Selasa, 29 Maret 2011

[Healing] Quantum Touch

Quantum Touch adalah seni penyembuhan sentuhan tangan yang dilakukan hati yang penuh cinta, kasih sayang untuk sesama dan disertai dengan doa yang tulus sehingga memungkinkan penyembuhan terjadi. Praktisi membagikan cinta kasihnya kepada orang lain, sehingga orang lain tersebut kondisinya menjadi lebih baik atau sembuh. Cinta kita pada sesama manusia dengan disertai teknik pernafasan yang benar akan menghasilkan vibrasi energi yang kuat sehingga mampu menyembuhkan.  

Pak Reva Benjamin
, Certified Instructor QT di Indonesia, mengatakan bahwa QT ini 95 persen sikap/attitude, baru 5 persen teknik.  Seorang praktisi QT terlebih dahulu harus menganggap orang yang akan dia bantu sebagai saudara dan sahabatnya yang layak untuk dicintai.  Sikap kita kepada orang yang kita cintai tentu berbeda dengan sikap kita pada orang yang kita benci.  Seorang praktisi QT perlu menghayati kata-kata Steven Covey yang menyatakan bahwa cinta adalah kata kerja.  Cinta bukanlah perasaan yang terus menerus menuntut untuk dipuaskan namun kekuatan untuk memberi dan memahami.  Dari cinta tersebut akan hadir perasaan haru dan motivasi untuk membantu.  Demikian pula vibrasi energi dari cinta yang ada dalam diri kita itulah yang akan membantu menyembuhkan orang tersebut.  Bahkan tulang yang keras bisa melunak dan bergerak kembali pada posisi yang seharusnya. 

Setelah bersikap seperti itu, barulah Praktisi QT bisa memanfaatkan vibrasi energi yang ditingkatkan dengan teknik pernafasan tertentu sehingga mampu membantu penyembuhan.  Seorang praktisi penyembuhan energi sebenarnya tidak menyembuhkan namun membantu klien meningkatkan vibrasi energi tubuhnya.  

Manusia sesungguhnya telah dikarunia kemampuan menyembuhkan dirinya sendiri.  Namun, karena tingkat energi banyak manusia pada umumnya rendah, maka tubuh tidak mampu menyembuhkan diri sendiri dengan cepat.  Stress, racun sisa metabolisme, emosi terpendam dan hal-hal negatif lainnya menyebabkan energi kehidupan manusia banyak terpakai dan terkuras.  Energi vital yang yang tersisa seringkali terlalu sedikit untuk melakukan penyembuhan diri sendiri.  Akibatnya, tubuh pun mudah merasa lelah dan bisa jatuh sakit setiap saat.  Racun dan beban - beban emosional itu harus dilepaskan sedikit demi sedikit secara bertahap sehingga energi tubuh bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan secara maksimal.   Melepaskan beban emosional bisa dilakukan dengan Emotional Freedom Technique sedangkan racun dapat dikeluarkan dengan berpuasa, detoksifikasi atau bekam / hijamah.  Semua itu dapat disinergikan dengan teknik Quantum Touch untuk membantu mempercepat penyembuhan.  

Cinta kepada manusia saja sudah mampu menghasikan vibrasi energi yang mampu menyembuhkan, apalagi cinta kepada Allah SWT, sumber segala cinta dan kasih sayang.  Orang yang rajin beribadah dengan penuh rasa cinta akan mampu membantu orang lain menyembuhkan diri mereka walaupun dia sendiri bukanlah seroang healer/penyembuh.  Bahkan mungkin bukan orang yang ingin menyembuhkan orang lain.  Kembali pada definisi seorang penyembuh dalam ajaran QT "a healer is someone who is sick and get well. A great healer is someone who is very sick and get well quickly".  Sesungguhnya semua penyembuhan adalah penyembuhan diri sendiri atau self healing. Bukan tidak mungkin, penyembuhan justru terjadi karena bantuan dan interaksi dengan orang-orang yang sebenarnya bukan penyembuh.  Namun mereka memiliki vibrasi energi yang menyembuhkan karena mereka adalah orang-orang yang penuh rasa cinta dan selalu bersyukur.  

