Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2012

Ketika Hubungan terlanjur Retak

Interaksi antar manusia biasanya memang lebih diwarnai emosi daripada logika. Kekuatan "rasa" terkadang lebih dalam dan dominan daripada kekuatan pikiran. Sehingga, interaksi antar manusia tidak selalu dirasakan nyaman oleh kedua belah pihak, bahkan seringkali keadaan menjadi tegang, melelahkan dan menyakitkan.

Banyak sekali penyebab kerusakan hubungan yang semuanya membuat orang tidak nyaman secara emosional. Janji yang tidak ditepati, amanah yang tidak ditunaikan atau kurang sempurna, keputusan yang diambil mendadak dan lain sebagainya. Apapun yang membuat orang merasa tidak nyaman secara emosional berpotensi merusak hubungan.

Dengan rentannya sebuah hubungan menjadi rusak, maka apakah yang harus dilakukan seseorang apabila hubungannya dengan orang tertentu, seperti pasangan hidup (suami/istri), anak, orang tua, rekan kerja dan lain sebagainya? Apakah cukup hanya dengan meminta maaf? terkadang iya, namun seringkali tidak. Perasaan yang terluka dan ego yang mendominasi seringkali menghalangi orang untuk memperbaiki suatu hubungan.

Jarang kita menyadari betapa rapuhnya emosi itu. Betapa rentannya emosi menjadi liar tak terkendali bagai api yang melahap hutan atau perumahan atau malah membeku bagai padang es yang dingin menggigit.

Note: Berhubung MP mau ditutup ya nulisnya singkat2 ajah

Rabu, 11 Juli 2012

Berjiwa Besar dalam Komunikasi

"We cannot not to communicate" demikian kata Paul Watzlawick, seorang psikolog dan filosof Austria - Amerika.  Komunikasi memang suatu hal yang kita lakukan sehari-hari, baik pada diri kita sendiri, orang lain maupun lingkungan kita.  Saking seringnya, kita sampai tidak menaydari komunikasi yang kita lakukan.  Sehingga, denagn mudah kita menyakiti orang lain atua diri sendiri.  Komunikasi mencakup komunikator atau pengirim pesan, komunikan atau penerima pesan dan media yang digunakan untuk komunikasi itu sendiri.  Terkadang, ada hambatan dalam proses komunikasi tersebut.  Hambatan tersebut bisa berasal dari pihak penyampai, media atau penerima pesan. Hambatan-hambatan komunikasi yang tidak teratasi seringkali menimbulkan konflik, ketidakpercayaan bahkan sampai permusuhan dan dendam.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dewasa ini ternyata tidak diimbangi dengan kebesaran jiwa dan keyakinan diri para pemakainya dalam berkomunikasi. Dalam banyak forum di internet, kita bisa temukan caci maki dan kata-kata kasar yang dilontarkan para penggunanya. Masing masing pihak ingin mempertahankan egonya dan berusaha menjatuhkan dan mematahkan argumentasi lawan diskusinya dengan segala cara tanpa peduli moral dan etika. Yang penting ego saya terpuaskan, demikian yang ada dalam hati dan pikiran mereka. Dalam kehidupan nyata, sering kita saksikan orang-orang yang lebih suka main ancam, main peras dan main sikut kiri-sikut kanan daripada berkomunikasi dengan efektif penuh kesabaran dan kasih sayang.

Lalu, apakah yang membuat seseorang mampu berkomunikasi dengan efektif? Apakah diperlukan keterampilan dan bakat tertentu agar komunikasi dengan efektif?. Ada memang yang berpendapat seperti itu, namun sejatinya komunikasi adalah masalah kebesaran jiwa dan keyakinan diri seseorang. Stephen Covey, penulis buku laris The 7 Habits of Highly Effective People, mengatakan bahwa jiwa yang besar adalah jiwa yang independent atau mandiri. Ketika 2 orang berjiwa besar bertemu, maka timbul hubungan atau relationship yang interdependent atau saling bergantung. Komunikasi dua atau lebih orang-orang yagn berjiwa besar akan menghasilkan transformasi emosional yang menghasilkan sinergi yang lebih besar daripada energi masing-masing orang. Sebaliknya, komunikasi yang dilakukan orang-orang berjiwa kerdil hanya akan menghasilkan pemerasan emosional yang akan melelahkan pihak pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut, baik secara fisik, mental dan emosional. Mereka yang terlibat komunikasi seperti itu bagaikan berjalan di ladang ranjau di mana sedikit kesalahan bisa mengakibatkan ledakan yang besar. Pada akhirnya, komunikasi yang tidak efektif akan menyebabkan timbulnya lingkaran setan sebagai berikut: Komunikasi yang tidak efektif dapat menyebabkan pemahaman yang salah. Pemahaman yang salah akan menyebabkan persepsi tidak akurat. Persepsi tidak akurat akan menyebabkan prasangka buruk. Prasangka buruk akan menyebabkan Ketidak percayaan, ketidakpercayaan menyebabkan permusuhan dan permusuhan akan membuat komunikasi tidak efektif.

Komunikasi bukanlah hal yang sepele atau mudah. Stephen Covey, penulis buku laris Tujuh Kebiasaan manusia yang sangat efektif, menyayangkan betapa sedikitnya kita berlatih dan belajar mendengarkan dan memahami. Sehingga, komunikasi kita hanyalah komunikasi yang dangkal dan ala kadarnya saja. Kebutuhan emosional kita untuk dipahami, didengarkan dan dihargai jarang bisa terpenuhi. Padahal, masih menurut Covey, kebutuhan itu bagi jiwa manusia adlah bagaikan oksigen bagi tubuhnya. Tidak mengherankan apabila zaman sekarnag ini manusia begitu mudah curiga, emosi dan marah kepada sesamanya. Jiwa-jiwa yang kering kerontang secara emosi akan mudah tersulut kemarahan bagaikan rumput kering yang sudah terbakar matahari. Hanya orang-orang yang benar-benar berjiwa besarlah yang masih mampu menjalin komunikasi dalam keadaan seperti itu.


Rabu, 06 Juni 2012

Tips Mengelola Ego

Indahnya hidup bukan dinilai dari berapa banyak orang mengenal kita. Tapi berapa banyak orang bahagia karena telah mengenal kita. Semoga Allah SWT menjadikan kita cahaya dimanapun kita berada.

Bayu Gawtama

Mengelola ego memang tidak mudah, karena itulah ego yang terkendali akan memberikan pada kita banyak kemudahan.  Ego adalah suatu mekanisme psikologis manusia. Ego berfungsi melindungi manusia dari segala hal yang mengancamnya secara psikologis seperti pelecehan, hinaan dan caci maki. Namun terkadang ego menjadi sedemikian liar sehingga sulit untuk dikendalikan. Orang yang egonya terlalu besar akan mudah menjadi orang yang sombong dan takabur, apalagi jika wawasannya sempit dan terbatas. Kebaikan-kebaikan seperti memaafkan, memberi dan berkorban untuk sesama sangat sulit diharapkan dari orang seperti ini.

Tips mengelola ego

1. Sungguh sungguh bertaubat, atau dalam terminologi akidah Islam, taubatan nasuha serta menyucikan diri, banyak berzikir dan istighfar.  "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al Baqarah: 222). Tentang tuntunan taubat dapat dibaca di tulisan yang ini.

2. Secara jujur berkontemplasi dan merenungkan perjalanan hidup kita selama ini. Kita perlu berusaha menemukan pola-pola mental yang membuat kita sulit mengendalikan egoisme pribadi kita. Jika tidak mampu menemukannya sendiri, kita bisa berkonsultasi pada mereka yang ahli di bidang penanganan kejiwaan.

