Tampilkan postingan dengan label muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muslim. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Juli 2012

Rohingyah! Rohingyah! Rohingyah! Dimana Kau Saudara Muslimku Di Indonesia? | Underground Tauhid

http://www.undergroundtauhid.com/rohingyah-rohingyah-rohingyah-dimana-kau-saudara-muslimku-di-indonesia/
Kaum Muslimin di Arakan (Rakhine), Myanmar masih dalam penderitaan akibat penindasan yang belum berhenti. Rentetan kekejaman terhadap Muslim Rohingya masih terus terjadi, pahit memang, tetapi dunia harus mengetahui kondisi mereka di negeri mayoritas Buddha itu.

Maungdaw adalah salah satu kota di mana desa-desa Muslim Rohignya di dalamnya yang paling menjadi target pembakaran, penjarahan, penangkapan, pemerkosaan dan pembunuhan. Tentara musyrik Burma dilaporkan melepaskan tembakan ke desa Gawdusara pada Rabu (20/6/2012) di selatan Maungdaw, para pemuda dan laki-laki tua Muslim Rohingya melarikan diri dari desa untuk menghindari penangkapan. Sehingga desa ini menjadi tidak aman lagi dan hanya para wanita yang tinggal di rumah-rumah mereka. Para Muslimah tengah dalam ketakutan pemerkosaan dan gangguan lainnya.

Read more http://www.undergroundtauhid.com/rohingyah-rohingyah-rohingyah-dimana-kau-saudara-muslimku-di-indonesia/

Selasa, 19 Juni 2012

Hat Yai, Kota Muslim di Perbatasan Thailand-Malaysia (1)

http://wasathon.com/jalan-jalan/read/hat_yai_kota_muslim_di_perbatasan_thailandmalaysia_1/
Bagi kebanyakan pelancong dunia, nama Hat Yai mungkin kurang familiar di telinga. Kalah mentereng dengan Bangkok, Phuket, Pattaya, atau Chiang Mai. Kota yang terletak di provinsi Songkhla ini memang tidak menawarkan alternatif destinasi wisata yang beragam seperti halnya kota-kota besar lain di Thailand. Lantas apa yang membuat kota di selatan Thailand ini ramai dikunjungi?

Selanjutnya sila ke link :)

Selasa, 08 Mei 2012

[Kisah Inspirasi] Memilih Yang Terbaik

Kisah inspiratif para pengamal sedekah memang seakan tidak pernah habis untuk diceritakan.  Kisah ini dialami oleh salah seorang motivator yang sudah tidak asing lagi bagi para penggemar buku-buku motivasi yaitu Ustadz Reza Syarief.  Kisah ini dikutip dari buku terbaru beliau yang berjudul 13 Top Secret Pembuka Pintu Rezeki.

Sesudah mengadakan presentasi dan pendekatan-pendekatan intensif, Ustadz Reza dan tim beliau berhasil mendapatkan order pelatihan motivasi dari sebuah perusahaan pertambangan nasional dengan fee yang sangat besar, yaitu sekitar 5000 US$.  Jadwal pelaksanaan training pun disepakati, hari dan jam pun diatur bersama dengan klien penting tersebut.

Namun sayang, setelah jadwal pelatihan-pelatihan serta kegiatan-kegiatan yang akan diadakan diinventarisir, ternyata ada dua kegiatan yang bentrok.  Yang bentrok tidak lain adalah kegiatan training perusahaan pertambangan tersebut dengan acara pengajian ibu-ibu majelis taklim yang biasa diisi oleh ustadz Reza. "Coba kita negosiasikan lagi jadwal training ini, saya tidak mau apabila saya tidak bisa mengisi kajian majelis taklim.  Semoga kita masih bisa mengadakan kedua kegiatan tersebut" demikian kata ustadz Reza. "Baik pak" kata salah satu staff beliau.  Sayang sekali, perusahaan pertambangan itu tidak mau menegosiasikan jadwal training yang sudah disepakati.  "Mereka bilang, kalau tidak sesuai jadwal ya terpaksa dibatalkan pak" kata staff yang menghubungi.  "Kalau begitu baiklah, kita batalkan saja" kata Ustadz Reza.  "Enggak sayang pak, fee-nya kan besar sekali.  Perusahaan kita bisa untung besar dengan adanya training ini" kata staff yang bertugas penuh keraguan.  "Tidak apa-apa, kita batalkan saja" kata ustadz Reza. Training mahal itu pun dibatalkan dan pengajian majelis taklim berlangsung seperti biasa.

