Kamis, 31 Mei 2012

Terapi Perokok dengan teknik Emotional Freedom Technique

Jika kita hendak menterapi klien perokok dengan metode EFT atau Emotional Freedom Technique, maka tahapanya adalah sebagai berikut:

1. Menghilangkan rasa nikmat merokok.

Tapping atau pengetukan akan memeperlancar saluran energi yang terhambat sehingga terjadi perubahan fisiologis pada diri si perokok. Rasa nikmat rokok akan berkurang bahkan bukan tidak mungkin hilang sama sekali. Rasa yang ada akan berganti dengan rasa tidak enak, mirip saat si perokok mulai mengenal rokok dan belajar merokok. Terkadang, satu putaran tapping saja bisa klien akan merasa pusing atau tidak nyaman lagi saat merokok.  Namun, terkadang perlu juga diterapi beberapa kali untuk menetralisir perasaan enak saat merokok, terutama bisa klien sudah merokok dalam waktu yang cukup lama.
 
2. Menghilangkan faktor psikologis yang menyebabkan seseorang merokok.

Kecanduan rokok biasanya merupakan puncak gunung es psikologis. Di bawah puncak tersebut terdapat banyak masalah yang rumit, yang seringkali dihindari dan diredam dengan sensasi rokok. Pada tahap ini, diperlukan kerja sama yang baik antara si perokok dengan terapisnya. Faktor-faktor pemicu kebiasaan merokok harus dituntaskan satu demi satu. Pada tahap ini, si perokok juga bisa diajari untuk melakukan terapi pada dirinya sendiri untuk lebih memantapkan hasilnya. Namun, dalam tahap ini, seorang terapis juga harus berhati-hati jangan sampai terjebak menangani kasus yang ada di luar kemampuannya. Motto "Try it on everything" tidak berlaku dalam kasus-kasus trauma yang berat yang seharusnya ditangani tenaga profesional.

3. Menghilangkan efek teman sejati (Rokok yang telah menyertai hidup pecandunya selama ini)

Banyak orang yang sudah merokok selama belasan bahkan puluhan tahun menganggap rokok sebagai teman sejatinya.  Selama seseorang masih hidup, akan selalu ada harapan untuk menjadi lebih baik daripada dia di masa lalunya. Allah SWT terkadang menyempitkan atau bahkan menutup pintu rezeki dalam rangka mendidik hamba2Nya, namun Dia tidak pernah menutup pintu taubat. Pintu taubat akan terus terbuka siang dan malam untuk hamba2Nya yang pernah berdosa dan melampaui batas namun tetap tidak berputus asa dari Rahmat dan Ampunan-Nya. Maha Suci Allah SWT dari perbuatan zalim sekecil apapun.

teknisnya sebagai berikut:

1. Set Up: Kalimat set-up ini adalah kalimat yang digunakan untuk "memprogram" bawah sadar klien agar siap menjalani terapi.  Bisa berupa sugesti atau afirmasi dan bisa juga diganti dengan doa sesuai keyakinan klien.  Misalnya "Yaa Allah walaupun saya kecanduan merokok tapi saya ikhlas dengan kondisi ini dan saya pasrahkan hilangnya kecanduan merokok saya hanya padaMu".  Kalimat setup ini bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan.

2. Tune In: Merasakan sakit atau perasaan yang ingin dihilangkan.  Jika sakit fisik, rasakan seperti apa sakitnya, di mana letaknya dan berapa intensitasnya (skala 1 - 10 atau dari sakit sekali sampai tidak sakit).  Jika yang dirasakan masalah emosi, bisa dibayangkan semampu klien peristiwa atau kejadian yagn membuatnya merasa tidak nyaman secara emosional.

3. Tapping: Pengetukan titik-titik tertentu pada tubuh klien.

Berikut adalah titik-titik tersebut:

Cr = Crown,Pada titik dibagian atas kepala

EB = Eye Brow,Pada titik permulaan alis mata

SE = Side of the Eye Di atas tulang disamping mata

UE = Under the Eye 2 cm dibawah kelopak mata

UN = Under the Nose,Tepat dibawah hidung

Ch = Chin,Di antara dagu dan bagian bawah bibir

CB = Collar Bone,Di ujung tempat bertemunya tulang dada, collar bone dan tulang rusuk pertama

UA = Under the Arm,Di bawah ketiak sejajar dengan putting susu (pria) atau tepat di bagian tengah tali bra (wanita)

BN = Bellow Nipple2,5 cm di bawah putting susu (pria) atau di perbatasan antara tulang dada dan bagian bahwa payudara

IH = Inside of Hand,Di bagian dalam tangan yang berbatasan dengan telapak tangan

OH = Outside of Hand,Di bagian luar tangan yang berbatasan dengan telapak tangan

Th = Thumb, Ibu jari disamping luar bagian bawah kuku

IF = Index Finger,Jari telunjuk di samping luar bagian bawah kuku (dibagian yang menghadap ibu jari)

MF = Middle Finger, Jari tengah samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)

RF = Ring Finger,Jari manis di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)

BF = Baby Finger, Di jari kelingking di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)

KC = Karate Chop,Di samping telapak tangan, bagian yang kita gunakan untuk mematahkan balok saat karate

GS = Gamut Spot,Di bagian antara perpanjangan tulang jari manis dan tulang jari kelingking

Beberapa TIPS yang dapat kita perhatikan sebagai berikut:

1. Lakukan EFT dengan penuh keyakinan bahwa ini merupakan doa kita kepada Allah SWT yang mudah-mudahan akan dikabulkan-Nya.

