Tampilkan postingan dengan label peduli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peduli. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Agustus 2012

[Peduli] Kebakaran di Karet Tengsin

Selasa siang, tanggal 7 Agustus,  saya mendapat informasi dari mbak Yanti Apong, salah satu anggota komunitas School of Life. Dia bilang ada kebakaran besar di daerah Karet Tengsin dan salah satu teman kami, mbak Yosi Martini, yang juga anggota komunitas itu rumahnya habis terbakar. Saya pun mengajukan diri untuk ikut datang ke sana dan disetujui oleh mbak Yanti. Patokannya, Pom Bensin Pejompongan. Untunglah saat itu ada yang bisa mengantar saya ke pom bensin tersebut dari rumah. Selanjutnya saya naik angkot ke rumah susun dekat lokasi kebakaran. Setelah beberapa kali menelepon mbak Yosi, saya pun sampai ke dekat poskamling RT 02 yang sudah habis terbakar. Mbak Yosi, yang saat itu sedang bersama keluarganya yang mengungsi di kuburan Karet Bivak, menjemput saya dan membawa saya menemui keluarganya. Sebelum menuju pemakaman tempat mengungsi tersebut, saya sempat mengunjungi rumah mbak Yosi dan keluarganya yagn sudah habis terbakar.


Kebakaran besar itu dimulai dari sebuah rumah di RT 01. Saat itu sebagian besar warga sedang shalat tarawih sehingga kebakaran terlambat diantisipasi serta semakin meluas. Kebakaran yagn sangat besar itu menghanguskan 4 RT yaitu RT 01 sampai 04. Padatnya lokasi serta sempitnya jalan membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan untuk memadamkan api. Ditambah lagi saat itu kali yang melintasi pemukiman tersebut sedang surut airnya hingga sulit untuk dipakai memadamkan api. Kencangnya angin malam itu membuat api semakin membesar dan menyebar. Bahkan, pasar yang berada di dekat lokasi pun terkena dampaknya. Banyak kios-kios pedagang yang hangus terbakar. Kebakaran itu sendiri terjadi sekitar jam 19:30 dan baru bisa diantisipasi jam 23:00. Bisa dibayangkan betapa lamanya kebakaran besar itu terjadi dan betapa banyaknya kerugian moril dan materil yagn diderita masyarakat di sana. Di sana sini banyak orang yang berusaha mencari apa saja yang masih bisa diselamatkan. Namun hal itu tetap tidak dapat menutupi fakta bahwa mereka sudah mengalami kerugian yang luar biasa.


Penderitaan warga yang sudah tertimpa musibah itu masih ditambah lagi dengan adanya tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab. Terkadang mereka menggunakan modus berpura-pura menjadi orang yang akan membantu mengangkat barang. Namun, sesudah barang seperti televisi atau radio diangkat oleh mereka, mereka pun melarikan diri beserta barang-barang tersebut. Bisa dibayangkan betapa mudahnya kejahatan seperti itu terjadi saat kepanikan melanda warga. Bencana memang seringkali membuka peluang yang lebar untuk terjadinya beragam kejahatan. Belum lagi kondisi pengungsian yang buruk sehingga membuat para pengungsi, terutama anak-anak, rentan terkena berbagai macam penyakit.


Padatnya pemukiman seperti yang terbakar di daeah Karet Tengsin itu adalah contoh dari apa yang disebut sebagai kerentanan sosial. Pemukiman yang padat seperti itu sangat tidak kondusif dan bukan merupakan tempat yang nyaman bagi para penghuninya untuk bisa tinggal, bekerja,  beristirahat ataupun beribadah dengan nyaman. Udara yang pengap dan lembab juga sangat tidak baik untuk kesehatan para penduduknya, terutama bagi anak-anak. Belum lagi apabila ada bencana besar yang diakibatkan keteledoran kecil seperti ponsel yang meledak atau korsleting listrik, terutama listrik colongan.


Sudah saatnya bagi kita semua untuk bekerjasama mengatasi, minimal mengurangi, kerentanan sosial yang menghantui kita selama ini. Bahkan, sekarang ini pun sebenarnya sudah sangat terlambat bagi kita untuk bertindak dan bekerja sama karena bencana akibat kerentanan sosial itu sudah terjadi di mana mana. Sudah banyak korban jiwa yang jatuh dan sudah tak terhitung lagi kerugian moril dan materil yang diderita masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. JIka bukan kita, siapa lagi, jika bukan sekarang, kapan lagi.

Semoga bermanfaat, foto-foto Insya Allah menyusul

Temans, jika kita sedih, marah dan kecewa kehilangan rumah virtual kita di Multiply, tidak ada salahnya kita melihat yang lebih malang dari kita, yaitu mereka yang kehilangan rumah sebenarnya di dunia nyata dan terpaksa mengungsi ke pemakaman dengan tenda seadanya. Bantuan dpt melalui BSMI Jakarta Dr.Gatut 08119915402,atau posko stempat Suhendra 083876454847..

Kamis, 02 Agustus 2012

FLP Peduli Umat, Galang Dana Bantuan untuk Muslim Rohingya


http://wasathon.com/event/read/flp_peduli_umat_galang_dana_bantuan_untuk__muslim_rohingya/
Assalamu'alaikum wr. wb.


Innamal mukminuuna ikhwah, "Sesungguhnya setiap mukmin adalah bersaudara ".


Musibah, bencana, senantiasa menyambangi kita. Tak hanya di negeri kita, tetapi di seluruh dunia.Yang saat ini sedang hangat diperbincangkan adalah Pembantaian Etnik Muslim Rohingya di Arakan, Myanmar.

Mari ulurkan tangan untuk menolong sesama. Untuk membantu korban-korban bencana, baik bencana alam ataupun bencana yang disebabkan oleh manusia secara langsung seperti peperangan, penindasan, dan sebagainya, sejak tahun 2009 FLP telah meluncurkan GERAKAN FLP PEDULI, tepatnya pada saat terjadi gempa bumi di Padang. Saat itu, FLP bahkan menerjunkan relawan khusus ke Padang.


FLP PEDULI terus bergerak dengan melakukan hal yang sama saat terjadi musibah Merapi.
Kini, FLP PEDULI kembali hadir, dengan aksi SAVE ROHINGYA!

Salurkan bantuan Anda melalui kami ke:
No rek. 703 310 1858 Bank Syariah Mandiri KCP Dewi Sartika
a.n. Forum Lingkar Pena
Konfirmasi (WAJIB): 0815-7201-4615 (Hikaru, SMS only).

