Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2012

Dzikir Penyembuh Batin


http://wasathon.com/kisah_inspirasi/read/dzikir_penyembuh_batin/
Islam, sebagai sebuah tuntunan hidup yang lengkap dan sempurna, menyediakan sarana penyembuh bagi luka-luka batin seperti itu. Allah berfirman: “(yaitu) orang-orang yang beriman lagi hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra'du : 28). Dzikir yang diucapkan dengan benar dan dihayati maknanya akan menyucikan jiwa dan melembutkan hati. Dzikir juga akan meredakan ketegangan urat syaraf dan menyembuhkan luka batin dalam diri manusia. Vibrasi energi dzikir akan mampu menetralisir energi-energi yang tidak sesuai dengan fitrah manusia tersebut.

Kamis, 12 Juli 2012

Bedah Rumah ala DAAI TV

Menyaksikan program-program inspiratif dari DAAI TV memang bisa membuat kita lebih mengenal lingkungan dan orang-orang yang kurang beruntung daripada kita. Walaupun berbeda keyakinan dengan mereka, kita tetap bisa mengambil pelajaran dari acara-acara tersebut. Kita juga harus berbesar jiwa untuk mengakui bahwa kaum muslimin termasuk yang kalah dalam berkompetisi dalam bidang sosial dengan mereka. Pada program kali ini, ada dua orang penerima program "Bedah Rumah" ala Yayasan Budha Tzu Chi. Mereka masing-masing berprofesi sebagai Tukang bubur dan pekerja bengkel meubeul. Mereka, sebelum menerima bantuan yayasan tersebut, hidup dalam rumah yang sangat buruk keadaannya. Sanitasi yang tidak memadai, ventilasi yang tidak lancar dan atap yang selalu bocor jika musim hujan tiba. Anak-anak mereka sampai ada yagn sakit karena kelembaban yang diakibatkan kondisi buruk tersebut. Mereka terlihat sangat bersyukur saat tim DAAI TV mewawancarai mereka.

Bahkan, yang lebih mengagumkan lagi, kedua penerima bantuan tersebut bersedia menyisihkan sebagian penghasilannya untuk Yayasan tersebut. Mereka menabung dalam celengan-celengan bambu yang diberikan relawan yayasan Tzu Chi kepada mereka. Sesudah celengan-celengan itu penuh, para penerima bantuan tersebut dengan sukarela menyerahkannya ke kantor penghubung yang terdekat. Isi celengan-celengan bambu itu memang uang recehan dengan jumlah nominal yang sangat kecil, bahkan ada yang berupa koin yang jika dibawa ke warung rokok mungkin hanya dapat beberapa butir permen. Namun, jika orang-orang yang menyerahkan celengan bambu penuh uang receh itu ke Yayasan Tzu Chi semakin banyak, yayasan tersebut akan mendapatkan pemasukan yang lumayan. Walaupun tentu saja masih jauh di bawah donatur-donatur besar mereka.

Pendidikan yang menyadarkan orang untuk memberi kepada sesama, walaupun hanya dalam bentuk recehan yang terkumpul dalam celengan bambu, patut diapresisasi. Kaum muslimin seharusnya lebih mampu lagi berpacu dengan orang-orang yang berbeda keyakinan dalam bidang sosial kemasyarakatan. Namun, yang kita saksikan justru sebaliknya. Saat Ramadhan tiba, konsumerisme justru semakin meningkat di dalam tubuh umat Islam. Orang-orang muslim yang punya uang lebih malah lebih banyak belanja barang yang katanya untuk kebutuhan lebaran. Sementara itu, di beberapa tempat malah kita saksikan banyak pengemis bermunculan. Mereka ingin memanfaatkan momen bulan suci ini untuk mengais rezeki dengan cara yang gampang tanpa perlu keluar keringat. Cukup sisihkan harga diri, pasang muka memelas dan recehan pun jatuh ke tangan mereka. Saatnya umat Islam bercermin, baik pada sesamanya atau orang-orang di luar keyakinannya yang ternyata lebih berprestasi di bidang sosial kemasyarakatan. Semoga kita cukup berjiwa besar untuk belajar dari sesama, karena "Jika setiap tempat adalah sekolah, maka semua orang adalah guru"