Sekitar seminggu sesudah kejadian itu, seorang santri dari ustadz Reza datang ke kantor untuk menemui beliau.  Santri tersebut membawa sebuah gulungan kertas yang besar.  "Ada yang bisa saya bantu?" tanya ustadz Reza.  "Begini ustadz, ustadz kan dahulu pernah mengatakan bahwa ustadz membutuhkan tanah untuk pesantren?" kata si santri.  "Betul" jawab ustadz Reza.  "Nah, saya ingin memperlihatkan ini ustadz. Ayah saya hendak mewakafkan tanah beliau dan beliau percaya ustadz Reza-lah yang pantas mengelola tanah tersebut" kata si santri sambil membuka gulungan kertas yang dia bawa. Ustadz Reza gemetar dan seakan tidak percaya pada apa yang beliau lihat. Gulungan kertas itu adalah sebuah peta tanah berukuran 10 hektar dengan harga tanah per meter persegi 50 ribu rupiah sehingga tanah itu bernilai 5 milyar rupiah.  Sungguh suatu balasan yang luar biasa karena mengutamakan kepentinganNya di atas kepentingan duniawi.     

Malik bin Nabi, seorang intelektual asal Al Jazair menulis dalam bukunya yang berjudul Syuruut Al-Nahdhah, bahwa bangun dan runtuhnya sebuah peradaban tergantung siapa yang menjadi “panglimanya”. Dia mengatakan, bahwa sebuah peradaban akan terus menanjak naik tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah ruh. Dengan ruh sebuah peradaban akan menjadi peradaban yang bersih dan tak terkotori. Pada masa inilah peradaban akan dianggap mencapai puncak sebenarnya.Pada tahapan kedua, peradaban akan mengalami pelebaran dan pemekaran bukan pengembangan, tatkala yang menjadi pemain dalam peradaban itu adalah akal. Peradaban yang dikendalikan akal akan mengalami tarik menarik yang demikian kencang antara ruh dan hawa nafsu. Terjadinya tarik menarik ini akan mengakibatkan peradaban terus merentang dan bukan mengalami kenaikan nilai.Pada fase selanjutnya, sebuah peradaban akan mengalami kehancuran dan kebangkrutan tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah hawa nafsu. Pada titik inilah peradaban akan dengan deras meluncur ke titik yang paling bawah. Ungkapan Malik Bin Nabi tersebut memberikan suatu pelajaran kepada kita, bahwa peradaban manusia akan selalu mengalami pasang surut. Tatkala ruh spiritualisme dan moralitas menjadi panglima maka suatu peradaban akan mampu menggapai puncak peradaban. Namun tatkala akal dan hawa nafsu telah mengalahkan moralitas, maka peradaban tersebut akan jatuh meluncur ke titik nol.

Kisah inspiratif di atas serta teori yang dikemukakan oleh Malik Bin Nabi tersebut mengingatkan kita akan pilihan-pilihan yang ada dalam kehidpan kita sehari-hari.  Pilihan-pilihan kita dan keputusan-keputusan yang kita buat menunjukkan pada kita apakah yang menjadi "Panglima Jiwa" dalam kehidupan kita.  Apakah panglima jiwa adalah ruh yang akan mengantar pada kemuliaan, akal yang membuat kita terombang-ambing antara ruh dan hawa nafsu ataukah hawa nafsu yang akan menggelincirkan dan menghancurkan kita?

Yang terbaik hanyalah
segeralah bersujud
mumpung kita masih diberi waktu

Ebiet G. Ade
"Untuk kita renungkan"

Semoga bermanfaat

Referensi:

13 TOP SECRET Pembuka Pintu Rezeki, Reza M. Syarief PSK (Pelatih, Seniman, Konsultan), QultumMedia
Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, Ali Muhammad As Salabi, Pustaka Al Kautsar  

Minggu, 15 April 2012

Komunitas Wasathon Sebuah Kebutuhan


http://wasathon.com/humaniora/read/komunitas_wasathon_sebuah_kebutuhan/
Tafsir tentang ummatan wasathon amat beragam. Namun, dalam pengertian sederhana, konsep ummatan wasathon bisa diartikan sebagai sebuah komunitas umat Islam yang berada di tengah-tengah, tidak berada pada titik ekstrem tertentu dan selalu mengedepankan keseimbangan, baik dalam pemikiran, pemahaman maupun pengamalan atas ajaran Islam yang diyakininya.