Hormat Kami
KOMISIONER FLP PEDULI

Afifah Afra (Ketua)
Adam Muhammad (Sekretaris)
Azimah Rahayu (Bendahara)
Nurbaiti (Anggota)
Yons Ahmad (Anggota)
Asa Mulchias (Anggota)
Koko Nata (Anggota)


Mengetahui,

Sekjen Forum Lingkar Pena
Rahmadiyati Rusdi

Ketua Umum Forum Lingkar Pena
Setiawati Intan Savitri, M.Si (Izzatul Jannah)

Jumat, 06 Juli 2012

[Senyumku untuk Berbagi] Aksi Peduli Suriah dan Rohingya

tanggal: Jumat 29 Juni 2012, lokasi Bundaran HI

Malam sebelumnya dapat info dari mas Andika dari ACT untuk kumpul di Bundaran HI dalam rangka aksi damai peduli tragedi Rohingya dan Suriah. Akhirnya, pagi-pagi sekali saya pun berangkat ke sana, untung gak jauh dari rumah.

Acaranya sendiri mulai sekitar jam 7 lewat, bersama teman-teman relawan seperti mas Andips, mas Dony Aryanto, Muhammad Luthfi Zawawi, Kang Luthfi relawan dari Tegal Gundil, dan teman-teman Punk Muslim, Gebu Cinta dan Teater Kantong Permen.

Daan, demi memeriahkan lomba yang satu ini, inilah salah satu foto saya yang sedang bantu bawa spanduk gede supaya bisa terbaca pesannya oleh orang-orang yang melintas di Bunderan HI pagi itu. Kami beraksi kira-kira jam 8 pagi sampai jam 10, tidak bisa terlalu siang karena siangnya sholat jumat.



Senyum di sini adalah karena ada kesempatan untuk berpartisipasi dalam rangka mengingatkan publik atas tragedi di Suriah dan Rohingya. Karena mereka adalah saudara-saudara kita yang tidak seharunsya kita lupakan begitu saja penderitannya.

Yang mau lihat foto lainnya mampir aja ke albumnya mbak armyofroses.multiply.com

Diposting untuk ikutan lombanya kaklist yang satu ini

untung fotonya ada yang lagi senyum

Selasa, 01 Mei 2012

Mari Peduli - Dompet Peduli : Untuk Mbak Imazahra

http://peduli.multiply.com/journal/item/191/Dompet_Peduli_Untuk_Mbak_Imazahra
Dengan ini, kami dari Yayasan Sahabat Peduli ingin menggalang donasi untuk kesembuhan Mbak Imazahra. Bagi para netters yang ingin berpartisipasi, bisa transfer langsung ke rekening sebagai berikut :

- BCA KCU Cipete No 218-303-8001 an Yayasan Sahabat Peduli
- BSM KC Pondok Indah No 004-0168-004 an Yayasan Sahabat Peduli

Setelah transfer, mohon konfirmasinya via sms ke Kosi - 08128510372 dengan menyebutkan : IMA, Nama Bank (BCA / BSM?) dan Jumlah transfernya.

Bantuan do'a dari kita semua untuk kesembuhan Mbak Imazahra juga sangat diharapkan. Atas segala bantuan dan do'anya, kami ucapkan banyak terima kasih. Jika tulisan ini mau disebarkan di socmed yang lain, dipersilakan.

Sabtu, 03 Maret 2012

[Peduli] Antara Kerja dan Kegiatan Sosial


“Bayangkan jika anak kita yang memerlukan lalu donornya bilang, maaf saya lagi kerja gak bisa diganggu, silakan pendarahan aja, gimana? Sedih kan?” begitu kata mbak Ina Madjidhan di twitter saat menanggapi pertanyaan saya tentang donor darah Afaresis.  

Jawaban telak mbak Ina itu membuat saya tertegun dan tersentak.  Ada perasaan bersalah yang sangat dalam karena sudah banyak mengurangi kegiatan social semenjak bekerja.  Bertambah semakin dalam saat saya masih harus banyak berpikir untuk mengikuti screening donor darah Afaresis untuk mempersiapkan diri jadi pendonor yang siaga setiap saat.  Jawaban itu juga menyadarkan saya bahwa selama ini kita terlena dengan kenyamanan karena rutinitas kita.  Padahal masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan dan bantuan kita.  

Memang, antara bisnis dan social masih terdapat jurang pemisah yang sangat dalam.  Sehingga tidak mengherankan jika ada ungkapan “Nothing personal, it’s just business”.  Namun, manusia tidaklah hidup sendiri, ada manusia-manusia lain di sekitarnya yang membutuhkan pertolongan.  Bahkan, bukan tidak mungkin suatu saat kitalah yang butuh pertolongan orang lain.  Termasuk dari mereka yang pernah kita beri pertolongan.  

Akhirnya, kunci permasalahan ini adalah komunikasi.  Bagaimana seseorang bisa bernegosiasi dengan orang yang mempekerjakannya agar dia bisa tetap melaksanakan fungsinya sebagai seorang relawan.  Manusia bukan hanya butuh harta, mereka juga butuh kepuasan batin dan pahala amal sholeh, yang Insya Allah dapat diperoleh dengan menjadi seorang relawan.  Insya Allah

Semoga bermanfaat

Minggu, 27 November 2011

[Peduli] Istiqomah, tetaplah istiqomah



Yah, Istiqomah bukanlah anak yang beruntung dilahirkan lengkap dan normal. Bayi mungil ini adalah putri pertama Mas Wahid Widodo (34 tahun) seorang buruh tani warga Candigilo, Ngadipuro, Dukun, Magelang.  Istiqomah lahir Lahir dengan wajah dan mulut tanpa langit-langit, mata yang buta dengan bola mata yang keluar.. sungguh ini cobaan yang sangaaaat berat untuk mereka.  Luar Biasa berat.

Memang, Istiqomah telah mendapat operasi pengobatan jantung bocor dan bibir sumbing karean mereka tinggal di daerah rawan bencana di kaki gunung Merapi.  Namun, bantuan itu akan berakhir beberapa bulan ke depan.  Agar bisa mengunyah pada umur 1.5 tahun nanti, Istiqomah harus dioperasi lagi, namun orang tuanya tentu tidak mampu membiayai operasi itu sendiri.  

