Tampilkan postingan dengan label volunteer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label volunteer. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2012

"Volunteer Gathering 2012, "Membangun Karakter Melalui Kerelawanan" Ayo Gabung!

Start:     Feb 11, '12 08:30a
End:     Feb 11, '12 11:30a
Location:     Gedung Diknas, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta.
Seorang sahabat pernah bilang, “Orang-orang yang mau jadi relawan itu adalah orang yang datang dari planet lain”. Sahabat lain menyebut “Orang Gila” untuk orang-orang yang masih bisa menyempatkan diri untuk berbagi dan peduli kepada orang lain melalui gerakan kerelawanan. Ya, Aneh, Gila, Makhluk Asing atau apalagi sebutan bagi para relawan ini, yang pasti relawan selalu ada. Kenapa disebut Aneh dan gila? Mungkin mereka yang menyebut begitu melihat fenomena bangsa ini yang sudah sangat individualis, tidak peduli dengan urusan orang lain, mementingkan diri sendiri, sementara ternyata ada orang-orang yang masih memikirkan kehidupan orang lain. Aneh bukan?

Bagaimana tidak disebut “gila” disaat bencana terjadi semua orang sibuk menyelamatkan diri dan keluarganya, para relawan ini justru mendatangi wilayah bencana. Bertarung dengan maut menyelamatkan orang-orang. Ia meninggalkan keluarganya, pekerjaannya, sejenak melupakan kesenangan di kota, lalu berlumur lumpur, berbasah banjir dan berhadapan dengan kobaran api. Gila kan?

Aneh lagi, disaat orang lain berlomba-lomba untuk menghabiskan uang mereka untuk belanja, nongkrong di café, seliweran di Mall, sementara para relawan ini mau mengeluarkan uang dari kantong sendiri untuk berpanas-panasan, berpeluh lelah dengan beragam aktifitas sosial kemanusiaan. Coba bayangkan, sudah lelah, panas berkeringat, menguras tenaga, masih harus keluar uang juga. Benar-benar aneh kan orang-orang yang seperti ini?

Tapi faktanya, siapa yang aneh? Mereka yang disebut relawan yang memiliki jiwa berbagi atau justru orang-orang yang sama sekali jauh dari dunia kepedulian. Bagaimana sebenarnya hakikat kita sebagai makhluk sosial, saling membutuhkan antara satu dengan lainnya. Apakah kita benar-benar bisa hidup sendirian, meski dengan harta berlimpah dan kekuasaan tertinggi?

Hidup kita bagaikan bola karet yang bila kita lempar pelan kea rah dinding akan memantul pelan juga ke arah kita. Namun bila bola itu dilempar cepat, akan cepat pula ia memantul ke arah kita. Jadi apa yang kita peroleh sangat tergantung apa yang kita berikan. Para relawan ini mengerti betul bahwa apa yang mereka berikan dalam beragam aktifitas kerelawanan, semua akan berbalik pada dirinya, meski dalam bentuk yang berbeda.

Disadari atau tidak, mereka yang mendedikasikan diri, waktu, energi dan pikirannya untuk berbagi dan peduli, telah secara langsung membentuk karakter diri mereka sendiri. Disiplin, saling menghargai, senang membantu, mendahulukan kepentingan orang lain, rendah hati, jujur, adalah contoh-contoh karakter yang disadari atau tidak telah tertanam di jiwa para relawan. Jika memang demikian, tentu dibutuhkan banyak aktifitas kerelawanan agar lebih banyak memberi kesempatan orang lain menjadi relawan.

VOLUNTEER GATHERING 2012 ini mengambil tema “Membangun Karakter Melalui Kerelawanan”, akan menghadirkan tokoh yang tak asing di dunia sosial kemanusiaan, yakni Erie Sudewo, peraih penghargaan Social Entrepreneur of The Year, 2009, dari Ernst and Young.

Selain mendapatkan pencerahan dari Mas Erie, panggilan akrab Erie Sudewo, para relawan pun akan mendapatkan informasi lengkap dari berbagai komunitas sosial yang akan berbagi profil dan ragam programnya yang akan menjadi pilihan bagai para relawan untuk berkiprah. Jadi diharapkan banyak komunitas yang hadir di Volunteer Gathering ini, agar semakin banyak alternatif program bagi para relawan.

