" tanya Kang Zain pada yang hadir. Ketenangan sejati, yang diperoleh dengan hanya bergantung pada Allah SWT seharusnya menjadi fondasi bagi kebahagiaan dan kesuksesan serta penampilan kita.
"Hati yang kotor penuh rasa dengki dan dendam akan menarik kemalangan demi kemalangan ke dalam hidup kita seperti magnet. Maka indahkanlah masa depanmu dengan memaafkan masa lalumu dan menerima keadaanmu saat ini" demikian pesan kang Zain dalam acara bedah ebook tersebut. Membersihkan hati salah satunya dengan banyak beristighfar agar dosa-dosa kita terampuni dan hati kita pun menjadi semakin bersih. Kang Zain pun menambahkan bahwa salah satu rahasia kesuksesan dakawah Rasul SAW adalah mudahnya beliau memaafkan, apalgi dalam urusan pribadi. Seorang kafir Quraisy yang hendak membunuh beliau pun dimaafkan dengan mudah. Saat kita memaafkan orang lain yang bersalah atua bahkan zalim pada kita, sesungguhnya kita memberi energi pada orang lain untuk memaafkan kita dan membuka diri untuk kita pengaruhi.
Semoga bermanfaat
------------------------------------------
Jumlah kata: 587
Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba memperingati ulang tahun MP-nya Uni Cambai dengan kategori Kisah Nyata: Ditolak
Memang, dalam kondisi emosional yang kurang kondusif, kesalahan sangat mungkin terjadi walau kadang tidak bisa diketahui persis. Yang jelas, saya akui sayalah yang bersalah dan saya pun berusaha minta maaf. Namun saying, permohonan maaf yang saya harapkan diterima itu belum juga terjadi sampai saat ini. Paling tidak sampai tulisan ini dibuat. Hubungan pertemanan yang ala kadarnya itu pun hancur berantakan sebagaimana hancurnya hati saya. Mungkin inilah yang dinamakan Depresi, sebuah keadaan emosional yang seringkali mengantar penderitanya ke gerbang maut dengan cara bunuh diri.
Saya masih beruntung belum mau menyerah untuk memperbaiki diri. Kesadaran bahwa hidup harus dilanjutkan apapun yang terjadi masih tersisa dalam diri saya walapun sempat meredup. Saya pun mencoba mengalihkan perhatian ke dalam tulisan dan mencoba mempelajari beberapa jenis penyembuhan seperti SEFT dan Spiritual Quantum Touch atau SQT. SQT saya pelajari dari sesama relawan saat bertugas sebagai tim Trauma Healing ber sama beberapa praktisi SEFT di Padang beberapa waktu yang lalu. Namun, walaupun demikian, masih terasa ada yang mengganjal di hati saya berkenaan dengan permohonan maaf yang belum juga diterima.
Suatu ketika, saya mengikuti acara bedah buku yang diadakan di sebuah universitas di daerah Ciputat. Bedah buku itu diisi oleh kang Zain, penulis ebook tersebut dan Lead Trainer di Cahaya Semesta, sebagai narasumber. e-book tersebut berjudul "Jangan Raih Kesuksesan yang tidak Sukses". Kang Zain menjelaskan apa yang beliau ketahui dan percayai sebagai kesuksesan sejati berdasarkan pengalamannya sebagai seorang trainer dan motivator. Mungkin, kalau di kalangan motivator dan trainer, apa yang diajarkan oleh kang Zain bias dianggap sebagai ajaran bid’ah, meminjam bahasa agama, atau dianggap nyeleneh karena menyimpang dari mainstream ajaran motivasi. Ketenangan dan kebahagiaan seharusnya diraih terlebih dahulu daripada kesuksesan dan penampilan. "Apakah kita selama ini menetapkan syarat-syarat tertentu sebelum kita bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan?" tanya Kang Zain pada yang hadir. Ketenangan sejati, yang diperoleh dengan hanya bergantung pada Allah SWT seharusnya menjadi fondasi bagi kebahagiaan dan kesuksesan serta penampilan kita.
