Tampilkan postingan dengan label act. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label act. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juli 2012

[Senyumku untuk Berbagi] Aksi Peduli Suriah dan Rohingya

tanggal: Jumat 29 Juni 2012, lokasi Bundaran HI

Malam sebelumnya dapat info dari mas Andika dari ACT untuk kumpul di Bundaran HI dalam rangka aksi damai peduli tragedi Rohingya dan Suriah. Akhirnya, pagi-pagi sekali saya pun berangkat ke sana, untung gak jauh dari rumah.

Acaranya sendiri mulai sekitar jam 7 lewat, bersama teman-teman relawan seperti mas Andips, mas Dony Aryanto, Muhammad Luthfi Zawawi, Kang Luthfi relawan dari Tegal Gundil, dan teman-teman Punk Muslim, Gebu Cinta dan Teater Kantong Permen.

Daan, demi memeriahkan lomba yang satu ini, inilah salah satu foto saya yang sedang bantu bawa spanduk gede supaya bisa terbaca pesannya oleh orang-orang yang melintas di Bunderan HI pagi itu. Kami beraksi kira-kira jam 8 pagi sampai jam 10, tidak bisa terlalu siang karena siangnya sholat jumat.



Senyum di sini adalah karena ada kesempatan untuk berpartisipasi dalam rangka mengingatkan publik atas tragedi di Suriah dan Rohingya. Karena mereka adalah saudara-saudara kita yang tidak seharunsya kita lupakan begitu saja penderitannya.

Yang mau lihat foto lainnya mampir aja ke albumnya mbak armyofroses.multiply.com

Diposting untuk ikutan lombanya kaklist yang satu ini

untung fotonya ada yang lagi senyum

Selasa, 01 November 2011

berqurban sampai ke Somalia, mau?

http://warungact.multiply.com/
Sampaikah ke penjuru lahan bencana negeri ini seperti Mentawai, Merapi dan Wasior? Mampukah seberangi lautan menolong Somalia yang meratap kelaparan atau Palestina yang dijajah kezaliman? Global Qurban siap mengantar amanah hewan qurban anda ke lahan bencana di penjuru Indonesia hingga Somalia dan Palestina.

Senin, 08 Agustus 2011

Kode HTML banner peduli Somalia

Salah satu fungsi jejaring sosial adalah untuk menunjukkan kepedulian kita pada sesama.  Situs jejaring sosial juga bisa dipergunakan untuk memberi informasi tentang yayasan atau komunitas terpercaya yang bisa diamanahi untuk menyalurkan kepedulian, biak kepedulian kita sendiri atau kepedulian orang lain.  

Sekarang ini, sebuah negeri di tanduk benua Afrika bernama Somalia sedang dilanda bencana kelaparan. 

Walaupun mungkin hanya sedikit, jika kita memasang banner peduli Somalia di sidebar MP kita, Insya Allah ada manfaat yang bisa kita berikan pada mereka.  Nah, kenapa harus di sidebar? karena bagian itu terlihat terus saat MP kita dibuka pengunjung, bagian yang manapun.  Semoga dengan banner itu, ada pengunjung MP kita yang tergugah untuk menunjukkan kepeduliannya. Banner itu akan mengarahkan pengunjung ke situs Aksi Cepat Tanggap, sebuah lembaga nirlaba yang tidak perlu lagi diragukan kredibilitasnya dalam menangani bencana dan para korban bencana.  

Langkah memasang banner di sidebar adalah sebagai berikut:

1. download dan buka file somalia.txt dengan menggunakan notepad

2. klik customize my site

3. klik edit pada link yang ada di sidebar, akan muncul dialog box untuk memasukkan text yang akan ditampilkan di sidebar

4. copy paste kode HTML yang ada di file somalia.txt ke dialog box tersebut

5. tekan tombol save

Jika di dalam sidebar sudah ada text HTML lain seperti badge facebook atau yang lain, sebaiknya dibatasi dengan tag <br> agar tidak terlalu mepet

Insya Allah informasi tersebut akan bermanfaat untuk yang mau menunjukkan kepedulian pada Somalia yang sekarang sedang dilanda kelaparan.  Bulan Ramadhan yagn penuh berkah ini merupakan kesempatan emas bagi kita untuk peduli bagi sesama.  

Semoga bermanfaat
Attachment: somalia.txt

Senin, 04 Juli 2011

[Kisah Relawan] Bertemu seorang brother dari Palestina

Sabtu kemarin, saat mengikut Volunteer Sharing Session di kantor ACT di Ciputat, saya mendapat kesempatan bertemu dengan seorang brother bernama Jomah M. Al Najjar, Chairman of The Palestinian Welfare House.  Beliau datang hendak berpamitan pada kami untuk melanjutkan perjalanannya, namun pak Imam Akbari meminta beliau untuk menyampaikan sepatah dua patah kata pada peserta volunteer sharing.  Beliau, dengan penuh keharuan, menyampaikan apresiasinya pada kami atas kepedulian dan bantuan kaum muslimin Indonesia.  "Other countries help Palestinian because of humanity, but you help us because of dien, so the intention is different" demikian kata brother Jomah.  Makna pernyataan brother Jomah di atas adalah mereka merasakan bahwa kaum muslimin di Indonesia membantu mereka karena kesamaan akidah dan persaudaraan sesama Muslim atau ukhuwah Islamiyah

Jujur terus terang, tidak pernah terbersit sedikitpun bakal ada kesempatan bertemu seorang brother dari Palestina dan mendengar langsung apresiasi tulus dari beliau.  Apresiasi yang sebenarnya terlalu tinggi bagi seorang seperti saya yang masih belum apa-apa dibandingkan mereka.   Terbersit rasa malu yang adalam karena masih jauh dari apresiasi yang beliau sebutkan, baik secara pribadi maupun mewakili rakyat dan komunitas2 yang ada di Palestina, tanah penuh berkah yang kini bersimbah darah orang-orang tak berdosa.  