Dari kegiatan ini, diharapkan terjadi sinergi yang hebat antar berbagai komunitas dalam menjalankan program-program sosial kemanusiaannya. Tidak ada lagi persaingan, tidak ada lagi merasa lebih hebat, lebih baik, dan tidak lagi kita sendiri-sendiri dalam menjalankan program. Kalau ada program yang sama dan bisa dijalankan bersama-sama, kenapa harus sendiri? Sekarang lah saatnya kita bersama, karena tujuan kita pun pasti sama, untuk Indonesia yang lebih baik.

Selain itu, terbentuk pula sebuah jaringan komunikasi dan informasi antara komunitas dan relawan untuk beragam info dan aktifitas sosial kemanusiaan, sehingga para relawan dengan mudah mendapatkan informasi kegiatan dan bagaimana bergabung.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Volunteer Gathering akan dilaksanakan Sabtu, 11 Februari 2012, Pukul 08.30 – 11.30 WIB dan bertempat di Gedung Diknas, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta.

Siapa yang boleh ikut?

Siapa saja, relawan maupun calon relawan, atau mereka yang mau tahu apa saja kegiatan relawan dengan berbagai program sosial kemanusiaannya.

Registrasi dan informasi

Pastikan Anda mendapat informasi lengkap terkait acara ini, dan setiap peserta diharuskan melakukan registrasi dengan menghubungi nama-nama di bawah ini :

Tini Yuliati, 081310875261

Irma Darina 021-92826980, 081808155008

Bayu Gawtama, 087878771961

Senin, 04 Juli 2011

[Kisah Relawan] Bertemu seorang brother dari Palestina

Sabtu kemarin, saat mengikut Volunteer Sharing Session di kantor ACT di Ciputat, saya mendapat kesempatan bertemu dengan seorang brother bernama Jomah M. Al Najjar, Chairman of The Palestinian Welfare House.  Beliau datang hendak berpamitan pada kami untuk melanjutkan perjalanannya, namun pak Imam Akbari meminta beliau untuk menyampaikan sepatah dua patah kata pada peserta volunteer sharing.  Beliau, dengan penuh keharuan, menyampaikan apresiasinya pada kami atas kepedulian dan bantuan kaum muslimin Indonesia.  "Other countries help Palestinian because of humanity, but you help us because of dien, so the intention is different" demikian kata brother Jomah.  Makna pernyataan brother Jomah di atas adalah mereka merasakan bahwa kaum muslimin di Indonesia membantu mereka karena kesamaan akidah dan persaudaraan sesama Muslim atau ukhuwah Islamiyah

Jujur terus terang, tidak pernah terbersit sedikitpun bakal ada kesempatan bertemu seorang brother dari Palestina dan mendengar langsung apresiasi tulus dari beliau.  Apresiasi yang sebenarnya terlalu tinggi bagi seorang seperti saya yang masih belum apa-apa dibandingkan mereka.   Terbersit rasa malu yang adalam karena masih jauh dari apresiasi yang beliau sebutkan, baik secara pribadi maupun mewakili rakyat dan komunitas2 yang ada di Palestina, tanah penuh berkah yang kini bersimbah darah orang-orang tak berdosa.  

Mungkinkah mereka mengetahui bahwa sesungguhnya mereka lebih beruntung daripada kaum muslimin yang ada di negeri zamrud khatulistiwa ini.  Jika mereka harus berhadapan engna tentara zionsi bersenjata lengkap, kaum muslimin di sini harus berhadapan dengan musuh-musuh yang sulit dideteksi seperti kemiskinan, kemaksiatan, kapitalisme dan sebagainya.

Jika anak-anak di sana benar-benar menjadi pahlawan dengan menghadang tank-tank pasukan zionis dengan batu, di sini anak-anak baru bermimpi jadi pahlawan dengan memainkan adegan tembak menembak di berbagai macam game online.  Jika penduduk Gaza dan berbagai wilayah lain di Palestina terhimpit kemiskinan karean penjajahan Zionis, maka penduduk di negeri ini banyak yang terhimpit kemiskinan karena dijajah diri mereka sendiri.  Jika di sana banyak pemuda dan pemudi bermental pejuang, maka di negeri ini banyak pemuda dan pemudi bermental pecundang.  Jangankan melawan musuh bersenjata lengkap, melawan keinginan untuk merokok, pacaran, atau menghabiskan waktu sia-sia saja seringkali tidak sanggup.  

