Tampilkan postingan dengan label ibuuun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibuuun. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Februari 2009

Jagabita - Tour of Duty di Kampung Dago

Hari Rabu kemarin, saya bersama Mas Rudy dan Bunda Elly pergi lagi ke Jagabita.  Kami janjian sama ibu Uun di warung bakso.  Sekalian makan bakso deh, ada juga yang makan mie ayam, he he he

Perbincangan di warung itu termasuk tentang kesulitan suatu yayasan pengobatan paru-paru yang menyelenggarakan pengobatan penyakit paru secara gratis.  Maklum, lalu lintas truk-truk pengangkut material (batu, pasir dsb) menimbulkan awan debu yang pekat sehingga warga rentan terserang penyakit paru.  Ibu Uun juga mengungkapkan keinginan beliau untuk memilik tabung oxygen sendiri.  sebab tabung yang di Puskesmas tidak pernah ada isinya.  kasihan sekali kalau ada yang sakit dan memerlukan bantuan pernafasan. 

Ibu Uun mengajak kami ke kampung Dago (bukan Dago yang di Bandung ya), suatu kampung yang terletak cukup jauh dari tempat baksos kemarin.  Kampung itu sangat indah sebetulnya.  Hembusan angin yang cukup kencang menerpa dedaunan bambu membuat saya mengira bahwa kami saat itu berada dekat sungai pegunungan yang jernih dan berair deras.  

Namun, ternyata perkiraan saya salah.  Tidak ada di sana sungai yang mengalir deras, dingin dan menyejukkan di sana.  Yang ada hanya balongan atau kubangan air yang menggenang, yang airnya itu-itu saja.  Itupun hanya bisa dipakai pada musim hujan.  Untuk buang hajat, warga hanya bisa melakukannya di kebon/semak-semak.  

Suasana di sana mirip dalam film2 perang Vietnam yang dulu sempat ngetop di Bioskop atau TV. 

Alternatif lain yang tersedia hanya satu sungai kecil, yang lebih tepat disebut anak sungai.  Pada musim kemarau, puluhan orang mandi dan mencuci di sana.  Bisa dibayangkan betapa tidak sehatnya keadaan di sana.  

Ada dua hal yang mengherankan bagi saya, tidak tahu bagi yang lain, he he he
Beberapa waktu yang lalu, saya menulis tulisan tentang perbandingan antara keadaan di Jagabita dengan keadaan kaum Bani Israil zaman Mesir kuno dulu.

Nah, apa yang saya lihat dan dengar kemarin? ini dia

1. Di sana banyak pembuatan batu bata sedangkan salah satu pekerjaan yang ditugaskan kepada Bani Israil oleh rezim Firaun di zaman mesir kuno adalah membuat batu bata untuk keperluan pembangunan gedung-gedung dan bangunan-bangunan lainnya.

2. Ibu Uun cerita saat dia mengantar anak-anak sekolah dasar desa Pinku (mudah2an nulisnya gak salah) ke Gandhi Memorial School.  Salah satu acara yang digelar tuan rumah untuk anak-anak desa tersebut adalah drama pertunjukan.  Namun, karena memakai bahasa Inggris, anak2 itu cuma bisa bengong.  Ibu Uun menjelaskan bahwa itu cerita nabi Musa.

Apakah ini cuma kebetulan, atau .................???

Foto-foto bisa dilihat di album yang ini


Wallahualam  

Sayang kemarin belum mengucapkan terima kasih, padahal diam-diam saya mencoba untuk belajar keteguhan hati dari Ibu Uun.  Beliau tetap tegar saat sang suami mendapat kecelakaan nun jauh di sana.  Secara tidak langsung, Ibu Uun telah menularkan kekuatan dan keteguhannya kepada saya. 



Memang, kekuatan dan keteguhan hati itulah yang saat ini sedang saya butuhkan.
 