Untunglah para donatur dan relawan Sedekah Rombongan telah kembali bergerak untuk  mengumpulkan dana demi Istiqomah.  Semoga Allah SWT meridhoi dan memudahkan langkah mereka untuk membantu hambaNya yang diamanahkan kepada mereka dan kita semua.  Semoga Dia yang Maha Membolak Balik Hati melembutkan hati kita semua untuk membantu dan mengeluarkan kelebihan rezeki kita demi kesembuhan Istiqomah.  

Semoga engkau tetap istiqomah sebagaimana namamu yang indah itu nak, kami semua sayang padamu, doa kami bersamamu, aamin

More info please visit Rombongan 37 di Sedekah Rombongan.

Semoga bermanfaat

Foto minjam dari situs Sedekah Rombongan.


Jumat, 25 November 2011

[Peduli] Rp 12 ribu yang bikin merinding

apa sih artinya uang 12 ribu. masih untugn kalau dapat buku tipis di toko buku atau semangkok mie ayam.  Namun, uang yang dalam ukuran masyarakat moderen itu tidak seberapa ternyata bisa bikin merinding.  Apa sebab? karena uang sejumlah itu disedekahkan seseorang yang duitnya pas-pasan.  Namun, keinginan kuat untuk bersedekah mengalahkan rasa takut akan kemiskinan.  

Begitulah yang dirasakan oleh Pak Saptuari, sang pengggas Sedekah Rombongan.  Beliau mengungkapkan perasaan gembira bercampur haru itu dalam akun twitter-nya. Perasaan tersebut pun menjalar mempengaruhi para follower-nya hingga semakin besar keinginan mereka untuk bersedekah, termasuk lewat Sedekah Rombongan.  

Secara kuantitas, jumlah 12 ribu memang tidak seberapa.  Namun, energi ketulusan dari yang bersedekah sejumlah itu bisa membuat orang merinding.  Memang tidak semua, ada juga yang bebal karena sudah terlalu banyak mengkonsumsi uang haram dan hiburan sensasional hampa makna. Hanya mereka yang lembut hatinya dan halus perasaannya sajalah yang akan merasakan getaran energi ketulusan itu.   

Mungkin, sebagaimana saya sampaikan dalam tulisan terdahulu, ladang amal membantu dhuafa memang diperuntukkan bagi mereka yang tulus, sungguh-sungguh dan bersemangat dalam membantu. Meski jumlahnya hanya 12 ribu.

Selamat beraktifitas di akhir pekan yang berkah dan indah ini temans, jangan lupa berikan sedekah kita yang terbaik hari ini karena ladang amal ini telah diberikan pada kita.  Bukan mereka yang keras dan tertutup hatinya sehingga enggan melihat dan tidak mau peduli pada penderitaan sesama. 

Semoga bermanfaat

Kamis, 24 November 2011

[Peduli] Ladang Amal itu memang untuk kita

Saat sekarang ini, perhatian masyarakat tertuju pada pesta pernikahan dua anak pejabat negara.  Yang paling disoroti adalah besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pesta tersebut.  Media-media seakan berlomba menayangkan acara itu sehingga tersiar di seluruh Nusantara.  Situs-situs berita yang menayangkan pernikahan megah itu terbanjiri oleh banyak komentar.  Komentar-komentar yang datang sebagian besar pedas, sinis, mengecam dan melecehkan.  Seakan  rasa hormat kepada para pemimpin bangsa ini sudah dicampakkan begitu saja bagaikan sampah yang dibuang tanpa dipedulikan lagi.  

Para komentator itu memang tidak sepenuhnya bisa disalahkan memang.  Mereka adalah puncak-puncak gunung es kekecewaan dan kemarahan rakyat pada pemimpinnya.  Pernikahan sepasang anak pejabat-pejabat negara itu seakan menafikan krisis multi dimensi yang masih belum juga teratasi di negeri ini.  Adakah hal yang lebih menyakitkan dan menyedihkan melihat sebagian orang berpesta dengan anggaran yang besar sementara orang lain kelaparan dan tidak bisa berobat ke rumah sakit?

Salah satu dari mereka yang kurang beruntung itu adalah Rara.  Rara bukanlah artis atau selebritis apalagi tokoh politik terkenal.  Rara hanyalah anak seorang buruh pabrik tahu di daerah Jogjakarta.  Suatu ketika, bocah itu bermain dengan teman-temannya saat ada acara hajatan sunatan massal.  Saat berlari mundur, Rara tidak menyadari ada panci berisi kuah mendidih di belakangnya.  Tak ayal lagi, bagian belakang tubuh Rara pun masuk ke panci tersebut.  Mula-mula bokongnya lalu seluruh tubuhnya ikut terkena kuah gulai yang panas mendidih itu.  Kisah selengkapnya dapat sahabat-sahabat sekalian simak di blog Sedekah Rombongan yang digagas Pak Saptuari, pemilik Kedai Digital di Jogjakarta.  Karena saya sungguh tidak sanggup menuliskan kisah itu.  Terlalu menyedihkan dan mengharukan sehingga menyayat hati dan menggetarkan jiwa.  Yang jelas, kisah para relawan membantu Rara lebih layak disimak ketimbang pernikahan dua anak pejabat tadi.  Walaupun saya yakin bukan itu yang diingikan para relawan.  Tersampaikannya amanah para donatur, termasuk untuk kesembuhan Rara, jauh lebih lebih penting dari semua itu.  

Kini biaya untuk perawatan Rara selama di rumah sakit ditanggung para donatur.  Tim Sedekah Rombongan kini sedang giat menggalang dana untuk penyembuhan dan pemulihan Rara.  Rara kini telah dipindahkan ke Poli khusus rawat luka bakar. Namun, agar benar-benar sembuh, Rara masih perlu lebih banyak biaya.  Tim Sedekah Rombongan berharap akan datang lebih banyak donatur lagi untuk membantu Rara agar pulih dan ceria seperti sedia kala.  Mereka terus menggalang dukungan lewat akun twitter mereka dengan memakai hastag #SedekahRombongan.  Untuk teman-teman yang aktif di Twitter, mohon kiranya berkenan me-retweet dan me-mention info ini agar tersebar lebih luas.  Sungguh sangat berarti buat Rara dan para penerima bantuan Sedekah Rombongan lainnya.  

Terasa ironis memang.  Di saat para pejabat kaya berpesta pora, malah rakyat yang bergotong royong membantu sesama yang membutuhkan.  Para donatur mungkin tidak semuanya orang kaya dan banyak harta.  Banyak juga yang penghasilannya tidak seberapa dibanding yang sedang pesta saat ini.  Biaya perawatan Rara yang berkisar beberapa puluh juta rupiah tentu merupakan harga yang murah bagi para pejabat yang sedang berpesta itu.  Entah apa yang menghalangi mereka berbagi lebih banyak sehingga rakyat pun akhirnya yang berbondong-bondong bersedekah bagi Rara dan para dhuafa lainnya.  

