Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Maret 2012

[Kultwit] Gadis Penjual Risol by mbak Fitri Nurlela

Berikut kultwit dari mbak Fitri Nurlaela, anggota Komunitas Lebah

(1) Gerimis, br makan sih, tp telinga tergelitik olh suara #gadiskecilpenjualrisoles yg sudh 2 mggu trahir lewat d dpn rmah.

(2) Krna kasian dan iseng pengen tau,sy panggil sj si #gadiskecilpenjualrisoles. Dia pun semangat mmbuka pagar rmh sy dan duduk d teras.

(3) Belinya sih cm 2 aj, tp sy tdk menyia2kan wktu utk "mewawancara" si #gadiskecilpenjualrisoles.

(4) Sdh lma sy pnya kbiasaan brtny2 pd pdgng,playan warng,pnarik ojek,pmulung pun sy ajk ngbrol,kali ini giliran #gadiskecilpenjualrisoles

(5) Balik ke si #gadiskecilpenjualrisoles trnyta dia stiap hari brjualan keliling perumahan sy mulai jam 5 sore dan dagangannya sllu habis

(6) Setiap hari #gadiskecilpenjualrisoles mmbwa 4mcm jajanan (risoles dkk), @ 25bh jd total 100buah jajanan yg dijual perbuah rp 1500.

(7) Jd hsil pnjualan #gadiskecilpenjualrisoles ini sehari klo habis smua (dan sllu hbis) adlh 150rb, dg komisi dr 1 yg laku terjual rp 300

(8) Rp 300x100bh adlh 30rb, hasil si #gadiskecilpenjualrisoles berjualan dr jam 5 sore smpe paling malam (katanya) jam 9.

(9) Siang hari si #gadiskecilpenjualrisoles sekolah di SMP dkt perumahan, dan uang hasil berjualan dia pakai membiayai kbtuhan skolahnya.

(10) Waah Subhanalloh, hebat yah, sy benar2 salut dan bnyk belajar dr #gadiskecilpenjualrisoles berusia 12thn ini.

(11) Ketekunan, kesabaran dan semangatnya mmbuat sy malu. "Sebenarnya maunya nnton sinetron Bu" ucap #gadiskecilpenjualrisoles ini pd sy.

(12) Tp krna dia ingin terus sekolah #gadiskecilpenjualrisoles ini ttp semangat berjualan. "Nnti klo udh lulus kn ga jualan lg Bu" ktnya lg

(13) Sungguh terguran dariNya yg disampaikn lwt seorg #gadiskecilpenjualrisoles kpd sy yg srngkali mngeluh&patah semangat. Alhamdulillah.

(14) Mungkn kta tdk suka keadaan kita skrg,tp yakinlah smua adlh btu pijakan mnju ksuksesan d ms depan. Makasih #gadiskecilpenjualrisoles


sumber twitter mbak @FitriDream

Senin, 26 Maret 2012

Kisah Pemburu Emas

http://wasathon.com/kisah_inspirasi/read/kisah_pemburu_emas/
ketika semua solusi seakan buntu, semoga kisah motivasi inspiratif berikut ini bermanfaat untuk kita semua, selamat membaca

Minggu, 27 November 2011

[Motivasi] Kisah penjual Es Podeng

Cuaca panas siang tadi membuat saya mampir ke seorang penjual es podeng dekat warnet.  Kebetulan, saat menikmati segarnya es tersebut, ada orang yang mengajak si penjual ngobrol.  Si penanya rupanya ingin tahu bagaimana suka duka dan pengalaman si bapak menjual es podeng.

"Saya belajar sama boss es, dia punya counter es di berbagai mall.  Saya dapat ilmu dari bapak saja sudah hutang budi besar pak.  Mau minta modal sama istri gak enak, sama mertua juga gak enak.  Jadi adanya motor ya saya jual." katanya.  "Saya sampai tahu es mana yang benar-benar pakai gula, mana yang cuma mau untung gede.  Kalau cuma mau untung doang bisa, tapi kan kita punya pelanggan" tambah si penjual es itu.

Dahulu, sebelum punya langganan bapak penjual es podeng itu seringkali hanya mendapt sedikit keuntungan.  Pernah seharian jualan, bahakan sampai jam 8 malam, hanya dapat 25 ribu.  Namun, karena sudah punya langganan, sehari gak jualan saja bisa dihubungi terus menerus via telepon dan sms.  Dahulu pernah jualan di blok M, namun keutnungan berkurang karena kontrak naik, di Pluit dan tanah kusir malah diusir tukang es kelapa.  Mungkin mereka tidak suka da saingan.  