Benar-benar saya butuhkan
 

Kamis, 18 Desember 2008

Profil Ibu Uun di TV One - LIVE

Start:     Dec 21, '08 06:00a
Location:     di TV rumah masing-masing :D
Pesan dari Mas Bayu

http://groups.yahoo.com/group/relawan_pelangi/message/220

men temen, tadi saya ditelp orang TV One (temen saya sih) yg katanya
sih mau ngangkat profil bu UUn berkenaan dengan Hari Ibu. Nah,
sorenya, Bu Uun telepon saya katanya ditelp TV One, mereka minta Bu
Uun hadir di TV One jam 6 pagi hari minggu ini LIVE!

so, kalau gak kemana2, jam 6 pagi minggu besok tgl 21 des, lihat aja
ya... he he,

Gaw

Rabu, 19 November 2008

[SOSIAL] Ajakan berbagi dalam acara baksos dan Qurban di desa Jagabita

Kemarin sore, ba'da Maghrib, untuk pertama kalinya saya bertemu dgn teman-teman yang tergabung dalam Relawan Pelangi.  Acara yang diadakan adalah rapat persiapan baksos dan pemotongan hewan Qurban di Desa Jagabita, Parung Panjang.  

Baksosnya sendiri akan diselengarakan pas hari raya Idul Adha, tanggal 8 Desember 2008.  Tadinya memang teman-teman Multiply Indonesia akan mengadakan baksos tersebut tanggal 6, tetapi sepertinya tidak mungkin kan mengadakan 2 acara baksos dalam waktu yang sangat bersamaan?

dalam acara kali ini Insya Alloh akan ada banyak komunitas yang akan ikut ambil bagian seperti, Relawan Pelangi, Portal Warnaislam.com, Komunitas MPers (Multiplyers), Komunitas My Quran, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), Remaja Masjid Attin, YISC Al Azhar, dll

enggak tanggung2 saya kebagian tugas jadi PJ Hewan Qurban, waktu saya bilang belum pengalaman, mas Gaw bilang "emangnya ngelamar kerja" he he he.  Salah satu tugas PJ tersebut adalah meng-kalkulasi jumlah biaya yang dibutuhkan untuk acara pemotongan hewan Qurban di desa tersebut. 

Bakalan kerja keras nih, he he he  

btw, ada yg punya pengalaman jadi panitia Qurban?

Mohon di-share ya di reply

Insya Alloh baksos di desa Jagabita kali ini bukan sekedar bagi-bagi sembako atau potong hewan Qurban saja, tetapi juga akan ada pelayanan kesehatan dan pelatihan singkat kewiarusahaan oleh Bang Jay dari Institut Kemandirian.  Baksos ini merupakan acara perdana dari pembinaan berkelanjutan yang akan diselenggarakan secara rutin di desa tersebut.  

Desa Jagabita dikenal sebagai "Kampung Pesakitan" karena bermacam-macam penyakit ada di sana.  Sebut saja misalnya kanker, kaki gajah, asma, penyakit pernafasan, dan sebagainya.  Air dan sanitasi sangat sulit diperoleh sehingga masyarakat terpaksa mandi bareng kerbau di kubangan.  Sarana kesehatan juga sulit sekali dijangkau, sebab lebih mahal ongkos daripada berobatnya itu sendiri.  Naik ojek ke Puskesmas bisa habis 10 ribu sendiri.

Saya sendiri pertama kali ke sana bersama beberapa teman dari komunitas Multiply Indonesia beberapa waktu yang lalu.  Foto-foto dari survey tersebut bisa dilihat di sini

ada yg punya pengalaman jadi panitia Qurban?

Rekan-rekan yang mau menyumbang dalam bentuk uang bisa ke rekening Mbak Kosi

- BCA KCP Cinere No. Rekening :267-106-5401 atas Mohd. Heriyadi Arifin
- Bank Muamalat Cab. Arthaloka No. 9000-251-877 an Kosirotun
- BNI Cab. Bekasi No. 001-558-7547 an Kosirotun
- Mandiri KCP Jkt. Wisma Indosemen : No. 122-000-441-8870 an Kosirotun

Untuk memudahkan pengecekan serta pencatatan, setelah transfer mohon keikhlasannya untuk mengirimkan konfirmasi ke Kosi via sms di 08128510372 atau email : ukhti.kosi@gmail.com atau YM : anak_ngw / ukhti_kosi dengan mengetik : JAGABITA, Nama Bank dan Jumlah Bantuan


Postingan lain tentang desa Jagabita bisa dibaca di sini:

Nyata Cintanya: ajakan baksos dan qurban ke Jagabita

Maryudi, Guru dengan bayaran 100 rupiah per minggu

Makan apa

Hasil Survey Baksos MPID di Jagabita