3. Membaca kisah-kisah para nabi, sahabat-sahabat mereka dan orang-orang besar yang pernah mempengaruhi banyak orang dan bahkan mengubah dunia. Kebesaran mereka akan mengecilkan ego kita hingga lebih mudah dikendalikan. Kita juga bisa membaca sejarah kebangkitan dan keruntuhan berbagai bangsa dan peradaban. Akan terlihat bahwa banyak bangsa-bangsa yang jatuh ke dalam jurang kehancuran sesudah mereka memperturutkan egonya melebihi batas kewajaran. Ego berlebihan membuat mereka terjebak dalam pola hidup hedonis materialistik penuh kesombongan.

4. Mempraktekkan pola hidup zuhud. Ibnu Abi Ad-Dunia, seorang tabiin, pernah mengatakan "Umat terdahulu selamat (jaya) karena teguhnya keyakinan dan zuhud. Dan umat terakhir kelak akan binasa karena kekikiran (harta dan jiwa) dan cita-cita kosong." Zuhud bukanlah sepenuhnya menolak dunia, namun menjadikan dunia hanya dalam genggaman tangan dan bukan di dalam hati.   

5. Mempelajari ilmu syariah dengan sungguh-sungguh, minimal untuk kebutuhan ibadah sehari-hari.  "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.(QS. Al-Baqarah : 208). Mustahil kita bisa masuk Islam secara kaafah jika kita enggan belajar ilmu-ilmu syariah.

6. Melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial untuk mengasah kepedulian dan mendidik diri berkorban untuk orang lain. Salah satu sebab ego jadi tidak terkendali adalah karena kurang merasakan penderitaan orang lain. Di luar sana, masih banyak yang lebih susah hidupnya daripada kita.  Mereka harus tidur di emperan toko atau di pinggiran jalan, makan dari apa yang mereka temukan dan hidup tidak menentu arahnya.

7. Mengingat kematian dan segala kejadian sesudahnya. Kematian mengungkapkan betapa lemahnya seorang manusia. Kesadaran akan lemahnya diri kita membuat ego kita lebih bisa dikendalikan.

Semoga bermanfaat


Banyak cara untuk menginspirasi banyak orang baik secara langsung atau tidak langsung.  Salah satu cara mudah untuk menginspirasi orang lain berbagi adalah dengan mengenakan kaos yang berisi tulisan atau citra insiparatif seperi Kaos Sedekah. Kaos ini berisi kata-kata motivasi untuk bersedekah dan berbagi pada sesama dengan cara yang halus dan tidak menggurui. Baik juga untuk hadiah atau souvenir bagi yang dicintai dan dikasihi.  Kaos ini dapat diperoleh di situs distromuslim dot net.

Senin, 04 Juni 2012

Vibrasi Energi Kebahagiaan

Half a century ago, the Austrian psychiatrist Viktor Frankl wrote that happiness cannot be attained by wanting to be happy - it must come as the unintended consequence of working for a goal greater than oneself.

Mihaly Csikszentmihalyi

Teori Quantum Touch mengatakan bahwa jika ada energy berbeda vibrasi didekatkan satu sama lain, maka keduanya akan saling menyelaraskan.  Bisa energy yang tinggi vibrasinya menjadi rendah atau sebaliknya atau keduanya bertemu di tengah-tengah.  Meminjam teori tersebut, orang yang ingin menggapai bahagia harus menyelaraskan seluruh kehidupannya dengan vibrasi energi kebahagiaan tersebut.  Kebahagiaan atau keadaan bahagia memiliki vibrasi energi yang sangat tinggi.  Sehingga, jika seseorang ingin menggapainya, dialah yang harus menyelaraskan diri.  Agar dapat melakukan penyelarasan energi tersebut, seseorang harus lebih banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan bervibrasi energi tinggi. Kegiatan-kegiatan tersebut banyak macamnya namun biasanya memiliki ciri-ciri tertentu.  Martin Seligman, penggagas Psikologi Positif, dan rekannya, Mihaly Csikszentmihalyi, mengatakan bahwa orang akan bahagia jika dia berada dalam keadaan Flow.  Yaitu suatu keadaan saat tantangan yang dihadapi dan kemampuan yang dimiliki seseorang seimbang tingkatannya. Orang itu tidak merasa khawatir atau cemas namun juga tidak merasa bosan. Seakan kedua ahli psikologi itu membenarkan secara tidak langsung pendapat Imam Syafii yang mengatakan bahwa air jika diam akan rusak. Demikian pula manusia, yang tidak bergerak akan lemah dan turun tingkat vibrasi energinya. Kegiatan-kegiatan positif seperti olah raga, berbagi pada sesama, beribadah adalah diantara kegiatan-kegiatan yang meningkatkan vibrasi energi tubuh manusia. Sehingga, dengan memperbanyak kegiatan seperti itu, maka kondisi Flow akan tercapai dan kebahagiaan pun akan datang menghampiri.

Dengan kata lain, kegiatan-kegiatan bervibrasi energi rendah banyak yang termasuk perbuatan maksiat dan dosa baik kecil apalagi besar. Minimal kegiatan itu termasuk perbuatan yang sia-sia dan tidak banyak atau bahkan tidak ada manfaatnya baik di dunia maupun di akhirat. Kegiatan bervibrasi energi rendah juga termasuk kegiatan yang berlebihan seperti makan berlebihan, main berlebihan, tidur berlebihan, jalan-jalan berlebihan dan sebagainya. Kegiatan yang kurang dari semestinya juga termasuk seperti kurang tidur, kurang makan dan sebagainya, termasuk kurang ajar. Keempat ciri kegiatan bervibrasi rendah itu memang bisa dibedakan namun biasanya saling melekat satu sama lain. Orang yang melakukan dosa biasanya juga suka melakukan hal sia-sia dan berlebihan. Kegiatan - kegiatan itu hanya akan menguras dan merusak vibrasi energi hingga seseorang terhalang untuk menggapai kebahagiaan. Seperti pesawat yang seharusnya tinggal landas  tapi ternyata sudah kehabisan bahan bakar. Baru saja pesawat itu terbang beberapa meter di atas tanah, dia sudah jatuh kembali ke landasan hingga gagal terbang dan rusak serta terpaksa menjalani perbaikan. Begitulah manusia yang sebenarnya punya keinginan memperbaiki diri dan meraih bahagia, namun masih suka berdosa, maksiat dan sia-sia. Karena dia enggan mengendalikan egonya dan mengekang hawa nafsunya, orang itu terus menerus jatuh ke dalam dosa dan kemaksiatan. Banyak yang bilang orang yang taubatnya seperti ini adalah seperti orang yang makan pakai sambal. Sudah merasa kepedasan pas makan lagi malah mencari sambal.

Tujuan utama orang-orang yang bahagia dengan sebenarnya adalah sumber segala kebahagiaan di dunia dan akhirat yaitu Allah SWT. Kebahagiaan orang seperti itu adalah membagikan kebahagiaan sebanyak mungkin kepada sesama makhluk. Orang yang telah menggapai tingkat energi kebahagiaan akan mudah menarik beragam kebaikan, keberuntungan dan rezeki. Namun demikian, bagi orang yang benar-benar bahagia, menjadi "Money Magnet" atau "Magnit Rezeki" bukanlah tujuan utamanya. Dia justru jauh lebih bahagia menjadi seorang "Makelar Rezeki" daripada menjadi "Magnit Rezeki". Dia lebih bahagia menjadi seorang praktisi "Law of Distribution" daripada menjadi seorang praktisi "Law of Attraction". Baginya, "The Secret" sesungguhnya adalah "Memberikan" dan "Melepaskan" bukan "Membayangkan" atau "Memvisualisasikan". Dia akan sangat hati-hati dengan segala permintaan dan impiannya, karena dia tahu dibalik setiap "Lampu Aladin" yang memiliki instruksi "Your Wishes are My Commands" ada small prints yang berbunyi "Be Careful What You Wish For". Hingga pada akhirnya, Allah SWT berkenan memasukkan kebahagiaan ke dalam hatinya.    