Mungkinkah mereka mengetahui bahwa sesungguhnya mereka lebih beruntung daripada kaum muslimin yang ada di negeri zamrud khatulistiwa ini.  Jika mereka harus berhadapan engna tentara zionsi bersenjata lengkap, kaum muslimin di sini harus berhadapan dengan musuh-musuh yang sulit dideteksi seperti kemiskinan, kemaksiatan, kapitalisme dan sebagainya.

Jika anak-anak di sana benar-benar menjadi pahlawan dengan menghadang tank-tank pasukan zionis dengan batu, di sini anak-anak baru bermimpi jadi pahlawan dengan memainkan adegan tembak menembak di berbagai macam game online.  Jika penduduk Gaza dan berbagai wilayah lain di Palestina terhimpit kemiskinan karean penjajahan Zionis, maka penduduk di negeri ini banyak yang terhimpit kemiskinan karena dijajah diri mereka sendiri.  Jika di sana banyak pemuda dan pemudi bermental pejuang, maka di negeri ini banyak pemuda dan pemudi bermental pecundang.  Jangankan melawan musuh bersenjata lengkap, melawan keinginan untuk merokok, pacaran, atau menghabiskan waktu sia-sia saja seringkali tidak sanggup.  

Sungguh tidak terbayangkan bagi saya apabila mereka mengetahui kekurangan dan kelemahan jiwa dari para saudara mereka.  Saudara-saudara sesama muslim yang pernah mereka banggakan dan apresiasi dengan tulus itu.  Tentu akan menjadi suatu kekecewaan yang mendalam dan sulit disembuhkan apabila Allah SWT membuka aib dan kekurangan kaum muslimin Indonesia yang seringkali egois dan mementingkan diri sendiri.  Bukan tidak mungkin kekecawaan itu akan lebih menyakitkan dibandingkan penderitaan hidup di bawah kekejaman Zionisme.  DR. Nawaf Takruri, seorang cendekiawan HAMAS dan penulis buku Dahsyatnya Jihad Harta, pernah mengatakan bahwa Palestina memerlukan biaya hidup satu milyar per bulan, namun yang dikeluarkan oleh orang Indonesia untuk merokok sekitar 8 milyar per bulan.  Alangkah indahnya persaudaraan yang tercipta jika orang Indonesia bisa berhenti merokok demi saudara-saudaranya di sana.  

Ya Allah, betapa malunya kami saat kau hadirkan hamba-hambaMu yang berjuang tanpa keraguan sedikitpun, penuh keberanian hanya demi mengharap ridhoMu.  Yaa Allah, janganlah Engkau biarkan kami menjadi orang-orang yang tak berdaya saat yang lain berjuang membebaskan saudara-saudaranya yang terjajah di sana.  Berilah kami kekuatan agar kami bisa berhenti menzalimi diri kami sendiri, yang membuat kami selama ini terlalu lemah untuk membantu dan mendukung perjuangan mereka di sana

Aamiin

semoga bermanfaat

 

 

Kamis, 19 Mei 2011

[Peduli] Garut Selatan




Salam Kepedulian,

Sahabat Peduli -ACTioner yang diberkahi, semoga anda senantiasa dalam kemudahan dan kesehatan, sebagaimana doa yang senantiasa dipanjatkan penerima manfaat kepedulian yang telah anda bantu via Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Bencana silih berganti menerpa Negeri. Kali ini bencana menyapa Garut bagian Selatan dan sekitar. Mari Peduli, karena Kepedulian anda adalah Solusi untuk Mereka. Kepedulian anda adalah senyum mereka, dan cerah mata mereka menatap masa depan.

Mari berdonasi, dan rasakan nikmatnya berdonasi. Bagi anda yang telah mendaftar via SMS Center dengan cara : Daftar#Nama yg telah dikirim via 085330006000, anda akan mendapatkan nomor rekening Virtual Account yang membedakan satu donatur dengan donatur lainnya untuk mempermudah dalam mendata donasi anda. Mari Bergabung bersama Aksi Cepat Tanggap.


Beni Bunniyun
Head of Public Channel
AKSI CEPAT TANGGAP

Perkantoran Ciputat Indah Permai, Blok B-8
Jl. Ir. H. Juanda No.50, Tangerang Selatan
Ciputat 15419 - Indonesia
Telp : +62 21- 741 4482 ext 201
Fax : +62 21- 742 0664
Mobille : +62 813 1062 6431
PIN : 27F2A673

Senin, 18 April 2011

[Kultwit] Bedah Sekolah by MRI Pusat

Kemiskinan masih merupakan masalah yang tak kunjung selesai di negeri ini.  Jika di televisi swasta ada bedah rumah, maka Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia mengadakan Bedah Sekolah. Sekolah-sekolah yang sudah tidak layak akan direnovasi agar bisa menjadi tempat belajar yang baik untuk anak-anak generasi penerus bangsa.  