2. Lakukan setiap langkah dengan penuh kosesntrasi atau betul-betul dinikmati setiap langkah, karena hasil akhir merupakan kesusksesan dari setiap langkah yang kita lakukan dengan sukses.

3. Tetap sabar apabila kita merasa hasilnya belum sesuai dengan harapan kita, toh kalau kita benar-benar sudah mengikhlaskan dan memasrahkan persoalan kita, kita tidak akan ngotot bila hal tersebut belum berhasil.

Note: sebagai tambahan untuk artikel berkaitan dengan Hari Tanpa Tembakau yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2012 bagian pertama dan bagian kedua

Semoga bermanfaat

dipersembahkan oleh Distro Muslim dot net  

Keprihatinan Di Hari Tanpa Tembakau (1)

http://wasathon.com/gaya_hidup/read/keprihatinan_di_hari_tanpa_tembakau_1/
Tulisan dalam rangka menyambut hari tanpa tembakau yang jatuh kemarin, selamat membaca semoga bermanfaat

fuad Baradja : Bagaimana berhenti merokok dgn cara SEFT

Rahasia Zuhud

Rabu, 30 Mei 2012

Mengapa Aku Tobat Dari Islam Liberal?

http://filsafat.kompasiana.com/2012/05/30/mengapa-aku-tobat-dari-islam-liberal/
kutipan:

Ya, sekarang aku lebih suka dengan generasi muda Islam yang mempraktekan Islam secara nyata daripada anak muda Islam yang kutu buku tapi diam saja melihat tetanganya kerja bakti. Aku lebih respek dengan generasi muda Islam yang bersih bersih got daripada anak muda Islam yang bangga paham berbagai teori teori tentang ajaran Islam tapi penampilannya dekil karena jarang mandi.

Selasa, 29 Mei 2012

Tanya dong temans, kalau blogger MP yang non online seller boleh gak majang dagangan di MP-nya? apa harus berubah jadi onlen seller dulu?

[Donor Darah Apheresis] First Time Donor


Sambungan dari posting yang ini

Sesudah mendapatkan nikmat karunia Allah SWT yang luar biasa yaitu lulus dari screening apharesis, saya mendapat pesan singkat dari mbak Deffi untuk donor pada keesokan harinya. Pesan itu masuk sekitar pukul 20:30 malam dan saya pun langsung menyanggupi untuk melakukan donor darah apheresis untuk pertama kalinya. Kegiatan donor darah itu akan dilaksanakan di PMI Lenteng Agung jam 08:30 pagi, tempat yang sama dengan saat dilakukan screening apheresis.  

Saat saya tiba, ada orang lain yang sudah datang juga namun belum ikut screening sehingga sayalah yang harus melakukan donor darah saat itu.  Saya pun diukur tekanan darahnya dan saat itu alhamdulillah normal.  Namun, karena waktu itu saya belum sarapan, petugas yang berwenang pun menganjurkan saya sarapan dulu sambil menunggu dokter.  Para petugas pun harus mempersiapkan mesin Hemodialisis dan memasang kit atau peralatan penampung darah yang terdiri dari sebuah tabung, beberapa kantong dan banyak selang-selang. Saya lihat pemasangan itu cukup rumit dan pastinya harus dilakukan seseorang yang sudah terlatih untuk melakukannya.  Saya pun sarapan di kantin dekat tempat donor darah aphresis itu berlangsung dan saya juga menyempatkan diri ke belakang agar tidak repot saat donor berlangsung. Donor darah apheresis ini memang berlangsung cukup lama, sekitar satu setengah sampai dua jam. Satu kali donor terdiri dari beberapa siklus yang terdiri dari pengeluaran darah, ekstrasi trombosit dan pengembalian darah ke tubuh pendonor. Tiga tahap tersebut dihitung satu siklus dan sesudah satu siklus selesai maka mesin akan bekerja kembali untuk melanjutkan siklus kedua dan seterusnya.