Mungkin ladang amal membantu Rara dan para dhuafa lainnya memang diberikan kepada rakyat dan bukan para pejabat kaya tersebut.  Allah SWT telah menggerakkan hati sebagian rakyat negeri ini untuk berbagi meski mereka tidak semuanya kaya.  Dan bagi yang sedang berpesta pora, yang mereka dapatkan sesungguhnya mungkin istidraj.  Sebagaimana yang disebutkan dalam Al Quran "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya (QS al-Isra' [17]: 16)".  Nauzubillah min dzalik

Selamat beraktifitas di hari Jumat yang berkah dan indah ini temans, jangan lupa berikan sedekah kita yang terbaik hari ini karena ladang amal ini telah diberikan pada kita.  Bukan mereka yang keras dan tertutup hatinya sehingga enggan melihat dan peduli pada penderitaan sesama.  

Semoga bermanfaat, mohon maaf untuk yang kurang berkenan.  Untuk Rara cepat sembuh ya nak, kami semua sayang padamu dan doa kami bersamamu

Informasi tentang Sedekah Rombongan dapat diperoleh di Blog Sedekah Rombongan 

[Peduli] Media dan Kepedulian

Sepengetahuan saya, yang sudah jarang nonton TV ini, masih ada acara-acara televisi yang memiliki konten kepedulian.  Contohnya adalah Peduli Kasih yang ditayangkan Indosiar dan Jika aku menjadi di Trans TV.  Dulu pernah ada acara talkshow tengah malam yang ditayangkan Metro TV dengan nama Midnight Live.  Dalam salah satu episode acara tersebut ditayangkan seorang tukang ojek yang anaknya sakit dan perlu biaya mahal untuk perawatannay.  Telepon masuk pun silih berganti sehingga terkumpullah biaya lebih dari cukup untuk perawatan si anak tukang ojek hanya dalam waktu 1 malam.  Namun acara-acara seperti itu tidaklah tinggi rating-nya. Masyarakat lebih suka acara gosip kaum selebritis atau banyolan yang mengocok perut mengundang tawa.  Bahkan acara-acara ceramah keagamaan terkadang lebih banyak lucunya daripada ilmunya, namun itulah yang disukai masyarakat kita.  Sangat disayangkan memang.

Sehingga, internet seakan menjadi media terakhir untuk menyalurkan kepedulian dan memberi informasi keberadaan mereka yang membutuhkan.  Sebagian blogger dan para penggunan situs-situs jejaring sosial ada yang mendedikasikan sebagian tulisan dan posting mereka untuk menginformasikan keberadaan mereka yang membutuhkan.  Walau mungkin masih jauh dari ideal, mengingat terus bertambahnya penduduk miskin di negeri yang malang ini, namun tidaklah akan sia-sia dalam pandangan Allah SWT.  

Salah satu dari mereka adalah Rara.  Rara bukanlah artis atau selebritis apalagi tokoh politik terkenal.  Rara hanyalah anak seorang buruh pabrik tahu di daerah Jogjakarta.  Suatu ketika, bocah itu bermain dengan teman-temannya saat ada acara sunatan massal.  Saat berlari mundur, Rara tidak menyadari ada panci berisi kuah mendidih di belakangnya.  Tak ayal lagi, bagian belakang tubuh Rara pun masuk ke panci tersebut.  Mula-mula bokongnya lalu seluruh tubuhnya ikut terkena cairan panas.  Kisah selengkapnya dapat sahabat-sahabat sekalian simak di blog Sedekah Rombongan yang digagas Pak Saptuari, pemilik Kedai Digital di Jogjakarta.  Karena saya sungguh tidak sanggup menuliskan kisah itu.  

Masih banyak anak-anak tidak mampu seperti Rara yang memerlukan perawatan dan lebih banyak lagi yang perlu pendidikan dan sebagainya.  Mari kita dedikasikan sebagian kemampuan kita menyebarkan informasi di internet, baik melalui blog atau jejaring sosial seperti FB atau twitter, untuk kepedulian.  Akan lebih baik lagi jika kita mau dan mampu mengeluarkan kelebihan harta kita demi mereka.  

Sekedar menyalakan kembali semangat peduli dan berbagi yang sempat meredup dan nasihat untuk diri sendiri.  Semoga bermanfaat bagi siapapun yang membaca.

Minggu, 20 November 2011

[Kultwit] Belajar bersama Sedekah Rombongan

berikut tweets dari pak Sapituari tentang Sedekah Rombongan, selamat menyimak

Belajar bersyukur disini... ► www.sedekahrombongan.com

Belajar menyadari rejeki cuma titipan... Disini www.sedekahrombongan.com

Belajar menampar diri sendiri, sebelum ditampar Gusti Allah... Disini www.sedekahrombongan.com

Belajar meyakini Gusti Allah Maha Kaya!!..Buktinya 266 juta bisa disalurkan walopun hanya lewat sedekah jalanan.. ► www.sedekahrombongan.com

Belajar tentang sedekah jalanan! Ketika kamu berani MEMBERI, rejeki bakalan DATANG SENDIRI.. www.sedekahrombongan.com

Belajar membuang Malu! Ketika ketamakan menguasai hatimu... Disini www.sedekahrombongan.com

Belajar mencintai YANG ADA DIBUMI.. Agar engkau dicintai YANG ADA DI LANGIT... Disini www.sedekahrombongan.com

Belajar tentang kehidupan, buat bekal ketemu kematian.. Disini www.sedekahrombongan.com

Belajar tentang boros sedekah! Sebelum kita yang disedekahi... Disini www.sedekahrombongan.com

Belajar berani Mencintai orang yang tidak dikenal.. Agar kita juga dicintai orang yang tidak kita kenal.. Disini www.sedekahrombongan.com

Belajar menemukan Kedamaian, ketika hingar bingar semakin menyesakkan... Disini http://sedekahrombongan.com/

Belajar memahami hidup... Sebelum semangatmu redup... Disini www.sedekahrombongan.com

Belajar menangis untuk orang lain... Agar kita tidak perlu ditangisi orang lain.. Disini www.sedekahrombongan.com

Belajar tentang niat baik... Agar selalu menang dengan yang licik... Disini www.sedekahrombongan.com

Belajar membuang kebencian... Agar kita tidak dikejar kesialan... Disini www.sedekahrombongan.com

Belajar tentang SEMANGAT.... Agar hati kita semakin mengkilat.. Disini www.sedekahrombongan.com

Belajar tentang Memberi Dengan Hati... Disini www.sedekahrombongan.com

Silakan langsung ke situs SEDEKAH ROMBONGAN

Terima kasih, semoga bermanfaat



Minggu, 13 November 2011

Sedekah Rombongan | Menyampaikan Titipan dari Langit tanpa perlu Rumit, Sulit dan Berbelit

http://sedekahrombongan.com/
Apa itu #SedekahRombongan ?