"Sempat nganggur 8 bulan saya" kata si bapak.  Saya pun ikut mengangguk2 saja saat mendengar penjelasan si penjual es tersebut.  Ternyata, di balik  kesederhanaan dan kebersahajaan si bapak, ada semangat juang yang luar biasa. Layak diteladani oleh semua orang yang masih produktif.  Semoga saya dan siapapun yang membaca tulisan bisa meneladaninya, aamiin 

Kamis, 11 November 2010

Hikmah di balik bencana dan aksi kerelawanan

Bencana demi bencana datang silih berganti melanda negeri ini.  Disamping menghasilkan penderitaan dan duka cita mendalam, juga membuka ladang amal yang luar biasa besarnya bagi segenap rakyat negeri ini.  Bencana menyadarkan kita bahwa di luar sana masih banyak mereka yang menderita.  Walau mungkin ada yang merupakan peringatan atau bahkan Adzab dariNya, namun hal itu tidak boleh menyurutkan kita dari membantu mereka.  Bencana juga mendidik kita untuk tidak terlalu mudah marah terhadap hal-hal kecil yang menjengkelkan dalam hidup, baik dalam keluarga, di kantor atau tempat kerja, perjalanan dan sebagainya.  Terkadang, masalah-masalah sepele seperti channel TV, ballpoint atau bahkan sendal jepit sudah cukup membuat kita marah-marah tidak karuan.  Di mana rasa syukur kita terhadap apa yang masih ada pada diri kita, paling tidak kita masih hidup dan masih sehat.  Masih bisa berbuat banyak bagi sesama, terutama yang  terkena bencana.  Bang Gaw, seorang relawan senior, pernah bilang "kita memang sudah berbuat baik, tetapi masih banyak hal baik yang belum kita perbuat".

 

Aksi Kerelawanan
 

Di sisi lain, bencana memberi kesempatan pada manusia untuk menabung pahala dan energi kebaikan sebanyak mungkin.  Penanganan bencana bukanlah proses sekali jadi namun perlu banyak tahapan seperti emergency, recovery dan sebagainya.  Banyak diantara para relawan adalah orang-orang yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Mereka tentu tidak bisa bersedekah sebanyak orang-orang kantoran atau pengusaha kaya berpenghasilan besar.  Mereka pun tidak punya ilmu agama yang cukup untuk berdakwah di mimbar-mimbar.  Ibadah harian mereka pun mungkin sangat terbatas, sekedar bisa menggugurkan ritual-ritual yang wajib saja sudah bagus.  Mereka mungkin hanya punya kekuatan fisik untuk mengevakusi korban ataupun membantu mengangkat barang-barang di posko atau pengungsian.  Bisa jadi, kesempatan mereka untuk mengumpulkan sebanyak mungkin kebaikan ada di dalam lokasi-lokasi bencana.  Setiap kali manusia berbuat kebaikan, maka kebaikan itu akan terseimpan dalam bentuk energi positif. Apabila perbuatan yang dilakukan sebaliknya, maka dia pun akan tersimpan dalam bentuk energi negatif.  Kedua macam energi itu bisa mencair dan kembali pada pemiliknya.  Energi positif dalam bentuk 4TA (harta, tahta, kata dan cinta) dan energi negatif dalam bentuk bencana dan kemalangan.

 

Terkadang ada yang membanding-bandingkan antara mereka yang terjun langsung ke lokasi bencana dengan yang hanya menyumbang dana, bahan pangan atau barang-barang.  Mereka beranggapan bahwa yang terjun ke lokasi bencana amal sholehnya lebih besar daripada yang sekedar menyumbang donasi.  Sesungguhnya, kita tidaklah mampu mengukur pahala orang lain.  Yang terbaik adalah mengetahui apa yang kita dapat lakukan dan melakukannya, walau dalam pandangan manusia tidaklah besar.  Bantuan sekecil apapun sangat berarti dalam kondisi seperti sekarang ini.  Namun penghargaan atas sekecil apapun kebaikan bukan alasan untuk hanya menyumbang lebih sedikit daripada yang kita mampu.