Semoga bermanfaat

Rabu, 06 Juni 2012

Tips Mengelola Ego

Indahnya hidup bukan dinilai dari berapa banyak orang mengenal kita. Tapi berapa banyak orang bahagia karena telah mengenal kita. Semoga Allah SWT menjadikan kita cahaya dimanapun kita berada.

Bayu Gawtama

Mengelola ego memang tidak mudah, karena itulah ego yang terkendali akan memberikan pada kita banyak kemudahan.  Ego adalah suatu mekanisme psikologis manusia. Ego berfungsi melindungi manusia dari segala hal yang mengancamnya secara psikologis seperti pelecehan, hinaan dan caci maki. Namun terkadang ego menjadi sedemikian liar sehingga sulit untuk dikendalikan. Orang yang egonya terlalu besar akan mudah menjadi orang yang sombong dan takabur, apalagi jika wawasannya sempit dan terbatas. Kebaikan-kebaikan seperti memaafkan, memberi dan berkorban untuk sesama sangat sulit diharapkan dari orang seperti ini.

Tips mengelola ego

1. Sungguh sungguh bertaubat, atau dalam terminologi akidah Islam, taubatan nasuha serta menyucikan diri, banyak berzikir dan istighfar.  "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al Baqarah: 222). Tentang tuntunan taubat dapat dibaca di tulisan yang ini.

2. Secara jujur berkontemplasi dan merenungkan perjalanan hidup kita selama ini. Kita perlu berusaha menemukan pola-pola mental yang membuat kita sulit mengendalikan egoisme pribadi kita. Jika tidak mampu menemukannya sendiri, kita bisa berkonsultasi pada mereka yang ahli di bidang penanganan kejiwaan.

3. Membaca kisah-kisah para nabi, sahabat-sahabat mereka dan orang-orang besar yang pernah mempengaruhi banyak orang dan bahkan mengubah dunia. Kebesaran mereka akan mengecilkan ego kita hingga lebih mudah dikendalikan. Kita juga bisa membaca sejarah kebangkitan dan keruntuhan berbagai bangsa dan peradaban. Akan terlihat bahwa banyak bangsa-bangsa yang jatuh ke dalam jurang kehancuran sesudah mereka memperturutkan egonya melebihi batas kewajaran. Ego berlebihan membuat mereka terjebak dalam pola hidup hedonis materialistik penuh kesombongan.

4. Mempraktekkan pola hidup zuhud. Ibnu Abi Ad-Dunia, seorang tabiin, pernah mengatakan "Umat terdahulu selamat (jaya) karena teguhnya keyakinan dan zuhud. Dan umat terakhir kelak akan binasa karena kekikiran (harta dan jiwa) dan cita-cita kosong." Zuhud bukanlah sepenuhnya menolak dunia, namun menjadikan dunia hanya dalam genggaman tangan dan bukan di dalam hati.   

5. Mempelajari ilmu syariah dengan sungguh-sungguh, minimal untuk kebutuhan ibadah sehari-hari.  "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.(QS. Al-Baqarah : 208). Mustahil kita bisa masuk Islam secara kaafah jika kita enggan belajar ilmu-ilmu syariah.

6. Melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial untuk mengasah kepedulian dan mendidik diri berkorban untuk orang lain. Salah satu sebab ego jadi tidak terkendali adalah karena kurang merasakan penderitaan orang lain. Di luar sana, masih banyak yang lebih susah hidupnya daripada kita.  Mereka harus tidur di emperan toko atau di pinggiran jalan, makan dari apa yang mereka temukan dan hidup tidak menentu arahnya.

