http://nilaalya.multiply.com/video/item/3
buat rekan2 MPID, rekaman baksos di tipi bisa dilihat di link di atas
semoga bermanfaat
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Februari 2009
Kamis, 19 Februari 2009
Jagabita - Tour of Duty di Kampung Dago
Hari Rabu kemarin, saya bersama Mas Rudy dan Bunda Elly pergi lagi ke Jagabita. Kami janjian sama ibu Uun di warung bakso. Sekalian makan bakso deh, ada juga yang makan mie ayam, he he he 
Perbincangan di warung itu termasuk tentang kesulitan suatu yayasan pengobatan paru-paru yang menyelenggarakan pengobatan penyakit paru secara gratis. Maklum, lalu lintas truk-truk pengangkut material (batu, pasir dsb) menimbulkan awan debu yang pekat sehingga warga rentan terserang penyakit paru. Ibu Uun juga mengungkapkan keinginan beliau untuk memilik tabung oxygen sendiri. sebab tabung yang di Puskesmas tidak pernah ada isinya. kasihan sekali kalau ada yang sakit dan memerlukan bantuan pernafasan.
Ibu Uun mengajak kami ke kampung Dago (bukan Dago yang di Bandung ya), suatu kampung yang terletak cukup jauh dari tempat baksos kemarin. Kampung itu sangat indah sebetulnya. Hembusan angin yang cukup kencang menerpa dedaunan bambu membuat saya mengira bahwa kami saat itu berada dekat sungai pegunungan yang jernih dan berair deras.
Namun, ternyata perkiraan saya salah. Tidak ada di sana sungai yang mengalir deras, dingin dan menyejukkan di sana. Yang ada hanya balongan atau kubangan air yang menggenang, yang airnya itu-itu saja. Itupun hanya bisa dipakai pada musim hujan. Untuk buang hajat, warga hanya bisa melakukannya di kebon/semak-semak.
Suasana di sana mirip dalam film2 perang Vietnam yang dulu sempat ngetop di Bioskop atau TV.
Alternatif lain yang tersedia hanya satu sungai kecil, yang lebih tepat disebut anak sungai. Pada musim kemarau, puluhan orang mandi dan mencuci di sana. Bisa dibayangkan betapa tidak sehatnya keadaan di sana.
Ada dua hal yang mengherankan bagi saya, tidak tahu bagi yang lain, he he he
Beberapa waktu yang lalu, saya menulis tulisan tentang perbandingan antara keadaan di Jagabita dengan keadaan kaum Bani Israil zaman Mesir kuno dulu.
Nah, apa yang saya lihat dan dengar kemarin? ini dia
1. Di sana banyak pembuatan batu bata sedangkan salah satu pekerjaan yang ditugaskan kepada Bani Israil oleh rezim Firaun di zaman mesir kuno adalah membuat batu bata untuk keperluan pembangunan gedung-gedung dan bangunan-bangunan lainnya.
2. Ibu Uun cerita saat dia mengantar anak-anak sekolah dasar desa Pinku (mudah2an nulisnya gak salah) ke Gandhi Memorial School. Salah satu acara yang digelar tuan rumah untuk anak-anak desa tersebut adalah drama pertunjukan. Namun, karena memakai bahasa Inggris, anak2 itu cuma bisa bengong. Ibu Uun menjelaskan bahwa itu cerita nabi Musa.
Apakah ini cuma kebetulan, atau .................???
Foto-foto bisa dilihat di album yang ini
Wallahualam
Sayang kemarin belum mengucapkan terima kasih, padahal diam-diam saya mencoba untuk belajar keteguhan hati dari Ibu Uun. Beliau tetap tegar saat sang suami mendapat kecelakaan nun jauh di sana. Secara tidak langsung, Ibu Uun telah menularkan kekuatan dan keteguhannya kepada saya.
Perbincangan di warung itu termasuk tentang kesulitan suatu yayasan pengobatan paru-paru yang menyelenggarakan pengobatan penyakit paru secara gratis. Maklum, lalu lintas truk-truk pengangkut material (batu, pasir dsb) menimbulkan awan debu yang pekat sehingga warga rentan terserang penyakit paru. Ibu Uun juga mengungkapkan keinginan beliau untuk memilik tabung oxygen sendiri. sebab tabung yang di Puskesmas tidak pernah ada isinya. kasihan sekali kalau ada yang sakit dan memerlukan bantuan pernafasan.