"Hati yang kotor penuh rasa dengki dan dendam akan menarik kemalangan demi kemalangan ke dalam hidup kita seperti magnet. Maka indahkanlah masa depanmu dengan memaafkan masa lalumu dan menerima keadaanmu saat ini" demikian pesan kang Zain dalam acara bedah ebook tersebut. Membersihkan hati salah satunya dengan banyak beristighfar agar dosa-dosa kita terampuni dan hati kita pun menjadi semakin bersih. Kang Zain pun menambahkan bahwa salah satu rahasia kesuksesan dakawah Rasul SAW adalah mudahnya beliau memaafkan, apalgi dalam urusan pribadi. Seorang kafir Quraisy yang hendak membunuh beliau pun dimaafkan dengan mudah. Saat kita memaafkan orang lain yang bersalah atua bahkan zalim pada kita, sesungguhnya kita memberi energi pada orang lain untuk memaafkan kita dan membuka diri untuk kita pengaruhi.
Semoga bermanfaat
------------------------------------------
Jumlah kata: 587
Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba memperingati ulang tahun MP-nya Uni Cambai dengan kategori Kisah Nyata: Ditolak
Rabu, 04 Mei 2011
[Renungan] Sebuah ruang bernama Hati
Hati adalah cermin
Tempat pahala dan dosa bertarung
Tempat pahala dan dosa bertarung
Demikian syair lagu yang didendangkan oleh Bimbo. Hati manusia memang arena pertarungan yang idak ada habisnya, antara pahal dan dosa, antara nurani dan ego. Hati bisa menjadi sebuah “sanctuary” tempat berteduh dari segala macam masalah, tapi hati itu sendiri bisa jadi sumber masalah. Terutama bila hati itu dikotori beraneka ragam keinginan. Jika hati itu penuh syukur, maka seluruh tubuh akan merasakan nikmatnya. Bahkan mungkin banyak orang yang akan merasakan manfaatnya. Bukan tidak boleh punya keinginan, yang tidak boleh adalah diperbudak keinginan. Terkadang, keinginan untuk segera mewujudkan keinginan itu malah menghambat kemampuan kita untuk mampu mewujudkan keinginan itu. Rasa syukur membuat hati menjadi ringan dan tenang. Rasa syukur membuat hati menjadi bersih dan hati yang bersih adalah hati yang penuh rasa syukur. Sebaliknya, kurangnya rasa syukur membuat hati menjadi gelap dan pekat. Di sisi lain, hati yang gelap dan pekat membuat pemiliknya sulit mensyukuri segala nikmat yang diberikan kepadanya.
Bayangkanlah sebuah ruang yang lapang dan luas, putih bersih tiada setitik debu pun di dalamnya. Langit-langitnya lebih tinggi dari langit dunia, ujung ruangan itu lebih jauh dari pandangan mata. Udara yang segar mengalir ke dalamnya dan kilauan lantainya bercahaya putih lembut, terang benderang namun tidak menyilaukan mata. Begitulah gambaran hati manusia yang bersih dari segala macam keinginan duniawi. Hanya rahmat dan keridhoan Allah sajalah yang diharapkan hadir di ruang itu. Ruang bersih, rapih dan sejuk. Sebuah ruangan yang udara segar mengalir di dalamnya dan membuat siapapun merasa senang dan betah berada di sana.
Rasa syukur membuat hati bagaikan ruangan yang lapang tersebut. Mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT setiap hari bagaikan menjaga kebersihan sebuah ruangan. Sampah dan debu yang mengotori setiap hari disapu dan dikeluarkan sehingga kebersihan ruangan tetap terpelihara. Terkadang kelalaian pemilik hati menjaga kebersihan hatinya membuat kotoran emosional sampai berkerak dan terpendam. Sedikit ketersinggungan sudah lebih dari cukup untuk memicu reaksi emosional yang berlebihan.