7. Mengingat kematian dan segala kejadian sesudahnya. Kematian mengungkapkan betapa lemahnya seorang manusia. Kesadaran akan lemahnya diri kita membuat ego kita lebih bisa dikendalikan.

Semoga bermanfaat


Banyak cara untuk menginspirasi banyak orang baik secara langsung atau tidak langsung.  Salah satu cara mudah untuk menginspirasi orang lain berbagi adalah dengan mengenakan kaos yang berisi tulisan atau citra insiparatif seperi Kaos Sedekah. Kaos ini berisi kata-kata motivasi untuk bersedekah dan berbagi pada sesama dengan cara yang halus dan tidak menggurui. Baik juga untuk hadiah atau souvenir bagi yang dicintai dan dikasihi.  Kaos ini dapat diperoleh di situs distromuslim dot net.

Selasa, 08 Mei 2012

[Kisah Inspirasi] Memilih Yang Terbaik

Kisah inspiratif para pengamal sedekah memang seakan tidak pernah habis untuk diceritakan.  Kisah ini dialami oleh salah seorang motivator yang sudah tidak asing lagi bagi para penggemar buku-buku motivasi yaitu Ustadz Reza Syarief.  Kisah ini dikutip dari buku terbaru beliau yang berjudul 13 Top Secret Pembuka Pintu Rezeki.

Sesudah mengadakan presentasi dan pendekatan-pendekatan intensif, Ustadz Reza dan tim beliau berhasil mendapatkan order pelatihan motivasi dari sebuah perusahaan pertambangan nasional dengan fee yang sangat besar, yaitu sekitar 5000 US$.  Jadwal pelaksanaan training pun disepakati, hari dan jam pun diatur bersama dengan klien penting tersebut.

Namun sayang, setelah jadwal pelatihan-pelatihan serta kegiatan-kegiatan yang akan diadakan diinventarisir, ternyata ada dua kegiatan yang bentrok.  Yang bentrok tidak lain adalah kegiatan training perusahaan pertambangan tersebut dengan acara pengajian ibu-ibu majelis taklim yang biasa diisi oleh ustadz Reza. "Coba kita negosiasikan lagi jadwal training ini, saya tidak mau apabila saya tidak bisa mengisi kajian majelis taklim.  Semoga kita masih bisa mengadakan kedua kegiatan tersebut" demikian kata ustadz Reza. "Baik pak" kata salah satu staff beliau.  Sayang sekali, perusahaan pertambangan itu tidak mau menegosiasikan jadwal training yang sudah disepakati.  "Mereka bilang, kalau tidak sesuai jadwal ya terpaksa dibatalkan pak" kata staff yang menghubungi.  "Kalau begitu baiklah, kita batalkan saja" kata Ustadz Reza.  "Enggak sayang pak, fee-nya kan besar sekali.  Perusahaan kita bisa untung besar dengan adanya training ini" kata staff yang bertugas penuh keraguan.  "Tidak apa-apa, kita batalkan saja" kata ustadz Reza. Training mahal itu pun dibatalkan dan pengajian majelis taklim berlangsung seperti biasa.

Sekitar seminggu sesudah kejadian itu, seorang santri dari ustadz Reza datang ke kantor untuk menemui beliau.  Santri tersebut membawa sebuah gulungan kertas yang besar.  "Ada yang bisa saya bantu?" tanya ustadz Reza.  "Begini ustadz, ustadz kan dahulu pernah mengatakan bahwa ustadz membutuhkan tanah untuk pesantren?" kata si santri.  "Betul" jawab ustadz Reza.  "Nah, saya ingin memperlihatkan ini ustadz. Ayah saya hendak mewakafkan tanah beliau dan beliau percaya ustadz Reza-lah yang pantas mengelola tanah tersebut" kata si santri sambil membuka gulungan kertas yang dia bawa. Ustadz Reza gemetar dan seakan tidak percaya pada apa yang beliau lihat. Gulungan kertas itu adalah sebuah peta tanah berukuran 10 hektar dengan harga tanah per meter persegi 50 ribu rupiah sehingga tanah itu bernilai 5 milyar rupiah.  Sungguh suatu balasan yang luar biasa karena mengutamakan kepentinganNya di atas kepentingan duniawi.     