Pengambilan darah dilakukan dengan penusukan pembuluh darah vena dengan jarum berongga yang cukup besar. Oleh karena itu, saat screening, salah satu yang diperiksa adalah pembuluh vena.  Seorang donor darah apheresis harus memiliki pembuluh vena yang cukup besar dan tidak bengkok agar proses donor darah tidak terganggu. Tangan kanan pendonor direntangkan, dililit alat kompresi yang seperti pada alat pengukur tekanan darah dan dia menganggam sebuah bola karet agar terjaga posisi tangannya.  Saat proses pengambilan darah berlangsung, alat kompresi menekan pembuluh darah agar darah bisa keluar.  Sesudah darah keluar, terjadi pemerosesan dalam mesin dan trombosit yang dibutuhkan anak-anak penderita kanker pun diekstraksi dan ditampung di sebuah kantong.  Saat proses pengembalian darah berlangsung, alat kompresi dikendurkan dan darah pun kembali masuk ke tubuh pendonor. Terasa cukup nyaman memang saat darah itu kembali ke dalam tubuh. Aliran darah itu memang sempat sedikit terganggu karena posisi tangan saya yang berubah tanpa sengaja, maklum kan masih pemula. Namun Alhamdulillah keseluruhan proses dapat berlangsung dangan baik dan lancar tanpa banyak gangguan.  Sesudah selesai, saya pun  diberi makanan untuk memulihkan tubuh dan trombosit hasil donor darah tersebut dibawa ke RS Dharmais untuk diberikan kepada anak yang membutuhkan, yang sedang menderita Leukumia.

Berikut beberapa pelajaran yang saya dapatkan dari donor darah apheresis yang pertama tersebut:

1. Mempersiapkan fisik dan mental dengan baik. Donor darah apheresis berlangsung cukup lama tergantung kuantitas dan kualitas trombosit pendonor.  Biasanya berlangsung antara satu sampai dua jam.  

2. Sarapan atau makan yang kenyang sebelum donor darah agar tidak terlalu lemas.

3. Malam sebelum donor darah jangan bergadang karena jika saat mendonorkan darah pendonor tertidur tanpa sadar posisi tangan bisa berubah.  Donor darah apheresis pun bisa gagal karena aliran darah di pembuluh vena terganggu.

4. Saat donor darah berlangsung, jaga agar tubuh dan pikiran tetap relaks.  Untuk para pendonor yang muslim bisa membaca dzikir-dzikir yang bisa menenangkan jiwa seperti istighfar, tasbih, tahmid, tahlil dan sebagainya.  Faktor psikologis sangat menentukan keberhasilan donor darah apheresis

5. Rasa sakit akibat pengeluaran jarum saat donor darah selesai bisa dikurangi dengan menarik napas panjang saat jarum ditarik keluar. Sakit sedikit tidak ada artinya dibandingkan amal shaleh yang baru saja dilakukan pendonor.

6. Seseorang yang sudah berkomitmen menjadi pendonor darah apheresis harus menjaga kesehatan tubuhnya.  Jumlah ideal trombosit bisa dijaga dengan mengonsumsi buah, sayur dan banyak minum air putih. Dianjurkan pula melakukan olah raga cardiovascular, seperti lari, jalan cepat atau berenang, agar aliran darah di tubuh pendonor selalu lancar.

Perlu kita ketahui bahwa donor darah apheresis ini tidaklah murah. Harga kit yang terdiri dari tabung, kantung dan selang bisa mencapai sekitar dua juta rupiah per paket dan semua itu hanya bisa dipakai sekali. Sesudah dipakai kit tersebut harus dibuang semuanya. Padahal banyak sekali anak-anak penderita kanker yang sangat membutuhkan trombosit hasil ekstraksi mesin Hemodialisis itu. Mereka membutuhkan "emas cair" atau trombosit itu untuk mempertahankan kehidupan mereka. Memang sebuah ironi yang menyedihkan, di sebuah negara yang penuh hasil bumi dan sumber daya alam melimpah ruah seperti Indonesia ini. Entah sudah berapa banyak ahli dan pakar yang menyampaikan pendapatnya sehingga mungkin kita perlu bertanya pada rumput yang bergoyang.

Saya sendiri baru mampu mengingatkan diri sendiri dan para pembaca sekalian untuk menyadari bahwa PEDULI, BERBAGI dan MEMBERI adalah salah satu KEBUTUHAN kita yang utama sebagai manusia. Sebelum memperturutkan keinginan, hobby dan membeli barang-barang mewah yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan, ada baiknya melihat ke sekitar kita adakah yang masih lebih memerlukan lembaran-lembaran rupiah yang ada di tangan kita sekarang? Jangan sampai langkah kita menuju surgaNya harus terhalang kesaksian-kesaksian orang yang secara tidak langsung kita zalimi.  Yaitu mereka yang sebenarnya bisa kita pedulikan kita beri dan kita bantu namun kita enggan melakukannya hanya karena ada barang-barang mahal yang lebih menarik bagi ego kita.   
 
Semoga bermanfaat dan semakin banyak orang terinspirasi untuk berkomitmen menjadi pendonor darah apheresis.