Semoga bermanfaat


Referensi:

Talkshow Quantum Touch di Smart FM

Quantum Touch, The Power to Heal; Richard Gordon

EFT Manual, Gary Craig

SEFT, Ahmad Faiz Zainuddin.

Website:

Quantum Touch

Quantum Touch Indonesia

Situs resmi EFT

Logos Institute

EFT Indonesia

Jumat, 25 Maret 2011

Siap2 menyimak talkshow Quantum Touch di radio Smart FM .. :D

[Healing] Emotional Freedom Technique

"The cause of all negative emotions is a disruption in the body’s energy system"

Gary Craig

EFT atau Emotional Freedom Technique adalah teknik yang ditemukan oleh Gary Craig yang merupakan penyempurnaan dan penyederhanaan teknik TFT yang digagas Roger Callahan.  EFT bekerja berdasarkan asumsi bahwa gangguan fisik dan emosi berasal dari gangguan pada sistem energi tubuh manusia.  Jika gangguan energi itu dapat diperbaiki dan aliran energi dilancarkan, maka sakit fisik dan masalah emosi dapat diringankan atau bahkan disembuhkan.  

Tubuh manusia terdiri dari materi dan energi yang saling berkaitan.  Energi kehidupan dalam tubuh manusia mengikat sel-sel agar membentuk tubuh yang sempurna dan sinergis ini seperti benang menjahit kain pada pakaian.  Dalam tubuh manusia, energi mengalir dalam saluran yang disebut meridian.  Meridian itu saling berkaitan dan membentuk sistem energi tubuh.  Gangguan emosi seperti trauma dapat menyebabkan gangguan pada sistem energi tersebut.   Aliran energi menjadi tidak lancar dan terhambat seperti saluran air yang dipenuhi sampah.  

Permasalahan fisik dan emosi seringkali bertingkat-tingkat.  Satu masalah biasanya memiliki akar emosional yang dalam dan berlapis-lapis.  Seseorang yang kecanduan rokok bisa dihilangkan rasa nikmat rokoknya dengan satu atau beberapa kali putaran EFT.  Namun, apabila masalah emosional yang menjadi akar kebiasaan buruk itu belum dituntaskan, maka orang itu bisa kembali merokok.  Demikian pula masalah-masalah fisik dan emosional lainnya.  Lebih lanjut tentang masalah kecanduan rokok, teman-teman sekalian bisa membaca jurnal yang satu ini.  

Seorang praktisi pernah menceritakan tentang seorang ibu yang jempolnya terus menerus terasa sakit. Berulang kali diterapi belum juga sembuh sehingga sang praktisi mencari sebab emosional dibalik sakit si ibu.  Ternyata, si ibu sempat bertemu mantan kekasihnya dan sempat saling bertukar SMS.  Sehingga, timbul rasa bersalah yang sangat dalam pada diri ibu itu.  Setelah diterapi agar menerima bahwa si mantan bukan miliknya lagi dan rasa bersalahnya dinetralisir, barulah jempol si ibu itu sembuh.  

Kesabaran untuk mendengarkan adalah modal utama seorang praktisi EFT.  Terkadang, sang praktisi harus mampu menangkap detil-detil tertentu yang dari suatu kejadian yang diceritakan agar dapat menyembuhkan trauma dengan efektif.  Suatu kejadian yang mungkin dianggap sepele bagi banyak orang mungkin merupakan kunci dari penyembuhan pengalaman traumatis seseorang.  Saat si penderita trauma mengalami intensitas emosi yang tinggi, saat itulah kesempatan untuk melakukan terapi.  Saat itulah, energi dari emosi terpendam mencoba mencari jalan keluar untuk dilepaskan. Bentuk pengeluraan energi itu bisa berbentuk sendawa, tangisan atau respon emosional yang lain.  Tidak perlu mendramatisir suasana, biarkan segalanya mengalir dengan wajar apa adanya.  