Berikut kultwit yang diambil dari akun Twitter MRI Pusat tentang Program Bedah Sekolah:

1. Mengatasi Fakir Miskin tak perlu belajar dg melakukan kunjungan ke LN, Kunjungi saja daerah minus di Indonesia, Buka Mata Buka Telinga

2. Mereka tidak perlu mengingkari, bahwa di Negeri ini banyak daerah minus dan tidak perlu mengingkari pula kerja mereka belum maksimal

3. Menyitir perkataan seorang penulis Gola Gong, "kemiskinan bisa dihilangkan dengan tulisan." artinya pendidikan yang lebih dikedepankan

4. Bicara benahi kemiskinan berarti harus benahi pendidikan, mulai dari sarana pendidikan sampai sistemnya.

5. Sistem sebaik apapun juga tidak akan berjalan bila sarana terutama tempat belajar tidak memadai sekolah banyak yg rusak #bedahsekolah

6. Mereka harus buka mata & buka telinga dari setiap generasi penerus yg sering merasa ketakutan didalam ruang kelas yg rusak #bedahsekolah

7. Total anggaran yang digunakan kunjungan kerja DPR selama masa reses (8 April-8 Mei 2011) adalah Rp 12.730.087.250, miris #bedahsekolah

8. Bicara masa depan bangsa ini bukan ada di seberapa sering belajar k LN, tapi sberapa siap kita mmperhatikn generasi penerus #bedahsekolah

9. Masa depan Negara bukan terletak pada pembangunan #gedungbaru namun terletak pada diperbaikinya gedung sekolah #bedahsekolah

10. Ditujukan utk mereka yg peduli, sebanyak 20,97 persen ruang kelas SD rusak, sedangkan di SMP sekitar 20,06 persen. Ironis! #bedahsekolah

11. Tugas kita bersama untuk mengurangi jumlah sekolah yang rusak demi masa depan generasi penerus dan bangsa ini #bedahsekolah

12. Sampai tahun 2011, ruang kelas SD yang rusak terdata 187.855 ruang dari total 895.761 ruang kelas. (mjalahpotretindonesia) #bedahsekolah

13. Di SMP, ada 39.554 ruang rusak dari 192.029 ruang kelas (mjlahpotretindonesia) menjadi tugas kita yang peduli #bedahsekolah

14. Ketika kita ingin merubah kondisi pendidikan bangsa ini lebih baik, tak perlu menunggu kebijakan, berbuatlah & peduli #bedahsekolah

15. Tak perlu berharap banyak biaya #gedungbaru dalihkan utk biaya perbaikan sekolah, kita perlu berusaha bersama utk lakukan #bedahsekolah

Note: Kultwit adalah singkatan dari Kuliah Twitter, suatu kuliah informal yang disampaikan via media jejaring sosial Twitter

Rekan-rekan yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan kepedulian dalam bentuk donasi ke:

Bantu #BedahSekolah Indonesia: Mandiri 1280004555808, BCA 6760303818, Permata Sy 0970613048, BSMI 1000006772 a/n AksiCepatTanggap

dari akun twitter ACT

Semoga bermanfaat

Kamis, 28 Oktober 2010

[Lomba Menulis Teman Maya] Belajar kerelawanan bersama Bang Gaw

Saya pertama kali mengenal Bayu Gawtama yang lebih akrab dipanggil bang Gaw dari MP beliau dan langsung suka dengan tulisan-tulisan yang diposting.  Kesempatan kopdar pertama, yaitu pada acara Lebaran bareng anak yatim, terlewatkan karena saya sakit cukup parah pada waktu menjelang Idul Fitri tahun 2008 lalu. Saya baru bisa bertemu dengan bang Gaw di masjid Al Azhar pada waktu persiapan Qurban bersama Relawan Pelangi tahun 2008 di desa Jagabita.  Desa tersebut terkenal sebagai Kampung Pesakitan karena banyak sekali orang-orang yang terserang berbagai macam penyakit seperti TBC, liver, kaki gajah dan sebagainya.  Anak-anak penderita gizi buruk di kampung-kampung di daerah itu mencapai ratusan orang. Para anggota relawan pelang sendiri sekarang mendirikan Yayasan Sahabat Peduli Generasi Mandiri. Kegiatan pertama Yayasan tersebut adalah Life Skill Camp 1 di Desa Wisata, Taman Mini. Saya sendiri berkesampatan mempraktekkan ilmu Spiritual Emotional Freedom Technique pada para peserta pelatihan tersebut, terutama yang sedang jatuh sakit. Kisahnya bisa dibaca di tulisan yang ini.  Selain itu, saya juga sempat kopdaran dengan Bang Gaw di luar Jakarta, yaitu saat gempa besar melanda kota Padang beberapa waktu yang lalu.  Saat itu kami sama-sama bertugas menjadi relawan, namun beda pekerjaan. Saya sendiri ditugasi sebagai relawan bagian recovery, yaitu tim Trauma healing dengan beberapa teman alumni pelatihan SEFT.

Bang Gaw juga pernah mengatakan bahwa "Kita tidak akan pernah kehilangan kesempatan untuk berbuat baik kepada orang lain. Dengan cara apapun yang kita bisa, sekecil apapun, selalu niatkan untuk terus meringankan beban orang-orang di sekitar kita. Sebab, kita tidak akan pernah tahu kapan kita memerlukan bantuan orang lain. Dan disaat kita benar-benar memerlukan, akan ada ‘malaikat-malaikat’ yang datang menawarkan bantuan." Hal itu terbukti saat seseorang menanyakan pada bang Gaw mengapa belum menulis lagi, padahal saya penggemar tulisan-tulisan anda. Bang Gaw bilang saat itu laptop-nya rusak karena dipermainkan anaknya.  Orang itu mengajak bang Gaw ke sebuah toko komputer dan tiba-tiba memintanya memilih sebuah laptop yang dia inginkan.  Benar-benar merupakan suatu keberuntungan yang tidak merupakan kebetulan. Bisa jadi hal itu merupakan pencairan energi positif yang sudah dikumpulkan Bang Gaw selama ini.  Selain itu, keberuntungan itu juga didukung oleh background Bang Gaw yang pernah menjadi wartawan sehingga tulisan-tulisannya dibaca dan diminati banyak orang.  