Ibu Uun mengajak kami ke kampung Dago (bukan Dago yang di Bandung ya), suatu kampung yang terletak cukup jauh dari tempat baksos kemarin. Kampung itu sangat indah sebetulnya. Hembusan angin yang cukup kencang menerpa dedaunan bambu membuat saya mengira bahwa kami saat itu berada dekat sungai pegunungan yang jernih dan berair deras.
Namun, ternyata perkiraan saya salah. Tidak ada di sana sungai yang mengalir deras, dingin dan menyejukkan di sana. Yang ada hanya balongan atau kubangan air yang menggenang, yang airnya itu-itu saja. Itupun hanya bisa dipakai pada musim hujan. Untuk buang hajat, warga hanya bisa melakukannya di kebon/semak-semak.
Suasana di sana mirip dalam film2 perang Vietnam yang dulu sempat ngetop di Bioskop atau TV.
Alternatif lain yang tersedia hanya satu sungai kecil, yang lebih tepat disebut anak sungai. Pada musim kemarau, puluhan orang mandi dan mencuci di sana. Bisa dibayangkan betapa tidak sehatnya keadaan di sana.
Ada dua hal yang mengherankan bagi saya, tidak tahu bagi yang lain, he he he
Beberapa waktu yang lalu, saya menulis tulisan tentang perbandingan antara keadaan di Jagabita dengan keadaan kaum Bani Israil zaman Mesir kuno dulu.
Nah, apa yang saya lihat dan dengar kemarin? ini dia
1. Di sana banyak pembuatan batu bata sedangkan salah satu pekerjaan yang ditugaskan kepada Bani Israil oleh rezim Firaun di zaman mesir kuno adalah membuat batu bata untuk keperluan pembangunan gedung-gedung dan bangunan-bangunan lainnya.
2. Ibu Uun cerita saat dia mengantar anak-anak sekolah dasar desa Pinku (mudah2an nulisnya gak salah) ke Gandhi Memorial School. Salah satu acara yang digelar tuan rumah untuk anak-anak desa tersebut adalah drama pertunjukan. Namun, karena memakai bahasa Inggris, anak2 itu cuma bisa bengong. Ibu Uun menjelaskan bahwa itu cerita nabi Musa.
Apakah ini cuma kebetulan, atau .................???
Foto-foto bisa dilihat di album yang ini
Wallahualam
Sayang kemarin belum mengucapkan terima kasih, padahal diam-diam saya mencoba untuk belajar keteguhan hati dari Ibu Uun. Beliau tetap tegar saat sang suami mendapat kecelakaan nun jauh di sana. Secara tidak langsung, Ibu Uun telah menularkan kekuatan dan keteguhannya kepada saya.
Memang, kekuatan dan keteguhan hati itulah yang saat ini sedang saya butuhkan.
Benar-benar saya butuhkan
Benar-benar saya butuhkan
Rabu, 04 Februari 2009
[Multiply Indonesia] Rencana Baksos Multiply Indonesia
Rencana baksos multiply indonesia yang sudah lama tertunda, kini mendekati H-7. dan semoga kita ( multiplyers ) bisa ikut berpartisipasi dalam pelakasanan baksos kali ini.
Baksos Mpers kali ini melibatkan bebarapa komunitas antara lain :
1. Relawan Dokter
2. Komunitas lebah
3. Relawan Pelangi.
Rencana kegiatan baksos kali ini meliputi :
1. Pelayanan kesehatan
pelayanan yang akan melayani +/- 400 pasien dengan penyakit umum.
2. Pelayanan kesehatan lanjutan
pelayanan ini menindaklanjuti pelayanan kesehatan yang pernah dilakukan di pelayanan kesehatan sebelumnya pada tanggal 8 desember 2008
3. pelayanan kesehatan Gigi
pelayanan pemeriksaan gigi dan penyuluhan mengenai perawatan gigi untuk anak anak.