Semoga bermanfaat

Related posts: 12 Rahasia Kebahagiaan

dipersembahkan oleh Distromuslim dot net

Banyak cara untuk menginspirasi banyak orang baik secara langsung atau tidak langsung.  Salah satu cara mudah untuk menginspirasi orang lain berbagi adalah dengan mengenakan kaos yang berisi tulisan atau citra insiparatif seperi Kaos Sedekah. Kaos ini berisi kata-kata motivasi untuk bersedekah dan berbagi pada sesama dengan cara yang halus dan tidak menggurui. Baik juga untuk hadiah atau souvenir bagi yang dicintai dan dikasihi.  Kaos ini dapat diperoleh di situs distromuslim dot net.

[Copas] 12 Rahasia Kebahagiaan

1. Rahasia kebahagiaan adalah MEMUSATKAN PERHATIAN PADA KEBAIKAN DALAM DIRI ORANG LAIN. Sebab hidup bagaikan lukisan, untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, perhatikan di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.

2. Rahasia kebahagiaan adalah TIDAK MENGHINDARI KESULITAN.

Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.

3. Rahasia kebahagiaan adalah MELAKUKAN SEGALA SESUATU BAGI ORANG LAIN.
Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.

4. Rahasia kebahagiaan adalah belajar DARI ORANG LAIN, DAN BUKAN MENCOBA MENGAJARI MEREKA.
Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda. Mengapa bebek disebut "bodoh"? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.

5. Rahasia kebahagiaan adalah KEBAIKAN HATI

memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.

6.Rahasia kebahagiaan adalah TERTAWA BERSAMA ORANG LAIN, SEBAGAI SAHABAT, DAN BUKAN MENERTAWAKAN MEREKA, SEBAGAI HAKIM.

7.Rahasia kebahagiaan adalah TIDAK SOMBONG.Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.

8.Kebahagiaan datang kepada MEREKA YANG MEMBERIKAN CINTANYA SECARA BEBAS, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.
Sebab kebahagiaan berarti MENERIMA APAPUN YANG DATANG, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam diriku".

9.Kebahagiaan berarti MEMBUAT ORANG LAIN BAHAGIA.
Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.

10.Kebahagiaan berasal dari MENERIMA ORANG LAIN SEBAGAIMANA ADANYA
Nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?

11.Rahasia kebahagiaan adalah MENJAGA AGAR HATI ANDA TERBUKA BAGI ORANG LAIN, DAN BAGI PENGALAMAN-PENGALAMAN HIDUP.
Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.

12. Rahasia kebahagiaan adalah MEMAHAMI BAHWA PERSAHABATAN JAUH LEBIH BERHARGA DARIPADA BARANG. Lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara yang tidak prinsipiil. Mari kita merenungkan setiap rahasia-rahasia di atas, membacanya lagi dan lagi dengan hati terbuka, mencoba merasakan bahwa kita juga bisa melakukannya.
~sumber milist dengan editing tanpa mengubah makna.

sumber: FB Pak Irfan Hidayat

Semoga bermanfaat

 

Senin, 26 Maret 2012

Kisah Pemburu Emas

http://wasathon.com/kisah_inspirasi/read/kisah_pemburu_emas/
ketika semua solusi seakan buntu, semoga kisah motivasi inspiratif berikut ini bermanfaat untuk kita semua, selamat membaca

Rabu, 01 Februari 2012

[Renungan] DEEP FREEZE

Mungkin banyak dari orang-orang yang suka ke warnet tahu program yang satu ini.  Biasanya, program ini selalu terinstal di komputer-komputer warnet. Program bernama Deep Freeze ini digunakan untuk melindungi komputer warnet dari instalasi program yang tidak diinginkan.  Jika program ini masih aktif, user tidak akan dapat menginstal program apapun.  Walaupun sudah diinstal, begitu komputer di-restart atau dimatikan, setelah dinyalakan lagi maka akan kembali ke setting awal.  Seakan-akan tidak ada program baru yang diinstal di komputer tersebut.  File-file yang di-download, jika tidak dimasukkan ke drive yang tidak terpengaruh program ini, akan hilang jika komputer di-restart atau dimatikan.  JIka ada program yang harus diinstal seperti update dan patch game online atau program lain, maka operator warnet harus melakukan langkah-langkah tertentu untuk mendeaktifasi program Deep Freeze ini.  Barulah program tersebut dapat diinstal dan dipergunakan sebagaimana mestinya.  

Namun, ternyata program seperti ini tidak hanya ada di komputer.  Pada diri manusia, yang merupakan komputer tercanggih yang pernah ada, program ini sudah terinstal sejak lahir.  Bedanya, jika program Deep Freeze pada komputer cenderung pukul rata, Deep Freeze pada manusia cenderung selektif.  Bisa saja seseorang menjadi hangat dan akrab pada teman-temannya namun bersikap dingin dan beku pada oarng tertentu.  Seperti komputer warnet yang dilindungi program Deep Freeze, seperti itulah kondisi orang yang enggan memaafkan orang lain. Apapun yang dikatakan, dilakukan dan diberikan oleh orang yang dikurung dalam Deep Freeze psikologis orang itu tidak akan memberi pengaruh apapun.  Sungguh sangat disayangkan apabila ada persahabatan dan hubungan keluarga yagn sampai terblokir oleh program Deep Freeze psikologis itu.  

Memang, manusia adalah tempat salah dan dosa.  Sebaik-baik mereka yang bersalah dan berdosa adalah mereka yang bertaubat dan berusaha memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.  Namun, terkadang, suatu kesalahan disikapi eengan tidak proporsional.  Orang yang bersalah seakan ditempatkan dalam es sepert tokoh Kay dalam cerita dongeng Ratu Salju karangan Hans Christian Andersen atau tokoh Han Solo dalam Star Wars: Return of the Jedy.  Kay ditempatkan dalam istana Ratu Salju yang dingin membeku dan Han Solo ditempakan dalam peti es carbonite  oleh Jabba The Hutt sang gangster kejam yang bermarkas di Planet Tatooine.  Orang -orang yang ditempatkan dalam "peti es khayalan" itu tidak dapat lagi berkomunikasi dengan efektif dengan orang yang mengurungnya.  Persis komputer yang terproteksi program Deep Freeze, walaupun sudah diinstal program tertentu, ketika di-restart dia akan kembali ke setting-an awal.  Seakan-akan tidak pernah terinstall program apapun kecuali yang memang sudah ada.  

Pribadi yang shalih/salihah adalah yang dapat mengelola emosi menjadi sebuah potensi yang membangun dan bukan merusak, merekatkan dan bukan meretakkan, mengokohkan dan bukan merobohkan serta mudah memberikan toleransi atau maaf pada orang lain. Sifat ini merupakan salah satu kunci kebahagiaan, kebaikan dan kelestarian rumah tangga. Allah berfirman: “dan orang-orang yang menahan amarah (emosi)nya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran:134).  Sehingga, bercermin dari pernyataan di atas, pribadi salih/salihah adalah pribadi yang bisa mengendalikan Deep Freeze psikologis yang ada dalam dirinya.  Dia bisa membuka diri pada hal-hal yang baik, termasuk memberi maaf kepada mereka yang bersalah padanya namun dia juga bisa waspada dan jika perlu memblokir hal-hal yang tidak bermanfaat atau yang berbahaya bagi jiwa dan agamanya.  

Semoga bermanfaat

Gambar minjem dari situs ini

Senin, 13 Juni 2011

[School of Life] Forgiving not Forgetting

Ahad kemarin, saya mengikuti kembali forum School of Life, suatu forum tempat semua peserta berbagi dan saling mengajari serta saling belajar dari sesamanya.  Forum School of LIfe adalah salah satu implementasi prinsip "Jika semua tempat adalah sekolah, maka semua tempat adalah guru".  Dalam forum-forumnya, SOL tidak mengenal pelatih atau pembicara tententu.  Semua peserta adalah pembicara dan semua pembicara adalah peserta.  