Ketrampilan Bang Gaw dalam menulis telah membuatnya mampu menghasilkan beberapa buah buku dengan judul kontemplatif, seperti Tangan Allah di seutas tali, Lelaki 11 Amanah, Berhenti Sejenak dan beberapa yang buku lain.  Buku Tangan Allah di seutas tali terinspirasi pada pengalaman Bang Gaw sendiri.  Saat itu Bang Gaw dan  beberapa relawan emergency dari ACT sedang bertugas di suatu daerah yang dilanda banjir.  Saat membawa pengungsi, perahu mereka hanyut dan hampir terbawa ke sebuah sungai yang besar dan deras sehingga kemungkinan selamat sangat kecil. Saat itulah mereka berpegangan pada tali jemuran yang tipis namun entah kenapa tali itu cukup kuat untuk menahan berat perahu karet tersbut.  Padahal arus banjir sangat kuat seakan hendak menyeret perahu itu ke sungai.  Pada keesokan harinya, tali itu putus saat digunakan beberapa anak sekolah untuk menyebrang.  Sungguh, kekuasaan Allah SWT jauh melebihi dan melampaui akal dan logika manusia.  

Menurut bapak Jamil Azzaini, seorang trainer senior dari Kubik Leadership, apabila seseorang berbuat baik, kebaikan itu akan tersimpan dalam bentuk energi positif.  Suatu saat energi positif itu akan cair dalam bentuk harta (uang/kekayaan) tahta (kedudukan), kata (ilmu pengetahuan) dan cinta (kasih sayang dari sesama). Sebaliknya, jika kita berbuat keburukan, hal itu akan tersimpan dlm bentuk energi negatif.  Suatu saat energi tersebut akan cair dalam bentuk musibah, bencana dan hal-hal buruk lainnya.

Bang Gaw juga merupakan salah satu penggagas program Universitas Kerelawanan, suatu program edukasi relawan yang diadakan oleh Aksi Cepat Tanggap.  Program ini bertujuan mengedukasi para relawan agar memiliki motivasi, spirit dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk melakukan tugas-tugas kerelawanan di lapangan. Baik di dalam lokasi bencana ataupun di luar. Sesungguhnya, kerelawanan adalah bagian yang penting dari gaya hidup seseorang yang ingin meraih kesuksesan dan keberkahan baik di dunia dan akhirat. 

Menurut Bang Gaw, keterpanggilan adalah sarat utama menjadi relawan.  Seseorang bisa saja memiliki segudang keterampilan dan kemampuan yang lebih dari cukup dan bahkan diatas rata-rata kebanyakan orang lain.  Tetapi apabila tidak merasa tersentuh oleh keadaan sekitar, tidak merasa terpanggil oleh peristiwa kemanusiaan meskipun berlangsung di depan matanya maka takkan pernah terukir jejak kerelawanan di dirinya.  Namun, apabila keterampilan dan kemampuan yang dimilikinya minim atau bahkan tidak ada, yang terjadi adalah dia malah merepotkan para relawan yang lain. Alih-alih membantu, dia malah yang harus dibantu, bahkan mungkin sampai terpaksa harus dipulangkan.  Kekuatan emosi yang timbul dari keterpanggilan tadi harus disalurkan dengan mempelajari ketrampilan dan melatih kemampuan yang dibutuhkan oleh seorang relawan.  Tulisan lengkapnya bisa dibaca di situs ini.  Brosur Universitas Kerelawanan dapat dilihat di album yang ini.

Bang Gaw pun pernah menasihati saya saat curhat soal patah hati karena ditolak sesama anggota sebuah komunitas yang saya ikuti.  Kata Bang Gaw dengan gaya betawinya "Har, ente kalau mau pergi ke luar negeri lihat kemampuan. Mungkin ente mau ke Prancis tapi gak bisa bahasa Prancis dan gak punya cukup duit. Mungkin ente mau ke Spanyol, walaupun bisa bahasa Spanyol, tapi gak punya cukup ongkos.  Kenapa gak coba ke Malaysia, ente kan bisa bahasanya dan ongkosnya terjangkau." Suatu nasihat yang bijak dan alhamdulilah bisa saya terima dengan baik sehingga beban di hati pun terlepaskan dengan lega. Sebagai sesama penggemar Ebiet G. Ade, saya dan Bang Gaw pun akhirnya nyanyi bareng "cinta yang kuberi, sepenuh hatiku, entah yang kuterima aku tak peduli ... dst.  Belakangan, saya  baru tahu makna dalam yang terkandung dalam lagu tersebut.  Tulisan tentang makna lagu itu ada di sini.   

Berkat bang Gaw pula, saya pun semakin yakin bahwa pilihan saya untuk mengambil jalur pengabdian di bidang sosial dan kerelawan tidaklah salah, Insya Allah. Melalui pengabdian pada sesama, cinta itu pun akan mewujud dengan sendirinya.  Energi cinta yang terpancar dari luka batin patah hati mewujud dalam pekerjaan sosial kemanusiaan dalam dunia kerelawanan.  Erich Fromm, seorang filsuf, sosiolog dan ahli psikoanalisa dari Jerman pernah  mengatakan "Jika aku berkata aku mencintaimu, maka sesungguhnya aku mencintaimu dalam diri semua manusia, dalam diri semua yang hidup dan dalam diriku sendiri".  Bahwa sesungguhnya kekasihmu berada dalam diri setiap manusia dan engkau akan selalu bisa berbuat baik dan memberi kepada kekasihmu melalui diri setiap orang.  Kekasihmu mungkin tidak mengetahui kebaikan-kebaikanmu dengan sesama manusia, mungkin dia tidak akan pernah tahu.  Namun, pancaran energi kebaikan itu cepat atau lambat akan mencapainya, mengetuk lembut pintu hatinya dan bukan tidak mungkin keajaiban demi keajaiban akan terjadi.  Keajaiban yang tidak dapat dijelaskan dengan logika atau kata-kata.  Begitu banyak orang-orang yang menderita di negeri ini sehingga kita tidak akan pernah kekurangan kesempatan berbuat kebaikan. Sehingga, bukanlah penderitaan mereka yang perlu kita tangisi namun ketidakmampuan atau keengganan kita melakukan yang terbaik untuk merekalah yang seharusnya kita sesali.  Sebagaimana sering diucapkan bang Gaw, "kita memang sudah berbuat baik, tetapi masih banyak hal baik yang belum kita perbuat".