4. Pelayanan kesehatan Ibu hamil
pelayanan dan pemeriksaan ibu hamil juga di sertai penyuluhan terhadap ibu ibu hamil.
5. Pembagian paket makanan sehat untuk anak anak dan pasien yang hadir
paket makanan yang kami kumpulkan dari hasil donasi sobats MPers.
6. Pembagian pakaian Layak pakai.
untuk kegiatan kegiatan di atas kami sangat membutuhkan banyak Relawan multiply untuk bisa hadir dan membentu kami
juga di harapkan bantuan dari sobats MP, Donasi dalam bentuk apapun akan kami terima.
bisa di lihat di sini :
http://srisariningdiyah.multiply.com/calendar/item/10051/Open_Recruitment_Jagabita_14_Feb_2009?replies_read=33
sesuai kesepakatan di harapkan untuk setiap MPers bisa mendonasikan Rp. 50.000 ( lima puluh ribu ) yang nantinya akan di gunakan untuk membantu kegiatan baksos pelayanan kesehatan ini, baik berupa pembelian makanan sehat, pembelian obat obatan ataupun untuk biaya lain lainnya.
Berbagai donasi bisa dilihat di bawah ini
Rekening baksos MPers:
1. Bank Mandiri Depok, No. 129-00-0496405-8
2. BCA Depok, No.421-232-6813
3. BNI Pasar Minggu, No. 0151-071365
atas nama: Sri Sarining Diyah
Pos Bantuan (baju layak pakai & buku bacaan):
Ari, Ani, Nahar, Izoel, mas Rudi, dengan alamat:
1. Izoel: Jl. Kecak 2 No. 238, Depok 2 Tengah. HP: 0812.8786077
2. Ari: Radio DFM, Jl. Mimosa I No. A7, Buncit Indah, Pejaten, Jakarta Selatan 12510. HP. 0818 848499
SEKILAS RUNDOWN ACARA:
05.00 Kumpul di Parkir Timur Senayan
06.00 Berangkat ke Jagabita
08.30 Sampai di tujuan
09.00 Pembukaan (Sekda, MP), baca doa
09.20 mulai kegiatan layanan kesehatan untuk 400 orang
12.00 istirahat, sholat, makan (kalau banyak dokter-nya, shift)
13.00 mulai kegiatan kembali
15.00 selesai.
( kami menyediakan BUS untuk rekan rekan yang ingin bergabung , Kumpul di parkir Timur senayan )
satu hal lagi buat sobats MP yang ingin membantu Potluk makanan, kami juga siap menerima.
Konsumsi --> ada yang mau bawa/POTLUCK:
1. Snack pasien (@400): Roti, Bolu, lontong, Risol, air mineral, susu UHT/bantal,
2. Snack panitia (@100): idem (tanpa susu)
3. Makan siang panitia (@100): nasi box (nasi, ayam, telur, capcay, jerukl)
4. Minum (3 x): air mineral 600ml (12 box)
5. Lain lain.
besar harapan rangkaian acara ini bisa berjalan dengan baik, terima kasih sobats MPers..
jika ada yang ingin di tanyakan silahkan menghubungi saya.
regards
Roel
sumber: dari sini
Baksos Mpers kali ini melibatkan bebarapa komunitas antara lain :
1. Relawan Dokter
2. Komunitas lebah
3. Relawan Pelangi.
Rencana kegiatan baksos kali ini meliputi :
1. Pelayanan kesehatan
pelayanan yang akan melayani +/- 400 pasien dengan penyakit umum.
2. Pelayanan kesehatan lanjutan
pelayanan ini menindaklanjuti pelayanan kesehatan yang pernah dilakukan di pelayanan kesehatan sebelumnya pada tanggal 8 desember 2008
3. pelayanan kesehatan Gigi
pelayanan pemeriksaan gigi dan penyuluhan mengenai perawatan gigi untuk anak anak.
4. Pelayanan kesehatan Ibu hamil
pelayanan dan pemeriksaan ibu hamil juga di sertai penyuluhan terhadap ibu ibu hamil.
5. Pembagian paket makanan sehat untuk anak anak dan pasien yang hadir
paket makanan yang kami kumpulkan dari hasil donasi sobats MPers.