Salah satu peserta pernah bekerja sama dengan seorang teman untuk sesi pemotretan sebuah sekolah.  Namun, teman ini sepertinya kurang menjaga amanah jadi proyek sering tertunda pembayarannya.  Uang pembayaran baru diberikan sesudah ada proyek baru.  Peserta tersebut mengatakan bahwa dia coba melupakan dulu peristiwanya, padahal dia belum memaafkan orang tersebut.  Namun, entah kenapa setiap kali ada proyek pemotretan di sekolah, yagn teringat adalah temannya sehingga dia merasa pusing.  ternyata teman yang satu ini sudah banyak terlibat kasus penipuan dalam berbagai proyek.  Dia terpaksa menahan foto-foto yagn sudah dia buat karena belum menerima fee atas foto-foto Yang membuat si peserta merasa kecewa karena dia sudah melindungi si teman agar terjaga nama baiknya. Namun, si teman ini sepertinya tidak terlalu peduli.  Bahkan, dia pernah dikomplain sama sebuah sekolah karena foto-fotonya belum diberikan.  Dia juga sempat menjelaskan pada pihak sekolah atas kejadian dengan si teman tersebut.   Akhirnya, setelah berlalunya waktu, si peserta bisa memaafkan si teman namun dia akan lebih berhati-hati dalam menerima kontrak.  Hikmahnya, si peserta juga mendapat menerima kontrak proyek pemotretan dari sekolah yang semapt dia tahan foto2nya.  Dia juga menceritakan bahwa seorang temannya terlibat sebuah proyek dengan teman yagn lain.  Dia mengingatkan temannya untuk membuat kontrak yang jelas, namun si teman dgn naif mempercayai temannya.  Sudah kenal lama, begitu alasan sang teman. Akhirnya, walau pada awlanya lancar, namun pada bulan2 selanjutnya mulai tersendat.  

Seorang peserta yang lain juga menceritakan kisahnya.  Dia memendam perasaan yang dalam pada teman sesama komunitas yang dia tergabung di dalamnya.  Namun, teman yang sangat dicintainya ini menolaknya dan malah memusuhinya. Dia tidak habis pikir kenapa sampai dimusuhi dan merasa frustasi.  Sudah dicoba untuk minta maaf dan menjalin silaturahim kembali walaupun hanya sbagai teman namun tidak membuahkan hasil.  Dia pun merasa kaget saat mengetahui curhat orang itu yang terluapkan di sebuah blog di internet.  Saat membaca blog itu, dia ada di luar kota, di rumah saudaranya sehingga dia sempat tidak mau pulang ke Jakarta, mau menumpang saja di rumah saudaranya tersebut.  

Suatu ketika, seorang teman memberitahukan si peserta tntang orang tersebut. Profil orang tersebut di sebuah situs jejaring sosial di-hack orang.  Profilnya diganti dengan hal-hal yagn tidak senonoh dan profil itu digunakan untuk komentar yang jelek-jelek.  Terpaksa akun jejaring sosial tersebut di-non aktifkan.  Peserta itu pun mengatakan bahwa apa yang dia rasakan kurang lebih sama dengan apa yang dirasakan orang itu saat dia dimusuhi.  Namun, si peserta tidak berani memastikan apakah itu merupakan "pembalasan" atas orang itu padanya atau tidak.  Si pserta pun memetik hikmah pada kemampuannya membuat tulisan-tulisan inspiratif.  Sekrang ini dia sedang menulis sebuah buku bersama seorang temannya, yang semoga saja segera diterbitkan.

Berbicara tentang jejaring sosial di internet, peserta lain pun menambahkan bahwa seroang  teman di sebuah jejaring sosial tidak lagi jadi temannya.  Saat bertemu, dia pun berkata "Koq saya tidak menemukan profil kamu di FB saya?".  Dia menggunakan bahasa positif dan santun, padahal bisa saja dia merasa reaktif dan langsung bertanya kenapa di-remove.

Peserta lain pun menceritakan bahwa dia sudah terbiasa interospeksi karena menghayati ayat 11 surat 64 dalam Al Quran yang berbunyi "Tidak ada suatu musibah yang menimpa seseorang, kecuali dengan izin Allah SWT, dan barang siapa beriman keapda Allah SWT, niscaya Allah akan memberi petunjuk pada hatinya.  Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."   .  Dia pernah difitnah menggelapkan uang belasan juta namun dia tetap tenang, dan akhirnya ketahuan siapa yang sesungguhnya menggelapkan uang itu. Dia juga cerita tentang seorang teman yang pernah dianiaya habis-habisan.  Bahkan pernah, maaf, hampir ditelanjangi di depan rekan-rekan kerjanya.  Namun, teman si peserta itu tetap bisa bersabar dan memaafkan.  

Ada juga yang sharing tentang masa kecilnya.  Dia pernah belum bisa memaafkan ayahnya selama sekitar 20 tahun.  Dahulu, saat masih kecil, hidupnya relatif berkecukupan.  Namun, sejak ayahnya meninggalkan dia dan menjual rumah mereka serta membawa hasil penjualan rumah tersbut, hidup keluarganya menjadi miskin.  Mereka terpaksa tinggal di rumah petak yang kecil serta hidup penuh kekurangan.  Yang mengangumkan baginya adalah yang pertama kali memaafkan sang ayah adalah kakaknya. Padahal si kakak inilah yang paling menderita karena seringkali menjadi sasaran kemarahan ayahnya.  Bahkan si kakak pernah ditendang sampai koma.  Kepada si peserta si kakak pernah berkata "Gw yang paling menderita karena bapak, tapi gw bisa maafin.  Kenapa lu enggak?".  Akhirnya, setelah bertahun-tahun si peserta pun bisa memaafkan ayahnya.  Dia berktata "Saya bisa menulis tentang kemiskinan karena peranh jadi orang miskin, saya prnah menulis tentang preman karnea pernah jadi preman, saya bisa menulis tentang anak jalanan karena pernah jadi anak jalanan". Tulisan-tulisan peserta yagn satu ini sudah dibukukan dalam beberapa buah buku yang penuh hikmah.   
 
Dalam forum tersbut, dibahas juga bebarapa mitos yang salah tentang memaaafkan.

Mitos Memaafkan antara lain:

1. Memaafkan = Lemah

Memaafkan justru merupakan tanda kekuatan, memaafkan adalah salah satu rahasia kekuatan dan kesuksesan para orang-orang besar, baik para nabi maupun para pemimpin besar.

2. Memaafkan = Menguak luka masa lalu
Memaafkan adalah menyembuhkan luka-luka yang lalu.  Termasuk juga mengambil hikmah apa yang diinginkan Allah SWT melalui peristiwa yang seringkali berat dan tidak menyenangkan.

3. Memaafkan = melupakan
Memaafkan adalah cara melepaskan beban masa lalu, walaupun peristiwa itu masih bisa diingat, namun tidak lagi membebani kehidupan kita.

4. Memaafkan = kalah
Dengan memaafkan kita tidak dikalahkan atau mengalahakn siapapun kecuali ego pribadi kita sendiri.  Dengan memaafkan kita semakin bisa mengenal diri sendiri dan menggali mutiara-mutiara hikmah yang ada dalam diri kita.

Demikian sharing dari acara forum School of Life

Semoga bermanfaat 

Jumat, 25 Maret 2011

[Healing] Emotional Freedom Technique

"The cause of all negative emotions is a disruption in the body’s energy system"

Gary Craig

EFT atau Emotional Freedom Technique adalah teknik yang ditemukan oleh Gary Craig yang merupakan penyempurnaan dan penyederhanaan teknik TFT yang digagas Roger Callahan.  EFT bekerja berdasarkan asumsi bahwa gangguan fisik dan emosi berasal dari gangguan pada sistem energi tubuh manusia.  Jika gangguan energi itu dapat diperbaiki dan aliran energi dilancarkan, maka sakit fisik dan masalah emosi dapat diringankan atau bahkan disembuhkan.  