Semoga bermanfaat

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti Lomba Menulis Tentang  Persahabaan di  Dunia Maya  yang diadakan oleh Mbak Dewayanie

Jangan ragu ikut lomba menulis di internet, menang atau kalah sama- sama anugerah

Posting sambil menyenandungkan lagu Ebiet G. Ade - Apakah ada bedanya

    Apakah ada bedanya hanya diam menunggu
    dengan memburu bayang-bayang? Sama-sama kosong
    Kucoba tuang ke dalam kanvas
    dengan garis dan warna-warni yang aku rindui

    Apakah ada bedanya bila mata terpejam?
    Fikiran jauh mengembara, menembus batas langit
    Cintamu telah membakar jiwaku
    Harum aroma tubuhmu menyumbat kepala dan fikiranku

    Di bumi yang berputar pasti ada gejolak
    Ikuti saja iramanya, isi dengan rasa
    Di menara langit halilintar bersabung
    Aku merasa tak terlindung, terbakar kegetiran
    Cinta yang kuberi sepenuh hatiku
    Entah yang kuterima aku tak peduli,
    aku tak peduli, aku tak peduli

    Apakah ada bedanya ketika kita bertemu
    dengan saat kita berpisah? Sama-sama nikmat
    Tinggal bagaimana kita menghayati
    di belahan jiwa yang mana kita sembunyikan
    dada yang terluka, duka yang tersayat, rasa yang terluka  

INDONESIA MENCARI RELAWAN




INDONESIA. Hingga menjelang penghujung tahun 2010 ini, Indonesia kehilangan kurang lebih 191 ribu nyawa akibat bencana alam yang terjadi dalam kurun waktu 30 tahun terakhir (1980-2010) berdasarkan kalkulasi Indeks Resiko Bencana Alam Maplecroft, Inggris. Jumlah ini belum menggambarkan korban bencana sosial yang justru disinyalir lebih besar bahkan bisa mencapai lebih dari dua ratus atau tiga ratus kali lipatnya. Sebagaimana bencana alam, bencana sosial pun di Indonesia tak kalah banyak variannya. Ada kemiskinan, pengangguran, kelaparan, kesehatan, kebodohan, konflik sosial, kerusakan lingkungan dan masih banyak lagi.

Kondisi ini jelas membuat kita, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia merasa prihatin sekaligus tergugah untuk melakukan apa yang kita mampu. Yang jelas kita mencintai Indonesia. Meskipun terlalu banyak hal yang mesti dibenahi, bahkan hamper di semua aspek kehidupannya. Rasanya justru inilah saat terbaik bagi kita untuk berbuat untuk Indonesia.

MENCARI. Ya, Indonesia mencari orang-orang yang peduli karena panggilan jiwanya untuk memberikan solusi kemanusiaan dan berkontribusi positif bagi kemajuan pembangunan dan kemandirian Indonesia. Tidak sekedar mencari, bahkan memanggil, sambil terus menunggu kehadiran sekaligus mengharap dedikasi jiwa-jiwa peduli Indonesia yang dengan semangat pengorbanannya membantu memperbaiki Indonesia. Dengan kerja-kerja nyata mereka memulihkan sekaligus memuliakan korban bencana. Dengan semangat kepedulian mendedikasikan karya tanpa harus diliput media.

RELAWAN. Sosok inilah yang dicari. Relawan ibarat mata air yang jernih di musim kemarau. Kehadirannya menjanjikan kesejukan dan optimisme bagi Indonesia. Merekalah pejuang sejati, yang sangat dibutuhkan saat ini, merekalah pahlawan Indonesia masa kini. Relawan Indonesia yang berjuang tanpa pamrih membangun Indonesia dalam semua bidang kehidupannya.

Akan tetapi, relawan yang dimaksud Indonesia adalah relawan professional yang membangun berdasarkan ilmu dan skill, sekaligus pengalaman professional. Bukan sekedar bekerja saja, akan tetapi yang mampu mengorganisir pekerjaannya. Akhirnya, edukasi relawan menjadi kebutuhan Indonesia saat ini.

Universitas Kerelawanan (UK) sebagai sebuah sentra edukasi terpadu (integrated learning) tentang kerelawanan di Indonesia. Dengan sistem pembelajaran efektif melalui sharing, studi kasus dan praktek kerja relawan di dunia kemanusiaan. Sebuah program edukasi kerelawanan untuk meningkatkan pengetahuan relawan, memelihara motivasi dan semangat kerelawanan sekaligus tempat berbagi dan sharing ilmu, wawasan, pengetahuan dan pengalaman praktis tentang dunia kerelawanan di ranah kemanusiaan dalam lingkup nasional, regional dan bahkan lingkup global. Dibuka UK Angkatan II.