Malik bin Nabi, seorang intelektual asal Al Jazair menulis dalam bukunya yang berjudul Syuruut Al-Nahdhah, bahwa bangun dan runtuhnya sebuah peradaban tergantung siapa yang menjadi “panglimanya”. Dia mengatakan, bahwa sebuah peradaban akan terus menanjak naik tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah ruh. Dengan ruh sebuah peradaban akan menjadi peradaban yang bersih dan tak terkotori. Pada masa inilah peradaban akan dianggap mencapai puncak sebenarnya.Pada tahapan kedua, peradaban akan mengalami pelebaran dan pemekaran bukan pengembangan, tatkala yang menjadi pemain dalam peradaban itu adalah akal. Peradaban yang dikendalikan akal akan mengalami tarik menarik yang demikian kencang antara ruh dan hawa nafsu. Terjadinya tarik menarik ini akan mengakibatkan peradaban terus merentang dan bukan mengalami kenaikan nilai.Pada fase selanjutnya, sebuah peradaban akan mengalami kehancuran dan kebangkrutan tatkala yang menjadi “panglimanya” adalah hawa nafsu. Pada titik inilah peradaban akan dengan deras meluncur ke titik yang paling bawah. Ungkapan Malik Bin Nabi tersebut memberikan suatu pelajaran kepada kita, bahwa peradaban manusia akan selalu mengalami pasang surut. Tatkala ruh spiritualisme dan moralitas menjadi panglima maka suatu peradaban akan mampu menggapai puncak peradaban. Namun tatkala akal dan hawa nafsu telah mengalahkan moralitas, maka peradaban tersebut akan jatuh meluncur ke titik nol.

Kisah inspiratif di atas serta teori yang dikemukakan oleh Malik Bin Nabi tersebut mengingatkan kita akan pilihan-pilihan yang ada dalam kehidpan kita sehari-hari.  Pilihan-pilihan kita dan keputusan-keputusan yang kita buat menunjukkan pada kita apakah yang menjadi "Panglima Jiwa" dalam kehidupan kita.  Apakah panglima jiwa adalah ruh yang akan mengantar pada kemuliaan, akal yang membuat kita terombang-ambing antara ruh dan hawa nafsu ataukah hawa nafsu yang akan menggelincirkan dan menghancurkan kita?

Yang terbaik hanyalah
segeralah bersujud
mumpung kita masih diberi waktu

Ebiet G. Ade
"Untuk kita renungkan"

Semoga bermanfaat

Referensi:

13 TOP SECRET Pembuka Pintu Rezeki, Reza M. Syarief PSK (Pelatih, Seniman, Konsultan), QultumMedia
Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, Ali Muhammad As Salabi, Pustaka Al Kautsar  

Senin, 26 Maret 2012

Kisah Pemburu Emas

http://wasathon.com/kisah_inspirasi/read/kisah_pemburu_emas/
ketika semua solusi seakan buntu, semoga kisah motivasi inspiratif berikut ini bermanfaat untuk kita semua, selamat membaca

Sabtu, 17 Maret 2012

Semua Kesuksesan Ada Awalnya

http://wasathon.com/kisah_inspirasi/read/semua_kesuksesan_ada_awalnya/
Di depan sebuah masjid…



Lelaki berjenggot itu nampak serius bekerja. Mengipas-ngipas bara arang dengan beberapa biji jagung muda diatasnya. Dibolak-balik agar merata sambil ditaburi bumbu sesuai pesanan pembeli. Bisa pedas, gurih atau asin. Silakan tinggal memilih saja. Aroma bumbu taburnya bisa kita hirup lezatnya dari dekat. Saya kurang tahu tempat tinggal penjual jagung bakar itu dimana. Belum sempat menyapa dan bercerita banyak dengannya. Kapan-kapan kalau diberi kesempatan akan saya ceritakan.