Hati orang yang tak terjaga akan menjadi kotor, penuh rasa dengki serta dendam. Hati itu bagaikan gua bawah tanah yang mengerikan. Lahar panas bergejolak dan mengalir membentuk sungai-sungai mengerikan sementara makhluk - makhluk serupa naga berwarna hitam beterbangan sambil menyemburkan api. Atau bagaikan pembuangan sampah yang berantakan dan tidak terawat dimana sampah organik dan non organik bercampur menimbulkan bau busuk yang menyengat. Akankah rahmat dari Allah SWT yang merupakan bekal kita menuju surga akan kita simpan di ruang hati yang seperti itu? Layakkah kita masuk ke surgaNya padahal ruang hati kita bagaikan neraka yang menyiksa jiwa kita dan orang lain terus menerus siang dan malam?
Ruang hati ada pada setiap manusia, miskin ataupun kaya, berpendidikan ataupun tidak, dari suku bangsa manapun dia berasal. Allah SWT menciptakan ruang hati sebagai tempat penilaian akankah seseorang layak masuk dan menikmati sajian Surga yang penuh kenikmatan dariNya. Ataukah lebih pantas disiksa di Neraka yang bergolak mengerikan, sama dengan pergolakan ruang hatinya saat hidup di dunia?
Semoga bermanfaat
Referensi: Ebook Tragedi Impian by Kang Zain, bisa didonlot di situs ini
Repost dari blog yang ini
Bayangkanlah sebuah ruang yang lapang dan luas, putih bersih tiada setitik debu pun di dalamnya. Langit-langitnya lebih tinggi dari langit dunia, ujung ruangan itu lebih jauh dari pandangan mata. Udara yang segar mengalir ke dalamnya dan kilauan lantainya bercahaya putih lembut, terang benderang namun tidak menyilaukan mata. Begitulah gambaran hati manusia yang bersih dari segala macam keinginan duniawi. Hanya rahmat dan keridhoan Allah sajalah yang diharapkan hadir di ruang itu. Ruang bersih, rapih dan sejuk. Sebuah ruangan yang udara segar mengalir di dalamnya dan membuat siapapun merasa senang dan betah berada di sana.
Rasa syukur membuat hati bagaikan ruangan yang lapang tersebut. Mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT setiap hari bagaikan menjaga kebersihan sebuah ruangan. Sampah dan debu yang mengotori setiap hari disapu dan dikeluarkan sehingga kebersihan ruangan tetap terpelihara. Terkadang kelalaian pemilik hati menjaga kebersihan hatinya membuat kotoran emosional sampai berkerak dan terpendam. Sedikit ketersinggungan sudah lebih dari cukup untuk memicu reaksi emosional yang berlebihan.
Hati orang yang tak terjaga akan menjadi kotor, penuh rasa dengki serta dendam. Hati itu bagaikan gua bawah tanah yang mengerikan. Lahar panas bergejolak dan mengalir membentuk sungai-sungai mengerikan sementara makhluk - makhluk serupa naga berwarna hitam beterbangan sambil menyemburkan api. Atau bagaikan pembuangan sampah yang berantakan dan tidak terawat dimana sampah organik dan non organik bercampur menimbulkan bau busuk yang menyengat. Akankah rahmat dari Allah SWT yang merupakan bekal kita menuju surga akan kita simpan di ruang hati yang seperti itu? Layakkah kita masuk ke surgaNya padahal ruang hati kita bagaikan neraka yang menyiksa jiwa kita dan orang lain terus menerus siang dan malam?
Ruang hati ada pada setiap manusia, miskin ataupun kaya, berpendidikan ataupun tidak, dari suku bangsa manapun dia berasal. Allah SWT menciptakan ruang hati sebagai tempat penilaian akankah seseorang layak masuk dan menikmati sajian Surga yang penuh kenikmatan dariNya. Ataukah lebih pantas disiksa di Neraka yang bergolak mengerikan, sama dengan pergolakan ruang hatinya saat hidup di dunia?
Semoga bermanfaat
Referensi: Ebook Tragedi Impian by Kang Zain, bisa didonlot di situs ini
Repost dari blog yang ini
Label:
cahayasemesta,
emosi,
hati,
islam,
renungan,
ruang,
tragediimpian
Langganan:
Postingan (Atom)