Kampus Universitas Kerelawanan,

Graha ACT – Aksi Cepat Tanggap,

Komplek Perkantoran Ciputat Indah Permai Blok B 8-9,

Jl. Ir. H. Juanda No. 50, Ciputat, Banten – Indonesia

Hotline 0217414482 Fax 0217420664

Info lebih lanjut: Sukorini, 081363882140

atau email: universitaskerelawanan@yahoo.com

http://actforhumanity.or.id/

Jumat, 23 Oktober 2009

[Pengalaman] Saat bertugas sebagai anggota tim Trauma Healing di Padang

Assalamualaikum, berikut sedikit cerita dari pengalaman selama bertugas di Padang

Maaf kalau postingnya telat, maklum baru mulai habis capenya

pada awalnya sih gara2 baca-baca Notes FB-mas Gaw yang menceritakan bahwa di dalam tubuh manusia, Allah SWT sudah menganugerahkan kemampuan menyembuhkan diri dengan memanfaatkan energi tubuh.  Apabila bagian dari sistem energi tubuh yang terganggu itu sudah normal kembali, maka sakit yang diderita akan berangsur-angsur pulih.  di notes tersebut disebutkan teknik SQT atau Spiritual Quantum Touch, wah saya udah lama pingin tahu dan pingin belajar teknik seperti itu.  Kapan ya bisa????

Tiba-tiba, di status FB  mbak Tari dari Logos ada informasi untuk para SEFTer yang mau membantu tim trauma healing di Padang.  Langsung saya reply untuk daftar. Alhamdulillah diterima sehingga saya, mbak Tari dan beberapa SEFTer lain, yaitu

Mas Fabri, Mas Kusnadi, Mas Widyo dan Mas Asep bisa berangkat ke Padang.

A proof of Law of Attraction???? Maybe, who knows ;)

Kami sampai di padang pada hari kamis sore, pada awal waktu Ashar.  Kami langsung menuju hotel cendrawasih di jalan Pemuda dekat Mall Andalas.  

Kami baru memulai kegiatan pada esok harinya, yaitu hari Jum'at dengan mengadakan pelatihan gratis di Masjid Nurul Iman dan mengadakan terapi gratis bagi para jamaah di sana.  di sana kami berkenalan dengan Pak Amrizal, seorang SEFTer dari Padang yang menjadi guide kami waktu itu.  Kami juga sempat melihat-lihat macam-macam bangunan yang sudah rusak, termasuk hotel Ambacang yang runtuh dan amblas beberapa tingkat ke bawah tanah.  

Pada hari sabtu, kami ke daerah Sicincin dan sekitarnya, melakukan terapi bagi masayarakat dan mengajari mereka agar mereka tidak tergantung pada para terapis.  

pada hari-hari berikutnya, yaitu mulai dari Hari Ahad sampai Selasa, tim kami dibagi dua, Saya dan mas Fabri ikut rombongan tim trauma healing ACT sementara yang lain tetap bersama BAZNas.  Kami juga mendapat bantuan relawan lokal yang dilatih

Alhamdulillah, di ACT saya bisa ketemu mbak Ririn, Mas Gaw dan Mas Andika alias Andips.  

Walaupun namanya Tim Trauma Healing, pada umumnya kasus yang kami tangani berkisar pada penyakit-penyakit fisik, seperti sakit pada kaki, lutut atau kepala.  Masyarakat kita pada umumnya hanya mengenali gejala-gejala fisik, dan kurang memperhatikan masalah2 emosi.  

Alhamdulillah, masyarakat cukup antusias, karena selain melakukan terapi, kami juga mengajari mereka cara-cara melakukan tapping pada diri sendiri.   

Diantar hal-hal menakjubkan yang saya dan tim alami adalah seorang bapak yang tadinya sulit berjalan karena kakinya sakit, setelah diterapi satu putaran bisa lompat-lompat lagi; seorang ibu yang kakiknya tadinya sakit, setelah ditapping satu putaran dan di-test dengan diminta memutar2 kaki sambil di-tapping titik Karate Chop-nya, akhirnya bisa menggerakkan kakinya kembali dan lain-lain.  Teman saya bahkan ada yang bisa membantu orang yang sudah hampir buta sehingga bisa melihat kembali walaupun masih belum jelas benar.  

kesulitan yang dialami tim, termasuk yang saya rasakan, adalah masalah komunikasi.  Kami banyak bertemu orang-orang tua dan mereka yang sepertinya kurang berpendidikan.  Namun, terkadang mereka saat diterapi juga cukup kooeperatif, seperti seorang bapak yang pernah menderita penyakit Chikungunya. Bapak itu menderita nyeri-nyeri di beberapa bagian persendiannya, sehingga menghambat tugasnya sebagai tukang bangunan.  Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah dan tingkat kooperasi yang baik dari bapak tersebut, nyeri-nyeri di jari2 tangan dan lututnya berangsur membaik setelah diterapi oleh saya.  

Pada saat bertugas di Kecamatan Dua Kali Sebelas Enam Lingkung, kami sampai kewalahan dan kelelahan melayani antrian masyarakat yang minta diterapi.  Jika saja Allah SWT tidak berbaik hati pada kami dengan mengirimkan hujan yang cukup deras, wah mungkin bisa pingsan tim trauma healing di sana.  Tim trauma healing memang perlu banyak relawan agar bisa melayani masyarakat dengan baik dan cepat.  
 
SElain menterapi orang lain, saya sendiri juga merasakan terapi dari sesama relawan Tim Trauma Healing.  Saat beristirahat di posko unit Kanagarian Sicincin, yang merupakan sebuah masjid yang kondisinya masih lumayan baik walaupun agak retak-retak, saya merasakan sakit pada leher, sakit itu menjalar ke sebelah kepala.  Teman saya, Mas Ima Lesmana, menempelkan kedua tangannya di leher saya dan mengalirkan energi dengan teknik Spiritual Quantum Touch.  Alhamdulillah, sakit di leher dan kepala berangsur pulih dan tidak kambuh lagi sampai pulang ke Jakarta. 