Tubuh manusia terdiri dari materi dan energi yang saling berkaitan.  Energi kehidupan dalam tubuh manusia mengikat sel-sel agar membentuk tubuh yang sempurna dan sinergis ini seperti benang menjahit kain pada pakaian.  Dalam tubuh manusia, energi mengalir dalam saluran yang disebut meridian.  Meridian itu saling berkaitan dan membentuk sistem energi tubuh.  Gangguan emosi seperti trauma dapat menyebabkan gangguan pada sistem energi tersebut.   Aliran energi menjadi tidak lancar dan terhambat seperti saluran air yang dipenuhi sampah.  

Permasalahan fisik dan emosi seringkali bertingkat-tingkat.  Satu masalah biasanya memiliki akar emosional yang dalam dan berlapis-lapis.  Seseorang yang kecanduan rokok bisa dihilangkan rasa nikmat rokoknya dengan satu atau beberapa kali putaran EFT.  Namun, apabila masalah emosional yang menjadi akar kebiasaan buruk itu belum dituntaskan, maka orang itu bisa kembali merokok.  Demikian pula masalah-masalah fisik dan emosional lainnya.  Lebih lanjut tentang masalah kecanduan rokok, teman-teman sekalian bisa membaca jurnal yang satu ini.  

Seorang praktisi pernah menceritakan tentang seorang ibu yang jempolnya terus menerus terasa sakit. Berulang kali diterapi belum juga sembuh sehingga sang praktisi mencari sebab emosional dibalik sakit si ibu.  Ternyata, si ibu sempat bertemu mantan kekasihnya dan sempat saling bertukar SMS.  Sehingga, timbul rasa bersalah yang sangat dalam pada diri ibu itu.  Setelah diterapi agar menerima bahwa si mantan bukan miliknya lagi dan rasa bersalahnya dinetralisir, barulah jempol si ibu itu sembuh.  

Kesabaran untuk mendengarkan adalah modal utama seorang praktisi EFT.  Terkadang, sang praktisi harus mampu menangkap detil-detil tertentu yang dari suatu kejadian yang diceritakan agar dapat menyembuhkan trauma dengan efektif.  Suatu kejadian yang mungkin dianggap sepele bagi banyak orang mungkin merupakan kunci dari penyembuhan pengalaman traumatis seseorang.  Saat si penderita trauma mengalami intensitas emosi yang tinggi, saat itulah kesempatan untuk melakukan terapi.  Saat itulah, energi dari emosi terpendam mencoba mencari jalan keluar untuk dilepaskan. Bentuk pengeluraan energi itu bisa berbentuk sendawa, tangisan atau respon emosional yang lain.  Tidak perlu mendramatisir suasana, biarkan segalanya mengalir dengan wajar apa adanya.  

Teknik EFT/SEFT sendiri, secara lengkap, bisa dilihat di Blog yang satu ini

Bagi yang berminat mempelajari EFT dan teknik-teknik penyembuhan sejenis, dapat mencari di internet.  EFT adalah salah satu subjek paling populer di dunia maya ini

Beberapa situs EFT yang baik untuk dikunjungi antara lain

EFT Universe

TapIntoEFT

Logos Institute

EFT Indonesia

Manual PDF EFT dapat di-download di situs ini atau link yang ini

Semoga bermanfaat

Minggu, 12 Desember 2010

Terapi Sugesti Gratis




InsyaAllah mulai tanggal 13-17 Desember 2010 (7-11 Muharram 1432 H) dan 20-24 Desember 2010 (14-18 Muharram 1432 H), jam 09.00 - 16.00 rumah Sugesti Indonesia mempersembahkan Terapi Gratis.
Silakan Hadir Di Bogor Raya Permai FF 2 No. 5.
CP : Ima Lesmana (Kak Imam) -0812.894.29.165
Aris Setyawan -0821.1121.42236

Terima kasih...

Terapi Sugersti Gratis

Start:     Dec 13, '10 09:00a
End:     Dec 17, '10 4:00p
Location:     Rumah Sugesti Indonesia, Bogor Raya Permai FF 2 No. 5.




InsyaAllah mulai tanggal 13-17 Desember 2010 (7-11 Muharram 1432 H) dan 20-24 Desember 2010 (14-18 Muharram 1432 H), jam 09.00 - 16.00 rumah Sugesti Indonesia mempersembahkan Terapi Gratis.
Silakan Hadir Di Bogor Raya Permai FF 2 No. 5.
CP : Ima Lesmana (Kak Imam) -0812.894.29.165
Aris Setyawan -0821.1121.42236

Terima kasih...

Selasa, 30 November 2010

[Self Improvement] Lingkaran Setan Komunikasi

Kita perlu mensyukuri semakin tingginya antusiasme masyarakat untuk berbagi dalam hal materi.  Terbukti dari banyaknya bantuan yang mengalir ke beberapa daerah bencana seperti Wasior, Mentawai dan Merapi.  Namun, yang kita rasakan masih kurang adalah antusiasme untuk saling berbagi pengertian dan pemahaman.

Manusia adalah makhluk yang lebih didominasi emosi daripada logika.  Buktinya, masih banyak orang yang tidak menjalankan pola hidup sehat karena kalah dengan keinginan untuk menikmati zona nyaman.  Banyak pula orang enggan mendengarkan dengan jelas apa yang dimaksud lawan bicaranya sehingga yang terjadi adalah Salah Paham. Salah paham bisa menguras energi kita dan membuat kita dan lawan bicara menjadi frustasi.

Arvan Pradiansyah, dalam sebuah talkshow di sebuah radio swasta pernah menjelaskan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan untuk menghindari dan meminimalisir salah paham.

1. Kebutuhan emosi tertinggi dari manusia adalah DIMENGERTI dan DIPAHAMI.  Orang marah apabila lawan bicaranya tidak mengerti apa yang dia maksudkan.  Kemarahan itu disebabkan kebutuhan emosi tidak terpenuhi dengan baik.

2. Orang yang dicari oleh banyak orang adalah orang yang mudah mengerti.  Semua orang senang dengan orang yang mudah mengerti, dia mudah menerima instruksi dan mampu berempati bila ada yang minta didengarkan.  Ada dua hal yang perlu ditankap dari sebuah pembicaraan yaitu isi pembicaraan dan kondisi emosi orang yang berbicara.  Isi pembicaraan berkaitan dengan konten dan teknis pelaksanaan dan kondisi emosi berkaitan dengan empati.  Empati itu sendiri berkaitan dengan kemampuan merasakan apa yang dirasakan secara emosional oleh orang lain.

3. Investasi terbaik pertama bagi waktu kita adalah memahami. Investasi terbaik kedua bagi waktu kita adalah membuat diri kita dipahami.  Kita harus mau dan bersedia mendengarkan dan bersedia memahami lawan bicara. Orang yang hanya mau dipahami dan didengarkan adalah orang yagn egois.

4. Kita menilai dari kita dari niat kita, orang menilai diri kita dari tindakan kita.  Terkadang kita lebih berkonsentrasi pada konten, bukan konteks.  Seseorang yang menggunakan kata-kata yg salah merasa sedang dimaki-maki.  Terkadang cara lebih penting daripada konten/isi pesannya. Bahkan terkadang, cara yang  kurang efektif membuat kita bertanya "niat gak sih ngasihnya?" Maya Angelou pernah mengatakan “I've learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.”

5. Untuk meminimalisir salah paham, tingkat kepercayaan antar komunikan harus ditingkatkan.  Peningkatan level kepercayaan bisa dilakukan dengan memperbanyak setoran kebaikan atau "Rekening Bank Emosi".  Manusia tidak akan bisa secara efektif menabung emosi apabila dia bukanlah orang yang benar-benar berniat baik untuk membina hubungan.  Awal perkenalan dan pertemuan yang menyenangkan bisa jadi merupakan setoran awal yang banyak namun apabila tidak di-maintain dengan baik, setoran itu akan terus berkurang dan berkurang hingga akhirnya habis tak tersisa.   