Apa yang menarik dari pemandangan itu?

selanjutnya sila ke link di atas :)

Rabu, 27 April 2011

[Kultwit] Ibu Kiswanti by MRI Pusat

Kuliah Twitter berikut ini disampaikan oleh MRI Pusat tentang sesosok ibu yang menjadi inspirasi bagai perubahan di kampungnya.  

1. Sedikit akan kultwit bercerita seorang ibu yang menjadi inspirator bagi kaumnya dan juga bagi kita pemerhati dunia kemanusiaan

2. Ada yang pernah mendengar nama seorang ibu berasal dari Kampung Lebak Wangi? #sosok

3. Seorang ibu sederhana namun dengan kesederhanaannya beliau berbuat merubah keadaan kampungnya #sosok

4. Sebuah kampung kecil itu terletak tak jauh dari ibukota Jakarta, sekitar setengah jam dari Jakarta selatan #sosokinspirasi

5. Ya, nama ibu itu adalah Kiswanti, seorang ibu yang mendirikan taman baca bernama WARABAL #sosokinspirasi

6. WARABAL atau (Warung Baca Lebak Wangi) berada di Jl kamboja RT 1/! Kp Lebak Wangi, Ds Pemagarsari, Kec Parung #sosokinspirasi

7. Warung Baca atau taman baca tersebut didirikan oleh Bu Kiswanti di rumah tempat tinggalnya #sosokinspirasi

8. Alasannya, Bu Kiswanti merasa gundah melihat anak kampungnya lebih gemar bermain Play Station dan tayangan tidak mendidik #sosokinspirasi

10. Melihat kondisi tersebut Bu Kiswanti seorang Ibu rumah tangga tergerak hatinya merogoh kocek untuk memberli buku #sosokinspirasi

11. Dan tentu saja, niatnya hanya satu. Agar anak-anak Kampung Lebak Wangi gemar membaca. #sosokinspirasi

12. “Bagaimana kampong ini bias maju, jika anak-anak kami tidak cerdas.” Resah Bu Kiswanti #sosokinspirasi

13. Bu Kiswanti bukanlah orang berada, ia bukanlah sosok orang yg punya banyak harta #sosokinspirasi

14. Sehingga berani mengeluarkan sejumlah uangnya untuk membuat taman bacaan dirumahnya #sosokinspirasi

15. Dilingkungannya Bu Kiswanti dikenal sebagai ibu rumah tangga, namun ada yang berbeda dengan ibu yang lainnya #sosokinspirasi

16. Kegundahan terhadap masa depan anak-anak dan kampung tercintanya menjadi pembeda antara Bu Kiswanti dengan yang lain #soskinspirasi

17. Karena itu, 4 Desember 2003, berdirilah Taman Baca WARABAL, sebuah nama yang sangat sederhana #sosokinspirasi

18. Nama yang dirangkai oleh seorang ibu yang juga sangat sederhana #sosokinspirasi

19. Koleksi bukunya pun tdk banyak, hanya sekitar 180 buku, sebagian mrpkan koleksi pribadinya, sebagian lainnya dibeli dr uangnya sendiri.