Dalam khazanah pemikiran Islam kontemporer, wacana tentang ummatan wasathon ini sepertinya kurang mendapatkan perhatian. Yang paling marak justru muncul perdebatan yang seru mengenai radikalisme agama atau liberalisme agama dimana kemudian berkembang ke berbagai ranah seperti sosial, politik maupun budaya. Soal radikalisme banyak mendapatkan kritik yang tajam, begitu juga tentang liberalisme tak kalah mendapatkan respon kontra terhadapnya dengan argumen dan massa yang besar. Seperti ditandai dengan demonstrasi ribuan orang menentang paham liberal ini.

selanjutnya sila ke link :)

Minggu, 15 Januari 2012

[Berita Duka] Bp. Hasanudin Harefa

Berita Duka dari milis Relawan Pelangi
 
Innalillahi wa inna ilaihi Roji'un,
semoga Allah menerangkan & melapangkan kuburnya, menerima semua amal baik, menghapus segala kesalahannya dan Allah tempatkan ditempat terbaik di sisiNya. Aaamiin. Telah wafat Bp. Hasanudin Harefa pada hari senin, 16 Januari 2012 dini hari jam 05.30 salah seorang yang memfasilitasi dakwah muslim di pedalaman Nias Selatan.

berikut photo waktu membantu pengobatan sekaligus penyerahan program 1000mukena++


Senin, 04 Juli 2011

[Kisah Relawan] Bertemu seorang brother dari Palestina

Sabtu kemarin, saat mengikut Volunteer Sharing Session di kantor ACT di Ciputat, saya mendapat kesempatan bertemu dengan seorang brother bernama Jomah M. Al Najjar, Chairman of The Palestinian Welfare House.  Beliau datang hendak berpamitan pada kami untuk melanjutkan perjalanannya, namun pak Imam Akbari meminta beliau untuk menyampaikan sepatah dua patah kata pada peserta volunteer sharing.  Beliau, dengan penuh keharuan, menyampaikan apresiasinya pada kami atas kepedulian dan bantuan kaum muslimin Indonesia.  "Other countries help Palestinian because of humanity, but you help us because of dien, so the intention is different" demikian kata brother Jomah.  Makna pernyataan brother Jomah di atas adalah mereka merasakan bahwa kaum muslimin di Indonesia membantu mereka karena kesamaan akidah dan persaudaraan sesama Muslim atau ukhuwah Islamiyah

Jujur terus terang, tidak pernah terbersit sedikitpun bakal ada kesempatan bertemu seorang brother dari Palestina dan mendengar langsung apresiasi tulus dari beliau.  Apresiasi yang sebenarnya terlalu tinggi bagi seorang seperti saya yang masih belum apa-apa dibandingkan mereka.   Terbersit rasa malu yang adalam karena masih jauh dari apresiasi yang beliau sebutkan, baik secara pribadi maupun mewakili rakyat dan komunitas2 yang ada di Palestina, tanah penuh berkah yang kini bersimbah darah orang-orang tak berdosa.  

Mungkinkah mereka mengetahui bahwa sesungguhnya mereka lebih beruntung daripada kaum muslimin yang ada di negeri zamrud khatulistiwa ini.  Jika mereka harus berhadapan engna tentara zionsi bersenjata lengkap, kaum muslimin di sini harus berhadapan dengan musuh-musuh yang sulit dideteksi seperti kemiskinan, kemaksiatan, kapitalisme dan sebagainya.

Jika anak-anak di sana benar-benar menjadi pahlawan dengan menghadang tank-tank pasukan zionis dengan batu, di sini anak-anak baru bermimpi jadi pahlawan dengan memainkan adegan tembak menembak di berbagai macam game online.  Jika penduduk Gaza dan berbagai wilayah lain di Palestina terhimpit kemiskinan karean penjajahan Zionis, maka penduduk di negeri ini banyak yang terhimpit kemiskinan karena dijajah diri mereka sendiri.  Jika di sana banyak pemuda dan pemudi bermental pejuang, maka di negeri ini banyak pemuda dan pemudi bermental pecundang.  Jangankan melawan musuh bersenjata lengkap, melawan keinginan untuk merokok, pacaran, atau menghabiskan waktu sia-sia saja seringkali tidak sanggup.  