Nama Saya Saptuari Sugiharto…

Sejak tulisan saya tentang Putri Herlina bulan Juni 2011 lalu muncul di www.saptuari.com, respon dari kawan-kawan pembaca blog ini sungguh luar biasa! SMS dan Mention twitter masuk terus yang hampir semuanya ingin nitip sedekah. Ada yang meminta untuk diberikan ke Panti-Panti Asuhan yang ditinggali bayi, ada juga yang minta diberikan kepada siapapun yang membutuhkan.

Saya seperti mendapatkan AMANAH DARI LANGIT untuk kepercayaan ini. Bayangkan, kawan-kawan yang tidak pernah berjumpa dengan saya, hanya ketemu di dunia maya rela untuk berbagi dan percaya bahwa sedekahnya akan sampai kepada yang berhak! Hanya Allah yang Berkuasa Membalikkan hati yang membuat semua ini terjadi.

Terimakasih kawan-kawan.. Amanah kalian akan kusampaikan! Ini adalah pertanggungjawaban dunia akhirat… nanti saksinya kaki, tangan kita semua dan para Malaikat!

Setelah pertamakali saya menulis tentang pengumpulan bantuan untuk Panti Asuhan Sayap Ibu pada tanggal 9 Juni 2011, dan bantuan pertama dari pembaca blog www.saptuari.com diserahkan pada tanggal 13 Juni 2011, ternyata langkah itu tidak berhenti. Banyak yang terus menitipkan sedekahnya untuk saya sampaikan kepada mereka yang berhak. Ini memang bukan yang pertama untuk saya, pada bulan November 2011 lalu ketika Merapi meletus saya dan kawan-kawan di Kedai Digital juga bergerak mengumpulkan dana melalui Sosial Media sehingga terkumpul 180 Juta.

Setelah saya renungkan, saya memutuskan gerakan berlanjut ini dinamakan #SedekahRombongan (dengan bentuk Hastag yang mudah dikenali di Twitter), saya membuat dua rekening khusus di bank yang memang hanya boleh ditransfer untuk donatur #SedekahRombongan, bukan untuk rekening Bisnis. Satu persatu muncul kawan-kawan yang mendukung gerakan ini, tiap hari ada saja yang terus memberikan dananya, baik melakukan konfirmasi atau tidak. semua tercatat di mutasi yang rutin kami rekap.
Saya memutuskan tanggal 9 Juni 2011 adalah hari kelahiran #SedekahRombongan, jika Allah mengijinkan gerakan ini akan bertahan hingga tahun-tahun ke depan. Saya juga melakukan mengajak beberapa rekan menjadi Volunteer sukarela dalam gerakan ini. Mereka tidak digaji, namun biaya bensin akan kami ganti yang kami sisihkan dari dana #SedekahRombongan. Saya berkonsultasi kepada beberapa pihak yang mengerti hukum amil Zakat, termasuk pada Kang @jamilazzaini sebagai pendiri Dompet Duafa, bahwa biaya operasional memang seharusnya diambilkan dari dana bantuan. pada saat penyerahan juga muncul sukarelawan dadakan yang ikut mendukung gerakan ini, mereka semua ikhlas turun kelapangan tanpa mendapatkan imbalan…

Saya mulai mengerucutkan siapa saja yang bisa menjadi sasaran penerima #SedekahRombongan berdasarkan prioritas yaitu:

1. Panti Asuhan Anak Cacat
2. Panti Asuhan Bayi Terlantar
3. Panti Asuhan Yatim Piatu
4. Janda-Janda tua dhuafa
5. Anak-Anak/Dewasa/Orangtua Sakit dan tidak mampu
6. Biaya sekolah Anak Yatim dan Duafa
7. Pondok Pesantren yang sedang dibangun/kekurangan
8. Mushola/Masjid yang sedang dibangun
9. Kebutuhan alat ibadah (Quran, Sarung, Mukena dll)

#SedekahRombongan juga memiliki visi dalam bentuk penjelasan identitasnya:

“Ini adalah Sedekah Jalanan, ini tentang obat yang belum terbeli, beras dan lauk yang belum terbayar…
tentang susu dan makanan bayi yang habis esok hari, juga biaya sekolah yang masih tertunda…
juga tentang bangunan panti, pondok, tempat tinggal bersama yang harus ditambah luasnya…”

#SedekahRombongan menyampaikan titipan dari langit, tanpa perlu rumit, sulit, dan berbelit-belit!”


Mari terus bergerak dan ikut mengangkatnya bersama-sama!
Gak ada perbuatan baik yang sia-sia… untuk tabungan kelak di kuburan kita semua…

“Sayangilah mereka yang ada di bumi, agar engkau dicintai yang ada di langit..”

(Rekening KHUSUS #SedekahRombongan)
Rek BCA: 456-492-1400
Rek Mandiri: 137-00-8979-8900
a/n Saptuari Sugiharto

Selasa, 01 November 2011

berqurban sampai ke Somalia, mau?

http://warungact.multiply.com/
Sampaikah ke penjuru lahan bencana negeri ini seperti Mentawai, Merapi dan Wasior? Mampukah seberangi lautan menolong Somalia yang meratap kelaparan atau Palestina yang dijajah kezaliman? Global Qurban siap mengantar amanah hewan qurban anda ke lahan bencana di penjuru Indonesia hingga Somalia dan Palestina.

Rabu, 24 Agustus 2011

[Peduli] Suara sumbang tentang Somalia


Di tengah-tengah maraknya seruan kepedulian untuk membantu Somalia dan tingginya ghirah kaum muslimin untuk berbagi, sebuah akun twitter dengan nama hatikvah1 malah bersuara sebaliknya.  Dia malah mengatakan bahwa kalau kita membantu Somalia berarti kita membantu perampok. 