Salah paham ada beberapa tingkatan:

1. teknis:   instruksi atau pesan tidak dimengerti dan dipahami dengan baik.   

2. semantik: instruksi atau pesan dimengerti dan dipahami, namun salah ditafsirkan.

3. low level of trust: instruksi tidak dipahami karena tingkat kepercayaan yang memang sudah rendah. Salah paham seperti ini adlaah salah paham yang paling berbahaya karena kepercayaan yang rendah membuat hubungan seperti ladang ranjau.  Segala sesuatu bisa jadi serba salah.  

Dari prinsip-prinsip di atas, terlihat jelas bahwa komunikasi bukanlah hal yang sepele atau mudah.  Stephen Covey, penulis buku laris Tujuh Kebiasaan manusia yang sangat efektif, menyayangkan betapa sedikitnya kita berlatih dan belajar mendengarkan dan memahami.  Sehingga, komunikasi kita hanyalah komunikasi yang dangkal dan ala kadarnya saja.  Kebutuhan emosional kita untuk dipahami, didengarkan dan dihargai jarang bisa terpenuhi. Padahal, masih menurut Covey, kebutuhan itu bagi jiwa manusia adlah bagaikan oksigen bagi tubuhnya.  Tidak mengherankan apabila zaman sekarnag ini manusia begitu mudah curiga, emosi dan marah kepada sesamanya.  Jiwa-jiwa yang kering kerontang secara emosi akan mudah tersulut kemarahan bagaikan rumput kering yang sudah terbakar matahari.

Pada akhirnya, komunikasi yang tidak efektif akan menyebabkan timbulnya lingkaran setan sebagai berikut:

Komunikasi yang tidak efektif dapat menyebabkan pemahaman yang salah. Pemahaman yang salah akan menyebabkan persepsi tidak akurat.  Persepsi tidak akurat akan menyebabkan prasangka buruk. Prasangka buruk akan menyebabkan Ketidak percayaan, ketidakpercayaan menyebabkan permusuhan dan permusuhan akan membuat komunikasi tidak efektif.

Semoga bermanfaat

Referensi:

Talkshow Smart Happiness di Smart FM

Buku Tujuh Kebiasaan Manusia yang sangat efektif, Steven Covey

Senin, 13 September 2010

[Hikmah] Pelajaran berharga diantara kesejukan alam

"Orang Jakarta itu aneh, susah payah mencari uang hanya untuk dibuang-buang di Puncak, padahal dari dulu Puncak kan cuma gitu-gitu aja" demikian kata seorang pemuka masyarakat di Desa Tugu.  Keindahan pemandangan alam yang memukau banyak orang dari kota ternyata merupakan sesuatu yang biasa saja bagi mereka.   Sebuah ironi yang menunjukkan betapa mudah manusia merasa bosan dengan apa yang dihadapinya sehari-hari.  Mungkin mereka membayangkan betapa nikmatnya hidup di kota besar yang penuh sensasi gemerlapan, gedung bertingkat yang menjulang menggapai langit dan suasana hiruk pikuk penuh kesibukan.  



Sebagai contoh kecil, di jalan menuju perkebunan teh, ada sebuah mushalla sederhana yang berdekatan dengan sungai kecil berarus deras.  Derasnya arus sungai itu menimbulkan suara yang menyejukkan jiwa siapapun yang mendengarnya, namun bagi warga di sana mungkin hal itu hanyalah sesuatu yang bisa dilewatkan begitu saja. Bagi mereka, apakah artinya sebuah sungai kecil berair bening dengan arus yang deras.  Suatu hal yang mereka anggap biasa.  Padahal di toko-toko musik bisa kita temukan CD impor berisi musik - musik bernuansa alami yang berharga mahal.  Musik-musik tersebut banyak dicari orang kota untuk membantu bermeditasi guna menghilangkan penat dan stress.  Semoga saja mereka masih menunaikan sholat berjamaah di musholla tersebut. Bayangkan, betapa indahnya duduk bertafakur setelah menunaikan sholat sambil mendengarkan deburan air jernih yang mengalir di sungai sebelah musholla tersebut.  


Di pertengahan jalan dari penginapan ke jalan raya, ada sebuah taman yang indah dengan kolam ikan yang menyejukkan pandagan. Taman itu terletak di pinggir sebuah sungai yang mengalir deras bergemuruh.  Gemuruh yang menghasilkan alunan musik yang jauh lebih indah daripada yang dihasilkan alat musik tercanggih buatan manusia.  



Lokasi acara LeBAY itu sendiri adalah sebuah tanah lapang yang sangat indah di tengah kebun teh.  Mirip sekali dengan padang savana yang ditampilkan di sebuah film yang soundtrack-nya dinyanyikan Koes Ploes (why do you love me, so sweet and tenderly.. dst) atau stage-nya Rock Adams dalam game Soul Edge.  Mereka tidak tahu bahwa anak-anak di kota-kota besar hanya bisa menyaksikan pemandangan seindah itu dalam acara TV atau permainan video game.  Sedangkan mereka dan anak-anaknya melalui tanah lapang yang sangat indah itu setiap hari tanpa menyadari keindahan yang ada di dalamnya, apalagi mensyukuri keindahan tersebut.  Sungguh disayangkan. 



Manusia cenderung kurang atau bahkan tidak menghargai segala sesuatu yang melimpah.  Kita semua pasti sepakat apabila dikatakan bahwa udara adalah sesuatu yang penting bagi kita.  Namun, adakah diantara kita yang menyempatkan diri untuk bersyukur atas nikmat udara yang kita hirup sehari-hari Mirip dengan kisah klasik ajaran Zen.  Ikan yang baru dimasukkan ke dalam sebuah kolam sangat bersyukur atas jernihnya air di kolam tersebut.  tidak henti-hentinya dia mengucap syukur dan membicarakan kejernihan air di tempatnya yang baru itu.  Namun, teman-temannya sesama ikan di kolam tersebut malah heran.  Bahkan ada yang mengejek dan bertanya, apa tidak ada hal lain yang perlu dibicarakan?

Sebagian besar manusia memang lebih suka memperturutkan keinginan ego dengan mencari sensasi. Mereka menggantungkan kegembiraan dan kebahagiaan mereka pada apa yang ada di luar diri mereka sendiri.  Mereka yang berkecukupan harta menghibur diri di diskotik, bioskop, kafe dan mall; berselancar di dunia maya dan tenggelam dalam interaksi jejaring sosial.  Sementara itu yagn miskin yang miskin menghibur diri dengan orkes dangdut dorongan, radio, TV atau layar tancep.  Zat-zat stimulan pun dikonsumsi secara berlebihan, mulai dari rokok hingga narkoba.  Sensasi demi sensasi membuat manusia memboroskan energi vital kehidupannya sehingga dia menjadi cepat lelah, mudah terserang stress dan sering jatuh sakit.  Sementara itu, kebosanan yang menghantui kehidupan mereka tidak juga hilang bahkan semakin bertambah.

Pada akhirnya, hanya kesadaran akan nikmat Allah SWT itulah yang membuat kita terhindar dari kebosanan yang menghantui kehidupan ini.  Baik di kota besar yang penuh gemerlap sensasi atau desa kecil yang penuh kesejukan dan ketentaraman.   

Sebuah pelajaran berharga yang terlalu sayang kalau hanya dilewatkan begitu saja.