6. Pembagian pakaian Layak pakai.
untuk kegiatan kegiatan di atas kami sangat membutuhkan banyak Relawan multiply untuk bisa hadir dan membentu kami
juga di harapkan bantuan dari sobats MP, Donasi dalam bentuk apapun akan kami terima.
bisa di lihat di sini :
http://srisariningdiyah.multiply.com/calendar/item/10051/Open_Recruitment_Jagabita_14_Feb_2009?replies_read=33
sesuai kesepakatan di harapkan untuk setiap MPers bisa mendonasikan Rp. 50.000 ( lima puluh ribu ) yang nantinya akan di gunakan untuk membantu kegiatan baksos pelayanan kesehatan ini, baik berupa pembelian makanan sehat, pembelian obat obatan ataupun untuk biaya lain lainnya.
Berbagai donasi bisa dilihat di bawah ini
Rekening baksos MPers:
1. Bank Mandiri Depok, No. 129-00-0496405-8
2. BCA Depok, No.421-232-6813
3. BNI Pasar Minggu, No. 0151-071365
atas nama: Sri Sarining Diyah
Pos Bantuan (baju layak pakai & buku bacaan):
Ari, Ani, Nahar, Izoel, mas Rudi, dengan alamat:
1. Izoel: Jl. Kecak 2 No. 238, Depok 2 Tengah. HP: 0812.8786077
2. Ari: Radio DFM, Jl. Mimosa I No. A7, Buncit Indah, Pejaten, Jakarta Selatan 12510. HP. 0818 848499
SEKILAS RUNDOWN ACARA:
05.00 Kumpul di Parkir Timur Senayan
06.00 Berangkat ke Jagabita
08.30 Sampai di tujuan
09.00 Pembukaan (Sekda, MP), baca doa
09.20 mulai kegiatan layanan kesehatan untuk 400 orang
12.00 istirahat, sholat, makan (kalau banyak dokter-nya, shift)
13.00 mulai kegiatan kembali
15.00 selesai.
( kami menyediakan BUS untuk rekan rekan yang ingin bergabung , Kumpul di parkir Timur senayan )
satu hal lagi buat sobats MP yang ingin membantu Potluk makanan, kami juga siap menerima.
Konsumsi --> ada yang mau bawa/POTLUCK:
1. Snack pasien (@400): Roti, Bolu, lontong, Risol, air mineral, susu UHT/bantal,
2. Snack panitia (@100): idem (tanpa susu)
3. Makan siang panitia (@100): nasi box (nasi, ayam, telur, capcay, jerukl)
4. Minum (3 x): air mineral 600ml (12 box)
5. Lain lain.
besar harapan rangkaian acara ini bisa berjalan dengan baik, terima kasih sobats MPers..
jika ada yang ingin di tanyakan silahkan menghubungi saya.
regards
Roel
sumber: dari sini
Senin, 02 Februari 2009
Alhamdulillah, tulisan saya dimuat di Warnaislam :)
http://warnaislam.com/rubrik/sahabat/2009/2/3/32460/Ibu_Marhumah_Warga_Desa_Jagabita_Malang.htm
Ini pertama kalinya tulisan saya muncul di situs selain blog. Pagi2 dihubungi Pak Bambang dari Warnaislam dot com diminta ngecek situs Warnaislam.
Alhamdulillah tulisan saya dimuat. Saya jadi ingat kalau tidak salah Pak Jonru pernah bilang bahwa kita tidak boleh memvonis tulisan karya kita sendiri. Bisa saja tulisan yang kita anggap asal-asalan ternyata bagus di mata orang lain dan demikian sebaliknya.
Ini pertama kalinya tulisan saya muncul di situs selain blog. Pagi2 dihubungi Pak Bambang dari Warnaislam dot com diminta ngecek situs Warnaislam.
Alhamdulillah tulisan saya dimuat. Saya jadi ingat kalau tidak salah Pak Jonru pernah bilang bahwa kita tidak boleh memvonis tulisan karya kita sendiri. Bisa saja tulisan yang kita anggap asal-asalan ternyata bagus di mata orang lain dan demikian sebaliknya.