Teknik EFT/SEFT sendiri, secara lengkap, bisa dilihat di Blog yang satu ini

Bagi yang berminat mempelajari EFT dan teknik-teknik penyembuhan sejenis, dapat mencari di internet.  EFT adalah salah satu subjek paling populer di dunia maya ini

Beberapa situs EFT yang baik untuk dikunjungi antara lain

EFT Universe

TapIntoEFT

Logos Institute

EFT Indonesia

Manual PDF EFT dapat di-download di situs ini atau link yang ini

Semoga bermanfaat

Kamis, 24 Maret 2011

Tanya Firefox 4

[Smart Happiness] Hadiah

Seorang bijak mengatakan bahwa ada tiga hadiah terindah.  Pertama kehidupan, kedua cinta dan ketiga pengertian.  There are three gifts, first life, second love and third understanding.  Kedua hadiah pertama sudah ada dalam diri kita, namun hadiah ketiga adalah sesuatu yang harus dilatih.  Orang yang hanya ingin menikmati hadiah pertama dan kedua, namun tidak mau menggunakan yang ketiga adalah orang yang egois.  Orang-orang seperti ini akan membayar mahal pada akhirnya.  

Pengertian membuat kita mampu menjadi human being, yaitu manusia yang benar-benar hadir saat ini secara utuh baik fisik, emosi dan pikiran.  Kehidupan modern yang serba cepat dan sibuk membuat manusia jarang hadir secara utuh namun terpisah antara pikiran dan tubuh.  

Semua yang ada dalam kehidupan ini adalah hadiah.  Beberapa diantaranya, seperti tubuh dan segenap organnya, panca indera dan sebagainya kita peroleh dengan gratis.  Sebagian hadiah lain memang terbungkus rapat oleh masalah dan kesulitan, namun apabila kita bisa membukanya maka hasilnya akan indah buat kita.  

Masalah dan kesulitan adalah cara Allah SWT menegur kita saat kita sudah melenceng jauh dari jalan yang benar dan diridhoiNya.  Orang yang bijak tidak perlu diteriaki, cukup dibisiki. Namun, orang yang sulit dan lambat untuk belajar terkadang perlu diteriaki agar mengerti apa yang harus dilakukan.  Jadi, secara tidak langsung, masalah adalah anugerah bagi kita walaupun tidak menyenangkan.  

Ketiga hadiah itu baru dapat kita nikmati secara maksimal apabila kita sudah menjadi orang yang bersyukur.  Rasa syukur yagn tumbuh dari kesadaran dan hati nurani membuat kita mampu memperhatikan, bukan sekedar melihat.  Kemampuan memperhatikan itu membuat kita mampu melihat segala sesuatu dalam hidup ini sebagai anugerah dan hadiah.  Pendekatan baru itu membuat rasa syukur kita semakin bertambah dan bertambah.  

Seseorang yang merasakan bahwa hidup ini adalah hadiah akan berusaha memberi lebih kepada orang lain.  Dia merasakan adanya hak dan kewajiban untuk memberi hadiah kepada sesama manusia yang sesungguhnya juga merupakan hadiah baginya.  Hidup ini bukan masalah atau kewajiban, namun merupaakn kesempatan untuk saling bertukar hadiah. Interaksi antar orang yang bersyukur bukanlah transaksional tapi transformasional.  Kelebihan yang kita berikan pada orang lain akan kembali dalam bentuk cinta dan ikatan emosional.  

Inspired by: Smart Happiness - Smart FM

Narasumber: Arvan Pradiansyah - Institute for Leadership and Life Management

Semoga bermanfaat