Semoga bermanfaat

note: foto paling bawah dari album YSPGM yang ini, courtesy Mbak Linda

Rabu, 07 Juli 2010

[Daily Life] Empati di petang hari

Bukan kebetulan saya merasa mendapat banyak pelajaran tentang empati sore kemarin.  Pada mulanya sih karena hendak mengambil HT di Radio D FM, dari mbak Ari.  Untuk sampai ke daerah Warung Buncit, yang paling praktis walaupun tidak terlalu nyaman krn jam super sibuk, adalah dengan menggunakan Trans Jakarta alias Busway. 

Namun, walau sudah dikasih "privilege" untuk melwati jalur sendiri, terpisah ari kendaran lain, namun tetap saja jalur itu penuh.  Bukan karena armada buswaynya banyak, namunbanyak kendaraan pribadi yang ikutan nimbrung di jalur itu.  Banyak motor dan mobil yang masuk sehingga si busway pun ikut-ikutan tersendat.  Orang yang berdiri dekat saya pun berkata pada temannya "nah, berasa kan, sudah naik busway masih lambat.  Makanya, kalau naik mobil jangan masuk jalur busway... ". Yup, sebuah pelajaran yang luar biasa tentang empati.  Rela bermacet ria karena bertenggang rasa dengan para pengguna trans Jakarta mungkin bukan pilihan yang menyenangkan, namun dengan mengikuti peraturan seperti itu, semoga ketertiban dan kelancaran yang kita dambakan bersama bisa terwujud.  Kebaikan sekecil apapun tentu tidak akan disia-siakan oleh Dia Yang Maha Pemurah.  

Setelah bertemu mbak Ari dan meminjam HT, saya sempatkan untuk berkunjung ke Jakarta Book Fair di Senayan.  Dalam perjalanan, bis Kopaja yang saya tumpangi berjalan pelan, seperti biasa hendak menambah penumpang.  Namun,  bis besar yang ada di belakangnya membunyikan klakson berulang kali, tidak sabar hendak mendahului.  Mungkin karena penumpang sudah penuh atau ada keperluan lain.  Kopaja pun enggan beranjak lebih cepat, sang supir malah berteriak memaki bus yang di belakangnya.  "Kita kan sama-sama cari duit ......... bla bla bla". Makian tersebut tidka bisa diterima supir bis besar dan kondekturnya.  Makian yang tidak kalah sengit pun terlontar, hingga tidak hanya isi kebon binatang yang keluar namun, maaf, apa yang biasa dibuang ke belakang juga ikutan muncul. 

Suasana yang "chaotic" itu membuat saya bergegas keluar dan berjalan kaki ke Istora, walau masih agak jauh.  

Di bookfair saya melihat buku yang ditulis oleh teman-teman Kajian Zionisme.  Buku yang juga memuat tulisan saya tersebut ada di stand Penerbit Cakrawala, harganya sudah didiskon ... sekalian promosi ..




Buku yang berkisah tentang penjarah organ tubuh orang-orang Palestina oleh kaum Zionis itu juga dilengkapi tulisan-tulisan tentang Zionisme.  Banyak diantara tulisan tersebut yang merupakan hal-hal mendasar yang perlu diketahui siapapun yang berminat mengkaji zionisme.  Insya Allah tidak rugi apabila ada diantara sahabat sekalian yang membeli, membaca dan mempelajari isi buku tersebut.  Bicara tentang empati, Insya Allah semua tulisan dalam buku itu dapat menggugah empati.  

Pulangnya, saat hari sudah malam, saya naik kopaja lagi.  Pada saat hendak turun, saya tidak tahu apakah sudah di tempat yang tepat atau belum.  Namun, lagi-lagi ketiadaan empati dari supir membuat hati jadi tidak nyaman.  "Turun di mana pak" kata supir dengan suara keras.  Ya sudah .. Langsugn lompat saja deh, untung selamat ...

Malam, karena belum bisa tidur, saya melihat TV.  dari saluran TV luar negeri, ada film berjudul City of Life and Death.  Sebuah film yang dibuat berdasarkan "Pembantaian Nanking" yang terjadi tahun-tahun awal pada perang Dunia II.  Film tersebut memang cukup sadis, dengan penggambaran pembantaian kekerasan yang vulgar.  Namun, di luar segala kontroversi, film tadi bisa membantu kita mengasah empati dan mensyukuri betapa nyaman kehidupan kita ini.  Paling tidak, negeri ini belum dilanda perang lagi seperti yang pernah dialami para pendahulu kita dulu.  

Empati mungkin bukan segala-galanya, namun tanpa empati, tidak ada hubungan yang bisa dijalin dengan baik, dan kerusakan hubungan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan segala-galanya. 

Semoga bermanfaat

Minggu, 21 Maret 2010

[Quiz My Favorite Author] Erich Fromm

link quiz: http://lovusa.multiply.com/journal/item/258/kuis_My_Favourite_Author

Erich Fromm (March 23, 1900 – March 18, 1980) adalah seorang ahli psikoanalisa dan sosial dari Jerman. Pada usia yang masih sangat muda, belasan tahun, Fromm mendengar kabar seseorang yang dekat dengan keluarganya meninggal dunia karena bunuh diri. Tidak lama kemudian, suatu kejadian yang jauh lebih mengerikan melanda hidupnya: Perang Dunia Pertama. Hal-hal tersebut menyebabkan Fromm tertarik untuk mendalami berbagai macam kecenderungan manusia, mulai dari mencintai sampai merusak.

Erich Fromm mendapatkan gelar PhD dari Heidelberg pada tahun 1922. Fromm pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1932, pada saat Nazi mulai berkuasa di Jerman. Fromm meninggal tahun 1980. Selama hidupnya, beliau banyak menyaksikan kejadian-kejadian mengerikan yang disebabkan kecenderungan untuk merusak, termasuk perang Dunia Kedua. Dalam Anatomy of Human Destructiveness, beliau membahas kehidupan dua tokoh Nazi sentral Nazi yaitu Adolf Hitler dan Heinrich Himmler dan seorang diktator super sadis dari Rusia, Joseph Stalin.

Namun, Fromm tidak hanya menulis tentang sisi-sisi gelap manusia. Beliau menegaskan bahwa cinta adalah solusi dari semua masalah manusia tersebut. Cinta adalah kunci dari terjaganya kewarasan manusia agar tidak terjerumus pada kecenderungan untuk menghancurkan sesamanya. Namun, cinta yang dimaksud ternyata bukan seperti yang seringkali kita kenal dan kita salah pahami. Cinta yang dimaksud adalah cinta yang memberi kekuatan pada sang pencinta untuk mencintai yang dia cintai dengan cinta yang sejati. Cinta yang produktif bukan cinta yang masochistic atau sadistic.

Bisa dibilang, Erich Fromm adalah seorang penulis yang telah menghasilkan salah satu dari buku yang terindah di dunia, The Art of Loving dan salah satu buku paling mengerikan yaitu The Anatomy of Human Destructiveness.

Pengaruh:

Ajaran-ajaran Fromm sangat terpengaruh Kisah-kisah Alkitab terutama Perjanjian Lama, Zen Buddhisme, Karl Marx dan Sigmund Freud. Sebagai seorang Yahudi ortodoks, Fromm sudah terbiasa dengan ajaran-ajaran Alkitab sejak muda, terutama perjanjian lama. Gaya bahasa profetic dari kisah-kisah dalam perjanjian lama mempengaruhi tulisan-tulisan dalam buku beliau. Tulisan-tulisan itu bagaikan seorang Nabi yang sedang berkhotbah di padang tandus dalam2 cerita-cerita Alkitab/Bible. Sebagaimana Bani Israil yang bebal itu tidak juga menuruti apa kata para nabi yang diutus kepada mereka, suara Fromm pun seringkali nyaris tak terdengar dan tenggelam dalam hiruk pikuk kehidupan modern. Namun, bagi mereka yang mengerti dan menghayati, kata-kata Fromm seperti memberi cermin yang telak pada diri mereka. Seakan hendak tersungkur menyesali diri sebagaimana kaum nabi Yunus yang bertaubat dan meninggalkan berhala-berhala mereka.