[Relawan Pelangi] Ibu Marhumah, salah satu warga yang memerlukan pengobatan di desa Jagabita
Ahad kemarin, saat saya dan teman-teman dari Relawan Pelangi datang ke Desa Jagabita untuk melihat perkembangan pembangunan dan penyediaan sarana sanitasi dan pompa air bersih untuk desa jagabita.
Cerita tentang pembangunan sarana sanitasi dan pompa air bersih tersebut bisa dibaca di tulisan yang ini.
Saat mengunjungi pengeboran salah satu titik air yang terletak di dekat Masjid Jami Al Istigomah, Mas Bayu mengajak kami menjenguk ibu Marhumah. Seorang wanita tua yang perut dan kakinya sakit dan membengkak.
Kami belum mengetahui apa penyakit yang diderita ibu Marhumah namun ada yang mengira bahwa penyakit itu ada hubungannya dengan lever/hati. Waktu kami datang, perutnya sudah relatif kempes. Beliau menyambut kami dengan ramah dan saat kami tanya bagaimana keadaannya, beliau menjawab bahwa kakinya sakit. Seorang tetangganya mengatakan bahwa dulu perutnya membengkak.
Apabila kencingnya tidak lancar, muka Ibu Maunah bengep/bengkak-bengkak. Ada tetangga yang pernah membelikan beliau Obat untuk melancarkan kencing, namun karena harganya mahal, maka tidak bisa selalu diberikan.
Ibu Marhunah tinggal di gubuk sederhana yang dibangun atas swadaya warga. Gubuk itu sangat gelap dan lembab, saya sampai menggunaka Night Mode untuk memotret dengan kamera HP, padahal saat itu belum masuk waktu Ashar.
Karena tidak bisa berjalan, Ibu Marhumah hanya bisa di sebuah balai bambu. Beliau hanya bisa buang kotoran di WC hasil improvisasi, yang sebenarnya hanya kayu triplek yang dibuatkan lubang di atasnya lalu di bawah kayu tersebut diberi kantong plastik (di foto saya beri lingkaran merah). Seorang tetangga yang bersedia merawat beliau lalu membuang kotoran tersebut.
Saya benar-benar tidak bisa membayangkan hidup di tempat yang suram, lembab dan gelap seperti itu, apalagi dekat dengan kotoran sendiri yang tentu saja baunya tidak menyenangkan.
Terbayang diri saya sendiri yang terkadang masih mengeluh padahal keadaan saya jauh lebih baik dan nyaman baik dari Ibu Marhunah. Paling tidak saya masih bisa kemana-mana sendiri dan di rumah masih punya tempat yang layak untuk membuang sisa-sisa pencernaan makanan dari diri saya.
Saya juga masih bisa tidur di tempat yang cukup nyaman dan tidak berdampingan dengan kotoran sendiri. Saya juga percaya bahwa para pembaca tulisan ini juga tidak harus hidup berdampingan dengan kotoran sendiri, maklum pengakses internet di Indonesia sebagian besar, jika tidak semua, adalah kalangan menengah ke atas.
Saya juga kagum dan sedih melihat sang tetangga yang setia merawat beliau padahal tetangga itu sendiri buka orang kaya dan memiliki delapan orang anak. Suami sang tetangga adalah seorang juru parkir di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.
Sayang saya lupa menanyakan identitas sang tetangga, karena sudah terlanjur terenyuh melihat keadan Ibu Marhunah.
Salah satu anak Ibu Marhunah, Ujang, sudah tidak berdaya karena terserang stroke. Anak-anak beliau yang lain sudah tidak mau membantu, sebab hidup mereka juga susah. demikian menurut para tetangga beliau.
Bisa jadi, kitalah yang sesungguhnya menahan atau membendung karunia dan pertolongan Alloh sWT kepada saudara-saudara kita, baik di dalam negeri, seperti desa Jagabita, ataupun luar negeri, seperti di Jalur Gaza, Rohingya atau tempat2 lain. Banyak cerita inspiratif yang menunjukkan bahwa pertolongan Alloh sebagian besar datang melalui orang lain.