Pak Ahyudin pun mengingatkan si user hatikvah1 untuk berhati-hati karena dia sudah menyakiti dan melukai perasaan umat Islam. Namun, dasar ngeyel, si haktivah1 ini tetap ngotot dan mengeluarkan tulisan-tulisan yang pedas dan menyakitkan.  "Kalau ngga kuat kritik tutup aja account twitternya, disini bukan masjid yg monolog :)" begitu katanya.  Untuk yang satu ini, mungkin kita perlu banyak-banyak istighfar dan ingat firman Allah SWT “telah tampak kebencian dari mulut-mulut mereka dan apa yang disembunyikan dalam dada mereka sangatlah besar”. (Ali Imran:118)

Umat Islam memang sudah menerima penghinaan dari musuh-musuhnya.  Sejak zaman Rasulullah dan para sahabatnya berdakwah di Makkah dan Madinah hingga sekarang.  Media massa banyak yang  begitu mudah menyalahkan gerilyawan Al Shabab yang dianggap menghalangi bantuan kemanusiaan.  Somalia pun dengan mudah diidentikkan dengan para perompak dan bajak laut sehingga tidak perlu dibantu walau warganya kelaparan. Semua itu menyebabkan kita melupakan akar masalah yang sesungguhnya dari bencana kelaparan yang terjadi di Somalia dan Afrika pada umumnya.  

Di Somalia memang ada para perompak yang menjarah kapal-kapal laut yang datang.  Namun, mereka bukanlah representasi penduduk muslim Somalia.  Gaya hidup mereka yang penuh kemaksiatan, hura-hura serta penyalahgunaan narkotika bukanlah gaya hidup yang sesuai ajaran Islam.  Kondisi masyarakat yang sudah hancur itu pun juga membuat orang termotivasi bergabung dengan para perompak.  Jadi dapat kita simpulkan bahwa fenomena perompak ini hanyalah puncak gunung es permasalahan sosial yang ada di sana.   

Sebuah artikel menarik berjudul Famine in Somalia, It's not a natural disaster : It's murder dimuat di situs Worker Solidarity membuka mata kita akan apa yang sesungguhnya terjadi.  Artikel itu membahasa peran negara-negar Barat dan lembaga-lembaga keuangan international dalam bencana kelaparan di Somalia.  Perbudakan dan kolonialisme sudah menjangkiti Afrika berabad-abad lamanya. Hal ini tidak pernah dikenali dan dianggap penting oleh negara-negara Barat.  Padahal keserakahan mereka adalah akar dari persoalan yang ada di Afrika, terutama di Somalia saat ini.   

Pertanian tradisional Afrika zaman dahulu terdiri dari beragam tanaman, termasuk tanaman yang tahan kekeringan.  Jadi, walaupun bencana kekeringan melanda, orang Afrika tidak sampai mati kelaparan, apalagi dalam jumlah besar.  Hutan pun masih sangat luas sehingga pola turunnya hujan cenderung stabil dan tidak terlalu menyulitkan para petani.   

Pada tahun 1970, Bank- bank di Barat menganjurkan dan memaksa banyak negara-negara Afrika untuk meminjam sebanyak mungkin pada mereka.  Uang pinjaman itu, yang seharusnya digunakan untuk proyek jalan dan irigasi, ternyata banyak diselewengkan para diktator dan dihamburkan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat seperti senjata.  Orang-orang Afrika menanam "cash crop" atau tanaman - tanaman yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan Industri, seperti teh, kapas, kopi, coklat dan sebagainya.  Sebagian besar hasil dari tanaman "cash crop" itu digunakan untuk membayar hutang-hutang yang tak pernah terbayarkan.  Hutang itu memang sesungguhnya bukan untuk menyejahterakan negara jajahan, tapi sekedar alat untuk melanggengkan penjajahan.  

Negera-negara Afrika pun terpaksa mengemis pada IMF.  Namun, IMF malah menerapkan solusi draconian yang bersifat imprealistik dan mempersulit kehidupan rakyat miskin.  Subsidi kesehatan dan kesejahteraan pun dipotong tanpa ampun hingga kemiskinan merebak merajalela.  IMF bukan memberi solusi namun malah menambah beban penderitaan rakyat.  

Pertanyaannya kemudian, mengapa banyak negara begitu mudah berpaling pada solusi IMF yang sudah jelas tidak pernah berhasil itu? Z.A. Maulani, dalam buku Zionisme, Gerakan Menaklukkan Dunia, menjelaskan tentang penjualan aset-aset negara oleh para pejabat keuangan.  Dalam buku tersebut, ZA Maulani mengutip perkataan Joseph Stiglitz sebagai berikut:

“Kita bisa melihat bagaimana mata para pejabat keuangan di negara penerima bantuan itu terbelalak, tatkala mengetahui prospek ‘pemberian’ 10% komisi beberapa milyar dolar yang akan dibayarkan langsung ke rekening pribadi yang bersangkutan di suatu bank Swiss, yang diambilkan dari harga penjualan aset nasional mereka tadi”.  Hal. 199

10 persen dari uang trilyunan memang bukan jumlah yang kecil.  Tidak mengherankan apabila Joseph Stiglitz menyebut program Privatisasi itu sebagai Program Penyuapan.

Ironis memang, ternyata akar permasalahan kelaparan di Afrika adalah keserakahan negara-negara Barat yang selama ini dikenal pro zionisme. Sebuah ideologi dajjalist dan kabbalist yang dipuja pula oleh si haktiva1 itu.  Yang dengan mudah menuding orang lain sebagai perompak sementara dia sendiri pro pada negara zalim yang tangannya berlumuran darah orang-orang tak berdosa.  



Setelah mengetahui akar permasalahan kelaparan di Somalia, tidakkah hati kita bergetar untuk membantu mereka.  Ingatlah, mungkin diantara kita ada yang setiap hari mengkonsumsi hasil dari "cash crop" yang ditanam oleh orang-orang Afrika termasuk Somalia.  Maka, sudah sewajarnya, sebagai sesama muslim dan sesama manusia, kita mengeluarkan sebagian harta kita untuk membantu mereka di sana.  Sudah ada lembaga-lembaga terpercaya yang bisa mengantarkan amanah donasi kita kepada yang membutuhkan di sana.  

BCA 6760302021

BSM 1010001114

Mandiri 1280004593338

BRI 092401000018304

a/n Aksi Cepat Tanggap

Senin, 08 Agustus 2011

Kode HTML banner peduli Somalia

Salah satu fungsi jejaring sosial adalah untuk menunjukkan kepedulian kita pada sesama.  Situs jejaring sosial juga bisa dipergunakan untuk memberi informasi tentang yayasan atau komunitas terpercaya yang bisa diamanahi untuk menyalurkan kepedulian, biak kepedulian kita sendiri atau kepedulian orang lain.  