Pengaruh Zen terlihat pada ajaran Fromm tentang kepemilikan. Seseorang yang menilai dirinya dengan apa yang dia miliki, apa yang tersisa pada dirinya apabila yang dia miliki hilang dari dirinya?
Seseorang seharusnya memanfaatkan apa yang dia miliki untuk kemaslahatan sesama dan tetap bisa menikmati keindahan alam ini tanpa harus memilikinya. Pendapat ini dijelaskan secara mendetail dalam buku To Have or To Be. Dalam buku yang sama, terdapat kritik dan kecaman yang sangat keras terhadap kapitalisme.

Sedangkan ajaran-ajaran Fromm tentang jenis-jenis masyarakat dipengaruhi tulisan-tulisan Karl Marx. Sebagai seorang ahli psikoanalisa yang dibesarkan dan dididik dalam lingkungan akademis Freudian, ajaran-ajaran Freud juga mewarnai tulisan-tulisan Fromm.

Namun demikian, apa yang diajarkan dan ditulis oleh Fromm memilki keunikan tersendiri karena beliau menambahkan apa yang asing dalam ajaran Marx dan Freud yaitu Freedom atau kebebasan. Beliau cenderung menolak bagian-bagian yang deterministik dalam ajaran Freud.

Buku-buku yang ditulis oleh Erich Fromm antara lain:

Man for Himself

Escape From Freedom (Fear of Freedom di UK)

The Art of Loving

The Sane Society

The Anatomy of Human Destructiveness

You Shall be as Gods

Beyond the Chain of Illusion

and many more

Berhubung untuk ikutan Quiz yang ini, tulisan ini dicukupkan sampai di sini. Insya Allah akan disambung dengan ajaran-ajaran Erich Fromm dalam berbagai aspek seperti cinta, kebutuhan-kebutuhan manusia, masyarakat, kecenderungan untuk merusak dan sebagainya.

Semoga bermanfaat

Rabu, 24 Februari 2010

[Puisi] Perpisahan

Perpisahan ....

saat dua sahabat saling melambaikan tangan
diiring hangatnya air mata yang berderaian
saat keduanya berpisah di simpang jalan
setelah bertahun bersama mengarungi kehidupan

Perpisahan ....

Saat takdir berkata dan menentukan
kebersamaan tak lagi bisa dilanjutkan
hati menjerit memberontak hendak melawan
apa daya tiada daya dan kekuatan

Perpisahan ....

Tajam pedang sang waktu tak bisa ditahan
Menyayat tanpa sedikitpun memberi ampunan
menebas eratnya jalinan persahabatan
hingga terjadilah perpisahan

Perpisahan ....

Bukan alasan untuk larut dalam kepedihan
apalagi untuk mengakhiri kehidupan
perpisahan juga bisa merupakan keberuntungan
walaupun hasil yang diharapkan belum kelihatan

Perpisahan .......

adalah juga suatu pilihan
walaupun terkesan dipaksakan
pilihan itu terletak pada penyikapan
apakah ditolak atau diterima dengan hati yang lapang

Perpisahan ....

Perpisahan adalah bagian dari kehidupan
walaupun terkadang mencabik perasaan
namun bila diterima dengan hati yang lapang
hikmah kebijaksanaan menanti di ujung jalan


Malaikat Jibril datang kepada Nabi SAW, lalu berkata “Hai Muhammad, hiduplah sesukamu namun engkau pasti mati. Berbuatlah sesukamu namun engkau pasti diganjar, dan cintailah siapa yang kau sukai namun kau pasti akan berpisah dengannya, ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin tergantung shalat malamnya dan kehormatannya tergantung dari ketidakbutuhannya pada orang lain.”(HR. Athabrani)

Semoga bermanfaat, Jakarta, 24 Februari 2010

terinspirasi dari Nasyid-nya Brother, Perpisahan

Rabu, 16 Desember 2009

[Transkrip] Macam-macam Bunuh Diri

1. Bunuh Diri secara fisik: BD fisik bisa langsung seperti menjatuhkan diri dari gedung yang tinggi, minum racun yang keras atau menggunakan senjata. Namun, ada juga bunuh diri fisik yang pelan-pelan. Memakan maknana yang tidak sehat, apalagi dalam jumlah banyak dan terus menerus. Tidak menjaga kesehatan, enggan berolah raga dll

2. Bunuh Diri Mental: Bunuh Diri seperti ini adalah mengkhianati janji pada diri sendiri. berjanji berhenti merokok, tetapi diingkari. Berjanji bangung lebih pagi, dingkari dsb. Maka cepat atau lambat, secara mental/bawah sadar ktia sulit untuk percaya pada diri sendiri. Belajar terlalu banyak hal dalam satu saat juga merupakan bunuh diri mental. Terlalu perfeksionis dalam segala juga bisa merupakan bunuh diri mental.

3. Bunuh Diri Sosial: Tidak menjaga kepercayaan pada orang lain. Apabila ada orang yang terus menerus mengingkari janji, tidak memegang amanah dan kepercayaan. Rekening bank emosional (istilah Covey) makin terkuras habis. Lama-kelamaan orang sulit mempercayai orang seperti itu. Bunuh diri seperti ini bisa juga disebut bunuh diri profesional.

4. Bunuh Diri Finansial: Orang yang lebih besar pengeluarannya daripada pendapatannya adalah orang yang sesungguhnya sedang bunuh diri.

5. Hal-hal lain yang menyebabkan bunuh diri, seperti patah hati, putus cinta, kecewa dan sebagainya. Hal ini terutama disebabkan keterikatan kita pada hal-hal material dan keinginan yang terlalu besar untuk memiliki sesuatu/seseorang (cenderung pada Mentalitas To Have, bukan mentalitas To Be)

Penyebab utama bunuh diri adalah ego kita sendiri. Ego cenderung pada kenikmatan sesaat dan tidak peduli penderitaan jangka panjang. makan enak tidak peduli kesehatan, malas berolah raga, enggan menjaga amanah, semua asalnya dari ego.

Bunuh diri hakikatnya adalah akumulasi perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran negatif. Martin Seligman, peneliti mahzab Positive Psichology menyebut hal ini sebagai learned helplessness atau ketidakberdayaan yang dipelajari (tanpa sadar).

Agar terhindar dari bunuh diri jenis apapun kita perlu:

1. Memperkuat mental dengan:

Komitmen pada diri sendiri dan memenuhi komitmen-komitmen itu secara bertahap. Komitmen itu harus meliputi tiga hal yaitu:

belajar - berlatih - berjuang

Kita juga harus melatih Free will (kehendak bebas) kita dengan menanyakan pada diri sendir:

Hal benar apa yang harus saya lakukan sekarang?

Komitmen yang kuat dan free will yang terlatih akan memperbesar wadah diri kita. Wadah yang tadinya hanya sekecil gelas, menjadi sebesar ember, danau dan akhirnya seperti lautan.

Rumus Tekad yang kuat = Keinginan x kesiapan belajar x kesiapan menghadapi masalah

2. Namun, untuk menjaga diri kita agar tidak terjerumus dalam bunuh diri, kita juga perlu dukungan orang lain. Keluarga, suami/istri, teman dan sahabat semua bisa menjadi dukungan bagi kita. Lingkungan yang baik juga kita perlukan untuk terhindar dari bunuh diri. Karena itu, kita jadikan pekerjaan kita sebagai berkah dan manfaat sebesar-besarnya bagi sesama. Jangan sampai tujuan akhir hidup dan pekerjaan kita hanya untuk diri kita sendiri.

3. Dan pada akhirnya, hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan meminta pertolongan, termasuk agar terhindar dari bunuh diri jenis apapun.

Semoga bermanfaat

Sumber: Mutiara Pagi, The Power of Life di radio Trijaya FM

Narasumber: Pak Supardi Lee