Saat-saat paling mengharukan justru datang pada hari terakhir saya bertugas bersama tim ACT.  di belakang puskesmas yang jadi posko tim ACT, ada sepasang suami istri yang sudah sangat tua.  sang suami terserang stroke karena terlalu lelah mengurusi istrinya yang sakit-sakitan.  Mas Fabri menterapi sang istri sementara saya dan mas Ima menterapi sang suami.  Saya bersama mas Ima sempat mencoba mengaplikasikan Spiritual Quantum Touch, yang sudah mendapat sentuhan Islami, kepada sang kakek.  Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan, apalagi si kakek ternyata sudah tahu doa yang kami baca.  Suatu doa yang dianjurkan oleh Rasul SAW untuk dibaca saat kita sakit, sambil menyentuh bagian tubuh yang sakit.  Saat itulah, karena adanya pertukaran dan interaksi energi yang intens, kami semua tidak bisa menahan derasnya air mata dan keharuan yang datang.  

Richard Gordon, pendiri Quantum Touch, menegaskan bahwa sesungguhnya semua penyembuhan adalah penyembuhan yang terjadi pada diri sendiri.  Tidak ada seorangpun yang mampu menyembuhkan orang lain.  Definisi seorang penyembuh, menurut Richard Gordon, adalah seseorang yang sakit lalu bisa menyembuhkan dirinya sendiri.  Sedangkan definisi seorang penyembuh yang hebat adalah seseorang yang sakit berat lalu bisa menyembuhkan dirinya sendiri dengan cepat a healer is someone who was sick and got well; a great healer is someone who was very sick and got well quickly.  Orang lain hanya bisa membantu menyelaraskan dan meningkatkan vibrasi energi tubuh, bukan menyembuhkan.

Seringkali, keinginan kita untuk segera sembuh malah menghambat proses penyembuhan yang terjadi pada tubuh itu sendiri.  Tubuh kita seakan-akan tidak dipercaya bahwa dia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri, sehingga dia pun "ngambek" dan tidak kunjung sembuh. 

Karena sebagian besar menusia tingkat energinya relatif rendah maka tubuh perlu waktu lama untuk memulihkan diri.  Untuk mempercepat kesembuhan, banyak orang memerlukan tambahan energi untuk memancing vibrasi energinya agar meningkat hingga menghasilkan efek kesembuhan.  Tambahan energi ini bisa diperoleh dengan diterapi oleh orang-orang yang tingkat vibrasi energinya lebih tinggi. 

Hadiah yang paling membahagiakan bagi seorang healing facilitator, baik yang menggunakan Energy Psychology Tapping atau Quantum Touch adalah kebahagiaan yang terpancar orang yang dia bantu untuk sembuh.  Sungguh sebuah pengalaman yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata seindah apapun. 

Semoga semakin banyak orang yang bersedia belajar terapi berbasis energi psikologi ini agar makin banyak orang yang terbantu mengatasi penyakit dan masalah-masalah emosionalnya sehingga tidak selalu tergantung pada bantuan dari luar, seperti obat-obatan dan sebagainya. 

Semoga bermanfaat

Muhammad Nahar, SEFTer angkatan 49

http://naharseft49.multiply.com/
http://kopiradix.multiply.com/
http://perenungancinta.blogspot.com/



 

Senin, 30 Maret 2009

Situ Gintung




Ahad 29 Maret 2009, saya dan beberapa kawan datang ke Situ Gintung utk bantu2 di sana.

berikut beberapa foto yang berhasil diambil pakai kamera HP, krn sibuk gak bisa potret banyak2 deh. asal-asalan lagi

Yang kami bantu bersihkan kemarin adalah sebuah taman kanak-kanak, gak tahu nama TKnya apa

Selasa, 30 Desember 2008

Mari Peduli - Dompet Peduli Palestine !!!

http://peduli.multiply.com/journal/item/151/Dompet_Peduli_Palestine_
ACT siap kirimkan segera Humanity Relief Team bantu rakyat Palestina
2008-12-30 13:39:04

Jakarta, Selasa (30/12). Kalkulasi terakhir lebih dari 367 warga Palestina di Gaza menjadi korban keganasan agresi Israel, sementara lebih dari 1700 orang luka-luka. Agresi Israel yang beruntun mulai dari Sabtu (27/12) hingga hari ini pun telah menuai banyak kecaman dari dunia internasional.

Lebih dari 200 pesawat tempur F 16 Israel meraung-raung di atas langit Gaza. Mereka melancarkan serangan besar-besaran, menewaskan warga sipil Palestina yang tak berdosa.

Kondisi ini diperparah dengan terputusnya aliran listrik di Gaza akibat blokade Israel serta habisnya obat-obatan di sejumlah rumah sakit, mengakibatkan jumlah korban yang jatuh lebih banyak. Sampai saat ini pun rumah sakit di Gaza sudah tidak bisa menampung korban yang berjatuhan.

"Bencana alam bukanlah satu-satunya yang menjadi fokus kepedulian ACT. Tragedi kemanusiaan seperti yang terjadi di Palestina juga merupakan fokus kepeduliaan ACT sebagai tanggung jawab moral untuk turut membantu rakyat Palestina, oleh karena itu kami akan kirimkan tim untuk bantu rakyat Palestina" ujar Sigit Iko Sugondo, Partnership Sr. Manager ACT.