 

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An Nahl:97)

 

Sesungguhnya, apapun yang kita lakukan dan sumbangkan kepada para korban bencana alam tersebut adalah tindakan kerelawanan.  Kerelawanan seharusnya menjadi bagian penting dari gaya hidup kita.  Dari depan komputer kita yang tersambung ke jaringan internet saja sudah tak terhitung banyaknya aksi kerelawanan yang bisa kita lakukan.  Sekedar memberi tahu teman-teman kita mana komunitas, lembaga dan yayasan terpercaya yang bisa menyalurkan bantuan kita pun merupakan aksi kerelawanan.  Di kota-kota besar, banyak sekali orang yang sudah tergerak hatinya untuk peduli pada sesama, namun belum tahu kemana harus menyalurkan bantuan.  Mari kita bantu mereka dan sesungguhnya perbandingan yang paling akurat hanya ada pada pada Allah SWT yang Maha Mengetahui .   "A laisallahu bi ahkamil haakimiin" Bukankah Allah seadil-adilnya hakim? (Qs. At Thiin 8)

 

"Relawan yang baik adalah yang tahu persis apa yang akan dan bisa dikerjakannya. Ketika berada di lokasi bencana ia tidak bingung dan tidak banyak bertanya apa yang mesti dikerjakan, ia bisa melihat kemampuannya sendiri dan menempatkan dirinya secara tepat sesuai kemampuannya itu. Dalam hal ini termasuk para dermawan yang secara ikhlas dan sadar diri tidak terjun langsung ke lokasi bencana lantaran khawatir justru merepotkan tim yang tengah bekerja." Kutipan dari tulisan Bayu Gawtama itu menyadarkan kita bahwa tidaklah terlalu penting di posisi mana kita berada. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana tanggung jawab dan peranan kita dalam posisi tersebut.  Biarpun kita berada jauh dari lokasi bencana namun apabila kita terus bekerja dan menyumbangkan segala yang kita mampu dan punya, maka sesungguhnya kita pun bagian dari para relawan itu.  Semoga Allah SWT yang Maha mengetahui lagi Maha Menilai diri kita membalas dengan balasan yang terbaik dunia dan akhirat. Amiin

 

--------------------------------

 

Kehidupan sering berlaku

dengan cara yang sulit kita mengerti

maksudnya.

 

Tetapi, jika hati kita ikhlas,...

kita akan melihatnya sebagai

CARA TUHAN MENUNTUN KITA

MENUJU JALAN YANG LURUS,

jalan yang diberkati nikmatnya kedamaian

dan kesejahteraan,

dan nikmatnya kewenangan

memimpin kehidupan yang bernilai.

 

Karena ini semua

adalah atas kehendak Tuhan,

marilah kita berlaku lebih patuh.


Mario Teguh

untuk teman-teman yang ingin belajar menjadi seorang Relawan, silahkan menuju album yang satu ini

Selasa, 18 Agustus 2009

INSPIRASI BLOG

http://motivation.byethost9.com/
Selamat datang di Inspirasi Blog, sebuah blog motivasi dan inspirasi yang berisi berbagai cerita berhikmah serta artikel pengembangan diri dari berbagai trainer dan motivator yang sudah ahli di bidangnya. Semoga blog ini dapat bermanfaat untuk menjadikan kita semua menjadi lebih baik. Masukan baik berupa komentar, kritik, dan saran konstruktif kami nantikan agar senantiasa kami menjadi lebih baik.--Inspirasi Blog Administrator

Kamis, 14 Agustus 2008

[TRANSKRIP] Ready to Change, belajar dari Pengrajin Kuningan dan Emas


Ready to change

Kisah Pengrajin emas dan pengrajin kuningan

mp, kuningan

Pada zaman dahulu kala, hiduplah dua orang sahabat yang berprofesi sebagai pembuat barang-barang kerajinan dari kuningan dan emas.  Mereka berdua biasa menjual barang-barang hasil kerajinan mereka pada Hari Pasar, yang berlangsung pada saat-saat tertentu di negeri mereka.  Bahkan, acara hari pasar kali ini adalah acara yang sangat istimewa karena para tamu agung dari negeri tetangga juga akan datang berkunjung dan membeli barang-barang.
 
Pada suatu hari, saat semua orang sedang sibuk mempersiapkan barang-barang yang akan dijual pada hari Pasar, perajin kuningan bertemu dengan perajin emas.  Dia melihat barang-barang hasil karya si pengrajin emas begitu kasar dan tidak rapih.  Ukirannya kasar dan warnanya kusam.  Pengrajin kuningan bertanya kepada pengrajin emas, "Mengapa engkau tidak membuatnya dengan lebih teliti dan lebih baik agar bentuknya lebih indah dan menawan hati?"

Penjual emas menjawab dengan membanggakan diri "Aku tidak khawatir daganganku tidak laku, walaupun kusam dan kurang bagus pembuatannya, semua orang tahu bahwa barang2 ini terbuat dari emas.  Nilai emas lebih tinggi daripada kuningan".