Sekarang ini, sebuah negeri di tanduk benua Afrika bernama Somalia sedang dilanda bencana kelaparan. 

Walaupun mungkin hanya sedikit, jika kita memasang banner peduli Somalia di sidebar MP kita, Insya Allah ada manfaat yang bisa kita berikan pada mereka.  Nah, kenapa harus di sidebar? karena bagian itu terlihat terus saat MP kita dibuka pengunjung, bagian yang manapun.  Semoga dengan banner itu, ada pengunjung MP kita yang tergugah untuk menunjukkan kepeduliannya. Banner itu akan mengarahkan pengunjung ke situs Aksi Cepat Tanggap, sebuah lembaga nirlaba yang tidak perlu lagi diragukan kredibilitasnya dalam menangani bencana dan para korban bencana.  

Langkah memasang banner di sidebar adalah sebagai berikut:

1. download dan buka file somalia.txt dengan menggunakan notepad

2. klik customize my site

3. klik edit pada link yang ada di sidebar, akan muncul dialog box untuk memasukkan text yang akan ditampilkan di sidebar

4. copy paste kode HTML yang ada di file somalia.txt ke dialog box tersebut

5. tekan tombol save

Jika di dalam sidebar sudah ada text HTML lain seperti badge facebook atau yang lain, sebaiknya dibatasi dengan tag <br> agar tidak terlalu mepet

Insya Allah informasi tersebut akan bermanfaat untuk yang mau menunjukkan kepedulian pada Somalia yang sekarang sedang dilanda kelaparan.  Bulan Ramadhan yagn penuh berkah ini merupakan kesempatan emas bagi kita untuk peduli bagi sesama.  

Semoga bermanfaat
Attachment: somalia.txt

Senin, 04 Juli 2011

[Kisah Relawan] Bertemu seorang brother dari Palestina

Sabtu kemarin, saat mengikut Volunteer Sharing Session di kantor ACT di Ciputat, saya mendapat kesempatan bertemu dengan seorang brother bernama Jomah M. Al Najjar, Chairman of The Palestinian Welfare House.  Beliau datang hendak berpamitan pada kami untuk melanjutkan perjalanannya, namun pak Imam Akbari meminta beliau untuk menyampaikan sepatah dua patah kata pada peserta volunteer sharing.  Beliau, dengan penuh keharuan, menyampaikan apresiasinya pada kami atas kepedulian dan bantuan kaum muslimin Indonesia.  "Other countries help Palestinian because of humanity, but you help us because of dien, so the intention is different" demikian kata brother Jomah.  Makna pernyataan brother Jomah di atas adalah mereka merasakan bahwa kaum muslimin di Indonesia membantu mereka karena kesamaan akidah dan persaudaraan sesama Muslim atau ukhuwah Islamiyah

Jujur terus terang, tidak pernah terbersit sedikitpun bakal ada kesempatan bertemu seorang brother dari Palestina dan mendengar langsung apresiasi tulus dari beliau.  Apresiasi yang sebenarnya terlalu tinggi bagi seorang seperti saya yang masih belum apa-apa dibandingkan mereka.   Terbersit rasa malu yang adalam karena masih jauh dari apresiasi yang beliau sebutkan, baik secara pribadi maupun mewakili rakyat dan komunitas2 yang ada di Palestina, tanah penuh berkah yang kini bersimbah darah orang-orang tak berdosa.  

Mungkinkah mereka mengetahui bahwa sesungguhnya mereka lebih beruntung daripada kaum muslimin yang ada di negeri zamrud khatulistiwa ini.  Jika mereka harus berhadapan engna tentara zionsi bersenjata lengkap, kaum muslimin di sini harus berhadapan dengan musuh-musuh yang sulit dideteksi seperti kemiskinan, kemaksiatan, kapitalisme dan sebagainya.

Jika anak-anak di sana benar-benar menjadi pahlawan dengan menghadang tank-tank pasukan zionis dengan batu, di sini anak-anak baru bermimpi jadi pahlawan dengan memainkan adegan tembak menembak di berbagai macam game online.  Jika penduduk Gaza dan berbagai wilayah lain di Palestina terhimpit kemiskinan karean penjajahan Zionis, maka penduduk di negeri ini banyak yang terhimpit kemiskinan karena dijajah diri mereka sendiri.  Jika di sana banyak pemuda dan pemudi bermental pejuang, maka di negeri ini banyak pemuda dan pemudi bermental pecundang.  Jangankan melawan musuh bersenjata lengkap, melawan keinginan untuk merokok, pacaran, atau menghabiskan waktu sia-sia saja seringkali tidak sanggup.  

Sungguh tidak terbayangkan bagi saya apabila mereka mengetahui kekurangan dan kelemahan jiwa dari para saudara mereka.  Saudara-saudara sesama muslim yang pernah mereka banggakan dan apresiasi dengan tulus itu.  Tentu akan menjadi suatu kekecewaan yang mendalam dan sulit disembuhkan apabila Allah SWT membuka aib dan kekurangan kaum muslimin Indonesia yang seringkali egois dan mementingkan diri sendiri.  Bukan tidak mungkin kekecawaan itu akan lebih menyakitkan dibandingkan penderitaan hidup di bawah kekejaman Zionisme.  DR. Nawaf Takruri, seorang cendekiawan HAMAS dan penulis buku Dahsyatnya Jihad Harta, pernah mengatakan bahwa Palestina memerlukan biaya hidup satu milyar per bulan, namun yang dikeluarkan oleh orang Indonesia untuk merokok sekitar 8 milyar per bulan.  Alangkah indahnya persaudaraan yang tercipta jika orang Indonesia bisa berhenti merokok demi saudara-saudaranya di sana.  