20. Bukan hal mudah bagi seorang Kiswanti merintis usaha mulianya mencerdaskan anak-anak kampung Lebak Wangi #sosokinspirasi

21. Mulanya, Taman Baca-nya tak dilirik sama sekali oleh anak-anak. Namun Kiswanti pantang menyerah #sosokinspirasi

22. jika d kampungnya tdk banyak yg mau mmbaca, maka ia brsepeda belasan kilometer setiap hari utk bertandang k kampung lainya #sosokinspirasi

23. Setiap hari, di sore hari Kiswanti mengayuh sepeda dan singgah di berbagai kampung. #sosokinspirasi

24. Yang ditawarkan hanya satu, buku-buku yang disusun di rak sepedanya. #sosokinspirasi

25. Sbg seorang manusia, tentu saja ia punya rasa lelah. Terlebih bila tidak banyak anak yg mau membaca buku yg dibawanya. #sosokinspirasi

26. Padahal, ia harus menggadaikan banyak hal untuk melakukan perjuangan mulia tersebut. #sosokinspirasi

27. Namun, senyum Kiswanti langsung mengembang tatkala ada satu-dua anak yang menghampiri sepedanya untuk membaca-baca. #sosokinspirasi

28. Ya, mulanya hanya satu-dua anak saja di setiap kampung yang dikunjunginya #sosokinspirasi

29. itulah yg senantiasa mjdi energi tambahan perempuan sederhana ini utk terus mengayuh hingga puluhan kilometer stiap hari.#sosokinspirasi

30. Kerja kerasnya berbuah hasil. Dari 180 koleksi bukunya, kini Taman Baca WARABAL sudah mengoleksi 1714 buku. #sosokinspirasi

31. Buku yang terdiri dari buku bacaan anak, komik, majalah dan beberapa bentuk mainan anak-anak. #sosokinspirasi

32. Semuanya ia usahakan sendiri, bekerja sama dg Komunitas 1001buku dan berbagai pihak donatur yg terkesan dg perjuangannya #sosokinspirasi

33. Memang, Kiswanti tidak pernah berhenti meminta bantuan siapa pun yg tergerak untuk menyumbangkan buku utk taman bacanya. #sosokinspirasi

34. "Anak-anak yang baca, tidak satu pun yang dimintai bayaran. Semuanya gratis," tegas Kiswanti $sosokinspirasi

35.Hingga hari ini, Kiswanti masih trus mngayuh sepeda belasan km tiap hari utk singgah di kampung lain yg jauh dari taman bacanya.

37. "Ada sekitar 60-an anak, tapi saya kasihan sama anak-anak kampung lain yang tidak bisa datang ke sini.#sosokinspirasi

38. Makanya saya masih harus terus membawakan buku ke kampung mereka," tambahnya. #sosokinspirasi

39. Terakhir ketemu di event #odekampung #rumahdunia, Bu Kiswanti sedang mengajak ibu kampung untuk belajar menjahit #sosokinspirasi

40. Sementara Bu Kiswanti sendiri tidak bisa menjahit. "di buku kita dapat belajar menjahit." Ujarnya. #Sosokinspirasi

41. Memang baru sekedar membuat keset. Namun beliau juga bersedia untuk menjajakan hasil karya ibu-ibu kampung #sosokinspirasi

42. Bu Kiswanti juga mengajak ibu kampung membuat kue kering, dan Bu Kiswanti juga tidak punya basic disana. #sosokinspirasi

43. Jawaban yang diterima tetap sama "Dibuku kita busa belajar mmbuat apa saja." ketika ditanya kenapa berani mengajak orang #sosokinspirasi

44. Itulah cerita singkat Bu kiswanti sebagai #sosokinspirasi untuk kita yang ingin berbuat bagi orang lain.

Selasa, 18 Agustus 2009

INSPIRASI BLOG

http://motivation.byethost9.com/
Selamat datang di Inspirasi Blog, sebuah blog motivasi dan inspirasi yang berisi berbagai cerita berhikmah serta artikel pengembangan diri dari berbagai trainer dan motivator yang sudah ahli di bidangnya. Semoga blog ini dapat bermanfaat untuk menjadikan kita semua menjadi lebih baik. Masukan baik berupa komentar, kritik, dan saran konstruktif kami nantikan agar senantiasa kami menjadi lebih baik.--Inspirasi Blog Administrator

Rabu, 12 November 2008