Hari pasar yang ditunggu pun akhirnya tiba.  semua orang mengerumuni barang dagangan sang pengrajin kuningan.  Mereka terpesona oleh indahnya barang-barang sang pengrajin kuningan, ukirannya yang halus, warnanya yang cemerlang, dan keunggulan-keunggulan lainnya.  Tidak ada orang yang melirik dagangan sang pengrajin emas, sebab baru melihat selintas saja para calon pembeli itu sudah kehilangan minat.  Warna yang kusam dan ukiran yang kasar menyebabkan barang barang sang pengrajin emas tidak laku walaupun bagang-barang itu terbuat dari emas yang berkualitas tinggi.

Inti dari cerita di atas adalah seringkali orang berpikir bahwa keadaan yang sudah nyaman dan enak sudah tidak lagi memerlukan perubahan dan perjuangan.  Padahal hidup itu sendiri adalah perjuangan dan perubahan.  Semua makhluk yang hidup harus berjuang dan berubah seiring waktu.  lebih baik dari ke hari sudah terpaku pada "emas" (kekayaan warisan, kepandaian dll) sudah pasti disukai orang tidak perlu mengadakan perubahan-perubahan positif agar "emas" tersebut menjadi lebih baik.  keadaan tersebut sudah menjadi zona nyaman bagi dia.
 
Apabila kita merasa bahwa kita tidak menjadi lebih baik dari hari ke hari, tidak juga mengalami peingkatan karir atau keahlian, maka kita harus siap berubah.  Bukan cuma mengubah profesi atau pekerjaan, tetapi yang lebih penting  sikap mental kita harus jadi lebih positif dan lebih kuat.  Sehingga, apapun tantangan zaman, kita  bisa lalui dengan lebih baik.  Termasuk pula meraih lebih banyak hikmah dari pengalaman hidup kita.

Jika kita tidak ingin tertinggal dgn banyak orang yang sudah melakukan lompatan2 besar dalam kehidupan mereka, maka inilah yang harus kita lakukana:

Pertama Pancangkan tekad yang kuat: Tekad kuat ini akan menjadi daya dorong yang sangat kuat agar kita tidak lengah dari rutinitas.

KeduaKobarkan Motivasi:

Minimal ada 4 hal yang bisa mengubah mental dan membangkitkan motivasi:
  1. didasari rasa takut mandapat hukuman, takut dikucilkan, takut tidak dapat penghasilan dan sebagainya.  Ini adalah motvasi yang paling buruk.  Hal ini membuat orang melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa, tidak profesional dan asal-asalan, asal bisa menggugurkan kewajiban.
       
  2. didasari reward/penghargaan, keuntungan yang bisa diraih keinginan mendapat keuntungan: harta banyak, uang banyak, sahabat, penghargaan dll

  3. didasari kebutuhan, yaitu tujuan untuk mendapatkan hal-hal yang memang kita butuhkan, baik psikologis maupun fisik

  4. didasari rasa cinta.  Apabila motivasi timbul didasari rasa cinta, maka akan timbul kekuatan yang luar biasa, melebihi ketiga motivasi lainnya. 

Kita perlu memohon kepada Alloh SWT agar dianugerahi cinta kepadaNya dan kepada Rasul-Nya.  Pada akhirnya cinta itu akan menimbulkan rasa syukur.  Rasa syukur itu akan menimbulkan cinta pada diri kita sendiri, sebagai makhluk ciptaanNya yang memiliki keunggulan dan kelebihan, bukan hanya kekurangan dan kelemahan.  Cinta inilah yang akan  membuat kita cinta pada keunggulan-keunggulan terhadap kita apa adanya, sehingga kita akan merasa nyaman dengan diri kita sendiri.  Selanjutnya kita akan bisa menimbulkan rasa cinta pada keluarga dan para sahabat kita.

Ketika kita mencintai diri kita sendiri, kita akan memiliki kebanggaan pada diri sendiri.  Kita akan mempu memfokuskan diri pada kelebihan/keunggulan diri.  Dengan demikian, nantinya timbul motivasi untuk jadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Namun, apabila kita fokus pada kekurangan dan kelemahan kita, sulit bagi kita untuk menumbuhkan rasa cinta pada diri sendiri dan orang lain, termasuk keluarga dan teman-teman kita.

Sangat disayangkan banyak sekali orang yang tidak bangga pada dirinya sendiri, pendidikan, fisik, kelurga, keturunan dll
Padahal, sebagaimana barang=barang hasil kerajinan sang penjual kuningan di atas, banyak orang yang kelihatannya miskin dan lemah sesungguhnya memiliki potensi untuk berubah dan menjadi orang-orang yang produktif dan sukses. 

Oleh karena itu, siapkan diri untuk berubah dan kuatkan tekad kita semua bahwa Kita Semua Harus Berubah!!

Narasumber: Mbak Niek - Institut Kemandirian

Semoga bermanfaat, acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis.  Alamat Institut Kemandirian:Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823