Ya Allah, betapa malunya kami saat kau hadirkan hamba-hambaMu yang berjuang tanpa keraguan sedikitpun, penuh keberanian hanya demi mengharap ridhoMu.  Yaa Allah, janganlah Engkau biarkan kami menjadi orang-orang yang tak berdaya saat yang lain berjuang membebaskan saudara-saudaranya yang terjajah di sana.  Berilah kami kekuatan agar kami bisa berhenti menzalimi diri kami sendiri, yang membuat kami selama ini terlalu lemah untuk membantu dan mendukung perjuangan mereka di sana

Aamiin

semoga bermanfaat

 

 

Senin, 20 Juni 2011

Konser Nasyid Peduli Palestine

Start:     Jun 29, '11 09:00a
End:     Jun 29, '11 3:30p
Location:     Hall Basket Senayan Jakarta


Info : www.konsernasyid.com

Asia-Pacific Community Conference For Palestina
Present
Konser Nasyid Peduli Palestina

Tanggal : 29 Juni 2011

Sesi 1 : Jam 09.00 - 12.00 WIB
Laa Tahzan Ansamble
Ruhul Jadid
Fatih
Shoutul Harokah
Syekh Palestina
Justice Voice

Sesi 2 : 13.00 - 15.30 WIB
Laa Tahzan Ansamble
Fatih
Snada
Izzatul Islam
Edcoustic
Justice Voice

Harga Tiket : Rp 20.000,- / Sesi

Contact Person :
Bazaar : Muni 085715395323 / 021-91027174
Ade 021-96963565
Acara : Ramdhan 08121985171
Tiket : Yuli 02141651560
Sekretariat :
IZIS Production 021-7704919
KNRP 021-7812311

Didukung Oleh
ANN (Asosiasi Nasyid Nusantara Pusat)
KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina)

ARIN (Aliansi Radio Islam Nusantara)
Radio Suara As Syafi'iyah AM 792 KHZ
Radio Dakta
Radio Sabili
Radio JIC
Nuris FM
IC STand 108 FM
Tuty Catering

Kamis, 19 Mei 2011

[Peduli] Garut Selatan




Salam Kepedulian,

Sahabat Peduli -ACTioner yang diberkahi, semoga anda senantiasa dalam kemudahan dan kesehatan, sebagaimana doa yang senantiasa dipanjatkan penerima manfaat kepedulian yang telah anda bantu via Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Bencana silih berganti menerpa Negeri. Kali ini bencana menyapa Garut bagian Selatan dan sekitar. Mari Peduli, karena Kepedulian anda adalah Solusi untuk Mereka. Kepedulian anda adalah senyum mereka, dan cerah mata mereka menatap masa depan.

Mari berdonasi, dan rasakan nikmatnya berdonasi. Bagi anda yang telah mendaftar via SMS Center dengan cara : Daftar#Nama yg telah dikirim via 085330006000, anda akan mendapatkan nomor rekening Virtual Account yang membedakan satu donatur dengan donatur lainnya untuk mempermudah dalam mendata donasi anda. Mari Bergabung bersama Aksi Cepat Tanggap.


Beni Bunniyun
Head of Public Channel
AKSI CEPAT TANGGAP

Perkantoran Ciputat Indah Permai, Blok B-8
Jl. Ir. H. Juanda No.50, Tangerang Selatan
Ciputat 15419 - Indonesia
Telp : +62 21- 741 4482 ext 201
Fax : +62 21- 742 0664
Mobille : +62 813 1062 6431
PIN : 27F2A673

Senin, 18 April 2011

[Kultwit] Bedah Sekolah by MRI Pusat

Kemiskinan masih merupakan masalah yang tak kunjung selesai di negeri ini.  Jika di televisi swasta ada bedah rumah, maka Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia mengadakan Bedah Sekolah. Sekolah-sekolah yang sudah tidak layak akan direnovasi agar bisa menjadi tempat belajar yang baik untuk anak-anak generasi penerus bangsa.  

Berikut kultwit yang diambil dari akun Twitter MRI Pusat tentang Program Bedah Sekolah:

1. Mengatasi Fakir Miskin tak perlu belajar dg melakukan kunjungan ke LN, Kunjungi saja daerah minus di Indonesia, Buka Mata Buka Telinga

2. Mereka tidak perlu mengingkari, bahwa di Negeri ini banyak daerah minus dan tidak perlu mengingkari pula kerja mereka belum maksimal

3. Menyitir perkataan seorang penulis Gola Gong, "kemiskinan bisa dihilangkan dengan tulisan." artinya pendidikan yang lebih dikedepankan

4. Bicara benahi kemiskinan berarti harus benahi pendidikan, mulai dari sarana pendidikan sampai sistemnya.

5. Sistem sebaik apapun juga tidak akan berjalan bila sarana terutama tempat belajar tidak memadai sekolah banyak yg rusak #bedahsekolah

6. Mereka harus buka mata & buka telinga dari setiap generasi penerus yg sering merasa ketakutan didalam ruang kelas yg rusak #bedahsekolah

7. Total anggaran yang digunakan kunjungan kerja DPR selama masa reses (8 April-8 Mei 2011) adalah Rp 12.730.087.250, miris #bedahsekolah

8. Bicara masa depan bangsa ini bukan ada di seberapa sering belajar k LN, tapi sberapa siap kita mmperhatikn generasi penerus #bedahsekolah

9. Masa depan Negara bukan terletak pada pembangunan #gedungbaru namun terletak pada diperbaikinya gedung sekolah #bedahsekolah

10. Ditujukan utk mereka yg peduli, sebanyak 20,97 persen ruang kelas SD rusak, sedangkan di SMP sekitar 20,06 persen. Ironis! #bedahsekolah

11. Tugas kita bersama untuk mengurangi jumlah sekolah yang rusak demi masa depan generasi penerus dan bangsa ini #bedahsekolah

12. Sampai tahun 2011, ruang kelas SD yang rusak terdata 187.855 ruang dari total 895.761 ruang kelas. (mjalahpotretindonesia) #bedahsekolah

13. Di SMP, ada 39.554 ruang rusak dari 192.029 ruang kelas (mjlahpotretindonesia) menjadi tugas kita yang peduli #bedahsekolah

14. Ketika kita ingin merubah kondisi pendidikan bangsa ini lebih baik, tak perlu menunggu kebijakan, berbuatlah & peduli #bedahsekolah

15. Tak perlu berharap banyak biaya #gedungbaru dalihkan utk biaya perbaikan sekolah, kita perlu berusaha bersama utk lakukan #bedahsekolah

Note: Kultwit adalah singkatan dari Kuliah Twitter, suatu kuliah informal yang disampaikan via media jejaring sosial Twitter

Rekan-rekan yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan kepedulian dalam bentuk donasi ke:

Bantu #BedahSekolah Indonesia: Mandiri 1280004555808, BCA 6760303818, Permata Sy 0970613048, BSMI 1000006772 a/n AksiCepatTanggap

dari akun twitter ACT

Semoga bermanfaat