ACT akan kembali mengiirimkan Humanity Relief Team yang di gawangi oleh Yayat Supriyatna membawa bantuan Anda untuk membantu saudara kita di Palestina yang didera bencana kemanusiaan atas kekejaman Israel.

Saat ini, rakyat Palestina didera penderitaan yang tidak terperi, mulai dari kehilangan rumah, sanak saudara, kekurangan bahan pangan dan kesulitan mendapatkan penanganan kesehatan.

Mari peduli dan bantu rakyat Palestina!

Salurkan bantuan Anda melalui:

Rekening SOS Palestine a.n. Aksi Cepat Tanggap

1. BCA # 676 030 0860
2. BSM # 101 000 5557
3. Permata Syariah #0971 001224
4. Muamalat # 304 0023 015

Contact Person : Sigit Iko Sugondo : 021-7414482 / 081586694809 / 08129665455

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Alternatif Bantuan Lain bisa melalui :

1. KISPA >> Bank Muamalat Cab. Slipi No. 311-018-5622 an Nurdin qq Kispa

2. KNRP >> BCA No. 760-032-5099 an Komite Nasional untuk Rakyat Palestina

3. Dompet Dhuafa Republika >> BCA 2373006343 an Yayasan Dompet Dhuafa Republika

4. Dukung misi Kemanusian MER-C ke Palestina, Ketik : MERC PEDULI kirim ke 7505 untuk memberikan donasi Rp 5000/SMS.(Khusus utk Pengguna TELKOMSEL) Sebarkan !!!

# Jika ada yg kurang jelas, bisa kontak mbak Kosi di HP : 08128510372, YM : anak_ngw / ukhti_kosi, email : ukhti.kosi@gmail.com atau klik : Save Palestine

Rabu, 19 November 2008

[SOSIAL] Ajakan berbagi dalam acara baksos dan Qurban di desa Jagabita

Kemarin sore, ba'da Maghrib, untuk pertama kalinya saya bertemu dgn teman-teman yang tergabung dalam Relawan Pelangi.  Acara yang diadakan adalah rapat persiapan baksos dan pemotongan hewan Qurban di Desa Jagabita, Parung Panjang.  

Baksosnya sendiri akan diselengarakan pas hari raya Idul Adha, tanggal 8 Desember 2008.  Tadinya memang teman-teman Multiply Indonesia akan mengadakan baksos tersebut tanggal 6, tetapi sepertinya tidak mungkin kan mengadakan 2 acara baksos dalam waktu yang sangat bersamaan?

dalam acara kali ini Insya Alloh akan ada banyak komunitas yang akan ikut ambil bagian seperti, Relawan Pelangi, Portal Warnaislam.com, Komunitas MPers (Multiplyers), Komunitas My Quran, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), Remaja Masjid Attin, YISC Al Azhar, dll

enggak tanggung2 saya kebagian tugas jadi PJ Hewan Qurban, waktu saya bilang belum pengalaman, mas Gaw bilang "emangnya ngelamar kerja" he he he.  Salah satu tugas PJ tersebut adalah meng-kalkulasi jumlah biaya yang dibutuhkan untuk acara pemotongan hewan Qurban di desa tersebut. 

Bakalan kerja keras nih, he he he  

btw, ada yg punya pengalaman jadi panitia Qurban?

Mohon di-share ya di reply

Insya Alloh baksos di desa Jagabita kali ini bukan sekedar bagi-bagi sembako atau potong hewan Qurban saja, tetapi juga akan ada pelayanan kesehatan dan pelatihan singkat kewiarusahaan oleh Bang Jay dari Institut Kemandirian.  Baksos ini merupakan acara perdana dari pembinaan berkelanjutan yang akan diselenggarakan secara rutin di desa tersebut.  

Desa Jagabita dikenal sebagai "Kampung Pesakitan" karena bermacam-macam penyakit ada di sana.  Sebut saja misalnya kanker, kaki gajah, asma, penyakit pernafasan, dan sebagainya.  Air dan sanitasi sangat sulit diperoleh sehingga masyarakat terpaksa mandi bareng kerbau di kubangan.  Sarana kesehatan juga sulit sekali dijangkau, sebab lebih mahal ongkos daripada berobatnya itu sendiri.  Naik ojek ke Puskesmas bisa habis 10 ribu sendiri.

Saya sendiri pertama kali ke sana bersama beberapa teman dari komunitas Multiply Indonesia beberapa waktu yang lalu.  Foto-foto dari survey tersebut bisa dilihat di sini

ada yg punya pengalaman jadi panitia Qurban?

Rekan-rekan yang mau menyumbang dalam bentuk uang bisa ke rekening Mbak Kosi

- BCA KCP Cinere No. Rekening :267-106-5401 atas Mohd. Heriyadi Arifin
- Bank Muamalat Cab. Arthaloka No. 9000-251-877 an Kosirotun
- BNI Cab. Bekasi No. 001-558-7547 an Kosirotun
- Mandiri KCP Jkt. Wisma Indosemen : No. 122-000-441-8870 an Kosirotun

Untuk memudahkan pengecekan serta pencatatan, setelah transfer mohon keikhlasannya untuk mengirimkan konfirmasi ke Kosi via sms di 08128510372 atau email : ukhti.kosi@gmail.com atau YM : anak_ngw / ukhti_kosi dengan mengetik : JAGABITA, Nama Bank dan Jumlah Bantuan


Postingan lain tentang desa Jagabita bisa dibaca di sini:

Nyata Cintanya: ajakan baksos dan qurban ke Jagabita

Maryudi, Guru dengan bayaran 100 rupiah per minggu

Makan apa

Hasil Survey Baksos MPID di Jagabita