Sungguh tidak terbayangkan bagi saya apabila mereka mengetahui kekurangan dan kelemahan jiwa dari para saudara mereka.  Saudara-saudara sesama muslim yang pernah mereka banggakan dan apresiasi dengan tulus itu.  Tentu akan menjadi suatu kekecewaan yang mendalam dan sulit disembuhkan apabila Allah SWT membuka aib dan kekurangan kaum muslimin Indonesia yang seringkali egois dan mementingkan diri sendiri.  Bukan tidak mungkin kekecawaan itu akan lebih menyakitkan dibandingkan penderitaan hidup di bawah kekejaman Zionisme.  DR. Nawaf Takruri, seorang cendekiawan HAMAS dan penulis buku Dahsyatnya Jihad Harta, pernah mengatakan bahwa Palestina memerlukan biaya hidup satu milyar per bulan, namun yang dikeluarkan oleh orang Indonesia untuk merokok sekitar 8 milyar per bulan.  Alangkah indahnya persaudaraan yang tercipta jika orang Indonesia bisa berhenti merokok demi saudara-saudaranya di sana.  

Ya Allah, betapa malunya kami saat kau hadirkan hamba-hambaMu yang berjuang tanpa keraguan sedikitpun, penuh keberanian hanya demi mengharap ridhoMu.  Yaa Allah, janganlah Engkau biarkan kami menjadi orang-orang yang tak berdaya saat yang lain berjuang membebaskan saudara-saudaranya yang terjajah di sana.  Berilah kami kekuatan agar kami bisa berhenti menzalimi diri kami sendiri, yang membuat kami selama ini terlalu lemah untuk membantu dan mendukung perjuangan mereka di sana

Aamiin

semoga bermanfaat

 

 

Kamis, 19 Mei 2011

Rescue Club

http://clubrescue.blogspot.com/
Rescue Club, merupakan kumpulan para rescuer di Indonesia tanpa sekat lembaga dan organisasi. Bertujuan untuk menjalin komunikasi dan berbagi pengalaman antar rescuer di mana saja di seluruh Indonesia. Tentu saja, dengan saling berbagi pengalaman akan semakin banyak ilmu, wawasan dan keterampilan yang bisa dimiliki oleh para rescuer.

Tidak ada yang merasa paling hebat, paling senior di perkumpulan ini. Karena kami para rescuer juga tidak mengenal ego pribadi dalam keseharian maupun dalam aktifitas penyelamatan di lapangan. Yang dibutuhkan adalah kerja tim, kekompakan dan saling mendukung serta melengkapi kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, kewajiban kami para rescuer adalah senantiasa menambah wawasan dan keterampilan terkait aktifitas yang sehari-hari dilakukan, yakni tindakan penyelamatan.

Ruang ini dibuat untuk saling berbagi, siapapun yang pernah memahami atau mengalami suatu pengalaman dan tindakan penyelamatan diharapkan untuk bisa berbagi kepada para rescuer yang lain. Semakin banyak ilmu yang kita bagi, akan semakin banyak para rescuer terlahir di bumi Indonesia yang memang sangat membutuhkan banyak tenaga rescuer berkeahlian.

Sudah lazim diketahui bersama, bahwa Indonesia merupakan negeri dengan beragam bencana yang terus mengancam, baik bencana alam berupa gempa, tsunami, banjir, banjir bandang, angin topan, gunung meletus, juga bencana yang setiap hari bisa terjadi, seperti kebakaran. Masih ada juga kejadian-kejadian yang masuk dalam kategori gawat darurat 24 jam, kejadian yang bisa terjadi kapan saja tanpa bisa dihindari. Misalnya, anggota keluarga terkena setrum (aliran listrik), luka bakar (panas), dan masih banyak lagi.

Fokus aktifitas Rescue Club, selain berbagi pengalaman adalah melakukan berbagai edukasi dan training emergency kepada publik, korporat dan berbagai instansi yang membutuhkan. Rescue Club juga harus siap hadir di lokasi bencana pada saat terjadi bencana. Namun terpenting dari itu semua adalah, sebanyak-banyaknya melakukan program-program edukasi kebencanaan dalam rangka pengurangan dampak resiko bencana (mitigasi).

Mari bergabung, mari berbagi, mari beraksi!