Banyak diantara kita yang lebih memilih membelanjakan uang hanya untuk kesenangan pribadi semata. Walaupun uang itu halal hasil jerih payah kita sendiri, hakikatnya itu adalah rezeki dari Allah SWT. Allah SWT menitipkan harta kepada kita bukan sekedar untuk kita nikmati sendiri, tetapi juga harus menjadi penyambung kehidupan bagi orang lain, terutama orang-orang seperti Ibu Marhunah.
Perlu kita ingat bahwa Allah SWT Maha mengetahui atas segala sesuatu. Dialah pencipta kita, tentu Dia lebih mengetahui diri kita daripada kita sendiri apalagi orang lain. Jika potensi dan energi yang ada pada dalam diri kita tidak kita manfaatkan semaximal mungkin untuk membantu sesama, pasti akan ada balasan yang berat dan mengerikan untuk kita, baik di dunia maupun di akhirat nanti
Jangan sampai kita ragu menjadi perantara kebaikan, walaupun kita juga hidup dalam keterbatasan. Sesungguhnya, yang kita bantu adalah diri kita sendiri. Kalau masih ragu, silahkan baca tulisan - tulisan berikut ini:
- Cerita Relawan membantu dalam keterbatasan
- Perantara Kebaikan
Semoga bermanfaat
Insya Alloh komunitas Multiply Indonesia dan Relawan Pelangi akan mengadakan bakti sosial pelayanan kesehatan pada hari Sabtu, tanggal 14 Februari 2009 di Desa Jagabita, info lebih lanjut silahkan lihat
[Relawan Pelangi] Ke Jagabita once again, Ahad 2 Februari 2008
hari Ahad kemarin saya dan kawan2 dari Relawan Pelangi kembali ke jagabita untuk melihat perkembangan pembangunan madrasah sarana sanitasi dan air bersih di sana.
Madrasah yang kemarin dipergunakan untuk mutilasi atau pemotongan daging qurban sudah dipugar rapih, Alhamdulillah.
satu titik air sudah bisa dipergunakan dan yang lain menyusul.
sorenya kami pergi ke titik air yang lain dekat masjid Jami Al Istiqomah.
Dekat masjid itu, ada tempat penampungan air yang lebih tepat disebut kubangan, karena hanya mengandalkan air hujan dan air yang itu-itu saja.
Kami menjenguk Ibu Marhunah yang perutnya bengkak, kemungkinan sakit lever.
Kami sangat berharap rekan-rekan sekalian berkenan untuk bersama-sama membantu mengatasi masalah-masalah yang ada di desa ini, terutama masalah kesehatan dan kemiskinan di sana.
Kamis, 29 Januari 2009
[Forward] Desa Jagabita terserang HERPES
Assalamualaikum, forward dari MP Mas Roel
semalam saya menerima informasi dari bu uun ( Relawan ) saat ini desa jagabita sedang di serang HERPES..
sedih sekali mendengarnya.. RASAnya pengen buru buru melakukan PELAYANAN KESEHATAN disana. jangan lupa sobats.. tanggal 14 februari kita melakukan baksos di jagabita.
untuk itu bu uun sempet nge fax permohonan bantuan tambahan obat obatan :
1. Albothyl
2.Betadine
3.Rivanol
4.Perban
5. Alkohol
6.GAMIXAN
7. CITO Tetes MATA.
kalo ada rekanns.. yang mau bantu, bisa menghubungi saya..
terima kasih atas bantuannya...
semalam saya menerima informasi dari bu uun ( Relawan ) saat ini desa jagabita sedang di serang HERPES..
sedih sekali mendengarnya.. RASAnya pengen buru buru melakukan PELAYANAN KESEHATAN disana. jangan lupa sobats.. tanggal 14 februari kita melakukan baksos di jagabita.
untuk itu bu uun sempet nge fax permohonan bantuan tambahan obat obatan :
1. Albothyl
2.Betadine
3.Rivanol
4.Perban
5. Alkohol
6.GAMIXAN
7. CITO Tetes MATA.
kalo ada rekanns.. yang mau bantu, bisa menghubungi saya..
terima kasih atas bantuannya...
Langganan:
Postingan (Atom)