Sungguh tidak terbayangkan bagi saya apabila mereka mengetahui kekurangan dan kelemahan jiwa dari para saudara mereka.  Saudara-saudara sesama muslim yang pernah mereka banggakan dan apresiasi dengan tulus itu.  Tentu akan menjadi suatu kekecewaan yang mendalam dan sulit disembuhkan apabila Allah SWT membuka aib dan kekurangan kaum muslimin Indonesia yang seringkali egois dan mementingkan diri sendiri.  Bukan tidak mungkin kekecawaan itu akan lebih menyakitkan dibandingkan penderitaan hidup di bawah kekejaman Zionisme.  DR. Nawaf Takruri, seorang cendekiawan HAMAS dan penulis buku Dahsyatnya Jihad Harta, pernah mengatakan bahwa Palestina memerlukan biaya hidup satu milyar per bulan, namun yang dikeluarkan oleh orang Indonesia untuk merokok sekitar 8 milyar per bulan.  Alangkah indahnya persaudaraan yang tercipta jika orang Indonesia bisa berhenti merokok demi saudara-saudaranya di sana.  

Ya Allah, betapa malunya kami saat kau hadirkan hamba-hambaMu yang berjuang tanpa keraguan sedikitpun, penuh keberanian hanya demi mengharap ridhoMu.  Yaa Allah, janganlah Engkau biarkan kami menjadi orang-orang yang tak berdaya saat yang lain berjuang membebaskan saudara-saudaranya yang terjajah di sana.  Berilah kami kekuatan agar kami bisa berhenti menzalimi diri kami sendiri, yang membuat kami selama ini terlalu lemah untuk membantu dan mendukung perjuangan mereka di sana

Aamiin

semoga bermanfaat

 

 

Senin, 23 Februari 2009

MuslimHeritage.com - Discover 1000 Years of Missing History

http://www.muslimheritage.com/

Bringing life to Muslim Heritage

Discover 1000 years of missing history and explore the fascinating Muslim contribution to present day Science, Technology, Arts and Civilization.

Rabu, 19 November 2008

PARIS (Pengajian Akhir Pekan RISKA)

Start:     Nov 21, '08 6:00p
End:     Nov 21, '08 8:30p
Location:     Ruang Ibadah Masjid Agung Sunda Kelapa, Jl. Taman Sunda Kelapa No. 16, Menteng - Jakarta Pusat




PARIS



Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Saudara/i-ku yang dirahmati Allah SWT...


*RISKA (Remaja Islam Sunda Kelapa) *mengundang rekan-rekan untuk berakhir
pekan di *PARIS (Pengajian Akhir Pekan RISKA) *pada:


Hari / Tanggal : Jum'at / 21 Nopember 2008


Waktu : Pkl: 18:00 - 20:30 WIB (Sholat
Maghrib & Sholat Isya berjamaah di Masjid Agung Sunda Kelapa)


Tempat : Ruang Ibadah Masjid Agung Sunda
Kelapa, Jl. Taman Sunda Kelapa No. 16, Menteng - Jakarta Pusat


Tema : *"PROUD TO BE MUSLIM"*


Pembicara : *Ust. Bobby Herwibowo, Lc*


Acara ini *GRATIS* dan terbuka untuk *UMUM*.


Ditunggu kehadiran sahabat-sahabat sekalian & silahkan menyebarkan Informasi ini ke saudara/i
kita.


Info Selengkapnya:

- Sekretariat RISKA (021) 31905839

- M. Shobrun Jamiil (021) 32227585/0815863074 54

- Muni (021) 68886012 / 08129788260



Jazakumullahu khairan katsiran.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


*Salam Hangat dari Menteng,
*Remaja Islam Sunda Kelapa - RISKA , remaja islam yang punya gaya TM
Sekretariat:

Jl. Taman Sunda Kelapa #16, Menteng, Jakarta Pusat 10310

telp. 021 3190 5839

fax. 021 3989 9710 email: remajaislamsundakel apa[at]gmail. com

website: www.riskaonline.org

SMS Center : 0899 8947 348

YM ID : remajaislamsundakelapa

Skype ID : remajaislamsundakelapa



ALLAH tidak akan mengubah nasib suatu kaum selama kaum itu tidak mau
mengubah nasibnya sendiri....[ QS Ar Ra'ad 13 : 11]








Selasa, 28 Oktober 2008

Institute of Islamic Information and Education

http://iiie.net/
The Institute of Islamic Information and Education (III&E) is dedicated to the cause of Islam in North America by providing accurate information about Islamic beliefs, history and civilization from authentic sources. The III&E was established in Chicago, Illinois in 1985 with the comprehensive project of conveying the message of Islam to everyone in North America.

One of the main objectives of the III&E is to elevate the image of Islam and Muslims in North America by providing accurate information about Islamic beliefs, history and civilization to Muslims and non-Muslims.

A complementary objective is to integrate new Muslims into the Muslim community and train them Islamically so that they become workers in their own communities.